Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / T.A. : Ganjil / 2026/2027
Materi / Topik : Menemukan Rumus Luas Segitiga (L = ½ x a x t) dari Pemotongan Persegi Panjang
Alokasi Waktu : 2 x 35 Menit (1 Pertemuan)
Karakteristik Peserta Didik : Aktif secara visual, menyukai kegiatan manipulatif, namun belum memahami konsep asal-usul rumus luas segitiga
Target Peserta Didik : Peserta Didik Reguler (28 Orang)

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Kesiapan Belajar

Sebagian besar peserta didik telah memahami konsep keliling dan luas persegi panjang (Luas = panjang x lebar), serta mengenal jenis-jenis bangun datar sederhana. Namun, peserta didik belum memahami bagaimana rumus luas segitiga terbentuk dan cenderung hanya menghafal rumus tanpa pemahaman konsep mendasar.

Karakteristik Visual dan Gaya Belajar

Peserta didik memiliki dominasi gaya belajar visual dan kinestetik. Mereka membutuhkan objek konkret, demonstrasi visual melalui Smart TV, serta pengalaman langsung (hands-on) berupa pemotongan dan penempelan kertas untuk membangun pemahaman matematis yang abstrak menjadi konkret.

Konteks Lingkungan dan Kearifan Lokal

Pembelajaran mengintegrasikan kearifan lokal berupa bentuk atap rumah tradisional bertipe segitiga (seperti atap rumah adat Jawa/Situs lokal Wringin Anom). Konteks ini digunakan sebagai pematik kontekstual agar peserta didik menyadari relevansi matematika dalam kehidupan sehari-hari dan arsitektur lokal.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik dapat menganalisis hubungan alas dan tinggi segitiga terhadap persegi panjang penyusunnya, serta mengonstruksi dan menggunakan rumus luas segitiga untuk menyelesaikan masalah kontekstual dalam kehidupan sehari-hari.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Tujuan Pembelajaran Ranah Pengetahuan

Melalui kegiatan rekonstruksi pemotongan kertas persegi panjang, peserta didik mampu menganalisis hubungan antara alas dan tinggi segitiga dengan panjang dan lebar persegi panjang secara akurat.

Tujuan Pembelajaran Ranah Keterampilan

Melalui eksperimen manipulatif dan diskusi kelompok, peserta didik mampu mengonstruksi rumus luas segitiga (Luas = ½ x a x t) secara runut dan tepat.

Tujuan Pembelajaran Ranah Sikap/Kontekstual

Melalui analisis bentuk atap rumah tradisional, peserta didik mampu memecahkan masalah kontekstual menghitung luas bidang segitiga dengan penuh tanggung jawab dan rasa ingin tahu.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Luas bangun datar tidak sekadar hafalan rumus matematika, melainkan konsep keterhubungan antarbentuk geometri. Luas segitiga merupakan separuh dari luas persegi panjang penyusunnya. Pemahaman ini melatih pola pikir logis-analitis yang berguna dalam perancangan bangunan, seperti menghitung luas bahan baku atap rumah tradisional secara efisien dan tepat.

PERTANYAAN PEMANTIK

Pertanyaan Pemantik 1

Coba perhatikan gambar atap rumah tradisional yang ditayangkan di Smart TV. Mengapa sebagian besar atap rumah dibentuk menyerupai bangun segitiga?

Pertanyaan Pemantik 2

Jika kita memiliki selembar kertas berbentuk persegi panjang dan memotongnya tepat sepanjang garis diagonal dari sudut ke sudut, bangun datar apa yang akan terbentuk dan berapa jumlahnya?

Pertanyaan Pemantik 3

Apakah luas satu segitiga hasil potongan tersebut memiliki hubungan dengan luas kertas persegi panjang semula? Bagaimana cara kita membuktikannya?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  • Bernalar Kritis: Mengidentifikasi hubungan matematis antara elemen persegi panjang dengan segitiga melalui pengamatan dan eksperimen.
  • Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan eksperimen pemotongan kertas, berbagi tugas, dan mendiskusikan hasil temuan.
  • Kreatif: Menata, memotong, dan menempelkan potongan bangun datar untuk menemukan variasi penyusunan konsep matematika.

Kompetensi Deep Learning

  • Critical Thinking: Menganalisis perubahan bentuk geometri dari persegi panjang menjadi dua segitiga siku-siku yang kongruen.
  • Collaboration: Mengembangkan komunikasi efektif dan pembagian peran saat melakukan eksperimen manipulatif.
  • Communication: Mempresentasikan hasil penemuan rumus luas segitiga di depan kelas menggunakan media hasil karyanya.

MATERI PEMBELAJARAN

Konsep Dasar Persegi Panjang

Persegi panjang adalah bangun datar dua dimensi yang memiliki dua pasang sisi sejajar dan empat sudut siku-siku. Luas persegi panjang dinyatakan dengan rumus:

Luas Persegi Panjang = panjang (p) x lebar (l)

Transformasi Persegi Panjang Menjadi Segitiga

Ketika sebuah persegi panjang dipotong secara diagonal dari satu titik sudut ke titik sudut yang berhadapan, akan terbentuk dua buah segitiga siku-siku yang sama besar (kongruen).

Penurunan Rumus Luas Segitiga

  1. Luas 2 Segitiga Siku-siku = Luas 1 Persegi Panjang
  2. Luas 1 Segitiga = ½ x Luas Persegi Panjang
  3. Luas 1 Segitiga = ½ x (panjang x lebar)
  4. Dalam segitiga, istilah 'panjang' disepadankan dengan 'alas' (a), dan istilah 'lebar' disepadankan dengan 'tinggi' (t).
  5. Maka, Luas Segitiga = ½ x a x t

Aplikasi Kontekstual Kearifan Lokal

Penerapan perhitungan luas segitiga dalam mengukur luas kerangka kayu atau seng pada atap rumah tradisional berbentuk segitiga siku-siku maupun sama kaki.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran

Inquiry Learning (Pembelajaran Penemuan Terbimbing)

Sintaks Inquiry Learning

  1. Orientasi Masalah
  2. Merumuskan Hipotesis
  3. Pengumpulan Data (Eksperimen Manipulatif)
  4. Pengujian Hipotesis / Analisis Data
  5. Merumuskan Kesimpulan

Pendekatan Pembelajaran

Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) terintegrasi Etnomatematika (Kearifan Lokal Atap Rumah Tradisional).

ASESMEN

Asesmen Diagnostik (Awal Pembelajaran)

  • Teknik: Tes Lisan dan Visual
  • Instrumen: Pertanyaan singkat mengenai rumus luas persegi panjang dan pengenalan komponen alas serta tinggi pada bangun datar.

Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)

  • Teknik: Unjuk Kerja (Penilaian Kinerja Kelompok), Observasi Sikap, dan Penilaian LKPD.
  • Instrumen: Lembar Observasi Diskusi dan Rubrik Kinerja Pemotongan/Penempelan Kertas.

Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)

  • Teknik: Tes Tertulis (Soal Isian Singkat dan Uraian Kontekstual).
  • Instrumen: Lembar Evaluasi Mandiri (3 Soal Pemecahan Masalah).

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)

Indikator SikapSkor 1 (Perlu Bimbingan)Skor 2 (Cukup)Skor 3 (Baik)Skor 4 (Sangat Baik)
Bernalar KritisBelum mampu mengidentifikasi hubungan antar bangun datar meskipun telah dibimbing.Mampu mengidentifikasi hubungan antar bangun datar dengan bimbingan penuh guru.Mampu menganalisis hubungan persegi panjang dan segitiga dengan sedikit bantuan.Mampu menganalisis secara mandiri dan logis hubungan antara persegi panjang dan segitiga.
Gotong RoyongPasif dan tidak terlibat dalam kegiatan kerja kelompok.Terlibat dalam kerja kelompok hanya jika diminta oleh teman atau guru.Aktif bekerja sama dan menjalankan tugas kelompok dengan baik.Sangat aktif, memimpin kerja sama, dan membantu anggota kelompok yang mengalami kesulitan.
KreatifTidak rapi dalam memotong dan menempel kertas serta tidak mencoba variasi penyusunan.Memotong dan menempel kertas dengan bantuan penuh, hasil kurang rapi.Memotong dan menempel kertas dengan rapi sesuai petunjuk LKPD.Memotong, menempel dengan sangat rapi, serta mampu menunjukkan variasi susunan potongan secara inovatif.

Rubrik Penilaian Keterampilan (Proses Eksperimen dan Konstruksi Rumus)

Kriteria PenilaianSkor 1 (Kurang)Skor 2 (Cukup)Skor 3 (Baik)Skor 4 (Sangat Baik)
Pemotongan dan Penempelan Media KonkretPemotongan kertas tidak presisi dan tidak membentuk segitiga yang kongruen.Pemotongan kurang presisi sehingga segitiga tidak persis sama besar.Pemotongan presisi, membentuk dua segitiga kongruen dengan rapi.Pemotongan sangat presisi, menempelkan dengan sempurna, dan mampu menjelaskan kesamaan ukuran dengan jelas.
Pengonstruksian Rumus Luas SegitigaTidak mampu menghubungkan elemen p dan l dengan a dan t.Mengaitkan p dan l dengan a dan t tetapi gagal merumuskan Luas = ½ x a x t.Mampu merumuskan L = ½ x a x t berdasarkan petunjuk eksplorasi LKPD.Mampu membuktikan dan merumuskan L = ½ x a x t secara runtut, logis, dan sistematis tanpa bantuan.

Rubrik Penilaian Pengetahuan (Evaluasi Evaluasi Akhir)

KriteriaSkor 1Skor 2Skor 3Skor 4
Ketepatan Jawaban MatematikaJawaban salah dan tidak menuliskan langkah penyelesaian.Jawaban akhir salah, namun langkah perhitungan awal sudah benar.Jawaban akhir benar, langkah perhitungan kurang lengkap.Jawaban benar, langkah perhitungan sistematis, mencantumkan satuan luas secara tepat.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa peserta didik, dan memeriksa kesiapan belajar serta kerapihan kelas.
  • Salah satu peserta didik memimpin doa bersama.
  • Guru mengoperasikan Laptop yang terhubung ke Smart TV untuk menayangkan slide apersepsi berisi gambar-gambar atap rumah tradisional daerah setempat yang berbentuk segitiga.
  • Guru melakukan Asesmen Diagnostik Singkat: mengajukan pertanyaan tentang rumus luas persegi panjang yang sudah dipelajari sebelumnya.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, langkah kegiatan yang akan dilakukan, serta manfaat mempelajari luas segitiga dalam kehidupan nyata.

Kegiatan Inti (50 Menit)

Tahap 1: Orientasi Masalah (10 Menit)

  • Guru menayangkan video animasi singkat di Smart TV mengenai seorang tukang kayu yang ingin membuat kerangka atap rumah tradisional berbentuk segitiga dari bahan papan persegi panjang.
  • Peserta didik mengamati demonstrasi visual tersebut secara seksama (Akomodasi Gaya Belajar Visual).
  • Guru memancing pemikiran peserta didik: Bagaimana cara mengetahui luas satu bidang atap segitiga jika kita hanya tahu ukuran panjang dan lebar papan persegi panjang awal?

Tahap 2: Merumuskan Hipotesis (5 Menit)

  • Peserta didik diminta memberikan dugaan awal (hipotesis) mengenai hubungan luas persegi panjang dan luas segitiga.
  • Guru mencatat hipotesis peserta didik di papan tulis, misalnya: "Luas segitiga adalah setengah dari luas persegi panjang".

Tahap 3: Pengumpulan Data melalui Eksperimen (15 Menit)

  • Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok heterogen (setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa).
  • Guru membagikan LKPD, kertas berpetak warna-warni, gunting, penggaris, dan lem kertas kepada setiap kelompok.
  • Peserta didik mendemonstrasikan secara langsung kegiatan manipulatif (Diferensiasi Proses):
  1. Menggambar sebuah persegi panjang dengan ukuran panjang (p) dan lebar (l) tertentu pada kertas berpetak.
  2. Menghitung luas persegi panjang tersebut dengan menghitung jumlah kotak di dalamnya.
  3. Tarik garis diagonal dari sudut kiri bawah ke sudut kanan atas.
  4. Memotong persegi panjang tersebut tepat pada garis diagonal.
  5. Membandingkan dua segitiga yang terbentuk dengan cara menumpuk keduanya untuk membuktikan bahwa ukurannya sama besar (kongruen).

Tahap 4: Pengujian Hipotesis dan Analisis Data (10 Menit)

  • Peserta didik menempelkan salah satu segitiga hasil potongan pada LKPD.
  • Peserta didik mengidentifikasi bahwa Sisi Panjang (p) persegi panjang menjadi Alas (a) segitiga, dan Sisi Lebar (l) persegi panjang menjadi Tinggi (t) segitiga.
  • Peserta didik mengisi tabel analisis di LKPD untuk membuktikan bahwa Luas 1 Segitiga = ½ x Luas Persegi Panjang = ½ x a x t.
  • Guru berkeliling memberikan scaffolding bagi kelompok yang membutuhkan bimbingan tambahan.

Tahap 5: Merumuskan Kesimpulan dan Presentasi (10 Menit)

  • Perwakilan kelompok maju ke depan kelas mempresentasikan hasil karya pemotongan kertas dan penemuan rumus luas segitiga.
  • Tampilan karya ditayangkan melalui kamera dokumen/laptop yang terhubung ke Smart TV agar dapat dilihat seluruh kelas.
  • Kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan.
  • Guru memberikan penguatan secara visual melalui tayangan interaktif di Smart TV bahwa rumus Luas Segitiga adalah L = ½ x a x t.

Kegiatan Penutup (10 Menit)

  • Peserta didik bersama guru menyimpulkan seluruh materi pembelajaran hari ini.
  • Peserta didik mengerjakan soal evaluasi mandiri (3 soal) untuk mengukur pencapaian tujuan pembelajaran.
  • Guru dan peserta didik melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah berlangsung.
  • Guru memberikan apresiasi atas kerja sama seluruh kelompok.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam penutup.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning (Pembelajaran Sadar)

Peserta didik secara sadar mengamati proses perubahan bentuk geometri. Mereka tidak sekadar memotong kertas, tetapi menyadari secara mendalam bahwa pemotongan diagonal membagi area bangun datar menjadi dua bagian yang identik secara akurat.

Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Peserta didik mengaitkan abstraksi rumus matematika L = ½ x a x t dengan struktur nyata dalam arsitektur lokal, yaitu bentuk atap rumah tradisional. Hal ini mengubah persepsi peserta didik bahwa matematika bukan sekadar kumpulan angka, melainkan alat untuk memahami struktur dunia sekitar.

Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Penggunaan media warna-warni, aktivitas fisik memotong dan menempel, serta integrasi teknologi visual melalui Smart TV menciptakan suasana belajar yang interaktif, eksploratif, dan bebas dari rasa cemas terhadap pelajaran matematika.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Proses

  • Peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih (pemahaman awal rendah) diberikan kertas berpetak khusus dengan garis bantu yang jelas serta panduan langkah demi langkah yang terstruktur.
  • Peserta didik dengan pemahaman sedang diberikan kertas warna polos dan penggaris untuk membuat garis diagonal sendiri.
  • Peserta didik dengan pemahaman tinggi diberikan tantangan tambahan untuk memotong persegi panjang menjadi beberapa bagian bentuk segitiga sembarang/sama kaki untuk membuktikan apakah rumus L = ½ x a x t tetap berlaku.

Diferensiasi Produk (Hasil Karya di LKPD)

Peserta didik dibebaskan untuk menyusun, mewarnai, dan mendesain papan tempel pembuktian rumus luas segitiga pada LKPD sesuai dengan kreativitas kelompok masing-masing.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

Laptop dan Smart TV

  • Menayangkan media presentasi interaktif dan animasi manipulasi bangun datar.
  • Menampilkan gambar konkret dan video arsitektur atap rumah tradisional daerah Wringin Anom secara jernih dan berukuran besar.
  • Memproyeksikan hasil karya kelompok saat kegiatan presentasi agar interaksi kelas berjalan lebih dinamis.

Akses Internet

Digunakan oleh guru untuk mengambil sumber belajar berupa gambar eja etnomatematika kontekstual dan animasi simulasi pembuktian luas bangun datar secara real-time.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media Pembelajaran

  • Kertas Origami dan Kertas Berpetak Warna-warni
  • Gunting, Lem Kertas, dan Penggaris
  • Smart TV, Laptop, dan Jaringan Internet
  • Slide Presentasi Interaktif (PowerPoint/Canva Pembelajaran)
  • Video Animasi Pemotongan Bangun Datar

Sumber Belajar

  • Buku Panduan Guru Matematika Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  • Buku Siswa Matematika Kelas V Kurikulum Merdeka.
  • Lingkungan sekitar dan arsitektur atap rumah tradisional di Wringin Anom.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Identitas Peserta Didik

LabelIsi
Nama Kelompok / Anggota1. ....................................................
2. ....................................................
3. ....................................................
4. ....................................................
KelasV (Lima)
Nomor Absen..... / ..... / ..... / .....
Tanggal Kegiatan....................................................

Judul Kegiatan

Eksplorasi Penemuan Rumus Luas Segitiga Melalui Pemotongan Persegi Panjang

Tujuan Kegiatan

  1. Membuktikan hubungan antara persegi panjang dan segitiga siku-siku.
  2. Menemukan rumus luas segitiga melalui media kertas manipulatif.

Alat dan Bahan

  • Kertas berpetak / Origami
  • Gunting
  • Lem Kertas
  • Penggaris dan Pensil

Langkah Kerja

Langkah 1

Gambarlah sebuah persegi panjang pada kertas berpetak yang tersedia dengan ukuran panjang = 8 kotak dan lebar = 4 kotak.

Langkah 2

Hitunglah Luas Persegi Panjang tersebut dengan menghitung seluruh kotak di dalamnya!

  • Jumlah kotak (Luas Persegi Panjang) = ......... kotak satuan.
  • Rumus Luas Persegi Panjang = Panjang (p) x Lebar (l) = ......... x ......... = ......... kotak satuan.

Langkah 3

Tariklah garis diagonal lurus dari sudut kiri bawah ke sudut kanan atas pada persegi panjang tersebut!

Langkah 4

Guntinglah persegi panjang tersebut tepat mengikuti garis diagonal yang telah kamu buat!

  • Berapa banyak bangun datar baru yang kamu dapatkan? Jawaban: ......... buah.
  • Bangun datar apakah yang terbentuk? Jawaban: Bangun ....................

Langkah 5

Tumpuklah kedua segitiga hasil potongan tersebut. Apakah kedua segitiga menutup satu sama lain secara sempurna?

  • Jawaban: (Ya / Tidak) ....................
  • Kesimpulan: Kedua segitiga memiliki ukuran yang .................... (sama besar / berbeda).

Langkah 6

Tempelkan salah satu segitiga pada kolom di bawah ini, lalu amati hubungannya dengan persegi panjang awal!

Tabel Analisis Hubungan Bangun Datar:

  1. Luas 2 Segitiga Siku-siku = Luas 1 ....................
  2. Luas 1 Segitiga = ......... x Luas Persegi Panjang
  3. Sisi Panjang (p) pada persegi panjang berubah menjadi .................... (a) pada segitiga.
  4. Sisi Lebar (l) pada persegi panjang berubah menjadi .................... (t) pada segitiga.
  5. Maka, Luas Segitiga = ......... x ......... x .........

Kesimpulan Akhir

Berdasarkan eksperimen di atas, rumus untuk menghitung Luas Segitiga adalah:

Luas Segitiga = ............................................................

REMEDIAL

Kriteria Peserta Didik Remedial

Peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), yaitu belum mampu menghitung luas segitiga atau belum memahami hubungan alas dan tinggi pada segitiga.

Bentuk Kegiatan Remedial

  • Bimbingan Perorangan / Scaffolding Ulang: Guru memberikan pendampingan khusus secara individual dengan media kertas berpetak berukuran lebih besar.
  • Re-eksperimen Sederhana: Peserta didik diminta mengulang pemotongan persegi panjang menjadi dua segitiga siku-siku dengan jumlah kotak berpetak yang lebih sedikit (misal 4x2 kotak) hingga memahami konsep dasar bahwa luas segitiga adalah setengah dari luas persegi panjang.
  • Pemberian Soal Latihan Terbimbing: Mengerjakan 2 soal latihan dasar menghitung luas segitiga dengan bantuan gambar berpetak.

PENGAYAAN

Kriteria Peserta Didik Pengayaan

Peserta didik yang telah mencapai KKTP dengan predikat sangat baik dan menyelesaikan tugas LKPD lebih cepat dari waktu yang ditentukan.

Bentuk Kegiatan Pengayaan

  • Problem Solving Kompleks (HOTS): Peserta didik diberikan tantangan menghitung luas gabungan bangun datar (misalnya gabungan persegi panjang dan segitiga pada desain kompleks atap rumah tradisional).
  • Tutor Sebaya: Peserta didik bertindak sebagai pendamping atau pembimbing bagi rekan kelompoknya yang masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep penemuan rumus.
  • Eksplorasi Segitiga Sembarang: Peserta didik diminta membuktikan apakah rumus L = ½ x a x t juga berlaku untuk segitiga sama kaki dan segitiga sembarang dengan cara memotongnya dari dua buah persegi panjang.

REFLEKSI GURU

Indikator RefleksiHasil Refleksi / Catatan Guru
Persentase ketercapaian tujuan pembelajaran peserta didik.Seluruh peserta didik (100%) mengikuti kegiatan. Sebanyak 24 dari 28 peserta didik (85.7%) telah mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran secara mandiri, sedangkan 4 peserta didik lainnya membutuhkan bimbingan remedial.
Kendala atau kesulitan utama yang dihadapi dalam proses pembelajaran.Kendala utama terjadi pada manajemen waktu saat kegiatan memotong dan menempel kertas, di mana beberapa kelompok membutuhkan waktu lebih lama untuk memastikan kerapihan pemotongan pada garis diagonal.
Efektivitas penggunaan media Smart TV dan alat peraga manipulatif.Penggunaan Smart TV sangat efektif dalam menarik perhatian visual peserta didik pada awal pembelajaran. Alat peraga kertas berpetak terbukti berhasil mengubah konsep abstrak luas segitiga menjadi konkret.
Keaktifan dan keterlibatan peserta didik selama diskusi kelompok.Peserta didik sangat aktif dan antusias saat melakukan pemotongan kertas dan penempelan. Kerjasama antaranggota kelompok berjalan dengan baik karena pembagian tugas yang jelas.
Rencana perbaikan untuk pertemuan atau materi pembelajaran berikutnya.Untuk pembelajaran berikutnya, kertas bahan eksperimen akan dipotong dengan garis putus-putus siap gunting terlebih dahulu untuk menghemat waktu, sehingga alokasi waktu diskusi dan presentasi dapat lebih optimal.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

Pertanyaan RefleksiBagian Refleksi Peserta Didik
Bagian mana dari kegiatan pembelajaran hari ini yang paling kamu sukai?Bagian saat menggunting kertas persegi panjang menjadi dua segitiga dan menempelkannya di kertas LKPD warna-warni.
Apakah kamu sudah memahami bagaimana cara menemukan rumus luas segitiga?Ya, saya sudah paham bahwa luas segitiga adalah setengah dari luas persegi panjang penyusunnya.
Pengalaman baru apa yang kamu dapatkan tentang atap rumah tradisional hari ini?Saya baru tahu kalau atap rumah tradisional yang berbentuk segitiga luasnya bisa dihitung dengan bantuan rumus persegi panjang.
Apa kesulitan yang kamu rasakan saat melakukan eksperimen bersama kelompokmu?Kesulitannya adalah saat menggunting garis diagonal agar lurus dan rapi supaya ukuran kedua segitiga benar-benar sama besar.
Sikap apa yang harus kamu tingkatkan saat bekerja sama dalam kelompok?Saya harus lebih sabar mendengarkan pendapat teman dan saling membantu saat menempel kertas di LKPD.

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

Konstruksi pengetahuan matematika pada fase C berfokus pada transisi dari berpikir konkret menuju berpikir abstrak. Penurunan rumus luas segitiga melalui pemotongan persegi panjang merupakan bentuk pendekatan etnomatematika dan heuristik matematika yang disarankan dalam Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Persegi panjang dengan ukuran p x l memiliki area total sebesar A. Ketika dipotong secara diagonal, bentuk bidang terbagi dua secara simetris sehingga Luas Segitiga = ½ x A = ½ x p x l. Konversi variabel panjang (p) menjadi alas (a) dan lebar (l) menjadi tinggi (t) membantu peserta didik memahami bahwa orientasi bangun datar dapat berubah, namun nilai hubungan spasialnya tetap konsisten. Konteks lokal seperti arsitektur rumah tradisional memberikan sarana kontekstualisasi agar pembelajaran terasa relevan dan berdampak.

Bahan Bacaan Peserta Didik

Tahukah kamu mengapa atap rumah di sekitar kita banyak yang berbentuk segitiga? Selain agar air hujan mudah mengalir ke bawah, bentuk segitiga juga sangat kuat!

Untuk menghitung luas permukaan atap yang berbentuk segitiga, kita tidak perlu bingung. Ingatlah kembali bentuk kertas persegi panjang. Jika selembar kertas persegi panjang kita potong secara miring dari sudut ke sudut (garis diagonal), kita akan mendapatkan DUA segitiga yang sama besar.

Artinya, Luas SATU Segitiga adalah SETENGAH dari Luas Persegi Panjang.

  • Pada persegi panjang, kita mengenal: Panjang dan Lebar.
  • Pada segitiga, kita mengenal: Alas (bawah) dan Tinggi (tegak).

Maka:

Luas Segitiga = ½ x Alas x Tinggi (L = ½ x a x t).

GLOSARIUM

  • Alas (a): Sisi bagian bawah dari suatu bangun segitiga yang tegak lurus dengan garis tinggi.
  • Diagonal: Garis lurus yang menghubungkan dua titik sudut yang saling berhadapan pada bangun datar.
  • Etnomatematika: Matematika yang dipraktekkan oleh kelompok kebudayaan, seperti masyarakat tradisional dalam merancang arsitektur bangunan.
  • Kongruen: Keadaan dua bangun datar yang sama dan sebangun, memiliki bentuk dan ukuran yang persis sama.
  • Luas: Besaran yang menyatakan ukuran dua dimensi suatu bagian permukaan yang dibatasi oleh kondisi tertutup.
  • Persegi Panjang: Bangun datar dua dimensi yang dibentuk oleh dua pasang rusuk yang masing-masing sama panjang dan sejajar dengan pasangannya.
  • Segitiga Siku-Siku: Segitiga yang salah satu sudutnya membentuk sudut siku-siku (90 derajat).
  • Tinggi (t): Garis lurus yang ditarik dari titik sudut puncak tegak lurus menuju sisi alas segitiga.

DAFTAR PUSTAKA

  • Hobri, dika, dkk. (2022). Matematika untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  • Van de Walle, J. A. (2008). Matematika Sekolah Dasar dan Menengah: Pengembangan Pengajaran. Jakarta: Erlangga.
  • Suwito, A. (2021). Etnomatematika dan Arsitektur Lokal Indonesia dalam Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Matematika Nusantara, 14(2), 105-118.
  • Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2024). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka. Jakarta: BSKAP.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Penilaian Kinerja Eksperimen Siswa

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor)Skor
1Persiapan Alat dan BahanSkor 1: Tidak membawa alat dan bahan eksperimen.
Skor 2: Membawa sebagian alat dan bahan tetapi tidak lengkap.
Skor 3: Membawa seluruh alat dan bahan namun kurang siap menggunakannya.
Skor 4: Membawa seluruh alat dan bahan secara lengkap dan siap menggunakannya secara mandiri.
2Presisi Pemotongan KertasSkor 1: Pemotongan kertas acak-acakan dan tidak mengikuti garis diagonal.
Skor 2: Pemotongan mengikuti garis diagonal tetapi sangat tidak rapi dan ukuran berbeda.
Skor 3: Pemotongan rapi mengikuti garis diagonal dan menghasilkan segitiga yang hampir simetris.
Skor 4: Pemotongan sangat presisi, rapi, dan menghasilkan dua segitiga yang kongruen sempurna.
3Analisis Keterhubungan Bangun DatarSkor 1: Tidak mampu mengidentifikasi hubungan alas/tinggi dengan panjang/lebar.
Skor 2: Mampu mengidentifikasi satu komponen saja (misal hanya panjang menjadi alas).
Skor 3: Mampu mengidentifikasi hubungan panjang-alas dan lebar-tinggi tetapi bingung merumuskan.
Skor 4: Mampu mengidentifikasi seluruh hubungan komponen secara tepat dan merumuskan L = ½ x a x t.
4Kerjasama dalam KelompokSkor 1: Anggota kelompok bekerja individual dan saling berdebat tanpa hasil.
Skor 2: Kerjasama kelompok kurang harmonis, hanya didominasi satu siswa.
Skor 3: Bekerja sama dengan baik dan membagi tugas dengan lumayan seimbang.
Skor 4: Sangat kompak, membagi tugas secara merata, dan saling membantu saat terjadi kesulitan.
5Kejelasan Mempresentasikan HasilSkor 1: Tidak berani tampil atau tidak dapat menjelaskan hasil eksperimen.
Skor 2: Mempresentasikan hasil tetapi membacakan teks dengan suara sangat pelan.
Skor 3: Mempresentasikan hasil dengan jelas tetapi kurang percaya diri saat menanggapi pertanyaan.
Skor 4: Mempresentasikan hasil dengan sangat jelas, runtut, percaya diri, dan mampu menjawab tanggapan.

Lembar Soal Evaluasi Mandiri (Sumatif)

  1. Sebuah kertas berbentuk persegi panjang memiliki ukuran panjang 12 cm dan lebar 8 cm. Kertas tersebut dipotong secara diagonal menjadi dua segitiga yang sama besar. Berapakah luas salah satu segitiga yang terbentuk dari potongan kertas tersebut? Jelaskan langkah perhitungannya!
  1. Pak Budi ingin membuat hiasan dinding berbentuk segitiga siku-siku untuk melengkapi miniatur atap rumah tradisional Wringin Anom. Jika alas hiasan tersebut adalah 15 cm dan tingginya adalah 10 cm, hitunglah luas bahan kayu yang dibutuhkan Pak Budi!
  1. Perhatikan gambar segitiga di bawah ini! (Alas = 20 cm, Tinggi = 14 cm). Sebuah persegi panjang dibuat dengan ukuran panjang dan lebar yang sama dengan alas dan tinggi segitiga tersebut. Berapakah perbandingan luas segitiga dengan luas persegi panjang tersebut? Buktikan dengan perhitungan matematis!

Kunci Jawaban dan Pedoman Penskoran Evaluasi

  1. Langkah Perhitungan:
  • Luas Persegi Panjang = p x l = 12 x 8 = 96 cm²
  • Luas Segitiga = ½ x Luas Persegi Panjang = ½ x 96 = 48 cm²
  • Atau langsung menggunakan rumus: L = ½ x a x t = ½ x 12 x 8 = 48 cm²
  • Skor Maksimal: 30
  1. Langkah Perhitungan:
  • Diketahui: a = 15 cm, t = 10 cm
  • Rumus: Luas Segitiga = ½ x a x t
  • Perhitungan: L = ½ x 15 x 10 = ½ x 150 = 75 cm²
  • Jadi, luas bahan kayu yang dibutuhkan adalah 75 cm²
  • Skor Maksimal: 35
  1. Langkah Perhitungan:
  • Luas Segitiga = ½ x 20 x 14 = 140 cm²
  • Luas Persegi Panjang = 20 x 14 = 280 cm²
  • Perbandingan Luas Segitiga : Luas Persegi Panjang = 140 : 280 = 1 : 2
  • Terbukti bahwa luas segitiga adalah ½ dari luas persegi panjang penyusunnya.
  • Skor Maksimal: 35

Nilai Akhir = Total Skor Soal 1 + Soal 2 + Soal 3 = 100

 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130