Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 4 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Menggali informasi tentang tokoh pendiri bangsa, usulan gagasan dasar negara, serta Piagam Jakarta 22 Juni 1945.
Elemen Capaian Pembelajaran : Pancasila
Model Pembelajaran : Discovery Learning
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Diferensiasi konten (sumber bacaan/video); pengenalan tokoh pejuang dari daerah setempat.

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Karakteristik Peserta Didik

Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom secara umum memiliki kebiasaan belajar berbasis visual yang kuat. Mereka sangat antusias dan percaya diri ketika diminta berbicara atau menyampaikan gagasan secara lisan di depan kelas. Namun, hasil pemetaan awal menunjukkan bahwa pemahaman konsep dasar peserta didik mengenai sejarah perumusan dasar negara masih berada pada tingkatan hafalan permukaan (surface learning). Peserta didik mengenal nama-nama tokoh nasional secara umum, tetapi belum memahami substansi usulan gagasan dasar negara serta latar belakang historis-kritis pembentukan Piagam Jakarta 22 Juni 1945.

Asesmen Diagnostik Non-Kognitif dan Kognitif

  1. Asesmen Diagnostik Kognitif: Dilakukan melalui kuis visual singkat berbasis gambar tokoh pendiri bangsa dan pertanyaan terbuka mengenai makna dasar negara.
  2. Asesmen Diagnostik Non-Kognitif: Dilakukan melalui pemetaan gaya belajar (dominan visual dan kinestetik) serta minat siswa terhadap sejarah lokal lingkungan sekitar Wringin Anom.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengidentifikasi peristiwa kritis dalam perumusan dasar negara Indonesia, mengenali tokoh-tokoh pendiri bangsa beserta perannya dalam sidang BPUPKI, serta menganalisis dinamika kesepakatan dasar negara termasuk penyusunan dan perubahan rumusan Piagam Jakarta 22 Juni 1945 secara teliti dan meneladani nilai-nilai persatuan.

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui pengamatan tayangan video sejarah interaktif dan infografis visual, peserta didik dapat mengidentifikasi 3 tokoh utama pendiri bangsa beserta usulan gagasan dasar negaranya secara tepat.
  2. Melalui sintesis informasi dan diskusi kelompok berbasis Discovery Learning, peserta didik dapat menganalisis peristiwa kritis perumusan Piagam Jakarta 22 Juni 1945 beserta perubahan sila pertama demi menjaga persatuan bangsa dengan rasional dan mendalam.
  3. Melalui penelusuran sejarah lokal daerah Wringin Anom/Jawa Timur, peserta didik dapat menghubungkan nilai-nilai keteladanan para pendiri bangsa dan pejuang daerah dalam kehidupan sehari-hari secara kritis dan empatik.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Dasar negara Indonesia tidak lahir secara mendadak, melainkan hasil dari pemikiran mendalam, perdebatan gagasan yang santun, serta jiwa besar para tokoh pendiri bangsa yang mengutamakan persatuan di atas kepentingan pribadi atau kelompok. Melalui pemahaman ini, peserta didik belajar bahwa perbedaan pendapat adalah wajar, namun semangat kesepakatan bersama (konsensus) dan toleransi adalah kunci utama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa sebuah negara yang baru merdeka membutuhkan dasar negara?
  2. Bagaimana para pendiri bangsa yang memiliki pemikiran berbeda-beda akhirnya bisa menyepakati satu rumusan Pancasila?
  3. Mengapa kalimat pertama dalam Piagam Jakarta 22 Juni 1945 mengalami perubahan sebelum ditetapkan menjadi Pancasila yang sah pada 18 Agustus 1945?
  4. Sifat apa dari pejuang lokal di lingkungan sekitar kita yang mirip dengan sikap para tokoh pendiri bangsa?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  1. Bernalar Kritis: Memproses informasi historis, menganalisis perbedaan usulan gagasan dasar negara, dan mengevaluasi keputusan perubahan Piagam Jakarta.
  2. Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok untuk menemukan (discovery) konsep dasar negara dan menyelesaikan tugas bersama.
  3. Berkebinekaan Global: Memahami nilai-nilai toleransi antarumat beragama dan penghormatan terhadap keberagaman suku serta budaya Indonesia.

Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

  1. Mindful Learning: Peserta didik secara sadar mengamati tayangan sejarah, mendengarkan pandangan teman, dan merenungkan makna perjuangan tokoh bangsa.
  2. Meaningful Learning: Peserta didik mengaitkan perumusan dasar negara dengan fakta sejarah pejuang lokal di daerahnya serta praktik hidup bertoleransi di sekolah.
  3. Joyful Learning: Peserta didik mengalami proses penemuan pengetahuan melalui permainan kartu gagasan tokoh, tayangan multimedia interaktif, dan analisis infografis.

MATERI PEMBELAJARAN

Materi Reguler

  1. Tokoh Pendiri Bangsa dan Usulan Dasar Negara:
    • Muhammad Yamin (29 Mei 1945): Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, Kesejahteraan Rakyat.
    • Dr. Soepomo (31 Mei 1945): Persatuan, Kekeluargaan, Keseimbangan Lahir dan Batin, Musyawarah, Keadilan Rakyat.
    • Ir. Soekarno (1 Juni 1945): Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, Ketuhanan yang Berkebudayaan.
  1. Peristiwa Kritis Piagam Jakarta (22 Juni 1945):
    • Pembentukan Panitia Delapan dan Panitia Sembilan.
    • Rumusan Piagam Jakarta: "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya".
    • Perubahan historis pada 18 Agustus 1945 menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa" demi menjaga keutuhan Indonesia Timur dan kebangsaan secara menyeluruh.
  1. Integrasi Pejuang Lokal:
    • Peran tokoh perjuangan lokal dari daerah Jawa Timur (seperti KH. Abdul Wahab Hasbullah / pejuang daerah sekitar) yang menunjukkan keikhlasan dan toleransi dalam memperjuangkan kedaulatan bangsa.

Materi Remedial

  • Ringkasan visual berbentuk diagram alur sederhana mengenai 3 tokoh pendiri bangsa dan 5 sila Pancasila final.

Materi Pengayaan

  • Analisis teks dokumen perbandingan rancangan Piagam Jakarta 22 Juni 1945 dengan Pembukaan UUD 1945 yang disahkan pada 18 Agustus 1945.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

  • Model Pembelajaran: Discovery Learning

Sintaks:

  1. Pemberian Rangsangan (Stimulation)
  2. Pernyataan/Identifikasi Masalah (Problem Statement)
  3. Pengumpulan Data (Data Collection)
  4. Pengolahan Data (Data Processing)
  5. Pembuktian (Verification)
  6. Penarikan Kesimpulan (Generalization)
    • Pendekatan Pembelajaran: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berorientasi Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning.

ASESMEN

Asesmen Awal (Diagnostik)

  • Kuis visual interaktif melalui Smart TV untuk mengecek pengetahuan awal tentang tokoh BPUPKI dan Piagam Jakarta.

Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)

  • Observasi diskusi kelompok dan kinerja penemuan informasi (Lembar Observasi).
  • Asesmen Sejawat (Peer Assessment) pada saat analisis kartu usulan tokoh.

Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)

  • Tes Tertulis berupa soal uraian berbasis studi kasus sejarah perumusan dasar negara dan Piagam Jakarta.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Sikap (Bernalar Kritis dan Gotong Royong)

Indikator SikapSkor 1 (Perlu Bimbingan)Skor 2 (Cukup)Skor 3 (Baik)Skor 4 (Sangat Baik)
Bernalar KritisBelum mampu mengidentifikasi fakta sejarah dasar negara meskipun dibimbing.Mampu mengidentifikasi fakta sejarah dasar negara dengan bantuan guru.Mampu menganalisis perbedaan gagasan tokoh dasar negara secara mandiri.Mampu menganalisis dan mengevaluasi perubahan Piagam Jakarta secara mendalam dan kritis.
Gotong RoyongPasif dalam kerja kelompok dan tidak mau berbagi tugas.Mau terlibat dalam kerja kelompok hanya jika diminta oleh teman.Aktif bekerja sama dan menyelesaikan bagian tugas kelompoknya dengan baik.Memimpin pergerakan kelompok, membantu teman yang kesulitan, dan memfasilitasi diskusi.

Rubrik Penilaian Keterampilan (Analisis dan Presentasi Kelompok)

Aspek KeterampilanSkor 1Skor 2Skor 3Skor 4
Pengolahan Data VisualKategori data tokoh dan gagasan tidak akurat dan tidak lengkap.Data tokoh akurat tetapi penjelasannya kurang lengkap.Data tokoh dan gagasan disusun akurat, sistematis, dan mudah dibaca.Data tokoh disusun sangat sistematis, kreatif secara visual, dan menghubungkan dengan tokoh lokal.
Kemampuan Penyampaian LisanBelum percaya diri, suara tidak terdengar, dan materi belum dikuasai.Percaya diri namun penyampaian materi masih membaca teks secara penuh.Penyampaian lisan lancar, jelas, dan menguasai alur cerita sejarah secara sistematis.Penyampaian lisan sangat komunikatif, berinteraksi dengan audiens, dan mampu menjawab pertanyaan kritis.

Rubrik Penilaian Pengetahuan (Soal Evaluasi)

Kriteria KetercapaianSkor 1 (0-59)Skor 2 (60-74)Skor 3 (75-89)Skor 4 (90-100)
Pemahaman Gagasan Tokoh dan Piagam JakartaPeserta didik belum mampu menyebutkan tokoh dan isi usulan dasar negara.Peserta didik mampu menyebutkan tokoh namun salah menempatkan usulan gagasannya.Peserta didik mampu menjelaskan gagasan 3 tokoh dan sejarah Piagam Jakarta dengan tepat.Peserta didik mampu menguraikan gagasan 3 tokoh, peristiwa Piagam Jakarta, dan makna komprominya secara komprehensif.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Alokasi Waktu: 4 x 35 menit (140 menit - 1 Pertemuan)

Pendahuluan (15 menit)

  1. Guru membuka pembelajaran dengan salam hangat, mengecek kerapian kelas, dan berdoa bersama.
  2. Guru melakukan pemeriksaan kehadiran peserta didik secara penuh kesadaran (Mindful Moment).
  3. Guru mengajak peserta didik melakukan olah napas sejenak (Mindful Breathing) selama 1 menit untuk menyiapkan fokus belajar.
  4. Guru menayangkan gambar besar tiga tokoh (Moh. Yamin, Dr. Soepomo, Ir. Soekarno) dan gambar pahlawan lokal daerah Jawa Timur di Smart TV.
  5. Apersepsi dan Pembelajaran Bermakna: Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Jika kalian harus membuat aturan bersama di kelas ini, apakah pendapat kalian selalu sama dengan teman sebelahmu? Apa yang kalian lakukan jika pendapat berbeda?"
  6. Guru menyampaikan capaian dan tujuan pembelajaran serta aktivitas Discovery Learning yang akan dilakukan hari ini.

Kegiatan Inti (110 menit)

Fase 1: Pemberian Rangsangan (Stimulation) - 15 menit

  1. Peserta didik mengamati tayangan video dokumenter pembelajaran berdurasi 7 menit di Smart TV yang menggambarkan suasana sidang BPUPKI dan momen penting perumusan Piagam Jakarta 22 Juni 1945.
  2. Guru membagikan lembar infografis bercetak warna ( visual-friendly) tentang gagasan 3 tokoh pendiri bangsa dan narasi pejuang lokal daerah.
  3. Peserta didik mencatat poin visual yang paling menarik perhatian mereka pada lembar pencatatan awal.

Fase 2: Pernyataan/Identifikasi Masalah (Problem Statement) - 15 menit

  1. Guru memfasilitasi peserta didik untuk merumuskan masalah inti pembelajaran.
  2. Masalah yang diidentifikasi:
    • "Mengapa usulan dasar negara dari Moh. Yamin, Dr. Soepomo, dan Ir. Soekarno memiliki perbedaan fokus?"
    • "Mengapa kalimat sila pertama pada Piagam Jakarta 22 Juni 1945 diubah oleh para pendiri bangsa pada tanggal 18 Agustus 1945?"
  1. Guru mengelompokkan peserta didik ke dalam 5 kelompok heterogen (setiap kelompok terdiri dari 5-6 siswa) berdasarkan pemetaan awal gaya belajar.

Fase 3: Pengumpulan Data (Data Collection) - 25 menit

  1. Setiap kelompok mendapatkan seperangkat "Kartu Detektif Sejarah" yang berisi potongan informasi usulan 3 tokoh pendiri bangsa, naskah Piagam Jakarta, serta kisah kearifan pejuang lokal Jawa Timur.
  2. Peserta didik bereksplorasi membaca bahan bacaan bergambar dan memindai QR Code pada modul untuk mengakses tayangan materi tambahan di laptop/Smart TV kelompok.
  3. Peserta didik mengumpulkan bukti-bukti sejarah mengenai alasan perubahan Piagam Jakarta demi integritas bangsa.

Fase 4: Pengolahan Data (Data Processing) - 25 menit

  1. Peserta didik berdiskusi aktif menyusun puzzle gagasan tokoh dan mengisi tabel perbandingan pada Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
  2. Peserta didik menganalisis nilai kesepakatan dan kompromi dari peristiwa Piagam Jakarta serta menghubungkannya dengan keteladanan tokoh lokal.
  3. Guru berputa di antara kelompok, memberikan scaffolding (bimbingan langsung) bagi peserta didik yang masih kesulitan memahami konsep dasar usulan abstrak.

Fase 5: Pembuktian (Verification) - 15 menit

  1. Setiap kelompok mempresentasikan hasil penemuan mereka di depan kelas secara lisan menggunakan media papan visual LKPD.
  2. Kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan pembanding.
  3. Guru bersama peserta didik memverifikasi kebenaran informasi historis mengenai susunan usulan dasar negara dan detik-detik perubahan naskah Piagam Jakarta.

Fase 6: Penarikan Kesimpulan (Generalization) - 15 menit

  1. Peserta didik secara bersama-sama menyimpulkan bahwa perumusan Pancasila dan Piagam Jakarta merupakan bentuk karya besar persatuan yang mengedepankan toleransi.
  2. Peserta didik menarik benang merah antara sikap lapang dada tokoh nasional dengan nilai kebersamaan masyarakat di lingkungan Wringin Anom.

Penutup (15 menit)

  1. Peserta didik melakukan refleksi terbimbing mengenai perasaan dan pemahaman yang diperoleh selama pembelajaran.
  2. Guru memberikan penguatan konseptual atas materi perumusan dasar negara dan Piagam Jakarta.
  3. Peserta didik mengerjakan tes evaluasi sumatif singkat berbentuk soal uraian 3 nomor.
  4. Guru menyampaikan tindak lanjut (pembagian tugas pengayaan/remedial) dan menutup pembelajaran dengan doa bersama serta salam.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning (Pembelajaran Penuh Kesadaran)

  • Sebelum memulai pengamatan video, peserta didik diajak melakukan teknik STOP (Stop, Take a breath, Observe, Proceed) untuk mengarahkan kesadaran penuh pada materi sejarah perumusan dasar negara.
  • Peserta didik secara sadar berlatih mendengarkan presentasi teman tanpa menginterupsi.

Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

  • Peserta didik tidak sekadar menghafal tanggal 22 Juni 1945 atau nama-nama tokoh, tetapi mengaitkan jiwa besar para pendiri bangsa dalam mengubah kalimat Piagam Jakarta demi keutuhan bangsa dengan sikap mengalah demi kepentingan umum di kelas dan lingkungan Wringin Anom.

Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

  • Pembelajaran memanfaatkan metode "Kartu Detektif Sejarah" yang memicu rasa ingin tahu (inquiry-driven), penggunaan Smart TV interaktif, dan dinamika diskusi kelompok yang memberikan ruang bagi peserta didik untuk aktif berbicara di depan umum.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten

  • Untuk Peserta Didik Visual-Sederhana: Disediakan infografis berwarna dengan gambar tokoh yang jelas, ringkasan poin kunci berukuran besar, dan komik sejarah singkat Piagam Jakarta.
  • Untuk Peserta Didik yang Siap Tantangan: Disediakan salinan dokumen cetak salinan naskah otentik Piagam Jakarta dan teks narasi sejarah pejuang lokal Jawa Timur.

Diferensiasi Proses

  • Kelompok yang belum memahami konsep dasar mendapatkan pendampingan intensif (guided discovery) langsung dari guru.
  • Kelompok yang sudah paham konsep bekerja secara mandiri dengan mendalami pertanyaan analisis tingkat tinggi (HOTS).

Diferensiasi Produk

  • Peserta didik diberi kebebasan memilih cara menyampaikan hasil penemuan kelompok: melalui sajian peta pikiran (mind map) visual, presentasi lisan peran tokoh, atau poster garis waktu (timeline) sejarah.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Smart TV: Menampilkan video pembelajaran sejarah BPUPKI dan animasi kronologi pembentukan Piagam Jakarta 22 Juni 1945 secara jelas dan visual.
  2. Laptop Guru: Digunakan sebagai sarana pengoperasian media interaktif dan penilaian langsung (e-rubrik).
  3. Internet & QR Code: Memungkinkan peserta didik memindai kode unik pada LKPD untuk melihat sumber bergambar digital tambahan mengenai tokoh pendiri bangsa dan pejuang lokal.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

  1. Media Pembelajaran:
    • Video Animasi Sejarah Perumusan Pancasila dan Piagam Jakarta.
    • Papan Kartu "Detektif Sejarah Dasar Negara".
    • Infografis Tokoh Pendiri Bangsa (Moh. Yamin, Dr. Soepomo, Ir. Soekarno).
    • Smart TV dan Koneksi Internet.
  1. Sumber Belajar:
    • Buku Siswa Pendidikan Pancasila SD Kelas V, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
    • Buku Seri Sejarah Nasional Indonesia: Perumusan Dasar Negara.
    • Arsip Sejarah Lokal Perjuangan Rakyat Jawa Timur / Lingkungan Kabupaten Situbondo-Gresik.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Satuan PendidikanSD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Kelompok...........................................................
Anggota Kelompok1. .......................................................
2. .......................................................
3. .......................................................
4. .......................................................
5. .......................................................
Kelas / FaseV / C
Tanggal...........................................................

Judul Aktivitas: Detektif Sejarah: Menelusuri Gagasan Dasar Negara dan Piagam Jakarta

Petunjuk Kerja

  1. Bacalah infografis dan perhatikan kartu informasi yang dibagikan guru!
  2. Pindai QR code pada lembar ini jika kelompokmu membutuhkan tayangan visual tambahan!
  3. Diskusikan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini bersama teman kelompokmu secara gotong royong!
  4. Tuliskan hasil diskusi pada tabel yang telah disediakan secara rapi!

Tugas 1: Memetakan Usulan Gagasan Dasar Negara

Isilah tabel di bawah ini berdasarkan informasi tokoh pendiri bangsa!

Nama Tokoh Pendiri BangsaTanggal Menyampaikan UsulanInti Gagasan Dasar Negara yang Diusulkan
Muhammad Yamin
Dr. Soepomo
Ir. Soekarno

Tugas 2: Analisis Peristiwa Kritis Piagam Jakarta 22 Juni 1945

Jawablah pertanyaan di bawah ini berdasarkan hasil penemuan kelompokmu!

  1. Apakah nama kesepakatan yang dihasilkan oleh Panitia Sembilan pada tanggal 22 Juni 1945?

       Jawaban: ................................................................................................................................................................

  1. Tuliskan rumusan Sila Pertama yang tercantum dalam naskah Piagam Jakarta tersebut!

       Jawaban: ................................................................................................................................................................

  1. Mengapa rumusan Sila Pertama pada Piagam Jakarta diubah pada tanggal 18 Agustus 1945 menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa"? Nilai keteladanan apa yang ditunjukkan oleh para tokoh pendiri bangsa dalam peristiwa tersebut?

       Jawaban: ................................................................................................................................................................

Tugas 3: Hubungan Nilai Tokoh Bangsa dan Pejuang Lokal

Bagaimanakah kalian meneladani sikap toleransi para tokoh pendiri bangsa dan pejuang lokal daerah Wringin Anom dalam kehidupan di sekolah sehari-hari? Berikan 2 contoh nyata!

Jawaban: .......................................................................................................................................................................

REMEDIAL

Bagi peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) setelah asesmen sumatif:

  1. Guru memberikan pendampingan ulang secara individu atau kelompok kecil ( direct intervention).
  2. Peserta didik disajikan bagan visual sederhana yang memasangkan gambar wajah 3 tokoh pendiri bangsa dengan 5 prinsip yang diusulkannya.
  3. Peserta didik diminta menceritakan kembali secara lisan alur sederhana mengapa Piagam Jakarta diubah demi persatuan Indonesia.

PENGAYAAN

Bagi peserta didik yang telah melampaui Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP):

  1. Peserta didik diberikan tugas analisis komparatif: Membandingkan teks dokumen naskah Piagam Jakarta (22 Juni 1945) dengan teks Pembukaan UUD 1945.
  2. Peserta didik membuat karya visual berupa poster mini berisi seruan semangat toleransi bertema "Meneladani Jiwa Besar Pendiri Bangsa dalam Kehidupan di SD Negeri 1 Wringin Anom".

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan RefleksiJawaban / Catatan Guru
1Apakah pelaksanaan sintaks Discovery Learning berjalan sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan?Sebagian besar alokasi waktu berjalan tepat, namun pada tahap pengolahan data kelompok visual memerlukan waktu 5 menit lebih lama.
2Apakah media Smart TV dan infografis visual mampu membantu peserta didik memahami konsep dasar yang sebelumnya belum mereka kuasai?Media visual sangat membantu menuntun pemahaman abstrak menjadi konkret bagi peserta didik yang sebelumnya hanya menghafal nama tokoh.
3Bagaimana keterlibatan aktif peserta didik yang dominan berbicara dalam proses diskusi kelompok?Peserta didik yang aktif bicara menjadi pemimpin presentasi, tetapi perlu terus diarahkan agar mau mendengarkan pendapat anggota kelompok lain.
4Apakah integrasi kisah pejuang lokal daerah berhasil membangun empati dan relevansi belajar bagi peserta didik?Ya, peserta didik merasa lebih dekat dengan materi sejarah ketika tokoh pejuang dari wilayah Jawa Timur dikenalkan dalam pembelajaran.
5Apa perbaikan utama yang harus dilakukan untuk pembelajaran pada materi berikutnya?Menyiapkan batasan waktu yang lebih tegas pada saat fase pembuktian/presentasi agar seluruh kelompok mendapatkan durasi tanggapan yang setara.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

NoPertanyaan RefleksiTanggapan Peserta Didik
1Bagian mana dari kegiatan belajar hari ini yang paling menyenangkan bagi kamu?Saat mengamati video sejarah di Smart TV dan memecahkan kartu rahasia tokoh pendiri bangsa bersama kelompok.
2Apa hal baru yang kamu ketahui tentang perubahan kalimat dalam Piagam Jakarta 22 Juni 1945?Saya baru tahu bahwa sila pertama diubah demi persatuan seluruh rakyat Indonesia dari pelbagai daerah dan agama.
3Apakah kamu menemukan kesulitan saat melakukan diskusi kelompok atau mengisi LKPD?Awalnya bingung membedakan tanggal usulan tokoh, tapi setelah melihat infografis bergambar jadi lebih mudah dipahami.
4Sikap pendiri bangsa manakah yang paling ingin kamu tiru dalam kehidupan sehari-hari di sekolah?Sikap mau mendengarkan dan mengalah demi persatuan bersama (sikap lapang dada/toleransi).

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

Perumusan dasar negara merupakan salah satu momen paling krusial dalam sejarah berdirinya Republik Indonesia. Dalam sidang pertama BPUPKI (29 Mei – 1 Juni 1945), tiga tokoh utama menyampaikan gagasan dasar negara: Muhammad Yamin, Dr. Soepomo, dan Ir. Soekarno. Pembentukan Panitia Sembilan menghasilkan Piagam Jakarta (Jakarta Charter) pada 22 Juni 1945 yang memuat rumusan lima dasar negara. Dinamika terjadi ketika utusan dari Indonesia bagian timur keberatan dengan klausul sila pertama. Dengan kebesaran jiwa dan semangat persatuan, Drs. Mohammad Hatta bersama para tokoh Islam menyepakati perubahan kalimat tersebut menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa" pada 18 Agustus 1945. Pembelajaran mendalam pada topik ini menekankan pada penanaman nilai konsensus, toleransi, dan kompromi kebangsaan.

Bahan Bacaan Peserta Didik

Anak-anak hebat kelas V, tahu kah kamu bagaimana Pancasila dirumuskan? Dahulu, para tokoh pendiri bangsa seperti Paman Muhammad Yamin, Dr. Soepomo, dan Bapak Ir. Soekarno berpidato menyampaikan ide dasar negara Indonesia. Mereka memiliki ide yang berbeda-beda, namun tujuannya satu: Indonesia Merdeka! Pada tanggal 22 Juni 1945, Panitia Sembilan menyusun kesepakatan yang dinamakan Piagam Jakarta. Di dalam Piagam Jakarta, kalimat sila pertama awalnya berbunyi: "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya". Namun, demi menjaga persatuan seluruh bangsa Indonesia yang beraneka ragam dari Sabang sampai Merauke, para tokoh bangsa dengan lapang dada mengubahnya menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa". Sungguh sikap yang sangat terpuji dan wajib kita tiru!

GLOSARIUM

  1. BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia): Badan yang dibentuk untuk menyelidiki dan menyiapkan hal-hal penting berkaitan dengan kemerdekaan Indonesia.
  2. Piagam Jakarta (Jakarta Charter): Dokumen hasil kesepakatan Panitia Sembilan pada 22 Juni 1945 yang memuat rancangan dasar negara dan Pembukaan UUD 1945.
  3. Dasar Negara: Landasan utama atau pedoman dalam mengatur penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara.
  4. Konsensus: Kesepakatan bersama yang dicapai melalui musyawarah oleh anggota kelompok atau masyarakat.
  5. Toleransi: Sikap saling menghargai, menghormati, dan menerima perbedaan antarindividu atau kelompok.
  6. Panitia Sembilan: Kelompok kecil beranggotakan sembilan tokoh yang bertugas menyelaraskan usulan-usulan dasar negara.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP). (2020). Buku Baku Pendidikan dan Pembinaan Pancasila untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: BPIP.
  2. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila Kelas V SD. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  3. Notosusanto, Nugroho. (2019). Proses Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara. Jakarta: Balai Pustaka.
  4. Ricklefs, M. C. (2008). Sejarah Indonesia Modern 1200–2008. Jakarta: Serambi Ilmu Manggarai.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Penilaian Keterampilan dan Sikap

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Kemampuan Menganalisis Gagasan TokohPeserta didik tidak mampu membedakan usulan gagasan dari ketiga tokoh pendiri bangsa.Peserta didik mampu menyebutkan 1 usulan gagasan tokoh dengan bantuan bimbingan guru.Peserta didik mampu menganalisis usulan gagasan 3 tokoh pendiri bangsa secara tepat dan runtut.Peserta didik mampu menganalisis usulan gagasan 3 tokoh secara kritis serta mengaitkannya dengan konteks Piagam Jakarta.
2Keterampilan Presentasi LisanPeserta didik diam, tidak percaya diri, dan tidak mau berbicara saat presentasi kelompok.Peserta didik mau berbicara tetapi sangat pelan, kurang jelas, dan bergantung penuh pada teks.Peserta didik menyampaikan hasil diskusi secara percaya diri, runtut, dan suara terdengar jelas.Peserta didik berpresentasi secara interaktif, sangat percaya diri, menguasai materi, dan merespons pertanyaan dengan baik.
3Kerjasama Kelompok (Gotong Royong)Peserta didik tidak mau terlibat dalam diskusi dan mengganggu aktivitas kelompoknya.Peserta didik duduk bersama kelompok tetapi hanya menjadi penonton dan pasif.Peserta didik aktif berbagi tugas dan membantu menyelesaikan Lembar Kerja Peserta Didik.Peserta didik sangat aktif memfasilitasi diskusi kelompok, membantu teman yang kesulitan, dan menjaga kekompakan.
4Sikap Bernalar Kritis terhadap Piagam JakartaPeserta didik tidak memahami latar belakang perubahan sila pertama Piagam Jakarta.Peserta didik mengetahui perubahan kalimat Piagam Jakarta tetapi tidak tahu alasannya.Peserta didik mampu menjelaskan alasan perubahan kalimat Piagam Jakarta demi persatuan bangsa.Peserta didik mampu mengevaluasi nilai persatuan di balik perubahan Piagam Jakarta dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130