Line Spacing
Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Semester Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 4 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Menganalisis sejarah pembentukan BPUPK, pidato Bung Karno 1 Juni 1945, Piagam Jakarta, hingga pengesahan 18 Agustus 1945.
Elemen Capaian Pembelajaran : Pancasila
Model Pembelajaran : Culturally Responsive Teaching
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Diferensiasi proses (audio/visual); menyanyikan lagu/yel-yel dengan konteks budaya lokal

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Kesiapan Belajar Peserta Didik

Berdasarkan hasil pemetaan awal, peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki pemahaman dasar mengenai lambang negara dan sila-sila Pancasila. Namun, pemahaman terkait latar belakang sejarah, lini masa perumusan, serta dinamika kompromi kebangsaan dalam pembentukan Pancasila sebagai dasar negara masih bersifat permukaan. Peserta didik membutuhkan jembatan kognitif untuk menghubungkan fakta sejarah dengan nilai-nilai kehidupan sehari-hari.

Karakteristik dan Gaya Belajar

Mayoritas peserta didik memiliki kecenderungan gaya belajar visual yang dominan (sangat responsif terhadap infografis, video sejarah interaktif, komik digital, dan pemetaan konsep), dikombinasikan dengan pembelajar auditori yang menyukai narasi cerita dan nyanyian. Peserta didik tumbuh dalam lingkungan sosial budaya pedesaan Jawa Timur (Kecamatan Panarukan/Situbondo-Wringin Anom) yang kental dengan nilai gotong royong, kesenian lokal, dan tutur bahasa daerah (Jawa/Madura).

Identifikasi Tantangan Pembelajaran

  1. Konsep sejarah yang bersifat abstrak dan jarak waktu yang jauh rentan membuat peserta didik bosan jika hanya disajikan dalam bentuk bacaan teks padat (rote learning).
  2. Perlu strategi diferensiasi proses agar peserta didik visual terfasilitasi gambar/infografis lini masa, sedangkan peserta didik auditori terfasilitasi melalui lagu perumusan Pancasila dan diskusi interaktif.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu menjelaskan fakta sejarah dan lini masa pembentukan dasar negara secara konseptual dan kronologis; menganalisis dinamika perumusan Pancasila sejak pembentukan BPUPK, sidang BPUPK pertama, pidato Bung Karno 1 Juni 1945, penyusunan Piagam Jakarta 22 Juni 1945, hingga penetapan dan pengesahan Pancasila serta UUD 1945 oleh PPKI pada 18 Agustus 1945; serta meneladani nilai kesepakatan, kompromi, dan persatuan para pendiri bangsa dalam kehidupan sehari-hari.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Tujuan Utama

Melalui penerapan model Culturally Responsive Teaching dan pendekatan Deep Learning, peserta didik mampu menganalisis kronologi sejarah pembentukan Pancasila sebagai dasar negara serta meneladani sikap kompromi pendiri bangsa dengan tepat dan penuh kesadaran.

Rincian Indikator Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (IKTP)

  1. Peserta didik mampu mengurutkan 4 peristiwa utama pembentukan dasar negara (BPUPK, Pidato 1 Juni, Piagam Jakarta, dan Pengesahan PPKI 18 Agustus 1945) dalam bentuk lini masa visual dengan akurat.
  2. Peserta didik mampu menganalisis peran tokoh pendiri bangsa dan gagasan penting dalam pembentukan BPUPK serta penetapan dasar negara melalui kegiatan bedah infografis dan komik digital secara kritis.
  3. Peserta didik mampu menyimpulkan makna penting kompromi perubahan sila pertama Piagam Jakarta demi persatuan bangsa melalui diskusi kelompok berpola Culturally Responsive Teaching.
  4. Peserta didik mampu menyanyikan yel-yel/lagu sejarah Pancasila berirama musik lokal daerah secara bergotong royong dan antusias.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Pancasila tidak lahir secara mendadak, melainkan hasil dari proses perjuangan panjang, olah pikir, dan kompromi luhur para pendiri bangsa yang melintasi perbedaan suku, agama, dan golongan. Mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau kelompok adalah kunci utama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila, sedangkan tanggal 18 Agustus diperingati sebagai hari Pengesahan Pancasila?
  2. Apa yang akan terjadi pada negara kita jika para tokoh pendiri bangsa pada tanggal 18 Agustus 1945 tidak mau saling mengalah dan berkompromi?
  3. Bagaimana nilai gotong royong masyarakat Wringin Anom mencerminkan semangat para pahlawan saat merumuskan dasar negara?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Dimensi Profil Pelajar Pancasila

  1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Meneladani sikap toleransi dan menghargai perbedaan keyakinan.
  2. Berkebinekaan Global: Menghargai keberagaman gagasan dan budaya lokal serta nasional.
  3. Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok untuk menyusun proyek lini masa sejarah.
  4. Bernalar Kritis: Menganalisis perbedaan gagasan dalam dokumen Piagam Jakarta dan Pengesahan 18 Agustus 1945.

Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning 6C)

  1. Critical Thinking: Menganalisis alasan terjadinya perubahan kalimat pada sila pertama Piagam Jakarta.
  2. Collaboration: Bekerja sama menyelesaikan tugas Lini Masa Peristiwa Sejarah.
  3. Communication: Mempresentasikan hasil analisis sejarah di depan kelas.
  4. Creativity: Menyusun infografis visual dan menyanyikan lagu sejarah berbasis irama budaya lokal.
  5. Character: Menumbuhkan rasa hormat terhadap sejarah dan pahlawan bangsa.
  6. Citizenship: Menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara sejak dini.

MATERI PEMBELAJARAN

Sub-Materi 1: Pembentukan BPUPK dan Sidang Pertama (1 Maret - 1 Juni 1945)

  1. Pembentukan BPUPK (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan) atau Dokuritsu Junbi Cosakai pada 1 Maret 1945 (dilantik 28 Mei 1945) di bawah ketua Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat.
  2. Sidang Pertama BPUPK (29 Mei – 1 Juni 1945) mendengarkan usulan dasar negara dari Mr. Mohammad Yamin, Prof. Dr. Soepomo, dan Ir. Soekarno.
  3. Pidato Ir. Soekarno pada 1 Juni 1945 yang pertama kali mengusulkan istilah "Pancasila" sebagai philosophische grondslag (dasar filsafat negara).

Sub-Materi 2: Panitia Delapan, Panitia Sembilan, dan Piagam Jakarta (22 Juni 1945)

  1. Pembentukan Panitia Sembilan untuk mematangkan usulan dasar negara.
  2. Rumusan Piagam Jakarta (Jakarta Charter) pada 22 Juni 1945 yang memuat 5 rumusan dasar negara, dengan sila pertama berbunyi: "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya".

Sub-Materi 3: Pengesahan Pancasila oleh PPKI (18 Agustus 1945)

  1. Pembentukan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) menggantikan BPUPK pada 7 Agustus 1945.
  2. Peristiwa bersejarah tanggal 18 Agustus 1945: Pembahasan perubahan sila pertama atas usulan tokoh-tokoh dari Indonesia Timur demi menjaga persatuan bangsa.
  3. Penetapan rumusan akhir Pancasila yang sah dan resmi termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.

Integrasi Kontes Lokal (Wringin Anom / Situbondo - Jawa Timur)

Nilai musyawarah mufakat dan toma (tokoh masyarakat) dalam tradisi rembug desa di Wringin Anom dihubungkan dengan sikap legawa para pendiri bangsa yang mengutamakan kerukunan di atas perbedaan suku dan agama.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Culturally Responsive Teaching (CRT)

  1. Cultural Identity: Mengaitkan tradisi gotong royong lokal (seperti rembug warga atau gugur gunung di Wringin Anom) dengan sidang BPUPK/PPKI.
  2. Cultural Validation: Menggunakan seni tembang/yel-yel daerah berirama lokal Jawa/Madura sebagai media ekspresi pemahaman sejarah.
  3. Cultural Critical Consciousness: Mengajak siswa mengkritisi pentingnya menjaga toleransi di lingkungan sekolah yang beragam berdasarkan pelajaran sejarah 18 Agustus 1945.

Pendekatan Pembelajaran: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

  1. Mindful Learning (Belajar Bermakna & Sadar): Peserta didik mengheningkan cipta sejenak membayangkan suasana sidang 1945, menyadari betapa mahalnya harga sebuah persatuan.
  2. Meaningful Learning (Belajar Berkelanjutan): Mengaitkan fakta sejarah dengan tindakan nyata peserta didik dalam mengendalikan ego saat bermusyawarah di kelas.
  3. Joyful Learning (Belajar Menggembirakan): Pembelajaran berbasis gim lini masa visual pada Smart TV dan bernyanyi bersama yel-yel sejarah berirama budaya lokal.

ASESMEN

Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)

  1. Kognitif: Kuiz singkat visual melalui Smart TV (3 soal pilihan ganda interaktif tentang tokoh perumus Pancasila).
  2. Non-Kognitif: Angket pemetaan gaya belajar (Visual vs Auditori) dan suasana hati peserta didik.

Asesmen Formatif (Selama Pembelajaran)

  1. Observasi Unjuk Kerja Kelompok (Penyusunan Lini Masa Sejarah Visual).
  2. Penilaian Keaktifan Diskusi berpola CRT.
  3. Observasi Menyanyikan Yel-yel/Lagu Sejarah Lokal.

Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)

  1. Tes Tertulis Pemahaman Konsep dan Kronologi Sejarah (Soal Pilihan Ganda Kompleks dan Uraian Analitis).
  2. Produk Kerja Kelompok: Bagan Lini Masa Perjalanan Pancasila.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)

Aspek SikapIndikatorSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Gotong RoyongBekerja sama dalam kelompok menyusun lini masa visual.Sangat aktif membagi tugas, membantu teman, dan menghargai pendapat.Aktif bekerja sama dan menyelesaikan tugas kelompok dengan baik.Cukup aktif tetapi perlu sesekali didorong untuk bekerja sama.Pasif dan tidak mau terlibat dalam kegiatan kelompok.
Bernalar KritisMenganalisis alasan perubahan rumusan Piagam Jakarta.Mampu menjelaskan alasan perubahan sila ke-1 secara mendalam dan logis.Mampu menjelaskan alasan perubahan sila ke-1 dengan jelas.Menjelaskan alasan perubahan sila ke-1 namun kurang lengkap.Belum mampu menjelaskan alasan perubahan sila ke-1.
Toleransi & MusyawarahMenghormati perbedaan pendapat saat diskusi.Selalu mendengarkan dan menerima hasil keputusan diskusi dengan lapang dada.Mendengarkan dan menerima hasil keputusan diskusi dengan baik.Kadang memaksakan kehendak namun mau menerima teguran.Memaksakan kehendak dan tidak mau menerima hasil diskusi.

Rubrik Penilaian Keterampilan (Penyusunan Lini Masa Visual & Yel-Yel)

Aspek KeterampilanKriteria Skor 4Kriteria Skor 3Kriteria Skor 2Kriteria Skor 1
Ketepatan Kronologi Lini Masa4 Peristiwa disusun sangat tepat urutannya beserta tanggal dan tokoh terkait.3-4 Peristiwa tepat, ada sedikit kekeliruan detail tanggal/tokoh.2 Peristiwa tepat, urutan kronologi masih membingungkan.Kurang dari 2 peristiwa yang tepat urutannya.
Estetika Visual & KreativitasPenyajian sangat rapi, kombinasi warna menarik, ilustrasi visual sangat jelas.Penyajian rapi, warna menarik, ilustrasi visual jelas.Penyajian cukup rapi, visual kurang bervariasi.Penyajian tidak rapi dan tidak memuat unsur visual yang mendukung.
Penampilan Yel-Yel Budaya LokalMenyanyi dengan sangat kompak, antusias, irama budaya lokal sangat terasa.Menyanyi dengan kompak, antusias, irama budaya lokal terasa.Menyanyi cukup kompak namun kurang antusias dan irama kurang sesuai.Menyanyi tidak kompak dan tidak bersungguh-sungguh.

Rubrik Penilaian Pengetahuan (Tes Tertulis)

Nilai KonversiPredikatKriteria Pemahaman
90 - 100Sangat Baik (A)Mampu menganalisis seluruh lini masa sejarah, tokoh, dan makna kompromi dengan sempurna.
80 - 89Baik (B)Mampu mengurutkan lini masa dan menjelaskan peristiwa kunci dengan benar.
70 - 79Cukup (C)Mampu menyebutkan peristiwa sejarah namun masih ragu dalam urutan kronologi.
< 70Perlu Bimbingan (D)Belum memahami peristiwa sejarah pembentukan Pancasila.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 (4 x 35 Menit = 140 Menit)

Kegiatan Pendahuluan (20 Menit)

  1. Pembukaan dan Pengkondisian Kelas (Mindful Learning):
    • Guru menyapa peserta didik dengan salam hangat, menanyakan kabar, dan mengecek kehadiran.
    • Peserta didik diajak melakukan teknik STOP (Stop, Take a breath, Observe, Proceed) selama 2 menit untuk memfokuskan pikiran dan mengheningkan cipta mengenang jasa para pahlawan perumus Pancasila.
  1. Apersepsi Budaya Lokal (Culturally Responsive Teaching):
    • Guru menampilkan gambar tradisi Rembug Desa atau Musyawarah Warga di Wringin Anom pada Smart TV.
    • Guru bertanya: "Siapa yang pernah melihat bapak-bapak di desa kita berkumpul untuk bermusyawarah menentukan kegiatan RT/Desa? Mengapa musyawarah itu penting?"
  1. Penyampaian Tujuan dan Motivasi (Joyful Learning):
    • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan cara menarik melalui Smart TV.
    • Peserta didik diajak menyanyikan Yel-Yel "Pancasila Gemilang" dengan nada lagu daerah Jawa Timur (Cublak-Cublak Suweng / Tembang Dolanan) yang digubah liriknya.

Kegiatan Inti (100 Menit)

Tahap 1: Orientasi Visual dan Orientasi Masalah (20 Menit) - Deep Learning (Meaningful)

  1. Guru menampilkan tayangan Video Animasi Sejarah / Infografis Interaktif berdurasi 7 menit di Smart TV yang menggambarkan perjalanan pembentukan Pancasila:
    • 1 Maret 1945: Pembentukan BPUPK
    • 29 Mei - 1 Juni 1945: Sidang BPUPK I dan Pidato 1 Juni Ir. Soekarno
    • 22 Juni 1945: Piagam Jakarta oleh Panitia Sembilan
    • 18 Agustus 1945: Pengesahan Pancasila oleh PPKI
  1. Peserta didik mengamati visual alur sejarah dengan mengidentifikasi gambar tokoh (Radjiman Wedyodiningrat, Mohammad Yamin, Soepomo, Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta).
  2. Guru memberikan Pertanyaan Pemantik Kritis: "Mengapa kalimat sila pertama dalam Piagam Jakarta diubah pada tanggal 18 Agustus 1945? Sikap mulia apa yang ditunjukkan oleh Mohammad Hatta dan tokoh-tokoh Islam saat itu?"

Tahap 2: Pengorganisasian Kelompok & Diferensiasi Proses (20 Menit)

  1. Guru membagi peserta didik menjadi 4 kelompok heterogen berdasarkan kecenderungan gaya belajar dan kemampuan kognitif.
  2. Guru membagikan LKPD berbasis visual dan kartu gambar sejarah (Flashcard Timeline).
  3. Diferensiasi Proses:
    • Kelompok Visual: Diberikan tugas menyusun "Peta Kartun Lini Masa Sejarah Pancasila" menggunakan kartu bergambar tokoh dan lambang peristiwa yang dihubungkan dengan alur panah berwarna.
    • Kelompok Auditori-Kinestetik: Diberikan tugas menyusun "Komik Bermain Peran Lini Masa" dan menyiapkan peragaan drama singkat 3 menit tentang sidang pengesahan 18 Agustus 1945.

Tahap 3: Membimbing Penyelidikan Kelompok (30 Menit) - Deep Learning (Mindful & Critical Thinking)

  1. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok menganalisis urutan tanggal, tempat, tokoh, dan peristiwa penting perumusan Pancasila.
  2. Guru berkeliling memberikan scafolding (bimbingan terarah), terutama memfasilitasi dialog kritis tentang makna kompromi pada 18 Agustus 1945.
  3. Peserta didik mengaitkan sikap mengalah/berkompromi para tokoh bangsa dengan budaya kerukunan umat beragama dan gotong royong di lingkungan SD Negeri 1 Wringin Anom.

Tahap 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya (20 Menit) - Culturally Responsive Teaching

  1. Setiap kelompok mempresentasikan hasil karya Lini Masa Sejarah Visual atau Mini Drama Sejarah di depan kelas dengan memanfaatkan Smart TV sebagai latar display visual.
  2. Sebelum dan sesudah presentasi, kelompok memimpin yel-yel perumusan Pancasila berirama lokal yang telah disiapkan.
  3. Kelompok lain memberikan tanggapan, pertanyaan, atau apresiasi berupa tepuk tangan khas daerah.

Tahap 5: Menganalisis dan Evaluasi Proses Pemecahan Masalah (10 Menit)

  1. Guru memberikan konfirmasi, penguatan materi, dan klarifikasi terhadap alur sejarah yang dipresentasikan peserta didik.
  2. Guru menekankan kembali poin penting: Tanggal 1 Juni adalah Hari Lahir Pancasila (gagasan nama awal), sedangkan 18 Agustus adalah Pengesahan Pancasila (rumusan final yang sah).

Kegiatan Penutup (20 Menit)

  1. Refleksi Bersama (Mindful & Meaningful Learning):
    • Peserta didik diajak merenungkan: "Apa nilai kebaikan terbesar dari para pendiri bangsa yang bisa kita tiru saat kita berbeda pendapat dengan teman di sekolah?"
  1. Evaluasi Sumatif Mandiri:
    • Peserta didik mengerjakan tes formatif/sumatif singkat 5 soal pilihan ganda dan 1 soal uraian pada lembar tes.
  1. Penugasan dan Tindak Lanjut:
    • Peserta didik diberi tugas membawa cerita singkat dari rumah tentang bagaimana orang tua/masyarakat di desa mereka menyelesaikan perbedaan pendapat secara damai.
  1. Doa dan Penutup:
    • Pembelajaran diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin salah satu peserta didik dan ucapan salam.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Olah Pikir (Intellectual Mindset)

Peserta didik tidak sekadar menghafal tanggal sejarah, melainkan menganalisis hubungan sebab-akibat antara pidato Bung Karno 1 Juni 1945, penyusunan Piagam Jakarta, hingga lahirnya teks final 18 Agustus 1945 melalui pengerjaan Lini Masa Visual.

Olah Rasa (Emotional & Moral Mindset)

Peserta didik merasakan emosi kebangsaan dan keteladanan para tokoh Islam serta tokoh nasionalis yang rela mengubah 7 kata dalam Piagam Jakarta demi keutuhan NKRI, menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial.

Olah Karsa (Volitional & Social Mindset)

Peserta didik berkomitmen untuk mempraktikkan sikap mau mendengarkan, tidak memaksakan kehendak, dan mau berkompromi saat melakukan musyawarah pemilihan ketua kelas atau pembagian tugas kelompok di SD Negeri 1 Wringin Anom.

Olah Raga / Praktik (Physical & Creative Action)

Peserta didik secara aktif menyusun media visual lini masa, bergerak mengeksplorasi kartu gambar, serta menyanyikan yel-yel berirama lagu daerah dengan gerakan tubuh yang energik dan menggembirakan.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten

Menyediakan bahan ajar berbentuk ringkasan Teks Visual Berwarna untuk peserta didik visual dan rekaman cerita audio/narasi interaktif untuk peserta didik auditori melalui jaringan intranet Smart TV.

Diferensiasi Proses

  1. Kelompok Pembelajar Visual: Menganalisis alur sejarah dengan mencocokkan kartu bergambar (flashcard), infografis warna-warni, dan membuat bagan alur kronologis.
  2. Kelompok Pembelajar Auditori/Kinestetik: Menganalisis alur sejarah melalui pengamatan tayangan video naratif, dilanjutkan pembuatan yel-yel perumusan Pancasila dan peragaan mini peran tokoh.

Diferensiasi Produk

Sesuai pilihan kelompok, hasil unjuk kerja dapat berupa:

  1. Papan Lini Masa Visual Sejarah Pancasila berhias ilustrasi.
  2. Penampilan Mini Drama & Yel-Yel Sejarah berirama musik daerah.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

Hardware

  1. Laptop Guru (Intel Core i5, RAM 8GB untuk menjalankan media interaktif lancar).
  2. Smart TV 55 Inci di depan kelas sebagai papan penayangan utama.

Software & Media Digital

  1. Aplikasi Presentasi Interaktif / Canvava Presentation untuk materi visual.
  2. Video animasi sejarah "Perjalanan Lahirnya Pancasila" durasi 7 menit.
  3. Kuis Interaktif berbasis visual yang ditampilkan pada Smart TV.

Akses Internet

Jaringan Wi-Fi SD Negeri 1 Wringin Anom digunakan untuk pengaksesan video pembelajaran dan pencarian referensi gambar pahlawan nasional secara langsung jika dibutuhkan peserta didik.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media Pembelajaran

  1. Kartu Gambar Sejarah (Flashcard Timeline) memuat foto Tokoh (Dr. Radjiman, Yamin, Soepomo, Soekarno, Hatta) dan simbol peristiwa.
  2. Papan Magnetik Lini Masa Sejarah.
  3. Video Animasi Pembentukan BPUPK dan Pengesahan Pancasila.
  4. Teks Lirik Yel-Yel "Pancasila Gemilang" berirama lagu daerah.

Sumber Belajar

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas V SD/MI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2023.
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila Kelas V SD/MI, Kemendikbudristek, 2023.
  3. Arsip Digital Naskah Otentik Piagam Jakarta 22 Juni 1945 dan Pembukaan UUD 1945.
  4. Lingkungan Sosial Budaya Desa Wringin Anom (Konteks Musyawarah Warga).

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Peserta Didik....................................................
Kelas / FaseV (Lima) / C
Nomor Absen....................................................
Tanggal Pelaksanaan....................................................

Judul Aktivitas: Petualangan Lini Masa Lahirnya Dasar Negaraku

Tujuan Aktivitas

  1. Mengurutkan peristiwa penting pembentukan Pancasila secara kronologis.
  2. Menganalisis makna kompromi para tokoh bangsa pada peristiwa 18 Agustus 1945.

Petunjuk Kerja

  1. Bekerjalah bersama teman satu kelompokmu!
  2. Amati 4 kartu gambar peristiwa sejarah yang disediakan oleh guru!
  3. Tempelkan kartu gambar tersebut pada alur lini masa di bawah ini secara urut berdasarkan tanggal kejadiannya!
  4. Jawablah pertanyaan analisis di bagian bawah lembar kerja ini dengan berdiskusi secara santun!

Bagian 1: Lini Masa Sejarah Pancasila

Kotak Peristiwa 1 ( ........................................ 1945 )

  • Nama Peristiwa: ............................................................................................
  • Tokoh Utama: ................................................................................................
  • Hasil Penting: ................................................................................................

Kotak Peristiwa 2 ( 1 Juni 1945 )

  • Nama Peristiwa: ............................................................................................
  • Tokoh Utama: Ir. Soekarno
  • Hasil Penting: Usulan nama ........................................... sebagai Dasar Negara.

Kotak Peristiwa 3 ( 22 Juni 1945 )

  • Nama Peristiwa: Penyusunan ....................................................................
  • Tokoh Utama: Panitia ....................................................................................
  • Hasil Penting: Rumusan awal 5 Sila Pancasila.

Kotak Peristiwa 4 ( 18 Agustus 1945 )

  • Nama Peristiwa: Sidang Pengesahan .........................................................
  • Lembaga: .......................................................................................................
  • Hasil Penting: Penetapan rumusan sah Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945.

Bagian 2: Pertanyaan Diskusi Kritis (Deep Learning)

  1. Mengapa para tokoh pendiri bangsa sepakat untuk mengubah kalimat sila pertama pada Piagam Jakarta ("Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya") menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa" pada tanggal 18 Agustus 1945?

       Jawaban: .........................................................................................................................................................................................

  1. Jika kamu sedang bermusyawarah memilih ketua kelas di SD Negeri 1 Wringin Anom dan pendapatmu berbeda dengan pendapat teman terbanyak, sikap apa yang harus kamu lakukan sesuai teladan para pahlawan pada 18 Agustus 1945?

       Jawaban: .........................................................................................................................................................................................

REMEDIAL

Program Bimbingan Remedial

  1. Sasaran: Peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (nilai asesmen sumatif < 70).
  2. Bentuk Kegiatan: Bimbingan perorangan dengan memanfaatkan media Flashcard Timeline berpasangan visual-teks yang lebih sederhana.
  3. Langkah Pembelajaran Remedial:
    • Guru menjelaskan ulang alur sederhana 3 tanggal penting: 1 Juni (Usulan Soekarno), 22 Juni (Piagam Jakarta), 18 Agustus (Pengesahan Resmi).
    • Peserta didik diminta menyusun kembali 3 kartu tanggal tersebut secara langsung dihadapan guru.
    • Peserta didik menjawab 2 pertanyaan lisan sederhana tentang nama pahlawan perumus Pancasila.
NoNama Peserta DidikNilai AwalIndikator yang Belum DikuasaiBentuk Intervensi RemedialNilai AkhirKeterangan
1Aditya Pratama60Mengurutkan kronologi 22 Juni - 18 AgustusBimbingan Flashcard Visual Perorangan78Tuntas
2Siti Nurhaliza65Menganalisis alasan perubahan Piagam JakartaMentoring Teman Sebaya & Pendampingan Guru80Tuntas

PENGAYAAN

Program Pembelajaran Pengayaan

  1. Sasaran: Peserta didik yang telah mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran dengan predikat Sangat Baik (nilai > 85).
  2. Bentuk Kegiatan: Proyek Analisis Mandiri / Kelompok Kecil "Detektif Sejarah".
  3. Tugas Pengayaan:
    • Peserta didik diminta membuat Kliping Visual Mini atau Infografis Sederhana tentang profil singkat 3 tokoh perumus Pancasila (Mr. Mohammad Yamin, Prof. Dr. Soepomo, dan Drs. Mohammad Hatta).
    • Menuliskan 3 teladan konkret dari masing-masing tokoh tersebut yang dapat diterpakan oleh siswa di Desa Wringin Anom saat ini.
NoNama Peserta DidikNilai AwalBentuk Proyek PengayaanOutput Hasil Karya
1Ahmad Fauzi92Membuat Infografis Tokoh Drs. Moh. HattaPoster Digital Teladan Kebangsaan
2Nabila Putri95Menulis Cerita Pendek "Andai Aku Ada di Sidang PPKI 1945"Teks Cerita Komik Kebangsaan

REFLEKSI GURU

NoAspek RefleksiPertanyaan EvaluasiHasil Evaluasi / Catatan Guru
1Efektivitas Model CRTApakah pengintegrasian konteks budaya lokal Wringin Anom dan yel-yel berirama daerah meningkatkan antusiasme siswa?Sangat efektif. Siswa merasa lebih dekat dengan materi dan lebih cepat memahami makna musyawarah.
2Pendekatan Deep LearningApakah siswa mampu memahami makna kompromi 18 Agustus 1945, bukan sekadar menghafal tanggal?Mayoritas siswa (sekitar 85%) berhasil mengungkapkan makna kesepakatan demi persatuan bangsa.
3Pembelajaran VisualApakah penggunaan Smart TV dan kartu gambar membantu siswa visual memahami lini masa?Sangat membantu. Siswa visual dapat melihat urutan kronologi dengan sangat jelas dan terstruktur.
4Pengelolaan WaktuApakah alokasi waktu 4 x 35 menit cukup untuk menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan hingga evaluasi?Waktu berjalan sesuai rencana, namun bagian presentasi kelompok perlu diefisiensikan lagi.
5Tindak LanjutApa perbaikan yang harus dilakukan untuk pertemuan berikutnya?Menyiapkan lebih banyak variasi gambar ilustrasi tokoh agar pemahaman visual siswa semakin mendalam.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

NoPertanyaan RefleksiJawaban Saya
1Bagian mana dari pelajaran hari ini yang paling kamu sukai? (Menonton video di Smart TV, menyusun kartu lini masa, atau menyanyi yel-yel?)....................................................................................................
2Hal penting apa yang kamu pelajari tentang peristiwa tanggal 18 Agustus 1945?....................................................................................................
3Apa yang akan kamu lakukan jika dalam kerja kelompok temanmu memiliki pendapat yang berbeda?....................................................................................................
4Gambarkan perasaanmu setelah mengikuti pembelajaran hari ini dengan memberi tanda centang pada gambar di samping!Senang / Biasa Saja / Bingung

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru: Sejarah Perumusan Pancasila dan Nilai Kompromi Kebangsaan

       Proses pembentukan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia merupakan contoh terbaik dari konsensus nasional dan kompromi luhur para pendiri bangsa (founding fathers). Diawali dari janji kemerdekaan Jepang yang merealisasikan pembentukan BPUPK (Dokuritsu Junbi Cosakai) pada 1 Maret 1945. BPUPK yang diketuai oleh Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat mengadakan sidang pertama pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945 untuk merumuskan dasar negara.

       Pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan pidato monumental tanpa teks yang mengusulkan lima prinsip dasar negara yang diberi nama Pancasila. Guna menindaklanjuti usulan tersebut, dibentuklah Panitia Sembilan yang berhasil menyusun rancangan Pembukaan UUD pada 22 Juni 1945, yang dikenal sebagai Piagam Jakarta (Jakarta Charter). Dalam naskah ini, sila pertama berbunyi: "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya".

       Momen paling krusial terjadi pada tanggal 18 Agustus 1945 dalam sidang PPKI. Drs. Mohammad Hatta menyampaikan aspirasi dari masyarakat Indonesia bagian Timur yang mengusulkan agar kalimat pada sila pertama diubah demi menjaga keutuhan dan persatuan Indonesia yang majemuk. Para tokoh Islam seperti Ki Bagus Hadikusumo, K.H. Wahid Hasyim, Kasman Singodimedjo, dan Teuku Mohammad Hasan dengan lapang dada dan jiwa besar menerima perubahan tersebut menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa". Peristiwa ini mencerminkan puncak dari Deep Learning nilai keberagaman dan kebangsaan.

Bahan Bacaan Peserta Didik: Perjalanan Hebat Pancasila Kita

Tahukah kamu bagaimana Pancasila menjadi dasar negara kita yang hebat?

  1. 1 Maret 1945: Pembentukan BPUPK untuk menyelidiki syarat-syarat kemerdekaan Indonesia.
  2. 1 Juni 1945: Bapak Ir. Soekarno berpidato dan pertama kali mengenalkan nama "Pancasila" sebagai dasar negara. Makanya, setiap tanggal 1 Juni kita memperingati Hari Lahir Pancasila!
  3. 22 Juni 1945: Para pahlawan kita yang tergabung dalam Panitia Sembilan berkumpul dan membuat dokumen bernama Piagam Jakarta.
  4. 18 Agustus 1945: Sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan, lembaga bernama PPKI mengesahkan Pancasila sebagai dasar negara resmi Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

Para pahlawan mengajarkan kita untuk selalu bersatu, mau bermusyawarah, dan saling menghargai meskipun kita berbeda-beda suku dan agama!

GLOSARIUM

  1. BPUPK: Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan; badan yang bertugas menyiapkan rencana kemerdekaan Indonesia.
  2. PPKI: Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia; badan yang mengesahkan Pancasila dan UUD 1945.
  3. Piagam Jakarta: Dokumen rancangan Pembukaan UUD 1945 yang disusun Panitia Sembilan pada 22 Juni 1945.
  4. Kompromi: Kesepakatan damai di mana masing-masing pihak saling mengalah demi kepentingan bersama yang lebih besar.
  5. Lini Masa: Urutan kejadian atau peristiwa yang disusun berdasarkan urutan waktu terjadinya.
  6. Philosophische Grondslag: Pondasi, filsafat, pemikiran mendalam yang menjadi dasar dari sebuah negara merdeka.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP). (2020). Buku Bahan Ajar Pendidikan Pancasila. Jakarta: BPIP RI.
  2. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  3. Latif, Yudi. (2011). Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  4. Notosusanto, Nugroho. (1981). Proses Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara. Jakarta: Balai Pustaka.

LAMPIRAN

Lampiran 1: Lembar Observasi Asesmen Formatif (Sikap & Keterampilan Kelompok)

NoNama Peserta DidikAspek yang Dinilai: Gotong Royong (1-4)Aspek yang Dinilai: Bernalar Kritis (1-4)Aspek yang Dinilai: Keterampilan Lini Masa Visual (1-4)Aspek yang Dinilai: Penampilan Yel-Yel Budaya (1-4)Total SkorSkor Akhir (Skor/16)*100
1Peserta 143341487.5
2Peserta 2444416100
3Peserta 244431593.75
4Peserta 333331275
5Peserta 433441487.5

Kriteria Perhitungan Skor Lembar Observasi:

  • Skor 4 (Sangat Baik): Menunjukkan indikator secara konsisten, mandiri, dan menjadi teladan bagi teman lain.
  • Skor 3 (Baik): Menunjukkan indikator secara konsisten dengan sedikit dorongan/bimbingan dari guru.
  • Skor 2 (Cukup): Menunjukkan indikator tetapi belum konsisten, membutuhkan bimbingan berulang.
  • Skor 1 (Perlu Bimbingan): Belum menunjukkan indikator sama sekali meskipun telah dibimbing.

Lampiran 2: Instrumen Tes Sumatif (Kognitif)

A. Pilihan Ganda

  1. Badan yang bertugas menyelidiki persiapan kemerdekaan Indonesia dan merumuskan dasar negara pada bulan Mei-Juni 1945 adalah...

       A. PPKI

       B. BPUPK

       C. Panitia Sembilan

       D. KNIP

  1. Tokoh pendiri bangsa yang menyampaikan pidato pada tanggal 1 Juni 1945 dan pertama kali memperkenalkan istilah "Pancasila" adalah...

       A. Mr. Mohammad Yamin

       B. Prof. Dr. Soepomo

       C. Ir. Soekarno

       D. Drs. Mohammad Hatta

  1. Dokumen Piagam Jakarta (Jakarta Charter) yang dirumuskan oleh Panitia Sembilan ditetapkan pada tanggal...

       A. 1 Juni 1945

       B. 22 Juni 1945

       C. 17 Agustus 1945

       D. 18 Agustus 1945

  1. Pengesahan Pancasila yang sah dan resmi sebagai dasar negara Indonesia dilakukan oleh PPKI pada tanggal...

       A. 29 Mei 1945

       B. 1 Juni 1945

       C. 17 Agustus 1945

       D. 18 Agustus 1945

       B. Uraian Analitis

  1. Jelaskan sikap mulia apa yang ditunjukkan oleh para tokoh pendiri bangsa pada tanggal 18 Agustus 1945 saat menyepakati perubahan kalimat sila pertama Piagam Jakarta, dan bagaimana kamu menerapkan sikap tersebut di lingkungan sekolah SD Negeri 1 Wringin Anom!

Kunci Jawaban Tes Sumatif

  1. B (BPUPK)
  2. C (Ir. Soekarno)
  3. B (22 Juni 1945)
  4. D (18 Agustus 1945)
  5. Kunci Uraian: Sikap mulia yang ditunjukkan adalah jiwa besar, toleransi, dan mengutamakan persatuan kebangsaan di atas kepentingan pribadi/golongan. Penerapan di sekolah: mau mengalah dan bermusyawarah saat menentukan tugas kelompok, menghormati teman yang beda agama/pendapat, dan menjaga rukun tetangga/sekolah tanpa membeda-bedakan.
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130