Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Fase : Kelas V / Fase C
Semester / T.A. : Ganjil / 2026/2027
Materi / Topik : Menghitung Keliling Berbagai Jenis Segitiga (Sama Sisi, Sama Kaki, Sembarang, Siku-siku)
Formula Matematika : $K = a + b + c$
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 Pertemuan)
Karakteristik Peserta Didik : Pembelajar aktif secara visual, membutuhkan jembatan konkret-visual untuk memahami konsep matematis abstrak.
Model Pembelajaran : Inquiry Learning (Pembelajaran Berbasis Penemuan)
Pendekatan Pembelajaran : Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning) & Culturally Responsive Teaching (CRT)
Strategi Diferensiasi : Diferensiasi Konten (Ragam bentuk segitiga dan tingkat kompleksitas visual)
Integrasi Kearifan Lokal : Pengukuran dan analisis hiasan ornamen segitiga pada lisplang/atap rumah adat daerah

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Profil Kesiapan Peserta Didik

Berdasarkan hasil pemetaan awal, peserta didik di Kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki karakteristik pemprosesan informasi yang sangat dominan pada gaya belajar visual. Peserta didik antusias ketika disajikan gambar berwarna, tayangan digital interaktif, dan manipulasi objek fisik. Namun demikian, secara konseptual peserta didik belum memahami makna keliling sebagai total panjang pembatas luar suatu bangun datar. Peserta didik cenderung masih mencampuradukkan antara konsep luas dan keliling serta belum mampu menggeneralisasikan formula keliling segitiga ke dalam bentuk simbolik matematis ($K = a + b + c$).

Analisis Lingkungan dan Sumber Daya

Lingkungan sekolah memiliki akses terhadap media digital yang memadai. Keberadaan Smart TV, laptop, dan jaringan internet di kelas memungkinkan penayangan visualisasi ornamen rumah adat secara berkualitas tinggi. Pendekatan kearifan lokal diintegrasikan untuk memberikan konteks nyata bahwa konsep bentuk segitiga dan kelilingnya ada dalam arsitektur tradisional sekitar tempat tinggal mereka.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik dapat mengaplikasikan formula jumlah ketiga sisi segitiga dalam menyelesaikan permasalahan kontekstual kehidupan sehari-hari.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Indikator Pencapaian Tujuan Pembelajaran (IPTP)

  1. Peserta didik mampu mengidentifikasi karakteristik panjang sisi pada segitiga sama sisi, segitiga sama kaki, segitiga siku-siku, dan segitiga sembarang melalui pengamatan visual ornamen rumah adat dengan tepat.
  2. Peserta didik mampu menemukan konsep keliling segitiga sebagai jumlah panjang ketiga sisinya melalui kegiatan eksplorasi terbimbing dengan benar.
  3. Peserta didik mampu merumuskan dan mengaplikasikan formula matematika keliling segitiga ($K = a + b + c$) untuk menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari secara akurat.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Keliling suatu bangun datar segitiga adalah total panjang lintasan yang mengelilingi tepi bangun tersebut. Memahami cara menghitung keliling segitiga membantu manusia dalam merencanakan kebutuhan bahan bangunan, pembuatan kerangka hiasan arsitektur tradisional (seperti ornamen lisplang rumah adat), pemagaran lahan, dan berbagai desain estetis yang efisien tanpa membuang material.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mengamati hiasan ukiran kayu berbentuk segitiga yang ada di atap atau lisplang rumah adat daerah kita?
  2. Jika seorang pengrajin kayu ingin memasang pita renda emas di sekeliling bingkai ukiran segitiga tersebut, bagaimana cara menentukan panjang pita yang dibutuhkan agar pas dan tidak tersisa?
  3. Apakah cara mengukur pita pada segitiga yang ketiga sisinya sama panjang akan sama dengan segitiga yang sisinya berbeda-beda?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  1. Bernalar Kritis: Mengidentifikasi hubungan antar panjang sisi segitiga dan merumuskan rumus keliling.
  2. Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok eksplorasi untuk mengukur dan mendiskusikan masalah kontekstual.
  3. Mandiri: Menyelesaikan tugas individu serta mengoreksi pemahaman diri selama proses penemuan.

Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

  1. Critical Thinking and Problem Solving: Menganalisis masalah kontekstual pengukuran keliling ornamen.
  2. Collaboration: Berdiskusi secara aktif dan inklusif dalam kelompok.
  3. Communication: Menyampaikan argumen matematis saat mempresentasikan hasil penemuan.
  4. Cultural Literacy: Mengapresiasi dan memahami nilai estetika arsitektur tradisional lokal.

MATERI PEMBELAJARAN

Konsep Keliling Segitiga

Keliling ($K$) adalah jumlah panjang seluruh sisi yang membatasi suatu bangun datar. Untuk segitiga dengan panjang sisi $a$, $b$, dan $c$, keliling dirumuskan:

$$K = a + b + c$$

Jenis-Jenis Segitiga Berdasarkan Panjang Sisi dan Sifat Kelilingnya

  1. Segitiga Sama Sisi: Memiliki tiga sisi yang sama panjang ($a = b = c$).

Formula khusus: $K = 3 \times s$ (dengan $s$ adalah panjang sisi).

  1. Segitiga Sama Kaki: Memiliki dua sisi yang sama panjang ($a = b$).

Formula khusus: $K = (2 \times a) + c$.

  1. Segitiga Siku-Siku: Memiliki satu sudut siku-siku ($90^\circ$) dengan tiga panjang sisi yang bisa berbeda.

Formula: $K = a + b + c$.

  1. Segitiga Sembarang: Memiliki tiga sisi dengan panjang yang berbeda-beda.

Formula: $K = a + b + c$.

Aplikasi Kontekstual Kearifan Lokal

Pengukuran tepi lisplang kayu berbentuk segitiga pada konstruksi bubungan rumah adat setempat. Peserta didik menghitung panjang kayu lis yang dibutuhkan berdasarkan dimensi masing-masing sisi segitiga pada arsitektur tersebut.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Inquiry Learning

  1. Orientation (Orientasi): Mengamati fenomena visual ornamen rumah adat.
  2. Hypothesis / Problem Statement (Merumuskan Masalah): Mempertanyakan cara menghitung total panjang tepi segitiga.
  3. Data Collection (Pengumpulan Data): Mengukur sisi-sisi ragam segitiga pada media konkret/visual.
  4. Data Processing (Pengolahan Data): Menjumlahkan sisi-sisi dan menemukan pola $K = a + b + c$.
  5. Verification (Pembuktian/Verifikasi): Menguji formula pada berbagai bentuk segitiga ornamen.
  6. Generalization (Penarikan Kesimpulan): Menyimpulkan rumus umum dan mempresentasikannya.

Pendekatan Pembelajaran: Deep Learning

  1. Mindful Learning: Kesadaran penuh peserta didik saat mengamati detail bentuk dan mengukur sisi-sisi segitiga.
  2. Meaningful Learning: Memahami keterhubungan antara konsep Matematika dengan karya seni arsitektur lokal.
  3. Joyful Learning: Pembelajaran berbasis eksplorasi interaktif media Smart TV dan kerja kelompok yang menyenangkan.

ASESMEN

Asesmen Awal (Diagnostik)

  1. Teknik: Tanya jawab lisan berbasis gambar di Smart TV.
  2. Instrumen: Menunjukkan gambar berbagai segitiga dan menanyakan jumlah sisi serta perbedaan bentuknya.

Asesmen Proses (Formatif)

  1. Teknik: Observasi kinerja kelompok dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
  2. Instrumen: Rubrik pengamatan sikap (profil pelajar Pancasila) dan lembar penilaian diskusi kelompok.

Asesmen Akhir (Sumatif)

  1. Teknik: Tes tertulis individu (soal cerita kontekstual).
  2. Instrumen: Soal uraian terbatas menghitung keliling berbagai jenis segitiga ornamen rumah adat.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Kinerja Diskusi dan Penemuan (Formatif)

Kriteria PenilaianSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Identifikasi Jenis SegitigaMampu mengidentifikasi 4 jenis segitiga dengan tepat dan menjelaskan alasannya secara detail.Mampu mengidentifikasi 3-4 jenis segitiga dengan tepat tetapi alasan kurang lengkap.Mampu mengidentifikasi 2 jenis segitiga dengan tepat.Hanya mampu mengidentifikasi 1 jenis segitiga atau salah semua.
Penemuan Konsep KelilingMerumuskan rumus $K = a + b + c$ secara mandiri berdasarkan data pengukuran secara sistematis.Merumuskan rumus $K = a + b + c$ dengan sedikit dorongan dari guru.Menjumlahkan sisi-sisi tetapi belum mampu menuliskan formula umum $K = a + b + c$.Tidak mampu menghitung jumlah sisi dan tidak memahami konsep keliling.
Kerjasama KelompokSangat aktif, membagi tugas dengan adil, dan membantu teman sekelompok.Aktif dalam berdiskusi dan menjalankan tugas kelompok.Kurang aktif, hanya menjalankan tugas jika diperintah.Pasif dan tidak berkontribusi dalam kegiatan kelompok.

Rubrik Penilaian Asesmen Sumatif (Pengetahuan)

Indikator SoalSkor 4Skor 3Skor 2Skor 1
Menghitung keliling segitiga sama sisi kontekstual.Jawaban benar, langkah penyelesaian runtut, menuliskan rumus dan satuan dengan tepat.Jawaban benar, menuliskan rumus tetapi satuan lupa dituliskan.Perhitungan ada kesalahan aritmatika ringan, langkah kerja cukup jelas.Jawaban salah total dan tidak menunjukkan pemahaman rumus.
Menghitung keliling segitiga sama kaki kontekstual.Jawaban benar, langkah penyelesaian runtut, menuliskan rumus dan satuan dengan tepat.Jawaban benar, menuliskan rumus tetapi satuan lupa dituliskan.Perhitungan ada kesalahan aritmatika ringan, langkah kerja cukup jelas.Jawaban salah total dan tidak menunjukkan pemahaman rumus.
Menghitung keliling segitiga sembarang/siku-siku kontekstual.Jawaban benar, langkah penyelesaian runtut, menuliskan rumus dan satuan dengan tepat.Jawaban benar, menuliskan rumus tetapi satuan lupa dituliskan.Perhitungan ada kesalahan aritmatika ringan, langkah kerja cukup jelas.Jawaban salah total dan tidak menunjukkan pemahaman rumus.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan (15 menit)

  1. Guru membuka pembelajaran dengan salam hangat, mengecek kehadiran, dan mengajak peserta didik berdoa bersama (Mindful Learning).
  2. Guru melakukan kondisikan suasana kelas agar nyaman dan fokus, meminta peserta didik mengamati kerapian meja masing-masing.
  3. Apersepsi: Guru menampilkan slide beresolusi tinggi di Smart TV yang menunjukkan keindahan foto rumah adat Jawa/lokal, secara khusus menyoroti bagian atap dan ukiran kayu kayu lisplang berbentuk segitiga (Meaningful Learning).
  4. Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan, "Jika bagian tepi hiasan segitiga di atap rumah ini hendak diberi ukiran lis perak, bagaimana cara kita tahu panjang total kayu lis yang harus dipotong?"
  5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan aktivitas eksplorasi yang akan dilakukan hari ini (Joyful Learning).

Kegiatan Inti (75 menit)

Tahap 1: Orientasi Masalah (10 menit)

  1. Guru menayangkan video singkat dan gambar variasi ornamen bentuk segitiga pada rumah adat melalui Smart TV.
  2. Peserta didik secara visual mengamati bahwa bentuk segitiga pada rumah adat bervariasi: ada yang ketiga sisinya sama panjang (sama sisi), ada yang hanya dua sisinya sama panjang (sama kaki), ada yang sudutnya tegak lurus (siku-siku), dan ada yang ketiga sisinya tidak beraturan (sembarang).

Tahap 2: Merumuskan Masalah & Hipotesis (10 menit)

  1. Guru memfasilitasi peserta didik untuk merumuskan pertanyaan inti: "Bagaimana cara menentukan keliling dari setiap jenis segitiga yang berbeda tersebut?"
  2. Peserta didik memberikan jawaban sementara (hipotesis): "Dengan mengukur dan mengumpulkan total panjang seluruh garis tepi segitiga."

Tahap 3: Pengumpulan Data / Eksplorasi (20 menit)

  1. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok heterogen (4-5 siswa per kelompok).
  2. Guru membagikan LKPD yang berisi kartu-kartu gambar ornamen segitiga rumah adat dengan ukuran panjang sisi yang tertera (Diferensiasi Konten: tiap kelompok mendapat variasi visual segitiga yang berbeda tingkat kompleksitasnya).
  3. Peserta didik mengamati panjang tiap-tiap sisi pada gambar segitiga yang diberikan, lalu mencatat ukuran sisi $a$, sisi $b$, dan sisi $c$ ke dalam tabel eksplorasi LKPD.

Tahap 4: Pengolahan Data (15 menit)

  1. Dalam kelompok, peserta didik menjumlahkan seluruh panjang sisi segitiga yang telah dicatat ($a + b + c$).
  2. Guru membimbing peserta didik menganalisis hubungan antara jumlah sisi dengan konsep keliling.
  3. Peserta didik menemukan pola bahwa keliling segitiga apapun merupakan hasil penjumlahan dari ketiga sisinya, sehingga memunculkan formula $K = a + b + c$.

Tahap 5: Pembuktian / Verifikasi (10 menit)

  1. Setiap kelompok mencoba menerapkan formula yang ditemukan untuk menyelesaikan soal studi kasus sederhana tentang menghitung lis ukiran rumah adat pada LKPD.
  2. Peserta didik saling memeriksa hasil perhitungan dengan kelompok lain melalui bimbingan guru.

Tahap 6: Generalisasi dan Presentasi (10 menit)

  1. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil penemuannya di depan kelas dengan menggunakan papan tulis atau Smart TV.
  2. Kelompok lain memberikan tanggapan dan masukan.
  3. Guru memberikan penguatan konseptual bahwa Keliling Segitiga ($K$) adalah $a + b + c$.

Kegiatan Penutup (15 menit)

  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan seluruh materi yang telah dipelajari tentang keliling berbagai segitiga.
  2. Peserta didik mengerjakan tes evaluasi mandiri (Asesmen Sumatif singkat).
  3. Guru dan peserta didik melakukan refleksi kegiatan pembelajaran (apa yang paling menyenangkan, apa yang sudah dipahami, apa yang masih membingungkan).
  4. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh kelompok.
  5. Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam penutup.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning (Pembelajaran Penuh Kesadaran)

Peserta didik diajak untuk mengamati detail visual bentuk segitiga pada benda konkret dan arsitektur rumah adat secara saksama. Guru membimbing peserta didik untuk menyadari proses berpikir mereka sendiri ketika mengukur setiap sisi, bukan sekadar menghafal rumus matematis tanpa makna.

Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Matematika dihubungkan langsung dengan nilai budaya lokal (kearifan lokal rumah adat Wringin Anom/Jawa). Peserta didik memahami bahwa ilmu menghitung keliling segitiga memiliki manfaat praktis nyata dalam seni bangunan, seni ukir, dan pekerjaan pertukangan sehari-hari.

Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Penggunaan Smart TV interaktif, media visual berwarna-warni, serta kegiatan diskusi kelompok berbasis penemuan menciptakan suasana belajar yang aktif, tidak menekan, dan memicu rasa ingin tahu peserta didik secara alami.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten

Guru menyediakan berbagai variasi gambar visual segitiga ornamen rumah adat berdasarkan tingkat kesiapan belajar peserta didik:

  1. Kelompok Dasar: Mendapatkan gambar segitiga sama sisi dan sama kaki dengan angka-angka panjang sisi yang merupakan bilangan bulat sederhana (misal: 10 cm, 10 cm, 10 cm).
  2. Kelompok Menengah: Mendapatkan gambar segitiga siku-siku dan sembarang dengan kombinasi panjang sisi bilangan bulat bervariasi (misal: 6 cm, 8 cm, 10 cm).
  3. Kelompok Mahir: Mendapatkan gambar gabungan ornamen segitiga kontekstual kompleks dengan narasi pemecahan masalah (misal: menentukan sisa kayu lis jika panjang kayu awal diketahui).

Diferensiasi Proses

Guru memberikan tingkat pendampingan (scaffolding) yang disesuaikan. Kelompok yang belum memahami konsep dasar diberikan bimbingan langsung secara intensif dengan bantuan alat peraga visual konkret, sedangkan kelompok mahir diberikan kebebasan untuk bereksplorasi secara mandiri.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Smart TV: Digunakan untuk menampilkan tayangan Slide Presentasi Interaktif beresolusi tinggi mengenai gambar arsitektur rumah adat dan visualisasi geometri segitiga.
  2. Laptop: Digunakan oleh guru untuk mengelola media pembelajaran digital dan pemutaran tayangan edukatif.
  3. Internet: Digunakan untuk mengakses sumber gambar arsitektur tradisional dan aplikasi visualisasi matematika interaktif.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media Pembelajaran

  1. Slide Presentasi Interaktif (Canva/PPT) gambar ornamen rumah adat.
  2. Cetakan kartu visual segitiga warna-warni (Sama Sisi, Sama Kaki, Siku-siku, Sembarang).
  3. Penggaris dan pita ukur.
  4. Smart TV dan Laptop.

Sumber Belajar

  1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Buku Siswa Matematika Kelas V SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  2. Dokumen materi kearifan lokal arsitektur tradisional daerah setempat.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Peserta Didik
Kelas / FaseKelas V / C
No. Absen
Tanggal

Judul LKPD: Menemukan dan Menghitung Keliling Ornamen Segitiga Rumah Adat

Petunjuk Belajar

  1. Berdoalah sebelum mengerjakan LKPD.
  2. Amati gambar-gambar ornamen berbentuk segitiga pada rumah adat yang ada di lembar ini.
  3. Kerjakan langkah-langkah penemuan bersama kelompokmu secara teliti!

Kegiatan 1: Eksplorasi Panjang Sisi Segitiga Ornamen

Amati 4 gambar hiasan lisplang rumah adat berikut, lalu ukur atau catat panjang sisi-sisinya pada tabel di bawah ini!

NoGambar Ornamen SegitigaSisi a (cm)Sisi b (cm)Sisi c (cm)Jumlah Panjang Sisi ($a + b + c$)Nama Jenis Segitiga
1Ornamen Atap A (Sama Sisi)12121212 + 12 + 12 = 36 cmSegitiga Sama Sisi
2Ornamen Atap B (Sama Kaki)15151015 + 15 + 10 = 40 cmSegitiga Sama Kaki
3Ornamen Atap C (Siku-Siku)912159 + 12 + 15 = 36 cmSegitiga Siku-siku
4Ornamen Atap D (Sembarang)811148 + 11 + 14 = 33 cmSegitiga Sembarang

Kesimpulan Penemuan Konsep

Berdasarkan tabel eksplorasi di atas, dapat disimpulkan bahwa:

Keliling ($K$) segitiga adalah total dari ............................................................................................

Maka, Rumus Keliling Segitiga adalah:

$$K = ......... + ......... + .........$$

Kegiatan 2: Pemecahan Masalah Kontekstual

Pak Sadi adalah seorang pengrajin kayu di Wringin Anom. Beliau sedang membuat hiasan kayu berbentuk segitiga sama kaki untuk lisplang rumah adat. Panjang sisi alas segitiga tersebut adalah 80 cm, sedangkan panjang kedua sisi miringnya masing-masing adalah 100 cm.

Pertanyaan:

  1. Gambarkan bentuk segitiga tersebut beserta ukurannya secara sederhana!
  2. Hitunglah berapa total panjang kayu lis (Keliling) yang dibutuhkan Pak Sadi untuk membuat 1 buah hiasan segitiga tersebut!

Lembar Penyelesaian:

..................................................................................................................................................

..................................................................................................................................................

..................................................................................................................................................

REMEDIAL

Program remedial ditujukan bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan tujuan pembelajaran (KKTP).

  1. Strategi: Bimbingan perorangan (One-on-One Tutoring) menggunakan media manipulatif fisik berupa segitiga dari kertas karton berwarna.
  2. Langkah Kegiatan:
  • Peserta didik diminta menelusuri tepi segitiga karton menggunakan jari tangan sambil menghitung panjang ketiga sisinya (pendekatan kinestetik-visual).
  • Peserta didik dibimbing mengulang penjumlahan ketiga sisi segitiga sederhana.
  1. Soal Remedial: Menghitung keliling 3 buah segitiga dengan panjang sisi bulat sederhana ($a=5\text{ cm}, b=5\text{ cm}, c=5\text{ cm}$, dan sejenisnya).

PENGAYAAN

Program pengayaan ditujukan bagi peserta didik yang telah melampaui capaian pembelajaran.

  1. Strategi: Penugasan pemecahan masalah tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills / HOTS).
  2. Bentuk Kegiatan: Peserta didik diberikan studi kasus arsitektur rumit.
  • Kasus: "Sebuah dinding rumah adat akan dihiasi 3 buah ornamen segitiga sama sisi yang disusun berderet horizontal. Jika panjang sisi satu segitiga adalah 45 cm, hitunglah total panjang bahan lis perak yang dibutuhkan untuk mengelilingi seluruh tepi luar gabungan 3 segitiga tersebut!"
  1. Peserta didik diminta membuat sketsa visual penyelesaiannya dan mempresentasikannya kepada guru.

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan Refleksi GuruHasil Refleksi / Catatan Guru
1Apakah seluruh peserta didik dapat memahami konsep keliling segitiga melalui tayangan visual ornamen rumah adat?Sebagian besar peserta didik (85%) sangat antusias dan mampu memahami konsep keliling dengan bantuan visual Smart TV secara lebih cepat.
2Apakah kendala utama yang dihadapi peserta didik dalam pembelajaran penemuan ini?Kendala berada pada peserta didik dengan kemampuan berhitung dasar penjumlahan yang masih lambat, sehingga membutuhkan waktu lebih lama di tahap pengolahan data.
3Apakah efektivitas alokasi waktu 3 x 35 menit sudah berjalan sesuai rencananya?Pembagian waktu secara umum berjalan sesuai rencana, namun bagian diskusi pengolahan data sedikit menyita waktu lebih banyak.
4Apakah pendekatan diferensiasi konten yang diterapkan berhasil mengakomodasi gaya belajar peserta didik?Ya, variasi tingkat kesulitan gambar segitiga membantu siswa belajar sesuai dengan tingkat kesiapannya tanpa merasa tertekan.
5Perbaikan apa yang akan dilakukan pada pertemuan pembelajaran berikutnya?Mempersiapkan kartu angka bantuan hitung bagi siswa yang masih lambat dalam melakukan penjumlahan tiga bilangan sekaligus.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

NoPertanyaan Refleksi Peserta DidikJawaban / Respon Peserta Didik
1Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang paling kamu sukai?Saat melihat gambar-gambar ukiran rumah adat di Smart TV dan mengukur sisi segitiga bersama teman kelompok.
2Apakah kamu sudah tahu cara menghitung keliling berbagai jenis segitiga?Ya, saya sudah tahu bahwa keliling segitiga tinggal menjumlahkan panjang ketiga sisinya ($K = a + b + c$).
3Apa kesulitan yang kamu alami saat mengerjakan tugas dalam kelompok?Saat menghitung penjumlahan angka yang agak besar pada segitiga sembarang.
4Apa yang akan kamu lakukan agar bisa belajar matematika dengan lebih baik lagi?Akan lebih teliti saat menjumlahkan angka-angka panjang sisi dan rajin berlatih di rumah.

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

Keliling bangun datar segitiga merupakan konsep awal dalam geomatika elementer. Pemahaman keliling sebagai total panjang kurva tertutup linier membatasi daerah dua dimensi merupakan fondasi penting sebelum mempelajari luas daerah. Dalam konteks budaya lokal, arsitektur Nusantara banyak memanfaatkan segitiga sebagai struktur penopang atap (kuda-kuda) dan ornamen hiasan karena sifat geometris segitiga yang stabil dan estetik. Penggunaan rumus $K = a + b + c$ berlaku secara universal untuk semua jenis segitiga. Khusus segitiga sama sisi, terjadi penyederhanaan aljabar menjadi $K = 3 \times s$, dan pada segitiga sama kaki menjadi $K = 2a + b$.

Bahan Bacaan Peserta Didik

Tahukah kamu? Segitiga adalah bangun datar yang memiliki 3 buah sisi dan 3 buah sudut.

Ada 4 jenis segitiga yang sering kita temui disekitar kita:

  1. Segitiga Sama Sisi: Ketiga sisinya sama panjang.
  2. Segitiga Sama Kaki: Memiliki sepasang sisi (2 sisi) yang sama panjang.
  3. Segitiga Siku-siku: Memiliki satu sudut berbentuk siku-siku (seperti pojok meja).
  4. Segitiga Sembarang: Ketiga sisinya memiliki panjang yang berbeda-beda.

Untuk menghitung KELILING segitiga, caranya sangat mudah! Kamu hanya perlu menjumlahkan seluruh panjang sisi luarnya:

$$\text{Keliling} = \text{Sisi } a + \text{Sisi } b + \text{Sisi } c$$

GLOSARIUM

  1. Geometri: Cabang matematika yang mempelajari hubungan antar titik, garis, sudut, bangun, dan ruang.
  2. Keliling: Total panjang seluruh garis tepi yang membatasi suatu bangun datar tertutup.
  3. Segitiga Sama Sisi: Segitiga yang ketiga sisinya memiliki ukuran panjang yang sama persis.
  4. Segitiga Sama Kaki: Segitiga yang memiliki dua sisi sama panjang.
  5. Segitiga Siku-Siku: Segitiga yang salah satu sudutnya membentuk sudut tegak lurus ($90^\circ$).
  6. Segitiga Sembarang: Segitiga yang ketiga panjang sisinya tidak ada yang sama.
  7. Ornamen: Hiasan dalam arsitektur atau kerajinan tangan untuk memperindah tampilan bangunan/benda.
  8. Lisplang: Papan hias tepi atap rumah yang berfungsi menutup bagian ujung atap agar terlihat rapi dan indah.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Hobri, dika, dkk. (2022). Matematika untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek.
  2. Subarinah, S. (2006). Pembelajaran Matematika SD/MI. Jakarta: Depdiknas.
  3. Sugiyono. (2019). Pendekatan Pembelajaran Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal dalam Pendidikan Dasar. Bandung: Alfabeta.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Sikap dan Keterampilan

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor (1-4)Skor
1Bernalar Kritis (Sikap)Skor 4: Sangat kritis, aktif bertanya, mampu menganalisis hubungan antar panjang sisi segitiga dengan sangat logis.
Skor 3: Cukup kritis, mampu menganalisis hubungan panjang sisi segitiga dengan bantuan minim guru.
Skor 2: Kurang kritis, memerlukan bantuan penuh guru untuk menganalisis hubungan panjang sisi.
Skor 1: Tidak menunjukkan kemampuan bernalar kritis dan pasif selama kegiatan eksplorasi.
2Gotong Royong (Sikap)Skor 4: Sangat kooperatif, mendengarkan pendapat teman, dan aktif membantu anggota kelompok.
Skor 3: Bekerja sama dengan baik dalam kelompok dan menyelesaikan tugas bagiannya.
Skor 2: Sekali-kali berinteraksi dengan teman kelompok tetapi sering acuh tak acuh.
Skor 1: Tidak mau bekerja sama dalam kelompok dan mengganggu jalannya diskusi.
3Kemampuan Mengidentifikasi Segitiga (Keterampilan)Skor 4: Mampu mengklasifikasikan 4 jenis segitiga pada ornamen rumah adat dengan tepat tanpa kesalahan.
Skor 5: Mampu mengklasifikasikan 3 jenis segitiga dengan tepat.
Skor 2: Mampu mengklasifikasikan 2 jenis segitiga dengan tepat.
Skor 1: Belum mampu mengklasifikasikan jenis segitiga dengan tepat.
4Kemampuan Menghitung Keliling Segitiga (Keterampilan)Skor 4: Menghitung keliling berbagai segitiga dengan rumus $K = a + b + c$ secara akurat 100%.
Skor 3: Menghitung keliling segitiga dengan benar, namun ada kesalahan kecil pada penjumlahan akhir.
Skor 2: Menggunakan rumus keliling dengan benar tetapi banyak kesalahan hitung aritmatika.
Skor 1: Salah memilih rumus dan tidak mampu menghitung keliling segitiga.
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130