Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Matematika
Fase / Kelas : C / V (Lima)
Semester / T.A. : Ganjil / 2026/2027
Elemen : Pengukuran
Topik / Materi : Memahami bahwa keliling adalah jumlah panjang seluruh sisi terluar yang membatasi suatu bangun datar
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 Pertemuan)
Model Pembelajaran : Contextual Teaching & Learning (CTL)
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Target Peserta Didik : Peserta Didik Reguler (28 Peserta Didik)

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Pengetahuan Awal Peserta Didik

Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom telah mengenal nama-nama bangun datar sederhana seperti persegi, persegi panjang, dan segitiga, serta mampu menggunakan alat ukur penggaris untuk mengukur panjang suatu garis linturus. Namun, mayoritas peserta didik belum memahami secara konseptual bahwa keliling merupakan penambahan seluruh panjang batas luar terluar secara kontinu dari suatu bangun datar. Peserta didik masih sering mengacaukan konsep keliling dengan konsep luas (daerah dalam).

Karakteristik Pembelajar

Peserta didik kelas V memiliki gaya belajar yang cenderung dominan visual dan terbiasa berinteraksi dengan media digital. Mereka membutuhkan sajian tayangan visual yang jelas, menarik, dan berwarna. Meskipun aktif merespons sajian gambar atau video, pemahaman abstrak mengenai konsep matematis masih berada pada tahap intuitif. Peserta didik berada pada fase perkembangan kognitif operasional konkret yang membutuhkan jembatan berupa objek nyata dan konteks bermakna untuk mengkonstruksi pengetahuan formal.

Tantangan Pembelajaran

  1. Terjadinya miskonsepsi antara garis tepi luar (keliling) dengan daerah di dalam batas (luas).
  2. Kecenderungan peserta didik hanya menghafal rumus matematis ($2 \times (p+l)$ atau $4 \times s$) tanpa memahami arti intuitif matematis dari penjumlahan sisi terluar.
  3. Menjaga fokus peserta didik visual agar tidak sekadar melihat media visual Smart TV, tetapi mampu mentransformasikannya menjadi pemahaman analitis matematis.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik dapat menentukan keliling dan luas berbagai bentuk bangun datar (persegi, persegi panjang, segitiga, dan segi banyak) serta gabungannya. Khusus pada modul ini, fokus capaian adalah: Mengidentifikasi batas luar bangun datar dan menghitung total panjang sisinya sebagai dasar pemahaman konsep keliling.

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui pengamatan denah situs sejarah Benteng Baluwarti Surakarta pada layar Smart TV, peserta didik dapat mengidentifikasi batas-batas terluar yang mengelilingi bangun datar dengan tepat.
  2. Melalui kegiatan pengukuran langsung benda-benda fisik konkret di kelas, peserta didik dapat menjelaskan konsep keliling sebagai total jumlah panjang seluruh sisi terluar bangun datar secara tepat dan logis.
  3. Melalui penuntasan permasalahan kontekstual pada LKPD, peserta didik dapat menghitung keliling berbagai bentuk bangun datar segi banyak dengan akurat.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Keliling bukan sekadar rumus matematika yang dihafalkan, melainkan total jarak lintasan yang ditempuh apabila seseorang berjalan menelusuri sepanjang garis batas paling luar dari suatu wilayah atau objek hingga kembali ke titik awal. Pemahaman ini krusial dalam kehidupan nyata, seperti menghitung panjang tembok benteng pelindung kota, menentukan panjang pagar yang dibutuhkan untuk mengelilingi pekarangan rumah, atau memasang pita di sekeliling tepi meja.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kalian berjalan persis di atas tembok paling luar yang membatasi area sekolah ini dari ujung ke ujung hingga kembali ke tempat semula, apakah kalian berada di dalam area sekolah atau di tepi luar sekolah?
  2. Raja dan prajurit Keraton Surakarta membangun Benteng Baluwarti mengelilingi kawasan keraton. Bagaimana cara arsitek jaman dahulu menentukan total panjang bahan yang dibutuhkan untuk membuat tembok luar benteng tersebut?
  3. Coba amati permukaan meja kalian. Mana yang disebut dengan daerah meja, dan mana yang dinamakan batas tepi paling luar meja?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  1. Gotong Royong: Bekerja sama secara kolaboratif dalam kelompok saat mengukur sisi terluar objek fisik konkret di kelas.
  2. Bernalar Kritis: Menganalisis dan membedakan antara batasan garis luar (sisi terluar) dengan area dalam bangun datar serta memecahkan masalah kontekstual.
  3. Mandiri: Menunjukkan rasa tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas perhitungan keliling secara teliti.

Kompetensi 4C

  1. Critical Thinking: Mampu menentukan sisi mana saja yang termasuk dalam kategori sisi terluar yang membatasi bangun datar.
  2. Collaboration: Membagi peran secara adil dalam kegiatan investigasi pengukuran benda fisik di kelas.
  3. Communication: Mengemukakan pendapat dan mempresentasikan hasil pengukuran keliling kelompok di depan kelas.
  4. Creativity: Menemukan strategi pengukuran efisien untuk objek dengan bentuk tepi yang tidak beraturan atau segi banyak.

MATERI PEMBELAJARAN

Konsep Dasar Keliling Bangun Datar

Keliling adalah total panjang seluruh garis/sisi terluar yang membatasi suatu bidang datar tertutup. Ciri utama keliling:

  1. Hanya menghitung garis tepi paling luar.
  2. Garis interior/bagian dalam tidak dihitung sebagai keliling.
  3. Bentuk lintasan harus tertutup sempurna.

Konteks Lokal: Benteng Baluwarti Surakarta

Benteng Baluwarti adalah dinding benteng pertahanan yang melingkupi kawasan Keraton Surakarta Hadiningrat. Secara geometris, denah benteng ini menyerupai bangun datar segi banyak (kombinasi persegi panjang dan lekukan simetris). Untuk menghitung total panjang tembok benteng, kita harus menjumlahkan seluruh panjang sisi tembok bagian terluar yang membatasi area dalam benteng dengan area luar kota.

Penjumlahan Sisi Terluar

Secara matematis, jika suatu bangun datar memiliki $n$ buah sisi terluar dengan panjang masing-masing $s_1, s_2, s_3, \dots, s_n$, maka keliling ($K$) bangun tersebut disimbolkan:

$$K = s_1 + s_2 + s_3 + \dots + s_n$$

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran

Contextual Teaching and Learning (CTL), dengan 7 komponen utama:

  1. Constructivism (Konstruktivisme): Membangun pemahaman konsep keliling dari pengalaman nyata.
  2. Inquiry (Menemukan): Mengukur langsung benda konkret untuk menemukan sifat penjumlahan sisi.
  3. Questioning (Bertanya): Memicu nalar kritis melalui pertanyaan kontekstual.
  4. Learning Community (Masyarakat Belajar): Diskusi kelompok kolaboratif.
  5. Modeling (Pemodelan): Peragaan visual denah benteng dan cara mengukur batas terluar.
  6. Reflection (Refleksi): Mengulas kembali pengalaman belajar yang telah dialami.
  7. Authentic Assessment (Penilaian Autentik): Penilaian proses dan produk nyata.

Pendekatan Pembelajaran

Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang mencakup tiga elemen mendasar:

  1. Mindful Learning: Peserta didik sadar dan fokus mengamati perbedaan batas luar dan daerah dalam objek nyata.
  2. Meaningful Learning: Pembelajaran dihubungkan dengan artefak kearifan lokal (Benteng Baluwarti Surakarta) dan kehidupan sehari-hari.
  3. Joyful Learning: Pembelajaran melibatkan aktivitas eksplorasi fisik kinestetik (mengukur benda kelas) dan visual interaktif Smart TV yang menyenangkan.

ASESMEN

Asesmen Awal (Diagnostik Formatif)

Teknik: Tanya jawab lisan berbasis visual.

Instrumen: Gambar bentuk bangun datar berserta garis tebal di tepi vs arsir di tengah di Smart TV.

Asesmen Proses (Formatif)

Teknik: Observasi Unjuk Kerja dan Lembar Observasi Diskusi Kelompok.

Instrumen: Rubrik Penilaian Kinerja Pengukuran Benda Fisik.

Asesmen Akhir (Sumatif)

Teknik: Tes Tertulis Evaluasi Individual.

Instrumen: Soal uraian pemecahan masalah kontekstual berbasis denah kearifan lokal pada LKPD.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Gotong RoyongPasif, tidak mau bekerja sama dalam kelompok pengukuran.Mau terlibat dalam kelompok hanya jika dipaksa oleh teman atau guru.Aktif bekerja sama dalam kelompok tetapi sesekali lepas dari tanggung jawab.Sangat aktif, proaktif membantu teman, dan berbagi tugas secara adil.
2Bernalar KritisBelum mampu membedakan sisi luar dan bagian dalam bangun datar.Mampu membedakan sisi luar setelah diberikan petunjuk berulang oleh guru.Mampu menganalisis sisi terluar secara mandiri namun kurang teliti saat menghitung.Mampu menganalisis sisi terluar dengan tepat dan memberikan alasan yang logis.

Rubrik Penilaian Keterampilan (Praktik Pengukuran Kinestetik)

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Teknik Pengukuran Sisi TerluarPengukuran salah total, mengukur garis dalam atau tidak menempel pada tepi benda.Mengukur tepi luar tetapi posisi alat ukur tidak presisi dari titik ujung ke ujung.Mengukur seluruh tepi luar dengan benar namun ada kesalahan kecil pada pembacaan skala.Mengukur seluruh tepi terluar objek dengan sangat presisi dari ujung awal ke ujung akhir.
2Pengolahan Data KelilingTidak dapat menjumlahkan hasil pengukuran sisi-sisi terluar.Menjumlahkan sisi terluar tetapi ada sisi terluar yang terlewat tidak dihitung.Menjumlahkan seluruh sisi terluar dengan rumus yang benar tetapi ada salah hitung angka.Menjumlahkan seluruh panjang sisi terluar dengan urutan benar dan hasil akurat.

Rubrik Penilaian Pengetahuan (LKPD / Evaluasi Tertulis)

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Pemahaman Konsep KelilingMenjawab keliling sebagai luas daerah dalam.Menjawab keliling hanya penjumlahan beberapa sisi (tidak seluruh sisi terluar).Menjelaskan keliling adalah jumlah sisi terluar namun kalimat kurang lengkap.Menjelaskan secara sempurna bahwa keliling adalah jumlah seluruh panjang sisi terluar.
2Pemecahan Masalah KontekstualTidak dapat menyelesaikan soal cerita berbasis denah Benteng Baluwarti.Memasukkan angka ke perhitungan tetapi salah menentukan sisi luar denah.Menentukan sisi luar denah benteng dengan tepat tetapi hitungan akhir terdapat kekeliruan.Menentukan seluruh sisi terluar denah benteng dan menghitung keliling dengan tepat.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

  1. Guru membuka pembelajaran dengan salam hangat, menanyakan kabar peserta didik, dan mengecek kesiapan belajar (Mindful Learning).
  2. Salah satu peserta didik memimpin doa bersama.
  3. Guru melakukan apersepsi visual dengan menayangkan citra satelit Google Earth dari Benteng Baluwarti Surakarta melalui Smart TV.
  4. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, lihat garis tembok luar yang mengelilingi kawasan keraton ini. Jika kita berjalan persis di atas tembok paling luar ini sampai kembali ke titik awal, apa yang sebenarnya sedang kita ukur?"
  5. Peserta didik memberikan jawaban intuitif, dan guru menyambungkan jawaban tersebut dengan Tujuan Pembelajaran hari ini.

Kegiatan Inti (50 Menit)

Tahap 1: Modeling & Constructivism (10 Menit)

  1. Guru menampilkan animasi visual interaktif pada Smart TV yang memperlihatkan sebuah titik bergerak menyusuri tepi paling luar dari denah Benteng Baluwarti Surakarta.
  2. Peserta didik mengamati dengan seksama bagian mana yang menyala (garis tepi luar) dan bagian mana yang tetap redup (daerah dalam benteng).
  3. Guru memunculkan penegasan konsep: Garis menyala di tepi terluar itulah yang dinamakan Sisi Terluar, dan total panjangnya dinamakan Keliling.

Tahap 2: Inquiry & Learning Community (20 Menit)

  1. Peserta didik dibagi menjadi 7 kelompok terkoordinasi (masing-masing 4 orang) berdasarkan asas keberagaman kemampuan kognitif.
  2. Guru membagikan LKPD dan alat ukur (meteran kain & penggaris panjang) kepada setiap kelompok.
  3. Setiap kelompok diminta memilih 3 objek fisik konkret berbentuk bangun datar yang ada di sekitar kelas (misalnya: permukaan meja guru, bingkai foto presiden, papan pengumuman kelas, atau denah miniatur Benteng Baluwarti).
  4. Peserta didik secara bergotong-royong menempelkan pita/benang di sepanjang batas terluar objek fisik tersebut, kemudian mengukur panjang pita/benang tersebut menggunakan meteran (Diferensiasi Proses untuk pebelajar aktif visual-kinestetik).
  5. Peserta didik mencatat setiap panjang sisi terluar yang diukur ke dalam tabel di LKPD dan menjumlahkan seluruh sisi tersebut untuk menemukan kelilingnya.

Tahap 3: Questioning & Authentic Assessment (10 Menit)

  1. Guru berkeliling memfasilitasi diskusi kelompok, mengajukan pertanyaan penuntun jika ada kelompok yang mengalami kebingungan: "Apakah garis di tengah bingkai ini termasuk tepi terluar?"
  2. Guru melakukan observasi formatif menggunakan rubrik penilaian unjuk kerja.

Tahap 4: Reflection & Presentation (10 Menit)

  1. Dua perwakilan kelompok mempresentasikan hasil pengukuran objek fisik dan denah benteng di depan kelas.
  2. Kelompok lain memberikan tanggapan secara santun.
  3. Guru memberikan apresiasi (Joyful Learning) dan meluruskan apabila terdapat kekeliruan penghitungan.

Kegiatan Penutup (10 Menit)

  1. Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin penting pembelajaran bahwa keliling adalah jumlah seluruh sisi terluar yang membatasi bangun datar.
  2. Peserta didik melakukan refleksi singkat mengenai perasaan dan pemahaman mereka selama proses pembelajaran.
  3. Guru memberikan tugas pengayaan/remedial singkat dan menyampaikan gambaran materi untuk pertemuan berikutnya.
  4. Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning

Peserta didik secara sadar diajak untuk memfokuskan perhatian pada perbedaan mendasar antara "daerah dalam" dan "garis tepi luar". Saat menempelkan pita di tepi meja atau bingkai foto, peserta didik diajak merasakan secara fisik bahwa jemari mereka sedang menyusuri batasan terluar yang memisahkan objek dengan ruang di luarnya.

Meaningful Learning

Mengaitkan konsep matematis keliling dengan artefak kearifan lokal sejarah Benteng Baluwarti Surakarta. Peserta didik tidak hanya belajar matematika secara abstrak, tetapi memahami fungsi nyata matematis dalam arsitektur sejarah bangsa, yaitu bagaimana pembuatan tembok benteng pelindung membutuhkan perhitungan keliling batas luar wilayah secara tepat.

Joyful Learning

Pembelajaran dirancang dinamis dengan mengolaborasikan tayangan visual Smart TV yang kaya warna, kegiatan eksplorasi fisik bergerak di ruang kelas untuk mengukur objek nyata (kinestetik), serta apresiasi positif dalam bentuk tepuk tangan kolaboratif dan perayaan keberhasilan kelompok.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten

Memfasilitasi peserta didik visual dengan sajian animasi grafik denah bergaris tebal pada Smart TV. Bagi peserta didik yang memerlukan dukungan konkret tambahan, disediakan denah tiga dimensi mini Benteng Baluwarti dan bangun datar berbahan kayu.

Diferensiasi Proses

Selama kegiatan investigasi kelompok:

  1. Kelompok Perlu Bimbingan: Mengukur objek sederhana (persegi/persegi panjang) dengan bantuan garis bantuan warna-warni pada tiap sisi terluar.
  2. Kelompok Mahir: Mengukur objek segi banyak tak beraturan dan denah Benteng Baluwarti Surakarta yang memiliki lebih dari 4 sisi terluar secara mandiri.

Diferensiasi Produk

Peserta didik diperbolehkan menyajikan laporan hasil perhitungan keliling dalam bentuk tabel sketsa visual bergambar, bagan alur perhitungan, atau penjelasan lisan singkat saat presentasi.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Smart TV: Digunakan untuk menampilkan tayangan visual interaktif denah Benteng Baluwarti Surakarta, tayangan Google Earth 3D, serta animasi garis keliling.
  2. Laptop: Digunakan guru untuk mengoperasikan perangkat lunak presentasi interaktif dan media pembelajaran matematika berbasis visual.
  3. Internet: Digunakan untuk mengakses koneksi data peta digital lokasi sejarah Surakarta secara langsung (real-time).

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media Pembelajaran

  1. Smart TV, Laptop, dan Jaringan Internet.
  2. Video animasi interaktif tentang pembatasan garis terluar bangun datar.
  3. Pita warna-warni, benang wol, meteran kain, dan penggaris 30 cm.
  4. Objek fisik kelas (bingkai foto, permukaan meja, papan pengumuman, denah miniatur benteng).

Sumber Belajar

  1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Buku Panduan Guru & Buku Siswa Matematika SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  2. Kebudayaan Surakarta Digital Archive: Catatan Sejarah Pembangunan Benteng Baluwarti Keraton Surakarta Hadiningrat.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Satuan PendidikanSD Negeri 1 Wringin Anom
Mata PelajaranMatematika
Kelas / SemesterV (Lima) / Ganjil
TopikMemahami Keliling Bangun Datar
Nama Anggota Kelompok1. .....................................................
2. .....................................................
3. .....................................................
4. .....................................................
Tanggal.....................................................

Petunjuk Kerja

  1. Amati gambar dan instruksi dengan cermat bersama teman kelompokmu.
  2. Siapkan pita/benang dan alat ukur (penggaris/meteran).
  3. Kerjakan tugas investigasi secara bergotong royong!

Aktivitas 1: Eksplorasi Benda Nyata di Kelas

Pilihlah 2 benda di kelas yang permukaan atasnya berbentuk bangun datar. Tempelkan pita menyusuri tepi paling luar benda tersebut, ukur setiap sisinya, lalu catat dalam tabel berikut!

Tabel Hasil Pengukuran Benda Fisik:

NoNama Benda yang DiukurGambar Sketsa & Tandai Sisi TerluarPanjang Masing-Masing Sisi Terluar (cm)Perhitungan Keliling (Jumlahkan Seluruh Sisi Terluar)Total Keliling (cm)
1Sisi 1 = ..... cm
Sisi 2 = ..... cm
Sisi 3 = ..... cm
Sisi 4 = ..... cm
K = ..... + ..... + ..... + .......... cm
2Sisi 1 = ..... cm
Sisi 2 = ..... cm
Sisi 3 = ..... cm
Sisi 4 = ..... cm
K = ..... + ..... + ..... + .......... cm

Aktivitas 2: Kasus Kontekstual Benteng Baluwarti Surakarta

Amati denah sederhana Benteng Baluwarti Surakarta di bawah ini! Tembok benteng ini membatasi kawasan dalam Keraton dengan area luar.

`

100 meter

+-----------------+

| | 50 meter

KERATON
SURAKARTA

| | 50 meter

+-----------------+

100 meter

`

Pertanyaan:

  1. Berdasarkan denah di atas, sebutkan panjang masing-masing tembok batas terluar dari Benteng Baluwarti tersebut!

Jawaban:

Sisi Utara = ......... meter

Sisi Timur = ......... meter

Sisi Selatan = ......... meter

Sisi Barat = ......... meter

  1. Hitunglah berapa total panjang seluruh tembok terluar Benteng Baluwarti (Keliling Benteng)!

Tuliskan langkah penjumlahanmu:

Keliling = ......... + ......... + ......... + .........

Keliling = ......... meter.

  1. Kesimpulan Kelompok:

Menurut kelompok kami, yang dimaksud dengan KELILING suatu bangun datar adalah:

...............................................................................................................................................................

REMEDIAL

Bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan tujuan pembelajaran (belum mampu mengidentifikasi sisi terluar atau salah dalam menjumlahkan):

  1. Guru memberikan bimbingan individual (one-on-one) menggunakan media pita warna tebal pada 1 benda fisik sederhana (persegi).
  2. Peserta didik diminta meraba lintasan pita warna tersebut dari titik awal hingga titik akhir sambil menyebutkan panjang sisinya secara lisan.
  3. Peserta didik mengerjakan latihan ulang dengan 2 soal sederhana menentukan keliling bangun datar segi tiga dan persegi panjang.

PENGAYAAN

Bagi peserta didik yang telah melampaui kriteria ketuntasan tujuan pembelajaran dengan sangat baik:

  1. Guru memberikan tantangan pemecahan masalah kompleks berupa denah bertingkat (gabungan 2 bangun datar/segi banyak L-shaped) yang mewakili denah kompleks bangunan bersejarah.
  2. Peserta didik diminta menemukan mana saja sisi yang termasuk "sisi terluar" dan sisi mana yang merupakan "sisi dalam" yang TIDAK boleh dihitung ke dalam keliling.
  3. Peserta didik diminta membuat 1 soal cerita kontekstual buatan sendiri tentang keliling lapangan/benteng beserta kunci jawabannya.

REFLEKSI GURU

NoPernyataan RefleksiHasil Evaluasi Guru
1Apakah media visual Smart TV dan tayangan kearifan lokal Benteng Baluwarti berhasil meningkatkan pemahaman peserta didik visual?Sebagian besar peserta didik visual sangat antusias dan lebih cepat memahami garis tepi luar saat media tayangan visual animasi dimainkan pada Smart TV.
2Apakah sintaks model CTL dan pendekatan Pembelajaran Mendalam berjalan sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan?Pembelajaran berlangsung runtut, namun pada tahap investigasi kelompok kinestetik membutuhkan tambahan waktu 3 menit untuk merapikan pita ukur.
3Apakah terdapat peserta didik yang masih mengalami miskonsepsi antara keliling (garis luar) dan luas (daerah dalam)?Terdapat 3 peserta didik yang sempat bingung, namun dapat teratasi setelah mendapakan bimbingan rabaan pita terluar pada media fisik konkret.
4Langkah perbaikan apa yang akan dilakukan untuk pertemuan pembelajaran berikutnya?Mempersiapkan alat ukur pita yang sudah memiliki penanda skala warna warna-warni agar proses pengukuran peserta didik menjadi lebih cepat dan presisi.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

NoPernyataan Refleksi Peserta DidikRespon / Tanggapan Peserta Didik
1Bagian mana dari kegiatan pembelajaran hari ini yang paling menyenangkan bagi kamu?Saat melakukan pengukuran meja dan bingkai foto menggunakan pita dan meteran bersama kelompok, serta melihat video gambar benteng di Smart TV.
2Apakah kamu sudah bisa membedakan mana yang disebut sisi terluar dan mana daerah bagian dalam bangun datar?Ya, saya sudah paham bahwa sisi terluar adalah garis paling tepi yang membatasi bentuk objek, sedangkan bagian tengah adalah daerah dalam.
3Apakah kamu mengalami kesulitan saat menghitung total keliling (penjumlahan seluruh sisi terluar)?Tidak terlalu sulit, hanya perlu teliti agar tidak ada angka sisi terluar yang terlewat saat dijumlahkan.
4Dari skala 1 sampai 4 bintang, berapa bintang yang ingin kamu berikan untuk usahamu sendiri dalam belajar hari ini?4 Bintang (Saya belajar dengan sangat bersungguh-sungguh dan aktif bekerjasama dalam kelompok).

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

Konsep keliling merupakan salah satu fondasi dasar dalam geometri pengukuran. Pada jenjang Sekolah Dasar (Fase C), pemahaman keliling harus ditekankan pada gagasan "topologis dan linier" yaitu total panjang kurva tertutup yang membatasi suatu daerah. Banyak miskonsepsi terjadi karena pembelajaran matematika diajarkan secara terburu-buru melalui pengenalan rumus instan ($2p + 2l$), sehingga ketika bentuk bangun datar dimodifikasi menjadi segi banyak tak beraturan, peserta didik mengalami kebingungan. Pendekatan CTL yang mengintegrasikan objek fisik nyata di kelas serta konteks arsitektur kearifan lokal seperti Benteng Baluwarti Surakarta terbukti efektif membangun representasi mental yang kokoh mengenai makna intuitif dari batas terluar.

Bahan Bacaan Peserta Didik

Tahukah kamu apa itu keliling? Bayangkan kamu sedang berdiri di atas tembok luar Benteng Baluwarti Surakarta. Jika kamu berjalan menyusuri sepanjang tembok luar itu dari awal sampai kamu kembali lagi ke titik semula tempat kamu berdiri, maka jarak tempuh langkahmu itu dinamakan Keliling! Jadi, Keliling adalah jumlah panjang seluruh sisi paling luar yang membatasi sebuah bangun datar. Ingat ya, yang dihitung hanya garis tepi yang paling luar saja! Jangan menghitung garis yang ada di dalam!

GLOSARIUM

  1. Keliling: Total panjang garis atau sisi paling luar yang membatasi suatu bidang datar tertutup.
  2. Sisi Terluar: Garis tepi terluar yang memisahkan bagian dalam suatu objek/bangun datar dengan area luar di sekitarnya.
  3. Bangun Datar: Sebutan untuk bentuk-bentuk dua dimensi yang memiliki panjang dan lebar tetapi tidak memiliki ketebalan/volume.
  4. Segi Banyak (Poligon): Bangun datar tertutup yang dibatasi oleh tiga atau lebih garis lurus sebagai sisi-sisinya.
  5. Benteng Baluwarti: Tembok benteng pertahanan bersejarah yang dibangun mengelilingi kawasan Keraton Surakarta Hadiningrat.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Hobri, dkk. (2022). Matematika untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  2. Van de Walle, J. A., Karp, K. S., & Williams, J. M. (2013). Elementary and Middle School Mathematics: Teaching Developmentally. Boston: Pearson.
  3. Suprijono, A. (2015). Model-Model Pembelajaran Kontrekstual (CTL). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)

NoNama Peserta DidikAspek: Gotong Royong (1-4)Aspek: Bernalar Kritis (1-4)Total SkorNilai AkhirCatatan Perilaku
1Aditya Pratama43787.5Aktif memimpin pengukuran dalam kelompok.
2Anisa Rahmawati34787.5Sangat kritis mengidentifikasi sisi terluar.
3Bayu Setiawan33675.0Bekerja sama dengan baik dalam tim.
4Citra Dewi448100.0Menunjukkan keaktifan dan penalaran luar biasa.
5Deka Putra22450.0Perlu dorongan untuk lebih aktif berpartisipasi.
.....................

Lembar Observasi Penilaian Keterampilan (Unjuk Kerja Pengukuran Kinestetik)

NoNama Peserta DidikAspek: Teknik Pengukuran Sisi Terluar (1-4)Aspek: Pengolahan Data Keliling (1-4)Total SkorNilai AkhirCatatan Kemampuan Kinestetik
1Aditya Pratama448100.0Penempatan alat ukur sangat presisi.
2Anisa Rahmawati43787.5Pengukuran akurat, sedikit keliru penjumlahan.
3Bayu Setiawan33675.0Memerlukan petunjuk saat mengukur objek melengkung.
4Citra Dewi448100.0Mampu mengukur segi banyak dengan cepat.
5Deka Putra22450.0Membutuhkan pendampingan langsung oleh guru.
.....................
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130