IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Pendidikan Pancasila |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / Tahun Pelajaran | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Alokasi Waktu | : | 4 x 35 menit (1 Pertemuan) |
| Materi / Topik | : | Observasi Lapangan Penyimpangan Nilai Pancasila di Sekolah (Kebersihan Lingkungan) |
| Elemen Capaian Pembelajaran | : | Pancasila |
| Model Pembelajaran | : | Inquiry Learning |
| Pendekatan Pembelajaran | : | Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) & Contextual Teaching and Learning (CTL) |
| Integrasi Lokal dan Diferensiasi | : | Diferensiasi Proses (Wawancara & Pengamatan Langsung); Isu Kebersihan SD Negeri 1 Wringin Anom |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Berdasarkan hasil pemetaan awal di kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom, mayoritas peserta didik memiliki gaya belajar visual yang sangat dominan. Peserta didik sangat terampil dalam mempresentasikan temuan visual dan menyampaikan pendapat secara lisan maupun grafis. Namun, terdapat hambatan pada pemahaman konsep dasar abstrak, khususnya dalam menghubungkan tindakan nyata sehari-hari dengan prinsip-prinsip nilai Pancasila. Peserta didik cenderung menganggap Pancasila sebatas hafalan teks, bukan sebagai pedoman perilaku.
Oleh karena itu, modul ini dirancang menggunakan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) melalui model Inquiry Learning. Pembelajaran diawali dengan pengamatan visual nyata terhadap kondisi kebersihan lingkungan sekolah SD Negeri 1 Wringin Anom (kasus membuang sampah sembarangan), dilanjutkan dengan investigasi lapangan secara berdifferensiasi untuk menjembatani fenomena konkret dengan analisis teoritis nilai Pancasila.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu menganalisis sebab-akibat pelanggaran nilai Pancasila dan merumuskan solusinya.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan Pembelajaran Domain Sikap
- Peserta didik mampu menunjukkan sikap tanggung jawab dan gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah sebagai wujud pengamalan nilai Pancasila secara konsisten.
Tujuan Pembelajaran Domain Pengetahuan
- Melalui kegiatan observasi dan diskusi kelompok, peserta didik mampu menganalisis minimal dua sebab dan dua akibat dari perilaku membuang sampah sembarangan di sekolah terhadap pelanggaran sila-sila Pancasila dengan tepat.
Tujuan Pembelajaran Domain Keterampilan
- Melalui metode Inquiry Learning, peserta didik mampu merumuskan sekurang-kurangnya dua solusi kontekstual dan mengomunikasikannya dalam bentuk media visual (peta pikiran atau poster aksi) secara runut.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Pancasila bukan sekadar simbol atau teks yang dihafalkan, melainkan nilai hidup yang diwujudkan dalam tindakan nyata. Menjaga kebersihan lingkungan sekolah dari sampah merupakan bentuk pengamalan Sila Kedua (kemanusiaan yang adil dan beradab terhadap lingkungan), Sila Ketiga (menjaga keharmonisan bersama), dan Sila Kelima (menghargai hak orang lain atas lingkungan yang bersih dan sehat). Tindakan penyimpangan sekecil apa pun berdampak pada kenyamanan dan keadilan sosial di lingkungan sekolah.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Mengapa sampah yang berserakan di halaman sekolah kita dapat mengganggu hak belajar teman-teman lainnya?
- Sila Pancasila manakah yang paling terluka ketika seseorang sengaja membuang sampah sembarangan di area sekolah?
- Apa yang akan terjadi pada lingkungan SD Negeri 1 Wringin Anom jika semua siswa membiarkan sampah penumpuk tanpa ada rasa peduli?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Menjaga lingkungan hidup sebagai bentuk rasa syukur atas ciptaan Tuhan.
- Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok melakukan investigasi dan merumuskan aksi nyata kebersihan.
- Bernalar Kritis: Menganalisis keterkaitan sebab-akibat antara perilaku buang sampah sembarangan dengan penyimpangan nilai Pancasila.
Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning 6C)
- Critical Thinking: Menganalisis akar masalah penyimpangan perilaku di sekolah.
- Collaboration: Berbagi peran dalam pengumpulan data lapangan.
- Communication: Menyajikan hasil investigasi dalam bentuk paparan visual yang informatif.
MATERI PEMBELAJARAN
Konsep Dasar Nilai Pancasila dan Kebersihan Lingkungan
- Sila ke-2 (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab): Membawa diri secara beradab dengan tidak mengotori fasilitas umum yang digunakan bersama.
- Sila ke-3 (Persatuan Indonesia): Menjaga kekompakan dan kenyamanan lingkungan hidup bersama di SD Negeri 1 Wringin Anom.
- Sila ke-5 (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia): Mengakui hak setiap warga sekolah untuk menikmati lingkungan yang bersih, sehat, dan asri.
Matriks Analisis Penyimpangan
- Bentuk Penyimpangan: Membuang bungkus makanan di kolam, kolam ikan, taman sekolah, atau di bawah meja kelas.
- Faktor Penyebab: Kurangnya kesadaran diri, minimnya rasa tanggung jawab, lokasi tempat sampah yang jauh, atau ikut-ikutan teman.
- Dampak Akibat: Lingkungan menjadi kotor dan bau, timbul penyakit, merugikan petugas kebersihan, dan melanggar hak orang lain.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran
Inquiry Learning (Sintaks: Orientasi, Merumuskan Masalah, Mengumpulkan Data, Menganalisis Data, Merumuskan Solusi/Kesimpulan).
Pendekatan Pembelajaran
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang berorientasi pada 3 elemen dasar:
- Mindful Learning: Kesadaran penuh saat mengamati kondisi nyata lingkungan sekolah.
- Meaningful Learning: Mengaitkan perilaku kebersihan secara langsung dengan nilai filosofis Pancasila.
- Joyful Learning: Pembelajaran berbasis investigasi lapangan yang aktif dan ekspresi visual yang menyenangkan.
ASESMEN
Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)
- Teknik: Kuis Visual Singkat (Menilai pemahaman awal tentang nilai Pancasila melalui gambar perilaku baik dan buruk).
Asesmen Formatif (Selama Pembelajaran)
- Penilaian Proses: Lembar observasi kinerja kelompok saat kegiatan investigasi lapangan.
- Penilaian Hasil Kerja: Rubrik LKPD (Analisis Sebab-Akibat dan Solusi Konkret).
Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)
- Penilaian Produk & Presentasi: Rubrik penilaian paparan visual (Poster/Peta Pikiran) hasil investigasi kebersihan lingkungan sekolah.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Observasi Kinerja Kelompok (Formatif)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Kerjasama dan Gotong Royong | Pasif, tidak berkontribusi dalam kelompok. | Berkontribusi hanya jika diminta oleh teman sekelompok. | Aktif bekerja sama, namun sesekali masih lepas dari tugas. | Sangat aktif, berbagi peran secara adil, dan membantu teman sekelompok. |
| 2 | Kedisiplinan Waktu Investigasi | Melebihi batas waktu > 10 menit dari yang ditentukan. | Melebihi batas waktu 5-10 menit. | Tepat waktu sesuai alokasi waktu pengamatan. | Menyelesaikan tugas investigasi lebih cepat dan rapi. |
Rubrik Penilaian Analisis dan Produk LKPD (Sumatif)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Identifikasi Penyimpangan | Tidak mampu menemukan bentuk penyimpangan kebersihan. | Menemukan 1 bentuk penyimpangan tanpa bukti tempat yang jelas. | Menemukan 2 bentuk penyimpangan disertai lokasi yang jelas. | Menemukan > 2 bentuk penyimpangan secara mendetail dan spesifik. |
| 2 | Analisis Sebab-Akibat Nilai Pancasila | Tidak mampu mengaitkan dengan nilai Pancasila. | Mengaitkan sebab-akibat tetapi tidak menyertakan sila Pancasila yang relevan. | Menganalisis 1 sebab-akibat dengan keterkaitan sila Pancasila yang tepat. | Menganalisis > 2 sebab-akibat secara mendalam dan tepat mengaitkannya dengan sila Pancasila. |
| 3 | Solusi Konkret | Solusi sangat abstrak dan tidak bisa diterapkan di sekolah. | Solusi terlalu umum (misal: "Jangan buang sampah"). | Solusi cukup jelas dan dapat diterapkan di lingkungan sekolah. | Solusi sangat inovatif, realistis, dan memuat langkah aksi nyata siswa. |
| 4 | Kualitas Media Visual Presentasi | Tampilan tidak rapi, sulit dibaca, tidak ada elemen gambar/alur. | Tampilan kurang rapi, alur informasi kurang jelas. | Tampilan rapi, alur jelas, memanfaatkan elemen warna/gambar sederhana. | Tampilan sangat menarik, estetis, alur informasi sangat sistematis dan mudah dipahami. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Alokasi Waktu: 4 x 35 menit (140 menit)
Kegiatan Pendahuluan (20 Menit)
- Orientasi Kesadaran (Mindful Learning): Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran peserta didik.
- Apersepsi Visual: Guru menayangkan video/foto durasi 2 menit melalui Smart TV yang menampilkan dua kondisi kontras di SD Negeri 1 Wringin Anom: halaman sekolah yang bersih asri vs sudut kantin/belakang kelas yang tertimbun sampah plastik.
- Pemantik Pembelajaran: Guru mengajukan pertanyaan: "Manakah gambar yang mencerminkan nilai Pancasila? Mengapa gambar sampah yang berserakan dianggap melanggar nilai-nilai Pancasila?"
- Penyampaian Tujuan: Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, alokasi waktu, serta alur kegiatan investigasi lapangan yang akan dilakukan.
Kegiatan Inti (100 Menit)
Tahap 1: Orientasi pada Masalah (15 Menit)
- Peserta didik mencermati penguatan singkat dari guru melalui Smart TV mengenai konsep dasar hubungan Sila Pancasila dengan kepedulian lingkungan.
- Guru membagi kelas menjadi 5 kelompok heterogen (masing-masing 4-5 siswa).
Tahap 2: Merumuskan Masalah & Perencanaan Investigasi (15 Menit)
- Setiap kelompok merumuskan pertanyaan investigasi, seperti: "Di area mana sampah paling banyak ditemukan?", "Mengapa siswa membuang sampah di tempat tersebut?", dan "Sila ke berapa yang dilanggar?"
- Guru membagikan LKPD kepada setiap kelompok.
Tahap 3: Pengumpulan Data / Investigasi Lapangan (Diferensiasi Proses) (30 Menit)
- Kelompok bergerak ke area sekolah yang telah ditentukan (Kantin, Halaman Depan, Belakang Kelas, Taman, Lapangan Olahraga).
- Diferensiasi Proses diterapkan berdasarkan minat/gaya eksplorasi kelompok:
- Kelompok Tipe Pengamat Visual Direct: Melakukan pemetaan titik kumpul sampah, menghitung jenis sampah (plastik/organik), dan mengambil data kondisi fisik lingkungan.
- Kelompok Tipe Pewawancara/Interaktif: Melakukan wawancara singkat kepada petugas kebersihan sekolah, penjual di kantin, atau siswa lain terkait alasan membuang sampah sembarangan.
- Guru mendampingi setiap kelompok untuk memfasilitasi peserta didik yang masih kesulitan menghubungkan data lapangan dengan konsep dasar Pancasila.
Tahap 4: Analisis Data dan Pembelajaran Mendalam (20 Menit)
- Kelompok kembali ke dalam kelas.
- Peserta didik mendiskusikan hasil temuan lapangan dan mengisi matriks analisis sebab-akibat pada LKPD.
- Peserta didik secara mendalam (Meaningful Learning) menganalisis keterkaitan temuan sampah dengan nilai Sila ke-2, ke-3, dan ke-5 Pancasila.
Tahap 5: Penyusunan Solusi dan Presentasi Visual (20 Menit)
- Setiap kelompok merumuskan solusi konkret (misal: pembuatan jadwal piket area, desain papan imbauan unik, atau usulan tempat sampah terpilah).
- Kelompok menuangkan hasil analisis dan solusi ke dalam media visual (Poster Mini / Peta Pikiran) menggunakan alat tulis berwarna.
- Setiap kelompok mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas secara bergantian. Kelompok lain memberikan tanggapan.
Kegiatan Penutup (20 Menit)
- Penarikan Kesimpulan: Guru bersama peserta didik merangkum hasil temuan investigasi dan menegaskan bahwa menjaga kebersihan sekolah adalah wujud nyata pengamalan Pancasila.
- Refleksi dan Evaluasi: Peserta didik mengisi lembar refleksi singkat mengenai pengalaman belajar yang telah dialami.
- Penguatan dan Tindak Lanjut: Guru memberikan apresiasi atas kerja sama seluruh kelompok dan mengumumkan aksi nyata kebersihan yang akan dijalankan bersama.
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning (Belajar Sadar)
Peserta didik secara sadar diajak mengamati lingkungan terdekat mereka sendiri (SD Negeri 1 Wringin Anom). Mereka tidak hanya melihat sampah sebagai benda mati, tetapi menyadari bahwa keberadaan sampah tersebut adalah akibat dari hilangnya rasa empati dan tanggung jawab sosial manusia.
Meaningful Learning (Belajar Bermakna)
Menghubungkan teori abstrak Pancasila dengan tindakan riil. Peserta didik memahami bahwa tidak membuang sampah sembarangan adalah bentuk pengamalan Sila Kedua (beradab) dan Sila Ketiga (menjaga keharmonisan bersama), sehingga pemahaman nilai Pancasila melekat secara kontekstual.
Joyful Learning (Belajar Menyenangkan)
Proses belajar dilakukan di luar kelas melalui kegiatan investigasi yang menantang, interaksi langsung dengan warga sekolah, serta penyajian hasil kerja dalam bentuk gambar visual yang kreatif dan berwarna sesuai dengan karakteristik peserta didik visual.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Konten
Menyediakan bahan bacaan berbasis gambar/infografis sederhana bagi peserta didik yang pemahaman konsep dasarnya masih lemah, serta menyediakan artikel kasus lingkungan bagi peserta didik dengan pemahaman lebih cepat.
Diferensiasi Proses
Memfasilitasi dua metode pengumpulan data di lapangan:
- Jalur Observasi Visual: Fokus pada pemetaan dan pencatatan kondisi fisik lokasi kebersihan sekolah.
- Jalur Wawancara Sosio-Konstruktif: Fokus pada penggalian alasan perilaku warga sekolah melalui wawancara sederhana.
Diferensiasi Produk
Kelompok bebas memilih bentuk luaran presentasi visual:
- Peta Pikiran (Mind Map) Berwarna.
- Poster Aksi Lingkungan Pancasila.
- Komik Strip Sederhana Sebab-Akibat.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
- Smart TV: Digunakan untuk menampilkan tayangan pemantik berupa pemetaan kondisi kebersihan lingkungan sekolah dan menampilkan slide penguatan materi Pancasila.
- Laptop Guru: Digunakan untuk mengolah data instrumen asesmen dan memutar media pembelajaran interaktif.
- Internet: Digunakan guru untuk mengambil referensi kasus-kasus kontekstual penanganan sampah berbasis masyarakat.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media Pembelajaran
- Video/Foto Dokumentasi Kebersihan SD Negeri 1 Wringin Anom.
- Papan Tulis dan Marker Berwarna.
- Kertas Karton Manila, Spidol Warna, dan Sticky Notes untuk pembuatan produk visual.
Sumber Belajar
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas V SD/MI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
- Environment & Social Real Context: Lingkungan Fisik dan Sosial SD Negeri 1 Wringin Anom.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Identitas Peserta Didik
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Kelompok | ............................................................ |
| Anggota Kelompok | 1. .......................................................... 2. .......................................................... 3. .......................................................... 4. .......................................................... |
| Kelas / Fase | V / C |
| Tanggal | ............................................................ |
Judul Kegiatan
Investigasi Lapangan: Mengungkap Penyimpangan Nilai Pancasila dalam Kebersihan Lingkungan SD Negeri 1 Wringin Anom.
Petunjuk Kerja
- Lakukan observasi atau wawancara di lokasi lingkungan sekolah yang sudah ditentukan oleh guru.
- Catat seluruh temuan penyimpangan perilaku kebersihan yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila.
- Diskusikan jawaban pertanyaan di bawah ini bersama anggota kelompokmu.
- Buatlah gambar visual (Mind Map / Poster) berdasarkan tabel analisis yang telah kalian isi!
Tabel Hasil Investigasi Lapangan
| No | Lokasi Pengamatan | Bentuk Penyimpangan yang Ditemukan | Siapa Pelakunya? | Mengapa Hal Itu Terjadi? (Sebab) |
|---|---|---|---|---|
| 1 | ||||
| 2 | ||||
| 3 |
Tabel Analisis Sebab-Akibat & Nilai Pancasila
| Penyimpangan yang Ditemukan | Akibat yang Ditimbulkan | Sila Pancasila yang Dilanggar (Sila ke-...) | Alasan Mengapa Dilanggar |
|---|---|---|---|
| Contoh: Buang plastik es di taman | Taman menjadi kotor dan tanaman rusak | Sila ke-5 | Karena merebut hak siswa lain untuk menikmati taman yang bersih |
Perumusan Solusi Kelompok
Tuliskan 2 solusi nyata yang bisa kelompok kalian lakukan mulai besok untuk mengatasi masalah tersebut:
- Solusi 1: ............................................................................................................................................................
- Solusi 2: ............................................................................................................................................................
REMEDIAL
Bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan pemahaman konsep dasar nilai Pancasila:
- Diberikan pendampingan individual (scaffolding) oleh guru dengan menggunakan media kartu bergambar ("Flashcard Perilaku").
- Peserta didik diminta mencocokkan gambar perilaku membuang sampah/menjaga kebersihan dengan simbol dan teks Sila Pancasila yang sesuai.
- Melakukan re-analisis kasus sederhana yang ada di dalam ruang kelas sendiri.
PENGAYAAN
Bagi peserta didik yang telah melampaui capaian pembelajaran dengan sangat baik:
- Diberikan peran sebagai "Duta Kebersihan Pancasila SD Negeri 1 Wringin Anom".
- Menyusun proposal aksi mini berupa program "Gerakan Operasi Semut 5 Menit Sebelum Pulang Sekolah" dan mengoordinasikannya kepada Kepala Sekolah atau Dewan Guru.
REFLEKSI GURU
| No | Pertanyaan Refleksi | Hasil Refleksi / Evaluasi Guru |
|---|---|---|
| 1 | Apakah seluruh peserta didik aktif terlibat dalam kegiatan investigasi lapangan? | Semua kelompok terlihat antusias keluar kelas, namun 2 siswa pada kelompok 3 masih butuh dorongan untuk mau mewawancarai petugas kebersihan. |
| 2 | Apakah alokasi waktu 4 x 35 menit mencukupi untuk seluruh alur Inquiry Learning dan Deep Learning? | Waktu untuk investigasi lapangan agak molor 5 menit, sehingga waktu pengerjaan media visual sedikit terburu-buru. Pertemuan berikutnya waktu observasi disaatkan lebih ketat. |
| 3 | Sejauh mana peserta didik visual dapat memahami konsep dasar keterkaitan antara sampah dan Sila Pancasila? | Peserta didik mampu menjelaskan alur sebab-akibat dengan sangat baik ketika dituangkan dalam bentuk peta pikiran visual. Pemahaman konsep meningkat signifikan. |
| 4 | Apa langkah perbaikan yang perlu dilakukan untuk pembelajaran berikutnya? | Menyiapkan lembar panduan wawancara yang lebih terstruktur agar kelompok yang memilih teknik wawancara tidak kebingungan saat mengumpulkan data. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
| No | Pertanyaan Refleksi | Tanggapan / Isian Peserta Didik |
|---|---|---|
| 1 | Bagian kegiatan mana yang paling menyenangkan hari ini? | (Tuliskan bagian yang paling kamu sukai, misal: saat observasi ke luar kelas / membuat poster) |
| 2 | Apakah kamu sekarang tahu Sila Pancasila mana yang melarang kita buang sampah sembarangan? Sebutkan! | (Tuliskan Sila Pancasila yang kamu pelajari hari ini) |
| 3 | Apa yang akan kamu lakukan jika melihat temanmu membuang sampah sembarangan di sekolah? | (Tuliskan aksi nyatamu) |
| 4 | Berikan penilaian bintang untuk kegiatan belajar hari ini (1 sampai 5 bintang): | (pilih/isi: 1 / 2 / 3 / 4 / 5 Bintang) |
BAHAN BACAAN
Membumikan Nilai Pancasila Melalui Kepedulian Lingkungan Sekolah
Pancasila bukan hanya lima sila yang diucapkan saat upacara bendera hari Senin. Nilai-nilai Pancasila adalah pedoman nyata dalam bertindak setiap hari. Salah satu wujud pengamalan Pancasila yang paling dekat dengan kehidupan kita sebagai siswa SD Negeri 1 Wringin Anom adalah bagaimana kita mengelola sampah dan menjaga kebersihan sekolah.
Ketika seorang siswa membuang sampah sembarangan, misalnya melemparkan bungkus makanan di bawah meja atau di sudut lapangan, siswa tersebut telah melakukan penyimpangan terhadap nilai-nilai Pancasila.
- Pelanggaran Sila Kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab): Orang yang beradab adalah orang yang memiliki rasa sopan santun dan menjaga kebersihan lingkungannya. Membuang sampah sembarangan menunjukkan perilaku yang belum beradab.
- Pelanggaran Sila Ketiga (Persatuan Indonesia): Bau tidak sedap dan pemandangan kotor akibat sampah dapat merusak keharmonisan, kenyamanan, dan kerukunan warga sekolah yang belajar bersama.
- Pelanggaran Sila Kelima (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia): Setiap siswa dan guru berhak menikmati lingkungan sekolah yang bersih dan sehat. Membuang sampah sembarangan berarti mengambil hak orang lain secara tidak adil dan memberatkan tugas petugas kebersihan.
Melalui kegiatan observasi ini, kita diajak untuk menjadi penegak nilai-nilai Pancasila dengan cara menjaga kebersihan lingkungan sekolah kita sendiri.
GLOSARIUM
- Inquiry Learning: Model pembelajaran yang mengondisikan peserta didik untuk melakukan proses investigasi, menemukan masalah, mengumpulkan data, dan menarik kesimpulan secara mandiri.
- Pembelajaran Mendalam (Deep Learning): Pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemahaman konsep secara utuh, keterkaitannya dengan kehidupan nyata, serta penguasaan keterampilan abad ke-21 (Critical Thinking, Collaboration, Communication, Creativity).
- Penyimpangan Nilai: Perilaku atau tindakan seseorang yang tidak sesuai dengan norma, aturan, atau prinsip-prinsip moral yang terkandung dalam Pancasila.
- Diferensiasi Proses: Strategi pembelajaran yang memberikan variasi alur atau cara bagi peserta didik dalam memperoleh dan mengolah informasi sesuai dengan gaya belajar dan minatnya.
- Observasi Lapangan: Kegiatan pengamatan langsung terhadap kondisi fisik dan fenomena sosial di lokasi penelitian/pembelajaran secara objektif.
DAFTAR PUSTAKA
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP). (2020). Pancasila dalam Tindakan: Panduan Internalisasi Nilai Pancasila bagi Generasi Muda. Jakarta: BPIP RI.
- Suwandi, S. (2023). Pembelajaran Mendalam dan Kontekstual di Sekolah Dasar. Yogyakarta: Deepublish.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Penilaian Sikap dan Keterampilan Peserta Didik
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Kemampuan Mengidentifikasi Penyimpangan Lingkungan | Tidak menemukan adanya masalah kebersihan di lokasi pengamatan. | Menemukan masalah kebersihan tetapi tidak dapat menyebutkan jenis sampahnya. | Menemukan masalah kebersihan, menyebutkan jenis sampah dan lokasi secara jelas. | Menemukan masalah kebersihan secara detail, mendata jenis sampah, lokasi, dan dampaknya secara komprehensif. | |
| 2 | Keterkaitan Analisis dengan Nilai Pancasila | Tidak mampu mengaitkan temuan sampah dengan Sila Pancasila. | Mengaitkan masalah sampah dengan Pancasila tetapi pilihan Silanya kurang tepat. | Tepat mengaitkan masalah sampah dengan 1 Sila Pancasila beserta alasannya. | Tepat mengaitkan masalah sampah dengan > 2 Sila Pancasila disertai alasan logis dan mendalam. | |
| 3 | Kualitas Solusi yang Dihasilkan | Solusi tidak realistis dan tidak berhubungan dengan masalah kebersihan sekolah. | Solusi bersifat umum dan sulit diterapkan secara mandiri oleh siswa. | Solusi jelas, realistis, dan dapat diterapkan di lingkungan kelas/sekolah. | Solusi sangat kreatif, inovatif, realistis, dan memuat alur aksi nyata kelompok. | |
| 4 | Kejelasan dan Estetika Presentasi Visual | Presentasi tidak jelas, media visual tidak rapi, dan peserta didik pasif. | Presentasi terbata-bata, media visual kurang rapi, hanya 1 siswa yang bicara. | Presentasi jelas, media visual rapi, sebagian besar anggota kelompok berpartisipasi. | Presentasi sangat komunikatif, media visual sangat estetis/kreatif, seluruh anggota berpartisipasi aktif. |