Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 4 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Strategi membangun kebiasaan positif bertahap dari target sangat kecil hingga target besar.
Elemen Capaian Pembelajaran : Pancasila
Model Pembelajaran : Direct Instruction
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Diferensiasi produk (desain Kartu Pancasila); penerapan dalam norma tata krama lokal.

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Profil peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom menunjukkan dominasi gaya belajar visual. Peserta didik memiliki antusiasme tinggi terhadap media visual interaktif seperti animasi, tayangan video, dan infografis. Namun, analisis diagnostik menunjukkan bahwa mayoritas peserta didik belum memahami pemahaman konseptual mendalam mengenai bagaimana sebuah karakter terbentuk melalui kebiasaan-kebiasaan kecil yang konsisten. Kebanyakan peserta didik memandang perubahan perilaku sebagai sesuatu yang instan dan membebankan. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengajaran langsung (Direct Instruction) yang terstruktur, dikombinasikan dengan visualisasi nyata serta pembiasaan bertahap yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila dan norma tata krama lokal (seperti budaya salam, cium tangan/salim, menguapkan kata maaf, tolong, dan terima kasih, serta budaya unggah-ungguh).

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Menyusun langkah konkret pembiasaan karakter Pelajar Pancasila secara konsisten.

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Peserta didik mampu menjelaskan konsep dasar pembentukan kebiasaan positif bertahap (dari target mikro/sangat kecil hingga target makro/besar) dengan tepat setelah menyaksikan tayangan visual.
  2. Peserta didik mampu mengidentifikasi minimal tiga norma tata krama lokal yang relevan dengan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari secara kritis.
  3. Peserta didik mampu merancang langkah konkret peta pembiasaan diri bertahap dalam bentuk "Kartu Pancasila" yang dipersonalisasi sesuai gaya visual masing-masing secara konsisten dan mandiri.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Perubahan karakter yang besar dan berkelanjutan tidak diraih melalui tindakan besar sekaligus, melainkan dibentuk oleh keputusan-keputusan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari. Dengan memulai dari target mikro (sangat kecil), peserta didik membangun fondasi disiplin diri yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila dan kearifan tata krama lokal.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa menyapu satu lembar daun setiap hari jauh lebih mudah dibanding membersihkan seluruh halaman sekolah dalam satu waktu?
  2. Bagaimana cara kebiasaan kecil seperti mengucapkan kata "tolong" dan "terima kasih" dapat mencerminkan pengalaman nilai Pancasila?
  3. Apa yang terjadi jika kita menetapkan target kebiasaan yang terlalu besar sejak hari pertama?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

  1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia: Ditunjukkan melalui penerimaan norma tata krama dan santun dalam berperilaku sehari-hari.
  2. Mandiri: Ditunjukkan melalui kemampuan merancang dan mengawal target kebiasaan pribadi secara konsisten.
  3. Bernalar Kritis: Ditunjukkan melalui analisis hubungan antara kebiasaan kecil harian dengan dampak pembentukan karakter jangka panjang.
  4. Gotong Royong: Ditunjukkan dalam proses saling memberikan umpan balik konstruktif antar sesama teman.

MATERI PEMBELAJARAN

Konsep Kebiasaan Positif Bertahap (Micro-Habits)

Kebiasaan adalah perilaku yang diulang-ulang secara rutin hingga menjadi otomatis. Prinsip pembiasaan bertahap menitikberatkan pada pergeseran target:

  • Target Mikro (Sangat Kecil): Tindakan yang membutuhkan waktu kurang dari 2 menit dan hampir tanpa hambatan psikologis (contoh: merapikan 1 buku setelah belajar, menguncapkan salam pada 1 orang guru).
  • Target Meso (Sedang): Peningkatan durasi atau frekuensi setelah target mikro menjadi otomatis (contoh: merapikan seluruh meja belajar, menerapkan 3K: Tolong, Maaf, Terima Kasih sepanjang hari).
  • Target Makro (Besar): Karakter positif yang melekat menjadi budaya hidup (contoh: hidup tertib, berakhlaq mulia, dan menjunjung tinggi tata krama lokal secara konsisten).

Integrasi Nilai Pancasila dan Norma Tata Krama Lokal

  1. Sila Pertama dan Kedua: Menerapkan budaya "Salim/Sopan Santun" kepada orang tua dan guru serta saling menyapa sesama teman.
  2. Sila Ketiga: Menerapkan bahasa yang santun (unggah-ungguh/tata krama lokal) untuk menjaga kerukunan.
  3. Sila Keempat dan Kelima: Menghargai hak orang lain dan meminta izin secara santun sebelum menggunakan barang milik bersama.

Langkah Menyusun Kartu Pancasila

  1. Menentukan 1 Nilai Pancasila yang ingin ditingkatkan.
  2. Menguraikan nilai tersebut menjadi target sangat kecil (Micro Target).
  3. Menyusun skedul pelaksanaan dan indikator keberhasilan harian.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

  1. Model Pembelajaran: Direct Instruction (Pengajaran Langsung)
    • Phase 1: Orientasi dan Penyampaian Tujuan
    • Phase 2: Demonstrasi dan Pemodelan Visual
    • Phase 3: Latihan Terbimbing (Guided Practice)
    • Phase 4: Umpan Balik dan Penguatan
    • Phase 5: Latihan Mandiri (Independent Practice)
  1. Pendekatan Pembelajaran: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
    • Mindful Learning: Kesadaran penuh atas alasan pentingnya sebuah kebiasaan kecil.
    • Meaningful Learning: Menghubungkan materi dengan realitas tata krama lokal peserta didik.
    • Joyful Learning: Desain visual Kartu Pancasila yang menyenangkan dan dipersonalisasi.

ASESMEN

  1. Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran):
    • Teknik: Kuis Visual Singkat via Smart TV (Menilai pemahaman awal tentang kebiasaan dan tata krama).
  1. Asesmen Formatif (Proses Pembelajaran):
    • Teknik: Observasi unjuk kerja dan lembar ceklist latihan terbimbing.
    • Instrumen: Lembar Observasi Keterlibatan dan Perilaku Tata Krama.
  1. Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran):
    • Teknik: Penilaian Produk (Kartu Pancasila).
    • Instrumen: Rubrik Penilaian Kartu Pancasila.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Asesmen Produk: Kartu Pancasila

Kriteria PenilaianSANGAT BAIK (Skor 4)BAIK (Skor 3)CUKUP (Skor 2)PERLU Bimbingan (Skor 1)
Rincian Tahapan KebiasaanMenguraikan tahapan kebiasaan dari mikro, meso, hingga makro secara sangat sistematis dan rasional.Menguraikan tahapan kebiasaan dari mikro hingga makro dengan cukup jelas.Uraian kebiasaan kurang bertahap, lompatan target terlalu besar.Belum mampu menguraikan tahapan kebiasaan bertahap.
Relevansi Nilai Pancasila dan Tata Krama LokalMenghubungkan kebiasaan dengan nilai Pancasila dan tata krama lokal secara tepat dan mendalam.Menghubungkan kebiasaan dengan nilai Pancasila dan tata krama lokal dengan tepat.Menghubungkan kebiasaan dengan nilai Pancasila namun kurang relevan dengan tata krama lokal.Hubungan antara kebiasaan dan nilai Pancasila/tata krama tidak tampak.
Estetika Visual dan KreativitasDesain sangat menarik, penggunaan warna/simbol visual sangat efektif dan rapi.Desain menarik, visual jelas dan rapi.Desain sederhana, penggunaan unsur visual cukup jelas namun kurang rapi.Desain tidak berstruktur dan sulit dibaca secara visual.
Konsistensi Pelaksanaan (Self-Control Plan)Menyiapkan sistem pemantauan mandiri yang sangat jelas, realistis, dan terukur.Menyiapkan sistem pemantauan mandiri yang jelas dan terukur.Sistem pemantauan kurang jelas dan kurang realistis.Tidak ada sistem pemantauan mandiri.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Alokasi Waktu: 4 x 35 menit (140 menit)

Kegiatan Awal (20 menit)

  1. Guru membuka pembelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran peserta didik.
  2. Guru menerapkan kegiatan Mindful Breathing (Latihan Napas Kesadaran) selama 2 menit untuk menyiapkan fokus peserta didik.
  3. Apersepsi Visual: Guru menayangkan video animasi singkat (2 menit) melalui Smart TV yang memperlihatkan perbedaan orang yang mencoba langsung meloncat tinggi lalu jatuh dibanding orang yang menaiki tangga kecil satu per satu hingga mencapai puncak.
  4. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berkaitan dengan tayangan video dan menghubungkannya dengan norma tata krama harian di sekolah dan rumah.
  5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, model pembelajaran Direct Instruction yang akan digunakan, serta bentuk luaran berupa Kartu Pancasila.

Kegiatan Inti (100 menit)

Fase 1: Orientasi dan Presentasi Konsep (20 menit)

  1. Guru menyampaikan materi konsep pembentukan kebiasaan bertahap melalui slide presentasi visual beranimasi menarik di Smart TV.
  2. Guru menjelaskan secara rinci perbedaan antara target sangat kecil (mikro), sedang (meso), dan besar (makro).
  3. Guru mengaitkan konsep micro-habits dengan nilai-nilai Pancasila dan norma tata krama lokal Jawa/regional (misalnya: mengucapkan "numpang tanya/permisi", budaya sungkem/salim, serta penggunaan kata 3K: Maaf, Tolong, Terima Kasih).

Fase 2: Demonstrasi dan Pemodelan (20 menit)

  1. Guru mendemonstrasikan secara langsung di depan kelas tata cara mengisi dan merancang "Kartu Pancasila".
  2. Guru memberi contoh nyata di papan tulis/Smart TV:
    • Nilai Pancasila: Sila Ke-2 (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab).
    • Tata Krama Lokal: Mengucapkan kata "Tolong" saat meminta bantuan.
    • Target Sangat Kecil (Mikro): Mengucapkan kata "Tolong" 1 kali sehari saat meminta bantuan kepada teman.
    • Target Sedang (Meso): Mengucapkan kata "Tolong" setiap kali meminta bantuan sepanjang jam sekolah.
    • Target Besar (Makro): Menjadi pribadi yang santun dan menghargai orang lain secara alami dalam kehidupan sehari-hari.
  1. Guru menunjukkan contoh fisik Kartu Pancasila yang disajikan dengan berbagai opsi gaya visual (versi grafis visual penuh dan versi bagan berstruktur warna-warni).

Fase 3: Latihan Terbimbing / Guided Practice (20 menit)

  1. Peserta didik dibagi ke dalam kelompok kecil (3-4 orang).
  2. Guru membagikan draf awal LKPD kepada setiap peserta didik.
  3. Dalam kelompoknya, peserta didik diminta mengidentifikasi 1 kebiasaan tata krama lokal yang paling sering diabaikan.
  4. Guru berkeliling memberikan petunjuk langsung, membetulkan kekeliruan pemahaman, serta memastikan setiap peserta didik berhasil merumuskan target mikro (sangat kecil) yang realistis.

Fase 4: Latihan Mandiri / Independent Practice & Diferensiasi (30 menit)

  1. Peserta didik secara mandiri merancang "Kartu Pancasila" milik mereka sendiri berdasarkan draf yang telah diverifikasi guru.
  2. Penerapan Diferensiasi Produk:
    • Peserta didik dengan minat seni visual tinggi membuat Kartu Pancasila menggunakan gambar manual, ilustrasi warna, dan desain peta jalan artistik.
    • Peserta didik yang menyukai struktur logis murni membuat Kartu Pancasila berbasis diagram alur/tabel indikator visual berstruktur warna.
    • Peserta didik yang mahir teknologi diperbolehkan merancang secara digital via template visual di laptop yang terhubung internet (jika sarana siap) atau memanfaatkan aset cetak visual.
  1. Selama proses perancangan, peserta didik menerapkan prinsip pembiasaan langsung dengan mempraktikkan norma tata krama santun saat meminjam alat warna atau meminta masukan dari teman setara.

Fase 5: Umpan Balik dan Penguatan (10 menit)

  1. Perwakilan peserta didik menunjukkan hasil Kartu Pancasila mereka di depan Smart TV melalui dokumen kamera/presentasi singkat.
  2. Guru memberikan konfirmasi, penguatan, serta umpan balik positif secara langsung terhadap karya peserta didik.

Kegiatan Penutup (20 menit)

  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan poin-poin penting materi pembelajaran.
  2. Pelaksanaan Refleksi Terbimbing (Joyful Learning): Peserta didik menempelkan stiker indikator perasaan pada papan refleksi terkait pemahaman materi hari ini.
  3. Guru memberikan tugas tindak lanjut: Menempelkan Kartu Pancasila di meja belajar rumah dan mulai menjalankan target sangat kecil (mikro) selama 7 hari ke depan.
  4. Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan penegasan tata krama lokal (peserta didik mel Melakukan tradisi bersalaman/salim dengan guru secara tertib saat keluar kelas).

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

  1. Mindful Learning (Pembelajaran Sadar): Peserta didik diajak menyadari sepenuhnya bahwa setiap tindakan kecil yang dilakukan setiap hari memiliki dampak langsung pada pembentukan karakter mereka. Melalui Mindful Breathing dan simulasi visual, peserta didik dilatih untuk fokus pada proses mikro alih-alih merasa terbebankan oleh target karakter yang terlalu tinggi.
  2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna): Pembelajaran dikaitkan secara erat dengan norma tata krama lokal yang ditemui peserta didik sehari-hari (seperti kata ajaib: Tolong, Maaf, Terima Kasih, serta gestur hormat kepada orang tua/guru). Hal ini membuat nilai Pancasila tidak sekadar menjadi teori hafalan, melainkan pedoman hidup nyata.
  3. Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan): Proses penuangan ide ke dalam produk visual "Kartu Pancasila" memberi kebebasan ekspresi diri sesuai kreativitas peserta didik. Penggunaan Smart TV dan media visual menarik menciptakan suasana belajar yang interaktif dan bebas dari ketegangan.

STRATEGI DIFERENSIASI

  1. Diferensiasi Konten/Kesiapan Belajar:
    • Bagi peserta didik yang masih kesulitan memahami konsep pembiasaan, guru menyediakan kartu bantuan berisi pilihan daftar kebiasaan mikro sederhana berbasis tata krama lokal.
    • Bagi peserta didik yang sudah memahami dengan cepat, mereka diarahkan untuk merancang 2 hingga 3 rantai kebiasaan bertahap yang saling terhubung.
  1. Diferensiasi Produk:
    • Produk berupa "Kartu Pancasila" dipersonalisasi berdasarkan gaya mengekspresikan karya visual:
    • Opsi A (Visual-Artistik): Kartu Pancasila berbentuk komik strip pendek atau peta cerita bergambar.
    • Opsi B (Visual-Struktural): Kartu Pancasila berbentuk matriks tabel berwarna dengan sistem penandaan check-list unik.
    • Opsi C (Visual-Digital): Kartu Pancasila dirancang menggunakan aplikasi pembuat infografis sederhana memanfaatkan laptop dan internet.
  1. Integrasi Norma Tata Krama Lokal:
    • Penerapan aturan perilaku lokal seperti penggunaan kata-kata santun, posisi tubuh saat berbicara dengan orang yang lebih tua, serta tradisi salim diintegrasikan ke dalam indikator target kebiasaan pada produk Kartu Pancasila.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Laptop & Smart TV: Digunakan oleh guru untuk menayangkan video pembuka animasi mikro-kebiasaan, media presentasi visual interaktif, serta menampilkan hasil karya peserta didik melalui penayangan dokumen secara real-time.
  2. Internet: Digunakan untuk mengakses sumber media visual tambahan dan referensi elemen desain sederhana bagi peserta didik yang menyelesaikan luaran produk secara digital.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

  1. Media Pembelajaran:
    • Video animasi pembentukan kebiasaan (Micro-habits).
    • Slide Presentasi Visual Pendidikan Pancasila.
    • Contoh Fisik "Kartu Pancasila" dalam berbagai bentuk visual.
    • Templat dasar LKPD Kartu Pancasila.
  1. Alat dan Bahan:
    • Kertas karton manila/kertas gambar A4, spidol warna, pensil warna, stiker indikator, gunting, lem.
    • Smart TV, Laptop, koneksi internet.
  1. Sumber Belajar:
    • Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas V Kurikulum Merdeka.
    • Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila Kelas V.
    • Modul Norma dan Tata Krama Lokal Budaya Jawa/Regional.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Peserta Didik.....................................................
Kelas / No. AbsenV (Lima) / .......
Tanggal Pelaksanaan.....................................................
Mata PelajaranPendidikan Pancasila

Judul LKPD: Merancang Kartu Pancasila (Kebiasaan Positifku)

Petunjuk Kerja:

  1. Amati tayangan contoh di Smart TV dan perhatikan penjelasan dari Gurumu!
  2. Pilihlah 1 Nilai Pancasila dan 1 Tata Krama Lokal yang ingin kamu jadikan kebiasaan sehari-hari!
  3. Susunlah tahapan kebiasaanmu dari target yang sangat kecil hingga target yang besar pada tabel perencana di bawah ini!
  4. Pindahkan rancanganmu ke dalam media "Kartu Pancasila" dengan menghiasnya sesuai gaya visual kreasi kesukaanmu!

Tabel Perencana Kebiasaan Positif Bertahap

Elemen RancanganUraian Rencana Kebiasaan Diri
Nilai Pancasila yang DipilihSila Ke- ........ : ..........................................................................
Tata Krama Lokal yang Diterapkan........................................................................................................
Target Sangat Kecil / Mikro (Waktu < 2 Menit)........................................................................................................
Target Sedang / Meso (Dilakukan 1 Minggu)........................................................................................................
Target Besar / Makro (Karakter Impian)........................................................................................................

Lembar Kartu Pancasila (Desain Visual Mandiri)

(Gambarkan Kartu Pancasila milikmu di area bawah ini! Gunakan warna, garis alur, atau ilustrasi gambar agar mudah kamu ingat dan dipajang di rumah).

`

+--------------------------------------------------------------------------+

KARTU PANCASILA KEBIASAANKU
Nama Kebiasaan: .................................................-----
[ LANGKAH MIKRO ] ---> [ LANGKAH MESO ] ---> [ LANGKAH MAKRO ]
(Sangat Kecil) (Sedang) (Karakter Besar)
................ ................ ...................
................ ................ ...................
Sistem Penandaan Harian (Checklist 7 Hari):
[ ] Sen [ ] Sel [ ] Rab [ ] Kam [ ] Jum [ ] Sab [ ] Min

+--------------------------------------------------------------------------+

`

REMEDIAL

Bagi peserta didik yang belum mencapai indikator pencapaian tujuan pembelajaran (belum mampu menyusun target mikro yang realistis):

  1. Pendampingan Individu (Direct Coaching): Guru memberikan contoh kontekstual yang lebih sederhana (contoh: hanya berfokus pada 1 kata ajaib "Terima Kasih" setiap kali menerima barang dari orang lain).
  2. Penyederhanaan Media: Peserta didik diberikan templat "Kartu Pancasila" setengah jadi yang telah memiliki opsi gambar visual, sehingga peserta didik cukup menghubungkan dengan garis alur sederhana.

PENGAYAAN

Bagi peserta didik yang telah melampaui indikator pencapaian tujuan pembelajaran:

  1. Peran Duta Kebiasaan: Peserta didik ditugaskan menjadi "Mentor Sebaya" untuk membantu teman sekelompoknya dalam merancang tahapan mikro kebiasaan.
  2. Pembiasaan Kompleks: Peserta didik diminta membuat Kartu Pancasila bertingkat yang mengintegrasikan 2 Sila Pancasila sekaligus dalam bentuk jadwal pemantauan kebiasaan berbasis proyek kelas (Class Habit Board).

REFLEKSI GURU

NoIndikator RefleksiHasil Evaluasi GuruTindak Lanjut Pembenahan
1Apakah langkah pengajaran langsung (Direct Instruction) membantu siswa memahami konsep kebiasaan mikro?Penyampaian materi bertahap yang didukung media visual Smart TV berhasil mempermudah peserta didik memahami konsep mikro ke makro.Mempertahankan demonstrasi langsung dan memperbanyak contoh ilustrasi konkret.
2Apakah diferensiasi produk berdasarkan gaya belajar visual sudah memfasilitasi kebutuhan seluruh peserta didik?Seluruh peserta didik tampak antusias karena dapat memilih format perancangan kartu sesuai preferensi gaya visualnya.Menyediakan lebih banyak bervariasi alat dan media kreasi visual pada pertemuan berikutnya.
3Apakah norma tata krama lokal telah terintegrasi secara bermakna dalam proses pembelajaran?Peserta didik secara alami mempraktikkan kata 3K (Tolong, Maaf, Terima Kasih) serta budaya salim selama interaksi latihan terbimbing.Mendorong konsistensi penerapan tata krama lokal ini di luar jam pelajaran sekolah.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

NoPertanyaan Refleksi Peserta DidikJawaban / Tanggapan Peserta Didik
1Bagian mana dari pembuatan Kartu Pancasila yang paling menyenangkan bagimu hari ini?....................................................................................
2Apakah kamu merasa target kebiasaan sangat kecil (mikro) yang kamu buat hari ini mudah untuk kamu lakukan esok hari? Mengapa?....................................................................................
3Sebutkan 1 kebiasaan tata krama lokal yang akan langsung kamu praktikan hari ini di rumah!....................................................................................

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

  • Clear, James. (2018). Atomic Habits: An Easy & Proven Way to Build Good Habits & Break Bad Ones. Avery.
  • Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan.
  • Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). (2020). Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat dan Pembentukan Karakter Anak Usia Sekolah.

Bahan Bacaan Peserta Didik

  • Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas V SD (Bab: Membiasakan Perilaku Sesuai Nilai Pancasila).
  • Komik Strip Pembiasaan Karakter: "Langkah Kecil Si Pelajar Pancasila dan Tata Krama Lokal".

GLOSARIUM

  1. Direct Instruction: Model pembelajaran langsung yang terstruktur di mana guru mendemonstrasikan materi atau keterampilan langkah demi langkah secara jelas.
  2. Deep Learning: Pembelajaran mendalam yang mengutamakan pemahaman konsep secara komprehensif melalui pengalaman sadar (mindful), bermakna (meaningful), dan menyenangkan (joyful).
  3. Micro-Habits (Kebiasaan Mikro): Kebiasaan dalam skala sangat kecil yang memerlukan dorongan niat minimum sehingga mudah dilakukan secara konsisten.
  4. Tata Krama Lokal: Aturan norma kesopanan dan adat istiadat berperilaku yang berlaku dalam lingkungan masyarakat setempat (seperti unggah-ungguh, budaya cium tangan, dan kata-kata santun).
  5. Kartu Pancasila: Media visual berwujud kartu perencana dan pemantau kebiasaan pribadi yang disusun berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  2. Clear, J. (2018). Atomic Habits: Perubahan Kecil yang Memberikan Hasil Luar Biasa (Terjemahan). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  3. Suprijono, A. (2015). Model-Model Pembelajaran Emosional dan Karakter. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Asesmen Formatif (Sikap dan Tata Krama)

NoAspek yang DinilaiKriteria SkorSkor
1Menerapkan Tata Krama Lokal (Salam, Salim, Kata Santun)Skor 4: Mempraktikkan tata krama lokal secara spontan, konsisten, dan sangat santun sepanjang pembelajaran.
Skor 3: Mempraktikkan tata krama lokal dengan baik setelah diingatkan satu kali.
Skor 2: Mempraktikkan tata krama lokal hanya jika diperintah langsung oleh guru.
Skor 1: Belum bersedia mempraktikkan tata krama lokal selama pembelajaran.
2Kemampuan Mengidentifikasi Target Mikro (Sangat Kecil)Skor 4: Mampu merumuskan target mikro yang sangat spesifik, terukur, dan butuh waktu kurang dari 2 menit.
Skor 3: Mampu merumuskan target mikro yang spesifik namun durasi pelaksanaannya masih agak terlalu panjang.
Skor 2: Target yang dirumuskan masih berupa target besar (meso/makro), belum dipecah ke skala mikro.
Skor 1: Belum mampu merumuskan target kebiasaan sama sekali.
3Kemandirian dan Fokus (Mindful) saat Merancang ProdukSkor 4: Bekerja secara penuh konsentrasi, mandiri, rapi, dan mampu mengelola waktu dengan sangat efektif.
Skor 3: Bekerja dengan fokus yang baik, butuh sedikit dorongan untuk menjaga kerapian.
Skor 2: Sering terdistraksi saat membuat produk sehingga butuh pengawasan berkala dari guru.
Skor 1: Tidak fokus bekerja dan tidak menyelesaikan rancangan Kartu Pancasila.
4Keterlibatan dalam Umpan Balik dan Diskusi KelompokSkor 4: Sangat aktif memberikan masukan positif dan mau mendengarkan pendapat teman secara santun.
Skor 3: Aktif berdiskusi dan mendengarkan pendapat teman dengan baik.
Skor 2: Kurang aktif dalam diskusi kelompok, cenderung pasif saat memberikan masukan.
Skor 1: Mengganggu kelancaran diskusi kelompok dan tidak mau berpartisipasi.

Lembar Observasi Keterampilan Produk (Kartu Pancasila)

NoAspek yang DinilaiKriteria SkorSkor
1Kelengkapan Struktur Kartu (Mikro, Meso, Makro)Skor 4: Kartu memuat urutan langkah mikro, meso, makro, dan sistem tracker 7 hari secara lengkap.
Skor 3: Kartu memuat langkah mikro, meso, makro, namun sistem tracker belum lengkap.
Skor 2: Kartu hanya memuat 2 dari 3 komponen tahapan kebiasaan.
Skor 1: Kartu hanya memuat 1 komponen kebiasaan tanpa tahapan yang jelas.
2Visualisasi dan Kejelasan InformasiSkor 4: Teks sangat mudah dibaca, visualisasi grafis/warna sangat mendukung kejelasan alur kebiasaan.
Skor 3: Teks mudah dibaca, visualisasi grafis cukup mendukung alur kebiasaan.
Skor 2: Visualisasi kurang rapi sehingga alur kebiasaan agak sulit dipahami.
Skor 1: Visualisasi sangat tidak terstruktur dan informasi tidak terbaca dengan jelas.
3Kontekstualisasi Nilai PancasilaSkor 4: Kebiasaan yang dirancang sangat jelas merefleksikan pengamalan Sila Pancasila dan tata krama lokal.
Skor 3: Kebiasaan merefleksikan Sila Pancasila namun keterkaitan dengan tata krama lokal kurang spesifik.
Skor 2: Kebiasaan yang dipilih umum, belum menunjukkan keterkaitan yang erat dengan Pancasila.
Skor 1: Kebiasaan tidak ada kaitannya dengan nilai Pancasila maupun tata krama.
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130