IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Matematika |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / T.A. | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Materi / Topik | : | Pengurangan Pecahan Beda Penyebut dan Pecahan Campuran dengan Penyesuaian KPK |
| Alokasi Waktu | : | 2 x 35 Menit (1 Pertemuan) |
| Karakteristik Peserta Didik | : | Dominan gaya belajar visual, aktif bergerak, belum memahami konsep penyamaan penyebut pecahan. |
| Model Pembelajaran | : | Problem Based Learning (PBL) |
| Pendekatan Pembelajaran | : | Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan CPA (Concrete-Pictorial-Abstract) |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki karakteristik gaya belajar dominan visual. Mereka menyukai tampilan grafis, warna, dan tayangan media digital melalui Smart TV. Meskipun secara psikomotorik dan keterlibatan fisik cukup aktif, kemampuan konseptual mereka mengenai pecahan masih berada pada tahap dasar.
Sebagian besar peserta didik mengalami miskonsepsi dalam operasi pengurangan pecahan, seperti langsung mengurangkan pembilang dengan pembilang serta penyebut dengan penyebut tanpa menyamakan penyebutnya terlebih dahulu. Mereka juga belum menguasai hubungan antara konsep Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dengan penyesuaian penyebut pecahan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi pembelajaran mendalam yang mengaitkan visualisasi konkret dengan masalah nyata di sekitar mereka, seperti pengukuran jarak pada permainan olahraga tradisional lokal (Lompat Tali/Engklek).
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik dapat mengaplikasikan operasi aritmetika pada bilangan pecahan, khususnya melakukan pengurangan pecahan beda penyebut dan pecahan campuran pada masalah kontekstual yang berkaitan dengan pengukuran panjang atau berat.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan Pembelajaran Utuh
- Melalui pengamatan tayangan visual interaktif di Smart TV, peserta didik mampu menganalisis langkah-langkah penyamaan penyebut pada pengurangan dua pecahan beda penyebut dan pecahan campuran menggunakan KPK secara tepat.
- Melalui diskusi kelompok berbasis masalah kearifan lokal, peserta didik mampu menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan pengurangan panjang jarak lompatan permainan tradisional menggunakan operasi pecahan beda penyebut secara kritis dan akurat.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Pengurangan pecahan bukan sekadar prosedur menghitung angka, melainkan alat matematika untuk mengukur selisih atau sisa besaran dalam kehidupan nyata. Dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengukur selisih jarak lompatan dalam permainan tradisional, menghitung sisa bahan kain, atau mengukur selisih berat barang, penyamaan satuan (penyebut) sangat krusial agar hasil pengukuran akurat dan adil.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Jika dua orang anak melompati tali dengan panjang pita pengukur yang berbeda skala pembagiannya, bagaimana cara kita tahu siapa yang melompat lebih jauh dan berapa selisihnya?
- Mengapa kita tidak boleh langsung mengurangkan angka pada penyebut saat melakukan pengurangan pecahan?
- Apa yang terjadi jika kita mengurangi 3 1/2 meter pita dengan 1 3/4 meter pita tanpa mengubah bentuk pecahannya terlebih dahulu?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Bernalar Kritis: Menganalisis masalah pengurangan pecahan, mengidentifikasi penyebut yang berbeda, dan menentukan KPK yang tepat.
- Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok untuk memecahkan masalah kontekstual dan saling menyelaraskan pemahaman.
- Mandiri: Mengelola tugas individu dan bertanggung jawab atas pemahaman diri selama proses belajar mendalam.
Kompetensi Utama
- Pemahaman Konseptual (Conceptual Understanding): Memahami makna penyebut sebagai pembagi keseluruhan.
- Penalaran Matematis (Mathematical Reasoning): Menghubungkan konsep KPK dengan prosedur penyesuaian pecahan.
- Pemecahan Masalah (Problem Solving): Mengaplikasikan konsep pengurangan pecahan pada kasus kontekstual nyata.
MATERI PEMBELAJARAN
Konsep Utama
- Pengurangan Pecahan Beda Penyebut:
Untuk mengurangi pecahan dengan penyebut berbeda, penyebut harus disamakan terlebih dahulu dengan menentukan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari kedua penyebut tersebut.
Rumus dasar: a/b - c/d = (a x m)/(b x m) - (c x n)/(d x n), dimana (b x m) = (d x n) = KPK(b, d).
- Pengurangan Pecahan Campuran:
Dapat dilakukan dengan dua cara:
- Mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa terlebih dahulu, kemudian menyamakan penyebut.
- Memisahkan bagian bilangan bulat dan bagian pecahan, lalu mengurangkan bagian pecahan setelah disamakan penyebutnya (dengan melakukan pinjaman dari bilangan bulat jika pembilang pertama lebih kecil).
- Konteks Kearifan Lokal (Olahraga Tradisional Lompat Tali):
Pengaplikasian pengurangan pecahan pada selisih panjang lompatan peserta didik dalam permainan lompat tali. Contoh: Jarak lompatan Ahmad adalah 2 1/2 meter, sedangkan jarak lompatan Budi adalah 1 3/4 meter. Berapa meter selisih lompatan mereka?
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran
Problem Based Learning (PBL) dengan 5 Sintaks Utama:
- Orientasi peserta didik pada masalah.
- Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar.
- Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok.
- Mengembangkan dan menyajikan hasil karya.
- Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.
Pendekatan Pembelajaran
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang mengintegrasikan:
- Mindful Learning: Kesadaran penuh peserta didik dalam memahami mengapa penyebut harus disamakan.
- Meaningful Learning: Menghubungkan konsep matematika dengan konteks nyata olahraga tradisional lokal.
- Joyful Learning: Pembelajaran yang menyenangkan berbasis media visual interaktif dan aktivitas kelompok.
- Pendekatan CPA (Concrete - Pictorial - Abstract): Memulai dari ilustrasi fisik visual, diagram pita pecahan, hingga rumus simbolik.
ASESMEN
Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)
- Teknik: Tes Tulis Singkat (Visual Quiz).
- Instrumen: Soal menentukan KPK dua bilangan dan mengidentifikasi nilai pecahan dari gambar visual.
Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)
- Teknik: Observasi Kinerja Kelompok dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
- Instrumen: Lembar observasi sikap/diskusi dan penilaian proses pemecahan masalah pada LKPD.
Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)
- Teknik: Tes Tulis Individu.
- Instrumen: Soal cerita pemecahan masalah pengurangan pecahan beda penyebut dan pecahan campuran.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Bernalar Kritis | Belum mampu mengidentifikasi masalah pecahan dan tidak dapat menentukan KPK. | Mampu mengidentifikasi masalah pecahan namun memerlukan bantuan penuh untuk menentukan KPK. | Mampu mengidentifikasi masalah dan menentukan KPK dengan sedikit bimbingan. | Mampu mengidentifikasi masalah, menentukan KPK, dan menganalisis langkah pengurangan secara mandiri dan tepat. |
| 2 | Gotong Royong | Pasif dalam diskusi kelompok dan tidak berkontribusi pada pengerjaan tugas. | Kurang aktif dalam diskusi, hanya bekerja jika diperintah anggota kelompok lain. | Aktif dalam diskusi kelompok dan membantu mengerjakan tugas kelompok. | Sangat aktif, memimpin diskusi, membantu teman yang kesulitan, dan berkontribusi maksimal dalam kelompok. |
Rubrik Penilaian Keterampilan Pemecahan Masalah (LKPD)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Pemahaman Masalah dan Model Matematika | Tidak mampu menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan dari masalah cerita. | Menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan tetapi kurang tepat atau tidak lengkap. | Menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan dengan tepat, tetapi model matematika kurang tepat. | Menuliskan apa yang diketahui, ditanyakan, dan membuat model matematika pecahan secara sempurna. |
| 2 | Penyesuaian Penyebut (Penggunaan KPK) | Tidak menyamakan penyebut atau salah total dalam menentukan KPK. | Menentukan KPK dengan kurang tepat sehingga hasil penyamaan penyebut salah. | Menentukan KPK dengan tepat tetapi ada sedikit kekeliruan saat menyesuaikan pembilang. | Menentukan KPK dan mengubah seluruh pecahan ke penyebut yang sama dengan benar secara teliti. |
| 3 | Operasi Pengurangan dan Hasil Akhir | Operasi pengurangan salah dan hasil akhir tidak akurat. | Langkah pengurangan tepat tetapi terjadi kesalahan perhitungan teknis pada hasil akhir. | Operasi pengurangan dan perhitungan benar, namun hasil akhir belum disederhanakan. | Operasi pengurangan benar, perhitungan tepat, dan hasil akhir disederhanakan ke bentuk paling sederhana. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
- Guru membuka pembelajaran dengan salam hangat, menanyakan kabar, dan mengecek kesiapan belajar peserta didik.
- Guru dan peserta didik berdoa bersama yang dipimpin oleh salah satu siswa (Mindful Start).
- Guru melakukan presensi kehadiran.
- Apersepsi Visual: Guru menyajikan gambar dan tayangan singkat di Smart TV tentang pertandingan lompat tali tradisional di lapangan SD Negeri 1 Wringin Anom.
- Guru memberikan pertanyaan pemantik berkaitan dengan tayangan gambar tersebut untuk memicu rasa ingin tahu.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, alokasi waktu, serta manfaat mempelajari pengurangan pecahan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Inti (50 Menit)
Sintaks 1: Orientasi Peserta Didik pada Masalah (10 Menit)
- Guru menampilkan permasalahan kontekstual berbasis visual pada Smart TV:
"Pada perayaan lomba olahraga tradisional di SD Negeri 1 Wringin Anom, Dian berhasil melompati karet sepanjang 2 1/2 meter. Sedangkan Arya berhasil melompati karet sepanjang 1 3/4 meter. Berapakah selisih jarak lompatan Dian dan Arya?"
- Peserta didik mengamati masalah secara visual dan mengidentifikasi informasi angka yang ada.
- Guru memfasilitasi diskusi kritis: Mengapa angka 2 1/2 dan 1 3/4 tidak bisa langsung dikurangkan begitu saja? Apa perbedaan penyebutnya?
Sintaks 2: Mengorganisasikan Peserta Didik untuk Belajar (5 Menit)
- Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok heterogen (setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa).
- Guru membagikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis masalah kontekstual kearifan lokal.
- Guru menjelaskan petunjuk pengerjaan LKPD yang memanfaatkan diagram batang pecahan visual.
Sintaks 3: Membimbing Penyelidikan Individu dan Kelompok (15 Menit)
- Peserta didik berdiskusi dalam kelompok menentukan KPK dari penyebut pecahan pada masalah yang disajikan.
- Guru berkeliling memberikan scaffolding (bimbingan terarah), terutama bagi kelompok yang membutuhkan bantuan visual dengan menampilkan simulasi batang pecahan pada Smart TV.
- Peserta didik mengonversi pecahan menjadi penyebut sejenis, lalu melakukan operasi pengurangan pecahan biasa maupun pecahan campuran.
- Peserta didik mendiskusikan penalaran matematis di balik tiap langkah penyesuaian KPK (Deep Learning - Meaningful).
Sintaks 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya (10 Menit)
- Setiap kelompok menyusun jawaban pemecahan masalah pada LKPD secara rapi dan visual.
- Salah satu perwakilan kelompok maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya di papan tulis/Smart TV.
- Kelompok lain memperhatikan dan memberikan tanggapan atau pertanyaan.
Sintaks 5: Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah (10 Menit)
- Guru memandu klarifikasi dan penguatan terhadap hasil presentasi seluruh kelompok.
- Guru menekankan kembali pentingnya KPK dalam menyamakan ukuran penyebut sebelum operasi pengurangan dilakukan.
- Peserta didik memperbaiki kekeliruan konseptual jika ada, lalu menyimpulkan prosedur pengurangan pecahan beda penyebut dan pecahan campuran.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
- Peserta didik bersama guru melakukan penyimpulan materi pembelajaran secara keseluruhan.
- Peserta didik mengerjakan tes evaluasi mandiri (Asesmen Sumatif) untuk mengukur pemahaman individu.
- Guru dan peserta didik melakukan refleksi proses pembelajaran (apa yang paling menyenangkan, bagian mana yang sulit).
- Guru memberikan apresiasi atas kerja keras dan kerja sama seluruh peserta didik.
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam penutup.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
- Mindful Learning (Belajar Penuh Kesadaran):
Peserta didik diajak menyadari secara penuh mengapa penyebut pada pecahan merepresentasikan ukuran pembagian keseluruhan. Melalui pengamatan visual, siswa sadar bahwa mengurangkan bagian dengan ukuran penyebut berbeda secara langsung adalah hal yang tidak logis secara matematis.
- Meaningful Learning (Belajar Bermakna):
Matematika tidak diajarkan secara abstrak belaka. Penggunaan konteks selisih jarak lompatan pada permainan olahraga tradisional lokal SD Negeri 1 Wringin Anom membuat siswa merasakan kebermaknaan ilmu matematika dalam mengukur, membandingkan, dan menyelesaikan perselisihan jarak secara adil.
- Joyful Learning (Belajar Menyenangkan):
Penggunaan Smart TV dengan animasi visual batang pecahan warna-warni, diskusi kelompok yang interaktif, serta pengangkatan tema permainan tradisional menciptakan suasana belajar yang bebas dari tekanan, menggugah antusiasme, dan menyenangkan bagi siswa berkarakteristik visual.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Produk
Penyelesaian tugas pada LKPD disajikan dalam bentuk masalah berjenjang (tiered assignment):
- Tingkat Dasar (Basic): Menyelesaikan masalah pengurangan pecahan biasa beda penyebut dengan bantuan diagram visual panduan yang sudah memiliki pola kotak KPK.
- Tingkat Menengah (Intermediate): Menyelesaikan masalah pengurangan pecahan campuran beda penyebut dengan langkah-langkah penyamaan KPK secara mandiri.
- Tingkat Mahir (Advanced): Menyelesaikan masalah cerita kompleks kombinasi pengurangan pecahan campuran beda penyebut serta memberikan analisis argumen tertulis mengenai kesalahan penyelesaian pada suatu contoh studi kasus yang salah.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
- Smart TV: Digunakan untuk menampilkan tayangan pemantik berupa video singkat/gambar permainan tradisional, serta demonstrasi visual interaktif manipulatif batang pecahan (Fraction Bars).
- Laptop Guru: Digunakan sebagai pusat kendali tayangan presentasi dan software simulasi matematika interaktif.
- Internet: Digunakan untuk mengakses sumber belajar visual digital dan media pembelajaran berbasis interaktif.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media Pembelajaran
- Slide Presentasi Interaktif (PowerPoint/Canva) memuat diagram pecahan visual berwarna.
- Video/Gambar kontekstual aktivitas olahraga tradisional anak-anak SD Negeri 1 Wringin Anom.
- Alat peraga gambar pita pecahan (Fraction Strips) tercetak.
Sumber Belajar
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) buatan guru.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Identitas Peserta Didik
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Kelompok / Anggota | 1. .................................................... 2. .................................................... 3. .................................................... 4. .................................................... |
| Kelas / Fase | V (Lima) / C |
| No. Absen | ........................................................ |
| Tanggal | ........................................................ |
Judul LKPD
Meringkas Jarak Lompatan: Pengurangan Pecahan Beda Penyebut pada Olahraga Tradisional
Masalah Utama
Pada kegiatan festival olahraga tradisional SD Negeri 1 Wringin Anom, diadakan lomba Lompat Tali dan Lompat Jauh Tradisional.
Ahmad dan Bayu mengikuti lomba tersebut.
- Lompatan Ahmad mencapai jarak: 3 1/2 meter.
- Lompatan Bayu mencapai jarak: 1 2/3 meter.
Berapa meter selisih jarak lompatan Ahmad dan Bayu?
Langkah-Langkah Penyelesaian
Langkah 1: Tuliskan informasi yang diketahui dan ditanyakan dari masalah di atas!
- Diketahui:
Jarak lompatan Ahmad = ...... meter
Jarak lompatan Bayu = ...... meter
- Ditanyakan:
Selisih jarak lompatan = ...... ?
Langkah 2: Tuliskan bentuk kalimat matematikanya!
Kalimat Matematika: ...... - ......
Langkah 3: Tentukan KPK dari kedua penyebutnya!
- Penyebut pecahan pertama adalah: ......
- Penyebut pecahan kedua adalah: ......
- Kelipatan dari penyebut pertama: ......, ......, ......, ......
- Kelipatan dari penyebut kedua: ......, ......, ......, ......
- KPK dari kedua penyebut tersebut adalah: ......
Langkah 4: Ubahlah pecahan menjadi pecahan dengan penyebut sejenis menggunakan KPK!
- 3 1/2 = 3 (...... / ........)
- 1 2/3 = 1 (...... / ........)
Langkah 5: Lakukan operasi pengurangan pecahan campuran tersebut!
(Hitunglah di bawah ini dengan rinci)
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
Langkah 6: Kesimpulan
Jadi, selisih jarak lompatan Ahmad dan Bayu adalah ...... meter.
REMEDIAL
Program Remedial
Diperuntukkan bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan tujuan pembelajaran (KKTP) dalam operasi pengurangan pecahan.
Langkah Pelaksanaan:
- Pembimbingan Individu/Kelompok Kecil: Guru memberikan penjelasan ulang menggunakan pendekatan konkret dengan media manipulatif kertas lipat atau pita pecahan.
- Latihan Terbimbing: Peserta didik diberikan soal pengurangan pecahan sederhana dengan penyebut yang memiliki hubungan kelipatan langsung (misal: penyebut 2 dan 4, atau 3 dan 6) sebelum melangkah ke penyebut yang memerlukan pencarian KPK lebih kompleks.
Soal Remedial:
- Hitunglah hasil pengurangan dari 3/4 - 1/2 = ...
- Hitunglah hasil pengurangan dari 2 1/2 - 1 1/4 = ...
PENGAYAAN
Program Pengayaan
Diperuntukkan bagi peserta didik yang telah mencapai atau melampaui KKTP dengan cepat dan akurat.
Langkah Pelaksanaan:
Peserta didik diberikan masalah pemecahan tingkat tinggi (HOTS) yang melibatkan tiga pecahan beda penyebut atau masalah analisis kesalahan.
Soal Pengayaan:
Seorang panitia lomba olahraga tradisional memiliki tali sepanjang 5 3/4 meter. Tali tersebut dipotong untuk arena lompat tali pertama sepanjang 2 1/2 meter, dan dipotong kembali untuk arena kedua sepanjang 1 1/3 meter.
- Berapa meter sisa panjang tali panitia sekarang?
- Buatlah analisis langkah penyelesaianmu dan jelaskan mengapa KPK dari ketiga penyebut tersebut yang digunakan!
REFLEKSI GURU
| No | Pertanyaan Refleksi | Hasil Evaluasi / Tindak Lanjut |
|---|---|---|
| 1 | Apakah seluruh peserta didik dapat memahami konsep penyamaan penyebut menggunakan KPK melalui media visual Smart TV? | Sebagian besar peserta didik (sekitar 85%) sangat terbantu dengan tampilan visual di Smart TV. Namun, 3 siswa masih membutuhkan bimbingan konkret langsung. |
| 2 | Apakah pemilihan konteks kearifan lokal (olahraga tradisional) meningkatkan motivasi dan kebermaknaan belajar peserta didik? | Konteks olahraga tradisional sangat efektif meningkatkan antusiasme siswa karena relevan dengan pengalaman bermain mereka di sekolah. |
| 3 | Kendala apa yang paling dominan muncul saat proses diskusi kelompok berlangsung? | Beberapa siswa masih terburu-buru mengurangkan angka pembilang sebelum memastikan kedua penyebut benar-benar sudah sama. |
| 4 | Apa langkah perbaikan yang akan dilakukan pada pertemuan pembelajaran berikutnya? | Menambahkan perataan latihan drill singkat mental math untuk menentukan KPK secara cepat sebelum masuk ke operasi pengurangan pecahan campuran. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
| No | Pertanyaan Refleksi | Tanggapan Saya |
|---|---|---|
| 1 | Bagian mana dari pembelajaran matematika hari ini yang paling kamu sukai? | Saat melihat gambar animasi pecahan di Smart TV dan menghitung selisih jarak lompatan teman. |
| 2 | Apakah kamu mengalami kesulitan saat menyamakan penyebut pecahan menggunakan KPK? | Sedikit bingung saat mengubah pecahan campuran menjadi penyebut baru, tapi jadi paham setelah diskusi kelompok. |
| 3 | Apakah kamu sudah bisa menghitung selisih jarak pada masalah sehari-hari secara mandiri? | Ya, saya sudah bisa dan paham mengapa penyebutnya harus disamakan terlebih dahulu. |
| 4 | Apa yang akan kamu lakukan agar bisa berhitung dengan lebih teliti pada pembelajaran berikutnya? | Memeriksa kembali kelipatan angka penyebut dan menghitung ulang hasil pembilangnya dengan cermat. |
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik
Menahami Pengurangan Pecahan Beda Penyebut dan Pecahan Campuran
- Konsep Dasar Pecahan
Pecahan menyatakan bagian dari keseluruhan. Pembilang (angka di atas) menunjukkan berapa banyak bagian yang kita miliki, sedangkan penyebut (angka di bawah) menunjukkan menjadi berapa banyak bagian keseluruhan itu dibagi.
- Mengapa Penyebut Harus Disamakan?
Kita tidak dapat mengurangkan dua benda yang memiliki satuan/ukuran pemotong berbeda. Sebagai contoh, mengurangkan 1/2 meter dengan 1/3 meter secara langsung tidak akurat karena potongannya berbeda ukuran. Oleh karena itu, kita harus membagi kembali potongan-potongan tersebut menjadi ukuran yang sama besarnya. Ukuran baru yang sama ini didapat melalui KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil).
- Langkah Operasi Pengurangan Pecahan Beda Penyebut:
- Langkah A: Cari KPK dari penyebut pecahan-pecahan yang dioperasikan.
- Langkah B: Ubah setiap pecahan menjadi pecahan senilai yang penyebutnya sama dengan KPK tersebut.
- Langkah C: Kurangkan pembilang dengan pembilang, sedangkan penyebutnya tetap sama.
- Langkah D: Sederhanakan hasil akhir jika memungkinkan.
- Penanganan Pecahan Campuran pada Pengurangan:
Pada pecahan campuran (contoh: 3 1/2 - 1 3/4), terdapat dua cara utama:
- Cara 1 (Mengubah ke pecahan biasa): 3 1/2 menjadi 7/2 dan 1 3/4 menjadi 7/4. Kemudian samakan penyebut menjadi 4, sehingga 14/4 - 7/4 = 7/4 = 1 3/4.
- Cara 2 (Pemisahan): Mengurangkan bagian bulat (3 - 1 = 2) dan bagian pecahan (1/2 - 3/4). Karena 1/2 (2/4) lebih kecil dari 3/4, maka dilakukan peminjaman 1 dari bilangan bulat.
GLOSARIUM
- Pecahan: Bilangan yang menyatakan bagian dari suatu keseluruhan, ditulis dalam bentuk a/b dengan a sebagai pembilang dan b sebagai penyebut (b tidak sama dengan 0).
- Pecahan Campuran: Pecahan yang terdiri dari gabungan bilangan bulat dan pecahan biasa (contoh: 2 1/3).
- Pembilang: Angka bagian atas pada pecahan yang menunjukkan jumlah bagian yang diambil atau diperhitungkan.
- Penyebut: Angka bagian bawah pada pecahan yang menunjukkan jumlah total bagian seimbang dalam satu kesatuan utuh.
- KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil): Bilangan kelipatan terkecil yang sama dari dua bilangan atau lebih, digunakan untuk menyamakan penyebut pecahan.
- Scaffolding: Dukungan atau bimbingan bertahap yang diberikan guru kepada peserta didik saat mempelajari konsep baru hingga peserta didik mampu belajar secara mandiri.
DAFTAR PUSTAKA
- Hobri, dkk. (2022). Matematika untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Van de Walle, J. A., Karp, K. S., & Bay-Williams, J. M. (2013). Elementary and Middle School Mathematics: Teaching Developmentally (8th Edition). Pearson.
- Subarinah, S. (2006). Inovasi Pembelajaran Matematika SD. Jakarta: Depdiknas.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Sikap Peserta Didik
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor) | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Bernalar Kritis | Skor 1: Belum mampu mengidentifikasi masalah pecahan. Skor 2: Mengidentifikasi masalah tetapi butuh bantuan penuh untuk KPK. Skor 3: Mengidentifikasi masalah dan menentukan KPK dengan sedikit bantuan. Skor 4: Menganalisis masalah, menentukan KPK, dan menyusun langkah pengurangan secara mandiri dan akurat. | |
| 2 | Gotong Royong | Skor 1: Pasif dan tidak berkontribusi dalam kelompok. Skor 2: Kurang aktif, hanya bekerja jika diminta teman. Skor 3: Aktif berdiskusi dan membantu tugas kelompok. Skor 4: Sangat aktif, memimpin diskusi, dan membantu anggota kelompok yang kesulitan. |
Lembar Observasi KeterampilanUnjuk Kerja / Praktik Kelompok
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor) | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Pengidentifikasian Masalah dan Model Matematika | Skor 1: Tidak menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan. Skor 2: Menuliskan diketahui/ditanyakan namun tidak lengkap. Skor 3: Menuliskan diketahui dan ditanyakan dengan tepat, model kurang tepat. Skor 4: Menuliskan diketahui, ditanyakan, dan membuat model matematika pecahan secara sempurna. | |
| 2 | Ketepatan Penyesuaian Penyebut (KPK) | Skor 1: Tidak menyamakan penyebut sama sekali. Skor 2: Salah menentukan KPK sehingga penyebut tidak sejenis. Skor 3: KPK tepat tetapi ada kekeliruan kecil saat mengonversi pembilang. Skor 4: KPK dan konversi seluruh pecahan tepat dan akurat. | |
| 3 | Keakuratan Operasi Pengurangan dan Hasil Akhir | Skor 1: Pengurangan salah dan hasil akhir tidak sesuai. Skor 2: Langkah tepat tetapi ada kesalahan hitung pada hasil akhir. Skor 3: Perhitungan benar namun hasil belum disederhanakan. Skor 4: Pengurangan benar, perhitungan akurat, dan hasil akhir disederhanakan dengan sempurna. |