Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Penyusun : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Matematika
Fase / Kelas : C / V (Lima)
Semester / T.A. : Ganjil / 2026/2027
Materi Utama : Menghitung Luas Bangun Datar Gabungan dengan Dekomposisi
Alokasi Waktu : 2 x 35 Menit (1 Pertemuan)
Target Peserta Didik : Peserta Didik Reguler (Dominan Pembelajar Visual, Membutuhkan Penguatan Konsep)

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Profil Peserta Didik

Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki tingkat keaktifan tinggi ketika disajikan stimulus visual berupa gambar, tayangan video, dan objek berwarna. Namun, hasil pemetaan awal menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik belum memahami konsep dekomposisi (memecah) bangun datar gabungan. Peserta didik cenderung merasa bingung ketika menghadapi bentuk bangun kompleks yang tidak memiliki rumus langsung, serta belum terbiasa mengidentifikasi ukuran sisi-sisi yang tersembunyi.

Kebutuhan Belajar

  1. Kebutuhan Visual: Memerlukan representasi grafis dengan kode warna untuk memisahkan setiap komponen bangun datar dasar.
  2. Kebutuhan Konseptual: Memerlukan bimbingan langkah demi langkah dalam membagi bangun gabungan kompleks menjadi bentuk-bentuk sederhana (persegi dan persegi panjang).
  3. Kebutuhan Kontekstual: Memerlukan kaitan materi matematika dengan kehidupan nyata melalui objek lokal yang familier.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik dapat menguraikan bangun gabungan kompleks menjadi komponen bangun datar sederhana (persegi dan persegi panjang) untuk menghitung total luas daerah secara akurat dan logis.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Indikator Pencapaian Tujuan Pembelajaran (IPTP)

  1. Peserta didik dapat menganalisis dan memisahkan (dekomposisi) bangun datar gabungan menjadi beberapa bangun datar sederhana (persegi dan persegi panjang) menggunakan teknik garis bantu berwarna secara tepat.
  2. Peserta didik dapat menentukan ukuran panjang dan lebar dari masing-masing komponen bangun datar hasil dekomposisi secara teliti.
  3. Peserta didik dapat menghitung luas daerah keseluruhan dari bangun datar gabungan dengan membedah dan menjumlahkan luas komponen-komponennya secara benar.
  4. Peserta didik dapat memecahkan masalah kontekstual yang berkaitan dengan luas pekarangan rumah tradisional menggunakan strategi dekomposisi secara kolaboratif.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Dalam kehidupan sehari-hari, tidak semua permukaan atau lahan berbentuk bangun datar murni seperti persegi atau persegi panjang sempurna. Dengan menguasai keterampilan dekomposisi (memecah bangun kompleks), manusia dapat menghitung kebutuhan bahan bangunan, keramik, cat, atau luas pekarangan rumah secara akurat. Keterampilan ini melatih pemikiran analitis, efisiensi pemecahan masalah, dan ketelitian spasial.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kalian melihat lantai rumah tradisional yang bentuknya seperti huruf L atau T, bagaimana cara kalian menghitung total luas lantai tersebut padahal tidak ada rumus langsung untuk bangun berbentuk L?
  2. Bagaimana caranya agar gambar yang rumit bisa kita ubah menjadi bentuk-bentuk sederhana yang sudah kita kenal rumusnya?
  3. Mengapa memberi warna yang berbeda pada tiap bagian gambar dapat membantu kita menghitung luasnya dengan lebih mudah?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  1. Bernalar Kritis: Menganalisis bagian-bagian bangun datar gabungan dan menentukan dimensi sisi yang belum diketahui.
  2. Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok untuk memecahkan masalah kontekstual pekarangan rumah tradisional.
  3. Mandiri: Mengaplikasikan langkah dekomposisi secara sistematis pada tugas mandiri.

Dimensi Deep Learning

  1. Mindful Learning (Pembelajaran Bermakna dan Kesadaran Utuh): Peserta didik menyadari penuh proses pemisahan bangun kompleks menjadi sederhana melalui keterlibatan indra visual dan motorik halus (mewarnai/memotong).
  2. Meaningful Learning (Pembelajaran Berkelanjutan): Menghubungkan rumus luas dasar yang sudah dipelajari dengan aplikasi nyata pada denah arsitektur lokal.
  3. Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan): Menggunakan media interaktif Smart TV dan aktivitas pewarnaan taktis yang menurunkan tingkat kecemasan belajar matematika.

MATERI PEMBELAJARAN

Pengertian Dekomposisi Bangun Datar

Dekomposisi adalah strategi memecah atau menguraikan suatu bangun datar gabungan kompleks menjadi dua atau lebih bangun datar dasar yang lebih sederhana (seperti persegi atau persegi panjang) yang luasnya mudah dihitung.

Langkah-Langkah Menghitung Luas Bangun Gabungan

  1. Identifikasi Bangun: Amati bentuk gabungan secara visual.
  2. Buat Garis Bantu: Tarik garis putus-putus mendatar atau tegak untuk membagi bangun gabungan menjadi Bangun I, Bangun II, dan seterusnya.
  3. Gunakan Kode Warna: Beri warna berbeda pada masing-masing bangun dasar untuk memperjelas batas daerah.
  4. Cari Sisi yang Belum Diketahui: Hitung panjang sisi yang belum tertera dengan memanfaatkan hubungan panjang sisi yang sejajar.
  5. Hitung Luas Masing-Masing Bangun:

Luas Bangun I = panjang x lebar (atau sisi x sisi)

Luas Bangun II = panjang x lebar (atau sisi x sisi)

  1. Jumlahkan Luas Total:

Luas Total = Luas Bangun I + Luas Bangun II

Konteks Local Wisdom

Penerapan materi menggunakan denah tata ruang pekarangan rumah tradisional Jawa (seperti area Pendopo di bagian depan dan area Gandok/Gedung Utama di bagian belakang) yang membentuk tata layan lahan L-shape atau T-shape.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran

Problem Based Learning (PBL)

Pendekatan Pembelajaran

Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning) dan Pembelajaran Berdiferensiasi (Diferensiasi Proses berdasarkan gaya belajar visual dan tingkat pemahaman).

ASESMEN

Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)

Teknik: Tes Lisan Visual singkat dengan menampilkan gambar persegi dan persegi panjang di Smart TV untuk mengecek pemahaman dasar rumus luas.

Asesmen Formatif (Selama Pembelajaran)

  1. Penilaian Kinerja Kelompok: Lembar observasi diskusi dan penguraian denah pekarangan.
  2. Asesmen Individu: Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis pewarnaan dekomposisi.

Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)

Teknik: Tes Tertulis singkat (2 soal uraian pemecahan masalah dekomposisi bangun gabungan).

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Asesmen Kinerja / Proses Pembelajaran

NoAspek yang DinilaiSkor 1 (Perlu Bimbingan)Skor 2 (Cukup)Skor 3 (Baik)Skor 4 (Sangat Baik)
1Kemampuan Membagi Bangun (Dekomposisi)Belum mampu membuat garis bantu dekomposisi meskipun sudah dibimbing.Mampu membuat garis bantu dekomposisi tetapi pembagian bangun kurang tepat.Mampu membagi bangun gabungan menjadi dua bangun dasar dengan tepat secara mandiri.Mampu membagi bangun gabungan kompleks menjadi beberapa alternatif bagian secara kreatif dan tepat.
2Keterampilan Menentukan Ukuran SisiTidak mampu menentukan panjang/lebar sisi yang belum diketahui.Menentukan ukuran sisi yang belum diketahui dengan bantuan guru.Menentukan ukuran sisi yang belum diketahui secara mandiri namun ada sedikit kekeliruan hitung.Menentukan seluruh ukuran sisi yang belum diketahui secara cepat, tepat, dan logis.
3Perhitungan Luas TotalSalah menghitung luas dasar dan salah dalam menjumlahkan luas total.Mampu menghitung salah satu luas dasar, tetapi salah dalam total akumulasi.Mampu menghitung luas dasar dan menjumlahkan total dengan tepat tetapi langkah kurang runtut.Mampu menghitung luas dasar dan total secara runtut, rapi, dan 100% akurat.
4Kolaborasi dan Keaktifan KelompokPasif dalam kelompok dan tidak ikut mengerjakan tugas.Ikut serta dalam kelompok hanya jika diminta oleh teman.Aktif berdiskusi dan membantu kelompok mengerjakan tugas pewarnaan dan perhitungan.Sangat aktif memimpin penyelesaian masalah, membantu teman sekelompok, dan mempresentasikan hasil.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

  1. Guru membuka pembelajaran dengan salam hangat, menanyakan kabar, dan mengecek kesiapan belajar peserta didik secara inklusif.
  2. Kesadaran Utuh (Mindful Learning): Guru mengajak peserta didik melakukan pernapasan teratur (teknik STOP) selama 1 menit untuk memfokuskan perhatian pada pembelajaran matematika.
  3. Guru menyajikan gambar visual denah pekarangan rumah tradisional di Smart TV yang berbentuk gabungan beberapa persegi panjang.
  4. Apersepsi dan Pertanyaan Pemantik: Guru menanyakan, "Anak-anak, jika Pak RT ingin memasang paving di seluruh pekarangan rumah tradisional ini, bagaimana cara kita menghitung luasnya jika bentuknya tidak kotak sempurna?"
  5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan aktivitas menarik yang akan dilakukan hari ini, yaitu menjadi "Arsitek Muda" yang membedah lahan pekarangan menggunakan pensil warna.

Kegiatan Inti (50 Menit)

Fase 1: Orientasi Peserta Didik pada Masalah (10 Menit)

  1. Guru menampilkan masalah nyata melalui slide Smart TV: Sebuah denah pekarangan rumah tradisional Wringin Anom yang terdiri dari area Pendopo utama dan area Gandok samping membentuk huruf L dengan ukuran sisi-sisi tertentu yang sebagian belum tertulis.
  2. Peserta didik mengamati visual denah tersebut. Guru memancing pemikiran analitis visual: "Apakah kita punya rumus langsung untuk menghitung bangun berbentuk L ini?" (Joyful & Meaningful Learning).

Fase 2: Mengorganisasikan Peserta Didik untuk Belajar (5 Menit)

  1. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok heterogen (masing-masing 4-5 anak).
  2. Guru membagikan LKPD yang berisi denah tata ruang pekarangan rumah tradisional.
  3. Setiap kelompok dibekali dengan pensil warna/spidol warna yang berbeda-beda.

Fase 3: Membimbing Penyelidikan Individu maupun Kelompok (20 Menit)

  1. Berdiferensiasi Proses:
  • Kelompok visual/membutuhkan dukungan: Dipandu untuk menarik garis putus-putus pemisah bangun dan memberi warna merah untuk Bangun A dan warna biru untuk Bangun B.
  • Kelompok mahir: Diingatkan untuk mencari alternatif garis pemisah lain (misal garis horizontal vs garis vertikal) dan membandingkan hasilnya.
  1. Peserta didik berdiskusi memisahkan denah pekarangan menjadi dua persegi panjang.
  2. Peserta didik bersama-sama menghitung panjang dan lebar sisi yang belum tertera menggunakan analisis pengurangan/penjumlahan sisi sejajar.
  3. Guru berkeliling melakukan scaffolding (bimbingan bergilir), memberikan pertanyaan penuntun tanpa langsung memberikan jawaban.

Fase 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya (10 Menit)

  1. Masing-masing kelompok menempelkan hasil dekomposisi berwarnanya di papan pajangan atau menyajikannya di depan Smart TV.
  2. Perwakilan kelompok mempresentasikan cara mereka membagi bangun, menentukan panjang sisi, dan menghitung total luas pekarangan.
  3. Kelompok lain memberikan tanggapan apresiatif.

Fase 5: Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah (5 Menit)

  1. Guru memberikan penguatan visual melalui animasi Smart TV yang memperlihatkan bahwa membagi secara vertikal maupun horizontal akan menghasilkan total luas yang sama persis.
  2. Guru dan peserta didik membuat kesimpulan bersama mengenai efisiensi strategi dekomposisi.

Kegiatan Penutup (10 Menit)

  1. Peserta didik mengerjakan tes evaluasi sumatif singkat mandiri (2 soal).
  2. Refleksi Pembelajaran: Guru menanyakan perasaan peserta didik dan bagian aktivitas mana yang paling menyenangkan.
  3. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh peserta didik.
  4. Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam penutup.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

  1. Mindful Learning: Peserta didik diajak secara sadar memindai garis-garis pembentuk bangun datar visual, merakan transisi visual saat garis pemisah ditarik, dan menyadari perubahan bentuk kompleks menjadi bentuk dasar.
  2. Meaningful Learning: Peserta didik memahami bahwa rumus matematika bukan sekadar hafalan angka, melainkan alat bantu untuk menyelesaikan masalah nyata arsitektur pekarangan di lingkungan sekitar mereka.
  3. Joyful Learning: Pembelajaran dikemas melalui manipulasi warna grafis, interaksi Smart TV, serta dinamika kerja kelompok yang saling mendukung tanpa tekanan.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten

Menyajikan gambar denah dengan variasi tingkat kerumitan sisi (beberapa gambar memiliki ukuran lengkap, beberapa memerlukan analisis pengurangan sisi).

Diferensiasi Proses

  1. Peserta Didik Membutuhkan Bimbingan: Menggunakan teknik Scaffolding Pewarnaan (Color-Coding Scaffolding). Garis potong diberi bantuan garis titik-titik dan panduan warna khusus untuk mempermudah pemisahan bangun I dan II.
  2. Peserta Didik Mahir: Diberikan tantangan membedah bangun gabungan menjadi 3 bagian bangun dasar yang berbeda dan membandingkan efisiensi caranya.

Diferensiasi Produk

Peserta didik diberi kebebasan memilih cara penyajian dekomposisi pada LKPD, baik menggunakan pemotongan garis vertikal maupun horizontal, selama hasil akhir akumulasi luas terbukti benar.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Smart TV: Digunakan untuk menampilkan slide interaktif, animasi visual penguraian bangun datar, dan penayangan denah pekarangan berwarna resolusi tinggi.
  2. Laptop & Internet: Digunakan guru untuk mengakses platform media pembelajaran visual (Canva/Geogebra interaktif) guna mensimulasikan pemotongan bangun secara live di depan kelas.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

  1. Media:
  • Slide Presentasi Interaktif Smart TV.
  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Cetak Berwarna.
  • Pensil Warna / Spidol Warna.
  • Penggaris.
  1. Sumber Belajar:
  • Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Buku Panduan Guru & Buku Siswa Matematika SD Kelas V.
  • Modul Lokal: Gambar Denah Pekarangan Rumah Tradisional Jawa/Wringin Anom.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Peserta Didik
Kelas / No. AbsenV (Lima) /
Tanggal
Judul KegiatanDetektif Luas Pekarangan Rumah Tradisional

Petunjuk Kerja

  1. Amati gambar denah pekarangan rumah tradisional di bawah ini dengan cermat!
  2. Tariklah satu garis lurus (boleh tegak atau mendatar) untuk membagi bentuk pekarangan ini menjadi 2 bangun datar dasar!
  3. Warnai Bangun Pertama dengan warna MERAH dan Bangun Kedua dengan warna BIRU!
  4. Tuliskan ukuran panjang dan lebar dari masing-masing bangun dasar tersebut!
  5. Hitunglah luas Bangun Pertama, luas Bangun Kedua, lalu jumlahkan untuk mendapatkan Luas Total!

Gambar Denah Pekarangan (Sketsa Soal)

Bentuk L-Shape Pekarangan Rumah Tradisional:

  • Sisi Tegak Kiri Total = 12 m
  • Sisi Atas Total = 15 m
  • Sisi Tegak Kanan = 5 m
  • Sisi Bawah Kanan = 8 m
  • (Sisi mendatar dalam dan sisi tegak dalam belum tertulis, hitunglah!)

Lembar Penyelesaian

  1. Pembagian Bangun (Dekomposisi)

Saya membagi bangun gabungan ini menjadi:

  • Bangun I (Warna Merah) berbentuk: ___________________
  • Bangun II (Warna Biru) berbentuk: ___________________
  1. Penentuan Ukuran Sisi

Bangun I (Merah):

  • Panjang = _____ m
  • Lebar = _____ m

Bangun II (Biru):

  • Panjang = _____ m
  • Lebar = _____ m
  1. Perhitungan Luas
  • Luas Bangun I = Panjang x Lebar

Luas Bangun I = _____ m x _____ m = _____ m²

  • Luas Bangun II = Panjang x Lebar

Luas Bangun II = _____ m x _____ m = _____ m²

  1. Total Luas Pekarangan
  • Luas Total = Luas Bangun I + Luas Bangun II

Luas Total = _____ m² + _____ m² = _____ m²

Kesimpulan: Jadi, luas total pekarangan rumah tradisional tersebut adalah _____ m².

REMEDIAL

Kegiatan remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP):

  1. Menggunakan media konkret beralas kotak-kotak (kertas strimin/grid paper). Peserta didik menggambar bangun L lalu memotongnya secara fisik dengan gunting menjadi dua bagian persegi panjang.
  2. Melatih kembali perhitungan luas dasar persegi panjang secara personal dengan bimbingan tutor sebaya atau bimbingan langsung oleh guru (Scaffolding intensif).

PENGAYAAN

Kegiatan pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah melampaui KKTP:

  1. Diberikan masalah kontekstual lanjutan: "Sebuah denah pekarangan kompleks berbentuk gabungan 3 bangun datar (berbentuk tangga/huruf U). Di dalam pekarangan tersebut terdapat kolam ikan berbentuk persegi berukuran 3m x 3m yang tidak dipasang paving."
  2. Peserta didik diminta menghitung luas area pekarangan yang hanya dipasang paving saja (Pengurangan luas gabungan dengan luas kolam).

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan RefleksiHasil Evaluasi Guru
1Apakah penggunaan warna (color-coding) efektif membantu peserta didik visual membedah bangun gabungan?Sebagian besar peserta didik visual sangat terbantu dan lebih cepat menemukan batas antar bangun datar setelah diberi warna berbeda.
2Apakah media Smart TV dapat meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik selama proses orientasi masalah?Ya, siswa sangat antusias saat animasi pemotongan bangun ditampilkan di Smart TV, perhatian kelas menjadi fokus.
3Bagian manakah dari langkah pembelajaran PBL yang masih membutuhkan alokasi waktu lebih banyak?Pada fase menentukan panjang sisi yang belum diketahui, peserta didik memerlukan waktu tambahan untuk analisis penjumlahan/pengurangan sisi.
4Bagaimana tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran pada pertemuan hari ini?Sekitar 80% peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran dengan baik, 20% membutuhkan pendampingan remedial.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

NoPertanyaan RefleksiJawaban Saya
1Bagian mana dari kegiatan belajar hari ini yang paling kamu sukai?Saat mewarnai gambar denah pekarangan dengan pensil warna di kelompok.
2Apakah kamu merasa lebih mudah menghitung luas bangun kompleks setelah membaginya menjadi dua bangun dasar?Ya, lebih mudah karena saya sudah hafal rumus persegi panjang.
3Bagian mana yang menurutmu paling sulit dalam pelajaran hari ini?Mencari angka panjang sisi yang belum tertulis di gambar.
4Berapa bintang (1-5) yang kamu berikan untuk usahamu sendiri hari ini?4 Bintang.

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

  1. Modul Matematika Fase C: Strategi Pemecahan Masalah Geometri Spasial.
  2. Pendekatan Deep Learning dalam Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar.

Bahan Bacaan Peserta Didik

  1. Buku Siswa Matematika Kelas V SD Kategori Bangun Datar Gabungan.
  2. Lembar Cerita Bergambar: "Mengenal Arsitektur Pekarangan Rumah Tradisional Jawa".

GLOSARIUM

  1. Dekomposisi: Proses menguraikan atau memecah suatu bentuk bangun yang kompleks menjadi beberapa bagian bangun yang lebih sederhana.
  2. Bangun Datar Gabungan: Bangun yang terbentuk dari dua atau lebih bangun datar sederhana yang saling bersisian.
  3. Garis Bantu: Garis khayal atau garis putus-putus yang dibuat untuk membantu membagi wilayah bangun datar.
  4. Color-Coding: Teknik memberikan warna yang berbeda pada tiap bagian objek untuk mempermudah identifikasi dan pemisahan secara visual.
  5. Local Wisdom (Kearifan Lokal): Nilai-nilai, arsitektur, atau kebiasaan lokal setempat (seperti tata ruang pekarangan rumah tradisional).

DAFTAR PUSTAKA

  1. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2024). Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Matematika Fase C. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  2. Hobri, dkk. (2022). Matematika untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Balai Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan.
  3. Van de Walle, J. A. (2008). Matematika Sekolah Dasar dan Menengah: Pengembangan Pengajaran. Jakarta: Erlangga.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Penilaian Sikap dan Kinerja Kelompok

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Bernalar Kritis (Analisis Sisi)Tidak mampu menganalisis ukuran sisi tersembunyi meskipun dibantu penuh.Mampu menganalisis 1 ukuran sisi tersembunyi dengan bimbingan guru.Mampu menganalisis sebagian besar ukuran sisi tersembunyi secara mandiri.Mampu menganalisis seluruh ukuran sisi tersembunyi secara cepat dan akurat.4
2Keterampilan Dekomposisi VisualGaris bantu dekomposisi asal-asalan dan tidak membentuk bangun datar dasar.Garis bantu membentuk bangun dasar tetapi pembagian posisi kurang simetris/tepat.Garis bantu tepat membagi bangun menjadi dua bangun dasar yang benar.Garis bantu sangat tepat, rapi, dan dilengkapi pewarnaan yang sangat memperjelas batas.4
3Perhitungan MatematikaTerjadi kesalahan total dalam penggunaan rumus dan hasil perhitungan akhir.Rumus benar tetapi terjadi kesalahan perhitungan matematis pada luas bagian.Rumus dan perhitungan luas bagian benar, namun salah pada penjumlahan total.Rumus, perhitungan luas bagian, dan penjumlahan total 100% tepat dan benar.4
4Gotong Royong (Kerja Sama)Tidak mau berpartisipasi dan mengganggu jalannya diskusi kelompok.Berpartisipasi hanya jika diperintah oleh ketua atau anggota kelompok lain.Bekerja sama dengan baik dan menyelesaikan bagian tugas kelompoknya.Sangat aktif membantu rekan sekelompok, mengedepankan musyawarah, dan memimpin tugas.4
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130