IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Matematika |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / T.A. | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Materi / Topik | : | Menemukan dan menggunakan rumus Luas Persegi (L = s x s) dan Luas Persegi Panjang (L = p x ℓ) |
| Alokasi Waktu | : | 3 x 35 menit (1 Pertemuan / 105 menit) |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Profil Peserta Didik
Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki karakteristik dominan bergaya belajar visual dan menunjukkan keaktifan fisik yang tinggi selama pembelajaran. Hasil pemetaan awal menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik belum memahami konsep dasar luas sebagai penutupan permukaan, melainkan masih sering tertukar antara pemahaman keliling dan luas. Mereka memerlukan manipulasi visual yang jelas dan bertahap untuk membangun pemahaman matematis secara mendalam.
Pengetahuan Prasyarat
- Peserta didik telah menguasai operasi perkalian dasar bilangan cacah 1-100.
- Peserta didik telah mengenali sifat-sifat bangun datar segi empat (sisi, panjang, dan lebar).
Analisis Kebutuhan Belajar
- Kebutuhan Visual: Membutuhkan tayangan visual yang dinamis melalui Smart TV dan manipulatif kertas berpetak warna-warni.
- Kebutuhan Scaffolding: Membutuhkan lembar kerja bertahap (gradual release of responsibility) dari pemahaman konkret menuju abstrak.
- Kebutuhan Kontekstual: Membutuhkan keterkaitan materi dengan objek budaya lokal berupa motif kain batik dan tenun khas daerah.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik dapat mengoperasikan perkalian dimensi panjang dan lebar untuk menentukan luas daerah segi empat.
TUJUAN PEMBELAJARAN
- Melalui eksplorasi visual interaktif di Smart TV dan lembar persegi satuan, peserta didik dapat menemukan rumus luas persegi (L = s x s) dan luas persegi panjang (L = p x ℓ) secara tepat dan mandiri.
- Melalui pemecahan masalah berbasis kearifan lokal kain batik/tenun, peserta didik dapat mengoperasikan perkalian dimensi panjang dan lebar untuk menghitung luas daerah segi empat dengan akurat.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Luas daerah segi empat merupakan banyaknya satuan luas yang menutup seluruh permukaan bangun tanpa celah dan bertumpuk. Pemahaman mengenai luas permukaan tidak hanya sekadar menghafal rumus perkalian, melainkan bentuk efisiensi dari penjumlahan berulang pada susunan baris dan kolom. Konsep ini digunakan dalam kehidupan nyata untuk menghitung kebutuhan bahan kain batik/tenun lokal, ubin lantai rumah, serta pemetaan lahan pertanian.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Apabila seorang pengrajin batik ingin membuat kain tenun berbentuk segi empat, bagaimana kita tahu berapa banyak benang atau luas permukaan kain yang dibutuhkan?
- Jika kita menyusun ubin berbentuk persegi di lantai kelas, apakah kita harus menghitung ubin satu per satu, atau ada cara yang lebih cepat dengan perkalian?
- Apa perbedaan antara mengukur panjang tepi kain batik dengan mengukur seluruh permukaan kain batik tersebut?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Bernalar Kritis: Menganalisis hubungan antara susunan persegi satuan (baris dan kolom) dengan rumus perkalian panjang dan lebar.
- Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan masalah matematika berbasis proyek kain batik local.
- Kreatif: Menemukan strategi penyelesaian masalah perhitungan luas daerah segi empat yang bervariasi.
Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
- Mindful Learning (Pembelajaran Sadar): Peserta didik mengamati secara cermat pola penutupan permukaan dengan persegi satuan tanpa terburu-buru menghafal rumus.
- Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna): Peserta didik menghubungkan konsep matematika dengan benda nyata di sekitarnya, yaitu kain batik/tenun daerah Wringin Anom.
- Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan): Peserta didik terlibat aktif dalam simulasi visual Smart TV dan penyusunan puzzle luas kain batik.
MATERI PEMBELAJARAN
Concept Grid (Konsep Luas)
- Pengertian Luas Daerah: Besarnya daerah yang dibatasi oleh sisi-sisi bangun datar.
- Persegi Satuan: Unit standar berbentuk persegi dengan ukuran 1 cm x 1 cm yang digunakan untuk menutup permukaan.
- Luas Persegi: Hasil perkalian antara panjang sisi horizontal dan panjang sisi vertikal (L = s x s).
- Luas Persegi Panjang: Hasil perkalian antara dimensi panjang dan dimensi lebar (L = p x ℓ).
Integrasi Kearifan Lokal
Penghitungan luas daerah diterapkan pada pengukuran permukaan kain batik Wringin Anom motif daerah dan kain tenun tradisional. Peserta didik menghitung luas kain yang dibutuhkan untuk pembuatan busana adat atau taplak meja motif daerah.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
- Model Pembelajaran: Discovery Learning
- Pemberian Rangsangan (Stimulation)
- Pernyataan/Identifikasi Masalah (Problem Statement)
- Pengumpulan Data (Data Collection)
- Pengolahan Data (Data Processing)
- Pembuktian (Verification)
- Menarik Kesimpulan (Generalization)
- Pendekatan Pembelajaran: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Culturally Responsive Teaching (CRT).
ASESMEN
Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)
- Teknik: Tes Tertulis Kuis Singkat Visual (3 Soal Perkalian dan Pengenalan Persegi Satuan).
- Waktu: 5 menit di awal kegiatan.
Asesmen Formatif (Selama Pembelajaran)
- Teknik: Observasi unjuk kerja kelompok, penilaian antar teman, dan lembar kerja bertahap (LKPD).
- Waktu: Berlangsung selama proses diskusi dan eksplorasi.
Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)
- Teknik: Tes Tertulis Mandiri (Soal Isian dan Uraian Kontekstual).
- Waktu: 15 menit di akhir pertemuan.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Sikap (Bernalar Kritis dan Gotong Royong)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Bernalar Kritis | Belum mampu mengidentifikasi hubungan baris dan kolom. | Mampu mengidentifikasi hubungan baris dan kolom dengan bimbingan penuh guru. | Mampu mengidentifikasi hubungan baris dan kolom secara mandiri namun kurang konsisten. | Mampu menganalisis hubungan baris dan kolom secara logis dan mendalam tanpa bantuan. | |
| 2 | Gotong Royong | Pasif dan tidak mau bekerja sama dalam diskusi kelompok. | Hanya mau bekerja sama jika dipaksa oleh teman kelompok. | Aktif bekerja sama dan membantu teman dalam kelompok tetapi kadang terdistraksi. | Sangat aktif, menghargai pendapat teman, dan memimpin kerja sama kelompok secara konsisten. |
Rubrik Penilaian Pengetahuan (Menemukan dan Menggunakan Rumus Luas)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Pemahaman Konsep Luas | Salah menafsirkan luas sebagai keliling bangun datar. | Menerapkan konsep luas dengan menghitung seluruh kotak satu per satu saja. | Menjelaskan konsep luas sebagai perkalian baris dan kolom dengan tepat. | Menganalisis dan menjelaskan konsep luas secara komprehensif serta menghubungkannya dengan rumus. | |
| 2 | Menentukan Luas Persegi & Persegi Panjang | Salah dalam memilih nilai sisi/panjang/lebar dan salah berhitung. | Benar memilih nilai dimensi tetapi salah dalam operasi perkalian. | Benar memilih nilai dimensi dan tepat dalam menghitung luas. | Tepat memilih nilai dimensi, tepat berhitung, dan menyertakan satuan luas (cm²) secara konsisten. |
Rubrik Penilaian Keterampilan (Unjuk Kerja Menyelesaikan LKPD Kearifan Lokal)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Penggunaan Media Manipulatif / Grid Batik | Tidak mampu menyusun persegi satuan pada gambar kain batik. | Menyusun persegi satuan pada kain batik dengan posisi tidak rapi/bertumpuk. | Menyusun persegi satuan pada kain batik secara rapi dan menutup permukaan. | Menyusun persegi satuan dengan sangat presisi dan mampu menggeneralisasi pola ukuran kain. | |
| 2 | Pemecahan Masalah Kontekstual | Tidak dapat menyelesaikan soal cerita luas kain batik daerah. | Menyelesaikan soal cerita kain batik daerah tetapi langkah matematis tidak lengkap. | Menyelesaikan soal cerita kain batik daerah dengan langkah matematis yang runtut. | Menyelesaikan soal cerita kain batik daerah dengan sangat runtut, tepat, dan memberikan simpulan logis. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)
- Guru membuka pembelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kesiapan fisik serta psikis peserta didik (Mindful Readiness).
- Guru melakukan apersepsi visual dengan menayangkan gambar Smart TV yang memperlihatkan seorang pengrajin Batik Wringin Anom sedang membentangkan kain segi empat.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara pengrajin menentukan luas kain yang akan diberi motif batik agar tidak ada kain yang terbuang?"
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, alokasi waktu, serta manfaat mempelajari konsep luas dalam kehidupan sehari-hari dan pelestarian budaya daerah (Meaningful Learning).
- Guru memberikan asesmen diagnostik singkat secara visual melalui layar Smart TV untuk memetakan tingkat pemahaman awal peserta didik.
Kegiatan Inti (75 Menit)
Tahap 1: Pemberian Rangsangan (Stimulation - 10 Menit)
- Peserta didik mengamati tayangan simulasi interaktif di Smart TV yang menampilkan papan catur dan kisi-kisi kain tenun segi empat.
- Guru memdemonstrasikan penutupan permukaan persegi panjang menggunakan lembaran transparansi persegi satuan warna-warni secara perlahan (Joyful Learning).
Tahap 2: Pernyataan / Identifikasi Masalah (Problem Statement - 10 Menit)
- Guru membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok heterogen berdasarkan tingkat kesiapan belajar (Diferensiasi Proses).
- Setiap kelompok menerima potongan gambar sampel kain batik lokal Wringin Anom dengan ukuran berbeda yang ditutupi oleh kisi-kisi berpetak.
- Guru mengajukan masalah: "Dapatkah kalian menemukan cara paling cepat untuk menentukan jumlah persegi satuan pada kain batik tersebut tanpa menghitungnya satu per satu?"
Tahap 3: Pengumpulan Data (Data Collection - 15 Menit)
- Peserta didik di dalam kelompok mengeksplorasi LKPD bertahap yang dibagikan.
- Kelompok mengamati baris (banyaknya persegi satuan secara mendatar) dan kolom (banyaknya persegi satuan secara tegak) pada sampel kain batik.
- Peserta didik menempelkan persegi satuan transparan ke atas sampel persegi dan persegi panjang untuk membuktikan penutupan area secara penuh (Mindful Learning).
Tahap 4: Pengolahan Data (Data Processing - 15 Menit)
- Peserta didik mengisikan hasil pengamatan jumlah baris, jumlah kolom, dan total persegi satuan ke dalam tabel eksplorasi pada LKPD.
- Peserta didik berdiskusi untuk menemukan hubungan matematika antara jumlah baris (panjang/sisi), jumlah kolom (lebar/sisi), dan total persegi satuan (luas).
- Guru membimbing kelompok yang membutuhkan pendampingan khusus (Kelompok Perintis) dengan memberikan petunjuk konkret langsung pada grid kain batik.
Tahap 5: Pembuktian (Verification - 15 Menit)
- Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil penemuan rumus Luas Persegi (L = s x s) dan Luas Persegi Panjang (L = p x ℓ) di depan kelas dengan memanfaatkan Smart TV.
- Kelompok lain memberikan tanggapan dan melakukan verifikasi terhadap perhitungan luas sampel kain batik khas daerah yang ditayangkan di layar.
- Guru memberikan penguatan visual melalui animasi digital Smart TV untuk memvalidasi penemuan rumus oleh peserta didik.
Tahap 6: Menarik Kesimpulan (Generalization - 10 Menit)
- Peserta didik secara bersama-sama merumuskan kesimpulan umum bahwa Luas Persegi adalah s x s dan Luas Persegi Panjang adalah p x ℓ.
- Peserta didik menyimpulkan makna luas sebagai perkalian dua dimensi yang tegak lurus (panjang dan lebar) dalam kehidupan nyata (Meaningful Learning).
Kegiatan Penutup (15 Menit)
- Peserta didik mengerjakan tes evaluasi mandiri (asesmen sumatif) untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran.
- Guru dan peserta didik melakukan refleksi pembelajaran terkait pengalaman belajar yang dirasakan (Joyful & Mindful Learning).
- Guru memberikan apresiasi atas kerja sama seluruh kelompok dan menginformasikan rencana materi pada pertemuan berikutnya.
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam penutup.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning (Pembelajaran Sadar)
Peserta didik dilatih untuk fokus dan sadar secara penuh saat meletakkan persegi satuan pada permukaan gambar kain batik. Peserta didik diminta mengamati secara cermat bahwa tidak boleh ada celah atau penumpukan antar persegi satuan agar pengukuran luas menjadi akurat.
Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)
Matematika ditunjukkan bukan sekadar rumus hafalan. Dengan mengaitkan materi pada kebutuhan menghitung bahan kain batik dan tenun khas Wringin Anom, peserta didik memahami keterkaitan langsung antara operasi perkalian dimensi (p x ℓ) dengan efisiensi pekerjaan pengrajin batik di sekitar lingkungan tinggal mereka.
Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)
Penggunaan Smart TV dengan animasi warna-warni yang dapat dikontrol secara interaktif, ditambah kegiatan manipulatif menempelkan grid transparan pada sampel motif batik, menciptakan suasana belajar yang eksploratif, aktif, dan terbebas dari rasa cemas terhadap pelajaran matematika.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Proses (Lembar Kerja Bertahap / Tiered Scaffolding)
- Kelompok Perintis (Perlunya Bimbingan): Diberikan LKPD Tingkat 1 dengan kisi-kisi persegi satuan penuh yang tergambar jelas di atas motif batik, disertai panduan warna untuk membedakan baris dan kolom.
- Kelompok Pengembang (Cukup Mahir): Diberikan LKPD Tingkat 2 dengan kisi-kisi persegi satuan yang hanya digambarkan pada tepi baris dan tepi kolom motif batik.
- Kelompok Mahir (Sangat Mahir): Diberikan LKPD Tingkat 3 berupa sketsa dimensi panjang dan lebar kain batik dalam bentuk angka tanpa kisi-kisi, ditambah dengan permasalahan kontekstual penggabungan dua motif kain batik.
Diferensiasi Konten / Kearifan Lokal
Setiap kelompok mengerjakan perhitungan luas permukaan berdasarkan sampel visual motif kain lokal daerah Wringin Anom (misal: Batik Motif Daun/Bunga Lokal dan Tenun Tradisional).
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
- Laptop: Digunakan oleh guru untuk mengolah aplikasi pemodelan bangun datar interaktif dan mengelola bahan ajar digital.
- Smart TV: Digunakan untuk menayangkan slide presentasi visual resolusi tinggi, simulasi interaktif penutupan persegi satuan, dan memamerkan karya visual kelompok peserta didik.
- Internet: Digunakan untuk mengakses platform sumber belajar digital, simulasi PhET/interactive math applet, dan menampilkan gambar-gambar kearifan lokal kerajinan batik daerah secara real-time.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
- Smart TV dan Laptop.
- Slide Media Visual Interaktif (aplikasi Geogebra / Simulasi Luas Bangun Datar).
- Gambar Sampel Kain Batik dan Tenun Wringin Anom bertema matematika.
- Lembar Transparansi Persegi Satuan ukuran 1 cm x 1 cm.
- Buku Siswa Matematika SD Kelas V Kurikulum Merdeka.
- Kertas berpetak dan spidol warna-warni.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD): Menemukan Konsep Luas Daerah
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Peserta Didik | ........................................................... |
| Kelas / Fase | V (Lima) / Fase C |
| No. Absen | ........................................................... |
| Tanggal | ........................................................... |
Petunjuk Kerja
- Bacalah setiap petunjuk dengan cermat bersama kelompokmu!
- Gunakan petak persegi transparan untuk menutup gambar permukaan kain batik!
- Hitunglah banyak persegi satuan pada baris mendatar dan kolom tegak!
- Isilah tabel hasil pengamatan dan temukan rumusnya!
Aktivitas 1: Eksplorasi Luas Kain Batik Persegi Panjang
Amati gambar permukaan kain batik A berbentuk segi empat di bawah ini!
Tutup seluruh permukaan kain batik A dengan menggunakan persegi satuan yang telah disediakan.
| Jenis Pengamatan | Banyaknya Persegi Satuan |
|---|---|
| Banyaknya persegi pada baris mendatar (Panjang / p) | ....... satuan |
| Banyaknya persegi pada kolom tegak (Lebar / ℓ) | ....... satuan |
| Total seluruh persegi satuan yang menutup kain batik A | ....... satuan |
Hubungan Matematika:
Total seluruh persegi satuan = ....... x .......
Dapat disimpulkan bahwa Rumus Luas Persegi Panjang adalah:
Luas (L) = ....... x .......
Aktivitas 2: Eksplorasi Luas Kain Tenun Persegi
Amati gambar permukaan kain tenun B berbentuk segi empat sama sisi di bawah ini!
Tutup seluruh permukaan kain tenun B dengan menggunakan persegi satuan yang telah disediakan.
| Jenis Pengamatan | Banyaknya Persegi Satuan |
|---|---|
| Banyaknya persegi pada sisi mendatar (Sisi / s) | ....... satuan |
| Banyaknya persegi pada sisi tegak (Sisi / s) | ....... satuan |
| Total seluruh persegi satuan yang menutup kain tenun B | ....... satuan |
Hubungan Matematika:
Total seluruh persegi satuan = ....... x .......
Dapat disimpulkan bahwa Rumus Luas Persegi adalah:
Luas (L) = ....... x .......
Aktivitas 3: Pemecahan Masalah Kearifan Lokal
Seorang pengrajin batik Wringin Anom mendapat pesanan 2 buah taplak meja batik.
- Taplak Meja Pertama berbentuk persegi panjang dengan panjang 80 cm dan lebar 50 cm.
- Taplak Meja Kedua berbentuk persegi dengan panjang sisi 60 cm.
Hitunglah:
- Luas permukaan Taplak Meja Pertama!
Jawab: ................................................................................................................................
- Luas permukaan Taplak Meja Kedua!
Jawab: ................................................................................................................................
- Taplak meja manakah yang memiliki luas permukaan lebih besar?
Jawab: ................................................................................................................................
REMEDIAL
Bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP):
- Guru memberikan pendampingan individu atau kelompok kecil (scaffolding ketat).
- Peserta didik kembali menggunakan media manipulatif papan paku (geoboard) atau kertas berpetak konkret untuk menghitung secara fisik jumlah persegi satuan pada bangun datar berukuran kecil (misal: 2x3, 3x3).
- Memberikan latihan terbimbing yang menghubungkan penjumlahan berulang dengan perkalian dimensi panjang dan lebar.
PENGAYAAN
Bagi peserta didik yang telah melampaui kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran:
- Peserta didik diberikan tantangan memecahkan masalah gabungan bangun datar berbasis rancangan kain batik gabungan (L-shape atau T-shape).
- Peserta didik diminta menghitung perkiraan kebutuhan biaya pembelian kain jika harga 1 cm² kain batik lokal adalah Rp500,-.
- Peserta didik diminta membuat soal cerita secara mandiri mengenai luas permukaan objek budaya lokal di sekolah atau rumah.
REFLEKSI GURU
| No | Pertanyaan Refleksi | Hasil Evaluasi Guru |
|---|---|---|
| 1 | Apakah seluruh peserta didik dapat memahami konsep luas sebagai penutupan permukaan tanpa celah? | Sebagian besar peserta didik (85%) telah memahami konsep penutupan permukaan melalui penggunaan transparansi persegi satuan. |
| 2 | Kendala apa yang dihadapi peserta didik dalam menemukan rumus Luas Persegi dan Persegi Panjang? | Beberapa peserta didik di kelompok perintis masih tertukar antara variabel baris/kolom dengan penjumlahan keliling sisi luar. |
| 3 | Apakah integrasi kearifan lokal kain batik/tenun mampu meningkatkan kebermaknaan belajar peserta didik? | Sangat efektif. Peserta didik terlihat lebih antusias karena mengenali motif batik yang ada di daerah mereka dan memahami guna perhitungan luas. |
| 4 | Bagaimana efektivitas pemanfaatan Smart TV dan media visual dalam memfasilitasi gaya belajar peserta didik? | Media visual pada Smart TV sangat membantu peserta didik visual dalam memvisualisasikan perubahan dari hitungan fisik ke perkalian abstrak. |
| 5 | Langkah perbaikan apa yang perlu dilakukan untuk pertemuan berikutnya? | Memberikan alokasi waktu lebih banyak pada sesi diskusi pengolahan data untuk kelompok yang membutuhkan bimbingan khusus. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
| No | Pertanyaan Refleksi | Jawaban Peserta Didik |
|---|---|---|
| 1 | Bagian mana dari kegiatan belajar hari ini yang paling kamu sukai? | Menempelkan kertas transparan pada gambar kain batik dan melihat animasi di Smart TV. |
| 2 | Apa hal baru yang kamu pelajari tentang cara menghitung luas permukaan kain? | Bahwa kita tidak perlu menghitung kotak satu per satu, cukup mengalikan jumlah kotak mendatar dengan jumlah kotak tegak. |
| 3 | Kesulitan apa yang kamu rasakan saat mengerjakan lembar kerja kelompok? | Saat harus mengalikan angka yang lebih besar pada soal cerita kain batik. |
| 4 | Apa yang akan kamu lakukan agar bisa berhitung luas dengan lebih teliti? | Lebih menghafal perkalian dasar dan membacakan soal cerita secara perlahan bersama teman. |
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Guru
Konsep luas daerah segi empat didasarkan pada pengukuran kuantitatif atas wilayah dua dimensi yang tertutup oleh kurva sederhana. Dalam mengutarakannya kepada peserta didik usia sekolah dasar, pemahaman visual mengenai penutupan wilayah oleh unit standar (persegi satuan) merupakan jembatan kognitif terpenting sebelum memperkenalkan formulasi matematis L = p x ℓ. Pengrajin batik lokal menggunakan perhitungan perkiraan luas untuk menentukan konsumsi pewarna sintetik dan bahan baku benang. Pengintegrasian konteks kearifan lokal batik ini selaras dengan prinsip Culturally Responsive Teaching (CRT) untuk membangun keterhubungan budaya (cultural connectivity) dalam matematika.
Bahan Bacaan Peserta Didik
Tahukah kamu apa itu Luas? Luas adalah ukuran besarnya permukaan suatu bangun datar. Bayangkan kamu sedang menutupi meja belajar dengan buku-buku tulismu secara rapi tanpa ada bagian meja yang tersisa dan tidak ada buku yang bertumpuk. Banyaknya buku yang dibutuhkan untuk menutup meja itulah yang disebut dengan luas meja dalam satuan buku! Pada kain batik daerah kita yang berbentuk persegi atau persegi panjang, kita bisa menghitung luasnya dengan cara mengalikan panjang sisi mendatar dengan panjang sisi tegak. Jadi, kamu tidak perlu menghitung kotaknya satu per satu dari awal sampai akhir!
GLOSARIUM
- Dimensi: Ukuran yang meliputi panjang, lebar, atau tinggi suatu objek matematika.
- Grid: Jaring-jaring garis horizontal dan vertikal yang membentuk petak-petak persegi kecil.
- Kearifan Lokal: Nilai-nilai, budaya, dan produk lokal (seperti Batik dan Tenun Wringin Anom) yang diintegrasikan dalam pembelajaran.
- Luas Daerah: Besarnya permukaan bangun datar yang dibatasi oleh batas-batas bangun tersebut.
- Persegi: Bangun datar segi empat yang memiliki empat sisi sama panjang dan empat sudut siku-siku.
- Persegi Panjang: Bangun datar segi empat yang memiliki dua pasang sisi sejajar sama panjang dan empat sudut siku-siku.
- Persegi Satuan: Persegi berukuran 1 unit x 1 unit yang digunakan sebagai alat ukur baku luas daerah.
DAFTAR PUSTAKA
- Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2024). Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Matematika Fase C. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Hobri, dkk. (2022). Matematika untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek.
- Van de Walle, J. A., Karp, K. S., & Bay-Williams, J. M. (2019). Elementary and Middle School Mathematics: Teaching Developmentally. New York: Pearson.
LAMPIRAN
Lampiran 1: Lembar Observasi Penilaian Sikap Peserta Didik
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Bernalar Kritis | Belum menunjukkan proses berpikir runtut dalam menemukan konsep baris dan kolom. | Memerlukan arahan berulang untuk menghubungkan baris dan kolom dengan rumus. | Mampu menghubungkan baris dan kolom dengan rumus tetapi belum memberikan alasan logis. | Mampu menganalisis dan menjelaskan alasan logis penemuan rumus luas dengan tepat. | |
| 2 | Gotong Royong | Tidak mau berpartisipasi dalam diskusi kelompok. | Berpartisipasi secara pasif hanya jika diminta oleh teman. | Berpartisipasi aktif dalam kelompok dan membantu tugas bersama. | Memimpin inisiatif kelompok, mendorong semua anggota berpartisipasi, dan kooperatif. | |
| 3 | Kemandirian | Bergantung sepenuhnya pada bantuan guru dalam menyelesaikan tugas. | Mengandalkan bantuan teman sebaya untuk menyelesaikan seluruh langkah tugas. | Mengerjakan tugas secara mandiri namun masih sesekali meminta konfirmasi guru. | Mengerjakan seluruh tugas secara mandiri, percaya diri, dan tepat waktu. |
Lampiran 2: Lembar Observasi Unjuk Kerja Keterampilan Praktik
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Keterampilan Menutup Permukaan | Meletakkan persegi satuan secara tidak beraturan dan banyak celah terlewat. | Meletakkan persegi satuan memenuhi permukaan tetapi masih terdapat penumpukan. | Meletakkan persegi satuan secara rapi menutup seluruh permukaan tanpa celah. | Meletakkan persegi satuan dengan sangat presisi, rapi, cepat, dan tanpa celah. | |
| 2 | Keterampilan Menghitung Perkalian Dimensi | Salah menentukan jumlah baris/kolom dan salah melakukan perkalian. | Benar menentukan jumlah baris/kolom tetapi salah dalam menghitung hasil perkalian. | Benar menentukan jumlah baris/kolom dan tepat menghitung hasil perkalian. | Tepat menentukan dimensi, tepat mengalikan, dan menyertakan satuan luas secara benar. | |
| 3 | Keterampilan Presentasi Hasil Penemuan | Tidak mampu menyampaikan hasil diskusi kelompok di depan kelas. | Membaca hasil diskusi di depan kelas dengan suara kurang jelas dan tidak percaya diri. | Mempresentasikan hasil diskusi dengan jelas dan percaya diri di depan kelas. | Mempresentasikan hasil diskusi secara runtut, jelas, menguasai media Smart TV, dan komunikatif. |