IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Matematika |
| Kelas / Fase | : | V (Lima) / C |
| Semester / T.A. | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Materi / Topik | : | Menentukan Faktor Persekutuan dan Menetapkan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) |
| Alokasi Waktu | : | 3 x 35 menit (1 Pertemuan / 105 menit) |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Karakteristik Peserta Didik
Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki gaya belajar yang dominan aktif visual dan kinestetik. Mereka sangat menyukai media konkret, aktivitas permainan interaktif, dan tayangan visual digital. Namun, berdasarkan asesmen awal, mayoritas peserta didik belum memahami secara mendalam konsep faktor bilangan, faktor persekutuan, maupun penalaran di balik penetapan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) untuk pemecahan masalah konkret.
Kebutuhan Pembelajaran
Dibutuhkan jembatan pedagogis dari konkret-visual menuju abstrak. Pembelajaran perlu memfasilitasi eksplorasi nyata menggunakan manipulatif permainan tradisional lokal (Congklak / Dakon / Mokaotan) yang dikombinasikan dengan media visual digital pada Smart TV untuk mengonstruksi pemahaman konsep FPB secara bertahap dan mendalam.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Menganalisis faktor persekutuan terbesar untuk membagikan sejumlah benda secara merata.
TUJUAN PEMBELAJARAN
- Melalui eksplorasi permainan tradisional Congklak/Dakon, peserta didik mampu mengidentifikasi dan menentukan faktor dari dua bilangan secara akurat.
- Melalui diskusi kelompok dan simulasi visual, peserta didik mampu menganalisis faktor-faktor yang sama (faktor persekutuan) dari dua bilangan dengan tepat.
- Melalui sintesis hasil permainan, peserta didik mampu menetapkan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dan mengaplikasikannya untuk memecahkan masalah pembagian benda secara merata dalam kehidupan sehari-hari dengan teliti.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Konsep Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) bukan sekadar prosedur berhitung, melainkan prinsip keadilan dan efisiensi dalam kehidupan nyata. Dengan memahami FPB, kita dapat membagikan berbagai jenis benda (seperti makanan, bingkisan, atau alat tulis) kepada sejumlah penerima dalam jumlah yang persis sama banyak tanpa ada sisa sedikit pun.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Jika kalian memiliki 12 buah apel dan 18 buah jeruk, bagaimana cara membagikan seluruh buah tersebut ke dalam beberapa kantong plastik agar isi setiap kantong memiliki jumlah apel dan jeruk yang sama banyak tanpa ada sisa?
- Berapa jumlah kantong plastik paling banyak yang bisa kalian buat?
- Bagaimana aturan pembagian biji dalam permainan Congklak/Dakon dapat membantu kita menemukan angka yang sama untuk membagi dua bilangan berbeda?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Bergotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok saat memainkan permainan Congklak/Dakon dan memecahkan masalah pada LKPD.
- Bernalar Kritis: Menganalisis pola persekutuan angka dari hasil pembagian biji dakon dan memilih nilai terbesar sebagai FPB.
- Mandiri: Mengelola tanggung jawab pribadi dalam menyelesaikan evaluasi individu.
Kompetensi Deep Learning
- Mindful Learning: Kesadaran penuh peserta didik saat mengamati proses pembagian biji ke dalam lubang dakon untuk memahami makna faktor.
- Meaningful Learning: Menghubungkan pengalaman bermain permainan tradisional lokal dengan pemecahan masalah pembagian adil dalam kehidupan sehari-hari.
- Joyful Learning: Keterlibatan aktif dan antusiasme peserta didik dalam permainan edukatif berbasis etnomatematika.
MATERI PEMBELAJARAN
Pengertian Faktor Bilangan
Faktor adalah bilangan-bilangan yang dapat membagi habis suatu bilangan tanpa sisa.
Contoh: Faktor dari 12 adalah 1, 2, 3, 4, 6, 12 (karena 12 habis dibagi oleh bilangan-bilangan tersebut).
Faktor Persekutuan
Faktor persekutuan adalah faktor-faktor yang sama dari dua bilangan atau lebih.
Contoh:
Faktor dari 12: 1, 2, 3, 4, 6, 12
Faktor dari 18: 1, 2, 3, 6, 9, 18
Faktor Persekutuan dari 12 dan 18 adalah: 1, 2, 3, dan 6.
Faktor Persekutuan Terbesar (FPB)
FPB adalah nilai terbesar di antara faktor-faktor persekutuan dari dua bilangan atau lebih.
Dari contoh di atas, FPB dari 12 dan 18 adalah 6.
Aplikasi FPB
FPB digunakan untuk menentukan jumlah kelompok atau wadah terbanyak yang dibutuhkan untuk membagikan dua jenis benda secara merata.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran
Game Based Learning (GBL) dengan sintesis permainan tradisional lokal.
Pendekatan Pembelajaran
- Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
- Etnomatematika (Pemanfaatan permainan tradisional Congklak / Dakon / Mokaotan)
- Student-Centered Learning
ASESMEN
Asesmen Diagnostik (Awal)
Kuis interaktif singkat berupa tampilan gambar pembagian benda di Smart TV untuk mengukur pemahaman awal tentang perkalian dan pembagian dasar.
Asesmen Formatif (Proses)
- Lembar Observasi Kinerja Kelompok saat memainkan Congklak FPB.
- Penilaian Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
Asesmen Sumatif (Akhir)
Tes tertulis individu berupa soal pemecahan masalah kontekstual materi FPB.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)
| Kategori | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Gotong Royong | Sangat aktif bekerjasama, menghargai pendapat teman, dan membantu anggota kelompok tanpa diminta. | Aktif bekerjasama dan menghargai pendapat teman dalam kelompok. | Bekerjasama jika diminta dan kurang aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok. | Pasif, tidak mau bekerjasama, dan cenderung bekerja sendiri. |
| Bernalar Kritis | Mampu menganalisis data pembagian, menemukan faktor persekutuan, dan menyimpulkan FPB secara mandiri dan tepat. | Mampu menemukan faktor persekutuan dan FPB dengan sedikit bimbingan guru. | Cukup mampu menemukan faktor persekutuan namun kesulitan menentukan FPB. | Belum mampu menganalisis faktor persekutuan meskipun sudah dibimbing. |
Rubrik Penilaian Kinerja Permainan dan Diskusi Group
| Kategori | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Penggunaan Media Congklak | Menggunakan papan Congklak sesuai aturan matematis secara presisi untuk menemukan seluruh faktor. | Menggunakan papan Congklak dengan benar, ada sedikit kekeliruan dalam penempatan biji tetapi dapat diperbaiki. | Kurang tepat dalam meletakkan biji pada lubang dakon sehingga faktor kurang lengkap. | Tidak mampu menggunakan papan Congklak sesuai aturan permainan. |
| Ketepatan Menentukan FPB | Menentukan faktor persekutuan dan menetapkan FPB dengan 100% tepat. | Menentukan FPB dengan benar tetapi ada 1 faktor persekutuan yang terlewat. | Hanya mampu menentukan faktor tunggal, belum tepat menentukan FPB. | Tidak mampu menentukan faktor maupun FPB. |
Rubrik Penilaian Evaluasi Individu (Sumatif)
Skor Perhitungan Nilai Akhir: (Jumlah Skor Perolehan / Total Skor Maksimal) x 100.
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal (15 Menit)
- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa peserta didik, dan mengajak berdoa bersama.
- Guru memeriksa kehadiran peserta didik dan menyatukan fokus melalui senam otak visual singkat.
- Apersepsi: Guru menampilkan gambar di Smart TV berisi 12 buah apel dan 18 buah jeruk.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik mengenai pembagian adil tanpa sisa.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, alokasi waktu, dan skema permainan Congklak FPB yang akan dilaksanakan.
Kegiatan Inti (75 Menit)
Tahap 1: Orientasi Permainan dan Aturan Main (15 Menit)
- Guru menayangkan video/simulasi visual aturan permainan Congklak FPB pada Smart TV.
- Guru menjelaskan aturan penentuan faktor menggunakan papan Congklak (Mokaotan):
- Untuk mencari faktor dari 12, masukkan 12 biji ke dalam lubang-lubang dakon secara merata (misal: dimasukkan ke 1 lubang isi 12, 2 lubang isi 6, 3 lubang isi 4, 4 lubang isi 3, 6 lubang isi 2, 12 lubang isi 1). Lubang yang terisi merata tanpa sisa adalah faktornya.
- Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok heterogen (masing-masing 4-5 siswa).
Tahap 2: Pelaksanaan Permainan Congklak FPB / Joyful & Mindful Learning (25 Menit)
- Setiap kelompok menerima set papan Congklak/Dakon, biji dakon dua warna berbeda (misal: Merah untuk bilangan pertama, Kuning untuk bilangan kedua), dan LKPD.
- Peserta didik secara bergantian memainkan Congklak untuk menemukan faktor dari dua bilangan yang ditentukan dalam LKPD (contoh: 12 dan 18).
- Biji Merah diletakkan pada lubang angka faktor 12, dan Biji Kuning diletakkan pada lubang angka faktor 18.
- Peserta didik mengamati lubang dakon mana yang terisi oleh KEDUA WARNA BIJI (Merah dan Kuning). Lubang dengan dua warna biji adalah Faktor Persekutuan.
- Peserta didik mencatat hasil pengamatan pada tabel LKPD.
Tahap 3: Diskusi dan Analisis Hasil / Meaningful Learning (20 Menit)
- Peserta didik berdiskusi dalam kelompok menganalisis angka-angka yang memiliki dua warna biji.
- Peserta didik memilih angka terbesar dari kumpulan faktor persekutuan tersebut untuk menetapkan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB).
- Guru mengelilingi kelompok, memfasilitasi diskusi, dan memberikan scaffolding bagi kelompok yang mengalami kesulitan.
Tahap 4: Presentasi dan Penguatan Konsep (15 Menit)
- Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil eksplorasi permainan Congklak di depan kelas.
- Guru menampilkan visualisasi konfirmasi di Smart TV untuk menyamakan persepsi.
- Guru memberikan apresiasi kepada seluruh kelompok dan memberikan penguatan konsep FPB dalam pemecahan masalah sehari-hari.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
- Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran tentang faktor persekutuan dan FPB.
- Peserta didik mengerjakan tes evaluasi mandiri (asesmen sumatif).
- Guru dan peserta didik melakukan refleksi proses pembelajaran.
- Guru memberikan informasi kegiatan untuk pertemuan berikutnya dan menutup pembelajaran dengan doa bersama serta salam.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning
Peserta didik secara sadar dan teliti mengamati keterbagian suatu bilangan saat mendistribusikan biji dakon ke lubang-lubang papan Congklak, memahami secara intuitif mengapa suatu angka merupakan faktor dan angka lain bukan.
Meaningful Learning
Peserta didik menghubungkan penemuan angka pada lubang Congklak bernuansa ganda dengan solusi konkret pembagian barang (apel dan jeruk) secara adil dan merata kepada teman-temannya.
Joyful Learning
Peserta didik merasakan kegembiraan belajar melalui perpaduan permainan tradisional kompetitif-kooperatif Congklak/Dakon dan tampilan teknologi visual Smart TV yang menyegarkan suasana kelas.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Proses
- Kelompok Visual-Kinestetik Cepat: Diberikan tantangan permainan Congklak dengan angka yang lebih besar dan diminta menemukan FPB dari tiga bilangan secara langsung.
- Kelompok Reguler: Menggunakan papan Congklak standar dengan bimbingan LKPD terstruktur untuk dua bilangan.
- Kelompok Perlu Bimbingan: Diberikan pendampingan langsung (scaffolding) oleh guru dengan bantuan visual Smart TV dan penggunaan papan Congklak yang memiliki jumlah lubang lebih sedikit.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
- Smart TV: Digunakan untuk menampilkan slide interaktif, video pengantar permainan Congklak, kuis visual apersepsi, dan penguatan visual materi FPB.
- Laptop & Internet: Digunakan guru untuk mengoperasikan media presentasi digital interaktif dan aplikasi pengacak kelompok.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media Pembelajaran
- Papan Congklak / Dakon / Mokaotan fisik beserta biji dakon dua warna (Merah dan Kuning).
- Laptop, Smart TV, dan koneksi Internet.
- Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
Sumber Belajar
- Buku Panduan Siswa Matematika SD Kelas V Kurikulum Merdeka.
- Modul Pembelajaran Etnomatematika Berbasis Permainan Tradisional.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Peserta Didik / Kelompok | |
| Kelas | V (Lima) |
| Nomor Absen | |
| Tanggal |
Judul Aktivitas: Detektif FPB dengan Permainan Congklak
Petunjuk Kerja
- Siapkan papan Congklak dan biji dakon dua warna (Merah = Bilangan Pertama, Kuning = Bilangan Kedua).
- Lakukan simulasi pembagian biji pada papan Congklak sesuai langkah berikut.
Langkah Aktivitas 1: Menentukan Faktor Bilangan
Cari faktor dari bilangan 12 dan 18.
- Masukkan 12 Biji Merah ke dalam lubang dakon nomor berapa saja yang dapat membagi habis angka 12 tanpa sisa!
- Lubang yang terisi Biji Merah adalah angka: ............, ............, ............, ............, ............, ............
- Masukkan 18 Biji Kuning ke dalam lubang dakon nomor berapa saja yang dapat membagi habis angka 18 tanpa sisa!
- Lubang yang terisi Biji Kuning adalah angka: ............, ............, ............, ............, ............, ............
Langkah Aktivitas 2: Menentukan Faktor Persekutuan dan FPB
- Amati papan Congklak! Lubang nomor berapa saja yang terisi OLEH KEDUA WARNA BIJI (Merah DAN Kuning)?
- Faktor Persekutuan dari 12 dan 18 adalah: ....................................................................
- Pilih angka YANG PALING BESAR di antara angka-angka yang terisi kedua warna biji tersebut!
- FPB dari 12 dan 18 adalah: ....................................................................
Langkah Aktivitas 3: Studi Kasus Pemecahan Masalah
Ibu memiliki 12 kue bolu dan 18 kue lapis. Ibu ingin memasukkan kedua jenis kue tersebut ke dalam beberapa piring dengan jumlah setiap jenis kue sama banyak pada setiap piring.
- Berapa piring PABIK BANYAK (maksimal) yang harus disiapkan Ibu?
- Jawab: ..................................................................................................................................
- Berapa jumlah kue bolu dan kue lapis pada masing-masing piring?
- Kue bolu per piring = ............ buah.
- Kue lapis per piring = ............ buah.
REMEDIAL
Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran (belum mampu menentukan FPB):
- Bimbingan individu dengan mempraktikkan kembali pembagian sederhana menggunakan benda konkret (kelereng/stik es krim).
- Penjelasan ulang secara perlahan mengenai cara mencari faktor bilangan satu per satu menggunakan tabel perkalian visual.
PENGAYAAN
Bagi peserta didik yang telah melampaui capaian pembelajaran:
- Diberikan soal tantangan pemecahan masalah FPB yang melibatkan 3 bilangan sekaligus (contoh: menentukan FPB dari 12, 18, dan 24).
- Diminta menjadi "Tutor Sebaya" untuk membantu anggota kelompok lain yang membutuhkan bimbingan saat permainan Congklak.
REFLEKSI GURU
| No | Pertanyaan Refleksi | Hasil Evaluasi Guru |
|---|---|---|
| 1 | Apakah model Game Based Learning dengan media Congklak efektif meningkatkan pemahaman siswa pada materi FPB? | Seluruh siswa tampak sangat antusias dan mampu memahami konsep faktor persekutuan secara visual-kinestetik melalui lubang dakon berganda. |
| 2 | Apakah pemanfaatan Smart TV membantu memperjelas instruksi dan konsep matematika yang abstrak? | Tampilan visual pada Smart TV sangat membantu menyatukan fokus siswa visual dan mempercepat pemahaman aturan main. |
| 3 | Kendall apa yang dihadapi selama proses pembelajaran di kelas? | Beberapa kelompok membutuhkan waktu agak lama saat memasukkan biji dakon pada bilangan yang lebih besar. |
| 4 | Langkah perbaikan apa yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya? | Memberikan pembatasan waktu eksplorasi yang lebih terstruktur dan menyiapkan lembar kontrol angka yang lebih rinci. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
| No | Pertanyaan Refleksi | Jawaban Peserta Didik |
|---|---|---|
| 1 | Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang paling kamu sukai? | Saat bermain Congklak dan mencari lubang yang ada dua warna bijinya bersama kelompok. |
| 2 | Apakah permainan Congklak membantumu memahami cara mencari FPB? | Ya, sangat membantu karena saya bisa melihat langsung angka mana yang sama. |
| 3 | Apa kesulitan yang kamu alami saat menentukan faktor persekutuan dan FPB? | Kadang-kadang tertukar saat menghitung sisa biji jika kurang teliti memasukkan ke lubang dakon. |
| 4 | Usaha apa yang akan kamu lakukan untuk lebih memahami materi ini? | Berlatih lagi di rumah menggunakan papan dakon atau menggambar tabel faktor. |
BAHAN BACAAN
Ringkasan Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik
- Konsep Dasar Faktor:
Faktor suatu bilangan adalah semua bilangan yang dapat membagi habis bilangan tersebut. Contohnya, faktor dari 6 adalah 1, 2, 3, dan 6 karena 6 : 1 = 6, 6 : 2 = 3, 6 : 3 = 2, dan 6 : 6 = 1.
- Faktor Persekutuan:
Ketika kita membandingkan faktor dari dua bilangan berbeda, kita akan menemukan beberapa faktor yang bernilai sama. Faktor-faktor yang sama inilah yang disebut Faktor Persekutuan.
- Menentukan FPB:
Dari sekian banyak faktor persekutuan yang ditemukan, nilai angka yang terbanyak/terbesar adalah Faktor Persekutuan Terbesar (FPB). Dalam pemecahan masalah nyata, FPB adalah kunci untuk menentukan jumlah pembagi terbanyak dalam pembagian objek yang beraneka ragam.
- Etnomatematika Congklak:
Permainan tradisional Congklak/Dakon memanfaatkan prinsip pembagian berulang dan distribusi objek. Setiap lubang merepresentasikan tempat faktor, dan pengisian biji warna menandai sifat keterbagian.
GLOSARIUM
- Faktor: Bilangan yang habis membagi suatu bilangan tanpa menyisakan sisa pembagian.
- Faktor Persekutuan: Angka-angka faktor yang sama dari dua bilangan atau lebih.
- FPB (Faktor Persekutuan Terbesar): Faktor persekutuan dari dua bilangan atau lebih yang nilainya paling besar.
- Congklak / Dakon / Mokaotan: Permainan tradisional Indonesia yang menggunakan papan berlubang dan biji-bijian untuk melatih keterampilan berhitung dan strategi.
- Etnomatematika: Pembelajaran matematika yang menghubungkan konsep akademis dengan budaya atau kearifan lokal masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Mulyani, S. (2021). Etnomatematika: Pembelajaran Matematika Berbasis Permainan Tradisional Nusantara. Yogyakarta: Deepublish.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Penilaian Kinerja dan Sikap Peserta Didik
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Kerjasama Kelompok (Gotong Royong) | Skor 4: Sangat aktif bekerjasama, membagi tugas dengan adil, dan membantu teman. Skor 3: Aktif bekerjasama dan ikut menyelesaikan tugas kelompok. Skor 2: Kurang aktif, hanya bekerja jika diperintah ketua kelompok. Skor 1: Pasif dan tidak mau berpartisipasi dalam kelompok. | |
| 2 | Kemampuan Penalaran Kritis (Bernalar Kritis) | Skor 4: Mampu menganalisis faktor, menemukan persekutuan, dan FPB dengan sangat akurat dan logis. Skor 3: Mampu menemukan faktor persekutuan dan FPB dengan benar meski ada sedikit kebingungan awal. Skor 2: Mampu menemukan faktor tunggal tetapi kesulitan menganalisis FPB. Skor 1: Tidak mampu menganalisis faktor maupun FPB. | |
| 3 | Ketepatan Penggunaan Media Congklak | Skor 4: Meletakkan biji dakon pada lubang yang tepat sesuai aturan matematika secara mandiri. Skor 3: Meletakkan biji dakon dengan benar setelah diberi satu kali petunjuk. Skor 2: Sering salah meletakkan biji dakon pada lubang faktor. Skor 1: Tidak mampu menggunakan media Congklak sesuai fungsi instruksional. | |
| 4 | Keterampilan Pemecahan Masalah (LKPD) | Skor 4: Menjawab seluruh soal cerita pemecahan masalah pada LKPD dengan tepat dan rinci. Skor 3: Menjawab sebagian besar soal pada LKPD dengan benar. Skor 2: Menjawab soal LKPD tetapi jawaban FPB kurang tepat. Skor 1: Tidak menyelesaikan tugas pada LKPD. |
Lembar Evaluasi Individual (Asesmen Sumatif)
| Nama | : | ........................................................... |
| Kelas | : | V (Lima) |
| No. Absen | : | .................... |
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan langkah-langkah penyelesaian yang jelas!
- Tentukan semua faktor dari bilangan 15 dan 20!
- Faktor dari 15 = ....................................................................
- Faktor dari 20 = ....................................................................
- Tentukan faktor persekutuan dari 15 dan 20!
- Jawab: ....................................................................
- Berapakah Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari 15 dan 20?
- Jawab: ....................................................................
- Pak Budi memiliki 24 pulpen dan 30 buku tulis. Pak Budi ingin membagikan paket alat tulis tersebut kepada anak-anak panti asuhan. Setiap anak menerima jumlah pulpen dan buku tulis yang sama banyak.
a. Berapa anak paling banyak yang menerima paket alat tulis tersebut?
b. Berapa jumlah pulpen dan buku tulis yang diterima oleh setiap anak?
- Penyelesaian:
...................................................................................................................................................
...................................................................................................................................................
...................................................................................................................................................