IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Matematika |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / T.A. | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Materi / Topik | : | Keliling Gabungan Bangun Datar |
| Alokasi Waktu | : | 2 x 35 menit (1 Pertemuan) |
| Model Pembelajaran | : | Problem Based Learning (PBL) |
| Pendekatan | : | Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Culturally Responsive Teaching |
| Target Peserta Didik | : | Peserta Didik Reguler (Gaya belajar dominan visual, memerlukan pemahaman konseptual mendalam) |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom secara umum memiliki karakteristik belajar visual. Mereka sangat responsif terhadap gambar, warna, dan diagram. Namun, berdasarkan analisis diagnostik awal, sebagian besar peserta didik masih mengalami miskonsepsi dalam menghitung keliling gabungan bangun datar. Miskonsepsi utama yang terjadi adalah peserta didik cenderung menjumlahkan seluruh panjang sisi, termasuk garis penyekat/sisi bagian dalam yang tertutup, bukan hanya batasan sisi terluar.
Untuk mengatasinya, pembelajaran dirancang menggunakan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) melalui kerangka Mindful Learning (kesadaran penuh akan konsep sisi luar), Meaningful Learning (dikaitkan dengan denah arsitektur rumah adat lokal), dan Joyful Learning (eksplorasi visual dan pewarnaan garis batas).
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Menganalisis bagian sisi terluar pada gabungan bangun datar untuk menghitung keliling total.
TUJUAN PEMBELAJARAN
- Melalui pengamatan denah arsitektur rumah adat lokal pada Smart TV, peserta didik dapat membedakan sisi luar dan sisi dalam dari gabungan bangun datar dengan tepat.
- Melalui diskusi kelompok berbasis masalah, peserta didik dapat menganalisis sisi terluar gabungan bangun datar tanpa menghitung garis penyekat dalam secara teliti.
- Melalui penugasan LKPD, peserta didik dapat menghitung keliling total gabungan beberapa bangun datar dengan menjumlahkan seluruh panjang sisi terluarnya secara akurat.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Menghitung keliling gabungan bangun datar sama artinya dengan mengukur panjang pagar yang dibutuhkan untuk mengelilingi seluruh area luar suatu bangunan (seperti rumah adat atau pendopo), tanpa memasang pagar di dalam ruangan. Pemahaman ini melatih kemampuan berpikir kritis dalam merencanakan kebutuhan material secara efisien di kehidupan nyata.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Jika kita ingin memasang lampu hias di sekeliling tembok luar rumah adat Joglo/Pendopo, apakah kita perlu memasang lampu di dinding pembatas antarkamar di dalam rumah?
- Bagaimana cara kalian menentukan panjang tali minimum untuk mengelilingi dua area lapangan yang saling berdampingan?
- Apa yang terjadi jika garis batas di dalam ruangan ikut dihitung saat memasang pagar keliling rumah?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Bernalar Kritis: Menganalisis dan memisahkan mana sisi yang termasuk batas luar dan mana sisi bagian dalam.
- Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok untuk memecahkan permasalahan keliling denah bangunan lokal.
- Kreatif: Menggunakan penandaan warna visual untuk memetakan jalur keliling terluar.
Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
- Mindful Learning: Peserta didik secara sadar mengamati setiap segmen garis pada bangun datar gabungan sebelum melakukan operasi penjumlahan.
- Meaningful Learning: Peserta didik menghubungkan konsep keliling dengan pembuatan pagar denah arsitektur lokal.
- Joyful Learning: Peserta didik merasakan kegembiraan dalam aktivitas mewarnai "Jalur Pagar" menggunakan media visual interaktif.
MATERI PEMBELAJARAN
Pengertian Keliling Gabungan Bangun Datar
Keliling dari gabungan beberapa bangun datar adalah total panjang seluruh sisi yang membatasi bagian terluar dari bentuk gabungan tersebut.
Prinsip Utama Penghitungan
- Hanya menjumlahkan panjang sisi-sisi yang berada di bagian paling luar (garis batas luar).
- Sisi atau garis penyekat yang terletak di dalam gabungan bangun datar TIDAK boleh dihitung, karena bukan merupakan batas luar.
- Jika terdapat panjang sisi luar yang belum diketahui nilainya, gunakan sifat-sifat bangun datar penyusunnya (misalnya: panjang sisi berhadapan pada persegi panjang adalah sama) untuk menentukan panjang sisi tersebut terlebih dahulu.
Kontekstualisasi Kearifan Lokal
Penerapan konsep pada denah arsitektur Pendopo dan Limasan lokal Wringin Anom. Gabungan antara area Pendopo utama (persegi panjang) dan area teras samping (persegi) membentuk satu kesatuan denah bangunan. Penghitungan keliling dilakukan untuk menentukan panjang lis plank atau hiasan ukir keliling ter luar atap/pondasi.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
- Model Pembelajaran: Problem Based Learning (PBL)
- Sintaks 1: Orientasi peserta didik pada masalah.
- Sintaks 2: Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar.
- Sintaks 3: Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok.
- Sintaks 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya.
- Sintaks 5: Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.
- Pendekatan: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning), Visual Learning Strategy.
- Metode: Diskusi kelompok, tanya jawab, penugasan visual, presentasi.
ASESMEN
- Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran): Tes lisan singkat dan pengamatan visual awal tentang konsep keliling dasar.
- Asesmen Formatif (Selama Pembelajaran): Unjuk kerja diskusi kelompok, observasi partisipasi, dan penilaian proses pada LKPD.
- Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran): Tes tertulis berupa soal pemecahan masalah keliling gabungan bangun datar.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor) | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Bernalar Kritis | Skor 4: Sangat aktif menganalisis sisi luar dan membedakannya dari sisi dalam tanpa bantuan. Skor 3: Mampu menganalisis sisi luar dengan sedikit arahan guru. Skor 2: Membutuhkan dorongan intensif untuk membedakan sisi luar dan dalam. Skor 1: Belum mampu menganalisis sisi luar bangun datar gabungan. | 1-4 |
| 2 | Gotong Royong | Skor 4: Sangat aktif bekerja sama, membantu teman, dan berbagi tugas dalam kelompok. Skor 3: Bekerja sama dengan baik dalam kelompok. Skor 2: Kurang aktif dalam kegiatan kelompok. Skor 1: Tidak mau bekerja sama dalam kelompok. | 1-4 |
Rubrik Penilaian Keterampilan (Unjuk Kerja Kelompok)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor) | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Identifikasi Sisi Terluar | Skor 4: Tepat 100% mewarnai/menandai seluruh sisi terluar denah gabungan. Skor 3: Terdapat 1 kesalahan dalam menandai sisi terluar. Skor 2: Terdapat 2-3 kesalahan dalam menandai sisi terluar. Skor 1: Salah dalam menandai sisi terluar (garis dalam ikut ditandai). | 1-4 |
| 2 | Ketepatan Penghitungan Keliling | Skor 4: Seluruh perhitungan penjumlahan sisi luar benar dan akurat. Skor 3: Tepat dalam konsep penjumlahan sisi luar, namun ada kesalahan hitung minor. Skor 2: Masih memasukkan 1 garis dalam ke dalam perhitungan. Skor 3: Memasukkan seluruh garis dalam ke dalam perhitungan keliling. | 1-4 |
Rubrik Penilaian Pengetahuan (Tes Sumatif)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor) | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Pemecahan Masalah Keliling Gabungan | Skor 4: Mampu menyelesaikan masalah kontekstual keliling gabungan dengan langkah runtut dan hasil benar. Skor 3: Langkah penyelesaian runtut, hasil akhir kurang tepat karena salah hitung. Skor 2: Menggunakan rumus keliling tiap bangun lalu menjumlahkannya (miskonsepsi garis dalam). Skor 1: Tidak menuliskan penyelesaian sama sekali. | 1-4 |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa peserta didik, dan mengecek kesiapan belajar.
- Guru bersama peserta didik melakukan kegiatan berdo'a dan melakukan pemusatan perhatian (Mindful Check-in) sederhana.
- Apersepsi: Guru menampilkan gambar denah sederhana sebuah Pendopo Adat di Smart TV dan bertanya, "Jika kita mau memasang pagar mengelilingi bangunan ini, bagian mana saja yang dipasang pagar?"
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, materi, serta aktivitas yang akan dilakukan hari ini.
Kegiatan Inti (50 Menit)
Sintaks 1: Orientasi Peserta Didik pada Masalah (Mindful & Meaningful Learning)
- Guru menampilkan permasalahan nyata di Smart TV tentang denah rumah adat lokal Wringin Anom yang terdiri dari gabungan dua bangun datar (persegi panjang dan persegi).
- Peserta didik mengamati masalah: Pak Desa ingin memasang pagar bambu hias di sekeliling area luar denah rumah adat tersebut. Pak Desa kebingungan karena jika ia menjumlahkan keliling bangun A dan keliling bangun B, hasil bambu yang dibeli sangat berlebihan.
- Peserta didik diajak berpikir kritis (Mindful Learning): "Mengapa hasil perhitungan Pak Desa berlebihan? Garis mana yang seharusnya tidak perlu dipagari?"
Sintaks 2: Mengorganisasikan Peserta Didik untuk Belajar
- Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok heterogen (masing-masing 4-5 siswa).
- Guru membagikan LKPD yang memuat denah gabungan bangun datar berbasis kearifan lokal.
- Guru memberikan instruksi kerja yang jelas terkait penandaan visual pada LKPD.
Sintaks 3: Membimbing Penyelidikan Individu maupun Kelompok (Meaningful & Joyful Learning)
- Peserta didik berdiskusi kelompok untuk memecahkan masalah Pak Desa.
- Peserta didik menggunakan pensil warna/spidol merah untuk menebalkan hanya garis batas terluar dari denah rumah adat (Diferensiasi Proses).
- Guru berkeliling memberikan scaffolding (bantuan garis putus-putus/bantuan visual) khusus bagi kelompok yang masih kesulitan memisahkan garis dalam dan garis luar.
- Peserta didik mengidentifikasi panjang tiap sisi terluar, memverifikasi panjang sisi yang belum diketahui dengan sifat bangun datar, kemudian menjumlahkannya.
Sintaks 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya (Joyful Learning)
- Setiap kelompok menyusun hasil analisis penandaan jalur pagar terluar dan hasil perhitungan keliling pada lembar presentasi.
- Salah satu perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas dengan menampilkan LKPD mereka melalui kamera/layar Smart TV.
- Kelompok lain memberikan tanggapan atau saran secara santun.
Sintaks 5: Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah
- Guru memberikan penguatan visual melalui Smart TV dengan menayangkan animasi penggabungan dua bangun datar dan menunjukkan secara jelas bagaimana garis penyekat dalam tenggelam dan hilang saat menjadi satu kesatuan.
- Peserta didik bersama guru menyimpulkan aturan utama keliling gabungan bangun datar: "Keliling hanya menghitung panjang garis tepi terluar!"
Kegiatan Penutup (10 Menit)
- Peserta didik merangkum poin-poin penting dari pembelajaran hari ini.
- Guru memberikan lembar evaluasi mandiri (Asesmen Sumatif) pendek untuk mengukur pemahaman individu.
- Peserta didik melakukan refleksi pembelajaran bersama guru (Joyful Learning Check).
- Guru menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh peserta didik dan menginformasikan topik materi untuk pertemuan berikutnya.
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning (Belajar Penuh Kesadaran)
Peserta didik dilatih secara sadar untuk menahan diri tidak langsung menjumlahkan semua angka yang tertera pada gambar. Mereka diajak melakukan "Tracing Visual" menggunakan jari atau spidol pada tepi luar gambar denah sebelum mulai menuliskan angka perhitungan.
Meaningful Learning (Belajar Bermakna)
Konsep keliling dihubungkan langsung dengan kebutuhan riil masyarakat lokal Wringin Anom dalam membangun pagar denah rumah adat atau pendopo desa. Peserta didik memahami bahwa pemahaman matematika yang tepat mencegah pemborosan biaya bahan bangunan di kehidupan nyata.
Joyful Learning (Belajar Menyenangkan)
Aktivitas mewarnai garis tepi luar denah (Jalur Pagar) dengan warna-warni cerah serta penggunaan media Smart TV interaktif menciptakan suasana belajar yang eksploratif, bebas dari rasa takut salah, dan menyenangkan bagi siswa berminat visual.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Proses
- Kelompok Perlu Bimbingan Khusus: Diberikan media LKPD dengan bantuan garis pembatas berbentuk garis putus-putus berwarna pudar untuk memisahkan bangun, serta warna pembeda khusus pada garis terluar agar fokus perhatian mereka tertuju pada sisi luar.
- Kelompok Reguler: Diberikan LKPD dengan denah gabungan bangun datar tanpa garis pembantu, namun ukuran sisi luar tercantum jelas.
- Kelompok Pengayaan: Diberikan LKPD dengan denah kompleks (gabungan 3 bangun datar) di mana beberapa ukuran sisi terluar harus dicari terlebih dahulu menggunakan analisis sifat bangun.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
- Laptop dan Smart TV: Digunakan untuk menayangkan slide presentasi interaktif, video animasi penggabungan bangun datar, dan menampilkan LKPD siswa saat presentasi.
- Koneksi Internet: Digunakan untuk mengakses media visual interaktif dan gambar-gambar denah arsitektur lokal yang relevan.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
- Media Pembelajaran:
- Slide PPT Interaktif Denah Arsitektur Lokal Wringin Anom.
- Spidol warna/pensil warna untuk teknik penandaan batas luar (outer boundary tracing).
- Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis visual.
- Sumber Belajar:
- Buku Siswa Matematika Kelas V Kurikulum Merdeka, Kemdikbudristek.
- Modul Ajar Matematika Fase C.
- Lingkungan sekitar dan denah arsitektur lokal desa Wringin Anom.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Peserta Didik | ............................................................................ |
| Kelas / No. Absen | V (Lima) / .......... |
| Tanggal | ............................................................................ |
| Mata Pelajaran | Matematika |
| Topik | Keliling Gabungan Bangun Datar |
Judul Aktivitas: Merancang Pagar Denah Pendopo Desa Wringin Anom
Masalah
Pemerintah Desa Wringin Anom akan memasang pagar ukir kayu di sekeliling batas terluar denah Pendopo Desa. Denah tersebut merupakan gabungan dari area Utama (Persegi Panjang) dan area Teras (Persegi).
Berikut adalah denah ukuran area tersebut:
- Area Utama (Persegi Panjang): Panjang = 12 meter, Lebar = 8 meter.
- Area Teras (Persegi): Panjang sisi = 4 meter (menempel pada bagian tengah sisi lebar 8 meter Area Utama).
Langkah Kerja
Langkah 1: Amati gambar denah gabungan di bawah ini dengan cermat!
Langkah 2: Ambil spidol berwarna MERAH. Tebalkan HANYA sisi-sisi bagian luar dari denah gabungan tersebut yang akan dipasang pagar!
Langkah 3: Jawablah pertanyaan berikut:
- Apakah garis batas penyekat di dalam antara Area Utama dan Teras perlu diberi pagar? (Jawab: Ya / Tidak)
- Mengapa? Berikan alasanmu!
Jawab: ........................................................................................................................
Langkah 4: Tuliskan panjang dari setiap sisi terluar yang telah kamu tebalkan dengan warna merah!
- Sisi terluar 1 = ......... meter
- Sisi terluar 2 = ......... meter
- Sisi terluar 3 = ......... meter
- Sisi terluar 4 = ......... meter
- Sisi terluar 5 = ......... meter
- Sisi terluar 6 = ......... meter
Langkah 5: Hitung Keliling Total Pagar Terluar!
Keliling Total = Sisi 1 + Sisi 2 + Sisi 3 + Sisi 4 + Sisi 5 + Sisi 6
Keliling Total = ......... + ......... + ......... + ......... + ......... + ......... = ......... meter.
Kesimpulan:
Jadi, total panjang pagar kayu yang dibutuhkan Pak Desa adalah ......... meter.
REMEDIAL
Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran (masih mengalami miskonsepsi menjumlahkan garis dalam):
- Diberikan kegiatan pendampingan individu (one-on-one) menggunakan benda konkret (misalnya sedotan plastik yang dipotong sesuai ukuran sisi).
- Peserta didik diminta merangkai sedotan membentuk bangun gabungan, lalu melepas sedotan yang berada di dalam gabungan.
- Peserta didik menghitung keliling hanya dengan menjumlahkan panjang sedotan yang tersisa di bagian tepi luar.
PENGAYAAN
Bagi peserta didik yang telah melampaui capaian tujuan pembelajaran:
- Peserta didik diberikan tantangan "Arsitek Muda".
- Tugas: Merancang denah kompleks gabungan dari 3 jenis bangun datar (Persegi, Persegi Panjang, dan Segitiga) untuk denah kawasan Wisata Desa Wringin Anom.
- Peserta didik menentukan sendiri ukuran setiap sisi, menentukan sisi-sisi luar yang terbentuk, dan menghitung total keliling kawasan luar tersebut.
REFLEKSI GURU
| No | Pertanyaan Refleksi | Hasil Evaluasi / Tindak Lanjut |
|---|---|---|
| 1 | Apakah media visual dan teknik pewarnaan garis luar berhasil mengatasi miskonsepsi peserta didik? | Sebagian besar peserta didik visual berhasil membedakan sisi luar dan dalam setelah menggunakan penanda warna. |
| 2 | Apakah sintaks Problem Based Learning berjalan sesuai alokasi waktu 2 x 35 menit? | Pembelajaran berjalan sesuai waktu, namun sintaks diskusi kelompok memerlukan ketegasan alokasi waktu pada tiap tahapan. |
| 3 | Apakah integrasi kearifan lokal denah rumah adat meningkatkan keterlibatan peserta didik? | Ya, peserta didik lebih antusias karena masalah yang diangkat dekat dengan lingkungan sekitar mereka. |
| 4 | Langkah perbaikan apa yang akan dilakukan untuk pertemuan berikutnya? | Memberikan variasi bentuk bangun gabungan yang lebih beragam dan menyiagakan lebih banyak media manipulatif untuk siswa berkebutuhan khusus. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
| No | Pertanyaan Refleksi | Jawab / Respon Siswa |
|---|---|---|
| 1 | Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling kamu sukai? | Saat menebalkan garis pagar luar menggunakan spidol warna di Smart TV dan LKPD. |
| 2 | Apakah kamu sudah bisa membedakan mana garis yang dihitung dan tidak dihitung dalam keliling gabungan? | Ya, garis yang di dalam rumah tidak dihitung karena tidak dipasang pagar. |
| 3 | Apa kesulitan yang masih kamu rasakan saat menghitung keliling gabungan bangun datar? | Saat menentukan panjang sisi luar yang angkanya belum tertulis pada gambar. |
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Guru
Menghitung keliling bangun datar gabungan membutuhkan pemahaman mengenai konsep batas wilayah (perimeter boundary). Keliling didefinisikan sebagai panjang lintasan tertutup yang membatasi suatu daerah. Ketika dua atau lebih bangun datar digabungkan, sisi-sisi yang berhimpit berada di dalam interior wilayah baru tersebut. Oleh karena itu, sisi-sisi yang berhimpit tidak lagi berfungsi sebagai batas luar dan harus dikeluarkan dari perhitungan keliling. Guru harus menanamkan pemahaman visual bahwa keliling adalah jarak yang ditempuh jika seseorang berjalan mengelilingi tepi luar suatu objek tepat satu putaran penuh.
Bahan Bacaan Peserta Didik
Ingat ya, Teman-teman! Keliling itu seperti jalan-jalan mengelilingi pagar luar taman!
- Keliling adalah jumlah panjang SEMUA SISI LUAR.
- Garis atau dinding yang ada di DALAM rumah/bangunan TIDAK Boleh dihitung, karena itu adalah batas ruangan, bukan batas luar bangunan.
- Trik Mudah: Gunakan pensil warna untuk menebalkan garis tepi paling luar saja. Setelah itu, jumlahkan semua angka pada garis berwarna tersebut!
GLOSARIUM
- Keliling: Jumlah panjang seluruh sisi yang membatasi suatu bidang datar terluar.
- Bangun Datar Gabungan: Bangun yang terbentuk dari dua atau lebih bangun datar sederhana (seperti persegi, persegi panjang, segitiga) yang saling menempel/berhimpitan.
- Sisi Terluar: Garis batas yang memisahkan bagian dalam bangun datar gabungan dengan daerah di luar bangun tersebut.
- Sisi Berhimpit (Garis Penyekat Dalam): Garis pertemuan antara dua bangun datar yang terletak di dalam gabungan bangun dan tidak dihitung dalam keliling.
- Denah: Gambar rancangan atau peta lokasi suatu tempat/bangunan.
DAFTAR PUSTAKA
- Hobri, dkk. (2022). Matematika untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemdikbudristek.
- Tim Gakko Tosho. (2021). Belajar Bersama Temanmu Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas V. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Sugiyono. (2019). Penerapan Model Problem Based Learning dalam Pembelajaran Matematika Kontekstual. Yogyakarta: Deepublish.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Penilaian Sikap Peserta Didik
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor) | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Bernalar Kritis | Skor 4: Membedakan sisi luar dan dalam secara mandiri dan logis tanpa ragu. Skor 3: Membedakan sisi luar dan dalam dengan sedikit konfirmasi kepada guru. Skor 2: Masih bingung menentukan sisi luar jika bentuk gabungan agak rumit. Skor 1: Tidak dapat membedakan sisi luar dan sisi dalam. | 1-4 |
| 2 | Gotong Royong | Skor 4: Sangat aktif membagi tugas dan membantu teman dalam kelompok. Skor 3: Aktif menjalankan tugas kelompok yang diberikan. Skor 2: Pasif, hanya mengikuti jawaban dari teman kelompok. Skor 1: Mengganggu jalannya diskusi kelompok. | 1-4 |
Lembar Observasi Penilaian Keterampilan (Praktik LKPD)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor) | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Identifikasi Sisi Terluar | Skor 4: Menebalkan seluruh sisi luar dengan tepat tanpa ada garis dalam yang terikut. Skor 3: Menebalkan sisi luar, namun ada 1 garis dalam yang tidak sengaja terikut. Skor 2: Menebalkan sebagian sisi luar dan beberapa garis dalam. Skor 1: Menebalkan seluruh garis termasuk seluruh garis bagian dalam. | 1-4 |
| 2 | Perhitungan Matematika | Skor 4: Menjumlahkan seluruh sisi luar dengan urutan benar dan hasil akurat. Skor 3: Konsep penjumlahan benar, namun terdapat kesalahan penjumlahan sederhana. Skor 2: Menjumlahkan angka yang salah karena memasukkan sisi dalam. Skor 1: Tidak melakukan perhitungan atau salah total. | 1-4 |