IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Matematika |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / T.A. | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Materi / Topik | : | Konsep Faktor Bilangan Cacah |
| Alokasi Waktu | : | 2 x 35 menit (1 Pertemuan) |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Profil belajar peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom menunjukkan dominasi gaya belajar visual dan kinestetik. Sebagian besar peserta didik bersikap aktif dan antusias ketika dihadapkan pada media konkrit atau sajian gambar interaktif. Namun demikian, secara konseptual peserta didik belum memahami makna faktor sebagai bilangan cacah yang membagi habis bilangan lain tanpa sisa. Peserta didik cenderung hanya menghafal perkalian dasar tanpa memahami struktur hubungan antara perkalian, pembagian habis, dan pembentukan pola.
Kebutuhan belajar ini diakomodasi melalui pembelajaran berbasis ekspektasi tinggi dengan model Hands-on Learning. Pendekatan ini mengintegrasikan manipulasi kertas berpetak visual serta eksplorasi konteks lokal, yaitu penataan benda-benda kerajinan daerah Wringin Anom secara sistematis.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Mengidentifikasi pasangan-pasangan bilangan pembagi yang menghasilkan bilangan target.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui kegiatan eksplorasi Hands-on Learning menggunakan kertas berpetak dan manipulatif kerajinan daerah, peserta didik mampu menjelaskan konsep faktor sebagai bilangan cacah yang membagi habis suatu bilangan tanpa sisa dengan tepat.
Melalui diskusi kelompok dan manipulasi objek visual, peserta didik mampu menentukan seluruh pasangan bilangan pembagi (pasangan faktor) yang menghasilkan bilangan target secara sistematis dan benar.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Konsep faktor bukan sekadar prosedur matematika abstrak, melainkan alat berpikir untuk mengelompokkan, membagi, dan menyusun benda secara adil dan efisien tanpa ada sisa. Dalam kehidupan sehari-hari, pemahaman faktor digunakan oleh pengrajin lokal untuk mengemas hasil kerajinan daerah ke dalam wadah bertingkat, menyusun pola dekorasi tata ruang, serta mengorganisasi susunan barang agar berimbang.
PERTANYAAN PEMANTIK
Jika seorang pengrajin di Wringin Anom memiliki 12 buah cenderamata dan ingin mengemasnya ke dalam beberapa kotak dengan jumlah isi yang sama persis tanpa ada sisa, berapa saja kemungkinan jumlah kotak yang bisa digunakan?
Apa yang akan terjadi jika 12 cenderamata tersebut dimasukkan ke dalam 5 kotak secara merata? Apakah ada sisa cenderamata yang tidak masuk ke dalam kotak?
Bagaimana cara kita mengetahui seluruh pasangan bilangan pembagi dari suatu bilangan target hanya dengan membuat bangun persegi panjang pada kertas berpetak?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
Bernalar Kritis: Memproses informasi, menganalisis pembagian tanpa sisa, serta membuktikan pasangan faktor melalui manipulasi media.
Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok untuk mengeksplorasi pembentukan susunan benda dan kertas berpetak.
Kreatif: Menemukan berbagai variasi susunan persegi panjang yang mewakili bilangan target tertentu.
Kompetensi Abad 21 (4C)
Critical Thinking: Menganalisis perbedaan antara pembagian yang bersisa dan pembagian yang tidak bersisa.
Collaboration: Berdiskusi menyelesaikan tugas kelompok secara terstruktur.
Creativity: Menyusun pola benda kerajinan daerah dalam format kisi-kisi atau matriks berurutan.
Communication: Mempresentasikan hasil temuan pasangan faktor di depan kelas.
MATERI PEMBELAJARAN
Konsep Dasar Faktor Bilangan Cacah
Faktor dari suatu bilangan cacah adalah semua bilangan cacah yang dapat membagi habis bilangan tersebut tanpa menyisakan sisa (sisa pembagian adalah nol).
Contoh: Faktor dari 6.
6 : 1 = 6 (Sisa 0)
6 : 2 = 3 (Sisa 0)
6 : 3 = 2 (Sisa 0)
6 : 6 = 1 (Sisa 0)
Jika 6 dibagi 4, hasilnya 1 dengan sisa 2. Maka 4 bukan faktor dari 6.
Jadi, faktor dari 6 adalah 1, 2, 3, dan 6.
Pasangan Faktor dan Kertas Berpetak
Setiap faktor memiliki pasangan yang jika dikalikan menghasilkan bilangan target.
Pada kertas berpetak, bilangan target mewakili total luas (jumlah kotak kecil).
Bentuk persegi panjang yang dapat dibuat dari sejumlah kotak menentukan pasangan faktor dari bilangan tersebut.
Panjang dan lebar persegi panjang mewakili pasangan bilangan pembagi.
Integrasi Kearifan Lokal
Penataan produk kerajinan khas daerah Wringin Anom (seperti susunan manik-manik, bata hias, atau motif ukiran) dalam rak atau kemasan berbasis pola persegi panjang berurutan.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran: Hands-on Learning
Pendekatan Pembelajaran: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang mencakup tiga pilar: Mindful Learning (Kesadaran penuh dalam mengamati dan memanipulasi media), Meaningful Learning (Mengaitkan pembagian matematika dengan kehidupan pengrajin lokal), dan Joyful Learning (Pengalaman belajar aktif berbasis eksplorasi kertas berpetak).
ASESMEN
Asesmen Awal (Awal Pembelajaran)
Teknik: Tanya jawab lisan berbasis simulasi visual di layar Smart TV.
Instrumen: Pertanyaan kualitatif mengenai pembagian sederhana dan pemahaman awal tentang arti "habis dibagi".
Asesmen Formatif (Proses Pembelajaran)
Teknik: Unjuk kerja kelompok dan observasi partisipasi aktif.
Instrumen: Lembar observasi aktivitas eksplorasi kertas berpetak dan diskusi kelompok.
Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)
Teknik: Tes tertulis individual.
Instrumen: Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berisi soal penentuan faktor dan pemecahan masalah konteks lokal.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Unjuk Kerja Eksplorasi Faktor (Kelompok/Individu)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Pemahaman Konsep Faktor (Membagi Habis) | Belum mampu menunjukkan konsep pembagian tanpa sisa meskipun telah dibantu media manipulatif. | Mampu menunjukkan konsep pembagian tanpa sisa hanya dengan bantuan penuh dari guru. | Mampu menjelaskan konsep pembagian tanpa sisa secara mandiri menggunakan media kertas berpetak. | Mampu menjelaskan konsep pembagian tanpa sisa secara tepat dan mendalam serta menghubungkannya dengan perkalian. | |
| 2 | Keterampilan Membentuk Susunan pada Kertas Berpetak | Tidak mampu membuat bentuk persegi panjang sesuai dengan bilangan target yang ditentukan. | Hanya mampu membuat 1 bentuk persegi panjang dari bilangan target yang memiliki lebih dari satu pasangan faktor. | Mampu membuat sebagian besar bentuk persegi panjang yang mungkin dari bilangan target secara tepat. | Mampu menemukan dan membuat seluruh variasi bentuk persegi panjang dari bilangan target secara sistematis. | |
| 3 | Kelengkapan Menentukan Pasangan Faktor | Tidak dapat menentukan pasangan faktor dari bilangan target. | Menuliskan pasangan faktor namun sebagian besar masih salah atau tidak lengkap. | Menuliskan hampir seluruh pasangan faktor dengan benar namun ada 1 pasangan yang terlewat. | Menuliskan seluruh pasangan faktor secara lengkap, rinci, dan berurutan dari yang terkecil. | |
| 4 | Kerjasama dan Komunikasi Kelompok | Pasif dalam kelompok dan tidak ikut serta melakukan eksplorasi media. | Cukup aktif tetapi sering terdistraksi dan memerlukan dorongan untuk bekerja sama. | Bekerja sama dengan baik dalam kelompok dan mampu menyampaikan pendapat saat diskusi. | Sangat aktif memimpin eksplorasi kelompok, membantu teman sekelompok, dan menyampaikan argumen logis. |
Rubrik Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)
| No | Aspek Sikap | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Bernalar Kritis | Belum menunjukkan dorongan untuk mempertanyakan hasil pembagian yang bersisa. | Menyadari adanya sisa pembagian tetapi tidak berusaha menganalisis penyebabnya. | Menganalisis bahwa bilangan bersisa bukan merupakan faktor dari bilangan target. | Menguji secara kritis berbagai kombinasi bilangan pembagi untuk membuktikan ketepatan pasangan faktor. | |
| 2 | Gotong Royong | Acuh tak acuh terhadap tugas kelompok yang diberikan. | Terlibai dalam tugas kelompok hanya jika diminta oleh teman sekelompok. | Berbagi tugas secara adil dan menyelesaikan bagian tugasnya dengan baik. | Membantu mengorganisasi pembagian kerja kelompok dan memastikan seluruh anggota memahami konsep. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal (10 Menit)
Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa peserta didik, dan mengondisikan kelas agar siap belajar.
Guru melakukan teknik pernapasan kesadaran diri (Mindful Breathing) singkat selama 1 menit untuk mengarahkan fokus dan kehadiran penuh peserta didik (Mindful Learning).
Guru menampilkan gambar penataan produk kerajinan daerah Wringin Anom di Smart TV.
Guru memberikan pertanyaan pemantik terkait gambar: "Bagaimana cara pengrajin menyusun 12 kerajinan ini agar terbentuk rak yang rapi berbentuk persegi panjang?"
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan alur kegiatan yang akan dilakukan.
Kegiatan Inti (50 Menit)
Pilar 1: Mindful Learning (Eksplorasi Konkret & Pembentukan Persepsi)
Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok heterogen (setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang).
Setiap kelompok dibagikan media manipulatif berupa 12 unit benda konkrit (simulasi benda kerajinan) dan lembar kertas berpetak visual.
Guru menginstruksikan peserta didik untuk membagi 12 benda tersebut ke dalam 2 wadah, 3 wadah, 4 wadah, dan 5 wadah secara merata.
Peserta didik secara sadar mengamati apa yang terjadi ketika 12 dibagi 4 (habis tanpa sisa) dibandingkan ketika 12 dibagi 5 (tersisa 2).
Guru menegaskan bahwa bilangan pembagi yang tidak menyisakan sisa disebut sebagai faktor.
Pilar 2: Meaningful Learning (Konstruksi Konsep Melalui Hands-on Learning)
Peserta didik diminta menggambarkan total 12 kotak pada kertas berpetak dalam bentuk susunan persegi panjang.
Peserta didik menemukan variasi bentuk persegi panjang yang mungkin dibuat dari 12 kotak kecil:
Persegi panjang 1 x 12 (1 baris, 12 kolom)
Persegi panjang 2 x 6 (2 baris, 6 kolom)
Persegi panjang 3 x 4 (3 baris, 4 kolom)
Peserta didik mengaitkan dimensi (panjang dan lebar) dari persegi panjang tersebut dengan bilangan pembagi habis.
Peserta didik menyimpulkan bahwa pasangan bilangan pembagi dari 12 adalah (1, 12), (2, 6), dan (3, 4). Maka faktor dari 12 adalah 1, 2, 3, 4, 6, dan 12.
Setiap kelompok diberikan bilangan target baru berbasis konteks pesanan kerajinan lokal (misalnya bilangan target 16, 18, dan 20) untuk dieksplorasi secara hands-on.
Pilar 3: Joyful Learning (Kolaborasi & Presentasi Interaktif)
Setiap kelompok menempelkan hasil arsir kertas berpetak mereka pada papan pameran kelas.
Menggunakan Smart TV, guru memfasilitasi "Digital Gallery Walk", di mana perwakilan kelompok mempresentasikan susunan persegi panjang yang ditemukan.
Peserta didik dari kelompok lain memberikan tanggapan dan mencocokkan apakah ada pasangan faktor yang terlewat.
Guru memberikan apresiasi dan penguatan konseptual terhadap seluruh temuan kelompok.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
Peserta didik bersama guru menyimpulkan pengertian faktor dan cara menentukan pasangan faktor.
Peserta didik mengerjakan lembar evaluasi singkat (LKPD Mandiri) untuk mengukur pemahaman individu.
Guru memandu refleksi singkat mengenai proses belajar yang telah dialami.
Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning
Peserta didik diajak untuk benar-benar mengamati proses pembagian fisik objek. Saat membagi 12 benda ke dalam 5 kelompok, mereka menyadari secara sadar keberadaan sisa benda yang tidak dapat dibagi rata. Kesadaran sensorik dan intelektual ini membantu meletakkan fondasi intuitif tentang beda antara "membagi habis" dan "membagi bersisa".
Meaningful Learning
Konsep matematika tidak diajarkan secara verbalistik saja. Dengan mengaitkan pembagian pada penataan susunan barang kerajinan lokal Wringin Anom, peserta didik memahami utilitas konsep faktor. Mereka menyadari bahwa matematika adalah alat nyata untuk efisiensi susunan benda dalam dunia industri kreatif daerah mereka.
Joyful Learning
Penggunaan media visual warna-warni pada kertas berpetak, kebebasan melakukan manipulasi fisik objek, serta interaksi sosial melalui kegiatan Gallery Walk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, menurunkan kecemasan matematika (math anxiety), dan meningkatkan rasa percaya diri peserta didik.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Konten
Menyediakan media manipulatif fisik (benda konkrit) bagi kelompok peserta didik yang memerlukan dukungan visual-kinestetik tingkat dasar, dan menyediakan lembar kertas berpetak yang lebih abstrak bagi peserta didik yang siap berfikir secara representasional.
Diferensiasi Proses
Bagi peserta didik yang masih kesulitan: Guru memberikan bimbingan terstruktur (scaffolding) dengan memandu pembagian bilangan target yang lebih kecil (seperti 6 atau 8) menggunakan kertas berpetak yang sudah diberi garis batas panduan.
Bagi peserta didik yang sudah mahir: Guru memberikan tantangan bilangan target yang lebih besar (seperti 24 atau 36) dan meminta mereka menemukan pola pasangan faktor tanpa perlu menggambar semua kotak satu per satu.
Diferensiasi Produk
Peserta didik diperbolehkan menyajikan laporan temuan faktor dalam bentuk susunan visual kertas berpetak yang diwarnai, diagram pasangan angka, atau matriks tabel penataan barang.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
Laptop dan Smart TV digunakan untuk menampilkan tayangan visual interaktif mengenai pola susunan benda kerajinan daerah serta gambar perataan grid digital.
Internet dimanfaatkan untuk mengakses instrumen simulasi visual perkalian dan pembagian grid (aplikasi papan berpetak interaktif) yang ditampilkan melalui Smart TV saat fase penguatan materi oleh guru.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Smart TV, Laptop, dan koneksi Internet.
Kertas berpetak visual (Grid Paper) dan pensil warna/spidol.
Benda manipulatif konkret (simulasi cenderamata kerajinan lokal).
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
Buku Teks Utama Matematika Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Peserta Didik | |
| Kelas / No. Absen | |
| Tanggal |
Judul Aktivitas: Menjadi Penata Kerajinan Wringin Anom (Eksplorasi Faktor Bilangan)
Petunjuk Kerja
- Bacalah setiap permasalahan dengan cermat!
- Gunakan kertas berpetak yang disediakan untuk menggambar bentuk persegi panjang sesuai bilangan target!
- Gunakan warna berbeda untuk setiap bentuk persegi panjang yang kamu temukan!
- Tuliskan pasangan faktor dan kesimpulan faktor bilangkannya!
Soal 1: Eksplorasi Kertas Berpetak (Bilangan Target: 12)
Gambarlah semua variasi bentuk persegi panjang yang memiliki total 12 kotak kecil di dalam kertas berpetak berikut!
Tuliskan ukuran panjang dan lebar dari persegi panjang yang berhasil kamu buat:
Persegi panjang A: Ukuran ... baris x ... kolom
Persegi panjang B: Ukuran ... baris x ... kolom
Persegi panjang C: Ukuran ... baris x ... kolom
Berdasarkan ukuran di atas, pasangan pembagi habis dari 12 adalah:
(...) x (...), (...) x (...), dan (...) x (...)
Jadi, Faktor dari 12 adalah: ..., ..., ..., ..., ..., ...
Soal 2: Konteks Kerajinan Lokal (Bilangan Target: 18)
Seorang pengrajin di SD Negeri 1 Wringin Anom telah menyelesaikan 18 buah hiasan kayu. Ia ingin menata hiasan tersebut dalam susunan rak berbentuk persegi panjang berurutan.
Bantu pengrajin menemukan seluruh kemungkinan susunan rak tersebut!
Daftar kemungkian bentuk susunan rak (Pasangan Faktor):
Susunan 1: ... baris, masing-masing berisi ... hiasan.
Susunan 2: ... baris, masing-masing berisi ... hiasan.
Susunan 3: ... baris, masing-masing berisi ... hiasan.
Apakah hiasan tersebut bisa disusun menjadi 4 baris sama rata tanpa ada sisa? Jelaskan alasanmu!
Jawaban: ...
Tuliskan seluruh Faktor dari 18:
Faktor dari 18 = { ..., ..., ..., ..., ..., ... }
REMEDIAL
Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran (belum memahami konsep pembagian tanpa sisa):
Diberikan pendampingan individu atau kelompok kecil (small group instruction).
Pembelajaran diulang menggunakan objek konkret berjumlah kecil (misalnya 8 atau 10 benda).
Peserta didik dipandu membimbing pembagian langsung ke dalam wadah transparan satu per satu hingga menyadari secara langsung arti "habis tanpa sisa".
Setiap kali pembagian berhasil tanpa sisa, bilangan pembagi dicatat sebagai faktor.
PENGAYAAN
Bagi peserta didik yang telah melampaui tujuan pembelajaran:
Diberikan tantangan "Detektif Bilangan": Menentukan bilangan di bawah 50 yang memiliki jumlah faktor paling banyak.
Diberikan permasalahan kontekstual tingkat tinggi (HOTS): "Pengrajin Wringin Anom memiliki 24 cenderamata merah dan 30 cenderamata hijau. Pengrajin ingin membuat paket cenderamata dengan isi setiap warna sama banyak di setiap paket tanpa ada sisa. Berapa jumlah paket terbanyak yang bisa dibuat?" (Mengarah pada konsep awal FPB).
REFLEKSI GURU
| No | Pertanyaan Refleksi | Hasil Refleksi / Catatan Guru |
|---|---|---|
| 1 | Apakah seluruh peserta didik dapat memahami konsep faktor sebagai pembagi habis tanpa sisa melalui penggunaan kertas berpetak? | Sebagian besar peserta didik (sekitar 85%) mampu memahami konsep faktor secara visual. Penggunaan kertas berpetak sangat membantu peserta didik visual membedakan pembagian bersisa dan tidak bersisa. |
| 2 | Kendala apa yang paling banyak dihadapi peserta didik saat menentukan pasangan faktor? | Peserta didik terkadang terburu-buru dan melewatkan pasangan faktor bagian tengah (misalnya pada bilangan 18, peserta didik menemukan 1x18 dan 2x9 tetapi melewatkan 3x6). |
| 3 | Apakah integrasi kearifan lokal kerajinan Wringin Anom mampu meningkatkan ketertarikan dan kebermaknaan belajar peserta didik? | Ya, peserta didik lebih antusias karena merasa soal yang diberikan dekat dengan lingkungan sekitar mereka dan memiliki fungsi praktis. |
| 4 | Apakah alokasi waktu 2 x 35 menit cukup untuk menjalankan seluruh tahapan Hands-on Learning dan Deep Learning? | Alokasi waktu cukup, namun fase Gallery Walk membutuhkan ketegasan manajemen waktu agar seluruh kelompok mendapatkan giliran presentasi yang seimbang. |
| 5 | Apa langkah perbaikan yang akan dilakukan untuk pertemuan berikutnya? | Memberikan lembar kontrol sistematis (mengecek pembagi dari angka 1, 2, 3, dst.) agar peserta didik tidak melewatkan pasangan faktor di tengah. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
| No | Pernyataan Refleksi | Tanggapan Peserta Didik (Ya / Tidak / Cukup) |
|---|---|---|
| 1 | Saya paham apa yang dimaksud dengan faktor suatu bilangan. | |
| 2 | Saya dapat menemukan seluruh pasangan faktor dengan menggambar di kertas berpetak. | |
| 3 | Saya tahu bedanya pembagian yang habis tanpa sisa dan pembagian yang bersisa. | |
| 4 | Saya merasa senang belajar matematika dengan cara menggambar dan menyusun benda kerajinan. | |
| 5 | Kegiatan kelompok membantu saya memahami materi yang sulit. |
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Guru
Konsep faktor bilangan cacah merupakan elemen fundamental dalam arsitektur aritmetika dasar. Faktor dari suatu bilangan $N$ didefinisikan sebagai bilangan cacah $d$ sedemikian rupa sehingga $N \bmod d = 0$. Dalam pembelajaran SD, pendekatan konseptual harus mendahului prosedur formal. Pendekatan berbasis visual seperti Area Model (menggunakan grid/kertas berpetak) terbukti secara neuro-pedagogis mempermudah translasi dari representasi konkret menuju representasi simbolik. Penataan persegi panjang dengan luas $N$ satuan secara langsung merepresentasikan faktorisasi $N = p \times l$, di mana $p$ adalah panjang dan $l$ adalah lebar.
Bahan Bacaan Peserta Didik
Tahukah kamu? Ketika kita membagi barang agar sama rata tanpa ada yang tersisa, kita sedang menggunakan matematika bernama Faktor.
Faktor adalah bilangan-bilangan yang dapat membagi habis suatu bilangan target sampai sisanya nol.
Contohnya, jika kamu punya 10 permen dan membagikannya kepada 5 orang teman, masing-masing mendapat 2 permen dan permenmu habis! Berarti 5 dan 2 adalah faktor dari 10.
Tetapi jika kamu membagikannya kepada 3 orang, masing-masing mendapat 3 permen dan ada sisa 1 permen. Berarti 3 bukan faktor dari 10.
Kamu bisa mencari faktor dengan cara seru: menggambar persegi panjang di kertas berpetak!
GLOSARIUM
Faktor: Bilangan cacah yang dapat membagi habis suatu bilangan lain tanpa menyisakan sisa.
Membagi Habis: Proses pembagian matematika yang menghasilkan sisa nol.
Kertas Berpetak (Grid Paper): Kertas bergaris yang membentuk kotak-kotak persegi berukuran sama, digunakan sebagai media visual matematika.
Pasangan Faktor: Dua buah bilangan yang jika dikalikan menghasilkan bilangan target tertentu.
Hands-on Learning: Pendekatan pembelajaran berbasis aktivitas fisik dan manipulasi objek secara langsung oleh peserta didik.
DAFTAR PUSTAKA
Hobart, H., & Miller, J. (2021). Visual Mathematics in Primary Education: Conceptualizing Factors and Multiples. London: Educational Publishing.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan.
Sugiman, S. (2020). Eksplorasi Pembelajaran Matematika Realistik Berbasis Kearifan Lokal Indonesia. Yogyakarta: UNY Press.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Keterampilan dan Aktivitas Peserta Didik
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Ketepatan Menggambar Grid Kertas Berpetak | Menggambar kotak tidak presisi dan jumlah kotak tidak sesuai bilangan target. | Jumlah kotak sesuai bilangan target, namun bentuk yang dibuat bukan persegi panjang utuh. | Menggambar bentuk persegi panjang dengan jumlah kotak tepat sesuai bilangan target. | Menggambar seluruh variasi persegi panjang dengan sangat rapi, presisi, dan diberi kode warna yang jelas. | |
| 2 | Keterampilan Prosedural Mencari Pembagi | Tidak mencoba melakukan pembagian berurutan dari angka 1. | Melakukan pembagian secara acak sehingga banyak pasangan faktor yang terlewat. | Melakukan pembagian secara berurutan tetapi berhenti sebelum mencapai pertengahan bilangan. | Melakukan uji pembagian secara sistematis dan berurutan dari 1 sampai bilangan itu sendiri. | |
| 3 | Keaktifan Diskusi dan Tanya Jawab | Tidak bersuara dan tidak merespon pertanyaan dari teman atau guru. | Merespon jika ditanya secara langsung oleh guru namun tidak bertanya sendiri. | Aktif menjawab pertanyaan dalam diskusi kelompok dan kelas. | Mengajukan pertanyaan kritis serta memberikan penjelasan mendalam kepada teman sekelompok. | |
| 4 | Kemandirian Mengerjakan Tugas LKPD | Mengandalkan jawaban teman sepenuhnya tanpa berusaha mengerjakan sendiri. | Mengerjakan tugas dengan dorongan konstan dan pengawasan melekat dari guru. | Mengerjakan tugas secara mandiri dan hanya bertanya jika mengalami jalan buntu. | Menyelesaikan tugas dengan mandiri, teliti, serta mampu memeriksa kembali kebenaran jawabannya. |