Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 4 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Memahami prinsip musyawarah, pemungutan suara (voting), dan penerimaan hasil keputusan bersama.
Elemen Capaian Pembelajaran : Pancasila / Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Model Pembelajaran : Problem Based Learning (PBL)
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Student-Centered Learning
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Tradisi Rembug Desa Wringin Anom; Diferensiasi Produk (cerita lisan atau tulisan/visual)

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Karakteristik Peserta Didik

Peserta didik Kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki karakteristik dominan sebagai pembelajar visual yang aktif dan dinamis. Mereka lebih cepat menyerap informasi melalui tayangan grafis, animasi, video dokumenter, dan media interaktif visual berbasis Smart TV. Secara sosial, peserta didik gemar berinteraksi dalam kelompok, tetapi masih membutuhkan bimbingan intensif dalam mengendalikan emosi ketika pendapat pribadinya tidak diterima oleh kelompok.

Pengetahuan Awal Peserta Didik

Peserta didik telah mengetahui konsep gotong royong dan tolong-menolong dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pemahaman kognitif dan keterampilan praktis mereka mengenai tata cara musyawarah yang terstruktur, perbedaan antara mufakat dan pemungutan suara (voting), serta komitmen moral untuk menerima keputusan bersama dengan lapang dada masih berada pada tahap dasar.

Potensi dan Tantangan Pembelajaran

Potensi pembelajaran terletak pada tingginya antusiasme peserta didik terhadap penggunaan media digital Smart TV dan keberadaan budaya lokal Rembug Desa di sekitar tempat tinggal mereka. Tantangan utama adalah melatih peserta didik untuk memiliki kesabaran mendengarkan pandangan orang lain tanpa menyela, mengesampingkan egosentrisme, dan menunjukkan sikap menghargai hasil keputusan yang tidak sesuai dengan pilihan pribadinya.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Menerapkan nilai-nilai musyawarah Pancasila dalam pengambilan keputusan kelompok/kelas.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Tujuan Kognitif

Melalui pengamatan tayangan video dan kasus visual interaktif pada Smart TV, peserta didik mampu menguraikan prinsip-prinsip musyawarah mufakat dan pemungutan suara (voting) dalam pengambilan keputusan bersama secara mendalam dan tepat.

Tujuan Psikomotorik

Melalui simulasi penyelesaian masalah (Problem Based Learning) berbasis kearifan lokal Rembug Desa, peserta didik mampu mempraktikkan tata cara musyawarah dan pemungutan suara untuk menyelesaikan permasalahan kelas secara tertib dan demokratis.

Tujuan Afektif

Melalui kegiatan refleksi dan pembiasaan peran, peserta didik mampu menunjukkan sikap menghargai pendapat orang lain serta menerima dan melaksanakan hasil keputusan bersama dengan penuh rasa tanggung jawab dan lapang dada.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Musyawarah adalah wujud nyata pengamalan Sila Keempat Pancasila yang menempatkan kesetaraan hak, penghormatan atas perbedaan pendapat, dan kebersamaan di atas kepentingan pribadi. Keputusan bersama yang dihasilkan melalui mufakat maupun pemungutan suara (voting) merupakan ikatan moral yang wajib dihormati dan dilaksanakan oleh setiap anggota masyarakat dengan sikap tanggung jawab dan jiwa besar.

PERTANYAAN PEMANTIK

Pertanyaan Pemantik 1

Apa yang akan terjadi pada suatu kelompok kelas jika setiap murid kekeh menuntut agar usulan pribadinya yang harus dipilih?

Pertanyaan Pemantik 2

Bagaimana cara tetua di desa kita (Wringin Anom) mengambil keputusan saat warga memiliki pendapat yang berbeda-beda dalam kegiatan Rembug Desa?

Pertanyaan Pemantik 3

Bagaimana perasaanmu ketika pendapatmu kalah dalam pemungutan suara (voting), dan sikap terbaik apa yang harus kamu tunjukkan setelah keputusan resmi ditetapkan?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  • Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia: Ditunjukkan melalui sikap saling menghormati, sopan santun dalam berbicara, dan tidak memaksakan kehendak saat bermusyawarah.
  • Bernalar Kritis: Ditunjukkan melalui kemampuan menganalisis permasalahan kelas, mengevaluasi pilihan solusi, dan memberikan alasan yang rasional saat menyampaikan pendapat.
  • Gotong Royong: Ditunjukkan melalui kemampuan bekerja sama dalam kelompok untuk mencapai mufakat demi kepentingan bersama.
  • Mandiri: Ditunjukkan melalui kesadaran diri untuk bertanggung jawab melaksanakan hasil keputusan musyawarah secara konsisten.

Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

  • Mindful Learning: Peserta didik menyadari secara penuh proses berpikirnya saat menyampaikan argumen dan mengelola emosi ketika mendengarkan sudut pandang orang lain.
  • Meaningful Learning: Peserta didik mengaitkan konsep musyawarah dengan tradisi Rembug Desa Wringin Anom dan penerapannya dalam kehidupan nyata di sekolah maupun rumah.
  • Joyful Learning: Peserta didik merasakan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui simulasi rapat interaktif dan pemanfaatan teknologi visual Smart TV.

MATERI PEMBELAJARAN

Hakikat Musyawarah untuk Mufakat

Musyawarah berasal dari bahasa Arab yang berarti berunding atau berembug. Dalam bingkai Pancasila, musyawarah merupakan tata cara pengambilan keputusan bersama yang mengedepankan asas kekeluargaan dan kesetaraan. Mufakat tercapai apabila seluruh peserta musyawarah menyetujui satu keputusan yang dianggap paling baik untuk kepentingan bersama.

Pemungutan Suara (Voting)

Pemungutan suara atau voting dilakukan apabila proses musyawarah untuk mencapai mufakat tidak menemukan titik terang setelah dilakukan pembahasan mendalam. Voting adalah pengambilan keputusan berdasarkan suara terbanyak. Meskipun menggunakan mekanisme jumlah suara, voting tetap harus dijiwai oleh semangat persatuan dan keadilan.

Prinsip-Prinsip Pengambilan Keputusan Bersama

  • Setiap anggota memiliki hak dan kedudukan yang sama untuk menyampaikan pendapat.
  • Pendapat yang disampaikan harus masuk akal, santun, dan tidak menyinggung perasaan orang lain.
  • Peserta wajib mendengarkan dengan saksama ketika orang lain sedang berbicara.
  • Keputusan yang diambil wajib mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan individu atau kelompok kecil.

Sikap Menerima dan Melaksanakan Keputusan Bersama

Menerima keputusan bersama berarti mengakui keabsahan hasil mufakat atau voting dengan jiwa besar (lapang dada). Melaksanakan keputusan berarti menjalankan tugas atau kesepakatan yang telah dibuat dengan penuh rasa tanggung jawab, meskipun hasil keputusan tersebut mungkin bukan pilihan yang diusulkan sejak awal.

Kearifan Lokal: Tradisi Rembug Desa Wringin Anom

Rembug Desa merupakan bentuk musyawarah tradisional yang diwariskan secara turun-temurun di wilayah Wringin Anom. Warga berkumpul di balai desa atau balai dusun untuk membahas masalah bersama seperti pembangunan fasilitas umum, kerja bakti, atau penyelesaian perselisihan warga secara damai dan kekeluargaan.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran

Problem Based Learning (PBL) dengan 5 tahap utama:

  • Tahap 1: Orientasi peserta didik pada masalah visual.
  • Tahap 2: Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar.
  • Tahap 3: Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok.
  • Tahap 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya.
  • Tahap 5: Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.

Pendekatan Pembelajaran

Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang memadukan olahan pikir, olahan rasa, dan olahan karsa, didukung dengan Pendekatan Pembelajaran Berpusat pada Peserta Didik (Student-Centered Learning) serta Pembelajaran Berdiferensiasi (Diferensiasi Produk).

ASESMEN

Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)

  • Teknik: Tes Lisan / Kuis Visual Interaktif.
  • Instrumen: Pertanyaan singkat mengenai pengalaman peserta didik dalam menentukan permainan atau kegiatan kelompok.

Asesmen Formatif (Selama Pembelajaran)

  • Teknik: Observasi Unjuk Kerja dan Penilaian Antar-teman.
  • Instrumen: Lembar observasi keterlibatan simulasi musyawarah, kemampuan berpendapat, dan keaktifan kelompok.

Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)

  • Teknik: Penilaian Produk (Diferensiasi Produk).
  • Instrumen: Rubrik penilaian laporan hasil keputusan musyawarah (pilihan media: presentasi cerita lisan atau karya tulisan/poster visual).

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)

Aspek yang DinilaiSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Menghargai Pendapat Orang LainSelalu mendengarkan orang lain berbicara tanpa menyela dan menunjukkan respon positif.Mendengarkan orang lain berbicara, namun sesekali masih menyela.Jarang mendengarkan pendapat orang lain dan sering memotong pembicaraan.Tidak mau mendengarkan pendapat orang lain dan acuh tak acuh.
Lapang Dada / Jiwa BesarMenerima hasil keputusan bersama dengan ceria dan penuh rasa tanggung jawab.Menerima hasil keputusan bersama meskipun terlihat sedikit kecewa.Menunjukkan kekecewaan secara terbuka dan enggan menerima keputusan.Menolak secara terang-terangan hasil keputusan musyawarah.
Bernalar KritisMenyampaikan pendapat dengan alasan yang sangat logis dan relevan dengan topik.Menyampaikan pendapat dengan alasan yang cukup logis.Menyampaikan pendapat namun alasannya kurang relevan.Menyampaikan pendapat tanpa memberikan alasan yang jelas.

Rubrik Penilaian Unjuk Kerja (Simulasi Musyawarah)

Kriteria PenilaianSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Tata Cara BerpendapatMeminta izin sebelum berbicara, menggunakan bahasa yang sangat santun dan jelas.Meminta izin sebelum berbicara, menggunakan bahasa yang cukup santun.Berbicara tanpa meminta izin lebih dahulu, bahasa kurang santun.Berbicara menyela orang lain dan menggunakan bahasa yang tidak santun.
Pelaksanaan Pemungutan SuaraMengikuti prosedur voting dengan jujur, tertib, dan menghormati selisih suara.Mengikuti prosedur voting dengan tertib namun perlu sedikit arahan.Kurang tertib dalam proses pemungutan suara.Mengganggu jalannya proses pemungutan suara (voting).
Kepemimpinan & Kerjasama KelompokMampu membagi peran, memfasilitasi diskusi, dan mendorong semua anggota aktif.Mampu membagi peran dan bekerja sama dengan cukup baik.Kerjasama kelompok kurang berjalan, hanya didominasi 1-2 orang.Tidak terjadi kerjasama dalam kelompok.

Rubrik Penilaian Produk (Diferensiasi Produk)

Kriteria PenilaianSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Kebenaran Isi dan KonsepMenjelaskan konsep musyawarah, voting, dan tanggung jawab hasil keputusan secara lengkap dan sangat tepat.Menjelaskan konsep musyawarah dan voting secara tepat, namun penjelasan tanggung jawab kurang lengkap.Menjelaskan konsep musyawarah secara sederhana dan terdapat beberapa kesalahan konsep.Konsep yang disajikan tidak tepat dan tidak sesuai dengan materi.
Kreativitas dan Kerapian (Produk Tulisan/Visual) ATAU Kelancaran dan Kejelasan (Produk Lisan)Produk visual sangat rapi, menarik, dan informatif; ATAU Cerita lisan sangat lancar, jelas, dan ekspresif.Produk visual rapi dan informatif; ATAU Cerita lisan lancar dan jelas.Produk visual kurang rapi; ATAU Cerita lisan kurang lancar dan tersendatsendat.Produk visual tidak selesai/acak-acakan; ATAU Penyampaian lisan tidak terdengar dan tidak terstruktur.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam hangat, menanyakan kabar peserta didik, dan mengajak berdoa sesuai keyakinan masing-masing.
  • Guru melakukan pemeriksaan kehadiran dan mengondisikan suasana kelas agar siap belajar.
  • Guru menyampaikan Pertanyaan Pemantik melalui Smart TV dengan menampilkan gambar animasi dua anak yang sedang berebut lapangan main.
  • Peserta didik diajak melakukan ice breaking visual interaktif untuk mengaitkan fokus perhatian.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, alokasi waktu, serta gambaran kegiatan simulasi dan diferensiasi produk yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti (110 Menit)

Sintaks 1: Orientasi Peserta Didik pada Masalah (20 Menit)

  • Guru menyajikan video dokumenter pendek tentang tradisi Rembug Desa Wringin Anom dan dilanjutkan dengan tayangan video studi kasus masalah di kelas: "Dilema Menentukan Tujuan Studi Wisata dan Tema Kebersihan Kelas".
  • Peserta didik mengamati tayangan Smart TV secara saksama (mengakomodasi gaya belajar visual).
  • Guru memfasilitasi tanya jawab critical thinking: "Mengapa masalah tersebut tidak bisa diselesaikannya sendiri oleh ketua kelas?", "Apa dampak jika kita mengambil keputusan secara sepihak?".
  • Peserta didik dihubungkan dengan pengalaman belajar mendalam (Mindful & Meaningful Learning) untuk mengidentifikasi pentingnya wadah musyawarah.

Sintaks 2: Mengorganisasikan Peserta Didik untuk Belajar (15 Menit)

  • Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok heterogen (masing-masing 5-6 peserta didik).
  • Setiap kelompok membagi peran: Ketua Rapat, Notulen, dan Anggota Musyawarah.
  • Guru membagikan LKPD yang berisi lembar kerja skenario masalah yang harus diselesaikan kelompok melalui mekanisme musyawarah mufakat atau pemungutan suara (voting).

Sintaks 3: Membimbing Penyelidikan Kelompok (30 Menit)

  • Kelompok melakukan simulasi "Rembug Kelas" untuk memecahkan masalah yang ada pada LKPD.
  • Peserta didik mempraktikkan cara mengajukan usulan, mendengarkan usulan teman, dan mencatat poin pertimbangan.
  • Jika musyawarah mufakat mengalami jalan buntu, kelompok mengarahkan ke proses pemungutan suara (voting) menggunakan kertas suara mini.
  • Guru berkeliling membimbing penyelidikan, memberikan dorongan emosional agar peserta didik yang usulannya tidak terpilih mampu menunjukkan sikap lapang dada.

Sintaks 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya (30 Menit)

  • Setiap kelompok mengolah hasil kesepakatan musyawarah ke dalam bentuk produk sesuai minat dan gaya belajar (Diferensiasi Produk):
  • Kelompok Pilihan A (Lisan): Menyusun draf cerita lisan untuk dipresentasikan di depan kelas secara interaktif.
  • Kelompok Pilihan B (Tulisan/Visual): Menyusun poster visual sederhan/peta pikiran (mind map) menggunakan media kertas karton ber-gambar atau aplikasi visual sederhana.
  • Guru memberikan asistensi teknis dan konten dalam penyelesaian produk akhir kelompok.

Sintaks 5: Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah (15 Menit)

  • Setiap kelompok menyajikan hasil karyanya (bercerita lisan atau memamerkan produk tulisan visual) di depan kelas.
  • Kelompok lain memberikan tanggapan dan apresiasi secara santun.
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap pelaksanaan simulasi, memuji sikap peserta didik yang mau menerima keputusan bersama walau pilihannya kalah saat voting.

Kegiatan Penutup (15 Menit)

  • Peserta didik bersama guru menyimpulkan poin-poin penting materi pembelajaran (prinsip musyawarah, voting, dan penerimaan hasil keputusan).
  • Peserta didik melakukan refleksi diri dan refleksi pembelajaran mendalam atas proses yang telah dilalui.
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta didik.
  • Guru menyampaikan informasi singkat materi untuk pertemuan berikutnya dan menutup pembelajaran dengan doa bersama serta salam.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Olahan Pikir (Mindful Learning)

Peserta didik dilatih untuk berpikir kritis dalam mengevaluasi kelebihan dan kekurangan dari setiap usulan masalah. Mereka secara sadar memikirkan konsekuensi dari sebuah keputusan sebelum memberikan suara atau menyetujui mufakat.

Olahan Rasa (Meaningful Learning)

Peserta didik merasakan pengalaman emosional tentang indahnya rasa persatuan ketika perbedaan pendapat dapat disatukan secara damai. Mereka menghayati nilai keikhlasan dan lapang dada saatusulan pribadinya tidak terpilih demi kebaikan bersama, sebagaimana tradisi Rembug Desa yang mengedepankan kerukunan warga Wringin Anom.

Olahan Karsa (Joyful Learning)

Peserta didik mengalami pembelajaran yang menyenangkan dan bergairah melalui simulasi rapat kelas, permainan peran (role-play), penggunaan media voting visual interaktif, dan kebebasan mengekspresikan pemahaman dalam bentuk karya lisan maupun visual.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten

Menyajikan materi prinsip musyawarah dan voting melalui gabungan antara media visual (video interaktif Smart TV, tayangan slide berwarna, infografis) dan media kontekstual nyata (studi kasus Rembug Desa Wringin Anom) untuk mempermudah pemahaman peserta didik berkarakteristik visual.

Diferensiasi Proses

Memberikan pilihan peran dalam kelompok simulasi musyawarah (pimpinan rapat, notulen, juru bicara) dan memberikan tingkat bimbingan (scaffolding) yang disesuaikan dengan kebutuhan individu peserta didik saat proses diskusi berlangsung.

Diferensiasi Produk

Peserta didik diberikan kebebasan untuk memilih jalur pelaporan hasil keputusan bersama dan refleksi pemahamannya:

  • Pilihan Produk Lisan: Menyampaikan laporan hasil musyawarah dalam bentuk presentasi cerita lisan interaktif di depan kelas.
  • Pilihan Produk Tulisan/Visual: Menyusun laporan hasil musyawarah dalam bentuk poster visual, infografis bergambar, atau peta pikiran (mind mapping) yang terstruktur.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  • Smart TV: Digunakan untuk memutar video studi kasus musyawarah, memvisualisasikan jalannya pemungutan suara secara digital, dan menampilkan instrumen ice breaking.
  • Laptop Guru: Digunakan sebagai media pengolah materi pembelajaran, pengoperasian perangkat lunak presentasi visual, dan pencatatan nilai asesmen formatif.
  • Internet: Digunakan untuk mengunduh konten materi kearifan lokal Rembug Desa Wringin Anom dan referensi studi kasus anak sekolah yang relevan.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media Pembelajaran

  • Smart TV, Laptop, dan Jaringan Internet.
  • Video Pembelajaran Simulasi Musyawarah dan Tradisi Rembug Desa.
  • Kotak Suara Mini dan Kertas Suara (Media voting fisik).
  • Karton Manila, Spidol Warna, dan Kertas Tempel (Sticky Notes) untuk produk visual.

Sumber Belajar

  • Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas V SD/MI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
  • Dokumentasi Kebudayaan dan Kearifan Lokal Rembug Desa Wringin Anom.
  • Lingkungan Sosial Kelas dan Sekolah SDN 1 Wringin Anom.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Peserta Didik / Kelompok............................................................................
Kelas / FaseV (Lima) / Fase C
Nomor Absen............................................................................
Tanggal Kegiatan............................................................................

Judul LKPD: Simulasi Rembug Kelas - Pengambilan Keputusan Bersama

Tujuan Aktivitas

  1. Mempraktikkan tata cara musyawarah dan pemungutan suara (voting) untuk menyelesaikan permasalahan kelas.
  2. Menyajikan laporan hasil keputusan bersama dengan memilih media produk (lisan atau tulisan/visual).

Petunjuk Kerja

  1. Duduklah bersama anggota kelompok yang telah ditentukan!
  2. Baca dan cermati studi kasus masalah kelas yang tertulis di bawah ini!
  3. Lakukan simulasi musyawarah kelompok untuk menentukan solusi terbaik. Tentukan siapa pimpinan rapat dan notulen!
  4. Jika mufakat tidak tercapai, lakukan pemungutan suara (voting) menggunakan kartu suara yang telah disediakan!
  5. Tuliskan hasil keputusan kelompokmu pada lembar analisis di bawah ini!
  6. Buatlah produk hasil laporan sesuai kesepakatan kelompokmu (Pilihan A: Cerita Lisan untuk Dipresentasikan, ATAU Pilihan B: Poster Visual/Peta Pikiran)!

Lembar Kasus Masalah Kelas

"Kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom mendapatkan tugas untuk menghias sudut baca kelas dan menentukan jadwal piket harian. Sebagian anggota menginginkan sudut baca bertema 'Petualangan Hutan', sedangkan sebagian lain menginginkan tema 'Jelajah Angkasa'. Selain itu, ada perbedaan pendapat mengenai pembagian hari piket. Bagaimana kelompokmu menyelesaikan perbedaan ini melalui musyawarah atau voting?"

Hasil Analisis Kelompok

Pertanyaan PanduanHasil Musyawarah Kelompok
Usulan apa saja yang muncul saat diskusi?1. ....................................................................
2. ....................................................................
Cara apa yang digunakan untuk mengambil keputusan? (Mufakat / Voting)............................................................................
Apa keputusan akhir yang disepakati bersama?............................................................................
Bagaimana sikap kelompokmu terhadap anggota yang usulannya tidak terpilih?............................................................................

Tugas Produk Akhir (Pilih Salah Satu)

  • Pilihan A (Produk Lisan): Siapkan draf cerita untuk mempresentasikan hasil keputusan di depan kelas!
  • Pilihan B (Produk Tulisan/Visual): Gambarlah peta pikiran atau poster hasil keputusan pada kertas karton yang disediakan!

REMEDIAL

Sasaran

Peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) dalam memahami perbedaan musyawarah dan voting serta sikap menerima keputusan bersama.

Bentuk Kegiatan Remedial

  • Bimbingan Perorangan/Kelompok Kecil: Guru memandu kembali peserta didik mengamati tayangan komik visual interaktif sederhana di Smart TV mengenai tata cara musyawarah.
  • Simulasi Sederhana: Peserta didik dilatih secara langsung dalam skala mini (2-3 orang) untuk mengambil keputusan sederhana, seperti memilih warna spidol untuk menggambar, kemudian diminta mengungkapkan perasaan dan komitmennya secara lisan.

PENGAYAAN

Sasaran

Peserta didik yang telah mencapai atau melampaui Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) dengan predikat Sangat Baik.

Bentuk Kegiatan Pengayaan

  • Peran Fasilitator/Moderator: Peserta didik ditugaskan menjadi moderator pembantu dalam kegiatan musyawarah antarkelas atau memimpin diskusi kelompok sebaya.
  • Analisis Studi Kasus Lanjutan: Peserta didik diberikan tugas mengamati dan mencatat proses Rembug Warga/Desa di lingkungan tempat tinggalnya (Wringin Anom) lalu membuat ulasan ringkas mengenai nilai-nilai Pancasila yang diterapkan para tokoh masyarakat setempat.

REFLEKSI GURU

NoFokus EvaluasiHasil Refleksi / Observasi Guru
1Ketercapaian Tujuan PembelajaranSeluruh peserta didik (100%) dapat mengikuti proses simulasi musyawarah dan memahami perbedaan mufakat serta voting melalui media visual Smart TV.
2Efektivitas Model PBL & Deep LearningModel PBL berbasis masalah kontekstual membuat peserta didik sangat aktif berdiskusi. Pengalaman rasa (lapang dada) terbangun saat proses voting dilakukan.
3Respon Peserta Didik terhadap Media VisualPeserta didik sangat antusias mengamati tayangan Smart TV dan keterlibatan visual mempermudah pemahaman alur musyawarah.
4Pelaksanaan Diferensiasi ProdukPembagian kelompok produk lisan dan visual berjalan lancar. Peserta didik dapat mengekspresikan potensinya sesuai kenyamanan masing-masing.
5Kendala yang Dihadapi & SolusiMasih ada 2-3 peserta didik yang sempat kecewa saat pendapatnya kalah voting. Solusi: Guru memberikan penguatan emosional (Olahan Rasa) secara individual tentang makna jiwa besar.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

NoPertanyaan Refleksi Peserta DidikTanggapan / Perasaan Peserta Didik
1Bagaimana perasaanmu saat mengikuti kegiatan musyawarah dan pemungutan suara (voting) dalam kelompok hari ini?(Sangat Senang / Senang / Cukup Senang / Sedih)
2Apakah kamu mendengarkan dengan baik saat temanmu menyampaikan pendapatnya?(Selalu Mendengarkan / Kadang-kadang / Perlu Belajar Lagi)
3Apa yang kamu lakukan jika pendapat pilihanmu tidak terpilih menjadi keputusan akhir kelompok?(Menerima dengan lapang dada / Marah / Diam saja)
4Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling kamu sukai?(Menonton Smart TV / Simulasi Rapat / Pemungutan Suara / Membuat Produk Karya)
5Janji apa yang akan kamu lakukan jika di rumah atau di kelas ada keputusan bersama yang sudah ditetapkan?(Melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab)

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

Musyawarah mufakat merupakan inti dari demokrasi Pancasila yang termaktub dalam Sila Keempat. Berbeda dengan demokrasi liberal yang mengandalkan mayoritas mutlak secara instan, musyawarah Pancasila mengutamakan pencarian titik temu (konsensus) melalui dialog kekeluargaan yang berlandaskan moral ketuhanan dan keadilan. Dalam praktiknya di sekolah, guru berperan sebagai fasilitator yang menjamin setiap anak—terlepas dari kepribadiannya—memiliki ruang aman untuk bersuara. Apabila mufakat tidak tercapai akibat kebuntuan (deadlock), maka pemungutan suara (voting) menjadi alternatif sah secara prosedural. Kunci keberhasilan pembelajaran ini adalah menanamkan sikap sportivitas sosial, yaitu kemampuan menerima kekalahan usulan tanpa menganggapnya sebagai kekalahan pribadi. Kearifan lokal seperti Rembug Desa di Wringin Anom menjadi jembatan nyata untuk membumikan konsep kewarganegaraan ini ke dalam dunia keseharian siswa.

Bahan Bacaan Peserta Didik

Tahukah kamu apa itu Musyawarah? Musyawarah adalah berkumpul bersama untuk membicarakan suatu masalah demi mencapai kesepakatan bersama yang disebut mufakat. Di desa kita, Wringin Anom, tradisi ini biasa disebut Rembug Desa.

Saat bermusyawarah, kita harus memperhatikan aturan penting:

  1. Bicara yang sopan dan bergantian.
  2. Dengarkan teman yang sedang berbicara.
  3. Tidak boleh memotong pembicaraan orang lain.

Bagaimana jika kita tidak menemukan mufakat? Kita bisa melakukan voting atau pemungutan suara. Opsi yang mendapat suara terbanyak akan menjadi keputusan bersama. Apapun hasil keputusannya, baik usulan kita menang atau kalah, kita harus menerimanya dengan senang hati dan lapang dada, serta melaksanakannya bersama-sama dengan penuh rasa tanggung jawab!

GLOSARIUM

  • Musyawarah: Pembahasan bersama dengan maksud mencapai keputusan atas penyelesaian masalah; berunding.
  • Mufakat: Kesepakatan bulat yang dihasilkan melalui proses musyawarah tanpa adanya pihak yang menolak.
  • Voting: Pemungutan suara untuk mengambil keputusan berdasarkan jumlah suara terbanyak dari anggota yang hadir.
  • Lapang Dada: Sikap ikhlas, sabar, dan berjiwa besar dalam menerima segala bentuk keputusan atau keadaan.
  • Rembug Desa: Tradisi musyawarah adat lokal warga desa untuk membahas dan memutuskan masalah kemasyarakatan secara bersama-sama.
  • Keputusan Bersama: Hasil kesepakatan yang dibuat oleh dua orang atau lebih yang wajib dipatuhi dan dilaksanakan oleh seluruh anggota kelompok.
  • Akuntabilitas (Tanggung Jawab): Keadaan wajib menanggung segala sesuatu atas keputusan yang telah disepakati bersama.

DAFTAR PUSTAKA

  • Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  • Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  • Kaelan. (2018). Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar. Yogyakarta: Paradigma.
  • Pemerintah Desa Wringin Anom. (2023). Dokumentasi Profil Kebudayaan dan Kearifan Lokal Rembug Warga Wringin Anom. Dokumen Lokal Publikasi Desa.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Sikap Peserta Didik (Formulir Penilaian Individu)

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Menghargai PendapatMenyela dan menolak pendapat orang lain secara kasar.Mendengarkan tapi sering memotong pembicaraan orang lain.Mendengarkan dengan baik tapi sesekali masih menyela.Mendengarkan pendapat orang lain dengan sangat santun tanpa menyela.4
2Lapang DadaMenolak dan marah saat pilihannya kalah dalam voting.Menunjukkan wajah cemberut dan enggan ikut kelompok.Menerima keputusan meski masih mengeluh secara lisan.Menerima hasil keputusan bersama dengan ceria dan berjiwa besar.4
3Keaktifan BerpendapatPasif, tidak mau memberikan usulan sama sekali.Berpendapat hanya jika ditunjuk langsung oleh guru.Berpendapat secara sukarela namun tanpa alasan pendukung.Aktif memberikan usulan yang logis dan membangun solusi.4
4Tanggung Jawab PelaksanaanMenolak melaksanakan tugas hasil keputusan musyawarah.Melaksanakan tugas dengan terpaksa dan harus diawasi ketat.Melaksanakan tugas keputusan bersama dengan cukup baik.Melaksanakan tugas hasil keputusan bersama secara mandiri dan sungguh-sungguh.4

Lembar Observasi Unjuk Kerja Simulasi Rapat / Musyawarah Kelompok

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Ketertiban MusyawarahSuasana kelompok sangat gaduh dan tidak terkendali.Suasana musyawarah sering diwarnai perdebatan tidak sehat.Suasana musyawarah cukup tertib meski sesekali kurang fokus.Musyawarah berlangsung sangat tertib, teratur, dan saling menghormati.4
2Penerapan Prosedur VotingProsedur voting tidak dijalankan dengan benar dan curang.Prosedur voting dijalankan namun membingungkan anggota.Prosedur voting berjalan tertib tetapi pencatatan kurang rapi.Prosedur voting berjalan transparan, tertib, dan dicatat dengan sangat rapi.4
3Pembagian Peran KelompokHanya 1 orang yang bekerja, anggota lain tidak memiliki peran.Peran terbagi namun hanya berjalan pada sebagian kecil anggota.Setiap anggota memiliki peran dan menjalankan tugasnya cukup baik.Pembagian peran sangat jelas (ketua, notulen, anggota) dan semua aktif.4
4Kualitas Produk AkhirProduk laporan tidak selesai dan tidak memuat hasil kesepakatan.Produk laporan selesai namun isi hasil keputusan kurang jelas.Produk laporan selesai dengan rapi dan memuat hasil keputusan kelompok.Produk laporan (lisan/visual) sangat kreatif, rapi, lengkap, dan informatif.4
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130