Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 4 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Meneladani sikap nasionalisme, patriotisme, beriman & bertakwa, serta gotong royong para pendiri bangsa
Elemen Capaian Pembelajaran : Pancasila
Model Pembelajaran : Cooperative Learning
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Diferensiasi gaya belajar; apresiasi karya kelompok dengan ungkapan daerah

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Profil dan Karakteristik Peserta Didik

Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom secara umum memiliki kecenderungan gaya belajar visual yang dominan. Mereka sangat aktif, komunikatif, dan antusias ketika disajikan tayangan visual berupa infografis, gambar berwarna, maupun tayangan video interaktif melalui Smart TV. Meskipun demikian, hasil pemetaan awal menunjukkan bahwa mayoritas peserta didik masih berada pada tingkat pemahaman konseptual yang rendah. Mereka mampu menyebutkan nama-nama pahlawan, namun belum memahami secara mendalam makna dasar dari nilai nasionalisme, patriotisme, beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, serta gotong royong. Mereka juga belum mengaitkan nilai-nilai tersebut dengan konteks kehidupan sehari-hari di sekolah maupun rumah.

Kebutuhan Pembelajaran

  1. Pembuktian dan pemahaman konsep dasar secara konkret melalui visualisasi yang jelas dan menarik.
  2. Proses kolaborasi kelompok (Cooperative Learning) yang terstruktur untuk mengonstruksi pemahaman dari tingkat konkrit menuju pemahaman abstrak.
  3. Internalisasi nilai keteladanan melalui refleksi mendalam (Deep Learning) yang menghubungkan teks materi dengan tindakan riil peserta didik di lingkungan sekitar Wringin Anom.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik mampu menghubungkan nilai keteladanan pahlawan dan pendiri bangsa (nasionalisme, patriotisme, beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, serta gotong royong) dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat sekitar.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Indikator Keberhasilan Pembelajaran

  1. Peserta didik mampu menguraikan definisi dan perbedaan konsep dasar sikap nasionalisme, patriotisme, beriman dan bertakwa, serta gotong royong para pendiri bangsa dengan tepat setelah mengamati tayangan visual interaktif.
  2. Peserta didik mampu menganalisis contoh tindakan meneladani sikap pendiri bangsa di lingkungan sekolah dan rumah melalui diskusi kelompok berbasis Cooperative Learning.
  3. Peserta didik mampu menyusun dan mempresentasikan peta pikiran/karya visual penerapan nilai-nilai keteladanan pahlawan dalam kehidupan sehari-hari secara kolaboratif.
  4. Peserta didik mampu merefleksikan dan berkomitmen untuk menerapkan minimal satu tindakan nyata meneladani pendiri bangsa setiap hari.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Meneladani pendiri bangsa bukan sekadar menghafal sejarah perjuangan masa lalu, melainkan menerjemahkan nilai-nilai luhur seperti rasa cinta tanah air, keberanian berkorban demi kebaikan, ketakwaan kepada Tuhan, dan kerja sama tanpa membeda-bedakan ke dalam tindakan kecil namun konsisten di rumah dan sekolah.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa para pendiri bangsa kita yang berasal dari latar belakang berbeda tetap bisa bersatu untuk mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia?
  2. Apa bedanya rasa cinta tanah air (nasionalisme) dengan rasa rela berkorban (patriotisme) jika kalian terapkan sebagai murid kelas V SD?
  3. Jika pahlawan dahulu berjuang menggunakan senjata, bagaimana cara kita menjadi "pahlawan masa kini" di rumah dan di sekolah SDN 1 Wringin Anom?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Ditunjukkan melalui kebiasaan berdoa sebelum dan sesudah belajar serta menghargai keanekaragaman ajaran agama pendiri bangsa.
  2. Bergotong Royong: Ditunjukkan melalui kemampuan bekerja sama, berbagi peran, dan saling membantu dalam menyelesaikan tugas kelompok.
  3. Bernalar Kritis: Ditunjukkan melalui kemampuan menganalisis perbedaan nilai-nilai keteladanan dan menghubungkannya dengan kasus kehidupan sehari-hari.
  4. Kreatif: Ditunjukkan melalui pembuatan media visual/peta pikiran hasil diskusi kelompok.

Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

  1. Critical Thinking: Menganalisis makna tersirat dari kisah para pendiri bangsa.
  2. Collaboration: Membangun sinergi positif dalam kelompok kooperatif.
  3. Communication: Mengomunikasikan gagasan visual secara lisan dengan artikulatif dan percaya diri.
  4. Character & Citizenship: Menumbuhkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia dan empati sosial.

MATERI PEMBELAJARAN

Konsep Dasar Keteladanan Pendiri Bangsa

  1. Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan YME: Pendiri bangsa senantiasa meyakini bahwa kemerdekaan adalah rahmat Tuhan. Penerapan di sekolah: beribadah tepat waktu, menolong sesama sebagai bentuk rasa syukur. Penerapan di rumah: patuh pada orang tua, berdoa bersama keluarga.
  2. Nasionalisme: Rasa cinta, bangga, dan setia kepada bangsa dan negara. Penerapan di sekolah: mengikuti upacara bendera dengan khidmat, menggunakan bahasa Indonesia yang baik. Penerapan di rumah: mencintai produk dalam negeri, menjaga kebersihan lingkungan rumah.
  3. Patriotisme: Sikap rela berkorban jiwa, raga, dan waktu demi kejayaan dan keselamatan bangsa. Penerapan di sekolah: melerai teman yang bertengkar, mengorbankan waktu bermain untuk belajar bersama teman yang kesulitan. Penerapan di rumah: membantu pekerjaan rumah tanpa mengeluh.
  4. Gotong Royong: Bekerja sama secara bersama-sama untuk mencapai hasil yang diinginkan bersama. Penerapan di sekolah: melaksanakan piket kelas bersama, membersihkan halaman sekolah. Penerapan di rumah: membersihkan rumah bersama anggota keluarga.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran

Cooperative Learning (Tipe Think-Pair-Share yang diintegrasikan dengan Group Investigation Produk Visual).

Pendekatan Pembelajaran

Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) meliputi:

  1. Mindful Learning: Kesadaran penuh peserta didik dalam menyimak tayangan visual dan memahami nilai-nilai Pancasila.
  2. Meaningful Learning: Mengaitkan materi abstrak keteladanan dengan kehidupan nyata peserta didik di Wringin Anom.
  3. Joyful Learning: Suasana belajar yang menggembirakan melalui diskusi interaktif, penguatan ungkapan apresiasi daerah, dan pemanfaatan teknologi Smart TV.

ASESMEN

Asesmen Awal (Diagnostik)

Teknik: Kuis visual singkat berbasis Smart TV (Menjodohkan gambar tindakan dengan nama nilai Pancasila).

Asesmen Proses (Formatif)

  1. Lembar Observasi Sikap Kolaborasi dan Gotong Royong saat diskusi kelompok.
  2. Lembar Kinerja Presentasi dan Karya Visual Kelompok.

Asesmen Akhir (Sumatif)

Teknik: Tes Tertulis Objektif dan Isian Singrat pada LKPD (Pilihan Ganda dan Analisis Kasus Konkret).

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Asesmen Format Sikap Kolaborasi dan Gotong Royong

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Keaktifan dalam KelompokPasif total dan tidak mau terlibat dalam diskusi kelompok.Terlibat diskusi jika dipaksa atau diminta oleh anggota lain.Aktif berdiskusi dan membantu tugas kelompok tanpa diminta.Sangat aktif, memimpin diskusi, dan mendampingi anggota lain yang kesulitan.
2Menghargai PendapatMemotong pembicaraan teman dan memaksakan kehendak sendiri.Cenderung acuh tak acuh terhadap pendapat anggota kelompok lain.Mendengarkan pendapat teman dengan baik sebelum menyampaikan masukan.Menghargai seluruh masukan teman dan menyatukan perbedaan pendapat secara santun.
3Tanggung Jawab TugasTidak menyelesaikan bagian tugas yang diberikan kelompok.Menyelesaikan tugas kelompok namun tidak tepat waktu dan tidak rapi.Menyelesaikan bagian tugas kelompok dengan baik dan tepat waktu.Menyelesaikan tugas secara maksimal serta membantu menyempurnakan bagian teman.

Rubrik Asesmen Formatif Kinerja Produk Visual dan Presentasi

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Penguasaan Konsep NilaiSalah mengidentifikasi nilai nasionalisme, patriotisme, gotong royong, dan takwa.Hanya mampu mengidentifikasi 1-2 nilai dengan benar dan contoh kurang tepat.Mampu mengidentifikasi 3 nilai dengan benar beserta contoh yang sesuai.Mampu menjelaskan ke-4 nilai secara tepat beserta contoh konkret kehidupan sehari-hari.
2Kualitas Karya VisualKarya tidak rapi, tulisan sulit dibaca, dan tidak menggunakan unsur gambar/grafis.Karya kurang rapi, unsur visual sangat minim, penjelasan sangat singkat.Karya rapi, tulisan jelas, dilengkapi bagan/gambar visual yang menarik.Karya sangat rapi, estetis, bagan visual lengkap, kreatif, dan mudah dipahami.
3Keberanian dan PenyampaianBerbicara sangat pelan, tidak percaya diri, dan hanya membaca teks tulisan.Berbicara kurang lancar, kontak mata tidak ada, mendominasi atau pasif.Berbicara jelas, percaya diri, dan menyampaikan poin utama dengan lancar.Berbicara sangat komunikatif, ekspresif, kontak mata baik, dan menguasai panggung.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Alokasi Waktu: 4 x 35 menit (140 menit)

Kegiatan Pendahuluan (20 menit)

  1. Orientasi Mindful: Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan fisik dan mental peserta didik melalui kegiatan pernapasan sejenak (Mindful Breathing), serta berdoa bersama memohon ilmu yang bermanfaat.
  2. Apersepsi Meaningful: Guru menampilkan gambar Smart TV yang memperlihatkan bendera Merah Putih dikibarkan dan pahlawan nasional bersanding dengan gambar anak SD yang sedang membersihkan kelas. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Apa persamaan antara pahlawan di masa lalu dengan kalian saat piket kelas?"
  3. Motivasi Joyful: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menyepakati aturan kerja kelompok. Guru memperkenalkan tradisi pemberian apresiasi dengan ungkapan daerah setempat (seperti ungkapan "Mbois Sororo!", "Apik Banget!", atau "Top Markotop!") untuk setiap kelompok yang berani tampil dan bekerjasama dengan baik.

Kegiatan Inti (100 menit)

Tahap 1: Orientasi Peserta Didik pada Konsep Dasar (20 menit) - Deep Learning (Mindful & Visual Integration)

  1. Guru menayangkan video animasi pembelajaran dan tayangan slide interaktif di Smart TV mengenai kisah keberanian dan nilai keteladanan para pendiri bangsa (Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, K.H. Wahid Hasyim, dan Mr. Mohammad Yamin).
  2. Peserta didik secara individual diminta mengamati aspek visual: warna pakaian, raut wajah, serta simbol-simbol perjuangan pada gambar di Smart TV.
  3. Guru melakukan klarifikasi konsep dasar menggunakan teknik tanya jawab langsung untuk memastikan pemahaman konseptual:
    • Beriman & Bertakwa: Landasan spiritual para pahlawan.
    • Nasionalisme: Cinta budaya dan tanah air.
    • Patriotisme: Keberanian berkorban waktu dan fasilitas demi kepentingan bersama.
    • Gotong Royong: Kebersamaan merumuskan Pancasila.

Tahap 2: Pengorganisasian Kelompok dan Pembagian Peran (10 menit) - Cooperative Learning

  1. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok kooperatif heterogen (setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa dengan kombinasi gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik).
  2. Setiap anggota kelompok memegang peran khusus: Ketua Kelompok, Juru Tulis/Desainer Visual, Juru Bicara, dan Pengamat Waktu.
  3. Guru membagikan LKPD berbasis peta pikiran visual kepada masing-masing kelompok.

Tahap 3: Penyelidikan Kelompok dan Penyusunan Karya (35 menit) - Deep Learning & Diferensiasi

  1. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk memecahkan kasus konkret pada LKPD:
    • Kasus A: Tindakan di rumah (membantu orang tua, ibadah tepat waktu, menjaga keharmonisan).
    • Kasus B: Tindakan di sekolah (piket kelas, menolong teman jatuh, mengikuti upacara khidmat).
  1. Peserta didik menyusun Peta Pikiran Keteladanan pada kertas karton manila menggunakan spidol warna-warni, stiker gambar, atau gambar tangan sesuai kreativitas visual kelompok.
  2. Guru melakukan pembimbingan intensif (scaffolding), terutama bagi kelompok yang masih kesulitan membedakan antara konsep nasionalisme dan patriotisme.

Tahap 4: Presentasi Karya dan Apresiasi Lokal (25 menit) - Joyful & Collaborative Learning

  1. Setiap kelompok mempresentasikan Peta Pikiran Keteladanan di depan kelas secara bergantian di dekat layar Smart TV.
  2. Kelompok penanggap memberikan masukan konstruktif.
  3. Setiap selesai presentasi, guru memandu seluruh kelas memberikan apresiasi kelompok menggunakan ungkapan bahasa daerah Wringin Anom yang bersemangat, misalnya: "Kelompok Satu... Apik Sanget, Mbois Sororo!" secara serentak disambut tepuk tangan.

Tahap 5: Evaluasi dan Pembuktian Konsep (10 menit)

  1. Guru mengonfirmasi hasil presentasi seluruh kelompok dan memberikan penegasan konsep dasar agar tidak ada miskonsepsi yang tersisa.
  2. Peserta didik mengerjakan tes evaluasi individu pada lembar LKPD akhir.

Kegiatan Penutup (20 menit)

  1. Refleksi Bersama: Guru mengajak peserta didik merenungkan apa yang dirasakan setelah mempelajari nilai keteladanan pendiri bangsa.
  2. Rangkuman: Peserta didik bersama guru menyimpulkan poin-poin penting keteladanan (Takwa, Nasionalisme, Patriotisme, Gotong Royong).
  3. Komitmen Nyata: Peserta didik menuliskan satu janji tindakan nyata yang akan dilakukan di rumah hari ini pada secarik kertas kecil yang ditempelkan di "Pohon Komitmen Pancasila" di dinding kelas.
  4. Penutup: Pembelajaran diakhiri dengan doa bersama dan salam penutup.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning (Pembelajaran Bermakna dan Sadar)

Peserta didik diajak secara sadar mengamati tayangan visual para pahlawan di Smart TV, merenungkan betapa besarnya pengorbanan masa lalu, dan mengaitkan rasa syukur tersebut dengan tindakan nyata mereka saat berada di kelas dan rumah.

Meaningful Learning (Pembelajaran Relevan)

Materi tidak diajarkan sebagai teks hafalan mati, melainkan dihubungkan langsung dengan problema sehari-hari peserta didik, seperti kebiasaan menjaga kebersihan kelas SDN 1 Wringin Anom dan membantu orang tua sebagai bentuk konkret sikap patriotisme serta gotong royong.

Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)

Penggunaan sarana Smart TV yang kaya gambar visual, pembuatan peta pikiran berwarna-warni, kerja sama kooperatif, serta pemberian apresiasi kelompok bersuasana budaya lokal (ungkapan daerah) menciptakan iklim kelas yang hangat, menyenangkan, dan bebas dari rasa takut salah.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten

Menyediakan materi pembelajaran dalam beragam bentuk visual (video animasi di Smart TV, infografis cetak berwarna, serta kartu gambar situasi konkret) untuk memfasilitasi dominasi gaya belajar visual peserta didik.

Diferensiasi Proses

  1. Kelompok dengan pemahaman awal rendah mendapatkan bimbingan langsung (scaffolding) dari guru dengan panduan pertanyaan pengarah.
  2. Kelompok dengan pemahaman awal sedang/tinggi diberikan tantangan menganalisis situasi dilema moral (misal: memilih antara bermain game atau membantu kerja bakti kampung).

Diferensiasi Produk

Peserta didik diberi kebebasan menampilkan peta pikiran keteladanan kelompoknya: dapat berfokus pada bentuk ilustrasi gambar berwarna, bagan alur teks visual, atau kombinasi komik sederhana sesuai minat dan gaya belajar anggota kelompok.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Laptop: Digunakan oleh guru untuk mengolah materi, menyusun slide presentasi interaktif, dan mengelola media pembelajaran digital.
  2. Smart TV: Digunakan sebagai media penayangan utama untuk menampilkan video animasi pahlawan, infografis berwarna, kuis interaktif visual, dan materi ajar visual beresolusi tinggi guna menarik minat peserta didik.
  3. Internet: Digunakan untuk mengakses sumber belajar digital, mengunduh materi audio-visual pembelajaran Pancasila yang relevan, serta mengeksplorasi gambar-gambar sejarah pendiri bangsa.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media Pembelajaran

  1. Video Animasi Perjuangan dan Perumusan Pancasila oleh Pendiri Bangsa.
  2. Slide Infografis Interaktif (ditayangkan via Smart TV).
  3. Kartu Gambar Situasi (Tindakan di Rumah dan Sekolah).
  4. Kertas Manila, Spidol Warna, dan Sticky Notes untuk Pohon Komitmen.

Sumber Belajar

  1. Buku Teks Utama: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2021). Buku Panduan Guru & Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  2. Sumber Digital: Video Edukasi Pendidikan Pancasila Kanal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  3. Lingkungan Lokal: Lingkungan sosial SD Negeri 1 Wringin Anom dan lingkungan keluarga peserta didik.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Identitas Peserta Didik

LabelIsi
Nama Peserta Didik / Kelompok..........................................................................................
Kelas / FaseV (Lima) / C
Nomor Absen..........................................................................................
Tanggal Pelaksanaan..........................................................................................

Judul Aktivitas

Meneladani Sikap Pendiri Bangsa dalam Kehidupan Sehari-hari.

Petunjuk Kerja

  1. Amati gambar situasi yang ditayangkan oleh Guru di layar Smart TV atau yang terdapat pada lembar kerja ini.
  2. Berdiskusilah bersama teman satu kelompokmu secara tertib dan gotong royong.
  3. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan tepat dan jelas.
  4. Buatlah Peta Pikiran Keteladanan pada kertas manila yang telah disediakan menggunakan gambar dan warna yang menarik.

Tugas 1: Memahami Konsep Dasar

Jodohkanlah pernyataan di kolom sebelah kiri dengan nilai keteladanan pendiri bangsa yang tepat di kolom sebelah kanan dengan menarik garis lurus.

  1. Mengikuti upacara bendera hari Senin dengan tertib dan khidmat. (......) -> A. Beriman dan Bertakwa
  2. Membersihkan ruang kelas bersama teman-teman piket tanpa mengeluh. (......) -> B. Nasionalisme
  3. Berdoa dengan khusyuk sebelum dan sesudah belajar di kelas. (......) -> C. Patriotisme
  4. Menyisihkan uang saku dan waktu untuk membantu korban bencana alam. (......) -> D. Gotong Royong

Tugas 2: Analisis Situasi Nyata

Bacalah cerita singkat di bawah ini, kemudian jawablah pertanyaannya.

Cerita:

Di SD Negeri 1 Wringin Anom, Ani melihat lantai kelasnya kotor terkena tumpahan air minum teman. Meskipun bukan Ani yang menumpahkannya, Ani mengambil kain lap dan bersama Budi membersihkan lantai tersebut agar teman-temannya tidak terpeleset.

Pertanyaan:

  1. Sikap pendiri bangsa apakah yang ditunjukkan oleh Ani dan Budi? Sebutkan dan jelaskan alasannya.

       Jawab: ....................................................................................................................................................

  1. Sebutkan 2 contoh tindakan lain yang dapat kalian lakukan di rumah untuk menunjukkan sikap rela berkorban (patriotisme) kepada keluarga.

       Jawab: ....................................................................................................................................................

Tugas 3: Kreasi Peta Pikiran Kelompok

Buatlah Peta Pikiran di kertas karton dengan struktur sebagai berikut:

  • Judul Tengah: Meneladani Pahlawan di Situbondo
  • Cabang 1: Beriman & Bertakwa (Contoh di Sekolah & Rumah)
  • Cabang 2: Nasionalisme (Contoh di Sekolah & Rumah)
  • Cabang 3: Patriotisme (Contoh di Sekolah & Rumah)
  • Cabang 4: Gotong Royong (Contoh di Sekolah & Rumah)

Gunakan pewarna dan gambar visual agar menarik.

REMEDIAL

Program Bimbingan Remedial

Program remedial diperuntukkan bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (belum memahami konsep dasar nilai Pancasila).

Langkah Kegiatan Remedial

  1. Guru memberikan bimbingan ulang secara individual atau kelompok kecil (3-4 siswa).
  2. Guru menggunakan media visual berupa kartu bergambar yang lebih sederhana dan konkret mengenai tindakan sehari-hari.
  3. Peserta didik diminta mengelompokkan ulang gambar tindakan tersebut ke dalam 4 kategori (Takwa, Nasionalisme, Patriotisme, Gotong Royong).
  4. Tes Lisan Sederhana: Peserta didik menjelaskan secara lisan alasan pengelompokan gambar tersebut.

PENGAYAAN

Program Kegiatan Pengayaan

Program pengayaan diperuntukkan bagi peserta didik yang telah melampaui capaian pembelajaran dengan tingkat pemahaman konsep yang sangat baik.

Langkah Kegiatan Pengayaan

  1. Peserta didik diberikan peran sebagai "Tutor Sebaya" untuk mendampingi kelompok lain yang sedang menyelesaikan peta pikiran visual.
  2. Peserta didik diberikan tugas mandiri berbentuk komik strip 4 panel pada kertas gambar: "Kisah Pahlawan Kecil SDN 1 Wringin Anom", yang menggambarkan penerapan nilai patriotisme dan gotong royong dalam menyelesaikan masalah di lingkungan sekitar tempat tinggal mereka.

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan RefleksiHasil Evaluasi dan Catatan Guru
1Apakah seluruh peserta didik dapat memahami konsep dasar nilai nasionalisme, patriotisme, beriman, dan gotong royong melalui tayangan visual Smart TV?Mayoritas peserta didik (sekitar 85%) berhasil memahami konsep dasar dengan cepat berkat sarana Smart TV yang menampilkan visual jelas, namun 15% peserta didik masih perlu diingatkan perbedaan patriotisme dan nasionalisme.
2Bagaimana efektivitas model Cooperative Learning dalam meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik di kelas?Sangat efektif. Pembagian peran dalam kelompok membuat seluruh peserta didik mengambil bagian aktif dan tidak ada peserta didik yang dominan sendirian.
3Apakah integrasi ungkapan daerah mampu meningkatkan motivasi dan suasana gembira (Joyful Learning) di kelas?Ya, pengunaan ungkapan apresiasi daerah Wringin Anom membuat suasana kelas sangat hidup, peserta didik merasa bangga dan antusias saat tampil presentasi.
4Kendala apa yang dihadapi selama proses pembelajaran berlangsung dan bagaimana solusi untuk pertemuan berikutnya?Manajemen waktu saat proses pembuatan peta pikiran visual sedikit melebihi target. Solusinya, pada pertemuan berikutnya alat dan bahan disiapkan lebih awal sebelum kegiatan dimulai.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

Lembar Refleksi Diri Peserta Didik

NoPertanyaan RefleksiJawaban Peserta Didik
1Bagian mana dari pelajaran hari ini yang paling kamu sukai?Berdiskusi kelompok dan melihat gambar-gambar menarik di Smart TV serta menyusun peta pikiran berwarna.
2Apakah kamu sudah bisa membedakan antara sikap nasionalisme, patriotisme, beriman & bertakwa, serta gotong royong?Sudah paham, nasionalisme cinta tanah air, patriotisme rela berkorban, gotong royong kerja sama, bertakwa taat ibadah.
3Apa tindakan nyata meneladani pahlawan yang akan kamu lakukan di rumah hari ini?Membantu ibu mencuci tabung air dan merapikan tempat tidur sendiri tanpa disuruh.
4Ungkapan pujian daerah apa yang paling berkesan saat kelompokmu maju presentasi tadi?Ungkapan "Mbois Sororo!" karena membuat kami merasa dipuji dan bangga atas hasil kerja kelompok kami.

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

Pendidikan Pancasila pada jenjang Sekolah Dasar fase C menekankan pada transformasi konsep luhur Pancasila ke dalam ranah perilaku konkret. Para pendiri bangsa (Founding Fathers) seperti Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, K.H. Wahid Hasyim, Mr. Mohammad Yamin, dan Ki Hajar Dewantara telah mencerminkan empat pilar sikap utama selama perumusan dasar negara. Pertama, Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan YME merupakan pondasi spiritual di mana setiap keputusan bangsa dilandasi kesadaran keagamaan dan toleransi antarumat beragama. Kedua, Nasionalisme adalah kecintaan yang mendalam pada identitas, budaya, dan keberadaan bangsa Indonesia. Ketiga, Patriotisme adalah manifestasi dari rasa cinta tersebut berupa kesediaan berkorban harta, waktu, bahkan jiwa demi kepentingan umum di atas kepentingan pribadi. Keempat, Gotong Royong merupakan kearifan lokal asli Nusantara yang menjadi jiwa Pancasila, di mana pekerjaan berat diselesaikan bersama-sama secara sukarela. Dalam membelajarkan materi ini kepada peserta didik berkarakter visual, guru hendaknya memanfaatkan media kaya gambar dan lingkungan nyata siswa agar konsep luhur ini tidak berhenti pada taraf hafalan kognitif belaka.

Bahan Bacaan Peserta Didik

Tahukah kamu siapa pahlawan itu? Pahlawan dan pendiri bangsa kita adalah orang-orang hebat yang sangat mencintai Indonesia. Mereka memiliki empat sikap terpuji yang harus kita contoh:

  1. Beriman dan Bertakwa: Pendiri bangsa selalu berdoa dan taat kepada Tuhan YME. Kita bisa meneladaninya dengan rajin beribadah dan bersikap jujur.
  2. Nasionalisme: Rasa bangga dan cinta pada Indonesia. Kita bisa meneladaninya dengan memakai batik, memakai bahasa Indonesia yang baik, dan belajar dengan rajin.
  3. Patriotisme: Sikap berani dan rela berkorban. Sebagai murid SD, kita tidak perlu berperang, tetapi kita bisa rela berkorban membagikan waktu main kita untuk membantu orang tua atau menolong teman yang terjatuh.
  4. Gotong Royong: Bekerja sama dengan gembira. Kita bisa meneladaninya dengan melaksanakan piket kelas bersama-sama agar kelas SD Negeri 1 Wringin Anom menjadi bersih dan nyaman!

GLOSARIUM

  1. Nasionalisme: Paham atau ajaran untuk mencintai bangsa dan negara sendiri; kesadaran kebangsaan yang tinggi.
  2. Patriotisme: Sikap seseorang yang rela berkorban segala-galanya demi kejayaan dan kemakmuran tanah airnya; jiwa kepahlawanan.
  3. Gotong Royong: Bekerja bersama-sama (tolong-menolong, bantu-membantu) dalam menyelesaikan suatu pekerjaan demi kepentingan bersama.
  4. Beriman dan Bertakwa: Sikap meyakini keberadaan Tuhan YME serta menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dalam kehidupan sehari-hari.
  5. Cooperative Learning: Pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar mereka.
  6. Mindful Learning: Pembelajaran yang dilakukan dengan kesadaran penuh, fokus, dan keterlibatan aktif antara pikiran, perasaan, dan tindakan.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). (2019). Buku Bahan Ajar Pendidikan Pancasila untuk Sekolah Dasar. Jakarta: BPIP RI.
  2. Kaelan. (2013). Pendidikan Pancasila. Yogyakarta: Paradigma.
  3. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Fase C. Jakarta: Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan.
  4. Latif, Yudi. (2011). Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  5. Sugiyono. (2018). Model Pembelajaran Inovatif dan Kolaboratif. Bandung: Alfabeta.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Sikap Profil Pelajar Pancasila

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Beriman dan BertakwaTidak berdoa saat awal dan akhir pelajaran, memicu kegaduhan saat ibadah.Berdoa kurang khusyuk dan masih sering mengganggu teman di sampingnya.Berdoa dengan tertib dan menunjukkan sikap menghargai perbedaan agama teman.Berdoa secara sangat khusyuk, mengajak teman tertib, dan menunjukkan toleransi tinggi.
2Bergotong RoyongMenolak bekerja sama dalam kelompok dan acuh terhadap tugas bersama.Mau berada di dalam kelompok tetapi enggan membagi tugas dan pasif.Membantu tugas kelompok dengan sukarela dan mau bekerja sama dengan siapa saja.Sangat aktif membagi beban kerja kelompok, membantu teman yang kesulitan secara proaktif.
3Bernalar KritisMembutuhkan bantuan penuh untuk menjawab pertanyaan sederhana tentang materi.Mampu menjawab pertanyaan dasar namun belum bisa memberikan alasan logis.Mampu menganalisis masalah pada LKPD dan memberikan alasan yang cukup logis.Mampu menganalisis kasus secara mendalam, kritis, dan memberikan solusi yang inovatif.

Lembar Observasi Keterampilan Presentasi Kelompok

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Kejelasan Suara dan KelancaranSuara tidak terdengar sama sekali, terbata-bata, dan penyampaian membingungkan.Suara hanya terdengar di baris depan dan sering berhenti saat menjelaskan.Suara terdengar jelas di seluruh ruang kelas dan penjelasan cukup lancar.Suara sangat lantang, artikulasi sangat jelas, percaya diri, dan menyampaikan materi dengan sangat lancar.
2Kerjasama dan Pembagian PeranPresentasi hanya dilakukan oleh 1 orang, anggota kelompok lain diam saja.Sebagian besar materi dibawakan 1 orang, anggota lain hanya membaca 1 kata.Seluruh anggota kelompok mendapatkan kesempatan berbicara secara seimbang.Pembagian peran sangat rapi, saling melengkapi jawaban saat penanggap bertanya, dan kompak.
3Tanggapan terhadap PertanyaanTidak mampu menjawab pertanyaan dari penanggap atau guru.Menjawab pertanyaan namun tidak sesuai dengan konteks materi yang ditanyakan.Menjawab pertanyaan dengan cukup tepat dan memberikan penjelasan sederhana.Menjawab pertanyaan penanggap secara tepat, disertai contoh konkret kehidupan sehari-hari.
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130