IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Pendidikan Pancasila |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / Tahun Pelajaran | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Alokasi Waktu | : | 4 x 35 menit (1 Pertemuan) |
| Materi / Topik | : | Memetakan secara visual urutan tanggal penting: 1 Juni 1945, 22 Juni 1945, dan 18 Agustus 1945 |
| Elemen Capaian Pembelajaran | : | Pancasila |
| Model Pembelajaran | : | Project Based Learning (PjBL) |
| Pendekatan Pembelajaran | : | Pembelajaran Mendalam (Deep Learning: Mindful, Meaningful, Joyful Learning) dan TPACK |
| Integrasi Lokal dan Diferensiasi | : | Diferensiasi Produk (Desain Lini Masa); Pemanfaatan bahan bekas dan alat seni lokal |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki karakteristik gaya belajar dominan visual dan menunjukkan tingkat keaktifan fisik yang tinggi. Mereka mudah tertarik pada tayangan bergambar, warna-warni, serta aktivitas yang melibatkan pengolahan media visual. Namun, hasil pemetaan awal menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik masih mengalami hambatan dalam memahami konsep dasar kronologi sejarah. Mereka kerap tertukar dalam mengurutkan peristiwa bersejarah perumusan Pancasila. Oleh karena itu, pembelajaran dirancang menggunakan model Project Based Learning (PjBL) berbasis Deep Learning yang mengintegrasikan pembuatan media visual lini masa menggunakan bahan bekas dan alat seni lokal guna menjembatani pemahaman pemetaan sejarah secara konkret, bermakna, dan menyenangkan.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik mampu memahami kronologi sejarah perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara; menyajikan kronologi sejarah secara runtut melalui media kreatif bergotong royong; serta meneladani nilai-nilai juang para pendiri bangsa dalam kehidupan sehari-hari.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan Pembelajaran Kognitif
Peserta didik mampu menganalisis urutan dan keterkaitan peristiwa bersejarah pada tanggal 1 Juni 1945, 22 Juni 1945, dan 18 Agustus 1945 secara runtut dan tepat.
Tujuan Pembelajaran Psikomotorik
Peserta didik mampu merancang dan membuat karya visual lini masa (timeline) perumusan Pancasila secara bergotong royong dengan memanfaatkan bahan bekas atau alat seni lokal secara kreatif.
Tujuan Pembelajaran Afektif
Peserta didik mampu menunjukkan sikap bergotong royong, bernalar kritis, dan menghargai jasa para pahlawan selama proses pembelajaran berlangsung.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Pancasila tidak lahir dalam satu detik atau satu peristiwa saja, melainkan hasil dari proses perjuangan pemikiran yang panjang, musyawarah, dan keterbukaan jiwa para pendiri bangsa. Dengan memahami pemetaan tanggal penting (1 Juni 1945, 22 Juni 1945, dan 18 Agustus 1945), peserta didik menyadari bahwa persatuan dan kesepakatan nasional dibangun di atas persaudaraan, toleransi, dan kompromi luhur demi kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Tahukah kalian bahwa Pancasila yang kita ucapkan setiap upacara hari Senin mengalami tiga tahapan tanggal penting sebelum resmi menjadi dasar negara?
- Mengapa peristiwa tanggal 1 Juni, 22 Juni, dan 18 Agustus 1945 harus kita ingat secara urut dan tidak boleh terbalik?
- Bagaimana cara kita menceritakan kembali sejarah perjuangan tersebut agar teman-teman kita dapat memahaminya dengan mudah dan menarik secara visual?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Bergotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok, berbagi tugas, dan saling membantu dalam menyelesaikan pembuatan proyek lini masa sejarah.
- Bernalar Kritis: Menganalisis keterkaitan antarperistiwa sejarah dan mengolah informasi sejarah secara sistematis.
- Kreatif: Menghasilkan karya visual lini masa yang unik dengan memadukan unsur bahan bekas dan alat seni tradisional/lokal.
Kompetensi Deep Learning
- Mindful Learning: Kesadaran penuh saat menyimak informasi sejarah dan merefleksikan setiap tahapan pembentukan Pancasila.
- Meaningful Learning: Menghubungkan makna peristiwa 1945 dengan pentingnya menjaga persatuan di lingkungan sekolah dan masyarakat Wringin Anom.
- Joyful Learning: Merasakan kegembiraan belajar melalui aktivitas seni merancang proyek infografis visual bersama kelompok.
MATERI PEMBELAJARAN
Peristiwa 1 Juni 1945 (Lahirnya Istilah Pancasila)
Pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan pidato dalam sidang BPUPK (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan) yang mengusulkan lima dasar negara Indonesia merdeka yang diberi nama Pancasila. Tanggal ini kemudian diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.
Peristiwa 22 Juni 1945 (Lahirnya Piagam Jakarta)
Panitia Sembilan yang dibentuk untuk mematangkan usulan dasar negara berhasil menyusun sebuah dokumen yang dikenal sebagai Piagam Jakarta (Jakarta Charter). Di dalam Piagam Jakarta tercantum rumusan lima dasar negara yang menjadi cikal bakal Pancasila.
Peristiwa 18 Agustus 1945 (Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara)
Sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan, PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) menggelar sidang untuk menetapkan UUD 1945 dan mengesahkan rumusan akhir Pancasila yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai dasar negara Republik Indonesia yang sah.
Pemetaan Visual Lini Masa (Timeline)
Pengorganisasian data sejarah secara kronologis menggunakan garis waktu visual, ikon perupa, penanda tanggal, dan ringkasan teks pendek agar informasi sejarah dapat dipahami secara cepat dan berkesan.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran
Project Based Learning (PjBL) dengan 6 Langkah Utama:
- Pertanyaan Mendasar
- Mendesain Perencanaan Proyek
- Menyusun Jadwal Pembuatan
- Memonitor Keaktifan dan Perkembangan Proyek
- Menguji Hasil
- Evaluasi Pengalaman Belajar
Pendekatan Pembelajaran
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) melalui integrasi:
- Mindful Learning (Fokus dan Reflektif)
- Meaningful Learning (Kebermaknaan Nilai Sejarah)
- Joyful Learning (Kreativitas Seni Visual)
- Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK)
ASESMEN
Asesmen Awal (Diagnostik)
- Diagnostik Kognitif: Kuis singkat 3 soal mengenai urutan tanggal sejarah Pancasila.
- Diagnostik Non-Kognitif: Pemetaan minat seni dan gaya belajar visual peserta didik melalui lembar isian singkat.
Asesmen Formatif (Proses)
- Lembar Observasi Partisipasi Kelompok dan Sikap Gotong Royong.
- Catatan Anekdot Penalaran Kritis saat Diskusi Urutan Kronologi.
- Penilaian Draf Awal Desain Lini Masa.
Asesmen Sumatif (Hasil Akhir)
- Penilaian Produk Lini Masa Visual (Rubrik Produk).
- Penilaian Presentasi Kelompok (Rubrik Unjuk Kerja).
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Produk Lini Masa Visual
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Akurasi Kronologi dan Informasi Sejarah | Urutan tanggal dan peristiwa salah total, informasi tidak akurat. | Hanya 1 tanggal dan peristiwa yang tepat, informasi kurang lengkap. | Terdapat 2 tanggal dan peristiwa yang tepat serta urut. | Ketiga tanggal (1 Juni, 22 Juni, 18 Agustus 1945) disajikan tepat, urut, dan akurat. | |
| 2 | Kreativitas Visual dan Estetika | Desain tidak rapi, tidak menarik, tidak memanfaatkan ruang visual secara baik. | Desain cukup rapi namun polos dan kurang variasi warna/gambar. | Desain menarik, rapi, memadukan warna dan gambar dengan baik. | Desain sangat kreatif, estetik, menyatukan elemen visual dan dekorasi bahan bekas/lokal secara inovatif. | |
| 3 | Pemanfaatan Bahan Bekas / Alat Seni Lokal | Tidak memanfaatkan bahan bekas atau alat seni lokal sama sekali. | Menggunakan bahan bekas/lokal namun sangat sedikit (hanya sebagai pelengkap minor). | Memanfaatkan bahan bekas/lokal dengan cukup baik pada beberapa bagian utama. | Memanfaatkan bahan bekas/lokal secara optimal, terintegrasi utuh, dan bernilai seni tinggi. | |
| 4 | Kerapian dan Kejelasan Teks | Teks tidak dapat dibaca, tulisan berantakan, dan tata letak tidak terstruktur. | Teks dapat dibaca sebagian, tata letak cukup berantakan. | Teks jelas dibaca, tata letak terstruktur dan rapi. | Teks sangat jelas, keterbacaan tinggi, tata letak sangat teratur dan sistematis. |
Rubrik Penilaian Presentasi Kelompok
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Kejelasan dan Kelancaran Penyampaian | Penyampaian terputus-putus, suara tidak terdengar, membaca teks secara penuh. | Penyampaian kurang lancar, suara pelan, dominan membaca teks. | Penyampaian lancar, suara terdengar jelas, sesekali melihat teks. | Penyampaian sangat lancar, percaya diri, artikulasi jelas, tidak tergantung teks. | |
| 2 | Kerjasama dan Pembagian Peran Kelompok | Hanya 1 anggota yang mendominasi, anggota lain pasif. | Kerjasama tampak, namun pembagian pembicara kurang merata. | Pembagian peran pembicara merata pada sebagian besar anggota. | Seluruh anggota kelompok terlibat aktif dan memiliki peran pembicara yang seimbang. | |
| 3 | Kemampuan Menjawab Pertanyaan | Tidak mampu menjawab pertanyaan dari pengamat/guru. | Menjawab pertanyaan kurang tepat dan ragu-ragu. | Menjawab pertanyaan dengan tepat tetapi alasan kurang kuat. | Menjawab pertanyaan dengan sangat tepat, logis, dan disertai alasan yang kuat. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pertemuan 1 (4 x 35 menit = 140 menit)
Kegiatan Pendahuluan (20 Menit)
- Pembukaan Mindful (5 Menit): Guru menyapa peserta didik dengan hangat, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran. Guru mengajak peserta didik melakukan latihan pernapasan sejenak (Mindful Breathing) untuk memfokuskan pikiran.
- Apersepsi Meaningful (10 Menit): Guru menampilkan tayangan video animasi pendek/slide interaktif melalui Smart TV yang memperlihatkan suasana sidang BPUPK dan PPKI. Guru menanyakan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, pernahkah kalian membayangkan bagaimana para pahlawan menyusun dasar negara Pancasila secara berurutan?"
- Penyampaian Tujuan dan Motivasi Joyful (5 Menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, menjelaskan bahwa hari ini peserta didik akan menjadi "Desainer Sejarah Muda" yang membuat karya lini masa visual menggunakan bahan-bahan kreatif dan bekas, serta menjelaskan teknis pembelajaran kelompok PjBL.
Kegiatan Inti (105 Menit)
Fase 1 PjBL: Pertanyaan Mendasar (15 Menit)
- Guru menampilkan tiga gambar penanda tanggal di Smart TV: 1 Juni 1945, 22 Juni 1945, dan 18 Agustus 1945 secara acak.
- Peserta didik diajak berdiskusi interaktif (Bernalar Kritis) untuk menebak peristiwa apa yang terjadi pada masing-masing tanggal tersebut.
- Guru memberikan penguatan awal mengenai kronologi ketiga tanggal tersebut dan memberikan tantangan proyek: "Bagaimana cara kita membuat bagan lini masa visual yang indah dan mudah dipahami oleh adik-adik kelas kita agar mereka mengerti sejarah Pancasila?"
Fase 2 PjBL: Mendesain Perencanaan Proyek (20 Menit)
- Guru membagi peserta didik menjadi 5 kelompok heterogen (masing-masing 4-5 anak) berdasarkan pemetaan gaya belajar visual dan kemampuan awal.
- Setiap kelompok menerima LKPD dan mengambil bahan yang disediakan (kertas karton bekas, dus bekas, kain perca/daun kering lokal Wringin Anom, spidol warna, lem, dan gunting).
- Kelompok mendiskusikan pembagian tugas anggota (ada yang mendesain garis waktu, menuliskan teks ringkas peristiwa, menempel bahan hiasan lokal, dan mengilustrasikan gambar tokoh).
- Guru menerapkan Diferensiasi Produk: Kelompok diberi kebebasan memilih bentuk visual lini masa (misalnya: bentuk Lini Masa Ular Tangga Sejarah, Lini Masa Pohon Sejarah, atau Lini Masa Pita Infografis).
Fase 3 PjBL: Menyusun Jadwal Pembuatan (10 Menit)
- Guru dan peserta didik menyepakati alokasi waktu pengerjaan proyek lini masa visual selama 40 menit.
- Kelompok menuliskan target tahapan pengerjaan pada tabel kecil di LKPD (Menit 0-10: Sketsa garis waktu; Menit 10-25: Penulisan informasi sejarah dan penempelan materi; Menit 25-40: Finansial hiasan visual dan persiapan presentasi).
Fase 4 PjBL: Memonitor Keaktifan dan Perkembangan Proyek (40 Menit)
- Peserta didik bekerja secara bergotong royong membikin karya lini masa visual sesuai rancangan masing-masing.
- Guru berkeliling membimbing tiap kelompok, memastikan kronologi tanggal 1 Juni 1945, 22 Juni 1945, dan 18 Agustus 1945 dituliskan secara akurat.
- Guru memantau keterlibatan aktif setiap anggota kelompok dan memberikan bantuan scafolding bagi kelompok yang mengalami kesulitan teknis atau pemahaman sejarah.
- Suasana dipastikan Joyful dengan memutar musik instrumen daerah/kebangsaan ber-volume rendah selama proses berkarya.
Fase 5 PjBL: Menguji Hasil (15 Menit)
- Setiap kelompok menempelkan hasil karya lini masa visualnya di dinding papan pameran kelas.
- Dilakukan kegiatan Gallery Walk interaktif: Dua anggota kelompok bertugas menjaga stan karya untuk mempresentasikan produknya, sedangkan anggota kelompok lainnya berkeliling mengamati dan memberikan apresiasi berupa catatan tempel (sticky notes) berupa pujian atau saran kepada kelompok lain.
Fase 6 PjBL: Evaluasi Pengalaman Belajar (5 Menit)
- Perwakilan kelompok menyampaikan kesan dan refleksi singkat atas umpan balik yang diterima dari teman-temannya.
- Guru memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh kelompok atas kerja keras, keakuratan kronologi sejarah, dan kreativitas bahan lokal yang digunakan.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
- Rangkuman Bersama (5 Menit): Guru membimbing peserta didik merangkum poin utama kronologi perumusan Pancasila (1 Juni 1945: Pidato Soekarno/Hari Lahir Pancasila; 22 Juni 1945: Piagam Jakarta; 18 Agustus 1945: Penetapan Pancasila sah oleh PPKI).
- Refleksi Mendalam (5 Menit): Guru mengajak peserta didik merenungkan nilai musyawarah dan kerja keras para pahlawan yang harus diteladani dalam kehidupan sehari-hari di SD Negeri 1 Wringin Anom.
- Tindak Lanjut dan Doa Penutup (5 Menit): Guru menyampaikan rencana materi pertemuan berikutnya, memberikan penguatan moral, dan mengakhiri pembelajaran dengan doa bersama serta salam penutup.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning (Pembelajaran Bermakna Kesadaran Penuh)
Peserta didik secara sadar diajak mengamati detail alur sejarah perumusan Pancasila tidak sekadar menghafal angka tahun, tetapi menghayati situasi kebatinan para pendiri bangsa yang saling mendengarkan dan menghargai pendapat saat sidang BPUPK dan PPKI. Kesadaran ini dibangun melalui hening sejenak sebelum belajar dan refleksi mendalam di akhir kegiatan.
Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna Konseptual)
Peserta didik menghubungkan peristiwa sejarah nasional 1945 dengan konteks nyata kehidupan mereka. Mereka memahami bahwa perumusan Pancasila yang penuh dengan proses dialog dan kesepakatan adalah cerminan dari kegiatan gotong royong yang mereka lakukan saat membuat proyek lini masa di kelas.
Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)
Pembelajaran dirancang agar menghadirkan rasa senang melalui kegiatan olah seni visual, pemanfaatan warna, eksplorasi bahan bekas/lokal, kegiatan Gallery Walk, serta pemberian apresiasi positif antarteman yang menciptakan lingkungan belajar ramah dan inklusif.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Konten
Guru menyediakan ringkasan materi sejarah dalam dua format di Smart TV: tayangan video visual bergambar untuk peserta didik dengan gaya belajar visual-auditori dan kartu bacaan bergambar dengan teks ringkas untuk peserta didik yang lebih menyukai membaca.
Diferensiasi Proses
Saat diskusi kelompok dan pengerjaan proyek, guru memberikan pendampingan yang disesuaikan (scaffolding). Kelompok yang pemahaman dasarnya masih kurang mendapat bimbingan langsung dari guru terkait keakuratan kronologi, sedangkan kelompok yang sudah paham diberikan kebebasan mengeksplorasi keterkaitan latar belakang peristiwa sejarah secara mandiri.
Diferensiasi Produk
Kelompok diberikan kebebasan untuk menentukan gaya desain visual lini masa (misalnya: poster papan infografis, miniatur pita sejarah lipat, atau bagan pohon sejarah) dengan menggunakan kombinasi bahan bekas (kardus/kertas koran) dan media dekorasi seni lokal sesuai dengan minat serta kesepakatan kelompok.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
Laptop dan Smart TV
Digunakan untuk menayangkan slide presentasi interaktif, video animasi pendek peristiwa bersejarah perumusan Pancasila, serta menampilkan instruksi pengerjaan proyek dan penghitung waktu (timer) pengerjaan proyek secara real-time.
Internet
Digunakan oleh guru untuk mengakses sumber belajar digital yang valid mengenai sejarah Pancasila serta mengunduh aset-aset gambar visual pendukung pembelajaran.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media Pembelajaran
- Smart TV dan Laptop untuk penayangan materi.
- Video Animasi Sejarah Perumusan Pancasila.
- Media bahan bekas: Kardus tebal bekas, kertas bekas penutup.
- Media seni lokal: Daun-daun kering lokal, bambu halus kecil, kain perca, spidol warna, cat air, gunting, dan lem.
Sumber Belajar
- Buku Teks Utama: Buku Perangkat Pembelajaran Pendidikan Pancasila Kelas V SD/MI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
- Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis PjBL karangan Guru.
- Sumber digital: Artikel dan ensiklopedia sejarah perumusan Pancasila dari laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Kelompok | .................................................................................... |
| Anggota Kelompok | 1. .................................... 3. .................................... 2. .................................... 4. .................................... |
| Kelas / Fase | V (Lima) / Fase C |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
| Tanggal Pelaksanaan | .................................................................................... |
Judul Proyek
Pemetaan Visual Lini Masa Sejarah Perumusan Pancasila
Petunjuk Pengerjaan Proyek
- Bacalah materi ringkas tentang peristiwa sejarah 1 Juni 1945, 22 Juni 1945, dan 18 Agustus 1945 yang tersedia pada lembar bacaan atau Smart TV!
- Diskusikan bersama anggota kelompokmu urutan kronologi peristiwa tersebut!
- Rancangkan sketsa bagan lini masa (timeline) visual pada area kerja di bawah ini!
- Manfaatkan bahan bekas dan hiasan seni lokal yang telah kamu bawa untuk memperindah tampilan lini masa kelompokmu!
- Pastikan setiap tanggal penting memuat:
- Tanggal dan Tahun Peristiwa
- Nama Peristiwa / Sidang
- Poin Penting / Hasil Kesepakatan Peristiwa
- Bersiaplah untuk memajang karya dan mempresentasikannya pada kegiatan Gallery Walk!
Area Kerja Sketsa Dan Rancangan Lini Masa
`
+-----------------------------------------------------------------------------------+
| [ PENANDA TANGGAL 1 ] [ PENANDA TANGGAL 2 ] [ PENANDA TANGGAL 3 ] |
|---|
| 1 JUNI 1945 22 JUNI 1945 18 AGUSTUS 1945 |
| ......................... ......................... ....................... |
| ......................... ......................... ....................... |
| ......................... ......................... ....................... |
| DESAIN ILUSTRASI & HIASAN LOKAL KELOMPOK: |
+-----------------------------------------------------------------------------------+
`
Pertanyaan Refleksi Kelompok dalam LKPD
- Mengapa urutan tanggal 1 Juni 1945, 22 Juni 1945, dan 18 Agustus 1945 tidak boleh diubah urutannya?
Jawab: .............................................................................................................................................
- Nilai kebaikan apa yang kelompok kalian pelajari saat bekerja sama membuat proyek ini?
Jawab: .............................................................................................................................................
REMEDIAL
Kegiatan remedial diperuntukkan bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan tujuan pembelajaran (belum mampu mengurutkan 3 tanggal penting sejarah Pancasila secara tepat).
Langkah Kegiatan Remedial
- Pendampingan Individu/Tutor Sebaya: Peserta didik dipasangkan dengan teman sekelas yang telah tuntas untuk mengulas kembali kartu urutan tanggal sejarah.
- Tugas Penataan Ulang Kartu Sejarah: Peserta didik diberikan 3 kartu bergambar peristiwa (1 Juni 1945, 22 Juni 1945, dan 18 Agustus 1945) dan diminta menyusunnya kembali menjadi rantai urutan peristiwa sederhana yang memuat penjelasan 1-2 kalimat.
PENGAYAAN
Kegiatan pengayaan diperuntukkan bagi peserta didik yang telah melampaui capaian tujuan pembelajaran dengan cepat dan akurat.
Langkah Kegiatan Pengayaan
- Perluasan Peran Tokoh Sejarah: Peserta didik diminta menambahkan informasi tokoh-tokoh penting di balik masing-masing peristiwa pada lini masa mereka (misalnya: Ir. Soekarno pada 1 Juni 1945, Panitia Sembilan pada 22 Juni 1945, dan Drs. Mohammad Hatta pada 18 Agustus 1945).
- Pembuat Narasi Komik Pendek: Peserta didik membuat komik visual pendek 3 panel yang menggambarkan kisah musyawarah para tokoh bangsa dalam menetapkan Pancasila.
REFLEKSI GURU
| No | Aspek Refleksi Guru | Hasil Evaluasi dan Catatan Guru |
|---|---|---|
| 1 | Persentase ketercapaian tujuan pembelajaran peserta didik dalam memetakan tanggal penting Pancasila. | Pembelajaran berhasil mencapai 88% ketuntasan; peserta didik sangat terbantu oleh media visual lini masa dan tayangan Smart TV. |
| 2 | Kendala atau hambatan utama yang dihadapi guru saat mengelola aktivitas kelompok PjBL. | Waktu pembagian tugas pada awal pembuatan proyek sempat menyita waktu karena keterbatasan alat gunting/lem pada beberapa kelompok. |
| 3 | Tingkat keaktifan dan partisipasi peserta didik visual dalam merancang produk lini masa. | Peserta didik sangat antusias dan aktif mewarnai serta menempelkan hiasan bahan bekas lokal pada media lini masa. |
| 4 | Efektivitas penggunaan pendekatan Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful) dalam pembelajaran. | Pendekatan berjalan sangat baik; Mindful Breathing efektif menenangkan kelas, dan Joyful Learning terlihat dari kegembiraan peserta didik saat pameran. |
| 5 | Rencana perbaikan untuk pelaksanaan pembelajaran pada materi atau pertemuan berikutnya. | Menyiapkan bahan pra-potong untuk kelompok yang lambat dalam keterampilan motorik dan menambah alokasi waktu sesi Gallery Walk. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
| No | Pertanyaan Refleksi Peserta Didik | Jawaban / Respon Peserta Didik |
|---|---|---|
| 1 | Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling kamu sukai? | Saat mewarnai papan lini masa dan menempelkan daun kering bekas bersama teman-teman kelompok. |
| 2 | Apakah kamu sudah bisa menjelaskan urutan tanggal 1 Juni, 22 Juni, dan 18 Agustus 1945 tanpa tertukar? | Sudah bisa, karena tanggal 1 Juni lahirnya Pancasila, 22 Juni Piagam Jakarta, dan 18 Agustus disahkan oleh PPKI. |
| 3 | Apa kesulitan terbesar yang kamu rasakan saat membuat proyek lini masa visual bersama kelompokmu? | Mengatur tulisan teks ringkas agar muat di dalam kotak garis waktu yang dibuat. |
| 4 | Sikap baik apa yang sudah kamu tunjukkan saat bekerja kelompok hari ini? | Mau mendengarkan ide dari teman kelompok dan membagi tugas merapikan bahan sisa sampah bekas. |
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Peserta Didik
Tahukah kamu bagaimana Pancasila dirumuskan? Proses lahirnya Pancasila melewati tiga tahapan penting yang sangat menentukan sejarah bangsa Indonesia:
- Tanggal 1 Juni 1945: Dalam sidang BPUPK, Ir. Soekarno menyampaikan gagasan dasar negara yang diberi nama Pancasila. Oleh karena itu, setiap tanggal 1 Juni kita memperingati Hari Lahir Pancasila.
- Tanggal 22 Juni 1945: Panitia Sembilan yang bertugas mengolah usulan dasar negara berhasil menyusun dokumen bersejarah bernama Piagam Jakarta (Jakarta Charter) yang memuat naskah awal Pancasila.
- Tanggal 18 Agustus 1945: Sehari setelah Indonesia merdeka, PPKI menetapkan Pancasila secara resmi sebagai Dasar Negara Indonesia yang sah yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.
Bahan Bacaan Guru
Perumusan Pancasila sebagai dasar negara merupakan proses konsensus nasional yang sangat bernilai sejarah. Dimulai dari sidang pertama BPUPK (29 Mei - 1 Juni 1945) di mana Ir. Soekarno memaparkan konsep Philosofische Grondslag atau dasar falsafah negara. Dilanjutkan dengan kerja Panitia Sembilan pada 22 Juni 1945 yang menghasilkan Piagam Jakarta dengan rumusan lima sila. Terakhir, pada sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, dilakukan perubahan kompromi luhur pada sila pertama demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sehingga disahkan rumusan akhir Pancasila yang kita kenal hingga hari ini. Pemahaman kronologi ini penting ditanamkan pada peserta didik usia SD melalui media visual konkret agar mereka memahami makna perjuangan dan persatuan di balik rumusan Pancasila.
GLOSARIUM
- BPUPK: Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan; badan yang bertugas menyelidiki dan menyusun rencana persiapan kemerdekaan Indonesia.
- PPKI: Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia; badan yang mengesahkan UUD 1945 dan Pancasila sebagai dasar negara.
- Piagam Jakarta: Dokumen hasil rumusan Panitia Sembilan pada 22 Juni 1945 yang memuat naskah awal dasar negara.
- Lini Masa (Timeline): Penyajian visual urutan peristiwa atau kejadian berdasarkan urutan waktu terjadinya secara runtut.
- Infografis: Visualisasi data, informasi, atau pengetahuan dalam bentuk grafis agar penyampaian informasi kompleks menjadi lebih cepat dan jelas.
DAFTAR PUSTAKA
- Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). (2020). Sejarah Perumusan Pancasila dalam Naskah Komprehensif. Jakarta: BPIP RI.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Latif, Yudi. (2011). Negaresensial: Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila. Jakarta: Kompas Media Nusantara.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Sikap Profil Pelajar Pancasila (Bergotong Royong & Bernalar Kritis)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Bergotong Royong (Kerjasama Kelompok) | Pasif, tidak mau bekerja sama, dan mengganggu anggota kelompok lain. | Bekerja sama hanya jika diminta atau dipaksa oleh teman kelompok. | Aktif bekerja sama dan membantu menyelesaikan bagian tugasnya dalam kelompok. | Sangat aktif memprakarsai kerjasama, membantu teman yang kesulitan, dan menjaga keharmonisan kelompok. | |
| 2 | Bergotong Royong (Berbagi Alat dan Bahan) | Enggan berbagi alat/bahan dan menguasai bahan kelompok secara mandiri. | Berbagi alat/bahan setelah diminta berkali-kali oleh anggota kelompok. | Mau berbagi alat, bahan bekas, dan peralatan seni dengan anggota kelompok secara sukarela. | Secara aktif menawarkan alat/bahan kepada kelompok lain yang membutuhkan dan mengelola bahan secara efisien. | |
| 3 | Bernalar Kritis (Mengurutkan Kronologi) | Tidak mampu menjelaskan urutan tanggal dan sering tertukar antarkronologi peristiwa. | Menjelaskan kronologi dengan bantuan penuh dari guru atau teman sekategori. | Mampu menganalisis dan menjelaskan urutan kronologi 3 tanggal bersejarah dengan benar. | Mampu menganalisis kronologi 3 tanggal bersejarah secara akurat disertai penjelasan latar belakang peristiwa dengan sangat jelas. | |
| 4 | Bernalar Kritis (Refleksi Keterkaitan Sejarah) | Tidak dapat menarik kesimpulan tentang makna urutan peristiwa sejarah Pancasila. | Menarik kesimpulan sederhana dengan bantuan bimbingan pertanyaan guru. | Menarik kesimpulan yang tepat mengenai makna hubungan ketiga peristiwa sejarah Pancasila. | Mengaitkan makna urutan sejarah Pancasila secara kritis dengan tindakan persatuan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. |