IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Matematika |
| Fase / Kelas | : | C / V (Lima) |
| Semester / Tahun Ajaran | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Elemen | : | Pengukuran |
| Materi / Topik | : | Memahami Luas Daerah Tertutup Menggunakan Petak Satuan |
| Alokasi Waktu | : | 2 x 35 Menit (1 Pertemuan) |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Karakteristik Peserta Didik
Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki gaya belajar yang cenderung dominan visual dan kinestetik. Secara umum, peserta didik menyukai kegiatan manipulatif dan pembelajaran berbasis gambar atau objek nyata. Namun, berdasarkan asesmen awal, peserta didik belum memahami secara konseptual perbedaan antara keliling (garis pembatas) dan luas (besarnya daerah tertutup). Sebagian besar peserta didik masih bingung membedakan panjang garis tepi dengan wilayah permukaan yang tertutupi.
Konteks Kearifan Lokal
Pembelajaran ini mengintegrasikan lingkungan fisik lokal, yaitu denah dan struktur ubin lantai Pendopo serta kawasan Alun-Alun daerah sekitar Wringin Anom. Penggunaan bentuk ubin persegi pada lantai pendopo dijadikan konteks dunia nyata bagi peserta didik untuk memahami bagaimana daerah tertutup diukur menggunakan penutup persegi satuan.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik dapat membandingkan dan mengukur luas daerah menggunakan penutup persegi satuan.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan Utama
Melalui model Hands-on Learning dan eksplorasi media ubin petak konkret pada denah Pendopo daerah, peserta didik mampu memahami dan mengukur luas sebagai besarnya daerah tertutup yang dibatasi oleh sisi-sisi bangun datar menggunakan petak satuan secara akurat.
Indikator Pencapaian Tujuan Pembelajaran (IPTP)
- Peserta didik dapat mengidentifikasi daerah tertutup yang dibatasi oleh sisi-sisi bangun datar.
- Peserta didik dapat menentukan luas suatu daerah tertutup dengan menghitung jumlah petak satuan penutup tanpa celah dan tidak bertumpuk.
- Peserta didik dapat membandingkan luas dua daerah tertutup berdasarkan jumlah petak satuan.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Luas adalah besarnya permukaan daerah tertutup yang dibatasi oleh garis tepi (sisi-sisi) suatu bangun datar. Dalam kehidupan nyata, konsep luas digunakan untuk menentukan banyaknya ubin yang dibutuhkan untuk menutup lantai Pendopo Wringin Anom, menghitung luas rumput di Alun-Alun, atau memilih taplak meja yang tepat agar seluruh permukaan meja tertutup sempurna.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Pernahkah kalian memperhatikan lantai Pendopo daerah kita? Mengapa lantainya dipasang ubin berbentuk persegi secara rapat?
- Jika ada dua buah meja yang ditutupi oleh ubin penutup, bagaimana cara kita tahu meja mana yang permukaannya lebih luas?
- Apakah garis tepi persegi panjang sama artinya dengan seluruh daerah di dalam persegi panjang tersebut?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Dimensi Profil Pelajar Pancasila
- Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok saat menyusun ubin petak satuan pada media denah daerah tertutup.
- Bernalar Kritis: Menganalisis dan membandingkan jumlah petak satuan untuk menentukan daerah yang paling luas.
- Kreatif: Menyusun dan merepresentasikan berbagai bentuk daerah tertutup yang memiliki luas petak satuan yang sama.
Elemen Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
- Mindful Learning: Peserta didik secara sadar dan fokus mengamati perbedaan antara garis pembatas dan daerah tertutup melalui koordinasi indera penglihatan dan perabaan.
- Meaningful Learning: Pembelajaran dihubungkan langsung dengan arsitektur lokal Pendopo dan Alun-Alun Wringin Anom sehingga konsep Matematika menjadi bernilai nyata.
- Joyful Learning: Peserta didik mengalami kegembiraan melalui manipulasi alat peraga ubin transparan dan permainan eksplorasi petak satuan.
MATERI PEMBELAJARAN
Konsep Daerah Tertutup dan Sisi Pembatas
Daerah tertutup adalah wilayah atau permukaan yang seluruh tepinya dibatasi oleh garis-garis lurus atau lengkung (sisi-sisi bangun). Garis tepi berfungsi sebagai batas luar (keliling), sedangkan wilayah di bagian dalam garis batas tersebut dinamakan daerah.
Konsep Luas dengan Petak Satuan
Luas suatu bangun datar adalah banyaknya satuan luas (persegi satuan/petak satuan) yang dapat menutup daerah tertutup tersebut secara rapat, tanpa celah, dan tidak bertumpang tindih.
Pengukuran dan Perbandingan Luas
- Luas = Jumlah persegi satuan yang menutupi seluruh permukaan daerah tertutup.
- Jika daerah tertutup ditutupi oleh 12 petak satuan, maka luasnya adalah 12 petak satuan.
- Bangun dengan jumlah petak satuan lebih banyak memiliki daerah yang lebih luas dibandingkan bangun dengan jumlah petak satuan lebih sedikit.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
| Komponen | Deskripsi |
|---|---|
| Model Pembelajaran | Hands-on Learning |
| Pendekatan Pembelajaran | Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) & Pendekatan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) |
| Metode | Eksplorasi Konkret, Diskusi Kelompok, Unjuk Kerja, Tanya Jawab, Penugasan |
ASESMEN
Asesmen Awal (Diagnostik)
Dilakukan pada awal kegiatan melalui pengamatan dan pertanyaan lisan visual menggunakan gambar bangun terbuka dan tertutup di Smart TV untuk mengukur pemahaman awal peserta didik mengenai batas dan daerah.
Asesmen Formatif
- Observasi Kinerja: Penilaian proses eksplorasi kelompok saat menyusun ubin petak pada sketsa denah Pendopo.
- Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD): Penilaian hasil kerja kelompok dan individu dalam menghitung dan membandingkan petak satuan.
Asesmen Sumatif
Tes tertulis singkat pada akhir pembelajaran berupa 3 soal penalaran menghitung luas daerah tertutup berbasis petak satuan.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Asesmen Kinerja Eksplorasi Hands-on
| No | Aspek yang Dinilai | Skor 1 (Perlu Bimbingan) | Skor 2 (Cukup) | Skor 3 (Baik) | Skor 4 (Sangat Baik) |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Ketepatan Menutup Daerah | Petak ditempel asal, bertumpuk, dan menyisakan banyak celah. | Petak ditempel rapat tetapi masih ada celah di beberapa bagian. | Petak ditempel rapat tanpa celah, namun ada 1-2 petak bertumpuk. | Petak ditempel sangat rapi, tanpa celah, dan tidak ada yang bertumpuk. |
| 2 | Menentukan Luas Petak Satuan | Tidak dapat menghitung jumlah petak satuan dengan benar. | Menghitung petak satuan dengan bantuan penuh dari guru/teman. | Menghitung petak satuan dengan benar tetapi butuh waktu lama. | Menghitung petak satuan dengan tepat, cepat, dan mandiri. |
| 3 | Membandingkan Luas Bangun | Salah dalam membandingkan luas dua daerah tertutup. | Mampu membandingkan luas setelah diberikan arahan ulang. | Mampu membandingkan luas dua bangun dengan tepat. | Mampu membandingkan luas dan memberikan alasan logis berbasis data petak. |
Rubrik Asesmen Sikap (Profil Pelajar Pancasila)
| No | Aspek Sikap | Skor 1 (Perlu Bimbingan) | Skor 2 (Cukup) | Skor 3 (Baik) | Skor 4 (Sangat Baik) |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Gotong Royong | Pasif dan tidak ikut serta dalam tugas kelompok. | Ikut serta hanya jika diminta oleh teman kelompok. | Aktif bekerja sama dalam menyelesaikan tugas kelompok. | Sangat aktif, membagi tugas, dan membantu teman yang kesulitan. |
| 2 | Bernalar Kritis | Belum mampu mengidentifikasi daerah tertutup dan terbuka. | Mampu mengidentifikasi daerah tertutup dengan dorongan guru. | Mampu menganalisis daerah tertutup dan menghitung petak secara logis. | Mampu menganalisis serta mengkritisi kesalahan perhitungan petak secara mandiri. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa peserta didik, dan mengajak berdoa bersama.
- Guru memeriksa kesiapan belajar dan melakukan presensi kehadiran.
- Apersepsi (Mindful Focus): Guru menampilkan gambar foto udara Pendopo Wringin Anom dan Alun-Alun melalui Smart TV. Peserta didik diminta mengamati permukaan lantai pendopo yang tersusun dari ubin-ubin persegi.
- Guru mengajukan Pertanyaan Pemantik untuk memicu rasa ingin tahu peserta didik.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, alokasi waktu, serta manfaat mempelajari luas daerah tertutup dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Inti (50 Menit)
Fase 1: Memahami Konsep (Mindful & Meaningful Learning)
- Guru menayangkan gambar simulasi bangun datar tertutup dan terbuka pada Smart TV.
- Guru menuntun peserta didik membedakan garis tepi (keliling) dengan wilayah dalam yang tertutup (daerah).
- Guru melakukan demonstrasi di depan kelas dengan menempelkan media ubin petak mika transparan di atas gambar denah Pendopo Wringin Anom hingga seluruh permukaan tertutup rapat.
- Peserta didik diajak secara visual menghitung bersama jumlah ubin yang menutupi denah tersebut.
Fase 2: Eksplorasi Hands-on (Joyful & Active Learning)
- Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok heterogen (setiap kelompok terdiri dari 4-5 anak).
- Guru membagikan perlengkapan hands-on berupa:
- Sketsa denah Pendopo Wringin Anom (berbagai ukuran daerah tertutup).
- Sketsa denah Alun-Alun Wringin Anom.
- Ubin petak plastik/karton berwarna ukuran satuan.
- Setiap kelompok secara aktif menyusun ubin petak satuan di atas permukaan sketsa denah yang diberikan hingga menutup seluruh daerah tanpa celah dan bertumpuk.
- Guru berkeliling memberikan bimbingan individual/kelompok sesuai tingkat pemahaman awal peserta didik.
Fase 3: Analisis dan Diferensiasi Konten
- Kelompok melakukan perbandingan hasil susunan ubin pada denah Pendopo dan denah Alun-Alun.
- Peserta didik mendiskusikan pertanyaan pada LKPD: "Berapa petak satuan luas Pendopo?", "Berapa petak satuan luas Alun-Alun?", dan "Manakah daerah yang lebih luas?".
Fase 4: Verifikasi dan Berbagi Hasil (Deep Processing)
- Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil pengukuran luas daerah tertutup di depan kelas dengan menunjukkan media denah yang sudah ditempeli ubin petak.
- Kelompok lain memberikan tanggapan dan mencocokkan jumlah petak satuan.
- Guru memberikan apresiasi dan penguatan konsep bahwa luas adalah jumlah total petak satuan yang menutup daerah tertutup tersebut.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
- Peserta didik bersama guru menyimpulkan pengertian luas sebagai besarnya daerah tertutup yang dibatasi sisi-sisi bangun datar.
- Peserta didik mengerjakan tes evaluasi individu (Asesmen Sumatif singkat).
- Peserta didik dan guru melakukan refleksi pembelajaran terkait perasaan dan pemahaman yang diperoleh.
- Guru menyampaikan gambaran materi untuk pertemuan berikutnya.
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning
Peserta didik secara sadar mengarahkan perhatian pada batas-batas garis tepi bangun datar. Ketika menempelkan petak satuan, mereka dilatih kerapian dan kerapatan penempelan sehingga menyadari secara mendalam bahwa celah atau lipatan ubin akan membuat pengukuran luas tidak akurat.
Meaningful Learning
Konsep Matematika abstrak tentang "luas" dikonstruksi melalui objek nyata yang sering dilihat peserta didik dalam kehidupan sehari-hari, yaitu ubin lantai Pendopo dan area Alun-Alun Wringin Anom. Hal ini membuat peserta didik memahami fungsi praktis matematika dalam kehidupan mereka.
Joyful Learning
Proses belajar dirancang interaktif melalui kegiatan bongkar-pasang ubin petak berwarna-warni, diskusi kelompok yang dinamis, serta visualisasi menarik memanfaatkan media Smart TV.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Konten
- Kelompok Perlu Bimbingan (Pemahaman Rendah): Diberikan media sketsa denah sederhana berukuran kecil dengan ubin petak satuan berukuran besar dan warna-warni kontras untuk mempermudah perhitungan fisik.
- Kelompok Cukup Paham (Pemahaman Sedang): Diberikan sketsa denah Pendopo standar dengan ubin petak satuan ukuran standar.
- Kelompok Mahir (Pemahaman Tinggi): Diberikan sketsa denah kompleks (gabungan bentuk daerah tertutup) dengan petak satuan standar dan petak setengah (segitiga satuan).
Diferensiasi Proses
- Kelompok Perlu Bimbingan mendapatkan pendampingan intensif (scaffolding) langsung oleh guru secara bertahap.
- Kelompok Cukup Paham bekerja secara mandiri dengan fasilitasi berkala dari guru.
- Kelompok Mahir bekerja secara mandiri penuh dan bertindak sebagai tutor sebaya bagi kelompok lain jika dibutuhkan.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
| Media Teknologi | Fungsi Pembelajaran |
|---|---|
| Smart TV | Menampilkan tayangan visual berkualitas tinggi berupa denah Pendopo, Alun-Alun Wringin Anom, serta gambar interaktif daerah tertutup dan terbuka. |
| Laptop & Internet | Mengakses materi presentasi interaktif dan media pembelajaran matematika berbasis jaringan untuk menunjang apersepsi visual. |
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media Pembelajaran
- Ubin petak satuan plastik transparan dan warna-warni.
- Sketsa cetak denah Pendopo dan Alun-Alun Wringin Anom pada kertas A3.
- Slide presentasi interaktif materi luas bangun datar.
- Smart TV, Laptop, dan koneksi Internet.
Sumber Belajar
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Buku Panduan Guru Matematika untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Lingkungan sekitar sekolah dan cagar budaya lokal (Pendopo & Alun-Alun Wringin Anom).
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Identitas Peserta Didik
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Kelompok / Anggota | 1. ................................................................ 2. ................................................................ 3. ................................................................ 4. ................................................................ |
| Kelas / Fase | V (Lima) / C |
| No. Absen | ..... / ..... / ..... / ..... |
| Tanggal | ................................................................ |
Judul LKPD
Eksplorasi Luas Denah Pendopo dan Alun-Alun Wringin Anom dengan Petak Satuan
Petunjuk Kerja
- Berdoalah sebelum memulai kegiatan kelompok.
- Ambil sketsa denah dan ubin petak satuan yang disediakan oleh guru.
- Tempelkan/susun ubin petak satuan di atas daerah tertutup pada sketsa hingga tertutup rapat tanpa celah dan tidak bertumpuk.
- Hitung jumlah ubin petak yang dibutuhkan untuk menutup seluruh daerah tersebut.
- Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan berdiskusi bersama kelompokmu!
Aktivitas 1: Mengukur Luas Daerah Pendopo Wringin Anom
- Tempelkan ubin petak satuan pada gambar Denah A (Pendopo).
- Berapa jumlah petak satuan yang menutupi seluruh permukaan Denah A?
Jawab: .................. petak satuan.
- Berapa luas daerah Denah A (Pendopo)?
Jawab: Luas Denah A = .................. petak satuan.
Aktivitas 2: Mengukur Luas Daerah Alun-Alun Wringin Anom
- Tempelkan ubin petak satuan pada gambar Denah B (Alun-Alun).
- Berapa jumlah petak satuan yang menutupi seluruh permukaan Denah B?
Jawab: .................. petak satuan.
- Berapa luas daerah Denah B (Alun-Alun)?
Jawab: Luas Denah B = .................. petak satuan.
Aktivitas 3: Membandingkan Luas Daerah
- Bandingkan hasil dari Aktivitas 1 dan Aktivitas 2.
- Denah manakah yang membutuhkan lebih banyak petak satuan?
Jawab: Denah ..................
- Denah manakah yang daerahnya lebih luas? Berikan alasanmu!
Jawab: Denah .................. karena ........................................................................................................
REMEDIAL
Program Bimbingan Remedial
- Sasaran: Peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) pada asesmen sumatif (skor < 70).
- Bentuk Kegiatan: Pembimbingan perorangan (One-on-One Scaffolding) dengan menggunakan ubin riil pada keramik lantai kelas. Guru membimbing peserta didik menghitung secara konkrit ubin keramik yang berada di dalam area garis batas selotip warna.
- Materi Fokus: Membedakan garis pembatas tepi dengan permukaan daerah tertutup serta menghitung ulang petak satuan secara teliti.
PENGAYAAN
Program Pengayaan
- Sasaran: Peserta didik yang telah melampaui Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) dengan hasil sangat baik (skor >= 90).
- Bentuk Kegiatan: Penugasan proyek tantangan berfikir tingkat tinggi (HOTS).
- Materi Fokus: Peserta didik diminta merancang sketsa "Pendopo Impian" pada kertas berpetak yang memiliki luas persis 36 petak satuan, namun dengan 3 variasi bentuk bangun datar tertutup yang berbeda-beda.
REFLEKSI GURU
| Pertanyaan Refleksi | Jawaban / Catatan Evaluasi Guru |
|---|---|
| Apakah kegiatan pembelajaran hands-on menyusun ubin petak dapat meningkatkan pemahaman konsep luas peserta didik? | Sebagian besar peserta didik sangat antusias. Media ubin petak membantu peserta didik visual-kinestetik membedakan keliling dan luas secara nyata. |
| Apakah integrasi kearifan lokal Pendopo dan Alun-Alun Wringin Anom membuat pembelajaran lebih bermakna? | Ya, peserta didik lebih mudah membayangkan fungsi luas karena dihubungkan dengan ubin lantai pendopo daerah yang sering mereka lihat. |
| Kendala apa yang dihadapi selama proses pembelajaran berlangsung? | Beberapa peserta didik pada awalnya masih menempelkan ubin petak secara bertumpuk, sehingga membutuhkan pengawasan ekstra dari guru. |
| Langkah perbaikan apa yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya? | Memberikan instruksi awal yang lebih jelas mengenai aturan "tanpa celah dan tidak bertumpuk" melalui demonstrasi langsung di Smart TV. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
Lembar Refleksi Diri Peserta Didik
| No | Pertanyaan Refleksi | Tingkat Kepuasan / Pemahaman |
|---|---|---|
| 1 | Apakah kamu menyukai kegiatan menempel ubin petak pada sketsa denah Pendopo hari ini? | Sangat Suka / Suka / Cukup Suka / Tidak Suka |
| 2 | Apakah kamu sudah bisa membedakan mana garis tepi dan mana daerah luas tertutup? | Sudah Paham / Cukup Paham / Belum Paham |
| 3 | Apakah kamu bisa menghitung berapa luas daerah tertutup menggunakan petak satuan? | Bisa Mandiri / Bisa dengan Bantuan / Belum Bisa |
| 4 | Bagian mana yang paling kamu sukai pada pembelajaran hari ini? | Menempel Ubin / Diskusi Kelompok / Menonton Smart TV |
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Guru
Konsep luas pada taraf sekolah dasar hendaknya dibangun melalui pendekatan informal sebelum masuk ke rumus formal (Panjang x Lebar). Luas merupakan besaran kuantitatif dari suatu permukaan tertutup. Kesalahan umum siswa adalah mencampuradukkan konsep keliling (ukuran panjang garis batas luar) dengan luas (ukuran besarnya wilayah dalam). Penggunaan ubin petak satuan merupakan jembatan kognitif yang memfasilitasi transisi dari berpikir konkret menuju representasi abstrak. Penutupan daerah tertutup harus memenuhi dua syarat utama: (1) rapat atau tanpa celah (no gaps), dan (2) tidak saling bertumpang tindih (no overlaps).
Bahan Bacaan Peserta Didik
Tahukah kamu? Pendopo Wringin Anom memiliki lantai yang sangat indah. Lantai tersebut dipasang ubin berbentuk persegi yang sangat rapi. Setiap ubin persegi terpasang rapat satu sama lain tanpa ada celah dan tidak saling menindih. Jumlah seluruh ubin yang menutupi lantai pendopo itulah yang dinamakan luas lantai pendopo. Ketika kita menghitung jumlah petak ubin pada denah, kita sedang mengukur berapa luas daerah tertutup tersebut. Semakin banyak petak ubin yang dibutuhkan, maka semakin luas daerah tersebut!
GLOSARIUM
| Istilah | Pengertian |
|---|---|
| Luas | Besarnya permukaan suatu daerah tertutup yang dibatasi oleh garis-garis pembatas. |
| Daerah Tertutup | Wilayah permukaan yang seluruh batas tepinya tertutup rapat oleh garis lurus atau lengkung. |
| Petak Satuan | Persegi berukuran standar yang digunakan sebagai satuan alat ukur tidak baku untuk menentukan luas. |
| Sisi Pembatas | Garis-garis tepi yang membatasi suatu bangun datar (keliling). |
| Hands-on Learning | Pendekatan pembelajaran berbasis manipulasi objek fisik secara langsung oleh tangan siswa. |
| Pendopo | Bangunan terbuka luas beratap khas daerah yang lantainya tersusun dari ubin. |
DAFTAR PUSTAKA
- Hobri, dika, dkk. (2022). Matematika untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Van de Walle, J. A., Karp, K. S., & Williams, J. M. (2013). Elementary and Middle School Mathematics: Teaching Developmentally. Boston: Pearson Education.
- Zulkardi, Z. (2002). Developing a Learning Environment on Realistic Mathematics Education for Indonesian Student Teachers. Doctoral dissertation, University of Twente, Enschede.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Kinerja Pembelajaran (Asesmen Formatif / Hands-on)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Kerapian Penempelan Ubin Petak | Skor 4: Seluruh daerah tertutup rapat, tanpa celah, dan tidak bertumpuk. Skor 3: Seluruh daerah tertutup rapat, tanpa celah, ada 1-2 ubin bertumpuk. Skor 2: Daerah tertutup tetapi menyisakan beberapa celah terbuka. Skor 1: Ubin ditempel tidak beraturan, banyak celah, dan bertumpuk. | |
| 2 | Menentukan Jumlah Petak Satuan | Skor 4: Mampu menghitung total petak satuan dengan tepat dan mandiri. Skor 3: Mampu menghitung total petak satuan dengan tepat setelah dicek ulang. Skor 2: Menghitung petak satuan kurang tepat (selisih 2-3 petak). Skor 1: Salah total dalam menghitung petak satuan dan butuh bimbingan penuh. | |
| 3 | Membandingkan Luas Bangun Datar | Skor 4: Mampu membandingkan 2 denah dengan benar beserta alasan logis berbasis data. Skor 3: Mampu membandingkan 2 denah dengan benar tetapi alasan belum lengkap. Skor 2: Membandingkan 2 denah dengan benar setelah dibantu arahan guru. Skor 1: Salah dalam membandingkan mana denah yang lebih luas. | |
| 4 | Kerjasama dan Partisipasi Kelompok | Skor 4: Sangat aktif, berbagi tugas dengan adil, dan membantu anggota kelompok. Skor 3: Aktif terlibat dalam penempelan ubin dan pengerjaan LKPD. Skor 2: Ikut serta dalam kelompok hanya jika diperintah oleh ketua kelompok. Skor 1: Pasif dan tidak berkontribusi dalam kegiatan eksperimen kelompok. |
Lembar Penilaian Asesmen Sumatif (Soal Evaluasi Individu)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Menghitung Luas Gambar A (Soal 1) | Skor 4: Menuliskan jumlah petak satuan (16 petak) dan satuan luas dengan benar. Skor 3: Menuliskan angka 16 tanpa menuliskan kalimat satuan petak. Skor 2: Menuliskan angka hitung salah tetapi mendekati (15 atau 17 petak). Skor 1: Menjawab salah total atau tidak menjawab. | |
| 2 | Menghitung Luas Gambar B (Soal 2) | Skor 4: Menuliskan jumlah petak satuan (20 petak) dan satuan luas dengan benar. Skor 3: Menuliskan angka 20 tanpa menuliskan kalimat satuan petak. Skor 2: Menuliskan angka hitung salah tetapi mendekati (19 atau 21 petak). Skor 1: Menjawab salah total atau tidak menjawab. | |
| 3 | Menganalisis Perbandingan Luas (Soal 3) | Skor 4: Menjawab Gambar B lebih luas dari Gambar A dengan selisih 4 petak satuan. Skor 3: Menjawab Gambar B lebih luas dari Gambar A tanpa menuliskan selisihnya. Skor 2: Menjawab Gambar B lebih luas tetapi alasan matematisnya salah. Skor 1: Menjawab Gambar A lebih luas atau salah menentukan perbandingan. |