Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Fase : V (Lima) / C
Semester / T.A. : Ganjil / 2026/2027
Materi / Topik : Menjumlahkan dua atau lebih pecahan yang memiliki penyebut sama secara langsung pada pembilangnya
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 Pertemuan / 105 menit)

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Kesiapan Belajar dan Karakteristik Peserta Didik

Sembilan puluh persen peserta didik di kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki gaya belajar visual yang sangat aktif. Peserta didik menyukai media berupa visualisasi warna, gambar interaktif, dan media konkret yang dapat disentuh atau dilipat. Namun demikian, berdasarkan hasil asesmen awal, peserta didik belum memahami secara mendalam alasan konseptual mengapa pada penjumlahan pecahan berpenyebut sama, hanya bagian pembilang yang dijumlahkan sedangkan penyebutnya tetap. Sebagian besar peserta didik masih cenderung menjumlahkan pembilang sekaligus penyebutnya.

Kebutuhan Pembelajaran

Diperlukan pendekatan pembelajaran konkrit melalui Hands-on Learning menggunakan lipatan kertas berwarna dan arsiran, yang didukung oleh media visual interaktif berbasis teknologi (Smart TV). Selain itu, pengaitkan konsep dengan kearifan lokal berupa pembagian porsi kuliner khas daerah Wringin Anom akan memberikan makna kontekstual yang kuat sehingga peserta didik paham secara mendalam (Deep Learning), bukan sekadar menghafal rumus prosedural.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik dapat membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran, melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan penyebut sama, serta menyederhanakan hasil operasi pecahan tersebut ke dalam bentuk paling sederhana.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Tujuan Utama

Melalui kegiatan eksperimen manipulatif (Hands-on Learning) dengan lipatan kertas dan tayangan visual interaktif di Smart TV, peserta didik mampu menjumlahkan dua atau lebih pecahan berpenyebut sama secara langsung pada pembilangnya dengan benar.

Indikator Pencapaian Tujuan Pembelajaran (IPTP)

  1. Peserta didik dapat memvisualisasikan penjumlahan dua atau lebih pecahan berpenyebut sama menggunakan media lipatan kertas dan arsiran warna secara tepat.
  2. Peserta didik dapat mengoperasikan penjumlahan dua atau lebih pecahan berpenyebut sama dengan cara menjumlahkan pembilangnya dan mempertahankan penyebutnya secara akurat.
  3. Peserta didik dapat menyederhanakan hasil penjumlahan pecahan berpenyebut sama menjadi bentuk yang paling sederhana dengan teliti.
  4. Peserta didik dapat memecahkan masalah kontekstual sehari-hari yang berkaitan dengan penjumlahan pecahan berpenyebut sama berbasis kearifan lokal kuliner daerah secara sistematis.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Menjumlahkan pecahan berpenyebut sama pada hakikatnya adalah menggabungkan sejumlah bagian-bagian kecil yang berukuran sama dari satu kesatuan utuh. Dalam kehidupan nyata, seperti saat kita membagi porsi makanan atau kuliner khas daerah, penyebut mewakili ukuran potongan kue/makanan (seberapa banyak makanan dipotong), sedangkan pembilang mewakili banyaknya potongan yang diambil. Oleh karena itu, ketika kita menggabungkan potongan-potongan yang ukurannya sudah sama, yang bertambah hanyalah jumlah potongannya (pembilang), sedangkan ukuran potongannya (penyebut) tidak berubah.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika ibu membeli 1 loyang kue khas Wringin Anom yang sudah dipotong menjadi 8 bagian sama besar, lalu Kakak mengambil 2 potong dan Adik mengambil 3 potong, berapa bagian kue yang sudah dimakan dari keseluruhan loyang?
  2. Mengapa ketika kita menggabungkan 2/8 bagian kue dan 3/8 bagian kue, hasilnya menjadi 5/8 bagian dan bukan 5/16 bagian? Apa yang terjadi jika penyebutnya ikut kita jumlahkan?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  1. Bernalar Kritis: Menganalisis dan membuktikan alasan matematis mengapa penyebut pada pecahan sejenis tidak ikut dijumlahkan melalui eksplorasi visual.
  2. Gotong Royong: Bekerja sama secara kolaboratif dalam kelompok saat melakukan aktivitas hands-on lipatan kertas dan menyelesaikan lembar kerja.
  3. Kreatif: Menggambarkan dan mengarsir model-model pecahan secara bervariasi untuk menunjukkan kombinasi penjumlahan pecahan.

Kompetensi Matematika (Deep Learning)

  1. Pemahaman Konseptual Mendalam (Conceptual Understanding): Memahami makna penyebut dan pembilang dalam operasi penjumlahan.
  2. Kelancaran Prosedural (Procedural Fluency): Terampil menghitung penjumlahan pembilang dan menyederhanakan pecahan.
  3. Penalaran dan Komunikasi Matematis (Reasoning and Communication): Mampu menjelaskan alasan matematika di balik hasil kerja kelompok secara lisan dan tertulis.

MATERI PEMBELAJARAN

Konsep Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Sama

Secara umum, operasi penjumlahan pecahan dengan penyebut yang sama dapat dirumuskan sebagai berikut:

a/c + b/c = (a + b) / c, dengan syarat c tidak sama dengan 0.

Pembilang (a dan b) menunjukkan berapa banyak bagian yang diperhitungkan. Penyebut (c) menunjukkan nama ukuran bagian dari satu kesatuan utuh. Karena ukuran bagiannya sudah sejenis (penyebut sama), maka kita hanya perlu menambahkan banyaknya bagian tersebut (pembilang).

Menyederhanakan Hasil Penjumlahan

Hasil penjumlahan pecahan yang berbentuk a/c harus diperiksa apakah masih dapat disederhanakan. Cara menyederhanakannya adalah dengan membagi pembilang dan penyebut menggunakan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari kedua bilangan tersebut hingga tidak dapat dibagi lagi oleh bilangan bulat selain 1.

Contoh: 2/8 + 2/8 = 4/8. FPB dari 4 dan 8 adalah 4. Maka (4:4) / (8:4) = 1/2.

Konteks Kearifan Lokal

Pembagian porsi makanan khas daerah Wringin Anom (seperti kue tradisional loyangan atau tumpeng mini khas daerah) yang dipotong menjadi pecahan-pecahan sama besar dijadikan basis studi kasus nyata dalam soal kontekstual.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran

Hands-on Learning (Pembelajaran Berbasis Praktik Manipulatif Konkret).

Pendekatan Pembelajaran

Deep Learning dengan 3 Pilar Utama:

  1. Mindful Learning: Peserta didik sadar penuh memperhatikan pergerakan luas daerah arsiran saat melipat kertas.
  2. Meaningful Learning: Peserta didik menghubungkan konsep pecahan dengan pembagian kuliner khas daerah secara nyata.
  3. Joyful Learning: Pembelajaran interaktif berbasis eksperimen warna dan tampilan Smart TV yang menyenangkan.

Metode Pembelajaran

Eksperimen lipat kertas, diskusi kelompok, tanya jawab visual, presentasi, dan penugasan individual.

ASESMEN

Asesmen Awal (Diagnostik)

Tes lisan dan tebak gambar visual interaktif melalui Smart TV mengenai pengenalan nilai pecahan (pembilang dan penyebut) untuk memetakan kesiapan peserta didik.

Asesmen Proses (Formatif)

  1. Lembar Observasi Kinerja Praktik Hands-on (melipat dan mengarsir kertas).
  2. Assessment for Learning: Diskusi kelompok dan penyelesaian Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).

Asesmen Akhir (Sumatif)

Tes tertulis individu berupa 3 soal cerita dan pengoperasian penjumlahan pecahan berpenyebut sama beserta penyederhanaannya.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Kinerja Praktik Hands-on (Proses)

Aspek yang DinilaiSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Ketepatan Melipat KertasKertas dilipat menjadi bagian yang presisi dan sama besar sesuai nilai penyebut tanpa bantuan.Kertas dilipat menjadi bagian yang cukup presisi dengan sedikit bantuan.Lipatan kertas kurang presisi sehingga ukuran tiap bagian tidak sama besar.Tidak mampu melipat kertas menjadi bagian-bagian yang sama besar.
Ketepatan Mengarsir Model PecahanMengarsir daerah pembilang 1 dan pembilang 2 menggunakan warna berbeda dengan sangat tepat.Mengarsir daerah pembilang 1 dan pembilang 2 dengan tepat namun kurang rapi.Mengarsir daerah pecahan tetapi terdapat kekeliruan jumlah kotak yang diarsir.Salah dalam mengarsir jumlah kotak pembilang.
Penarikan Kesimpulan KonsepMampu menjelaskan dengan kalimat sendiri bahwa penyebut tetap karena ukuran bagian tidak berubah.Mampu menjelaskan bahwa penyebut tetap tetapi masih canggung dalam merangkai alasan.Mengetahui penyebut tetap tetapi tidak tahu alasan konsepnya.Menganggap penyebut harus ikut dijumlahkan.

Rubrik Penilaian Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD Kelompok)

Aspek yang DinilaiSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Pengoperasian PenjumlahanSeluruh soal penjumlahan pecahan berpenyebut sama dijawab benar (100%).Sebagian besar soal (75%-89%) dijawab dengan benar.Separuh soal (50%-74%) dijawab dengan benar.Kurang dari 50% soal dijawab dengan benar.
Penyederhanaan HasilSeluruh hasil penjumlahan disederhanakan ke bentuk paling sederhana secara tepat.Sebagian besar hasil penjumlahan disederhanakan dengan benar.Menyederhanakan pecahan tetapi hasilnya belum paling sederhana.Tidak melakukan penyederhanaan hasil pecahan.
Kerjasama KelompokSeluruh anggota kelompok aktif berdiskusi dan berbagi peran secara merata.Mayoritas anggota kelompok aktif berdiskusi.Hanya 1-2 anggota kelompok yang mendominasi pekerjaan.Anggota kelompok tidak bekerjasama dan pasif.

Rubrik Penilaian Asesmen Sumatif (Individu)

Aspek yang DinilaiSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Pemecahan Masalah KontekstualLangkah penyelesaian sistematis, operasi pecahan tepat, dan jawaban akhir benar.Langkah penyelesaian ada, operasi pecahan tepat, tetapi ada sedikit kekeliruan hitung.Menuliskan jawaban akhir tanpa menuliskan langkah pengoperasian.Tidak mampu memahami soal dan jawaban salah total.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Alokasi Waktu Keseluruhan

3 x 35 menit (105 menit)

Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)

  1. Pengondisian Kelas (Mindful Learning): Guru membuka pembelajaran dengan salam hangat, berdoa bersama, mengecek kehadiran, dan mengajak peserta didik melakukan latihan napas pendek (3 detik tarik napas, 3 detik hembuskan) untuk memfokuskan pikiran.
  2. Apersepsi Visual: Guru menyalakan Smart TV dan menampilkan gambar visual penuh warna dari kue khas Wringin Anom yang dipotong menjadi 8 bagian sama rata.
  3. Pertanyaan Pemantik: Guru bertanya kepada kelas, "Anak-anak, jika ibu mengambil 2 potong kue berukuran 1/8 ini, lalu memberikan lagi 3 potong kue berukuran 1/8 kepada kalian, berapa potong kue yang ada di piring kalian sekarang?"
  4. Penyampaian Tujuan: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar menjumlahkan pecahan berpenyebut sama menggunakan kertas lipat warna-warni dan menyederhanakan hasilnya.

Kegiatan Inti (75 Menit)

Momen 1: Orientasi Konseptual Interaktif (15 Menit - Meaningful & Mindful Learning)

  1. Guru menampilkan simulasi interaktif pecahan pada Smart TV yang memperlihatkan batang pecahan 1/6, 2/6, dan 3/6.
  2. Guru menunjukkan demonstrasi fisik secara kasat mata: menggabungkan 1/6 batang pecahan dengan 2/6 batang pecahan pada Smart TV.
  3. Peserta didik diajak mengamati: "Perhatikan, apakah ukuran kotak pecahan kita berubah? Tidak, tetap 1/6-an. Yang bertambah hanya jumlah kotaknya, dari 1 kotak menjadi 3 kotak (3/6)."
  4. Guru mempertegas konsep: "Itulah alasan mengapa pada pecahan berpenyebut sama, penyebutnya tidak boleh dijumlahkan, karena penyebut menunjukkan ukuran potongan!"

Momen 2: Eksperimen Hands-on Learning Kelompok (25 Menit - Joyful & Active Learning)

  1. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok heterogen (setiap kelompok terdiri dari 4-5 peserta didik).
  2. Setiap kelompok menerima alat dan bahan hands-on: 4 lembar kertas origami persegi berwarna terpotong rata, krayon/pensil warna, dan penggaris.
  3. Instruksi Eksperimen 1:
  • Peserta didik diminta melipat 1 lembar kertas origami menjadi 8 bagian sama besar secara presisi.
  • Peserta didik mengarsir 2 bagian menggunakan krayon MERAH (menyimbolkan 2/8).
  • Peserta didik mengarsir 3 bagian di sebelahnya menggunakan krayon BIRU (menyimbolkan 3/8).
  • Peserta didik menghitung total kotak yang terarsir (2 + 3 = 5 kotak dari total 8 kotak, sehingga hasilnya 5/8).
  1. Instruksi Eksperimen 2 (Menyederhanakan Hasil):
  • Peserta didik melipat kertas origami kedua menjadi 6 bagian sama besar.
  • Mengarsir 1 bagian dengan warna KUNING (1/6) dan 3 bagian dengan warna HIJAU (3/6).
  • Menghitung total arsiran: 1/6 + 3/6 = 4/6.
  • Guru membimbing peserta didik membuktikan visual penyederhanaan: "Coba lipat lagi kertas tersebut menjadi 3 bagian besar. 4/6 daerah tadi ternyata besarnya sama persis dengan 2/3!"

Momen 3: Penyelesaian Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Kontekstual Lokal (20 Menit)

  1. Guru membagikan LKPD yang memuat soal-soal eksplorasi penjumlahan pecahan berkonteks pembagian kuliner lokal Wringin Anom.
  2. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk memecahkan masalah kontekstual pada LKPD menggunakan bantuan model lipatan kertas yang telah dibuat.
  3. Guru berkeliling memberikan bimbingan terdiferensiasi sesuai tingkat kesiapan peserta didik.

Momen 4: Presentasi dan Verifikasi Visual (15 Menit)

  1. Dua kelompok perwakilan maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil karya lipatan kertas dan jawaban LKPD di bawah sorotan kamera/Smart TV.
  2. Kelompok lain memberikan tanggapan dan mencocokkan hasil lipatan kertas mereka.
  3. Guru memberikan penguatan positif dan mengonfirmasi kebenaran konsep matematis.

Kegiatan Penutup (15 Menit)

  1. Rangkuman dan Sintesis: Guru bersama peserta didik merangkum poin penting: "Penjumlahan pecahan berpenyebut sama dilakukan dengan menjumlahkan pembilangnya saja, sedangkan penyebutnya tetap. Setelah itu, cek apakah hasilnya dapat disederhanakan."
  2. Asesmen Sumatif Mandiri: Peserta didik mengerjakan 3 soal tes sumatif singkat secara mandiri untuk mengukur pemahaman individu.
  3. Refleksi Pembelajaran: Peserta didik menyampaikan perasaan dan pengalaman belajar hari ini (Joyful Learning).
  4. Tindak Lanjut dan Doa Penutup: Guru memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh siswa dan menutup pembelajaran dengan doa bersama.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning (Belajar Penuh Kesadaran)

Peserta didik secara sadar diajak mengamati secara fisik perubahan area yang diarsir pada kertas lipat. Peserta didik melatih fokus dan ketelitian saat melipat kertas agar menghasilkan potongan yang sama besar, sehingga menyadari secara mendalam arti dari "penyebut yang sama".

Meaningful Learning (Belajar Bermakna)

Pembelajaran dihubungkan langsung dengan pengalaman hidup peserta didik dalam membagi makanan khas daerah Wringin Anom. Hal ini mengubah pandangan peserta didik bahwa pecahan bukan sekadar simbol angka yang rumit, melainkan alat ukur yang nyata dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Joyful Learning (Belajar Menyenangkan)

Penggunaan kertas lipat warna-warni (origami), kebebasan mewarnai dengan krayon, penggunaan media Smart TV yang interaktif, serta dinamika kerja kelompok yang kolaboratif menciptakan atmosfer belajar yang bebas dari rasa cemas dan penuh keceriaan.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Proses (Berdasarkan Kesiapan Belajar)

  1. Kelompok Perlu Bimbingan Khusus (Belum Memahami): Diberikan kertas yang sudah memiliki garis cetak pembagi (bantu lipat) dan dibimbing secara langsung oleh guru tahap demi tahap dalam menghitung kotak arsiran serta melakukan penjumlahan.
  2. Kelompok Reguler (Mulai Memahami): Diberikan kertas polos untuk dilipat secara mandiri sesuai instruksi LKPD dan mengarsirnya dengan dua warna krayon.
  3. Kelompok Mahir (Sangat Memahami): Diberikan tantangan menjumlahkan tiga pecahan berpenyebut sama sekaligus (misalnya: 1/12 + 3/12 + 2/12) dan diminta langsung menemukan bentuk sederhananya tanpa perlu melipat kertas.

Diferensiasi Konten / Kearifan Lokal

Narasi masalah pada LKPD disesuaikan dengan jenis kuliner khas lokal yang dikenal peserta didik di lingkungan SD Negeri 1 Wringin Anom, seperti Kue Tradisional Loyang dan Nasi Sodak/Porsi Syukuran Lokal.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

Smart TV

Digunakan sebagai sarana penayangan animasi visual pecahan interaktif, pemutaran video pengenalan kuliner daerah, dan media proyeksi untuk memamerkan hasil lipatan kertas peserta didik di depan kelas secara jelas.

Laptop & Internet

Digunakan oleh guru untuk mengoperasikan aplikasi simulasi matematika digital (seperti GeoGebra/PhET Interactive Simulations - Fraction Addition) yang dihubungkan ke Smart TV untuk memberikan visualisasi dinamis saat apersepsi dan penguatan.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media Pembelajaran

  1. Kertas Origami warna-warni (merah, kuning, hijau, biru).
  2. Krayon dan pensil warna.
  3. Smart TV dan Laptop.
  4. Alat peraga papan pecahan visual.

Sumber Belajar

  1. Buku Siswa Matematika SD Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
  2. Modul Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia (PMRI).
  3. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Kearifan Lokal Wringin Anom.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Identitas Peserta Didik

LabelIsi
Nama Kelompok[ Isikan nama kelompok ]
Nama Anggota1. .................................................
2. .................................................
3. .................................................
4. .................................................
Kelas / SemesterV (Lima) / Ganjil
Tanggal[ Isikan tanggal pelaksanaan ]

Judul LKPD

Eksplorasi Penjumlahan Pecahan dan Kuliner Wringin Anom

Tujuan Aktivitas

  1. Membuktikan penjumlahan pecahan berpenyebut sama melalui media lipat kertas.
  2. Menyelesaikan masalah penjumlahan pecahan kontekstual dan menyederhanakan hasilnya.

Alat dan Bahan

  1. 2 lembar kertas origami.
  2. Krayon 2 warna berbeda.
  3. Penggaris dan alat tulis.

Langkah Kerja Eksperimen Hands-on

Aktivitas 1: Menjumlahkan Pecahan

  1. Ambil 1 lembar kertas origami. Lipatlah menjadi 8 bagian yang sama besar!
  2. Arsirlah 2 bagian lipatan menggunakan KRAYON MERAH. Tuliskan nilai pecahannya: [ .... / .... ]
  3. Arsirlah 4 bagian lipatan di sebelahnya menggunakan KRAYON BIRU. Tuliskan nilai pecahannya: [ .... / .... ]
  4. Hitunglah seluruh bagian kotak yang diarsir (MERAH + BIRU)!

Total kotak terarsir = .... bagian dari seluruh 8 bagian.

  1. Tuliskan kalimat matematikanya:

[ .... / 8 ] + [ .... / 8 ] = [ .... / 8 ]

  1. Apakah angka penyebut (8) berubah? Mengapa demikian? Jelaskan kesimpulan kelompokmu!

Jawab: ..................................................................................................................................

Aktivitas 2: Menyederhanakan Hasil Penjumlahan Kuliner Lokal

Kasus: Pada acara tumpengan khas Wringin Anom, Ibu memotong 1 loyang kue tradisional menjadi 12 bagian sama besar.

  • Ali mengambil 3/12 bagian kue.
  • Siti mengambil 3/12 bagian kue.
  • Budi mengambil 2/12 bagian kue.
  1. Tuliskan bentuk penjumlahan pecahannya:

[ .... / 12 ] + [ .... / 12 ] + [ .... / 12 ] = [ .... / 12 ]

  1. Sederhanakan hasil pecahan di atas hingga bentuk paling sederhana!
  • Cari FPB dari pembilang dan penyebut hasil di atas. FPB = ....
  • Bagilah pembilang dan penyebut dengan FPB tersebut:

( .... : .... ) / ( .... : .... ) = [ .... / .... ]

  1. Kesimpulan: Jumlah seluruh kue yang diambil Ali, Siti, dan Budi adalah [ .... / .... ] bagian loyang.

REMEDIAL

Sasaran

Peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (nilai asesmen sumatif di bawah kriteria).

Bentuk Kegiatan Remedial

  1. Pendampingan Bimbingan Perorangan (One-on-One): Guru membimbing peserta didik menggunakan media papan pecahan kayu/plastik dengan penyebut yang lebih kecil (penyebut 2 dan 4).
  2. Latihan Praktik Ulang: Peserta didik melakukan kembali praktik melipat kertas sederhana untuk kasus penjumlahan 1/4 + 2/4 = 3/4 hingga benar-benar memahami bahwa angka 4 tidak dijumlahkan menjadi 8.
  3. Pemberian Soal Latihan Terbimbing (3 Soal Sederhana).

PENGAYAAN

Sasaran

Peserta didik yang telah melampaui Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran dengan nilai sangat baik.

Bentuk Kegiatan Pengayaan

  1. Penyelesaian Masalah Tingkat Tinggi (HOTS): Peserta didik diberikan tantangan menyelesaikan soal cerita penjumlahan 3 pecahan berpenyebut sama yang hasilnya berupa pecahan tidak sejati (pembilang lebih besar dari penyebut) dan diminta mengubahnya menjadi pecahan campuran.

Contoh Soal Pengayaan: Ibu membagi kue menjadi 10 bagian. Kelompok A mengambil 4/10 bagian, Kelompok B mengambil 5/10 bagian, dan Kelompok C mengambil 3/10 bagian. Berapa total kue yang diambil? Nyatakan dalam bentuk pecahan campuran dan sederhana!

  1. Peran Tutur Sebaya: Peserta didik mahir menjadi pendamping/tutor bagi teman kelompoknya yang membutuhkan bantuan.

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan RefleksiHasil Evaluasi Guru
1Apakah seluruh peserta didik dapat memahami konsep bahwa penyebut tidak dijumlahkan melalui kegiatan hands-on lipatan kertas?Mayoritas peserta didik (sekitar 85%) mampu memahami konsep secara visual bahwa penyebut menunjukkan ukuran potongan sehingga nilainya tetap.
2Kendala apa yang dihadapi peserta didik saat melakukan aktivitas melipat dan mengarsir kertas origami?Beberapa peserta didik kurang presisi saat melipat kertas menjadi 8 atau 12 bagian, sehingga ukuran kotak tidak persis sama besar pada awal percobaan.
3Apakah pemanfaatan Smart TV dan simulasi visual efektif meningkatkan keterlibatan peserta didik aktif-visual?Sangat efektif. Tampilan visual berwarna pada Smart TV terbukti menarik perhatian fokus seluruh peserta didik sejak kegiatan pendahuluan.
4Apakah alokasi waktu 3 x 35 menit cukup untuk menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan hingga asesmen sumatif?Alokasi waktu cukup, namun tahap penyederhanaan pecahan membutuhkan tambahan waktu sekitar 5 menit pada saat diskusi kelompok.
5Perbaikan apa yang akan dilakukan pada perancangan pembelajaran berikutnya?Guru akan menyediakan kertas yang sudah memiliki garis lipat samar untuk kelompok yang belum terampil melipat presisi.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

NoPertanyaan RefleksiRespon Peserta Didik
1Bagian mana dari kegiatan belajar hari ini yang paling kamu sukai?Saat melipat kertas origami dan mewarnai kotak-kotak pecahan dengan krayon warna-warni bersama teman kelompok.
2Apakah kamu sekarang sudah paham mengapa angka di bagian bawah pecahan (penyebut) tidak ikut dijumlahkan?Ya, paham. Karena penyebut adalah ukuran potongannya, jadi kalau digabung ukurannya tidak bertambah kecil atau besar, hanya jumlah kotaknya yang bertambah.
3Apakah tampilan gambar kue dan animasi di Smart TV membantumu memahami pelajaran matematika hari ini?Sangat membantu karena gambarnya jelas, berwarna, dan mudah dibayangkan seperti makanan aslinya.
4Apa kesulitan yang masih kamu rasakan saat mengerjakan latihan soal penjumlahan pecahan tadi?Saat membagi angka pembilang dan penyebut dengan FPB untuk menyederhanakan hasil akhir pecahan.
5Skor bintang berapa (1 sampai 5) yang kamu berikan untuk kegiatan belajar kita hari ini?Bintang 5, karena pembelajarannya sangat seru, tidak membosankan, dan tidak menakutkan.

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

Penjumlahan pecahan berpenyebut sama merupakan fondasi penting dalam aritmetika pecahan. Kesalahan konseptual umum (misconception) yang sering terjadi pada peserta didik usia SD adalah menjumlahkan baik pembilang maupun penyebut (misal: a/c + b/c = (a+b)/(c+c)). Hal ini terjadi karena peserta didik menggeneralisasikan aturan penjumlahan bilangan bulat langsung ke simbol pecahan. Untuk mengatasi hal ini, pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dan Hands-on Learning memegang peranan kunci. Penggunaan model luas (area model) dengan lipatan kertas membuktikan secara visual bahwa penyebut merepresentasikan "ukuran bagian" (unit fraction name) sedangkan pembilang merepresentasikan "frekuensi/banyaknya bagian". Dalam hal menyederhanakan pecahan, pemahaman tentang Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) harus diintegrasikan secara سلس (seamless) setelah operasi penjumlahan selesai dilakukan.

Bahan Bacaan Peserta Didik

Halo Anak-anak Hebat! Tahukah kamu apa itu pecahan? Pecahan terdiri dari pembilang (angka di atas) dan penyebut (angka di bawah).

  • Pembilang menunjukkan berapa banyak bagian yang kamu ambil.
  • Penyebut menunjukkan dipotong menjadi berapa bagian benda utuh tersebut.

Jika kamu menjumlahkan dua pecahan yang penyebutnya sudah sama, caranya sangat mudah!

  1. Cukup JUMLAHKAN angka pembilangnya (angka bagian atas).
  2. TULIS TETAP angka penyebutnya (angka bagian bawah), jangan dijumlahkan!
  3. Setelah mendapat hasilnya, periksa apakah pecahan tersebut bisa disederhanakan dengan cara membagi angka atas dan bawah menggunakan angka yang sama.

Contoh: 1/5 + 2/5 = 3/5. Sangat mudah, bukan?

GLOSARIUM

  1. Pembilang: Angka dalam pecahan yang berada di atas garis pemisah, menunjukkan jumlah bagian yang diambil atau diperhitungkan.
  2. Penyebut: Angka dalam pecahan yang berada di bawah garis pemisah, menunjukkan jumlah keseluruhan bagian yang sama dari satu benda utuh.
  3. Pecahan Sejenis: Pecahan-pecahan yang memiliki nilai penyebut yang sama.
  4. Hands-on Learning: Pembelajaran berbasis praktik langsung di mana peserta didik berinteraksi langsung dengan alat peraga atau bahan konkret.
  5. Menyederhanakan Pecahan: Mengubah pecahan menjadi bentuk pecahan senilai dengan angka pembilang dan penyebut sekecil mungkin melalui pembagian FPB.
  6. FPB (Faktor Persekutuan Terbesar): Bilangan bulat positif terbesar yang dapat membagi habis dua bilangan atau lebih.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Hobri, dika. (2022). Matematika untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  2. Van de Walle, J. A., Karp, K. S., & Bay-Williams, J. M. (2013). Elementary and Middle School Mathematics: Teaching Developmentally. Boston: Pearson.
  3. Zulkardi, Z. (2010). Pengembangan Pembelajaran Matematika Realistik di Sekolah Dasar. Palembang: Universitas Sriwijaya.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Kinerja Praktik Peserta Didik (Proses Hands-on)

NoAspek yang DinilaiKriteria SkorSkor
1Keaktifan Melipat Kertas KonkretSkor 4: Melipat kertas dengan sangat mandiri, rapi, dan presisi menjadi bagian sejenis.
Skor 3: Melipat kertas dengan rapi namun memerlukan sedikit arahan guru.
Skor 2: Melipat kertas kurang rapi sehingga ukuran bagian tidak sama besar.
Skor 1: Tidak mampu melipat kertas sama sekali meskipun sudah dibimbing.
4
2Ketepatan Mengarsir dan Menentukan Nilai PembilangSkor 4: Mengarsir warna daerah pecahan dengan sangat tepat sesuai nilai pembilang pada soal.
Skor 3: Mengarsir daerah pecahan dengan tepat namun ada sedikit coretan di luar garis.
Skor 2: Salah mengarsir jumlah kotak pecahan tetapi dapat mengoreksi sendiri.
Skor 1: Salah total dalam mengarsir jumlah kotak dan tidak memahami maknanya.
4
3Kemampuan Mengoperasikan Penjumlahan PembilangSkor 4: Menjumlahkan pembilang secara tepat dan mempertahankan nilai penyebut secara konsisten.
Skor 3: Menjumlahkan pembilang secara tepat tetapi sempat ragu pada nilai penyebut.
Skor 2: Masih pernah menjumlahkan penyebut sebelum diberikan teguran ulang.
Skor 1: Selalu menjumlahkan pembilang sekaligus penyebutnya.
4
4Keterampilan Menyederhanakan Hasil AkhirSkor 4: Mampu menemukan FPB dan menyederhanakan hasil pecahan ke bentuk paling sederhana secara mandiri.
Skor 3: Mampu menyederhanakan pecahan tetapi belum ke bentuk yang paling sederhana.
Skor 2: Menyederhanakan pecahan hanya jika diperintah oleh guru.
Skor 1: Tidak mampu menyederhanakan hasil akhir pecahan sama sekali.
4
5Kolaborasi dan Komunikasi KelompokSkor 4: Sangat aktif berdiskusi, mendengarkan pendapat teman, dan membantu anggota kelompok.
Skor 3: Aktif dalam diskusi kelompok dan mengikuti instruksi dengan baik.
Skor 2: Pasif dalam diskusi kelompok tetapi tetap mengerjakan tugas pribadi.
Skor 1: Mengganggu jalannya diskusi kelompok dan tidak mau bekerjasama.
4
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130