Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Matematika
Fase / Kelas : C / V (Lima)
Semester / T.A. : Ganjil / 2026/2027
Topik / Materi : Menghitung Keliling Segi Banyak Beraturan dan Tidak Beraturan
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 Pertemuan)
Model Pembelajaran : Project Based Learning (PjBL)
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning - Mindful, Meaningful, Joyful)
Target Peserta Didik : Peserta didik reguler (Gaya belajar dominan visual)

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Berdasarkan hasil asesmen diagnostik non-kognitif dan kognitif awal, peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki karakteristik gaya belajar dominan visual. Peserta didik menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap pembelajaran berbasis gambar, warna, objek nyata, serta tayangan audio-visual. Namun, secara kognitif peserta didik belum memahami konsep keliling bangun datar segi banyak secara konseptual. Sebagian besar peserta didik masih sering tertukar antara konsep keliling dengan luas, serta belum mampu merumuskan cara menghitung keliling segi banyak yang tidak beraturan secara mandiri. Oleh karena itu, diperlukan intervensi pembelajaran berbasis proyek nyata (Project Based Learning) yang mengintegrasikan media visual berbasis teknologi (Smart TV) serta kearifan lokal berupa pola ubin dan motif batik geometris daerah untuk menjembatani pemahaman konseptual peserta didik secara mendalam.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik dapat menggeneralisasikan konsep keliling untuk poligon beraturan dan tidak beraturan serta mengukur dan menghitung keliling berbagai bentuk segi banyak dengan menjumlahkan panjang seluruh sisinya.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Tujuan Pembelajaran Ranah Pengetahuan

  1. Melalui pengamatan tayangan visual pada Smart TV, peserta didik dapat membedakan karakteristik segi banyak beraturan dan segi banyak tidak beraturan dengan tepat.
  2. Melalui eksplorasi konkret pola batik geometris lokal, peserta didik dapat menganalisis rumus keliling segi banyak beraturan dan tidak beraturan berdasarkan konsep penjumlahan seluruh sisinya secara akurat.

Tujuan Pembelajaran Ranah Keterampilan

  1. Melalui kegiatan proyek kelompok, peserta didik dapat menghitung keliling berbagai bentuk segi banyak beraturan dan tidak beraturan yang terdapat pada pola hiasan dengan teliti.
  2. Melalui strategi diferensiasi produk, peserta didik dapat merancang dan membuat hiasan dinding berupa pola segi banyak berpola geometris lokal serta menyajikan hasil perhitungan kelilingnya dengan rapi dan kreatif.

Tujuan Pembelajaran Ranah Sikap

  1. Melalui kerja kelompok dalam menyelesaikan proyek, peserta didik dapat menunjukkan sikap gotong royong, bernalar kritis, dan kreatif secara konsisten.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Keliling adalah total panjang lintasan terluar yang membatasi suatu bidang datar. Pemahaman mengenai keliling segi banyak beraturan dan tidak beraturan tidak hanya sekadar menghafal rumus, melainkan kemampuan mengukur dan memperhitungkan kebutuhan material dalam kehidupan sehari-hari, seperti menentukan panjang bingkai batik, menghitung jumlah renda hiasan dinding, mendesain pola ubin arsitektur bangunan, hingga menentukan panjang pagar penutup taman berbentuk poligon.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mengamati pola keramik lantai di sekolah atau motif geometris pada kain batik khas daerah kita?
  2. Jika kita ingin memasang pita hias di sekeliling pinggir hiasan dinding berbentuk segi lima beraturan, bagaimana cara kita menentukan panjang pita yang dibutuhkan tanpa kekurangan?
  3. Apakah cara menghitung keliling meja berbentuk persegi sama dengan cara menghitung keliling meja yang memiliki bentuk segi banyak tidak beraturan? Mengapa demikian?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  1. Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok, berbagi tugas, dan saling membantu dalam merancang serta menghitung proyek hiasan segi banyak.
  2. Bernalar Kritis: Menganalisis perbedaan sifat segi banyak beraturan dan tidak beraturan serta menggeneralisasikan konsep keliling sebagai penjumlahan seluruh sisi.
  3. Kreatif: Menghasilkan karya hiasan dinding berpola segi banyak yang mengintegrasikan motif batik geometris lokal dengan variasi bentuk dan warna.

Kompetensi Utama Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

  1. Mindful Learning: Kesadaran penuh peserta didik saat mengamati, mengukur, dan menjumlahkan setiap sisi bangun segi banyak secara teliti.
  2. Meaningful Learning: Mengaitkan matematika konseptual dengan budaya lokal (motif batik geometris) dan kehidupan nyata.
  3. Joyful Learning: Pengalaman belajar yang menyenangkan melalui pembuatan produk kerajinan berbasis proyek dan presentasi interaktif.

MATERI PEMBELAJARAN

Konsep Segi Banyak (Poligon)

  1. Segi Banyak Beraturan (Regular Polygons): Bangun datar tertutup yang dibatasi oleh garis lurus dengan semua sisinya sama panjang dan semua sudutnya sama besar. Contoh: segitiga sama sisi, persegi, segi lima beraturan (pentagon), segi enam beraturan (heksagon).

Formula Keliling: K = n x s (dengan n = jumlah sisi, s = panjang sisi).

  1. Segi Banyak Tidak Beraturan (Irregular Polygons): Bangun datar tertutup yang dibatasi oleh garis lurus tetapi panjang sisi-sisinya tidak sama dan/atau besar sudut-sudutnya tidak sama. Contoh: segitiga sembarang, persegi panjang, layang-layang, segi lima sembarang.

Formula Keliling: K = s1 + s2 + s3 + ... + sn (penjumlahan seluruh panjang sisi pembentuknya).

Integrasi Kearifan Lokal

Pola batik geometris daerah (seperti motif Kawung, Banji, atau Tumpal) memiliki struktur dasar berupa poligon beraturan dan tidak beraturan. Penggunaan pola batik lokal memperkuat pemahaman matematis sekaligus menanamkan rasa bangga terhadap budaya daerah.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran

Project Based Learning (PjBL) dengan 6 langkah sistematis:

  1. Pertanyaan mendasar.
  2. Mendesain perencanaan proyek.
  3. Menyusun jadwal pembuatan.
  4. Memonitor keaktifan dan perkembangan proyek.
  5. Menguji hasil.
  6. Evaluasi pengalaman belajar.

Pendekatan Pembelajaran

  1. Pembelajaran Mendalam (Deep Learning): Mengintegrasikan kesadaran penuh (Mindful), kebermaknaan konseptual (Meaningful), dan suasana gembira (Joyful).
  2. Culturally Responsive Teaching (CRT): Mengangkat kearifan lokal motif batik geometris sebagai konteks belajar.
  3. Teaching at the Right Level (TaRL): Memfasilitasi tingkat pemahaman peserta didik melalui pendampingan berjenjang.

ASESMEN

Asesmen Formatif Awal (Diagnostik)

Tanya jawab interaktif berbasis gambar pada Smart TV untuk mengidentifikasi pemahaman awal tentang bentuk bangun datar dan konsep keliling.

Asesmen Formatif Proses

  1. Lembar Observasi Keterlibatan dan Kerjasama Kelompok (Sikap).
  2. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) - Penyelidikan Konsep dan Perhitungan Keliling.

Asesmen Sumatif (Akhir Pertemuan)

  1. Penilaian Produk Proyek: Hiasan dinding berpola segi banyak dengan motif batik geometris lokal.
  2. Tes Tertulis Singkat: Soal pemecahan masalah keliling segi banyak beraturan dan tidak beraturan.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Sikap (Gotong Royong dan Bernalar Kritis)

NoAspek yang DinilaiKriteria SkorSkor
1Gotong Royong / Kerjasama KelompokSkor 1: Peserta didik pasif dan tidak mau bekerja sama dalam kelompok.
Skor 2: Peserta didik hanya mau bekerja jika diminta oleh teman/guru.
Skor 3: Peserta didik aktif bekerja sama tetapi kadang terdistraksi.
Skor 4: Peserta didik sangat aktif, membantu teman, dan proaktif dalam penyelesaian proyek kelompok.
2Bernalar Kritis dalam Pemecahan MasalahSkor 1: Peserta didik tidak mampu mengidentifikasi panjang sisi dan cara menghitung keliling.
Skor 2: Peserta didik membutuhkan bantuan penuh untuk menghitung keliling segi banyak.
Skor 3: Peserta didik mampu menghitung keliling dengan sedikit bimbingan guru.
Skor 4: Peserta didik secara mandiri dan tepat menganalisis serta menggeneralisasikan rumus keliling segi banyak.

Rubrik Penilaian Pengetahuan (Perhitungan Keliling)

NoAspek yang DinilaiKriteria SkorSkor
1Pemahaman Konsep Keliling Segi BanyakSkor 1: Peserta didik tidak mampu menjumlahkan sisi bangun segi banyak dengan benar.
Skor 2: Peserta didik hanya mampu menghitung keliling segi banyak beraturan sederhana.
Skor 3: Peserta didik mampu menghitung keliling segi banyak beraturan dan tidak beraturan tetapi terdapat kesalahan teknis penjumlahan kecil.
Skor 4: Peserta didik dengan sangat tepat menghitung seluruh keliling segi banyak beraturan dan tidak beraturan tanpa kesalahan.
2Ketepatan Pengukuran Panjang SisiSkor 1: Peserta didik tidak dapat menggunakan alat ukur penggaris dengan benar.
Skor 2: Peserta didik mengukur panjang sisi dengan skala penggaris yang kurang tepat (selisih besar).
Skor 3: Peserta didik mengukur panjang sisi dengan presisi cukup baik (selisih sangat kecil).
Skor 4: Peserta didik mengukur seluruh panjang sisi segi banyak dengan presisi sangat akurat.

Rubrik Penilaian Produk Proyek (Hiasan Segi Banyak Motif Lokal)

NoAspek yang DinilaiKriteria SkorSkor
1Kerapian dan Visual Desain ProdukSkor 1: Produk hiasan tidak selesai dan tampak tidak rapi.
Skor 2: Produk selesai tetapi potongan segi banyak dan penempelan motif kurang rapi.
Skor 3: Produk selesai rapi dengan variasi bentuk segi banyak dan motif batik yang jelas.
Skor 4: Produk sangat rapi, estetis, kombinasi warna menarik, dan integrasi motif batik lokal sangat sempurna.
2Kebenaran Label Keliling pada ProdukSkor 1: Tidak menyertakan label pengukuran dan rumus keliling pada produk.
Skor 2: Menyertakan label tetapi perhitungan keliling pada produk salah.
Skor 3: Perhitungan keliling pada produk benar tetapi penulisan satuan panjang tidak lengkap.
Skor 4: Perhitungan keliling, penulisan rumus, dan satuan panjang pada label produk tercantum dengan sangat lengkap dan tepat.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Alokasi Waktu Total: 3 x 35 menit (105 menit)

Kegiatan Awal (15 Menit)

  1. Pembukaan dan Orientasi Kesadaran Penuh (Mindful Learning):

Guru membuka pembelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran. Guru mengajak peserta didik melakukan latihan pernapasan sejenak (Teknik STOP) untuk mengondisikan konsentrasi dan fokus visual peserta didik.

  1. Apersepsi Berbasis Visual dan Kearifan Lokal (Meaningful Learning):

Guru menampilkan slide interaktif pada Smart TV yang memperlihatkan foto-foto ubin sekolah dan motif batik geometris lokal khas daerah. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Coba perhatikan garis-garis tepi pada gambar batik ini. Berapa banyak sisi yang membatasi bentuk tersebut? Jika kita ingin memberi bingkai kayu di sekelilingnya, bagaimana cara kita tahu berapa meter kayu yang dibutuhkan?"

  1. Penyampaian Tujuan dan Prosedur Pembelajaran:

Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengukur dan menghitung keliling segi banyak serta membuat produk karya hiasan dinding segi banyak berpola batik secara berkelompok.

Kegiatan Inti (75 Menit) - Sintaks Project Based Learning (PjBL)

Sintaks 1: Pertanyaan Mendasar (10 Menit)

  1. Guru menampilkan tayangan video animasi pendek di Smart TV tentang perbedaan bangun segi banyak beraturan (sisi dan sudut sama) dan segi banyak tidak beraturan.
  2. Peserta didik secara visual mengamati perbedaan berbagai poligon.
  3. Guru mengajukan masalah nyata: "Sekolah kita akan mengadakan pameran seni kearifan lokal. Kelompok kalian ditugaskan membuat hiasan gantung berpola segi banyak beraturan dan tidak beraturan yang dihiasi motif batik lokal. Di setiap hiasan, kalian harus mencantumkan label total kelilingnya agar pembeli tahu berapa panjang pita hias yang melingkupinya. Bagaimana cara kalian merancang dan menghitung kelilingnya dengan tepat?"

Sintaks 2: Mendesain Perencanaan Proyek (10 Menit)

  1. Guru membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok heterogen (setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa).
  2. Guru membagikan LKPD dan bahan proyek (kertas karton warna-warni, gambar motif batik geometris lokal, penggaris, gunting, lem, spidol).
  3. Guru menjelaskan aturan main proyek dan memberikan pilihan tingkat kerumitan produk (Diferensiasi Produk).
  4. Kelompok berdiskusi menentukan pembagian tugas (siapa yang mengukur, memotong, menghitung keliling, dan menulis label).

Sintaks 3: Menyusun Jadwal Pembuatan (5 Menit)

  1. Guru dan peserta didik menyepakati alokasi waktu penyelesaian proyek selama 35 menit.
  2. Guru menampilkan timer digital di Smart TV agar peserta didik dapat mengelola waktu secara bijak dan sadar (Mindful Time Management).

Sintaks 4: Memonitor Keaktifan dan Perkembangan Proyek (35 Menit) - Joyful & Mindful Learning

  1. Peserta didik secara aktif menggambar pola segi banyak beraturan (persegi, segi lima, segi enam) dan tidak beraturan (layang-layang, segi banyak acak) pada karton.
  2. Peserta didik menempelkan motif batik geometris lokal di dalam pola segi banyak tersebut.
  3. Peserta didik melakukan pengukuran langsung panjang setiap sisi menggunakan penggaris dengan presisi tinggi.
  4. Peserta didik menghitung keliling segi banyak dengan menjumlahkan seluruh panjang sisi, lalu menuliskannya pada label hiasan.
  5. Guru berkeliling melakukan pendampingan berjenjang (TaRL), memberikan fasilitasi khusus bagi kelompok yang mengalami kesulitan perhitungan, serta mendokumentasikan keaktifan peserta didik.

Sintaks 5: Menguji Hasil (10 Menit)

  1. Setiap kelompok menempelkan produk hiasan dinding segi banyak mereka pada papan pameran kelas.
  2. Perwakilan kelompok mempresentasikan produknya di depan Smart TV, menjelaskan bentuk segi banyak yang dipilih, hasil pengukuran tiap sisi, serta total keliling yang didapatkan.
  3. Kelompok lain memberikan tanggapan visual dan pertanyaan relevan.

Sintaks 6: Evaluasi Pengalaman Belajar (5 Menit)

  1. Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap presentasi dan keakuratan perhitungan keliling tiap kelompok.
  2. Guru bersama peserta didik menyimpulkan konseptual utama: Keliling segi banyak beraturan dapat dihitung dengan K = n x s, sedangkan segi banyak tidak beraturan dihitung dengan menjumlahkan seluruh sisinya (K = s1 + s2 + s3 + ... + sn).

Kegiatan Penutup (15 Menit)

  1. Refleksi Pembelajaran (Joyful Learning):

Guru mengajak peserta didik menyuarakan kesan pembelajaran hari ini. Peserta didik mengungkapkan perasaan mereka saat membuat karya seni matematika.

  1. Evaluasi Mandiri:

Peserta didik mengerjakan 2 soal tes formatif singkat tertulis pada lembar LKPD secara individu untuk mengukur pemahaman konsep keliling segi banyak.

  1. Tindak Lanjut dan Apresiasi:

Guru memberikan apresiasi berupa tepuk tangan bersama atas kerja keras seluruh kelompok. Guru menyampaikan topik pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.

  1. Penutup:

Pembelajaran diakhiri dengan doa bersama dan salam penutup.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning (Pembelajaran Sadar Fokus)

Peserta didik secara sadar dan penuh konsentrasi menggunakan alat ukur penggaris untuk mengukur millimeter demi millimeter panjang sisi segi banyak. Proses pengukuran langsung ini melatih kejelian visual dan kesadaran bahwa keliling adalah jarak nyata di sekeliling bangun, bukan sekadar angka matematis.

Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Peserta didik menghubungkan teori keliling segi banyak dengan benda nyata dan budaya lokal. Dengan menerapkan motif batik geometris pada bangun poligon, matematika dipahami bukan sebagai subjek abstrak yang terisolasi, melainkan sebagai alat untuk mengagumi dan melestarikan seni budaya daerah.

Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Suasana belajar dibangun melalui aktivitas proyek hands-on yang penuh warna. Peserta didik mengekspresikan kreativitas seni rupa dalam pembelajaran matematika, berkolaborasi dalam kelompok, serta memamerkan karya mereka dalam suasana pameran kelas yang mengapresiasi setiap karya.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten

Menyediakan media belajar visual beragam: tayangan animasi interaktif pada Smart TV untuk peserta didik visual-auditori, serta bangkitan bahan konseptual konkret berupa lembaran pola segi banyak berwarna dan kartu bangun datar.

Diferensiasi Proses

Guru memberikan tingkat pendampingan berbeda (Scaffolding):

  • Kelompok Paham Utuh: Diberikan kebebasan merancang segi banyak tidak beraturan dengan jumlah sisi lebih dari 5 dan variasi sudut.
  • Kelompok Paham Sebagian: Dibimbing untuk memverifikasi ulang pengukuran sisi pada segi banyak beraturan (segi lima/segi enam).
  • Kelompok Butuh Bimbingan: Diberikan panduan ketat dan media penggaris berukuran jelas untuk mengukur segi banyak sederhana (segitiga sama sisi, persegi, persegi panjang).

Diferensiasi Produk

Peserta didik diberikan kebebasan memilih bentuk dan kombinasi produk hiasan dinding:

  • Opsi A: Hiasan dinding kombinasi 3 segi banyak beraturan berpola batik sederhana.
  • Opsi B: Hiasan dinding kombinasi segi banyak beraturan dan tidak beraturan berpola batik kompleks.
  • Opsi C: Hiasan gantung 3 dimensi berpola poligon komposit bermotif batik lokal.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Smart TV: Mengisi peran sebagai papan interaktif visual, menampilkan animasi konsep segi banyak, timer countdown proyek PjBL, serta slide contoh arsitektur ubin dan kain batik resolusi tinggi.
  2. Laptop Guru: Digunakan untuk mengoperasikan media presentasi interaktif dan memutar video pembelajaran berbasis konteks visual.
  3. Internet: Mengakses sumber visual digital motif batik geometris daerah secara real-time untuk memberi inspirasi desain pada peserta didik.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media Pembelajaran

  1. Tayangan slide presentasi dan animasi GeoGebra interaktif via Smart TV.
  2. Alat potong dan lukis: Kertas karton warna, gambar kain batik geometris lokal, gunting, lem, spidol warna, dan penggaris 30 cm.
  3. Papan pameran karya kelas.

Sumber Belajar

  1. Buku Siswa Matematika Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
  2. Modul Lokal Integrasi Seni Batik dan Matematika SD.
  3. Lingkungan sekitar sekolah (Pola ubin lantai dan ukiran arsitektur gedung SD Negeri 1 Wringin Anom).

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Kelompok...........................................................
Anggota Kelompok1. ........................................................
2. ........................................................
3. ........................................................
4. ........................................................
5. ........................................................
Kelas / FaseV (Lima) / C
Mata PelajaranMatematika
Hari / Tanggal...........................................................

Petunjuk Kerja Kelompok

  1. Berdoalah sebelum memulai mengerjakan proyek.
  2. Baca dan cermati setiap instruksi langkah kerja di bawah ini.
  3. Kerjakan proyek pembuatan hiasan segi banyak bermotif batik bersama teman kelompokmu dengan penuh semangat gotong royong.
  4. Gunakan penggaris secara teliti untuk mengukur panjang sisi.

Bagian 1: Penyelidikan Konsep Keliling Segi Banyak

Amati bangun segi banyak di bawah ini, ukur panjang setiap sisinya menggunakan penggaris, lalu hitung kelilingnya!

  1. Bangun A: Segi Lima Beraturan (Pentagon)
  • Panjang Sisi 1 = ..... cm
  • Panjang Sisi 2 = ..... cm
  • Panjang Sisi 3 = ..... cm
  • Panjang Sisi 4 = ..... cm
  • Panjang Sisi 5 = ..... cm
  • Rumus Keliling = ..... x panjang sisi
  • Total Keliling Bangun A = ..... cm
  1. Bangun B: Segi Banyak Tidak Beraturan (Trapesium / Segi Empat Sembarang)
  • Panjang Sisi AB = ..... cm
  • Panjang Sisi BC = ..... cm
  • Panjang Sisi CD = ..... cm
  • Panjang Sisi DA = ..... cm
  • Total Keliling Bangun B = Sisi AB + Sisi BC + Sisi CD + Sisi DA
  • Total Keliling Bangun B = ..... + ..... + ..... + ..... = ..... cm

Bagian 2: Langkah Kerja Proyek Hiasan Dinding Motif Batik

  1. Pilihlah 2 pola segi banyak (1 beraturan dan 1 tidak beraturan) dari lembar kertas karton yang disediakan.
  2. Gunting pola segi banyak tersebut dengan rapi.
  3. Tempelkan gambar motif batik geometris lokal pada bagian tengah segi banyak.
  4. Ukur seluruh panjang sisi terluar segi banyak tersebut dengan penggaris. Tuliskan ukuran panjang pada tiap sisinya!
  5. Hitung total keliling segi banyak tersebut pada kotak perhitungan di bawah ini!
  6. Buatlah label gantung di bawah karya hiasanmu yang bertuliskan:

"Nama Bangun: ..... | Jenis: (Beraturan / Tidak Beraturan) | Total Keliling = ..... cm"

Kotak Perhitungan Keliling Proyek

  1. Perhitungan Bangun Segi Banyak 1 (Beraturan):

.........................................................................................................................................

.........................................................................................................................................

  1. Perhitungan Bangun Segi Banyak 2 (Tidak Beraturan):

.........................................................................................................................................

.........................................................................................................................................

Bagian 3: Tes Formatif Mandiri (Diisi Individu)

  1. Sebuah papan hiasan dinding berbentuk segi enam beraturan memiliki panjang salah satu sisinya 14 cm. Berapakah keliling total papan hiasan dinding tersebut?

Jawab: .............................................................................................................................

  1. Pak Didik ingin membuat bingkai kayu di sekeliling taman berbentuk segi banyak tidak beraturan dengan panjang sisi berturut-turut: 5 meter, 7 meter, 4 meter, 8 meter, dan 6 meter. Berapa meter total kayu yang dibutuhkan Pak Didik?

Jawab: .............................................................................................................................

REMEDIAL

Bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan tujuan pembelajaran (belum mampu menghitung keliling segi banyak):

  1. Guru memberikan bimbingan individual atau kelompok kecil dengan menggunakan benda konkret berstruktur poligon (seperti potongan bangun datar kayu/plastik).
  2. Peserta didik diajak kembali menelusuri garis tepi bangun datar menggunakan jari tangan sambil menghitung jumlah sisi, kemudian mengukurnya menggunakan benang lalu mengukur panjang benang pada penggaris.
  3. Menjawab soal latihan tersederhana mengenai keliling segitiga sama sisi dan persegi.

PENGAYAAN

Bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan tujuan pembelajaran dengan sangat baik:

  1. Peserta didik diberikan tantangan berupa "Proyek Desain Keramik Arsitektural": Menganalisis dan menghitung keliling dari bangun segi banyak gabungan (komposisi dari dua atau lebih poligon beraturan dan tidak beraturan).
  2. Peserta didik diminta menjadi tutor sebaya untuk membantu teman dalam kelompok yang masih memerlukan bimbingan pengukuran.

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan RefleksiHasil Refleksi / Rencana Tindak Lanjut
1Apakah penggunaan media visual Smart TV dan motif batik lokal efektif meningkatkan pemahaman konseptual keliling segi banyak?Penggunaan media visual dan kearifan lokal sangat efektif menarik perhatian gaya belajar visual siswa, meningkatkan antusiasme, serta memperjelas konsep fisik dari keliling bangun datar.
2Apakah seluruh kelompok dapat menyelesaikan proyek tepat waktu sesuai jadwal yang disepakati?Sebagian besar kelompok menyelesaikan proyek tepat waktu. Dua kelompok membutuhkan waktu tambahan 3 menit pada tahap finishing label. Rencana selanjutnya adalah menyederhanakan pemotongan pola.
3Apakah strategi diferensiasi produk yang diterapkan sudah mengakomodasi tingkat kemampuan peserta didik?Ya, diferensiasi produk memungkinkan siswa yang berpemahaman tinggi mengeksplorasi poligon lebih kompleks, sementara siswa yang butuh bantuan fokus pada poligon dasar tanpa merasa berkecil hati.
4Kendala teknis atau matematis apa yang paling banyak ditemui peserta didik saat melakukan pengukuran?Siswa masih sering keliru meletakkan angka nol penggaris pada titik awal garis. Tindak lanjut: Memberikan penekanan teknik mengukur dari angka 0 pada awal kegiatan berikutnya.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

NoPertanyaan Refleksi Peserta DidikRespon (Ya / Tidak / Uraian)
1Apakah kamu menyukai kegiatan membuat hiasan segi banyak berpola batik hari ini?Ya, sangat menyukai karena bisa menggunting, mewarnai batik, dan belajar bersama teman kelompok.
2Apakah kamu sekarang sudah tahu bedanya cara menghitung keliling segi banyak beraturan dan tidak beraturan?Ya, segi banyak beraturan tinggal mengalikan panjang sisi dengan jumlah sisinya, kalau tidak beraturan dijumlahkan semua sisinya.
3Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling menyenangkan bagi kamu?Saat mengukur sisi bangun menggunakan penggaris dan memajang hasil karya hiasan kelompok di papan pameran kelas.
4Apakah kamu mengalami kesulitan saat mengukur panjang sisi menggunakan penggaris?Sedikit kesulitan saat mengukur garis miring, tetapi menjadi mudah setelah dibantu penjelasan oleh Pak Guru dan teman kelompok.

BAHAN BACAAN

Pengertian dan Konsep Keliling Segi Banyak

Segi banyak (poligon) adalah kurva tertutup yang dibatasi oleh garis-garis lurus yang saling berpotongan di ujung-ujungnya. Segi banyak dikelompokkan menjadi dua jenis utama, yaitu:

  1. Segi Banyak Beraturan: Memiliki ciri utama seluruh panjang sisinya sama panjang dan semua sudut dalamnya sama besar. Contohnya adalah segitiga sama sisi (3 sisi sama), persegi (4 sisi sama), pentagon beraturan (5 sisi sama), heksagon beraturan (6 sisi sama), dan oktagon beraturan (8 sisi sama). Keliling segi banyak beraturan dirumuskan sebagai K = n x s, di mana n adalah jumlah sisi dan s adalah panjang satu sisi.
  2. Segi Banyak Tidak Beraturan: Memiliki sisi-sisi yang panjangnya tidak sama atau sudut-sudutnya yang tidak sama besar. Contohnya adalah segitiga sembarang, persegi panjang, jajaran genjang, trapesium, dan layang-layang. Keliling segi banyak tidak beraturan dihitung dengan cara menjumlahkan seluruh panjang sisi yang membatasi bangun tersebut (K = s1 + s2 + s3 + ... + sn).

Integrasi Matematika dengan Batik Geometris Lokal

Batik Indonesia, khususnya motif geometris seperti Kawung, Parang, dan Banji, kaya akan keteraturan matematis. Pola-pola batik tersebut dibentuk dari susunan poligon beraturan dan tidak beraturan yang berulang. Mempelajari keliling segi banyak melalui motif batik tidak hanya mengasah kecerdasan spasial matematis, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta dan apresiasi terhadap warisan budaya bangsa Indonesia.

GLOSARIUM

  1. Poligon (Segi Banyak): Bangun datar tertutup yang dibatasi oleh tiga atau lebih segmen garis lurus.
  2. Segi Banyak Beraturan: Bangun poligon yang memiliki semua sisi sama panjang dan semua sudut sama besar.
  3. Segi Banyak Tidak Beraturan: Bangun poligon yang sisi-sisinya tidak sama panjang atau sudut-sudutnya tidak sama besar.
  4. Keliling: Jumlah seluruh panjang garis/sisi terluar yang membatasi suatu bidang datar.
  5. Motif Geometris: Pola hiasan yang dibentuk dari susunan garis dan bangun-bangun geometris matematis.
  6. Project Based Learning (PjBL): Model pembelajaran berbasis proyek nyata di mana peserta didik aktif merancang, membuat, dan mempresentasikan produk.
  7. Pembelajaran Mendalam (Deep Learning): Pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konseptual mendalam melalui pengalaman belajar yang penuh kesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menyenangkan (joyful).

DAFTAR PUSTAKA

  1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  2. Hobri, dkk. (2022). Matematika untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  3. Van de Walle, J. A., Karp, K. S., & Bay-Williams, J. M. (2013). Elementary and Middle School Mathematics: Teaching Developmentally. Boston: Pearson.
  4. Suharjana. (2012). Pengenalan Bangun Datar dan Sifat-sifatnya di SD. Yogyakarta: PPPPTK Matematika.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Keterlibatan dan Proses Pembelajaran Peserta Didik

NoAspek yang DinilaiKriteria SkorSkor
1Keterlibatan Aktif dalam KelompokSkor 1: Peserta didik tidak terlibat sama sekali dalam kegiatan kelompok.
Skor 2: Peserta didik terlibat pasif, hanya menjalankan perintah teman.
Skor 3: Peserta didik aktif berdiskusi dan membantu pembuatan proyek.
Skor 4: Peserta didik sangat aktif, memimpin diskusi, dan berkontribusi besar dalam proyek.
2Ketelitian Mengukur Sisi Bangun DatarSkor 1: Peserta didik tidak mampu menggunakan penggaris untuk mengukur.
Skor 2: Peserta didik mengukur sisi dengan banyak kesalahan titik nol.
Skor 3: Peserta didik mengukur sisi dengan teliti tetapi terdapat sedikit selisih.
Skor 4: Peserta didik mengukur seluruh sisi dengan sangat tepat dan akurat.
3Kejelasan Presentasi Hasil ProyekSkor 1: Peserta didik tidak mau berbicara saat presentasi kelompok.
Skor 2: Peserta didik menyampaikan hasil presentasi dengan suara tidak jelas.
Skor 3: Peserta didik menyampaikan hasil presentasi dengan cukup jelas dan percaya diri.
Skor 4: Peserta didik mempresentasikan hasil proyek dengan sangat jelas, sistematis, dan percaya diri.
4Tanggung Jawab dan Keradiran Mental (Mindfulness)Skor 1: Peserta didik sering keluar dari kelompok dan mengganggu kelompok lain.
Skor 2: Peserta didik kadang terdistraksi dengan benda-benda di luar pembelajaran.
Skor 3: Peserta didik fokus menyelesaikan tugas kelompok hingga selesai.
Skor 4: Peserta didik menunjukkan kesadaran penuh, menjaga ketertiban, dan sangat bertanggung jawab atas tugasnya.
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130