IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Penyusun | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Matematika |
| Fase / Kelas | : | C / V (Lima) |
| Semester / Tahun Ajaran | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Materi Pokok | : | Penjumlahan Pecahan |
| Sub Materi | : | Menyamakan Penyebut Menggunakan Konsep KPK |
| Alokasi Waktu | : | 3 x 35 Menit (1 Pertemuan) |
| Target Peserta Didik | : | Peserta Didik Reguler (Visual, Belum Memahami Konsep Beda Penyebut) |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki karakteristik dominan gaya belajar visual. Mereka sangat responsif terhadap tayangan grafis, warna, dan media visual berbasis teknologi seperti Smart TV. Berdasarkan asesmen diagnostik non-kognitif dan kognitif awal, mayoritas peserta didik telah mengenali bentuk pecahan dasar dan konsep KPK angka sederhana, namun belum memahami alur penalaran mengapa pecahan berpenyebut beda tidak dapat langsung dijumlahkan. Peserta didik membutuhkan jembatan visual konkrit-abstrak serta keterkaitan materi dengan kehidupan sehari-hari agar konsep dapat mengendap secara mendalam (Deep Learning).
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik dapat membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran, melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan penyebut berbeda. Peserta didik menerapkan KPK penyebut untuk menyamakan pecahan senilai sebelum dijumlahkan.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan Utama
- Melalui pengamatan tayangan visual interaktif pada Smart TV, peserta didik dapat menganalisis alasan pentingnya menyamakan penyebut pecahan sebelum operasi penjumlahan dengan tepat.
- Melalui diskusi kelompok berbasis masalah kearifan lokal, peserta didik dapat menentukan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari dua penyebut pecahan yang berbeda secara akurat.
- Melalui penugasan berdiferensiasi, peserta didik dapat memecahkan soal penjumlahan dua pecahan dengan penyebut berbeda menggunakan konsep KPK secara terampil dan teliti.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Operasi matematika pada pecahan bukan sekadar perhitungan angka, melainkan representasi penggabungan bagian dari keseluruhan yang bernilai sama. Pemahaman konsep penyamaan penyebut menggunakan KPK sangat krusial dalam kehidupan nyata, seperti pada takaran resep pembuatan kue tradisional khas daerah (misalnya Kue Serabi Wringin Anom), pembagian hasil panen, maupun pembagian warisan secara adil.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Ibu membuat Kue Serabi Wringin Anom. Ibu menggunakan 1/2 kg tepung beras pada adonan pertama dan 1/4 kg tepung beras pada adonan kedua. Mengapa kita tidak bisa langsung menyebut total tepung tersebut sebagai 2/6 kg?
- Bagaimana cara kita menyatukan dua potong bahan yang memiliki ukuran penyebut bagian yang berbeda agar nilainya sebanding?
- Apa peran KPK dalam membantu kita membagi atau menggabungkan pecahan dengan seimbang?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Bergotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok untuk memecahkan masalah penjumlahan pecahan.
- Bernalar Kritis: Menganalisis perubahan nilai pecahan senilai setelah penyebut disamakan menggunakan KPK.
- Mandiri: Menyelesaikan tugas individu sesuai dengan tingkat kemampuannya.
Kompetensi Deep Learning (4C)
- Critical Thinking: Menganalisis kesalahan umum dalam operasi penjumlahan pecahan beda penyebut.
- Collaboration: Berdiskusi membagi peran dalam menyelesaikan LKPD kontekstual.
- Communication: Mempresentasikan hasil pemecahan masalah resep kue tradisional di depan kelas.
- Creativity: Menyusun skema visual KPK dan pecahan senilai pada lembar kerja.
MATERI PEMBELAJARAN
Konsep Dasar
- Penjumlahan pecahan berpenyebut sama: Penjumlahan hanya dilakukan pada pembilang, penyebut tetap.
- Penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda: Harus disamakan terlebih dahulu penyebutnya menggunakan KPK dari kedua penyebut tersebut.
- Menentukan pecahan senilai berdasarkan KPK yang diperoleh.
Prosedur Kerja
- Menentukan KPK dari kedua penyebut.
- Mengubah setiap pecahan menjadi pecahan senilai dengan penyebut baru (KPK).
- Menjumlahkan pembilang dari pecahan yang penyebutnya sudah sama.
- Menyederhanakan hasil penjumlahan jika memungkinkan.
Konteks Lokal
Perhitungan bahan pembuatan Kue Serabi Wringin Anom:
1/2 bagian gula kelapa + 1/3 bagian gula kelapa = ... bagian total gula kelapa.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
| Komponen | Keterangan |
|---|---|
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Pendekatan Pembelajaran | Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning) |
| Metode | Diskusi Kelompok, Pengamatan Visual, Tanya Jawab, Penugasan Berdiferensiasi |
ASESMEN
Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)
Tes singkat 3 soal tentang konsep pecahan senilai dan menentukan KPK dari dua bilangan (diakses visual via Smart TV).
Asesmen Formatif (Selama Pembelajaran)
- Lembar observasi keaktifan diskusi kelompok.
- Unjuk kerja presentasi kelompok.
- Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)
Tes tertulis berupa 3 soal cerita berbasis konteks kearifan lokal dengan tingkat kesulitan berjenjang.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Sikap (Bergotong Royong & Bernalar Kritis)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Bergotong Royong | Skor 4: Sangat aktif bekerjasama, membantu teman sekelompok, dan membagi tugas secara adil. Skor 3: Aktif bekerjasama dan mau membantu teman sekelompok. Skor 2: Cukup aktif namun kurang berkontribusi dalam diskusi kelompok. Skor 1: Pasif dan tidak mau bekerjasama dalam kelompok. | |
| 2 | Bernalar Kritis | Skor 4: Mampu menganalisis masalah, mengajukan pertanyaan kritis, dan menyimpulkan KPK dengan tepat. Skor 3: Mampu menganalisis masalah dan menentukan KPK dengan bantuan minimal. Skor 2: Kurang mampu menganalisis masalah, perlu bimbingan penuh untuk menentukan KPK. Skor 1: Tidak menunjukkan kemampuan bernalar kritis dalam pemecahan masalah. |
Rubrik Pengetahuan & Keterampilan (Pemecahan Masalah Penjumlahan Pecahan)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Menentukan KPK Penyebut | Skor 4: Sangat tepat dan cepat dalam menentukan KPK dari dua penyebut tanpa kesalahan. Skor 3: Tepat dalam menentukan KPK namun memerlukan waktu lebih lama. Skor 2: Terdapat kesalahan kecil dalam menentukan KPK penyebut. Skor 1: Salah total dalam menentukan KPK penyebut. | |
| 2 | Mengubah ke Pecahan Senilai | Skor 4: Mampu mengubah kedua pecahan ke bentuk senilai berbasis KPK dengan sempurna. Skor 3: Mampu mengubah pecahan senilai namun terdapat sedikit kekeliruan perhitungan pada pembilang. Skor 2: Hanya mampu mengubah satu pecahan ke bentuk senilai. Skor 1: Tidak mampu mengubah pecahan menjadi pecahan senilai. | |
| 3 | Operasi Penjumlahan & Hasil | Skor 4: Hasil akhir penjumlahan benar dan مب disederhanakan dengan tepat. Skor 3: Hasil akhir penjumlahan benar namun belum disederhanakan. Skor 2: Operasi penjumlahan salah karena pembilang dan penyebut disatukan langsung. Skor 1: Tidak menyajikan jawaban atau salah secara keseluruhan. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
- Kesadaran Diri & Orientasi (Mindful Learning):
Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa peserta didik, dan mengajak berdoa bersama. Guru meminta peserta didik meletakkan tangan di dada, menarik napas dalam-dalam, dan memfokuskan pikiran pada pembelajaran Matematika hari ini.
- Apersepsi & Keterkaitan (Meaningful Learning):
Guru menayangkan slide interaktif di Smart TV berupa gambar visual pembuatan Kue Serabi Wringin Anom.
Guru memantik ingatan peserta didik: "Anak-anak, siapa yang pernah membantu ibu membuat kue tradisional serabi? Jika kita mencampur 1/2 cangkir santan dengan 1/3 cangkir santan, berapa cangkir total santan kita?"
- Penyampaian Tujuan & Motivasi (Joyful Learning):
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan alur kegiatan. Guru memberikan esensi keberhasilan: "Hari ini kita akan menjadi Ahli Koki Matematika yang jago menghitung bahan kue menggunakan rahasia KPK!"
Kegiatan Inti (50 Menit)
Sintaks 1: Orientasi Peserta Didik pada Masalah (10 Menit)
- Guru menayangkan video animasi visual singkat di Smart TV tentang dua orang anak yang mencoba menjumlahkan 1/4 bagian kue dan 1/2 bagian kue, namun mereka salah karena langsung menjumlahkan menjadi 2/6.
- Peserta didik secara kritis mendiskusikan tanyangan tersebut. Guru memfasilitasi dialog: "Mengapa pembilang dan penyebut tidak boleh langsung dijumlahkan?"
- Guru menunjukkan alat peraga visual potongan kue digital di Smart TV untuk memperlihatkan bahwa pecahan 1/2 setara dengan 2/4.
Sintaks 2: Mengorganisasikan Peserta Didik untuk Belajar (5 Menit)
- Guru membagi peserta didik menjadi 4 kelompok heterogen berdasarkan hasil tes diagnostik awal.
- Guru membagikan LKPD yang berisi permasalahan perhitungan bahan resep Kue Serabi Wringin Anom.
- Guru menjelaskan alur penugasan berdiferensiasi proses sesuai tingkat kesiapan belajar kelompok.
Sintaks 3: Membimbing Penyelidikan Individu maupun Kelompok (20 Menit)
- Kelompok melakukan penyelidikan bersama untuk menemukan KPK dari penyebut pecahan dalam resep kue.
- Penerapan Strategi Diferensiasi Proses:
Kelompok Dasar: Mendapatkan bantuan kartu visual kelipatan angka penyebut sederhana (penyebut 2, 3, 4).
Kelompok Sedang: Mendapatkan panduan LKPD bergambar dengan penyebut angka sedang (penyebut 4, 6, 8).
Kelompok Mahir: Mendapatkan tantangan menyelesaikan penjumlahan pecahan 3 bahan resep sekaligus atau penyebut angka lebih besar (penyebut 6, 9, 12).
- Guru berkeliling memberikan scaffolding (bimbingan berpola) terutama pada Kelompok Dasar, memastikan setiap peserta didik paham mengapa penyebut harus disamakan terlebih dahulu.
Sintaks 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya (10 Menit)
- Setiap kelompok menuliskan langkah penyelesaian masalah pada LKPD visual yang disajikan bentuk papan koki.
- Salah satu perwakilan kelompok maju mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas dengan memanfaatkan Smart TV/papan peraga visual.
- Kelompok lain memberikan tanggapan dan masukan santun.
Sintaks 5: Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah (5 Menit)
- Guru bersama peserta didik merangkum langkah pasti menjumlahkan pecahan beda penyebut:
Langkah 1: Cari KPK penyebut.
Langkah 2: Ubah pecahan menjadi pecahan senilai.
Langkah 3: Jumlahkan pembilangnya saja.
- Guru memberikan apresiasi (tepuk koki cerdas) kepada seluruh kelompok atas kolaborasi yang baik.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
- Evaluasi Mandiri: Peserta didik mengerjakan 3 soal asesmen sumatif singkat secara mandiri.
- Refleksi Pembelajaran (Mindful & Meaningful): Guru mengajak peserta didik merenungkan apa yang dipelajari hari ini dan bagaimana perasaan mereka.
- Tindak Lanjut & Penutup: Guru menyampaikan topik pembelajaran berikutnya (pengurangan pecahan) dan menutup kelas dengan doa bersama serta salam.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
| Dimensi Deep Learning | Penerapan dalam Pembelajaran |
|---|---|
| Mindful Learning (Belajar Sadar) | Peserta didik diajak melakukan teknik pernapasan di awal pembelajaran untuk fokus, menyadari bahwa setiap bagian pecahan memiliki nilai riil yang presisi dan tidak bisa asal dijumlahkan tanpa kesamaan basis. |
| Meaningful Learning (Belajar Bermakna) | Penggunaan topik resep pembuatan Kue Serabi Wringin Anom membuat peserta didik paham bahwa matematika bermanfaat langsung dalam kegiatan memasak dan budaya lokal mereka. |
| Joyful Learning (Belajar Menyenangkan) | Pembelajaran memanfaatkan animasi interaktif di Smart TV, permainan peran sebagai "Koki Matematika", serta apresiasi kelompok yang menciptakan suasana belajar positif dan tanpa rasa takut gagal. |
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Proses (Berdasarkan Kesiapan Belajar)
| Kelompok | Character / Level | Bentuk Pendampingan & Tugas |
|---|---|---|
| Kelompok A (Dasar) | Belum memahami KPK dan pecahan senilai | Diberikan bantuan alat peraga kartu angka kelipatan visual. Pembimbingan penuh oleh guru (direct instruction) dengan soal angka penyebut kecil (misal: 1/2 + 1/4). |
| Kelompok B (Sedang) | Memahami KPK sederhana, masih ragu pecahan senilai | Diberikan panduan LKPD berseri dengan petunjuk alur bertahap. Guru memberikan bimbingan berkala (scaffolding) dengan soal angka penyebut sedang (misal: 1/3 + 2/5). |
| Kelompok C (Mahir) | Sangat paham KPK dan pecahan senilai | Diberikan lembar kerja mandiri tingkat lanjut berupa soal cerita kompleks kearifan lokal (misal: penjumlahan 3 pecahan bahan kue: 1/4 + 1/6 + 1/3). |
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
- Smart TV: Menampilkan slide presentasi interaktif, tayangan animasi pecahan, dan media peraga visual digital.
- Laptop: Media pengoperasian bahan ajar digital dan aplikasi papan tulis interaktif.
- Internet: Mengakses platform sumber belajar animasi matematika konkrit dan pencarian resep tradisional secara online.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
- Media Visual:
Slide PowerPoint Interaktif.
Video Animasi "Petualangan Koki Pecahan".
Kartu Angka KPK dan Batang Pecahan Warna-Warni.
- Sumber Belajar:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Buku Panduan Guru & Siswa Matematika Kelas V SD.
Resep Tradisional Pembuatan Kue Serabi Wringin Anom.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Peserta Didik / Kelompok | ..................................................... |
| Kelas / Fase | V (Lima) / Fase C |
| No. Absen | ..................................................... |
| Tanggal | ..................................................... |
| Topik / Materi | Menjumlahkan Pecahan Beda Penyebut (Resep Serabi) |
Petualangan Koki Serabi Wringin Anom
Masalah 1: Mengaduk Tepung Beras
Ibu Koki di SDN 1 Wringin Anom ingin membuat adonan Kue Serabi. Pada mangkuk A, Ibu memasukkan 1/3 kg tepung beras. Pada mangkuk B, Ibu memasukkan 1/2 kg tepung beras. Berapa total tepung beras yang digunakan Ibu?
Petunjuk Penyelesaian:
- Tentukan penyebut dari kedua pecahan: Penyebut 1 = ...... , Penyebut 2 = ......
- Cari KPK dari kedua penyebut tersebut:
Kelipatan 3 = ....., ....., ....., .....
Kelipatan 2 = ....., ....., ....., .....
KPK = ......
- Ubah kedua pecahan menjadi pecahan senilai dengan penyebut KPK:
1/3 = ...... / ......
1/2 = ...... / ......
- Jumlahkan kedua pecahan tersebut:
...... / ...... + ...... / ...... = ...... / ......
- Kesimpulan: Total tepung beras yang digunakan Ibu adalah ...... kg.
Masalah 2: Pencampuran Santan (Tantangan Kelompok)
Ibu memerlukan 1/4 liter santan kental dan 3/8 liter santan encer. Berapa liter total santan yang diperlukan Ibu Koki? Tuliskan langkah penemuan KPK dan perhitunganmu pada kotak di bawah ini!
[ Kotak Area Kerja Peserta Didik ]
REMEDIAL
Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran (skor asesmen sumatif < 70):
- Pendampingan individu secara khusus dengan bimbingan tutor sebaya atau guru.
- Penggunaan media konkrit konkret berupa potongan kertas lipat (origami) untuk memperlihatkan secara langsung konsep 1/2 setara dengan 2/4.
- Pemberian 3 soal latihan dasar penjumlahan pecahan dengan angka penyebut 2, 4, dan 8.
PENGAYAAN
Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran dengan sangat baik (skor asesmen sumatif >= 90):
- Diberikan peran sebagai "Ketua Koki Tutor Sebaya" untuk membantu mendampingi teman di kelompok dasar.
- Diberikan soal pengayaan tingkat tinggi (HOTS): "Ibu memiliki 3/4 kg gula pasir. Ibu menggunakan 1/3 kg untuk adonan kue serabi dan 1/6 kg untuk kuah kinca. Berapa total gula yang telah digunakan Ibu? Berapa sisa gula pasir Ibu sekarang?"
REFLEKSI GURU
| No | Pertanyaan Refleksi | Hasil Evaluasi / Catatan Guru |
|---|---|---|
| 1 | Apakah seluruh peserta didik telah memahami konsep menyamakan penyebut pecahan menggunakan KPK? | Sebagian besar peserta didik (sekitar 85%) sudah memahami konsep dasar melalui bantuan tayangan visual di Smart TV dan LKPD kontekstual. |
| 2 | Kendala apa yang paling dominan ditemukan saat proses pembelajaran berlangsung? | Beberapa peserta didik pada kelompok dasar masih memerlukan waktu agak lama dalam menghitung KPK dari angka yang tidak familiar. |
| 3 | Apakah strategi diferensiasi proses yang diterapkan sudah berjalan efektif? | Efektif. Pengelompokan berdasarkan kesiapan belajar membuat kelas lebih kondusif dan kelompok dasar tidak merasa tertinggal. |
| 4 | Langkah perbaikan apa yang akan dilakukan untuk pembelajaran pada pertemuan berikutnya? | Menambahkan variasi alat peraga manipulatif beraneka warna dan melatih lebih banyak kelipatan persekutuan dasar sebelum masuk materi pengurangan. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
| No | Pertanyaan Refleksi | Jawaban Peserta Didik (Isi sesuai perasaanmu) |
|---|---|---|
| 1 | Bagian mana dari kegiatan belajar hari ini yang paling kamu sukai? | Saat melihat tayangan animasi koki kue di Smart TV dan berdiskusi kelompok. |
| 2 | Apakah kamu sudah paham mengapa penyebut pecahan harus disamakan terlebih dahulu pakai KPK sebelum dijumlahkan? | Ya, saya sudah paham. Jika penyebutnya beda, ukuran bagian pecahannya belum sama sehingga tidak bisa langsung ditambah. |
| 3 | Apa yang akan kamu lakukan jika menemukan soal penjumlahan pecahan yang penyebutnya berbeda? | Mencari KPK penyebutnya dulu, mengubah pecahan jadi senilai, baru menjumlahkan pembilangnya. |
| 4 | Bagaimana perasaanmu setelah belajar matematika hari ini? | Sangat senang dan merasa lebih percaya diri menghitung pecahan. |
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Guru
- Konsep Dasar Pembelajaran Pecahan Sekolah Dasar: Menekankan pemahaman konseptual sebelum prosedural. Hindari langsung mengajarkan rumus "kali silang" tanpa pemahaman makna visual pecahan senilai dan KPK.
- Pendekatan Deep Learning dalam Matematika: Mengintegrasikan Mindful Learning (fokus dan kesadaran konsep), Meaningful Learning (koneksi konteks lokal), serta Joyful Learning (media interaktif) untuk ingatan jangka panjang.
Bahan Bacaan Peserta Didik
- Komik Matematika Cerdas: "Rahasia Koki Serabi dan Angka Ajaib KPK".
- Ringkasan Materi:
Ingat Rumus 3-S (Samakan, Senilaikan, Selesaikan)!
S-1: Samakan penyebutnya menggunakan KPK.
S-2: Senilaikan pembilangnya mengikuti perubahan penyebut.
S-3: Selesaikan penjumlahan pembilangnya (penyebut tetap!).
GLOSARIUM
- KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil): Bilangan kelipatan terkecil yang sama dari dua bilangan atau lebih.
- Pecahan Senilai: Pecahan-pecahan yang memiliki nilai sama meskipun dituliskan dalam bentuk pembilang dan penyebut yang berbeda.
- Penyebut: Bilangan yang berada di bagian bawah pada bentuk pecahan yang menunjukkan jumlah total bagian yang sama dari satu keseluruhan.
- Pembilang: Bilangan yang berada di bagian atas pada bentuk pecahan yang menunjukkan berapa banyak bagian yang diambil atau diperhitungkan.
- Smart TV: Televisi pintar interaktif yang digunakan sebagai media penayangan materi visual dan animasi pembelajaran di kelas.
DAFTAR PUSTAKA
- Hobri, dkk. (2022). Matematika untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Van de Walle, J. A. (2008). Matematika Sekolah Dasar dan Menengah: Pengembangan Pengajaran. Jakarta: Erlangga.
- Zubaedi. (2011). Desain Pendidikan Karakter: Konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Keterampilan Proses Pembelajaran Group Work
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Identifikasi Masalah Pecahan | Skor 4: Mampu mengidentifikasi penyebut beda dan memilih metode KPK secara mandiri dan tepat. Skor 3: Mampu mengidentifikasi penyebut beda dan memilih metode KPK dengan sedikit petunjuk. Skor 2: Mengidentifikasi penyebut beda namun bingung menentukan langkah KPK. Skor 1: Tidak mampu mengidentifikasi masalah pada pecahan beda penyebut. | |
| 2 | Kemampuan Menemukan KPK | Skor 4: Menuliskan deretan kelipatan dengan lengkap dan menemukan KPK yang benar 100%. Skor 3: Menuliskan kelipatan dengan benar namun ada sedikit kesalahan kecermatan hitung. Skor 2: Hanya mampu menuliskan kelipatan satu bilangan, KPK salah. Skor 1: Tidak menuliskan kelipatan dan tidak menemukan KPK. | |
| 3 | Transformatif Pecahan Senilai | Skor 4: Mengubah semua pecahan ke bentuk senilai berbasis KPK dengan tepat dan rapi. Skor 3: Mengubah pecahan ke bentuk senilai tetapi terdapat kesalahan kecil pada satu pembilang. Skor 2: Mengubah penyebut tetapi lupa mengalikan pembilangnya (pembilang tetap). Skor 1: Tidak melakukan proses pengubahan ke pecahan senilai. | |
| 4 | Komunikasi Presentasi Visual | Skor 4: Menyampaikan hasil kerja dengan percaya diri, bahasa runtut, dan memanfaatkan media visual dengan efektif. Skor 3: Menyampaikan hasil kerja dengan baik namun kurang memanfaatkan media visual. Skor 2: Menyampaikan hasil kerja dengan ragu-ragu dan membaca seluruh teks. Skor 1: Tidak berani tampil mempresentasikan hasil kerja kelompok. |