IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Matematika |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / Tahun Pelajaran | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Alokasi Waktu | : | 2 x 35 menit (1 Pertemuan) |
| Materi / Topik | : | Membandingkan dan Mengurutkan Pecahan |
| Elemen Capaian Pembelajaran | : | Bilangan |
| Model Pembelajaran | : | Visual / Cooperative Learning |
| Pendekatan Pembelajaran | : | Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) |
| Integrasi Lokal dan Diferensiasi | : | Diferensiasi Konten (Gambar visual pecahan makanan) & Kearifan Lokal (Jajanan Pasar: Wingko Babat, Kue Apem, Wajik) |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Karakteristik Peserta Didik
Peserta didik Kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki gaya belajar dominan visual dan menunjukkan antusiasme tinggi saat berinteraksi dengan media gambar atau media digital interaktif. Merek aktif dalam kegiatan kelompok, namun pada tahap awal pembelajaran belum memahami konsep dasar membandingkan dan mengurutkan pecahan secara abstrak (terutama jika penyebut berbeda atau melibatkan pecahan campuran). Oleh karena itu, pembelajaran dirancang menggunakan representasi visual konkret yang dikaitkan dengan kearifan lokal berupa jajanan pasar tradisional guna membangun jembatan pemahaman dari konkret ke abstrak.
Kesiapan Belajar (Readiness)
- Kelompok Paham Utuh: Peserta didik telah memahami konsep pecahan dasar, pembanding sederhana, dan pecahan senilai.
- Kelompok Paham Sebagian: Peserta didik memahami pecahan dasar dengan penyebut sama, namun bingung saat membandingkan pecahan berpenyebut berbeda atau pecahan campuran.
- Kelompok Belum Paham: Peserta didik masih kesulitan menentukan nilai pecahan dari potongan visual gambar.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik dapat membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan (termasuk pecahan biasa dan pecahan campuran).
TUJUAN PEMBELAJARAN
- Melalui pengamatan gambar visual jajanan pasar tradisional (Wingko Babat, Kue Apem, Wajik) pada Smart TV, peserta didik dapat membandingkan nilai dua pecahan (biasa dan campuran) berpenyebut sama dan berbeda dengan tepat dan teliti.
- Melalui diskusi kelompok berbasis Cooperative Learning, peserta didik dapat mengurutkan minimal tiga pecahan (biasa dan campuran) dari yang terkecil ke terbesar atau sebaliknya secara benar dan sistematis.
- Melalui pemecahan masalah kontekstual, peserta didik dapat membuktikan kebenaran urutan pecahan berbasis representasi visual dengan bernalar kritis.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Pecahan bukan sekadar angka berpenyebut dan pembilang, melainkan representasi bagian dari keseluruhan dalam kehidupan nyata. Pemahaman tentang membandingkan dan mengurutkan pecahan sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, seperti membagi makanan (jajanan pasar) secara adil, menghitung porsi bahan masakan, serta mengukur pembagian lahan atau barang secara akurat.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Jika Ibu membeli 1 potongan Wingko Babat yang dibagi menjadi 4 bagian sama besar dan 1 potongan Kue Apem yang dibagi menjadi 8 bagian sama besar, manakah potongan yang lebih besar jika kita mengambil 1 bagian dari masing-masing kue tersebut?
- Bagaimana cara kita memastikan bahwa pembagian potongan Wajik kepada 3 orang teman sudah urut dari yang paling sedikit hingga yang paling banyak?
- Mana yang lebih banyak: 1 setengah loyang Kue Apem atau 5 per 4 loyang Kue Apem? Bagaimana kamu membuktikannya?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Ditunjukkan dengan berdoa sebelum dan sesudah belajar serta menghargai makanan tradisional sebagai karunia Tuhan.
- Gotong Royong: Ditunjukkan melalui kerja sama aktif dalam kelompok saat menyelesaikan LKPD.
- Bernalar Kritis: Ditunjukkan saat menganalisis visual pecahan, membandingkan penyebut/pembilang, dan menyimpulkan urutan pecahan.
Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
- Thinking (Berpikir Kritis & Reflektif): Menganalisis konsep pecahan campuran dan pecahan biasa melalui pembuktian visual.
- Collaboration (Kolaborasi): Berdiskusi secara kooperatif untuk menyamakan persepsi urutan pecahan.
- Communication (Komunikasi): Mempresentasikan hasil penalaran kelompok di depan kelas menggunakan media visual.
MATERI PEMBELAJARAN
Membandingkan Pecahan
- Pecahan Berpenyebut Sama: Cukup membandingkan pembilangnya. Semakin besar pembilang, semakin besar nilainya.
- Pecahan Berpenyebut Berbeda: Menyamakan penyebut terlebih dahulu menggunakan KPK atau perkalian silang, atau menggunakan visual perbandingan luas daerah.
- Pecahan Campuran: Membandingkan bilangan bulatnya terlebih dahulu. Jika bilangan bulat sama, maka bandingkan bagian pecahannya.
Mengurutkan Pecahan
- Mengubah semua bentuk pecahan menjadi bentuk yang setara (pecahan biasa dengan penyebut sama atau konversi pecahan campuran ke pecahan biasa).
- Mengurutkan pembilang sesuai perintah (dari terkecil ke terbesar atau sebaliknya).
- Mengembalikan bentuk pecahan ke bentuk semula sesuai soal kontekstual jajanan pasar.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
| Komponen | Deskripsi |
|---|---|
| Model Pembelajaran | Cooperative Learning Tipe STAD (Student Teams-Achievement Divisions) dipadukan dengan Visual Learning |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning |
| Metode | Pengamatan Visual, Diskusi Kelompok, Tanya Jawab, Penugasan Interaktif |
ASESMEN
Asesmen Formatif Awal (Diagnostic)
Tanya jawab interaktif diawal pembelajaran menggunakan slide Smart TV untuk mengidentifikasi pengetahuan awal peserta didik mengenai pecahan biasa dan penyebut.
Asesmen Formatif Proses
- Lembar observasi keaktifan diskusi kelompok (Profil Pelajar Pancasila & Kolaborasi).
- Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) kelompok.
Asesmen Sumatif
Tes tertulis individu berupa kuis singkat (3 soal penalaran membandingkan dan mengurutkan pecahan) di akhir pembelajaran.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)
| Aspek Sikap | Indikator Skor 4 (Sangat Baik) | Indikator Skor 3 (Baik) | Indikator Skor 2 (Cukup) | Indikator Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Gotong Royong | Aktif membantu teman, menghargai pendapat, dan konsisten menyelesaikan tugas kelompok. | Aktif berdiskusi dan membantu teman namun sesekali kurang fokus. | Hanya bekerja jika diminta oleh ketua kelompok. | Tidak mau bekerja sama dan pasif dalam kelompok. |
| Bernalar Kritis | Mampu menjelaskan alasan perbandingan pecahan dengan logis dan visual yang tepat. | Mampu menjelaskan alasan perbandingan pecahan tetapi masih membutuhkan sedikit arahan. | Menjawab dengan benar tetapi tidak dapat memberikan alasan atau pembuktian. | Tidak mampu menjawab dan tidak menunjukkan proses penalaran. |
Rubrik Penilaian Keterampilan (Diskusi dan Presentasi)
| Kriteria | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Keakuratan Konsep Visual | Membandingkan dan mengurutkan seluruh pecahan visual dengan 100% tepat. | Membandingkan dan mengurutkan pecahan visual dengan 1 kesalahan kecil. | Membandingkan dan mengurutkan pecahan visual dengan 2-3 kesalahan. | Salah dalam membandingkan dan mengurutkan lebih dari 3 pecahan. |
| Komunikasi & Presentasi | Menyampaikan hasil diskusi dengan suara jelas, percaya diri, dan merespons pertanyaan dengan baik. | Menyampaikan hasil diskusi dengan jelas namun kurang percaya diri. | Menyampaikan hasil diskusi dengan terbata-bata dan membaca teks penuh. | Tidak mampu menyampaikan hasil diskusi di depan kelas. |
Rubrik Penilaian Pengetahuan (Kuis Individu)
| Nilai | Kriteria |
|---|---|
| 86 - 100 | Mampu membandingkan dan mengurutkan pecahan biasa dan campuran secara sistematis beserta langkah penyama penyebut. |
| 71 - 85 | Mampu membandingkan dan mengurutkan pecahan dengan benar namun terdapat kesalahan kecil pada perhitungan akhir. |
| 60 - 70 | Hanya mampu membandingkan pecahan berpenyebut sama, kesulitan pada penyebut berbeda/pecahan campuran. |
| < 60 | Belum mampu membandingkan dan mengurutkan pecahan. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
- Guru membuka pembelajaran dengan salam hangat, menanyakan kabar, dan mengecek kesiapan belajar peserta didik.
- Peserta didik diajak melakukan teknik STOP (Stop, Take a breath, Observe, Proceed) selama 1 menit untuk menciptakan suasana Mindful Learning (fokus dan tenang).
- Guru menampilkan gambar interaktif jajanan pasar tradisional (Wingko Babat Semarang, Kue Apem, dan Wajik) melalui Smart TV.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik kontekstual: "Anak-anak, jika Pak Didik membawa 1/2 potong Wingko Babat dan 3/4 potong Kue Apem, kira-kira potongan mana yang lebih besar? Bagaimana kita membuktikannya?"
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, alokasi waktu, dan manfaat mempelajari materi ini dalam kehidupan sehari-hari (Meaningful Learning).
Kegiatan Inti (50 Menit)
Pembelajaran Mendalam Stage 1: Experiencing & Mindful Exploration (15 Menit)
- Guru menayangkan materi visual interaktif pada Smart TV yang memperlihatkan potongan nyata Wingko Babat (dibagi 4), Kue Apem (dibagi 8), dan Wajik (dibagi 2 dan pecahan campuran 1 1/2).
- Peserta didik secara individual mengamati perbedaan ukuran potongan jajanan pasar berdasarkan penyebut dan pembilangnya.
- Guru menjelaskan konsep penyamaan penyebut menggunakan metode pembagian visual pada Smart TV untuk menjembatani peserta didik yang belum memahami konsep awal.
- Guru melakukan konfirmasi pemahaman dengan memberikan kuis visual cepat di layar Smart TV (Joyful Learning).
Pembelajaran Mendalam Stage 2: Conceptualizing & Collaborative Deepening (20 Menit)
- Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok heterogen (4-5 orang per kelompok) berdasarkan hasil asesmen diagnostik awal.
- Guru membagikan LKPD yang berisi permasalahan kontekstual perbandingan dan pengurutan pecahan bertema jajanan pasar tradisional.
- Setiap kelompok mendiskusikan langkah-langkah membandingkan pecahan biasa dan pecahan campuran menggunakan bantuan kartu gambar potongan makanan yang disediakan (Diferensiasi Konten).
- Guru berkeliling memberikan bimbingan khusus (scaffolding) pada kelompok yang berada pada tingkat pemahaman awal, sementara kelompok lihai diberikan tantangan penalaran tambahan.
Pembelajaran Mendalam Stage 3: Applying & Communicating (15 Menit)
- Setiap kelompok menyusun urutan pecahan dari yang terkecil ke terbesar pada papan tempel visual di LKPD.
- Dua kelompok perwakilan maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil diskusi di depan Smart TV dengan menunjukkan argumen visualnya.
- Kelompok lain memberikan tanggapan, kritik membangun, atau pertanyaan.
- Guru memberikan apresiasi dan umpan balik konstruktif terhadap keakuratan konsep dan keberanian peserta didik.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
- Peserta didik bersama guru menyimpulkan cara membandingkan dan mengurutkan pecahan biasa serta pecahan campuran.
- Peserta didik mengerjakan tes sumatif singkat (kuis 3 soal) secara mandiri.
- Guru dan peserta didik melakukan refleksi pembelajaran terkait rasa senang, kemudahan memahami materi, dan nilai kearifan lokal jajanan tradisional.
- Guru memberikan informasi kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya dan menutup pembelajaran dengan doa bersama serta salam.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning
Peserta didik diajak menyadari secara penuh (kesadaran indrawi) proporsi potongan jajanan pasar tradisional melalui teknik STOP dan pengamatan visual detail pada layar Smart TV, sehingga mereka tidak sekadar menghitung rumus melainkan mengamati bentuk nyata volume pecahan.
Meaningful Learning
Materi pecahan dikaitkan langsung dengan kebiasaan berbagi jajanan pasar tradisional dalam kehidupan bermasyarakat (seperti tradisi syukuran atau konsumsi sehari-hari). Hal ini membantu peserta didik memahami bahwa matematika ada dalam kebudayaan sekitar mereka.
Joyful Learning
Pembelajaran dirancang interaktif melalui manipulasi visual gambar makanan, permainan tebak potongan pada Smart TV, dan kerja sama kelompok yang menyenangkan tanpa tekanan berlebih.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Konten
Menyediakan media visual tingkat bantuan bervariasi:
- Kelompok Perlu Bimbingan: Menggunakan kartu gambar potongan makanan nyata bernilai pecahan langsung (contoh: gambar kue terpotong 4 dengan garis bantu jelas).
- Kelompok Mahir: Menggunakan kombinasi gambar visual dan angka pecahan campuran/biasa abstrak tanpa garis bantu potongan penuh.
Diferensiasi Proses
- Kelompok Perlu Bimbingan mendapatkan pendampingan intensif (scaffolding) langsung dari guru.
- Kelompok Sedang mendapatkan sesekali konfirmasi dari guru.
- Kelompok Mahir bekerja mandiri dan bertindak sebagai tutor sebaya bagi temannya jika dibutuhkan.
Diferensiasi Produk
Hasil pengerjaan LKPD disesuaikan dengan kemampuan ekspresi kelompok (dapat berupa susunan kartu visual berwarna, diagram gambar buatan sendiri, atau penjelasan naratif matematika).
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
- Laptop & Smart TV: Digunakan untuk menampilkan presentasi visual interaktif high-definition berupa animasi pemotongan Wingko Babat, Kue Apem, dan Wajik secara real-time.
- Internet: Digunakan untuk mengakses platform media visual matematika interaktif untuk menyimulasikan pembagian pecahan secara langsung di depan kelas.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
- Smart TV, Laptop, dan Akses Internet.
- Slide Presentasi Interaktif "Pecahan Jajanan Pasar".
- Kartu Visual Pecahan Bergambar Wingko Babat Semarang, Kue Apem, dan Wajik.
- Buku Panduan Guru dan Buku Siswa Matematika Kelas V Kurikulum Merdeka.
- Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Kelompok / Anggota | 1. ..................................................... 2. ..................................................... 3. ..................................................... 4. ..................................................... |
| Kelas / Fase | Kelas V / C |
| No. Absen | ....., ....., ....., ..... |
| Tanggal | ..................................................... |
Judul LKPD: Berbagi Jajanan Pasar Tradisional dengan Konsep Pecahan
Petunjuk Kerja
- Berdoalah sebelum mengerjakan LKPD.
- Amati gambar potongan jajanan pasar yang ada pada lembar aktivitas.
- Diskusikan bersama anggota kelompokmu untuk membandingkan dan mengurutkan pecahan berikut.
- Tempelkan atau tuliskan jawabanmu beserta alasan penalaran visualnya!
Permasalahan 1: Membandingkan Pecahan (Gunakan Tanda <, >, atau =)
- Ibu membawa 3/4 potong Wingko Babat dan 2/4 potong Wingko Babat.
Bandingkan: 3/4 ..... 2/4
Alasan visual: ..........................................................................................................
- Paman memotong Kue Apem. Diberikan kepada Adit sebesar 1/2 bagian dan kepada Santi sebesar 3/8 bagian.
Bandingkan: 1/2 ..... 3/8
Langkah penyamaan penyebut / pembuktian visual: ....................................................
- Di atas meja terdapat 1 1/2 potong Wajik dan 5/4 potong Wajik.
Bandingkan: 1 1/2 ..... 5/4
Langkah pembuktian pecahan campuran ke biasa: ....................................................
Permasalahan 2: Mengurutkan Jajanan Pasar
Terdapat 4 piring jajanan pasar di meja saji dengan nilai pecahan sebagai berikut:
- Piring A (Wingko Babat): 2/3
- Piring B (Kue Apem): 1/6
- Piring C (Wajik): 1 1/2
- Piring D (Kue Apem): 3/4
Urutkan piring jajanan pasar tersebut dari yang nilai pecahannya TERKECIL hingga TERBESAR!
Langkah Penyelesaian:
- Samakan bentuk/penyebut pecahan:
- Piring A (2/3) = ..... / 12
- Piring B (1/6) = ..... / 12
- Piring C (1 1/2 = 3/2) = ..... / 12
- Piring D (3/4) = ..... / 12
- Urutan Pecahan dari Terkecil ke Terbesar:
[ ......... ] < [ ......... ] < [ ......... ] < [ ......... ]
- Kesimpulan Urutan Piring:
Piring ......... -> Piring ......... -> Piring ......... -> Piring .........
REMEDIAL
Program Remedial
Diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) atau mendapat nilai kuis di bawah 70.
Strategi Remedial
- Bimbingan Perorangan: Menjelaskan kembali konsep perbandingan pecahan menggunakan benda konkret/manipulatif potongan kertas lingkaran bertema Kue Apem.
- Penugasan Terstruktur: Mengerjakan 3 soal latihan khusus membandingkan pecahan berpenyebut sama dan berpenyebut berbeda sederhana dengan bantuan visual garis bilangan.
PENGAYAAN
Program Pengayaan
Diberikan kepada peserta didik yang telah melampaui KKTP (nilai kuis > 85) untuk memperdalam dan memperluas penalaran matematikanya.
Strategi Pengayaan
Pemberian soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) berupa pemecahan masalah kombinasi tiga jenis pecahan berbeda (pecahan biasa, pecahan campuran, dan desimal sederhana) dalam skenario jual beli jajanan pasar tradisional.
REFLEKSI GURU
| No | Pertanyaan Refleksi | Hasil Evaluasi / Tindak Lanjut Guru |
|---|---|---|
| 1 | Apakah seluruh peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran membandingkan dan mengurutkan pecahan? | Sebagian besar peserta didik (sekitar 85%) mencapai tujuan pembelajaran dengan baik menggunakan bantuan media visual interaktif Smart TV. |
| 2 | Kendala apa yang dihadapi selama proses pembelajaran berlangsung? | Beberapa peserta didik masih memerlukan waktu lebih lama saat mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa sebelum disamakan penyebutnya. |
| 3 | Apakah integrasi kearifan lokal jajanan pasar efektif meningkatkan minat belajar? | Sangat efektif. Peserta didik menjadi lebih antusias karena objek yang dibahas dekat dengan kehidupan sehari-hari dan menarik secara visual. |
| 4 | Apa langkah perbaikan yang akan dilakukan untuk pertemuan berikutnya? | Menambahkan alokasi waktu untuk latihan mandiri konversi pecahan campuran serta mengoptimalkan peran tutor sebaya dalam kelompok. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
| No | Pertanyaan Refleksi Peserta Didik | Jawaban / Respon Peserta Didik |
|---|---|---|
| 1 | Bagian mana dari kegiatan belajar hari ini yang paling kamu sukai? | Mengamati gambar potongan makanan Wingko Babat dan Kue Apem di Smart TV serta berdiskusi kelompok menempelkan jawaban. |
| 2 | Apa hal baru yang kamu pelajari tentang membandingkan pecahan hari ini? | Bahwa untuk membandingkan pecahan berpenyebut berbeda, kita harus menyamakan penyebutnya terlebih dahulu atau melihat luas potongannya. |
| 3 | Apakah kamu mengalami kesulitan saat mengerjakan LKPD bersama kelompokmu? | Awalnya bingung saat mengurutkan pecahan campuran, tetapi setelah dijelaskan ulang dengan gambar wajik jadi lebih paham. |
| 4 | Seberapa yakin kamu bisa mengurutkan pecahan dengan benar sekarang? | Sangat yakin dan merasa senang dengan pembelajaran matematika hari ini. |
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Guru
Pecahan merupakan konsep yang sering kali dianggap abstrak oleh peserta didik sekolah dasar. Dalam pendekatan pembelajaran mendalam (Deep Learning), penyampaian materi pecahan disarankan menggunakan model CPA (Concrete, Pictorial, Abstract). Pada modul ini, tahapan pictoral diperkuat dengan visualisasi jernih makanan tradisional khas Indonesia seperti Wingko Babat, Kue Apem, dan Wajik melalui layar Smart TV. Saat membandingkan pecahan berpenyebut berbeda seperti a/b dan c/d, guru dapat mengarahkan peserta didik menemukan KPK dari b dan d, atau menggunakan konsep kesetaraan luas porsi kue. Untuk pecahan campuran, penekanan dilakukan pada pemisahan bagian bulat dan bagian pecahan biasa.
Bahan Bacaan Peserta Didik
Mengenal Pecahan Lewat Jajanan Pasar Tradisional:
- Membandingkan Pecahan:
- Jika kita memiliki 2 potong kue berukuran sama: Kue A dipotong menjadi 4 bagian, Kue B dipotong menjadi 8 bagian.
- 1 potong Kue A (1/4) ukurannya LEBIH BESAR daripada 1 potong Kue B (1/8).
- Jadi, 1/4 > 1/8.
- Mengurutkan Pecahan:
- Untuk mengurutkan pecahan yang penyebutnya berbeda, samakan dahulu penyebutnya agar ukuran pembaginya sejenis.
- Setelah penyebutnya sama, bandingkan angka pembilangnya (angka yang di atas).
- Urutkan dari angka pembilang yang paling kecil atau paling besar sesuai dengan perintah soal.
GLOSARIUM
- Pembilang: Angka dalam pecahan yang menunjukkan berapa banyak bagian yang diambil atau diperhatikan (terletak di bagian atas).
- Penyebut: Angka dalam pecahan yang menunjukkan jumlah total bagian yang sama dalam satu kesatuan utuh (terletak di bagian bawah).
- Pecahan Senilai: Pecahan-pecahan yang memiliki nilai atau luas daerah yang sama meskipun pembilang dan penyebutnya berbeda.
- Pecahan Campuran: Pecahan yang terdiri dari gabungan bilangan bulat utuh dan pecahan biasa (contoh: 1 1/2).
- Kearifan Lokal: Nilai-nilai budaya, tradisi, atau makanan khas lokal (seperti Wingko Babat, Apem, Wajik) yang diintegrasikan dalam pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Hobri, dika. (2022). Senang Belajar Matematika SD/MI Kelas V. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
- Sugiman. (2021). Visualisasi Konsep Matematika Sekolah Dasar Berbasis Kehidupan Nyata. Yogyakarta: UNY Press.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Penilaian Sikap dan Keterampilan Peserta Didik
| No | Aspek yang Dinilai | Skor 1 (Perlu Bimbingan) | Skor 2 (Cukup) | Skor 3 (Baik) | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Gotong Royong / Kerjasama Kelompok | Pasif dan tidak mau bekerjasama dalam kelompok. | Hanya bekerja jika diminta atau disuruh ketua. | Aktif bekerja sama namun sesekali kehilangan fokus. | Sangat aktif, membantu teman, dan konsisten hingga tugas selesai. | 4 |
| 2 | Bernalar Kritis (Penalaran Pecahan) | Tidak dapat memberikan alasan logis pada jawaban perbandingan. | Alasan perbandingan kurang tepat dan belum runtut. | Alasan perbandingan tepat namun membutuhkan sedikit arahan visual. | Alasan perbandingan sangat tepat, sistematis, dan sesuai bukti visual. | 4 |
| 3 | Keakuratan Mengurutkan Pecahan | Mengurutkan pecahan dengan kesalahan lebih dari 3 data. | Mengurutkan pecahan dengan 2-3 kesalahan data. | Mengurutkan pecahan dengan 1 kesalahan kecil. | Mengurutkan seluruh pecahan dengan 100% tepat dan benar. | 4 |
| 4 | Keberanian Presentasi & Komunikasi | Tidak mau berbicara saat presentasi kelompok di depan kelas. | Berbicara sangat pelan dan membaca penuh lembar LKPD. | Berbicara jelas tetapi tampak kurang percaya diri. | Berbicara sangat jelas, percaya diri, dan merespons tanggapan dengan baik. | 3 |
Kuis Individu (Asesmen Sumatif Akhir)
| Nama | : | .................................................... |
| Kelas | : | V (Lima) |
Jawablah pertanyaan berikut dengan benar dan tepat!
- Bandingkan dua nilai pecahan potongan kue berikut dengan memberikan tanda <, >, atau = !
a. 4/7 ..... 6/7
b. 2/3 ..... 5/6
- Ibu membeli 1 3/4 kg Wajik dan 7/4 kg Kue Apem. Apakah kedua jajanan pasar tersebut memiliki berat yang sama? Buktikan jawabanmu!
- Urutkan pecahan-pecahan berikut dari yang nilainya TERBESAR ke TERKECIL:
1/2, 3/4, 5/8, 1 1/4
Jawab: ........................................................................................................................