Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Fase : V (Lima) / C
Semester / T.A. : Ganjil / 2026/2027
Materi / Topik : Hubungan Keliling dan Luas Daerah Bangun Datar
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 Pertemuan)

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Karakteristik Peserta Didik

Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom dominan memiliki gaya belajar visual yang kuat. Mereka menyukai demonstrasi berbantuan media digital, manipulasi objek gambar, dan simulasi warna. Namun secara konseptual, peserta didik belum memahami bahwa dua atau lebih bangun datar yang memiliki ukuran keliling sama tidak selalu memiliki luas daerah yang sama. Terdapat miskonsepsi umum di mana peserta didik menganggap keliling dan luas berbanding lurus secara permanen (jika keliling sama, maka luas otomatis pasti sama).

Pengetahuan Awal

Peserta didik telah menguasai rumus dasar menghitung keliling dan luas bangun datar persegi serta persegi panjang, namun masih memandangnya sebagai dua konsep yang berdiri sendiri tanpa keterhubungan kuantitaf secara kognitif tingkat tinggi.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Membandingkan variasi luas daerah yang dapat dibentuk dari suatu nilai keliling tetap.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Tujuan Pembelajaran Domain Kognitif dan Penalaran (HOTS)

  1. Melalui eksplorasi visual interaktif, peserta didik mampu menganalisis hubungan antara keliling tetap dan variasi luas daerah pada bangun segi empat dengan tepat.
  2. Melalui simulasi pemodelan lahan pertanian lokal Wringin Anom, peserta didik mampu membuktikan bahwa ukuran keliling yang sama dapat menghasilkan luas daerah yang berbeda secara sistematis.
  3. Melalui diskusi pemecahan masalah (Problem Based Learning), peserta didik mampu merumuskan dimensi panjang dan lebar yang menghasilkan luas maksimum dari nilai keliling yang ditentukan.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Ukuran keliling suatu bangun datar tidak menentukan secara tunggal besarnya luas daerah di dalamnya. Dalam kehidupan nyata, khususnya dalam optimasi lahan pertanian atau perkebunan di daerah Wringin Anom, pemahaman ini membantu petani memagari lahan dengan bahan yang sama efisiennya namun memperoleh luas tanam yang maksimal untuk meningkatkan produktivitas panen.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apabila seorang petani di Wringin Anom memiliki pagar kawat sepanjang 24 meter, apakah semua bentuk kebun persegi panjang yang dibuat kawat tersebut pasti menghasilkan luas tanah yang sama?
  2. Mengapa dua bidang lahan yang membutuhkan panjang bambu pemagar yang persis sama bisa memiliki kapasitas tanam bibit cabai yang berbeda jauh?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Dimensi Profil Pelajar Pancasila

  • Bernalar Kritis: Menganalisis data kuantitatif perbandingan keliling dan luas serta memproses informasi secara obyektif.
  • Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok untuk menginvestigasi variasi luas bangun datar.
  • Kreatif: Merancang berbagai kombinasi dimensi bangun datar untuk menemukan luas daerah yang paling optimal.

Kompetensi Deep Learning (Pembelajaran Mendalam)

  • Mindful Learning: Kesadaran penuh saat mengamati perubahan bentuk geometri dan dampaknya terhadap perubahan luas.
  • Meaningful Learning: Mengaitkan konsep matematis abstrak dengan konteks riil pembagian lahan pertanian di Wringin Anom.
  • Joyful Learning: Pengalaman belajar yang memicu rasa ingin tahu melalui manipulasi simulasi visual interaktif di Smart TV.

MATERI PEMBELAJARAN

Konsep Dasar Keterhubungan Keliling dan Luas

  • Keliling (Perimeter) adalah jumlah panjang seluruh sisi yang membatasi suatu bangun datar.
  • Luas (Area) adalah besarnya daerah yang tertutup oleh garis batas bangun datar tersebut.

Pembuktian Variasi Luas pada Keliling Tetap

Untuk keliling tetap (K = 24 cm), bentuk persegi panjang dapat memiliki berbagai pasangan panjang (p) dan lebar (l) dengan rumus K = 2 x (p + l) atau (p + l) = 12 cm.

  • Variasi 1: p = 11 cm, l = 1 cm -> Luas = 11 cm²
  • Variasi 2: p = 10 cm, l = 2 cm -> Luas = 20 cm²
  • Variasi 3: p = 9 cm, l = 3 cm -> Luas = 27 cm²
  • Variasi 4: p = 8 cm, l = 4 cm -> Luas = 32 cm²
  • Variasi 5: p = 7 cm, l = 5 cm -> Luas = 35 cm²
  • Variasi 6: p = 6 cm, l = 6 cm (Persegi) -> Luas = 36 cm²

Kesimpulan Analitis:

Semakin mendekati bentuk persegi (selisih panjang dan lebar semakin kecil), maka luas daerah yang dihasilkan dari keliling yang sama akan semakin besar. Luas maksimum dicapai saat bangun membentuk persegi sempurna.

Kontekstualisasi Kearifan Lokal Wringin Anom

Optimasi pemagaran lahan kebun jagung atau cabai di Wringin Anom dengan keterbatasan biaya material kawat/bambu agar memperoleh luas daerah tanam paling luas.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

  • Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL) berorientasi HOTS.
  • Pendekatan Pembelajaran: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning) dan Student-Centered Visual Approach.

ASESMEN

Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)

  • Kognitif: Kuis singkat 2 soal tentang perhitungan keliling dan luas persegi panjang dasar.
  • Non-Kognitif: Angket pemetaan gaya belajar visual dan tingkat kesiapan belajar.

Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)

  • Observasi unjuk kerja saat diskusi kelompok dan investigasi simulasi visual.
  • Penilaian Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) analisis HOTS.

Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)

  • Tes tertulis pemecahan masalah konteks optimasi lahan (HOTS level C4-C5).

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Sikap (Bernalar Kritis dan Gotong Royong)

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor)Skor
1Bernalar Kritis1: Belum menunjukkan keaktifan bertindak analitis, hanya menerima jawaban teman.
2: Mulai bertanya tetapi belum mampu mengaitkan data keliling dan luas.
3: Mampu mengidentifikasi perbedaan luas dari keliling yang sama dengan bantuan.
4: Sangat aktif menganalisis data, memberikan argumen logis, dan menyimpulkan secara mandiri.
2Gotong Royong1: Pasif dalam kelompok dan tidak berkontribusi pada penyelesaian LKPD.
2: Berkontribusi hanya jika diminta oleh teman kelompok.
3: Aktif bekerja sama dan membantu pembagian tugas kelompok.
4: Sangat aktif memfasilitasi diskusi, membantu teman, dan memastikan tugas kelompok selesai tepat waktu.

Rubrik Penilaian Keterampilan (Analisis Eksperimen Visual)

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor)Skor
1Pengumpulan dan Pengolahan Data Visual1: Tidak mampu menentukan variasi panjang dan lebar dari keliling tetap.
2: Menentukan variasi panjang dan lebar tetapi salah dalam menghitung luas.
3: Menentukan variasi panjang dan lebar serta menghitung luas dengan benar tetapi belum lengkap.
4: Menentukan seluruh variasi panjang, lebar, dan luas dengan tepat dan sistematis.
2Presentasi dan Argumentasi Hasil1: Tidak mampu menjelaskan hasil temuan kelompok di depan kelas.
2: Menjelaskan hasil temuan tetapi ragu-ragu dan tidak memuat alur logis.
3: Menjelaskan hasil temuan dengan jelas tetapi belum bisa menjawab pertanyaan tanggapan.
4: Menjelaskan hasil temuan secara sistematis, percaya diri, dan mampu mempertahankan argumentasi HOTS.

Rubrik Penilaian Pengetahuan (Tes Analisis HOTS)

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor)Skor
1Membandingkan Variasi Luas Daerah1: Menyatakan keliling sama pasti luasnya sama.
2: Menyatakan luasnya berbeda tetapi tidak dapat membuktikan dengan perhitungan.
3: Mengaplikasikan perhitungan variasi luas namun ada sedikit kekeliruan aritmatika.
4: Mengaplikasikan perhitungan variasi luas dengan tepat dan membandingkannya secara kritis.
2Rekomendasi Solusi Optimasi Lahan1: Tidak memberikan solusi dimensi lahan yang optimal.
2: Memilih dimensi lahan yang salah untuk luas maksimum.
3: Memilih dimensi lahan yang tepat tetapi alasan analitis belum lengkap.
4: Merumuskan dimensi lahan yang memberikan luas maksimum beserta alasan geometris yang tepat.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)

  1. Guru membuka pembelajaran dengan salam hangat, mengondisikan kelas, dan mengajak peserta didik berdoa bersama secara khusyuk (Mindful Learning).
  2. Guru memeriksa kesiapan belajar dan kehadiran peserta didik.
  3. Apersepsi Visual: Guru menampilkan gambar Smart TV yang memperlihatkan dua petak kebun cabai di Desa Wringin Anom dengan ukuran pagar luar yang identik namun jumlah tanaman di dalamnya berbeda.
  4. Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu peserta didik (Joyful Learning).
  5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan alur kegiatan yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti (75 Menit)

Fase 1: Orientasi Peserta Didik pada Masalah (15 Menit)

  1. Guru menyajikan studi kasus nyata melalui tayangan Smart TV: "Pak Didik memiliki kawat sepanjang 20 meter untuk memagari kebun sayur di Wringin Anom. Pak Didik bingung menentukan bentuk kebun persegi panjang seperti apa yang harus dibuat agar area tanamnya paling luas."
  2. Peserta didik mengamati simulasi interaktif visual berbasis web/applet geometri yang ditayangkan guru pada Smart TV.
  3. Peserta didik diajak menyadari ketidaksesuaian antara pemikiran awal (miskonsepsi) mereka dengan fenomena visual yang tampil (Mindful Learning).

Fase 2: Mengorganisasikan Peserta Didik untuk Belajar (10 Menit)

  1. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok heterogen (setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa).
  2. Guru membagikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis HOTS dan bahan manipulatif visual (kertas berpetak dan tali berukuran tetap).
  3. Guru menjelaskan alur kerja kelompok dalam mendesain beberapa alternatif bentuk lahan.

Fase 3: Membimbing Penyelidikan Mandiri dan Kelompok (20 Menit)

  1. Peserta didik melakukan investigasi dengan membuat berbagai variasi bangun persegi panjang yang memiliki keliling tetap (20 cm pada kertas berpetak / skala lapangan).
  2. Peserta didik mencatat variasi dimensi panjang, lebar, dan menghitung luas masing-masing bentuk ke dalam tabel LKPD.
  3. Diferensiasi Proses: Guru memberikan pendampingan intensif berupa pertanyaan tingkatan kritis (HOTS) kepada kelompok yang membutuhkan dorongan penalaran, serta memberikan tantangan variabel lebih tinggi bagi kelompok yang lebih cepat paham.
  4. Peserta didik menganalisis pola: "Apa yang terjadi pada luas daerah ketika selisih antara panjang dan lebar semakin kecil?" (Meaningful Learning).

Fase 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya (15 Menit)

  1. Setiap kelompok menyusun hasil rekomendasi desain lahan terbaik untuk Pak Didik berdasarkan tabel analisis data.
  2. Perwakilan kelompok mempresentasikan desain kebunnya di depan kelas memanfaatkan Smart TV untuk menampilkan gambar visual hasil karya mereka.
  3. Kelompok lain mengkritisi dan memberikan tanggapan berbasis bukti perhitungan yang telah dilakukan.

Fase 5: Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah (15 Menit)

  1. Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk menyimpulkan konsep utama: keliling yang sama dapat menghasilkan luas yang berbeda-beda.
  2. Guru mengarahkan peserta didik menemukan prinsip bahwa bentuk yang mendekati atau berupa persegi sempurna akan memberikan luas daerah paling maksimal dari keliling yang sama.
  3. Peserta didik melakukan refleksi atas kekeliruan pemahaman awal mereka (Mindful Learning).

Kegiatan Penutup (15 Menit)

  1. Peserta didik bersama guru merangkum poin-poin penting materi pembelajaran.
  2. Peserta didik mengerjakan tes evaluasi mandiri (asesmen sumatif singkat) untuk mengukur pemahaman kognitif HOTS.
  3. Guru bersama peserta didik melakukan refleksi pembelajaran terkait pengalaman belajar yang menyenangkan (Joyful Learning).
  4. Guru memberikan apresiasi atas kerja sama seluruh kelompok.
  5. Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning (Pembelajaran Sadar Diri)

Peserta didik secara sadar diajak mengamati dan merasakan perubahan luas ketika bentuk geometri dimanipulasi secara visual, sehingga menyadari kesalahan intuitif awal mereka mengenai hubungan keliling dan luas.

Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Peserta didik mengaitkan abstraksi matematis keliling dan luas dengan aplikasi riil pemagaran lahan pertanian di daerah Wringin Anom, memahami bahwa matematika adalah alat efisiensi kehidupan nyata.

Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Peserta didik mengalami pembelajaran yang menggembirakan melalui eksplorasi visual interaktif di Smart TV, manipulasi gambar pada kertas berpetak warna-warni, serta kompetisi sehat merancang kebun terluas.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Proses

  • Kelompok Regular: Diberikan panduan berupa tabel eksplorasi nilai panjang dan lebar secara berurutan (sistematis dari p=9 hingga p=5) untuk menemukan pola luas.
  • Kelompok Tinggi / Berpikir Kritis: Diberikan studi kasus analisis tingkat tinggi berupa batas keliling yang lebih besar dan instruksi menganalisis kasus kontekstual jika salah satu sisi lahan memanfaatkan dinding benteng alami (sungai/tembok) tanpa perlu dipagari kawat.

Adaptasi Visual

Menggunakan kode warna visual pada Smart TV untuk membedakan garis keliling (garis tepi tebal berwarna merah) dan daerah luas (arsiran bagian dalam berwarna hijau) guna memudahkan asosiasi peserta didik dengan gaya belajar visual.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  • Smart TV: Digunakan untuk menampilkan tayangan simulasi geometri interaktif dan media presentasi hasil analisis kelompok secara visual.
  • Laptop Guru: Menjalankan perangkat lunak pemodelan visual matematika (seperti GeoGebra Applet atau PhET Interactive Simulation) yang terhubung ke Smart TV.
  • Akses Internet: Mengakses sumber visual digital dan media pembelajaran interaktif secara langsung saat proses eksplorasi masalah.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

  • Media Pembelajaran: Smart TV, Laptop, Aplikasi Simulasi Geometri Visual, Kertas Grid/Berpetak Warna, Tali/Benang dengan ukuran keliling tetap (20 cm dan 24 cm), Penggaris, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
  • Sumber Belajar: Buku Siswa Matematika SD/MI Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi; Lingkungan sekitar pertanian Desa Wringin Anom.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Peserta Didik
Kelas / No. AbsenV (Lima) /
Tanggal
Mata PelajaranMatematika

Topik Eksperimen

Menganalisis Hubungan Keliling dan Luas Daerah Pada Pemodelan Lahan Pertanian Wringin Anom.

Kasus Problem Solving

Pak Didik di Wringin Anom memiliki pagar kawat sepanjang 24 meter. Beliau ingin membuat kebun cabai berbentuk persegi panjang. Bantu Pak Didik menemukan ukuran panjang dan lebar kebun agar ia mendapatkan luas lahan tanam yang paling besar.

Langkah Kerja

  1. Gunakan kertas berpetak yang telah disediakan.
  2. Gambarkan berbagai kemungkinan bentuk persegi panjang yang memiliki keliling tepat 24 cm (1 cm di kertas mewakili 1 meter pada lahan nyata).
  3. Hitunglah luas daerah setiap bentuk yang kamu buat dengan menghitung jumlah kotak di dalamnya.
  4. Isikan data hasil percobaanmu ke dalam tabel di bawah ini.

Tabel Data Eksperimen (Keliling Tetap = 24 cm)

NoPanjang (p)Lebar (l)Keliling (K = 2 x (p+l))Luas Daerah (L = p x l)
111 cm1 cm24 cm..... cm²
210 cm2 cm24 cm..... cm²
39 cm3 cm24 cm..... cm²
48 cm4 cm24 cm..... cm²
57 cm5 cm24 cm..... cm²
66 cm6 cm24 cm..... cm²

Pertanyaan Analisis HOTS

  1. Berdasarkan tabel di atas, apakah semua bangun persegi panjang yang memiliki keliling 24 cm selalu mempunyai luas daerah yang sama? Jelaskan alasanmu.
  2. Ukuran panjang dan lebar manakah yang menghasilkan luas daerah yang paling KECIL?
  3. Ukuran panjang dan lebar manakah yang menghasilkan luas daerah yang paling BESAR?
  4. Apa hubungan antara bentuk bangun (selisih panjang dan lebar) dengan besarnya luas daerah yang dihasilkan?
  5. Rekomendasi Solusi: Berikan saran tertulis kepada Pak Didik, berapa ukuran panjang dan lebar kebun yang sebaiknya dibuat agar hasil panen cabainya maksimal? Mengapa demikian?

REMEDIAL

Program Remedial (Bimbingan Terarah)

  • Sasaran: Peserta didik yang belum mampu mencapai tujuan pembelajaran atau masih mengalami miskonsepsi bahwa keliling sama pasti luas sama.
  • Kegiatan:
  1. Melakukan bimbingan perorangan/kelompok kecil menggunakan benda konkret (papan paku/geoboard dan karet gelang).
  2. Peserta didik diminta membuat persegi panjang dengan keliling 12 unit pada geoboard, kemudian menghitung unit persegi di dalamnya secara langsung satu per satu.
  3. Mengidentifikasi kembali secara visual perbedaan mendasar antara garis tepi (keliling) dan petak dalam (luas).

PENGAYAAN

Program Pengayaan (Tantangan Berpikir Kritis Tinggi)

  • Sasaran: Peserta didik yang telah melampaui capaian pembelajaran dengan cepat dan akurat.
  • Soal Tantangan Analisis:

"Pak Didik ingin memagari kebun di pinggir sungai Desa Wringin Anom. Sisi kebun yang berbatasan langsung dengan sungai tidak perlu dipagari kawat. Jika Pak Didik memiliki kawat sepanjang 20 meter, tentukan ukuran panjang dan lebar kebun agar luas daerahnya menjadi yang paling maksimal. (Petunjuk: Pagar hanya digunakan untuk 3 sisi kebun)."

REFLEKSI GURU

NoAspek Refleksi GuruHasil Evaluasi dan Catatan Guru
1Kesesuaian Alokasi WaktuPembelajaran berlangsung tepat sesuai dengan alokasi waktu 3 x 35 menit. Tahap diskusi kelompok dapat berjalan efisien karena media visual Smart TV langsung memfokuskan perhatian siswa.
2Ketercapaian Tujuan PembelajaranKetercapaian tujuan pembelajaran mencapai 85%. Sebagian besar peserta didik berhasil membuktikan secara analitis bahwa keliling sama tidak berarti luas sama.
3Pengelolaan Pembelajaran berbasis HOTSPertanyaan pemantik dan tabel analisis LKPD efektif mendorong siswa bernalar kritis dan tidak sekadar menghafal rumus matematis.
4Efektivitas Media Visual dan TeknologiPenggunaan Smart TV dan applet geometri sangat membantu peserta didik visual dalam menangkap perubahan kontras antara keliling dan luas.
5Rencana Perbaikan untuk Pembelajaran BerikutnyaPerlu memberikan perhatian ekstra pada 15% peserta didik yang masih membutuhkan bantuan perhitungan perkalian dasar agar tidak memperlambat tahap analisis HOTS.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

NoPertanyaan Refleksi Peserta DidikTanggapan Peserta Didik
1Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling menyenangkan bagi kamu?Mengamati perubahan bentuk kebun di layar Smart TV dan menghitung petak warna di kertas berpetak.
2Apakah kamu masih beranggapan bahwa dua bangun dengan keliling sama pasti luasnya sama? Mengapa?Tidak, karena setelah bereksperimen, panjang dan lebar yang berbeda ternyata menghasilkan jumlah kotak luas yang berbeda pula.
3Hal baru apa yang kamu ketahui tentang cara membantu petani di Wringin Anom membuat kebun?Agar kebun paling luas dengan kawat yang sama, bentuk kebun harus dibuat sama panjang sisinya (persegi).
4Apa kesulitan yang kamu rasakan saat mengerjakan diskusi kelompok tadi?Saat menghitung dan memastikan kelilingnya harus tetap 24 cm, kadang suka keliru menjumlahkan panjang dan lebarnya.

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

Dalam geometri Euclides, keterhubungan antara keliling (perimeter) dan luas (area) merupakan salah satu topik utama yang melatih kemampuan isoperimetrik. Prinsip isoperimetrik menyatakan bahwa di antara semua bangun datar dengan keliling yang ditentukan, bangun lingkaran memiliki luas maksimum. Namun, dalam cakupan segi empat (quadrilateral), bangun persegi merupakan bentuk yang mengoptimalkan luas maksimum untuk keliling tetap tertentu. Miskonsepsi bahwa "keliling berbanding lurus secara konstan dengan luas" sering terjadi karena keterbatasan visualisasi abstrak. Oleh karena itu, pendekatan eksplorasi visual interaktif berbantuan Smart TV dan manipulatif grid membantu menjembatani pemahaman konseptual ini ke level Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Bahan Bacaan Peserta Didik

Tahukah kamu? Kalau kamu punya tali sepanjang 20 cm, kamu bisa membuat berbagai macam bentuk persegi panjang di atas kertas. Ada persegi panjang yang kurus dan panjang, ada juga yang bentuknya kotak sempurna (persegi). Meskipun panjang tali pembuat batasnya (keliling) persis sama yaitu 20 cm, tetapi daerah di dalamnya (luas) berbeda-beda! Bentuk yang paling kurus akan menghasilkan daerah yang sempit, sedangkan bentuk kotak sempurna (persegi) akan menghasilkan daerah yang paling luas. Pengetahuan ini sangat berguna untuk membantu para petani di Desa Wringin Anom agar bisa membuat kebun yang sangat luas tanpa harus membeli banyak kawat pagar.

GLOSARIUM

  • Keliling (Perimeter): Total panjang seluruh garis batas luar yang mengelilingi suatu bangun datar.
  • Luas (Area): Besarnya ukuran permukaan atau daerah tertutup di dalam batas bangun datar.
  • Isoperimetrik: Sifat matematika yang berkaitan dengan bangun-bangun datar yang memiliki keliling sama tetapi memiliki luas yang bervariasi.
  • Optimasi: Proses mencari solusi terbaik atau paling menguntungkan (misalnya mencari luas daerah terbesar dengan bahan keliling terbatas).
  • HOTS (Higher Order Thinking Skills): Kemampuan berpikir tingkat tinggi yang mencakup analisis, evaluasi, dan pemikiran kreatif kritis.
  • Deep Learning: Pendekatan pembelajaran mendalam yang berfokus pada kesadaran (mindful), kebermaknaan (meaningful), dan kegembiraan belajar (joyful).

DAFTAR PUSTAKA

  • Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  • Van de Walle, J. A., Karp, K. S., & Williams, J. M. (2013). Elementary and Middle School Mathematics: Teaching Developmentally. Boston: Pearson.
  • Hobri, dkk. (2022). Matematika untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor)Skor
1Bernalar Kritis1: Peserta didik pasif, tidak melakukan analisis data eksperimen.
2: Peserta didik mengamati eksperimen tetapi belum bisa menarik keterkaitan data.
3: Peserta didik mampu menganalisis data eksperimen dengan bantuan bimbingan guru.
4: Peserta didik secara mandiri dan meyakinkan mampu menganalisis variasi luas serta menarik kesimpulan analitis secara tepat.
2Gotong Royong1: Peserta didik menolak bekerja sama dalam kelompok.
2: Peserta didik berada di dalam kelompok tetapi tidak ikut berpartisipasi mengerjakan LKPD.
3: Peserta didik aktif berdiskusi dan membantu sebagian tugas kelompok.
4: Peserta didik sangat aktif memimpin perancangan, berbagi tugas, dan mendukung seluruh anggota kelompok.

Lembar Penilaian Unjuk Kerja Keterampilan

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor)Skor
1Ketepatan Pemodelan Geometri Visual1: Gambar bangun datar pada grid tidak sesuai dengan keliling yang ditentukan.
2: Gambar bangun datar sesuai keliling tetapi penentuan panjang dan lebar masih ada kesalahan.
3: Gambar bangun datar sesuai keliling dan penentuan panjang lebar tepat tetapi kurang bervariasi.
4: Gambar bangun datar sangat presisi, lengkap memuat seluruh kombinasi pasangan panjang dan lebar dari keliling tetap.
2Kemampuan Penyampaian Hasil Analisis1: Tidak menyampaikan hasil analisis di depan kelas.
2: Menyampaikan hasil diskusi tetapi hanya membaca data tabel tanpa argumentasi HOTS.
3: Menyampaikan hasil diskusi dengan menjelaskan alasan matematis sederhana.
4: Menyampaikan hasil diskusi secara mendalam, berbasis bukti tabel visual, serta mampu mempertahankan argumentasi optimasi lahan.

Lembar Evaluation Test Kognitif HOTS (Soal Asesmen Sumatif)

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor)Skor
1Membandingkan Variasi Luas Lahan1: Jawaban salah total dan tidak menyertakan langkah perhitungan.
2: Jawaban benar bahwa luasnya berbeda, namun rumus dan argumen perhitungan salah.
3: Perhitungan variasi luas tepat tetapi penarikan perbandingan kesimpulan kurang lengkap.
4: Perhitungan variasi luas sangat tepat, sistematis, dan pembandingan analitis dijelaskan secara terperinci.
2Evaluasi dan Pemecahan Masalah Optimasi1: Tidak memberikan pilihan rekomendasi bentuk kebun.
2: Memberikan pilihan bentuk kebun tetapi bukan bentuk yang menghasilkan luas maksimum.
3: Memilih bentuk kebun dengan luas maksimum tetapi tidak disertai bukti matematika yang utuh.
4: Memilih bentuk kebun yang menghasilkan luas maksimum disertai pembuktian matematis logis berbasis konsep square-optimization.
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130