IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Matematika |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / Tahun Pelajaran | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Alokasi Waktu | : | 2 x 35 menit (1 Pertemuan) |
| Materi / Topik | : | Memahami Keliling sebagai Jumlah Panjang Seluruh Sisi Terluar Bangun Datar |
| Elemen Capaian Pembelajaran | : | Pengukuran |
| Model Pembelajaran | : | Contextual Teaching & Learning (CTL) |
| Pendekatan Pembelajaran | : | Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) |
| Integrasi Lokal dan Diferensiasi | : | Kearifan Lokal: Benteng Baluwarti Surakarta / Diferensiasi: Proses Pengukuran Benda Fisik |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Kesiapan Belajar
Peserta didik telah mengenal nama-nama bangun datar sederhana (persegi, persegi panjang, segitiga), namun sebagian besar belum memahami makna konseptual dari keliling. Peserta didik cenderung mencampuradukkan antara konsep keliling (batas luar) dan luas (daerah dalam).
Karakteristik dan Gaya Belajar Peserta Didik
Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom didominasi oleh pembelajar visual dan kinestetik yang aktif. Mereka membutuhkan pengalaman langsung seperti meraba, menelusuri, dan mengukur benda konkrit agar konsep matematis yang abstrak menjadi jelas dan bermakna.
Tantangan Pembelajaran
Menjembatani pemahaman intuitif visual peserta didik menuju pemahaman konseptual matematika bahwa keliling hanya menghitung lintasan luar yang membatasi bangun, bukan bagian dalam.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik dapat mengidentifikasi batas luar bangun datar dan menghitung total panjang sisinya dalam berbagai konteks pemecahan masalah.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Alur Tujuan Pembelajaran
- Melalui kegiatan menelusuri tepi benda konkret dan denah, peserta didik dapat menunjukkan batas luar (sisi terluar) suatu bangun datar secara tepat.
- Melalui eksplorasi kontekstual denah Benteng Baluwarti Surakarta, peserta didik dapat menjelaskan makna keliling sebagai jumlah panjang seluruh sisi terluar yang membatasi bangun datar dengan bahasa sendiri.
- Melalui praktik pengukuran langsung secara berkelompok, peserta didik dapat menghitung keliling berbagai bangun datar dengan menjumlahkan seluruh panjang sisi terluarnya secara cermat.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Keliling bukan sekadar rumus matematika, melainkan panjang lintasan utuh yang membatasi suatu wilayah atau benda dari luar. Pemahaman ini berguna dalam kehidupan sehari-hari seperti menentukan panjang tembok benteng pelindung kota, pembuatan pagar rumah, pemasangan bingkai foto, hingga pembuatan garis lapangan olahraga.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Jika kalian berjalan menelusuri dinding luar sekolah dari gerbang depan hingga kembali lagi ke gerbang depan, bagian manakah dari sekolah yang telah kalian lewati?
- Bagaimana cara arsitek jaman dahulu menentukan berapa panjang tembok yang dibutuhkan untuk memagari seluruh kawasan Benteng Baluwarti Surakarta?
- Mengapa saat kita hendak memasang pita hias di sekeliling meja, kita hanya mengukur bagian pinggirnya saja dan tidak mengukur bagian tengah permukaan meja?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Bernalar Kritis: Menganalisis perbedaan antara batas luar dan area dalam suatu bangun datar.
- Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok untuk mengukur dan menghitung panjang sisi terluar benda konkret.
- Mandiri: Mengelola alat ukur dan mencatat data hasil pengukuran secara sistematis.
Kompetensi Deep Learning
- Mindful Learning: Kesadaran penuh saat meraba dan menelusuri tiap batas tepi benda fisik.
- Meaningful Learning: Mengaitkan konsep matematika dengan fungsi arsitektur sejarah Benteng Baluwarti Surakarta.
- Joyful Learning: Pengalaman belajar interaktif melalui media benda riil dan tayangan Smart TV.
MATERI PEMBELAJARAN
Pengertian Keliling Bangun Datar
Keliling adalah total panjang garis yang membatasi suatu bangun datar. Keliling diperoleh dengan menjumlahkan panjang setiap sisi terluar yang membentuk bangun tersebut.
Sisi Terluar sebagai Batas Bangun
Batas luar suatu bangun datar merupakan garis-garis tepi yang memisahkan bagian dalam bangun dari bagian luar. Hanya garis tepi inilah yang dihitung dalam menentukan keliling.
Kontekstualisasi Kearifan Lokal
Denah Benteng Baluwarti Surakarta berbentuk segi banyak tidak beraturan yang mengelilingi kawasan Keraton Kasunanan Surakarta. Untuk mengetahui panjang total tembok benteng, kita harus menjumlahkan panjang setiap dinding outer (sisi terluar) yang membatasi kompleks tersebut.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran
Contextual Teaching & Learning (CTL) dengan 7 komponen utama: Constructivism, Inquiry, Questioning, Learning Community, Modeling, Reflection, dan Authentic Assessment.
Pendekatan Pembelajaran
Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning).
ASESMEN
Asesmen Awal (Diagnostik)
Tanya jawab interaktif menggunakan benda di sekitar kelas untuk mengidentifikasi pengetahuan awal peserta didik mengenai tepi dan pinggiran benda.
Asesmen Formatif
- Lembar observasi kinerja kelompok saat melakukan pengukuran benda fisik.
- Hasil pengerjaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
Asesmen Sumatif
Tes tertulis berupa soal cerita kontekstual dan pemecahan masalah menghitung keliling bangun datar berdasarkan panjang sisi-sisi terluarnya.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)
| Indikator | Skor 1 (Perlu Bimbingan) | Skor 2 (Cukup) | Skor 3 (Baik) | Skor 4 (Sangat Baik) |
|---|---|---|---|---|
| Bernalar Kritis | Belum mampu membedakan sisi terluar dan bagian dalam bangun datar. | Mampu membedakan sisi terluar dengan bantuan arahan guru. | Mampu membedakan sisi terluar secara mandiri dengan benar. | Mampu menganalisis dan menjelaskan alasan matematis penentuan sisi terluar. |
| Gotong Royong | Pasif dalam kerja kelompok dan tidak ikut mengukur. | Ikut serta dalam kelompok tetapi kurang konsisten membantu. | Aktif bekerja sama dalam mengukur dan mencatat hasil. | Menjadi penggerak kelompok, membagi tugas, dan membantu teman. |
Rubrik Penilaian Kinerja (Praktik Pengukuran)
| Indikator | Skor 1 (Perlu Bimbingan) | Skor 2 (Cukup) | Skor 3 (Baik) | Skor 4 (Sangat Baik) |
|---|---|---|---|---|
| Ketepatan Menelusuri Sisi Terluar | Mengukur garis bagian dalam atau tidak lengkap. | Mengukur sebagian besar sisi terluar tetapi ada sisi terlewat. | Mengukur seluruh sisi terluar tanpa ada yang terlewat. | Mengukur seluruh sisi terluar dengan teknik menempel alat ukur secara presisi. |
| Pengolahan Data dan Perhitungan Keliling | Salah menjumlahkan seluruh panjang sisi. | Menjumlahkan sisi tetapi ada kesalahan perhitungan aritmatika. | Menjumlahkan seluruh panjang sisi terluar dengan benar. | Menjumlahkan seluruh sisi terluar dengan tepat beserta penulisan satuan baku secara lengkap. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
- Guru membuka pembelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran peserta didik.
- Guru menciptakan suasana Mindful Learning dengan meminta peserta didik memejamkan mata sejenak, memegang tepi meja masing-masing, dan merasakan batas pinggir permukaan meja tersebut.
- Apersepsi: Guru menampilkan gambar Benteng Baluwarti Surakarta di Smart TV dan mengajukan pertanyaan pemantik tentang bagaimana tembok benteng dibuat memagari kraton.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan aktivitas yang akan dilakukan.
Kegiatan Inti (50 Menit)
Langkah 1: Constructivism & Modeling (10 Menit)
- Guru menayangkan gambar denah Benteng Baluwarti Surakarta melalui Smart TV.
- Guru mendemonstrasikan penelusuran garis batas terluar denah benteng menggunakan benang warna cerah.
- Guru menekankan bahwa garis terluar yang membatasi denah itulah yang dinamakan keliling, sedangkan area di dalamnya adalah luas kawasan.
Langkah 2: Inquiry & Questioning (10 Menit)
- Peserta didik diajak mempertanyakan: "Bagaimana jika ada tembok di dalam komplek benteng, apakah dihitung sebagai keliling benteng?"
- Guru mengarahkan diskusi bahwa keliling hanya menghitung total panjang seluruh sisi terluar yang menjadi batas luar.
Langkah 3: Learning Community & Process Differentiation (20 Menit)
- Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok heterogen (4-5 orang).
- Setiap kelompok menerima kit pengukuran berisi pita ukur, meteran kain, benang, dan LKPD.
- Diferensiasi Proses:
Group A (Visual-Kinestetik Awal): Mengukur sisi terluar benda fisik sederhana di kelas (buku tulis, permukaan meja, bingkai foto) menggunakan pita lalu mengukur panjang pita dengan penggaris.
Group B (Visual-Kinestetik Lanjutan): Mengukur sisi terluar denah berskala Benteng Baluwarti Surakarta dan papan tulis menggunakan meteran kain serta menjumlahkan seluruh panjang sisinya.
- Peserta didik mencatat setiap panjang sisi terluar pada tabel LKPD dan menjumlahkannya.
Langkah 4: Authentic Assessment & Reflection (10 Menit)
- Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengukuran dan cara mereka menjumlahkan sisi-sisi terluar.
- Kelompok lain memberikan tanggapan atas ketepatan penentuan sisi terluar.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
- Guru menyimpulkan materi bersama peserta didik bahwa keliling adalah total panjang seluruh sisi terluar suatu bangun datar.
- Peserta didik melakukan refleksi singkat tentang pembelajaran hari ini.
- Guru memberikan apresiasi atas kerja sama seluruh kelompok.
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning
Peserta didik secara sadar mengamati dan meraba batas pinggir benda riil sebelum melakukan pengukuran. Ini melatih kepekaan spasial bahwa keliling berada di batas luar, bukan di bagian dalam.
Meaningful Learning
Penggunaan konteks Benteng Baluwarti Surakarta memberikan makna nyata bahwa konsep keliling digunakan sejak zaman dahulu dalam teknik arsitektur dan pertahanan untuk melindungi suatu kawasan.
Joyful Learning
Peserta didik belajar melalui aktivitas fisik yang dinamis, berpindah tempat mengukur objek nyata di kelas, serta berkolaborasi menggunakan media audio-visual interaktif Smart TV.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Konten
Menyediakan media benda konkret (buku, bingkai) bagi kelompok yang butuh visualisasi dasar dan denah berskala kompleks bagi kelompok yang lebih siap.
Diferensiasi Proses
Kelompok dasar menggunakan bantuan benang/pita untuk menempel pada sisi terluar sebelum diukur, sedangkan kelompok mahir langsung mengukur tiap segmen sisi terluar dengan meteran kain.
Diferensiasi Produk
Hasil eksplorasi disajikan dalam tabel LKPD yang mencantumkan sketsa bangun beserta garis tebal pada sisi terluar dan penjumlahan matematika.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
- Smart TV: Menampilkan tayangan denah interaktif Benteng Baluwarti Surakarta dan video animasi singkat penelusuran garis keliling.
- Laptop: Mengelola media presentasi interaktif matematika kontekstual.
- Internet: Mengakses citra satelit denah cagar budaya Surakarta untuk memperkuat gambaran nyata.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media Pembelajaran
- Smart TV dan Laptop.
- Peta/Denah Benteng Baluwarti Surakarta.
- Benang warna, pita, meteran kain, penggaris.
- Benda-benda di kelas (buku, permukaan meja, bingkai foto).
Sumber Belajar
- Buku Siswa Matematika Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Modul Pembelajaran Matematika Kontekstual Berbasis Cagar Budaya.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Kelompok | ..................................................... |
| Anggota Kelompok | 1. ................................................. 2. ................................................. 3. ................................................. 4. ................................................. |
| Kelas / Fase | V / C |
| Tanggal | ..................................................... |
Judul Aktivitas
Menemukan Keliling Melalui Pengukuran Sisi Terluar
Petunjuk Kerja
- Amati benda atau denah yang dibagikan oleh guru.
- Tebalkan garis batas terluar dari benda/denah tersebut menggunakan spidol warna.
- Ukurlah panjang setiap sisi terluar yang membatasi benda tersebut menggunakan alat ukur yang tersedia.
- Tuliskan hasil pengukuran pada tabel di bawah ini.
- Jumlahkan seluruh panjang sisi terluar untuk menentukan kelilingnya.
Tabel Hasil Pengukuran
| No | Nama Benda / Denah | Panjang Sisi 1 | Panjang Sisi 2 | Panjang Sisi 3 | Panjang Sisi 4 | Panjang Sisi Lainnya | Total Keliling (Jumlah Seluruh Sisi Terluar) |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Permukaan Buku | ...... cm | ...... cm | ...... cm | ...... cm | - | ...... cm + ...... cm + ...... cm + ...... cm = ...... cm |
| 2 | Permukaan Meja | ...... cm | ...... cm | ...... cm | ...... cm | - | ...... cm + ...... cm + ...... cm + ...... cm = ...... cm |
| 3 | Denah Benteng Baluwarti | ...... cm | ...... cm | ...... cm | ...... cm | ...... cm | ...... cm + ...... cm + ...... cm + ...... cm + ...... cm = ...... cm |
Pertanyaan Diskusi
- Apakah bagian dalam dari benda yang kamu ukur ikut dihitung panjangnya saat menentukan keliling? Jelaskan alasan kelompokmu.
Jawab: ....................................................................................................................................................
- Berdasarkan kegiatan di atas, apa yang dimaksud dengan keliling bangun datar?
Jawab: ....................................................................................................................................................
REMEDIAL
Bagi peserta didik yang belum memahami konsep sisi terluar:
- Guru memberikan bimbingan perorangan (one-on-one) menggunakan papan berpaku (geoboard) dan karet gelang.
- Peserta didik diminta meraba karet gelang terluar yang membingkai papan dan menghitung satuan panjang per petak di tepi luar saja.
PENGAYAAN
Bagi peserta didik yang telah menguasai konsep dengan cepat:
- Peserta didik diberikan tantangan memecahkan masalah keliling denah gabungan kawasan kraton yang memiliki lebih dari 6 sisi terluar tidak beraturan.
- Peserta didik diminta merancang bentuk denah benteng baru dengan menentukan panjang tiap sisi terluarnya agar menghasilkan keliling total 100 meter.
REFLEKSI GURU
| No | Pertanyaan Refleksi | Hasil Refleksi / Catatan Guru |
|---|---|---|
| 1 | Apakah media visual Smart TV dan kearifan lokal Benteng Baluwarti efektif memicu keterlibatan aktif peserta didik? | Seluruh peserta didik antusias melihat gambar denah nyata dan langsung memahami konteks fungsi batas luar benteng. |
| 2 | Apakah seluruh peserta didik dapat membedakan dengan jelas antara sisi terluar dan bagian dalam bangun? | Sebagian besar (85%) sudah paham, ada 3 peserta didik yang masih perlu diingatkan untuk tidak mengukur garis tengah. |
| 3 | Apakah pembagian tugas dalam kerja kelompok berjalan secara adil dan kolaboratif? | Pembagian tugas mengukur dan mencatat berjalan lancar karena alat ukur disediakan lengkap tiap kelompok. |
| 4 | Langkah apa yang perlu diperbaiki untuk pertemuan pembelajaran selanjutnya? | Memberikan variasi benda konkrit yang berbentuk segi banyak tak beraturan agar wawasan sisi terluar lebih terasah. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
| No | Pertanyaan Refleksi Peserta Didik | Tanggapan Peserta Didik |
|---|---|---|
| 1 | Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling kamu sukai? | Saat mengukur tepi meja dan melihat denah benteng di Smart TV. |
| 2 | Apakah kamu sudah bisa menentukan bagian mana saja yang harus dihitung untuk mencari keliling? | Sudah, yaitu hanya garis-garis tepi terluar yang membatasi bangun tersebut. |
| 3 | Kesulitan apa yang kamu temui saat melakukan pengukuran sisi terluar benda? | Saat memegang pita ukur agar tetap lurus sejajar dengan tepi meja. |
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Guru
Konsep keliling dalam geometri Euclidean didefinisikan sebagai panjang kurva tertutup sederhana yang membentuk batas suatu daerah. Pada bangun segi banyak (poligon), keliling merupakan jumlah panjang seluruh sisi pembentuknya. Pembelajaran konsep keliling pada jenjang sekolah dasar harus menekankan aspek spasial intuitif sebelum masuk ke formulasi matematis baku. Integrasi konteks sejarah seperti arsitektur Benteng Baluwarti Surakarta membantu membangun jembatan kognitif antara matematika abstrak dan aplikasi sosiokultural (etnomatematika).
Bahan Bacaan Peserta Didik
Tahukah kamu apa itu keliling? Bayangkan kamu sedang berjalan di sepanjang garis tepi lapangan sepak bola sampai kembali ke tempat semula. Panjang lintasan yang kamu tempuh itulah yang disebut keliling. Pada bangun datar, keliling adalah jumlah panjang dari semua sisi paling luar. Garis yang ada di bagian dalam tidak ikut dihitung. Seperti halnya Benteng Baluwarti di Surakarta, tembok benteng dibangun melingkari seluruh isi kawasan kraton di bagian paling luar untuk melindunginya.
GLOSARIUM
- Keliling: Jumlah panjang seluruh sisi terluar yang membatasi suatu bangun datar tertutup.
- Sisi Terluar: Segmen garis batas tepi yang memisahkan area bagian dalam bangun datar dengan area luar.
- Bangun Datar: Sebutan untuk bangun-bangun dua dimensi yang dibatasi oleh garis lurus atau garis lengkung.
- Benteng Baluwarti: Cagar budaya tembok pertahanan bersejarah yang mengelilingi kawasan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
- Contextual Teaching & Learning (CTL): Konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata peserta didik.
DAFTAR PUSTAKA
- Hobri, dika, dkk. (2022). Matematika untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek.
- Van de Walle, J. A., Karp, K. S., & Williams, J. M. (2013). Elementary and Middle School Mathematics: Teaching Developmentally. Boston: Pearson.
- Suprijono, Agus. (2015). Model-Model Pembelajaran Evaluatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Kinerja Pengukuran Peserta Didik
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Identifikasi Sisi Terluar | Peserta didik tidak mampu menunjukkan sisi terluar dan mengukur garis bagian dalam. | Peserta didik menunjukkan sebagian sisi terluar namun masih bingung dengan batas dalam. | Peserta didik mampu menunjukkan seluruh sisi terluar dengan bantuan minimal guru. | Peserta didik mampu menunjukkan dan menandai seluruh sisi terluar secara mandiri dan tepat. | ..... |
| 2 | Keterampilan Menggunakan Alat Ukur | Peserta didik tidak dapat menggunakan pita ukur/penggaris dengan benar. | Peserta didik memasang alat ukur tidak mulai dari titik nol atau tergeser. | Peserta didik menggunakan alat ukur dari titik nol dengan cukup rapi. | Peserta didik menggunakan alat ukur dengan presisi tinggi dari titik nol tanpa geseran. | ..... |
| 3 | Perhitungan Total Keliling | Peserta didik salah menjumlahkan dan tidak memahami konsep penjumlahan sisi. | Peserta didik menjumlahkan sisi tetapi ada segmen sisi terluar yang terlewat. | Peserta didik menjumlahkan seluruh sisi terluar dengan hasil perhitungan benar. | Peserta didik menjumlahkan seluruh sisi terluar dengan benar dan menyertakan satuan baku secara akurat. | ..... |
| 4 | Kerjasama Kelompok | Peserta didik tidak mau terlibat dan mengganggu anggota kelompok lain. | Peserta didik hanya melihat teman bekerja tanpa ikut berkontribusi aktif. | Peserta didik ikut serta melakukan tugas pengukuran sesuai pembagian kelompok. | Peserta didik aktif memimpin, membantu anggota lain, dan memastikan data terisi rapi. | ..... |