IDENTITAS MODUL
| Membandingkan dan Mengurutkan Pecahan (Biasa dan Campuran) | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Matematika |
| Kelas / Fase | : | V (Lima) / C |
| Semester / T.A. | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Materi / Topik | : | Membandingkan dan Mengurutkan Pecahan Biasa dan Campuran |
| Alokasi Waktu | : | 2 x 35 menit (1 Pertemuan) |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Karakteristik Peserta Didik
Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom secara umum memiliki gaya belajar visual yang dominan dan bersikap aktif dalam kegiatan pembelajaran interaktif. Namun, berdasarkan asesmen diagnostik non-kognitif dan kognitif awal, tingkat pemahaman konsep dasar pecahan masih berada pada kategori rendah hingga sedang. Peserta didik dapat mengenali bentuk pecahan secara intuitif, tetapi belum memahami konsep nilai pecahan ketika penyebutnya berbeda, serta masih kesulitan membandingkan dan mengurutkan pecahan biasa maupun campuran.
Kesiapan Belajar (Readiness)
- Kelompok Mahir: Peserta didik telah memahami konsep penyamaan penyebut menggunakan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan dapat membandingkan pecahan biasa secara mandiri.
- Kelompok Berkembang: Peserta didik memahami bentuk pecahan biasa dengan penyebut sama, namun membutuhkan bimbingan visual untuk memahami pecahan berpenyebut berbeda dan pecahan campuran.
- Kelompok Perlu Bimbingan: Peserta didik masih kesulitan memahami konsep pembilang dan penyebut serta memerlukan manipulasi konkret/gambar visual secara intensif.
Lingkungan Belajar
Lingkungan kelas didukung oleh sarana teknologi modern seperti Smart TV, koneksi internet, dan laptop yang memungkinkan penayangan konten visual berdefinisi tinggi untuk memfasilitasi gaya belajar visual peserta didik.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik dapat membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran, melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan, serta menganalisis besaran nilai pecahan biasa dan campuran untuk menyusun urutan dari terkecil ke terbesar atau sebaliknya dalam konteks pemecahan masalah sehari-hari.
TUJUAN PEMBELAJARAN
- Melalui pengamatan visual gambar jajanan tradisional (Wingko Babat, Kue Apem, dan Wajik) pada Smart TV, peserta didik dapat menganalisis dan membandingkan besaran nilai dua pecahan biasa dan campuran (berpenyebut sama dan berbeda) dengan tepat.
- Melalui diskusi kelompok berbasis Cooperative Learning, peserta didik dapat mengurutkan sekumpulan pecahan biasa dan campuran dari nilai terkecil ke terbesar atau sebaliknya menggunakan penyamaan penyebut atau garis bilangan dengan benar.
- Melalui penugasan kontekstual, peserta didik dapat menyajikan hasil perbandingan dan pengurutkan nilai pecahan dalam masalah sehari-hari yang berkaitan dengan kearifan lokal secara teliti dan percaya diri.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Pecahan bukan sekadar angka matematis, melainkan representasi konkret dari pembagian suatu keutuhan secara adil dalam kehidupan nyata. Dengan memahami konsep perbandingan dan pengurutan pecahan, peserta didik dapat menerapkan prinsip keadilan dan ketelitian dalam kehidupan sehari-hari, seperti membagi makanan tradisional (Wingko Babat, Kue Apem, Wajik) kepada anggota keluarga atau teman secara proporsional.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Jika Ibu memotong satu loyang Wingko Babat Semarang menjadi 4 bagian sama besar dan memberikan 1 potong kepadamu, lalu memotong lagi satu loyang Wingko Babat dengan ukuran yang sama menjadi 8 bagian dan memberikan 2 potong kepada adikmu, siapakah yang menerima potongan Wingko Babat lebih banyak?
- Bagaimana cara kita memastikan potongan Kue Apem dan Wajik yang disajikan pada acara selamatan dapat dibagi secara adil jika jumlah potongannya berbeda-beda?
- Manakah yang nilainya lebih besar, 1 setengah potong Kue Wajik atau 5 seperempat potong Kue Wajik?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Bergotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok heterogen, saling membantu memecahkan masalah pecahan, dan menghargai pendapat teman.
- Bernalar Kritis: Menganalisis besaran nilai pecahan berpenyebut berbeda melalui manipulasi visual dan penalaran matematis.
- Mandiri: Bertanggung jawab atas tugas individu dan menunjukkan kepercayaan diri saat mempresentasikan hasil diskusi.
Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
- Mindful Learning: Peserta didik secara sadar mengamati perubahan nilai pecahan berdasarkan jumlah potongan visual yang disajikan.
- Meaningful Learning: Peserta didik mengaitkan konsep pecahan dengan objek kearifan lokal kuliner tradisional Semarang.
- Joyful Learning: Peserta didik merasakan kegembiraan belajar melalui eksplorasi gambar interaktif Smart TV dan diskusi kelompok yang kooperatif.
MATERI PEMBELAJARAN
Konsep Membandingkan Pecahan
- Pecahan Berpenyebut Sama: Langsung membandingkan nilai pembilangnya. Jika pembilang lebih besar, maka nilai pecahan lebih besar.
- Pecahan Berpenyebut Berbeda:
- Menggunakan bantuan visual/gambar potongan area.
- Menggunakan garis bilangan.
- Menyamakan penyebut dengan menentukan KPK dari kedua penyebut.
Konsep Mengurutkan Pecahan
- Mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa atau sebaliknya.
- Menyambung penyebut seluruh pecahan yang diurutkan.
- Mengurutkan pembilang dari yang nilainya terkecil atau terbesar sesuai instruksi.
Kontekstualisasi Kearifan Lokal
- Wingko Babat Semarang: Representasi pecahan berbentuk lingkaran.
- Kue Apem: Representasi pecahan berbentuk lingkaran/sektor.
- Wajik: Representasi pecahan berbentuk belah ketupat/persegi panjang.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
- Model Pembelajaran: Cooperative Learning tipe Student Teams-Achievement Divisions (STAD).
- Pendekatan Pembelajaran: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan alur Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning serta pendekatan Concrete-Pictorial-Abstract (CPA).
- Metode: Pengamatan Visual, Diskusi Kelompok, Penugasan, Tanya Jawab, dan Presentasi.
ASESMEN
Asesmen Diagnostik (Awal)
Teknik: Tes lisan singkat dan pengamatan visual awal dengan menunjukkan gambar potongan makanan pada Smart TV untuk mengukur pemahaman awal pecahan dasar.
Asesmen Formatif (Proses)
- Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Kelompok.
- Observasi Keterampilan Diskusi dan Sikap Gotong Royong/Bernalar Kritis.
Asesmen Sumatif (Akhir)
Teknik: Tes tertulis individu berupa soal esai pendek pada akhir pertemuan untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Assessment for Learning (Sikap dan Proses Diskusi)
| Kriteria Penilaian | Sangat Baik (4) | Baik (3) | Cukup (2) | Perlu Bimbingan (1) |
|---|---|---|---|---|
| Gotong Royong | Selalu aktif bekerja sama, membantu teman kelompok, dan mendengarkan pendapat. | Aktif bekerja sama dan mendengarkan pendapat teman. | Kurang aktif dalam kelompok, berfokus pada tugas sendiri. | Tidak mau bekerja sama dan mengganggu dinamika kelompok. |
| Bernalar Kritis | Mampu menganalisis perbandingan pecahan dengan argumen matematika yang tepat dan mandiri. | Mampu menganalisis perbandingan pecahan dengan sedikit arahan guru. | Mampu menganalisis pecahan berpenyebut sama saja. | Belum mampu melakukan analisis perbandingan pecahan. |
Rubrik Assessment of Learning (Pengetahuan dan Keterampilan)
| Indikator Kerja | Skor 4 | Skor 3 | Skor 2 | Skor 1 |
|---|---|---|---|---|
| Membandingkan dua pecahan (penyebut sama/berbeda) | Membandingkan dengan benar beserta langkah penyamaan penyebut/garis bilangan secara akurat. | Membandingkan dengan benar, namun ada sedikit kesalahan kecil dalam perhitungan KPK. | Membandingkan pecahan berpenyebut sama dengan benar, namun salah pada penyebut berbeda. | Belum mampu membandingkan pecahan sama sekali. |
| Mengurutkan pecahan biasa dan campuran | Mengurutkan lebih dari 3 pecahan biasa/campuran dengan urutan yang sangat tepat dan sistematis. | Mengurutkan pecahan dengan benar, namun proses konversi pecahan campuran kurang rapi. | Hanya mampu mengurutkan pecahan biasa berpenyebut sama. | Salah total dalam mengurutkan pecahan. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
- Guru membuka pembelajaran dengan salam hangat, menanyakan kabar peserta didik, dan mengajak berdoa bersama untuk menciptakan suasana Mindful Learning.
- Guru mengecek kehadiran peserta didik dan kondisi kerapihan kelas.
- Guru melakukan apersepsi dengan menayangkan foto jajanan pasar tradisional khas Semarang (Wingko Babat, Kue Apem, Wajik) pada Smart TV.
- Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, jika Pak Didik membawa 1/2 Wingko Babat dan 2/4 Wingko Babat, manakah potongan yang lebih besar?"
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, kegiatan yang akan dilakukan, serta manfaat materi pecahan dalam kehidupan sehari-hari (Meaningful Learning).
Kegiatan Inti (50 Menit)
Tahap 1: Penyajian Informasi dan Stimulasi Visual (15 Menit) - Mindful Learning
- Guru menayangkan materi visual interaktif pada Smart TV berupa animasi pemotongan Wingko Babat (lingkaran) dan Wajik (persegi panjang) dengan berbagai ukuran pecahan (1/2, 1/4, 2/4, 3/8, 1 1/2).
- Peserta didik diminta mengamati secara cermat besaran visual masing-masing potongan gambar yang ditampilkan.
- Guru memodelkan cara membandingkan dua pecahan berpenyebut berbeda dengan dua metode:
- Konsep visual potongan area.
- Konsep matematik penyamaan penyebut menggunakan KPK dan bantuan garis bilangan pada Smart TV.
- Guru memberikan contoh konversi pecahan campuran (misal: 1 1/2 Kue Apem menjadi 3/2) secara interaktif.
Tahap 2: Pengorganisasian Kelompok Belajar (5 Menit)
- Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok heterogen (setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa yang menggabungkan tingkat kesiapan mahir, berkembang, dan perlu bimbingan).
- Guru membagikan LKPD yang berisi permasalahan visual jajanan tradisional dan kartu gambar pecahan.
Tahap 3: Diskusi Kelompok dan Eksplorasi Terbimbing (15 Menit) - Meaningful & Joyful Learning
- Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk memecahkan masalah pada LKPD.
- Peserta didik menggunakan media kartu visual jajanan pasar untuk membandingkan pecahan dan menempelkannya pada garis bilangan yang tersedia di LKPD.
- Guru berkeliling memberikan scaffolding (bimbingan terarah) kepada kelompok yang membutuhkan, khususnya peserta didik dengan kesiapan belajar tingkat rendah.
- Peserta didik yang mahir membantu teman satu kelompoknya (tutor sebaya).
Tahap 4: Presentasi dan Penguatan Konsep (10 Menit)
- Dua perwakilan kelompok maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil analisis perbandingan dan pengurutan pecahan jajanan tradisional.
- Kelompok lain menyimak dan memberikan tanggapan atau pertanyaan.
- Guru memberikan apresiasi dan penguatan konseptual terhadap hasil kerja kelompok melalui Smart TV.
Tahap 5: Evaluasi Mandiri (5 Menit)
- Peserta didik mengerjakan tes formatif/evaluasi mandiri singkat berbentuk soal esai matematis kontekstual untuk mengukur pemahaman individual.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
- Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran tentang cara membandingkan dan mengurutkan pecahan biasa serta campuran.
- Peserta didik melakukan refleksi proses pembelajaran (Joyful Learning).
- Guru memberikan umpan balik positif dan motivasi belajar.
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning
Peserta didik diajak fokus mengamati detail gambar visual potongan Wingko Babat dan Kue Apem pada Smart TV. Peserta didik secara sadar menyadari bahwa meskipun angka pembilang dan penyebut berbeda, nilai pecahan bisa setara (ekuivalen) atau lebih besar/kecil berdasarkan proporsi keseluruhan.
Meaningful Learning
Konsep abstrak pecahan dikaitkan langsung dengan budaya lokal kuliner tradisional Jawa Tengah (Semarang). Peserta didik memahami bahwa membandingkan pecahan digunakan untuk membagi makanan secara adil dan tepat dalam kehidupan sehari-hari.
Joyful Learning
Diskusi kelompok dikemas interaktif menggunakan media manipulatif kartu pecahan visual jajanan pasar, pergerakan menempelkan kartu pada garis bilangan, serta apresiasi kelompok yang membangun suasana belajar gembira dan bebas tekanan.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Konten
- Bagi kelompok visual/perlu bimbingan: Disediakan kartu visual potongan makanan lengkap dengan arsiran warna terpisah untuk setiap nilai pecahan.
- Bagi kelompok mahir: Disediakan data angka pecahan biasa dan campuran tanpa gambar, serta tantangan soal pemecahan masalah kontekstual yang lebih kompleks.
Diferensiasi Proses
- Kelompok Perlu Bimbingan mendapatkan pendampingan langsung (intensive scaffolding) dari guru dengan bantuan media konkret/gambar.
- Kelompok Berkembang berdiskusi dengan panduan petunjuk di LKPD.
- Kelompok Mahir bekerja secara mandiri dan berperan sebagai tutor sebaya bagi temannya.
Diferensiasi Produk
Peserta didik dibebaskan menyajikan laporan hasil pengurutan pecahan baik dalam bentuk garis bilangan visual berwarna maupun dalam bentuk susunan matematis eksplisit.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
- Smart TV: Memproyeksikan slide presentasi interaktif Canva, video animasi pemotongan makanan visual berdefinisi tinggi, dan aplikasi garis bilangan digital.
- Laptop: Alat kontrol guru untuk mengoperasikan media pembelajaran dan menampilkan simulasi pecahan interaktif.
- Internet: Mengakses sumber belajar digital dan gambar-gambar kearifan lokal berresolusi tinggi.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media Pembelajaran
- Smart TV dan Laptop.
- Slide Presentasi Canva Interaktif Materi Pecahan.
- Kartu Gambar Visual Jajanan Pasar (Wingko Babat, Kue Apem, Wajik).
- Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
Sumber Belajar
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Buku Siswa Matematika Kelas V SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Lingkungan lokal (Kuliner Tradisional khas Semarang).
- Modul Pembelajaran Interaktif Matematika Fase C.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Peserta Didik | |
| Kelas / No. Absen | |
| Tanggal |
Judul LKPD: Petualangan Pecahan Jajanan Pasar Tradisional
Petunjuk Kerja:
- Bacalah setiap permasalahan dengan teliti bersama kelompokmu.
- Gunakan kartu visual jajanan tradisional yang telah disediakan untuk membantu membandingkan nilai pecahan.
- Tuliskan langkah penyamaan penyebut atau gunakan garis bilangan yang tersedia.
- Jawablah pertanyaan dengan tepat dan rapi.
Soal 1: Membandingkan Pecahan (Wingko Babat Semarang)
Ibu membeli dua loyang Wingko Babat dengan ukuran yang sama besar. Wingko Babat A dipotong menjadi 6 bagian sama besar, dan Siti mengambil 4 potong (4/6). Wingko Babat B dipotong menjadi 3 bagian sama besar, dan Edo mengambil 2 potong (2/3).
- Gambar visual potongan Wingko Babat A (4/6):
- Gambar visual potongan Wingko Babat B (2/3):
- Bandingkan kedua pecahan tersebut menggunakan tanda <, >, atau = !
- Tuliskan alasan matematika kalian:
Soal 2: Mengurutkan Pecahan (Kue Apem dan Wajik)
Dalam sebuah acara pentas seni sekolah, panitia menyediakan beberapa piring jajanan tradisional dengan porsi pecahan berikut:
- Piring 1 (Kue Apem): 1 1/2 porsi
- Piring 2 (Kue Wajik): 3/4 porsi
- Piring 3 (Wingko Babat): 5/4 porsi
- Piring 4 (Kue Apem Suwir): 2/4 porsi
Tugas Kelompok:
- Ubahlah seluruh pecahan di atas menjadi pecahan biasa dengan penyebut yang sama!
- Urutkan jenis jajanan piring di atas dari porsi yang terkecil hingga porsi yang terbesar!
- Gambarkan posisi pecahan tersebut pada garis bilangan di bawah ini:
[ Garis Bilangan: 0 ................................................................ 2 ]
REMEDIAL
Program remedial ditujukan bagi peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP).
- Strategi: Bimbingan perorangan (one-on-one) menggunakan media konkret lipatan kertas/origami berbentuk lingkaran dan persegi untuk memvisualisasikan pecahan berpenyebut berbeda.
- Soal Latihan ulang difokuskan pada membandingkan dua pecahan berpenyebut sama dan pecahan sederhana berpenyebut berbeda (misal: 1/2 dengan 1/4).
PENGAYAAN
Program pengayaan ditujukan bagi peserta didik yang telah mencapai KKTP dengan predikat Sangat Baik.
- Strategi: Pemberian soal berbasis Problem Solving High Order Thinking Skills (HOTS).
- Bentuk Tugas: Menganalisis masalah kontekstual gabungan tiga pecahan campuran berpenyebut berbeda dan merancang resep kue tradisional dengan proporsi pecahan yang diubah skalanya.
REFLEKSI GURU
| No | Pertanyaan Refleksi | Hasil Evaluasi / Catatan Guru |
|---|---|---|
| 1 | Apakah seluruh peserta didik aktif terlibat dalam kegiatan diskusi kelompok? | Peserta didik sangat antusias mengamati gambar visual jajanan tradisional pada Smart TV, keterlibatan aktif mencapai 90%. |
| 2 | Kendala apa yang dihadapi peserta didik saat membandingkan pecahan berpenyebut berbeda? | Sebagian peserta didik di kelompok perlu bimbingan masih keliru dalam menentukan KPK saat menyamakan penyebut. |
| 3 | Apakah penggunaan media visual kearifan lokal efektif meningkatkan pemahaman peserta didik? | Sangat efektif. Peserta didik lebih cepat memahami konsep ukuran pecahan melalui analogi potongan Wingko Babat dan Wajik. |
| 4 | Apakah alokasi waktu 2 x 35 menit cukup untuk mencapai tujuan pembelajaran? | Alokasi waktu cukup, namun tahap konversi pecahan campuran membutuhkan penekanan sedikit lebih lama. |
| 5 | Apa perbaikan yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya? | Menambahkan kegiatan manipulatif fisik langsung (seperti kertas lipat) untuk membantu kelompok yang masih kesulitan secara visual-kinestetik. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
| No | Pertanyaan Refleksi | Jawaban Peserta Didik |
|---|---|---|
| 1 | Bagian mana dari kegiatan pembelajaran hari ini yang paling kamu sukai? | [Diisi oleh peserta didik, contoh: Saat melihat gambar Wingko dan Apem di Smart TV] |
| 2 | Apakah kamu sudah bisa membandingkan dua pecahan yang penyebutnya berbeda? | [Diisi oleh peserta didik: Sudah / Masih Ragu / Belum] |
| 3 | Apa kesulitan yang kamu alami saat mengurutkan pecahan biasa dan campuran? | [Diisi oleh peserta didik, contoh: Saat mengubah pecahan campuran ke biasa] |
| 4 | Dari skala 1 sampai 4, seberapa senang kamu belajar matematika hari ini? | [Diisi angka 1 - 4 oleh peserta didik] |
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Guru
Pecahan merupakan bentuk matematika yang menyatakan bagian dari keseluruhan. Dalam membandingkan pecahan berpenyebut berbeda, strategi dasar yang paling efektif secara kognitif untuk siswa SD kelas V adalah melalui visualisasi luas daerah (area model) sebelum masuk ke abstraksi mekanis seperti perkalian silang atau penyamaan penyebut dengan KPK. Pengintegrasian kearifan lokal seperti jajanan pasar tradisional khas Semarang (Wingko Babat, Kue Apem, Wajik) mempermudah koneksi kognitif siswa antara konsep matematis informal dan formal (RME - Realistic Mathematics Education).
Bahan Bacaan Peserta Didik
Pecahan terdiri dari pembilang (angka di atas) dan penyebut (angka di bawah). Pembilang menunjukkan berapa banyak bagian yang kita ambil, sedangkan penyebut menunjukkan jumlah seluruh potongan yang sama besar. Jika kita memotong 1 Wingko Babat menjadi 4 bagian sama besar, maka 1 potong bernilai 1/4. Jika kita memotong Wingko Babat lain yang seukuran menjadi 8 bagian, maka 2 potong bernilai 2/8. Nilai 1/4 dan 2/8 adalah sama besar (pecahan senilai). Jika penyebutnya berbeda dan kita ingin membandingkannya, kita bisa menyamakan penyebutnya terlebih dahulu dengan mencari KPK penyebutnya.
GLOSARIUM
- Pembilang: Angka dalam pecahan yang menunjukkan berapa banyak bagian yang diambil atau diperhatikan (terletak di bagian atas).
- Penyebut: Angka dalam pecahan yang menunjukkan jumlah total bagian yang sama dalam satu keutuhan (terletak di bagian bawah).
- Pecahan Senilai: Pecahan-pecahan yang memiliki nilai sama meskipun angka pembilang dan penyebutnya berbeda.
- Pecahan Campuran: Pecahan yang terdiri dari gabungan bilangan bulat dan pecahan biasa.
- KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil): Kelipatan terkecil yang sama dari dua bilangan atau lebih, digunakan untuk menyamakan penyebut pecahan.
- Wingko Babat: Makanan tradisional khas Semarang berbentuk bulat terbuat dari kelapa muda, tepung ketan, dan gula.
DAFTAR PUSTAKA
- Hobri, dika. (2022). Matematika untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Van de Walle, J. A., Karp, K. S., & Williams, J. M. (2013). Elementary and Middle School Mathematics: Teaching Developmentally. Boston: Pearson.
- Rahmah, N. (2018). Hakikat Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar. Jurnal Al-Khwarizmi, 1(2), 1-10.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Penilaian Sikap dan Keterampilan
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor) | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Bekerja Sama (Gotong Royong) | Skor 4: Selalu bekerja sama aktif, membantu teman sekelompok, dan menghargai pendapat. Skor 3: Bekerja sama dengan baik dan mau mendengarkan pendapat teman. Skor 2: Kurang aktif terlibat, hanya fokus pada bagian tugasnya sendiri. Skor 1: Tidak mau bekerja sama dan mengganggu jalannya diskusi kelompok. | |
| 2 | Bernalar Kritis dalam Membandingkan Pecahan | Skor 4: Mampu menganalisis dan membandingkan pecahan penyebut berbeda dengan penyamaan penyebut/garis bilangan secara mandiri dan tepat. Skor 3: Mampu membandingkan pecahan penyebut berbeda dengan sedikit bimbingan guru. Skor 4: Hanya mampu membandingkan pecahan dengan penyebut yang sama. Skor 1: Belum mampu menganalisis perbandingan pecahan sama sekali. | |
| 3 | Ketelitian Mengurutkan Pecahan Biasa dan Campuran | Skor 4: Mengurutkan seluruh pecahan biasa dan campuran dari terkecil ke terbesar dengan sangat akurat tanpa kesalahan. Skor 3: Mengurutkan pecahan dengan benar tetapi terdapat 1 kesalahan kecil pada konversi pecahan campuran. Skor 2: Hanya mampu mengurutkan pecahan biasa, gagal pada pecahan campuran. Skor 1: Salah total dalam menentukan urutan pecahan. | |
| 4 | Keterampilan Presentasi dan Komunikasi | Skor 4: Menyampaikan hasil diskusi dengan suara jelas, percaya diri, dan mampu menjawab pertanyaan dengan tepat. Skor 3: Menyampaikan hasil diskusi dengan jelas namun tampak kurang percaya diri. Skor 2: Menyampaikan hasil diskusi dengan suara pelan dan membaca penuh lembar kerja. Skor 1: Tidak berani menyajikan hasil diskusi di depan kelas. |