Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Ajaran : Ganjil / 2026/2027
Materi / Topik : Menentukan Kelipatan Persekutuan dan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK)
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 Pertemuan)

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Kebutuhan dan Karakteristik Peserta Didik

Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki gaya belajar yang dominan visual. Mereka menyukai sajian materi berupa warna, grafik, garis bilangan, serta visualisasi digital. Namun demikian, sebagian besar peserta didik belum memahami konsep kelipatan persekutuan secara konseptual dan masih sering keliru membedakan antara faktor bilangan dengan kelipatan bilangan.

Pengetahuan Prasyarat

Peserta didik telah menguasai perkalian dasar bilangan 1 sampai 10 dan telah mengenal konsep kelipatan tunggal suatu bilangan.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Menganalisis titik temu kelipatan terkecil untuk memecahkan masalah penjadwalan periodik.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Indikator Pencapaian Tujuan Pembelajaran

  1. Melalui pengamatan simulasi visual kalender interaktif pada Smart TV, peserta didik mampu menentukan kelipatan persekutuan dari dua atau tiga bilangan secara tepat.
  2. Melalui pemodelan jadwal kegiatan gotong royong warga desa, peserta didik mampu menganalisis dan menemukan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari dua atau tiga bilangan dengan akurat.
  3. Melalui penugasan kelompok berbasis Inquiry Learning, peserta didik mampu memecahkan masalah kontekstual penjadwalan periodik kegiatan masyarakat menggunakan konsep KPK secara cermat.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Konsep Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) digunakan dalam kehidupan bermasyarakat untuk menentukan titik temu atau waktu keterulangan bersama dari beberapa jadwal kegiatan periodik, seperti jadwal ronda malam warga dan kerja bakti gotong royong di Desa Wringin Anom.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika RT 01 mengadakan gotong royong setiap 4 hari sekali dan RT 02 setiap 6 hari sekali, pada hari ke berapakah kedua RT tersebut akan gotong royong bersama-sama untuk pertama kalinya?
  2. Bagaimana cara kita mengetahui tanggal beremunya dua jadwal kegiatan warga tanpa harus menghitung satu per satu hari di kalender manual?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Ditunjukkan melalui doa bersama dan rasa syukur atas nilai kearifan lokal gotong royong.
  2. Gotong Royong: Ditunjukkan melalui kerja sama aktif dalam diskusi kelompok memecahkan masalah penjadwalan.
  3. Bernalar Kritis: Ditunjukkan saat menganalisis pola kelipatan bilangan dan menentukan nilai kelipatan persekutuan terkecil.

Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

  1. Mindful Learning: Peserta didik secara sadar mengamati pola bilangan dan memahami alasan di balik ditemukannya angka persekutuan terkecil.
  2. Meaningful Learning: Peserta didik mengaitkan konsep matematis KPK dengan keteraturan penjadwalan sosial warga di lingkungan sekitar Wringin Anom.
  3. Joyful Learning: Peserta didik terlibat aktif dalam permainan interaktif garis bilangan berbasis Smart TV.

MATERI PEMBELAJARAN

Pengertian Kelipatan dan Kelipatan Persekutuan

Kelipatan suatu bilangan adalah hasil perkalian bilangan tersebut dengan bilangan asli (1, 2, 3, 4, dst). Kelipatan persekutuan dari dua bilangan atau lebih adalah bilangan-bilangan yang menjadi kelipatan bersama dari bilangan-bilangan tersebut.

Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK)

Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari dua atau tiga bilangan adalah nilai terkecil di antara kelipatan-kelipatan persekutuan dari bilangan-bilangan tersebut (di luar angka nol).

Kontekstualisasi Lokal (Gotong Royong Wringin Anom)

Contoh Kasus: Kelompok Tani A mengadakan kerja bakti pembersihan saluran irigasi setiap 3 hari sekali. Kelompok Tani B mengadakan kerja bakti setiap 5 hari sekali. Hari pertama mereka melakukan kerja bakti bersama adalah hari ke-0. Hari persekutuan berikutnya dapat dihitung menggunakan konsep kelipatan persekutuan (3, 6, 9, 12, 15... dan 5, 10, 15...). Titik temu pertama (KPK) adalah hari ke-15.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran

Inquiry Learning (Langkah: Orientasi Masalah, Merumuskan Masalah, Merumuskan Hipotesis, Mengumpulkan Data, Menguji Hipotesis, Merumuskan Kesimpulan).

Pendekatan Pembelajaran

Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) berbasis Kearifan Lokal.

ASESMEN

Asesmen Diagnostik (Awal Pembelajaran)

Teknik: Tes Lisan Singkat

Instrumen: Pertanyaan langsung tentang hasil perkalian dasar dan kelipatan bilangan tunggal.

Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)

Teknik: Observasi Unjuk Kerja dan Penilaian Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

Instrumen: Rubrik observasi sikap gotong royong, keaktifan inquiry, dan keterampilan memecahkan masalah.

Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)

Teknik: Tes Tertulis Individu

Instrumen: Soal cerita kontekstual KPK (2 butir soal).

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Sikap (Gotong Royong dan Bernalar Kritis)

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Gotong Royong (Kolaborasi)Pasif dalam kelompok dan tidak mau membantu anggota kelompok.Kurang aktif dalam kelompok dan hanya bekerja jika diperintah.Aktif berdiskusi dan membantu anggota kelompok tetapi masih perlu diingatkan.Sangat aktif berdiskusi, membantu anggota kelompok, dan membagi tugas secara merata.
2Bernalar Kritis (Analisis Masalah)Tidak mampu menemukan pola kelipatan bilangan sama sekali.Mampu menyebutkan kelipatan bilangan namun kesulitan menemukan persekutuannya.Mampu menemukan kelipatan persekutuan tetapi belum tepat menentukan KPK.Mampu menemukan kelipatan persekutuan dan KPK dengan tepat serta memberikan alasan yang logis.

Rubrik Penilaian Keterampilan Memecahkan Masalah (LKPD)

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Mendaftar Kelipatan BilanganTidak dapat mendaftar kelipatan bilangan dengan benar.Mendaftar kelipatan bilangan dengan lebih dari 3 kesalahan hitung.Mendaftar kelipatan bilangan dengan 1-2 kesalahan hitung.Mendaftar seluruh kelipatan bilangan dengan akurat tanpa kesalahan.
2Menentukan Kelipatan PersekutuanTidak mampu menentukan kelipatan persekutuan.Menentukan kelipatan persekutuan namun ada anggota persekutuan yang terlewat.Menentukan kelipatan persekutuan dengan benar tetapi lambat.Menentukan seluruh kelipatan persekutuan dengan tepat dan sistematis.
3Menemukan Nilai KPKSalah menentukan nilai KPK.Menentukan KPK tetapi memilih nilai persekutuan yang bukan terkecil.Menentukan nilai KPK dengan benar tetapi langkah penyelesaian tidak lengkap.Menentukan nilai KPK dengan benar disertai langkah penyelesaian kontekstual yang utuh.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)

  1. Guru menyapa peserta didik, melakukan pengondisian kelas, dan memimpin doa bersama.
  2. Guru mengecek kehadiran peserta didik dan kesiapan alat belajar.
  3. Apersepsi: Guru mengaitkan materi dengan kehidupan nyata di Desa Wringin Anom melalui pertanyaan: "Siapa yang pernah ikut orang tuanya dalam kegiatan kerja bakti atau ronda malam desa?"
  4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan aktivitas yang akan dilakukan dengan dukungan media Smart TV.
  5. Asesmen Diagnostik Singkat: Guru menanyakan secara acak perkalian dasar 3, 4, dan 5 untuk menguji kesiapan belajar.

Kegiatan Inti (75 Menit)

Tahap 1: Orientasi Masalah (10 Menit)

  1. Guru menampilkan tayangan visual simulasi kalender kegiatan gotong royong warga Dusun Wringin Anom di Smart TV.
  2. Tayangan memperlihatkan Jadwal Pos Ronda Pak Didik (setiap 3 hari) dan Pak Ahmad (setiap 4 hari).
  3. Peserta didik diminta mengamati tanggal-tanggal dimana Pak Didik dan Pak Ahmad bertugas.

Tahap 2: Merumuskan Masalah (10 Menit)

  1. Guru memfasilitasi peserta didik untuk merumuskan masalah utama: "Pada tanggal berapakah Pak Didik dan Pak Ahmad akan bertugas ronda bersama-sama untuk pertama kalinya dan untuk kedua kalinya?"
  2. Peserta didik mencatat pertanyaan masalah tersebut pada papan tulis digital.

Tahap 3: Merumuskan Hipotesis (10 Menit)

  1. Peserta didik secara berpasangan menebak tanggal pertemuaan ronda bersama berdasarkan pemahaman awal.
  2. Guru menampung hipotesis awal yang diajukan oleh beberapa peserta didik.

Tahap 4: Mengumpulkan Data (20 Menit)

  1. Guru membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok heterogen (4-5 orang).
  2. Guru membagikan LKPD yang memuat data jadwal kegiatan gotong royong warga.
  3. Peserta didik mengumpulkan data dengan mendaftar kelipatan bilangan menggunakan media bantuan visual sesuai kelompok diferensiasi (garis bilangan warna-warni atau kalender visual).
  4. Guru memantau jalannya diskusi kelompok dan memberikan bimbingan bagi kelompok yang membutuhkan.

Tahap 5: Menguji Hipotesis (15 Menit)

  1. Setiap kelompok membandingkan daftar kelipatan bilangan yang telah dibuat untuk menemukan bilangan-bilangan yang sama (kelipatan persekutuan).
  2. Peserta didik mengidentifikasi bilangan persekutuan mana yang nilainya paling kecil sebagai nilai KPK.
  3. Peserta didik menguji apakah hasil temuan kelompok cocok dengan hipotesis awal dan tampilan kalender visual di Smart TV.

Tahap 6: Merumuskan Kesimpulan (10 Menit)

  1. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil temuannya di depan kelas menggunakan Smart TV sebagai media peraga visual.
  2. Kelompok lain memberikan tanggapan dan umpan balik.
  3. Guru menyimpulkan langkah-langkah dalam menemukan kelipatan persekutuan dan KPK.

Kegiatan Penutup (15 Menit)

  1. Peserta didik bersama guru melakukan umpan balik dan menyimpulkan poin-poin penting pembelajaran hari ini.
  2. Peserta didik mengerjakan tes evaluasi individu (asesmen sumatif singkat).
  3. Peserta didik mengisi lembar refleksi pembelajaran.
  4. Guru memberikan apresiasi atas kerja sama seluruh peserta didik selama pembelajaran.
  5. Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan doa penutup dan salam.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning

Peserta didik secara sadar diajak mengamati bahwa kelipatan bilangan bukan sekadar menghafal angka, melainkan proses penambahan berulang yang membentuk pola keteraturan. Saat menentukan KPK, peserta didik diajak memikirkan alasan mengapa angka persekutuan terkecil yang dipilih untuk penjadwalan efisien.

Meaningful Learning

Matematika dihubungkan langsung dengan tradisi gotong royong dan sistem ronda malam di lingkungan tempat tinggal peserta didik di Desa Wringin Anom. Hal ini membuat peserta didik menyadari bahwa matematika adalah alat bantu nyata dalam mengorganisasi kehidupan bermasyarakat.

Joyful Learning

Penggunaan layar interaktif Smart TV dengan tampilan warna-warni serta aktivitas manipulatif garis bilangan berbasis visual memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan tidak menakutkan bagi peserta didik visual.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten

  1. Kelompok Visual Akseleratif: Diberikan bahan ajar berupa diagram garis bilangan interaktif multi-warna pada Smart TV dan tabel perkalian Kompleks (2 hingga 3 bilangan).
  2. Kelompok Visual Dasar: Diberikan bahan ajar berbasis papan kalender fisik bermagnet dengan penanda warna-warni untuk membantu pemetaan angka kelipatan sederhana (2 bilangan).

Diferensiasi Proses

  1. Kelompok yang telah memahami konsep prasyarat bekerja mandiri dalam kelompok untuk menemukan KPK dari 3 bilangan.
  2. Kelompok yang belum memahami sepenuhnya mendapatkan bimbingan perancah (scaffolding) lebih intensif dari guru dengan memanfaatkan langkah konkrit pada kalender visual.

Diferensiasi Produk

  1. Peserta didik dapat menyajikan laporan hasil pencarian KPK dalam bentuk tabel garis kelipatan berwarna.
  2. Peserta didik dapat menyajikan hasil dalam bentuk susunan deret matematika kontekstual beserta kalimat kesimpulan jadwal gotong royong.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Smart TV: Digunakan untuk menayangkan slide presentasi interaktif, simulasi kalender digital, dan garis bilangan visual berwarna-warni.
  2. Laptop: Digunakan guru untuk mengontrol jalannya simulasi interaktif dan media pembelajaran multimedia.
  3. Internet: Digunakan untuk mengakses platform aplikasi papan tulis digital interaktif dalam kegiatan presentasi peserta didik.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media Pembelajaran

  1. Aplikasi Simulasi Kalender Digital dan Garis Bilangan Visual pada Smart TV.
  2. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis kearifan lokal.
  3. Papan Kalender Magnetik dan Spidol Warna.

Sumber Belajar

  1. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas V, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  2. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas V, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  3. Modul Lokal Penjadwalan Kegiatan Masyarakat Desa Wringin Anom.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Peserta Didik / Kelompok.....................................................
Kelas / FaseV (Lima) / Fase C
No. Absen.....................................................
Tanggal Kegiatan.....................................................

Judul LKPD

Menemukan Titik Temu Gotong Royong Wringin Anom dengan KPK

Tujuan Aktivitas

  1. Menentukan kelipatan persekutuan dari dua atau tiga bilangan.
  2. Menemukan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) untuk memecahkan masalah penjadwalan warga.

Petunjuk Kerja

  1. Bacalah setiap cerita permasalahan gotong royong di bawah ini dengan cermat!
  2. Gunakan garis bilangan atau penanda warna pada kalender yang disediakan untuk mendaftar kelipatan!
  3. Diskusikan dengan teman kelompokmu untuk menemukan kelipatan persekutuan dan nilai KPK!
  4. Tuliskan kesimpulan jawabanmu pada kolom yang tersedia!

Masalah 1 (Gotong Royong Dusun Wringin Anom)

Warga RT 01 Desa Wringin Anom melaksanakan kerja bakti pembersihan selokan setiap 4 hari sekali. Sedangkan warga RT 02 melaksanakan kerja bakti setiap 6 hari sekali. Pada hari ke-0 mereka melaksanakan kerja bakti bersama-sama.

  1. Tuliskan kelipatan hari kerja bakti warga RT 01!

Jawaban: ....................................................................................................

  1. Tuliskan kelipatan hari kerja bakti warga RT 02!

Jawaban: ....................................................................................................

  1. Tuliskan hari-hari di mana kedua RT tersebut melaksanakan kerja bakti bersama (Kelipatan Persekutuan)!

Jawaban: ....................................................................................................

  1. Pada hari ke berapakah mereka akan kerja bakti bersama untuk pertama kalinya setelah hari ke-0? (Nilai KPK)

Jawaban: ....................................................................................................

Masalah 2 (Jadwal Ronda Malam Adat)

Tiga petugas ronda malam Desa Wringin Anom memiliki jadwal keliling yang berbeda. Pak Didik bertugas setiap 2 hari sekali, Pak Ahmad bertugas setiap 3 hari sekali, dan Pak Subur bertugas setiap 4 hari sekali. Jika pada tanggal 1 Agustus mereka bertugas ronda bersama-sama:

  1. Daftarkan kelipatan hari bertugas Pak Didik: ............................................................
  2. Daftarkan kelipatan hari bertugas Pak Ahmad: ............................................................
  3. Daftarkan kelipatan hari bertugas Pak Subur: ............................................................
  4. Tentukan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari 2, 3, dan 4: ...............................
  5. Pada tanggal berapakah ketiga petugas ronda tersebut akan bertugas bersama-sama lagi untuk berikutnya?

Jawaban: ....................................................................................................

REMEDIAL

Program Bimbingan Remedial

  1. Sasaran: Peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan tujuan pembelajaran (belum mampu menemukan kelipatan persekutuan dua bilangan).
  2. Bentuk Kegiatan: Pembimbingan individu atau berpasangan (peer tutoring) dengan bantuan media konkret papan garis bilangan sederhana bermagnet.
  3. Soal Remedial: Menentukan kelipatan persekutuan dan KPK dari dua bilangan sederhana (contoh: 2 dan 3, 3 dan 4) dengan pendampingan langsung.

PENGAYAAN

Program Aktivitas Pengayaan

  1. Sasaran: Peserta didik yang telah melampaui capaian tujuan pembelajaran dengan cepat dan akurat.
  2. Bentuk Kegiatan: Penugasan studi kasus kompleks berbasis pemecahan masalah penjadwalan 3 kegiatan masyarakat desa (contoh: Posyandu setiap 6 hari, Gotong Royong setiap 8 hari, dan Pos Ronda setiap 12 hari).
  3. Peserta didik diminta membuat jadwal visual bulanan interaktif menggunakan komputer/laptop kelas untuk dipresentasikan.

REFLEKSI GURU

NoPernyataan RefleksiHasil Evaluasi GuruTindak Lanjut
1Apakah seluruh peserta didik dapat mengikuti pembelajaran visual dengan baik?85% peserta didik sangat antusias mengamati media kalender visual pada Smart TV.Mempertahankan media visual interaktif dan menambah variasi warna visual.
2Kendala apa yang dihadapi peserta didik dalam menemukan kelipatan persekutuan?Sebagian kecil peserta didik masih kurang teliti saat mendaftar perkalian dasar.Memberikan latihan rutin perkalian 1-10 sebelum kegiatan inti matematika.
3Apakah model Inquiry Learning berjalan sesuai alokasi waktu?Sintaks pengumpulan data memerlukan waktu lebih lama dari yang direncanakan.Mengoptimalkan pembagian peran tugas di setiap kelompok agar lebih efisien.
4Apakah keterkaitan kearifan lokal gotong royong berhasil meningkatkan motivasi belajar?Ya, peserta didik lebih mudah memahami konteks soal penjadwalan karena dekat dengan keseharian.Mengembangkan lebih banyak soal berbasis kearifan lokal pada materi berikutnya.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

NoPertanyaan Refleksi Peserta DidikTanggapan Peserta Didik
1Bagian mana dari kegiatan pembelajaran hari ini yang paling kamu sukai?Mengamati kalender berwarna pada Smart TV dan berdiskusi bersama teman.
2Apakah kamu menemukan kesulitan saat mencari angka KPK dari dua atau tiga bilangan?Masih sedikit bingung jika harus menghitung kelipatan tiga bilangan sekaligus.
3Mengapa kita perlu mempelajari KPK dalam kehidupan sehari-hari di desa kita?Agar kita bisa tahu kapan jadwal kerja bakti dan ronda dilakukan bersama-sama.
4Seberapa yakin kamu dapat menyelesaikan soal KPK secara mandiri?Sangat yakin untuk dua bilangan, dan cukup yakin untuk tiga bilangan.

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) merupakan dasar matematis penting dalam aritmetika dan aljabar. Dalam konteks sekolah dasar, pembelajaran KPK dititikberatkan pada pemahaman konsep penalaran matematis daripada sekadar prosedur mekanis seperti faktorisasi prima. Penggunaan representasi visual berupa deret bilangan berulang dan papan kalender sangat efektif dalam membangun fondasi pemahaman intuitif siswa sebelum diperkenalkan pada metode pohon faktor atau tabel pembagian. Pemodelan masalah kontekstual nyata (seperti interval waktu kegiatan sosial warga) memperkuat makna konseptual matematika di dunia nyata.

Bahan Bacaan Peserta Didik

Kelipatan adalah hasil mengalikan suatu bilangan dengan bilangan 1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya.

Contoh Kelipatan 3 = 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24...

Contoh Kelipatan 4 = 4, 8, 12, 16, 20, 24, 28...

Jika kita cari angka yang sama dari kedua daftar di atas, maka kita menemukan Kelipatan Persekutuan:

Kelipatan Persekutuan dari 3 dan 4 adalah = 12, 24, 36...

Angka persekutuan yang nilainya paling kecil adalah 12. Maka, KPK dari 3 dan 4 adalah 12.

Artinya, jika dua kegiatan terjadi setiap 3 hari dan 4 hari sekali, kegiatan itu akan berlangsung bersamaan setiap 12 hari sekali.

GLOSARIUM

  1. Kelipatan: Hasil kali suatu bilangan dengan bilangan asli secara berurutan.
  2. Kelipatan Persekutuan: Bilangan-bilangan yang merupakan kelipatan dari dua atau lebih bilangan yang sama nilainya.
  3. Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK): Bilangan kelipatan persekutuan dari dua bilangan atau lebih yang nilainya paling kecil di antara kelipatan persekutuan lainnya.
  4. Periodik: Berulang menurut jangka waktu atau interval tertentu secara teratur.
  5. Gotong Royong: Bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan secara bersama dalam masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Hobri, dkk. (2022). Matematika untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  2. Van de Walle, J. A., Karp, K. S., & Williams, J. M. (2019). Elementary and Middle School Mathematics: Teaching Developmentally. New York: Pearson.
  3. Didik Sadi. (2025). Modul Pembelajaran Matematika Berbasis Kearifan Lokal Wringin Anom. Situbondo: Dinas Pendidikan SD Negeri 1 Wringin Anom.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Sikap dan Keterampilan Peserta Didik

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Keaktifan BerdiskusiDiam dan tidak mengeluarkan pendapat selama diskusi kelompok.Berbicara hanya saat ditanya oleh teman atau guru.Aktif mengemukakan pendapat tetapi belum berfokus pada topik penyelesaian KPK.Aktif mengemukakan gagasan dan terfokus pada penyelesaian masalah KPK secara konstruktif.
2Ketelitian Menghitung KelipatanMelakukan lebih dari 3 kesalahan dalam deret kelipatan bilangan.Melakukan 2-3 kesalahan hitung dalam mendaftar kelipatan bilangan.Melakukan 1 kesalahan hitung kecil pada deret kelipatan.Menghitung seluruh deret kelipatan bilangan secara tepat tanpa kesalahan.
3Kerja Sama Gotong RoyongMenolak berkolaborasi dan mengerjakan tugas secara terpisah dari kelompok.Bersedia duduk bersama kelompok tetapi tidak berkontribusi pada LKPD.Berbagi tugas dengan teman kelompok tetapi masih membutuhkan arahan guru.Membagi dan mengerjakan tugas kelompok secara bersama-sama dengan penuh tanggung jawab.
4Kemampuan Pemecahan Masalah PenjadwalanTidak dapat menghubungkan nilai KPK dengan hari/tanggal pertemuaan jadwal.Menemukan nilai KPK tetapi salah menentukan tanggal/hari pertemuaan bersama.Menemukan nilai KPK dan menentukan tanggal pertemuaan dengan sedikit bantuan guru.Mampu menganalisis dan menentukan tanggal pertemuaan jadwal periodik secara mandiri dan akurat.
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130