Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Penyusun : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Matematika
Fase / Kelas : C / V (Lima)
Semester / T.A. : Ganjil / 2026/2027
Topik / Pembahasan : Menyelesaikan Masalah Kontekstual Sehari-Hari yang Melibatkan Gabungan Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 Pertemuan / 105 menit)
Model Pembelajaran : Problem Based Learning (PBL)
Target Peserta Didik : Peserta Didik Reguler (Dominan Gaya Belajar Visual, Belum Memahami Konsep Operasi Pecahan Majemuk)

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki kecenderungan gaya belajar visual yang kuat. Mereka lebih mudah menyerap informasi melalui tayangan grafis, gambar konkrit, dan media digital dibandingkan teks abstrak. Namun, hasil pemetaan awal menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik masih mengalami kesulitan dalam menganalisis soal cerita majemuk matematika, khususnya dalam menentukan urutan operasi hitung gabungan penjumlahan dan pengurangan pecahan serta menyamakan penyebut yang berbeda.

Untuk menjembatani kesenjangan tersebut, pembelajaran dirancang menggunakan konteks kearifan lokal daerah Wringin Anom, yaitu aktivitas pembagian hasil panen pertanian dan perkebunan masyarakat sekitar. Penggunaan masalah nyata ini bertujuan agar pembelajaran menjadi lebih bermakna (meaningful), menggugah kesadaran berpikir (mindful), dan menyenangkan (joyful) bagi peserta didik.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik dapat menganalisis soal cerita majemuk pecahan dan mengeksekusi penyelesaiannya secara sistematis, serta mampu memodelkan masalah kontekstual sehari-hari yang berkaitan dengan operasi gabungan penjumlahan dan pengurangan pecahan ke dalam kalimat matematika yang tepat dan meyakinkan.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Indikator Pencapaian Tujuan Pembelajaran

  1. Melalui pengamatan tayangan visual interaktif di Smart TV, peserta didik mampu menganalisis informasi penting dari masalah kontekstual cerita majemuk pecahan dengan tepat.
  2. Melalui diskusi kelompok heterogen, peserta didik mampu mengonversi masalah cerita majemuk menjadi kalimat matematika operasi gabungan penjumlahan dan pengurangan pecahan secara rinci dan sistematis.
  3. Melalui penugasan pada LKPD, peserta didik mampu menyelesaikan operasi gabungan penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut berbeda dengan akurat.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Pemahaman tentang gabungan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks pengelolaan hasil panen, pembagian warisan, atau kegiatan perdagangan di lingkungan masyarakat Wringin Anom. Dengan menguasai materi ini, peserta didik dapat menghitung sisa, akumulasi, dan pembagian sumber daya secara adil, presisi, dan bertanggung jawab.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apabila seorang petani di Wringin Anom memanen tebu sebanyak 3/4 ton, kemudian menjual 1/2 ton ke tengkulak, dan mendapatkan tambahan 1/8 ton dari hasil panen kebun kecilnya, bagaimana cara kita menghitung total sisa tebu petani tersebut sekarang?
  2. Mengapa kita tidak bisa langsung menjumlahkan atau mengurangkan angka pada pembilang dan penyebut pecahan secara sembarangan ketika menemui soal cerita?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  1. Gotong Royong: Bekerja sama, berkolaborasi, dan berbagi tugas dalam kelompok heterogen untuk memecahkan masalah matematika.
  2. Bernalar Kritis: Menganalisis informasi dari soal cerita, mengidentifikasi operasi hitung yang sesuai, dan menguji kebenaran hasil perhitungan.
  3. Mandiri: Bertanggung jawab atas tugas individu dan menunjukkan rasa percaya diri dalam mengemukakan pendapat.

Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

  1. Mindful Learning: Peserta didik menyadari proses berpikirnya sendiri saat membaca soal cerita dan memahami alasan di balik setiap langkah penyelesaian matematika.
  2. Meaningful Learning: Peserta didik mengaitkan konsep matematika pecahan dengan kehidupan nyata di lingkungan Wringin Anom.
  3. Joyful Learning: Peserta didik mengalamai proses belajar yang menggembirakan melalui media teknologi visual interaktif dan kerja sama yang solid.

MATERI PEMBELAJARAN

Operasi Gabungan Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan

  1. Konsep Dasar Pecahan Berpenyebut Berbeda: Untuk melakukan operasi penjumlahan atau pengurangan pada pecahan berpenyebut berbeda, langkah utama yang harus dilakukan adalah menyamakan penyebutnya menggunakan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK).
  2. Langkah-Langkah Pemecahan Masalah Soal Cerita (Metode Polya):
  • Memahami Masalah: Mengidentifikasi apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dalam soal cerita.
  • Membuat Rencana: Mengubah kalimat verbal menjadi kalimat matematika operasi gabungan pecahan.
  • Melaksanakan Rencana: Menyamakan penyebut, menghitung penjumlahan/pengurangan secara runtut dari kiri ke kanan, dan menyederhanakan pecahan.
  • Memeriksa Kembali: Memastikan jawaban logis dan sesuai dengan pertanyaan pada soal cerita.
  1. Konteks Lokal: Pemodelan masalah pembagian hasil panen tebu, padi, dan buah dari daerah Wringin Anom.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

  1. Model Pembelajaran: Problem Based Learning (PBL)
  • Sintaks 1: Orientasi peserta didik pada masalah
  • Sintaks 2: Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar
  • Sintaks 3: Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok
  • Sintaks 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
  • Sintaks 5: Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
  1. Pendekatan: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning) dan Contextual Teaching and Learning (CTL).

ASESMEN

Asesmen Diagnostik (Awal)

Asesmen non-kognitif (pemetaan gaya belajar) dan asesmen kognitif singkat (tes prasyarat penjumlahan pecahan berpenyebut sama).

Asesmen Formatif (Proses)

Observasi keterlibatan diskusi kelompok, kemampuan bernalar kritis, dan penilaian proses pengerjaan LKPD.

Asesmen Sumatif (Akhir)

Tes tertulis berupa soal cerita majemuk berbasis HOTS di akhir modul/pembelajaran.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Pengetahuan (Tes Tertulis)

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Menganalisis Informasi Soal (Diketahui & Ditanyakan)Tidak mampu menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan dari soal cerita.Menuliskan diketahui dan ditanyakan tetapi kurang tepat dan tidak lengkap.Menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan dengan benar tetapi kurang lengkap.Menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan secara lengkap, tepat, dan jelas.
2Menyusun Kalimat MatematikaSalah total dalam menentukan operasi hitung gabungan pecahan.Menentukan operasi hitung gabungan pecahan tetapi urutan operasinya keliru.Menyusun kalimat matematika dengan benar tetapi ada sedikit kesalahan simbol.Menyusun kalimat matematika dari soal cerita secara tepat dan sempurna.
3Eksekusi Perhitungan dan Hasil AkhirPerhitungan salah total dan tidak menyamakan penyebut.Menyahkan penyebut dengan benar tetapi terjadi kesalahan pada penjumlahan/pengurangan.Perhitungan benar tetapi bentuk akhir pecahan belum disederhanakan.Perhitungan akurat, runtut, dan hasil akhir disederhanakan dengan benar.

Rubrik Penilaian Keterampilan (Diskusi dan Pemecahan Masalah)

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Kerjasama KelompokTidak mau bekerja sama dan pasif dalam kelompok.Bekerja sama hanya jika diminta oleh teman atau guru.Bekerja sama dengan baik namun kurang aktif menyampaikan ide.Sangat aktif bekerja sama, membantu teman, dan berkontribusi maksimal.
2Komunikasi/Presentasi HasilTidak mampu menjelaskan hasil kerja kelompok di depan kelas.Menjelaskan hasil kerja dengan suara pelan dan tidak runtut.Menjelaskan hasil kerja dengan runtut tetapi kurang percaya diri.Menjelaskan hasil kerja secara jelas, runtut, percaya diri, dan sistematis.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)

  1. Guru membuka pembelajaran dengan salam hangat, menanyakan kabar, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (Mindful Readiness).
  2. Berdoa bersama dipimpin oleh salah satu peserta didik.
  3. Guru melakukan presensi kehadiran peserta didik.
  4. Guru memberikan apersepsi visual dengan menampilkan gambar hasil panen pertanian di Smart TV dan mengaitkannya dengan materi pecahan yang telah dipelajari sebelumnya.
  5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, pemahaman bermakna, dan garis besar kegiatan pembelajaran hari ini.
  6. Guru memberikan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu peserta didik.

Kegiatan Inti (75 Menit)

Sintaks 1: Orientasi Peserta Didik pada Masalah (15 Menit)

  1. Guru menampilkan tayangan video/visual kontekstual di Smart TV mengenai permasalahan Pak Didik, seorang petani di Wringin Anom yang sedang menghitung gabungan hasil panen tebu dan pembagiannya kepada warga.
  2. Peserta didik secara mindful mengamati tayangan visual dan membaca teks soal cerita yang disajikan pada layar Smart TV.
  3. Guru memfasilitasi tanya jawab untuk membimbing peserta didik menemukan masalah utama dalam tayangan tersebut: "Berapa sisa tebu yang dimiliki Pak Didik setelah sebagian dijual dan sebagian dialokasikan untuk warga?"
  4. Peserta didik mengidentifikasi bahwa masalah tersebut membutuhkan operasi gabungan penjumlahan dan pengurangan pecahan.

Sintaks 2: Mengorganisasikan Peserta Didik untuk Belajar (10 Menit)

  1. Guru membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok kecil yang heterogen (terdiri dari 4-5 peserta didik) berdasarkan hasil analisis diagnostik, dengan memperhatikan kestabilan lingkungan belajar (Diferensiasi Lingkungan Belajar).
  2. Guru membagikan LKPD berbasis kontekstual kearifan lokal kepada setiap kelompok.
  3. Guru menjelaskan petunjuk kerja kelompok dan memotivasi peserta didik agar saling membantu dalam memahami masalah (Joyful Learning).

Sintaks 3: Membimbing Penyelidikan Individu maupun Kelompok (20 Menit)

  1. Peserta didik dalam kelompok berdiskusi menguraikan fakta yang diketahui dan ditanyakan pada LKPD.
  2. Guru berkeliling memberikan scaffolding (bimbingan berjenjang) bagi kelompok yang mengalami kesulitan, terutama dalam mencari KPK untuk menyamakan penyebut pecahan.
  3. Peserta didik memanfaatkan visual diagram pecahan yang disediakan pada Smart TV atau bahan ajar untuk membantu proses pemahaman secara mendalam (Deep Learning).
  4. Peserta didik mengeksekusi perhitungan gabungan penjumlahan dan pengurangan pecahan secara sistematis di lembar kerja.

Sintaks 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya (15 Menit)

  1. Setiap kelompok menyusun hasil diskusi dan penyelesaian soal cerita pada LKPD dengan rapi dan runtut.
  2. Guru menunjuk perwakilan kelompok secara acak untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas dengan bantuan tampilan layar Smart TV.
  3. Kelompok lain mengamati, mencermati, dan menyimak presentasi dengan rasa hormat.

Sintaks 5: Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah (15 Menit)

  1. Peserta didik dari kelompok lain diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan, pertanyaan, atau masukan konstruktif terhadap hasil kerja kelompok yang maju.
  2. Guru memberikan penguatan konsep, meluruskan kekeliruan perhitungan jika ada, dan memberikan apresiasi atas keberhasilan peserta didik dalam memecahkan masalah.
  3. Guru bersama peserta didik menyimpulkan tahapan dalam menyelesaikan soal cerita majemuk pecahan (memahami masalah, menyusun kalimat matematika, menyamakan penyebut, melakukan operasi hitung, dan menyederhanakan hasil).

Kegiatan Penutup (15 Menit)

  1. Peserta didik bersama guru melakukan refleksi terhadap seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung (Meaningful Reflection).
  2. Peserta didik mengerjakan tes evaluasi individu (asesmen sumatif singkat) untuk mengukur tingkat pemahaman mandiri.
  3. Guru memberikan umpan balik positif dan menyampaikan informasi mengenai materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.
  4. Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam penutup.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

  1. Mindful Learning: Peserta didik dilatih untuk tidak terburu-buru dalam menghitung. Mereka diajak membaca soal cerita secara saksama, mengidentifikasi kata kunci (seperti "diberikan", "membeli lagi", "dijual"), dan menyadari alasan logis mengapa suatu operasi adalah penjumlahan atau pengurangan.
  2. Meaningful Learning: Konsep pecahan tidak diajarkan secara abstrak melainkan dihubungkan langsung dengan aktivitas ekonomi dan pertanian masyarakat Wringin Anom. Hal ini membuat peserta didik menyadari pentingnya matematika dalam kehidupan nyata.
  3. Joyful Learning: Pembelajaran dikemas secara interaktif menggunakan tayangan visual Smart TV, kerja kelompok dinamis, serta atmosfer kelas yang mendukung apresiasi positif antarsejawat.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Lingkungan Belajar

Guru membentuk kelompok belajar yang heterogen dari segi tingkat kemampuan akademik namun harmonis secara sosial. Tata letak meja dan kursi diatur sedemikian rupa agar memudahkan interaksi antarpeserta didik, memberikan ruang gerak yang nyaman bagi visual learner untuk melihat layar Smart TV secara jelas, dan menciptakan suasana belajar yang aman tanpa rasa takut salah.

Diferensiasi Proses

  1. Kelompok Mahir: Diberikan tantangan soal cerita kontekstual majemuk dengan tiga bentuk pecahan berbeda (termasuk pecahan campuran) dan dibiarkan berdiskusi secara mandiri.
  2. Kelompok Berkembang: Diberikan bimbingan langsung (scaffolding) oleh guru dengan menggunakan media bantuan visual diagram pecahan untuk menyamakan penyebut.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Smart TV: Digunakan untuk menampilkan slide presentasi interaktif, video singkat tentang aktivitas pertanian Wringin Anom, serta simulasi visual pecahan.
  2. Laptop & Internet: Digunakan oleh guru untuk mengolah media pembelajaran digital, mengases platform pembelajaran, dan menampilkan sarana visual matematika yang menarik.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

  1. Media Pembelajaran:
  • Tayangan visual/video animasi kontekstual pada Smart TV.
  • Kartu pecahan visual berstruktur.
  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis masalah lokal.
  1. Sumber Belajar:
  • Buku Panduan Guru dan Siswa Matematika Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  • Lingkungan masyarakat dan aktivitas pertanian di Wringin Anom.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Informasi LKPDKeterangan
Nama Anggota Kelompok1. .................................................
2. .................................................
3. .................................................
4. .................................................
Kelas / FaseV (Lima) / C
Tanggal Pelaksanaan.................................................
Mata PelajaranMatematika
TopikMenyelesaikan Masalah Soal Cerita Operasi Gabungan Pecahan

Petunjuk Pengisian LKPD

  1. Bacalah setiap permasalahan kontekstual di bawah ini secara cermat bersama kelompokmu!
  2. Diskusikan dan tuliskan apa yang diketahui serta apa yang ditanyakan!
  3. Susunlah kalimat matematika yang sesuai!
  4. Kerjakan langkah-langkah perhitungan secara runtut sampai menemukan hasil paling sederhana!

Permasalahan Kontekstual (Kearifan Lokal Wringin Anom)

Pak Sukri adalah seorang petani buah mangga di Desa Wringin Anom. Pada panen minggu ini, Pak Sukri mendapatkan hasil panen sebanyak 4/5 ton mangga. Karena hasil panennya sangat bagus, beliau menyumbangkan 1/4 ton mangga tersebut kepada panti asuhan di dekat rumahnya. Kemudian, tetangga Pak Sukri yang juga memanen mangga memberikan tambahan hasil panennya sebanyak 1/2 ton kepada Pak Sukri untuk dijual bersama. Berapa ton jumlah mangga yang dimiliki Pak Sukri sekarang untuk dijual ke pasar?

Langkah Penyelesaian

Langkah 1: Memahami Masalah

  • Diketahui:
  • Hasil panen awal Pak Sukri = ......... ton
  • Disumbangkan ke panti asuhan = ......... ton
  • Tambahan dari tetangga = ......... ton
  • Ditanyakan:
  • Total sisa mangga Pak Sukri untuk dijual = ......... ?

Langkah 2: Menyusun Kalimat Matematika

Kalimat Matematika: ......... - ......... + .........

Langkah 3: Melaksanakan Rencana Perhitungan

  • Cari KPK dari penyebut (5, 4, dan 2): KPK = .........
  • Samakan penyebut seluruh pecahan:

= (..... / .....) - (..... / .....) + (..... / .....)

  • Lakukan operasi hitung pengurangan dan penjumlahan dari kiri ke kanan:

= ..... / .....

  • Sederhanakan hasil pecahan (jika pecahan pembilang lebih besar dari penyebut, ubah ke pecahan campuran):

= .....

Langkah 4: Kesimpulan

Jadi, total mangga yang dimiliki Pak Sukri sekarang untuk dijual ke pasar adalah ......... ton.

REMEDIAL

Program remedial ditujukan kepada peserta didik yang belum memenuhi Indikator Pencapaian Tujuan Pembelajaran (IPTP) setelah tes evaluasi.

  1. Strategi Pembelajaran: Bimbingan perorangan atau kelompok kecil (tutoring) dengan menyederhanakan bentuk soal cerita menjadi dua langkah pecahan sederhana.
  2. Media Remedial: Penggunaan alat peraga konkrit (kertas lipat pecahan) untuk memvisualisasikan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan secara langsung.
  3. Soal Remedial:

Pak Tani memiliki 1/2 hektar lahan. Beliau membeli lagi 1/4 hektar. Kemudian 1/8 hektar digunakan untuk menanam jagung. Berapa hektar sisa lahan Pak Tani yang belum ditanami?

PENGAYAAN

Program pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah melampaui Indikator Pencapaian Tujuan Pembelajaran (IPTP) dengan tingkat ketuntasan sempurna.

  1. Strategi Pembelajaran: Pemberian tugas berbasis High Order Thinking Skills (HOTS) dan pemecahan masalah kompleks yang melibatkan tiga jenis bentuk pecahan berbeda (pecahan biasa, campuran, dan desimal).
  2. Soal Pengayaan:

Seorang tengkulak di Wringin Anom membeli 2 1/2 ton hasil panen padi. Sebanyak 1,2 ton langsung didistribusikan ke kota. Kemudian tengkulak tersebut membeli lagi hasil panen dari petani lokal sebanyak 3/4 ton. Nyatakan dalam bentuk pecahan campuran paling sederhana, berapa ton total persediaan padi tengkulak tersebut sekarang?

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan RefleksiTanggapan Guru
1Apakah seluruh peserta didik dapat mengikuti pembelajaran dengan aktif dan antusias?Seluruh peserta didik menunjukkan antusiasme tinggi, terutama saat pengamatan visual di Smart TV dan diskusi kelompok.
2Apakah pemilihan kontekstual kearifan lokal Wringin Anom efektif membimbing pemahaman peserta didik?Sangat efektif karena cerita hasil panen merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari yang dekat dengan peserta didik.
3Kendala apa yang paling dominan dirasakan guru saat memfasilitasi proses pemecahan masalah pecahan?Beberapa peserta didik masih membutuhkan waktu lebih lama dalam menyamakan penyebut pecahan berpenyebut beda.
4Langkah perbaikan apa yang akan diterapkan pada pertemuan berikutnya untuk mengatasi kendala tersebut?Memperkuat teknik manipulasi pecahan secara visual sebelum masuk ke tahap algoritma penyamaan penyebut menggunakan KPK.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

NoPertanyaan RefleksiJawaban / Tanggapan Peserta Didik
1Bagian mana dari kegiatan belajar hari ini yang paling kamu sukai?Mengamati tayangan di Smart TV dan berdiskusi mengerjakan soal hasil panen bersama teman kelompok.
2Apakah kamu mengalami kesulitan saat menyusun kalimat matematika dari soal cerita?Sedikit kesulitan di awal saat menentukan urutan tanda tambah dan kurang, tetapi menjadi paham setelah berdiskusi.
3Apa hal baru yang kamu pelajari tentang penggunaan pecahan dalam kehidupan sehari-hari?Ternyata menghitung sisa hasil panen tebu dan buah membutuhkan operasi gabungan penjumlahan dan pengurangan pecahan.
4Seberapa yakin kamu dapat menyelesaikan soal gabungan pecahan secara mandiri sekarang?Sangat yakin dan merasa lebih percaya diri untuk mengerjakan soal evaluasi berikutnya.

BAHAN BACAAN

Konsep Pemecahan Masalah Matematika Pecahan

Menyelesaikan masalah kontekstual yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan pecahan memerlukan pemahaman mendalam tentang hubungan antar-pecahan. Operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan berada pada tingkat hierarki yang setara. Oleh karena itu, pengerjaannya dilakukan secara berurutan dari sebelah kiri ke sebelah kanan, kecuali jika terdapat tanda kurung yang mengindikasikan operasi tertentu harus didahulukan.

Dalam kehidupan nyata masyarakat Wringin Anom yang dominan pada sektor pertanian, pecahan sering digunakan untuk menyatakan ukuran berat (ton, kilogram), luas tanah (hektar), maupun pembagian porsi hasil panen. Memahami operasi pecahan secara sistematis membantu peserta didik mengembangkan kemampuan bernalar secara logis, kritis, dan komunikatif.

GLOSARIUM

  1. Pecahan Biasa: Bentuk pecahan yang terdiri dari pembilang dan penyebut dalam bentuk bilangan bulat, di mana pembilang lebih kecil dari penyebut.
  2. Pecahan Campuran: Bentuk pecahan yang terdiri dari kombinasi bilangan bulat dan pecahan biasa.
  3. Pembilang: Bilangan pada bagian atas pecahan yang menunjukkan jumlah bagian yang diambil.
  4. Penyebut: Bilangan pada bagian bawah pecahan yang menunjukkan jumlah total bagian yang sama dalam satu kesatuan.
  5. KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil): Bilangan kelipatan terkecil yang sama dari dua bilangan atau lebih, digunakan untuk menyamakan penyebut pecahan.
  6. Soal Cerita Majemuk: Permasalahan matematika dalam bentuk teks verbal yang membutuhkan lebih dari satu langkah operasi hitung untuk menemukan solusinya.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Hobri, dkk. (2022). Matematika untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  2. Subarinah, S. (2006). Inovasi Pembelajaran Matematika SD. Jakarta: Depdiknas.
  3. Van de Walle, J. A. (2008). Sekolah Dasar dan Menengah Matematika Pengajaran Pengembangan. Jakarta: Erlangga.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Gotong RoyongTidak mau terlibat dalam kerja kelompok dan acuh tak acuh.Terlibat dalam kerja kelompok hanya bila dipaksa oleh teman atau guru.Terlibat aktif dalam kerja kelompok tetapi sesekali masih pasif.Sangat aktif, antusias, dan konsisten membantu teman dalam kelompok.
2Bernalar KritisTidak mampu mengidentifikasi informasi matematika dan pasif bertanya.Mampu mengidentifikasi informasi tetapi butuh bimbingan penuh dari guru.Mampu mengidentifikasi informasi dan mengajukan pertanyaan yang relevan.Sangat kritis dalam menganalisis soal dan mampu menemukan pola penyelesaian mandiri.
3MandiriTergantung sepenuhnya pada orang lain dalam menyelesaikan tugas.Mengerjakan tugas mandiri jika selalu diawasi oleh guru.Mengerjakan tugas mandiri dengan baik tetapi masih sering ragu-ragu.Sangat mandiri, percaya diri, dan bertanggung jawab penuh atas tugasnya.

Lembar Observasi Keterampilan Matematika

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Penggunaan Strategi PolyaTidak menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah sama sekali.Menggunakan langkah Polya tetapi hanya sebatas menuliskan angka tanpa urutan logis.Menggunakan langkah Polya secara sistematis namun ada kesalahan minor pada akhir.Mengaplikasikan seluruh langkah Polya (memahami, merencana, mengeksekusi, memeriksa) secara sempurna.
2Ketepatan Penyamaan PenyebutSalah total dalam menentukan KPK dan menyamakan penyebut pecahan.Menemukan KPK dengan benar tetapi salah saat mengubah pembilang pecahan.Menyamakan penyebut dan mengubah pembilang dengan benar namun membutuhkan waktu lama.Menyamakan penyebut pecahan secara cepat, tepat, dan akurat tanpa kesalahan.
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130