Line Spacing
Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 4 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Mengkreasikan daftar norma, hak, dan kewajiban ke dalam bentuk daun untuk digantung pada ranting pohon.
Elemen Capaian Pembelajaran : Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Model Pembelajaran : Project Based Learning (PjBL)
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) & Culturally Responsive Teaching
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Diferensiasi produk (dekorasi pohon); memanfaatkan ranting/tanaman khas lokal Wringin Anom.

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Karakteristik Peserta Didik

Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom berada pada fase perkembangan operasional konkret menuju abstrak. Mereka memiliki kecenderungan belajar yang bervariasi:

  1. Gaya Belajar Kinestetik dan Visual: Sebagian besar peserta didik lebih cepat memahami konsep moral dan sosial ketika dilibatkan langsung dalam kegiatan kinestetik (seperti membuat karya kerajinan tangan 3D) dan visual (seperti mewarnai, mengelompokkan bentuk, dan mengamati demonstrasi).
  2. Kesadaran Sosial: Peserta didik sudah mengenal aturan-aturan dasar di sekolah, tetapi penerapan budaya antre dan kedisiplinan secara konsisten masih memerlukan pembiasaan bermakna.
  3. Keterampilan Psikomotorik: Peserta didik menyukai aktivitas kolaboratif yang menghasilkan karya fisik nyata untuk dipajang atau dipamerkan.

Pengetahuan Awal

Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar mengenai:

  1. Pengertian sederhana tentang aturan di rumah dan di sekolah.
  2. Contoh perbuatan baik dan buruk dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Kebiasaan antre saat mencuci tangan atau membeli makanan di kantin sekolah.

Potensi Hambatan dan Solusi

  1. Hambatan: Peserta didik kesulitan membedakan secara rinci antara konsep norma, hak, dan kewajiban.

    • Solusi: Memberikan kode warna visual yang berbeda pada tiap kertas berbentuk daun (misalnya: Hijau untuk Norma, Kuning untuk Kewajiban, Biru untuk Hak).

  1. Hambatan: Terjadinya dominasi individu dalam kelompok saat pembuatan media 3D Pohon Norma.

    • Solusi: Mengatur pembagian peran tertulis yang jelas dalam LKPD kelompok (seperti perancang bentuk daun, penulis pesan norma, perangkai ranting, dan juru bicara).

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu menyajikan hasil identifikasi bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban sebagai anggota keluarga dan warga sekolah; mengaplikasikan nilai kedisiplinan dan kebiasaan antre di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar secara konsisten dan penuh kesadaran.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Tujuan Pembelajaran Domain Kognitif

  1. Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara norma, hak, dan kewajiban dalam konteks kedisiplinan dan budaya antre di sekolah dengan tepat.
  2. Peserta didik mampu mengklasifikasikan contoh tindakan norma kedisiplinan, hak peserta didik, dan kewajiban mengantre ke dalam kategori warna daun yang benar.

Tujuan Pembelajaran Domain Psikomotorik

  1. Peserta didik mampu merancang karya 3D "Pohon Norma" dengan mengkreasikan ranting kayu khas lingkungan Wringin Anom dan susunan daun berisi pesan-pesan norma secara kreatif.
  2. Peserta didik mampu menyajikan pameran karya mini dan mengomunikasikan pesan kebaikan norma kepada warga sekolah dengan jelas.

Tujuan Pembelajaran Domain Afektif

  1. Peserta didik mampu menunjukkan sikap kesadaran diri (mindful) dan kebiasaan antre serta disiplin dalam interaksi sehari-hari.
  2. Peserta didik mampu menunjukkan sikap gotong royong dan saling menghargai pendapat saat menyelesaikan proyek bersama kelompok.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Penerapan norma, hak, dan kewajiban bukan sekadar hafalan materi pelajaran, melainkan hiasan kebaikan hidup yang memperindah interaksi sosial. Bagaikan ranting kayu yang tampak gersang tanpa daun, kehidupan di sekolah akan kacau dan tidak harmonis tanpa adanya kedisiplinan dan kebiasaan antre. Karya "Pohon Norma" menjadi pengingat visual bahwa setiap tindakan disiplin yang kita lakukan adalah "daun kebaikan" yang menyejukkan lingkungan sekolah.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang akan terjadi pada sebuah pohon jika semua daunnya gugur dan hilang? Apa hubungannya dengan sekolah kita jika tidak ada norma dan kedisiplinan?
  2. Mengapa kita harus bersabar dan mengantre ketika membeli makanan di kantin atau mencuci tangan di depan kelas?
  3. Bagaimana cara kita mengajak teman-teman se-sekolah agar selalu disiplin dan tertib mengantre melalui sebuah karya Pohon Norma yang indah?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Ditunjukkan melalui ketertiban berdo'a dan komitmen menjaga kedamaian sekolah melalui kebiasaan antre.
  2. Bergotong Royong: Ditunjukkan melalui kolaborasi aktif, saling bantu, dan pembagian tugas dalam merangkai Pohon Norma 3D.
  3. Kreatif: Ditunjukkan melalui kemampuan mengolah ranting kayu lokal dan mendesain hiasan daun norma dengan estetika tinggi.
  4. Bernalar Kritis: Ditunjukkan melalui kemampuan membedakan dan menempatkan kalimat norma, hak, dan kewajiban pada kategori yang tepat.

Kompetensi Deep Learning

  1. Mindful Learning: Peserta didik merenungkan dan menyadari penuh dampak penting dari kebiasaan disiplin dan mengantre bagi kenyamanan bersama.
  2. Meaningful Learning: Peserta didik menghubungkan bahan alam lokal (ranting Wringin Anom) dengan konsep norma dalam kehidupan nyata.
  3. Joyful Learning: Peserta didik merasakan kegembiraan dalam aktivitas eksplorasi seni 3D, memotong kertas, mewarnai, dan berkampanye norma.

MATERI PEMBELAJARAN

Konsep Norma, Hak, dan Kewajiban di Sekolah

  1. Norma Sekolah: Kaidah atau aturan yang mengatur tingkah laku peserta didik di sekolah agar tercipta ketertiban. Contoh: Datang tepat waktu, mengantre dengan tertib saat mencuci tangan, dan menjaga ketenangan di perpustakaan.
  2. Kewajiban Peserta Didik: Sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Contoh: Mematuhi urutan antrean, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, dan menghormati guru serta sesama teman.
  3. Hak Peserta Didik: Sesuatu yang patut dan layak diterima setelah melaksanakan kewajiban. Contoh: Mendapatkan pelayanan kantin yang adil, menggunakan fasilitas sekolah dengan nyaman, dan merasa aman saat belajar.

Budaya Antre sebagai Wujud Kedisiplinan

Mengantre adalah salah satu bentuk norma kesopanan dan kedisiplinan paling nyata di sekolah. Budaya antre mengajarkan nilai menghargai hak orang lain, mengendalikan diri, bersabar, dan menjunjung tinggi keadilan sosial.

Visualisasi Proyek 3D Pohon Norma

Proyek Pohon Norma memanfaatkan ranting pohon kering yang diambil dari lingkungan sekitar Wringin Anom. Ranting tersebut ditancapkan pada pot/wadah berpasir atau berbatu, kemudian dihiasi dengan cutout berbentuk daun kertas warna-warni yang memuat tulisan norma kedisiplinan, hak, dan kewajiban.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran

Project Based Learning (PjBL) dengan 6 Langkah Utama:

  1. Pertanyaan Mendasar (Essential Question)
  2. Mendesain Perencanaan Proyek (Design a Plan for the Project)
  3. Menyusun Jadwal Pembuatan (Create a Schedule)
  4. Memonitor Keaktifan dan Kemajuan Proyek (Monitor the Students and the Progress of the Project)
  5. Menguji Hasil (Assess the Outcome)
  6. Evaluasi Pengalaman Belajar (Evaluate the Experience)

Pendekatan Pembelajaran

  1. Deep Learning (Pembelajaran Mendalam): Memastikan proses belajar menyentuh olah pikir (bernalar), olah rasa (empati & kesadaran), serta olah karya (kreativitas 3D).
  2. Culturally Responsive Teaching (CRT) & Contextual Learning: Mengintegrasikan pemanfaatan bahan alam lokal (ranting pohon khas daerah Wringin Anom) untuk menumbuhkan kepedulian lingkungan.

ASESMEN

Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)

  1. Kuesioner Singkat Kesiapan Belajar: Mengukur pemahaman awal peserta didik tentang perbedaan aturan, hak, dan kewajiban.
  2. Pemetaan Gaya Belajar: Mengelompokkan peserta didik berdasarkan kecenderungan minat visual, kinestetik, dan verbal.

Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)

  1. Lembar Observasi Keterlibatan Diskusi Kelompok (Sikap Bergotong Royong dan Bernalar Kritis).
  2. Catatan Anekdot Unjuk Kerja Pembuatan Pohon Norma (Proses menggunting, menulis, dan merangkai).

Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)

  1. Penilaian Produk Karya 3D Pohon Norma (Ketepatan konten norma/hak/kewajiban, kerapian, estetika pemanfaatan ranting lokal).
  2. Penilaian Presentasi / Kampanye Kebaikan Norma (Kejelasan penyampaian pesan kedisiplinan dan budaya antre kepada audiens).
  3. Tes Tertulis Singkat (Pemahaman Konsep Norma, Hak, dan Kewajiban).

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Produk Karya 3D Pohon Norma

NoAspek yang DinilaiSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
1Subtansi Materi Norma, Hak, & KewajibanSemua pesan pada daun tepat, lengkap mencakup norma kedisiplinan, hak, dan kewajiban antre tanpa kekeliruan konsep.Sebagian besar pesan pada daun tepat, hanya ada 1 kesalahan penempatan konsep.Ada beberapa kesalahan penempatan konsep antara norma, hak, dan kewajiban.Konten pesan tidak sesuai dengan topik norma kedisiplinan dan kebiasaan antre.
2Kreativitas dan Estetika Pohon 3DMengombinasikan warna daun, kerapian rangkaian, serta hiasan dengan sangat indah, kokoh, dan rapi.Rangkaian pohon rapi, menarik, dan cukup kokoh.Rangkaian pohon kurang rapi atau kurang kokoh namun bentuk 3D terbentuk.Karya tidak rapi, tidak kokoh, dan tidak selesai sesuai standar minimum.
3Pemanfaatan Ranting LokalMemanfaatkan ranting lokal Wringin Anom secara optimal, efisien, dan ramah lingkungan.Memanfaatkan ranting lokal dengan baik tetapi kurang dikreasikan secara maksimal.Memanfaatkan ranting lokal seadanya tanpa pembersihan/pengolahan dasar.Tidak memanfaatkan ranting lokal yang disepakati.

Rubrik Penilaian Presentasi dan Kampanye Norma

NoAspek yang DinilaiSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
1Kejelasan dan Kepercayaan DiriMenyampaikan pesan norma dengan suara lantang, jelas, artikulasi memikat, dan sangat percaya diri.Menyampaikan pesan norma dengan suara jelas dan cukup percaya diri.Menyampaikan pesan dengan suara pelan dan tampak ragu-ragu.Tidak berani berbicara di depan kelas atau kelompok lain.
2Penekanan Nilai Disiplin & AntrePesan kampanye sangat persuasif, mengajak warga sekolah mengantre dan disiplin secara konkret.Pesan memuat ajakan disiplin dan antre namun kurang eksplisit.Pesan kampanye umum dan belum menonjolkan aspek kebiasaan antre.Pesan kampanye tidak relevan dengan topik kedisiplinan sekolah.
3Kerjasama Kelompok saat PresentasiSeluruh anggota kelompok berbagi peran pembicara secara seimbang dan kompak.Sebagian besar anggota berbagi peran pembicara.Dominasi oleh satu anggota kelompok saja.Kelompok tidak berkoordinasi saat berdiri di depan audiens.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Pendahuluan (20 Menit)

  1. Pengondisian Kelas dan Budaya Positif: Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa peserta didik, memeriksakan kesiapan belajar, dan memimpin doa bersama.
  2. Mindful Warm-up: Guru mengondisikan peserta didik untuk melakukan teknik pernapasan sejenak (STOP: Stop, Take a breath, Observe, Proceed) untuk menghadirkan kesadaran penuh sebelum belajar.
  3. Apersepsi Contextual: Guru menampilkan video singkat melalui Smart TV yang merekam situasi murid di kantin sekolah: satu situasi tampak berebut, dan satu situasi tampak mengantre dengan rapi.
  4. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan: "Apa yang kalian rasakan jika berada di barisan yang disela orang lain? Bagaimana jika sekolah kita diibaratkan sebuah pohon yang daunnya tertata rapi?"
  5. Penyampaian Tujuan dan Proyek: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan menjelaskan bahwa peserta didik akan membuat proyek karya 3D "Pohon Norma" menggunakan ranting pohon lokal Wringin Anom.

Kegiatan Inti (100 Menit)

Langkah 1: Pertanyaan Mendasar (20 Menit)

  1. Guru menayangkan slide presentasi interaktif tentang norma kedisiplinan, hak, dan kewajiban mengantre di sekolah melalui Smart TV.
  2. Peserta didik diajak berdiskusi interaktif (Meaningful Learning): "Mengapa aturan mengantre merupakan kewajiban yang berdampak pada hak orang lain?"
  3. Guru merumuskan tantangan proyek: "Bagaimana kita bisa membuat Pohon Norma 3D berbahan ranting lokal yang berisi daun-daun aturan agar teman-teman se-sekolah ingat pentingnya disiplin dan antre?"

Langkah 2: Mendesain Perencanaan Proyek (15 Menit)

  1. Peserta didik dibagi ke dalam kelompok heterogen (setiap kelompok terdiri dari 4-5 peserta didik berdasarkan keberagaman gaya belajar).
  2. Tiap kelompok menerima LKPD Proyek Pohon Norma.
  3. Peserta didik berdiskusi merencanakan konsep visual Pohon Norma:
    • Warna daun Hijau: Norma Kedisiplinan Sekolah.
    • Warna daun Kuning: Kewajiban Mengantre dan Tertib.
    • Warna daun Biru: Hak yang diperoleh jika tertib.
  1. Peserta didik mengidentifikasi ranting pohon lokal Wringin Anom yang telah disiapkan dari rumah/lingkungan sekolah dan membagi tugas (pemotong daun, penulis pesan norma, penata ranting pada pot).

Langkah 3: Menyusun Jadwal Pembuatan (10 Menit)

  1. Guru dan peserta didik menyepakati alokasi waktu pembuatan proyek (45 menit pelaksanaan operasional).
  2. Peserta didik menyusun linimasa kerja kelompok pada LKPD:
    • Tahap 1 (10 menit): Menuliskan daftar kalimat norma, hak, dan kewajiban pada kertas daun warna-warni.
    • Tahap 2 (10 menit): Menggunting dan mengkreasikan bentuk daun.
    • Tahap 3 (15 menit): Merangkai dan mengikat daun pada ranting kayu serta memantapkan pangkalan pot 3D.
    • Tahap 4 (10 menit): Uji kekokohan dan finishing estetika karya.

Langkah 4: Memonitor Peserta Didik dan Kemajuan Proyek (30 Menit)

  1. Peserta didik secara aktif bekerja dalam kelompok (Joyful Learning). Guru berkeliling memberikan pendampingan, memfasilitasi kebutuhan bahan, serta memastikan integrasi kebiasaan mengantre/antre giliran saat menggunakan alat (seperti gunting dan lem bersama).
  2. Guru memberikan bimbingan khusus pada kelompok yang membutuhkan arahan dalam membedakan kalimat norma, hak, dan kewajiban.
  3. Peserta didik secara mindful mengoreksi keakuratan kalimat yang dituliskan di atas kertas berbentuk daun sebelum digantung pada ranting.

Langkah 5: Menguji Hasil (15 Menit)

  1. Setiap kelompok menata karya 3D "Pohon Norma" milik mereka di atas meja pameran kelas (Gallery Walk).
  2. Perwakilan kelompok berdiri di samping karya untuk mempresentasikan dan menyampaikan kampanye pesan kebaikan norma kepada kelompok lain yang berkunjung.
  3. Kelompok pengunjung memberikan apresiasi dan masukan positif menggunakan lembar umpan balik sederhana.

Langkah 6: Evaluasi Pengalaman Belajar (10 Menit)

  1. Guru dan peserta didik melakukan refleksi bersama atas proses pembuatan proyek Pohon Norma.
  2. Peserta didik menyampaikan perasaannya selama membuat proyek kolaboratif tersebut.
  3. Guru memberikan penguatan materi tentang pentingnya mempraktikkan isi daun norma tersebut dalam kehidupan sehari-hari (terutama disiplin dan budaya antre).

Penutup (20 Menit)

  1. Menyimpulkan Pembelajaran: Guru bersama peserta didik merumuskan kesimpulan utama mengenai hubungan norma, kewajiban antre, dan hak di sekolah.
  2. Penilaian Evaluasi Tertulis: Peserta didik mengerjakan tes formatif singkat untuk mengukur pemahaman individu.
  3. Tindak Lanjut Proyek: Karya 3D Pohon Norma disepakati untuk dipajang di koridor sekolah dan area dekat kantin sebagai media kampanye kebaikan bagi seluruh warga sekolah.
  4. Refleksi dan Doa Penutup: Guru memimpin refleksi singkat penutup, mengapresiasi kerja keras seluruh kelompok, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning (Belajar Penuh Kesadaran)

Peserta didik diajak melakukan jeda pernapasan dan perenungan sebelum menuliskan isi pesan pada daun norma. Mereka diajak menyadari secara mendalam bahwa setiap kali mereka menyela antrean atau terlambat masuk kelas, ada hak orang lain yang terganggu. Kesadaran ini dituangkan ke dalam komitmen tertulis di karya daun norma.

Meaningful Learning (Belajar Bermakna)

Penggunaan ranting kayu lokal Wringin Anom menghubungkan materi Pendidikan Pancasila dengan lingkungan sekitar peserta didik. Pohon Norma menjadi simbol nyata bahwa aturan di sekolah berfungsi untuk menumbuhkan kehidupan yang rindang, aman, dan damai seperti halnya daun-daun yang menempel erat pada rantingnya.

Joyful Learning (Belajar Menyenangkan)

Proses pembuatan karya 3D melibatkan aktivitas fisik yang kreatif (kinestetik) seperti mewarnai, memotong bentuk daun, merangkai tali gantung, serta melakukan kegiatan pameran "Gallery Walk" yang dinamis dan menyenangkan antar-kelompok.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten

  • Untuk peserta didik dengan kemampuan memahami cepat: Disediakan kartu studi kasus kompleks terkait dilema penerapan norma antre di tempat umum/sekolah.
  • Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan: Disediakan template kalimat rintisan (sentence starter) berisi contoh-contoh konkret norma, hak, dan kewajiban kedisiplinan.

Diferensiasi Proses

  • Peserta didik diberi kebebasan memilih peran di dalam kelompok sesuai dengan minat dan kekuatannya (misal: penggambar/perancang daun, penulis kalimat pesan norma, perangkai struktur 3D ranting, atau juru bicara kampanye).

Diferensiasi Produk

  • Peserta didik dibebaskan dalam mendesain bentuk visual daun (daun mangga, daun jati, daun kelapa, dll.) dan variasi hiasan pot ranting lokal Wringin Anom (menggunakan batu alam, pita warna-warni, atau bahan daur ulang) tanpa mengurangi esensi isi materi norma.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Smart TV & Laptop: Digunakan untuk menampilkan tayangan video edukasi budaya antre, slide interaktif materi norma, serta musik pengiring yang menenangkan saat peserta didik mengerjakan proyek.
  2. Internet: Digunakan oleh guru untuk mengakses referensi visual desain Pohon Norma 3D dan mengunduh media pembelajaran kontekstual.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

  1. Media Pembelajaran:
    • Video Pembelajaran Budaya Antre dan Kedisiplinan Sekolah.
    • Slide Presentasi Canva Edukasi "Norma, Hak, dan Kewajiban".
    • Ranting kayu kering lokal khas Wringin Anom.
    • Kertas asturo/bufalo warna-warni (Hijau, Kuning, Biru).
    • Tali kasur/pita, gunting, lem kayu/solasi, pot kecil/botol bekas berisi pasir/kerikil.
  1. Sumber Belajar:
    • Buku Teks Utama: Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
    • Lingkungan Sekolah SD Negeri 1 Wringin Anom (Kantin, tempat cuci tangan, perpustakaan sebagai objek pengamatan norma).
    • Bahan bacaan tambahan tentang budaya antre dan nilai-nilai Pancasila.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Kelompok.....................................................
Anggota Kelompok1. ...................................................
2. ...................................................
3. ...................................................
4. ...................................................
5. ...................................................
Kelas / FaseKelas V / Fase C
Tanggal Pelaksanaan.....................................................

Judul Proyek: Membuat Pohon Norma 3D dan Kampanye Budaya Antre

Langkah Kerja Proyek

  1. Bacalah petunjuk LKPD ini bersama anggota kelompokmu dengan cermat.
  2. Siapkan alat dan bahan yang telah dibawa (Ranting kayu lokal Wringin Anom, pot pasir, kertas warna-warni, gunting, tali, dan alat tulis).
  3. Klasifikasikan pesan yang akan ditulis pada daun berdasarkan kode warna kertas berikut:
    • Warna Hijau: Tuliskan 3 Aturan / Norma Kedisiplinan Sekolah.
    • Warna Kuning: Tuliskan 3 Kewajiban Mengantre dengan Tertib.
    • Warna Biru: Tuliskan 3 Hak yang kalian dapatkan jika suasana sekolah disiplin.
  1. Gunting kertas sesuai bentuk daun pilihan kelompokmu secara rapi.
  2. Lubangi bagian pangkal daun, pasangkan tali/pita, lalu gantungkan daun-daun tersebut pada ranting kayu yang sudah berdiri kokoh di dalam pot.
  3. Periksa kembali keakuratan pesan norma pada daun dan kerapian bentuk Pohon Norma 3D kalian.
  4. Siapkan 1 orang perwakilan kelompok untuk mempresentasikan Pohon Norma ini pada kegiatan Gallery Walk!

Lembar Kerja Klasifikasi Daun Norma

Warna DaunKategoriKalimat Pesan Kebaikan (Tuliskan Hasil Diskusi)
HijauNorma Kedisiplinan1. ..........................................................................................
2. ..........................................................................................
3. ..........................................................................................
KuningKewajiban Mengantre1. ..........................................................................................
2. ..........................................................................................
3. ..........................................................................................
BiruHak Peserta Didik1. ..........................................................................................
2. ..........................................................................................
3. ..........................................................................................

REMEDIAL

Program remedial ditujukan bagi peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP):

  1. Pendampingan Individu: Guru memberikan bimbingan ulang secara personal untuk menjelaskan perbedaan norma, hak, dan kewajiban menggunakan kartu bergambar situasi sekolah.
  2. Tugas Sederhana: Peserta didik diminta membuat 3 lembar cutout daun sederhana berisi 1 contoh norma kedisiplinan, 1 contoh kewajiban antre, dan 1 contoh hak, kemudian menempelkannya pada Pohon Norma kelas yang sudah ada.

PENGAYAAN

Program pengayaan ditujukan bagi peserta didik yang telah melampaui Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP):

  1. Peran "Duta Ketertiban Muda": Peserta didik ditugaskan menjadi agen pengajak budaya antre di area kantin dan tempat cuci tangan SD Negeri 1 Wringin Anom selama 1 minggu.
  2. Proyek Tambahan: Peserta didik menyusun poster mini hiasan pendamping Pohon Norma yang memuat slogan inovatif tentang pentingnya menghargai hak orang lain melalui kebiasaan antre.

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan RefleksiHasil Evaluasi / Catatan Guru
1Apakah pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan?Pembelajaran berlangsung tepat waktu selama 4 x 35 menit. Alokasi waktu PjBL berjalan efektif karena pembagian peran kelompok sudah jelas sejak awal.
2Bagaimana tingkat keterlibatan dan antusiasme peserta didik selama pembuatan proyek Pohon Norma 3D?Peserta didik sangat antusias (Joyful Learning) terutama saat mengolah ranting kayu lokal dan menggantungkan daun-daun warna-warni pada ranting.
3Apakah pemahaman konsep norma, hak, dan kewajiban sudah tersampaikan secara mendalam (Deep Learning)?Sebagian besar peserta didik mampu membedakan ketiga konsep dengan benar melalui pengodean warna daun dan refleksi kesadaran antre.
4Hambatan apa saja yang ditemui selama proses pembelajaran di kelas?Beberapa kelompok sempat kesulitan menegakkan ranting kayu agar berdiri kokoh di pot. Solusi pemberian kerikil tambahan terbukti efektif.
5Rencana perbaikan apa yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya?Memberikan ruang pameran yang lebih luas di koridor sekolah agar hasil proyek dapat diakses oleh seluruh warga sekolah secara permanen.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

  1. Kegiatan apa yang paling menyenangkan pada pembelajaran hari ini?
  2. Mengapa kita harus membiasakan diri untuk mengantre saat berada di sekolah?
  3. Daun norma warna apa yang menurutmu paling sulit diisi? Mengapa?
  4. Perubahan perilaku disiplin apa yang akan kamu lakukan setelah membuat Pohon Norma ini?

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

  • Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Kemendikbudristek.
  • Konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning): Mengintegrasikan Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning dalam Pendidikan Karakter.
  • Strategi Penguatan Budaya Antre dan Kedisiplinan Positif di Sekolah Dasar.

Bahan Bacaan Peserta Didik

  • Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas V SD: Bab Aturan dan Norma Kehidupan Sekolah.
  • Komik Edukasi Pengalaman Antre: "Mengapa Harus Antre?" (Media Grafis Kedisiplinan Anak).

GLOSARIUM

  1. Norma: Rules atau aturan yang disepakati bersama sebagai pedoman tingkah laku dalam masyarakat atau sekolah.
  2. Hak: Kebutuhan, kewenangan, atau kekuasaan yang berhak diterima oleh seseorang setelah menunaikan tanggung jawabnya.
  3. Kewajiban: Segala sesuatu yang harus dilaksanakan dengan rasa penuh tanggung jawab sesuai norma yang berlaku.
  4. Budaya Antre: Kebiasaan berdiri berurutan menunggu giliran secara tertib sebagai bentuk penghormatan terhadap hak orang lain.
  5. Project Based Learning (PjBL): Model pembelajaran yang berbasis pada penyelesaian proyek nyata untuk mencapai kompetensi pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
  6. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman mendalam melalui pengalaman mindful (sadar), meaningful (bermakna), dan joyful (menyenangkan).

DAFTAR PUSTAKA

  1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan: Buku Guru dan Buku Siswa Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  2. BSKAP Kemendikbudristek. (2024). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  3. Suriyanto. (2022). Membangun Karakter Kedisiplinan dan Budaya Antre Anak Usia Sekolah Dasar. Yogyakarta: Deepublish.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Penilaian Sikap dan Keterampilan Peserta Didik

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Gotong Royong dan KerjasamaTidak mau bekerjasama dan mengganggu kerja kelompok.Bekerja sama hanya jika diminta berulang kali oleh guru.Aktif bekerja sama dalam kelompok dengan cukup baik.Sangat aktif, memotivasi teman, dan berbagi tugas secara mandiri.4
2Kebiasaan Antre dan KedisiplinanBerebut bahan/alat dan tidak sabar menunggu giliran.Mengantre namun masih perlu sering ditegur oleh guru.Mengantre dengan tertib saat mengambil alat/bahan proyek.Sangat tertib mengantre dan mengesampingkan ego diri demi kenyamanan bersama.4
3Bernalar Kritis (Ketepatan Isi Daun)Tidak mampu membedakan antara norma, hak, dan kewajiban.Membutuhkan bantuan penuh untuk mengkategorikan isi daun norma.Mampu mengkategorikan isi daun norma dengan sedikit kekeliruan.Mampu menganalisis dan mengkategorikan norma, hak, dan kewajiban secara tepat.4
4Keterampilan Produk 3D Pohon NormaTidak mampu membuat produk 3D hingga selesai.Produk 3D selesai namun kurang rapi dan struktur tidak kokoh.Produk 3D rapi, kokoh, dan ranting lokal termanfaatkan dengan baik.Produk 3D sangat rapi, estetis, kokoh, dan memanfaatkan ranting lokal secara inovatif.4
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130