IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Matematika |
| Kelas / Fase | : | Kelas V (Lima) / Fase C |
| Semester / T.A. | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Materi / Topik | : | Kelipatan Bilangan Cacah melalui Pola Perkalian Berulang |
| Alokasi Waktu | : | 2 x 35 menit (1 Pertemuan) |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Karakteristik Peserta Didik
Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom secara umum memiliki gaya belajar visual dan aktif secara fisik (kinestetik). Berdasarkan pemetaan awal, peserta didik sangat menyukai sajian gambar, animasi digital, serta aktivitas bergerak. Namun, pemahaman konsep abstrak mengenai matematika masih tergolong rendah. Kebanyakan peserta didik telah menghafal perkalian dasar secara mekanis, tetapi belum memahami makna kelipatan sebagai deret hasil perkalian berulang dari suatu bilangan cacah.
Pengetahuan Kunci Sebelum Pembelajaran
Peserta didik telah menguasai operasi perkalian dasar bilangan cacah skala 1 sampai 10. Keterampilan ini menjadi landasan untuk menghubungkan konsep perkalian berulang dengan deret kelipatan bilangan.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik dapat mengidentifikasi deret bilangan kelipatan melalui pola perkalian berulang dan penjumlahan berulang, serta menggunakannya dalam menyelesaikan masalah kontekstual.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan Utama
- Melalui pengamatan tayangan visual interaktif di Smart TV, peserta didik mampu menggeneralisasi pola perkalian berulang untuk menentukan deret kelipatan bilangan cacah dengan tepat.
- Melalui permainan berbasis kearifan lokal "Tepuk Kelipatan Suweng", peserta didik mampu mengidentifikasi deret kelipatan suatu bilangan secara aktif, teliti, dan penuh kegembiraan.
- Melalui diskusi kelompok dan lembar kerja, peserta didik mampu memecahkan masalah kontekstual terkait kelipatan bilangan cacah dengan benar.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Kelipatan suatu bilangan adalah barisan bilangan yang diperoleh dari hasil perkalian bilangan tersebut dengan bilangan asli berurutan (1, 2, 3, dan seterusnya). Memahami kelipatan membantu manusia dalam memprediksi pola berulang, membuat penjadwalan teratur, serta menjadi dasar dalam membagi atau mengelompokkan benda dalam kehidupan sehari-hari.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Jika kamu melompat pada ubin lantai kelas setiap 3 ubin sekali, ubin nomor berapa saja yang akan terinjak oleh kakimu?
- Apakah nomor-nomor ubin yang terinjak tersebut memiliki hubungan dengan tabel perkalian 3?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Bernalar Kritis: Mengidentifikasi dan menganalisis pola bilangan dari hasil perkalian berulang.
- Gotong Royong: Bekerja sama secara kolaboratif dalam kelompok saat melakukan permainan dan menyelesaikan tugas.
- Mandiri: Menunjukkan tanggung jawab atas pemahaman pribadi melalui evaluasi mandiri.
Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
- Mindful Learning: Kesadaran penuh saat mengamati perubahan angka pada pola perkalian.
- Meaningful Learning: Mengaitkan perkalian dasar yang telah dihafal dengan konsep kelipatan bilangan.
- Joyful Learning: Mengalami kegembiraan belajar melalui simulasi permainan tepukan kearifan lokal.
MATERI PEMBELAJARAN
Konsep Dasar Kelipatan Bilangan Cacah
Kelipatan dari bilangan $a$ adalah hasil kali antara bilangan $a$ dengan bilangan asli $n$ (di mana $n = 1, 2, 3, 4, 5, ...$).
Contoh penentuan kelipatan dari bilangan 4:
- $1 \times 4 = 4$
- $2 \times 4 = 8$
- $3 \times 4 = 12$
- $4 \times 4 = 16$
- $5 \times 4 = 20$
Maka, deret kelipatan dari 4 adalah: 4, 8, 12, 16, 20, dan seterusnya.
Hubungan Penjumlahan Berulang dan Perkalian Berulang
Kelipatan dapat diperoleh dengan cara menambahkan bilangan dasar secara terus-menerus:
Kelipatan 4 = $4, (4+4), (4+4+4), (4+4+4+4)... = 4, 8, 12, 16...$
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran
Game-Based Learning (GBL) dengan sintaks:
- Orientasi Masalah dan Penjelasan Aturan Main.
- Formasi Kelompok dan Simulasi Peran.
- Pelaksanaan Permainan Edukatif.
- Debriefing dan Refleksi Konseptual.
Pendekatan Pembelajaran
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang mengintegrasikan Pembelajaran Terdiferensiasi (Proses) dan Kearifan Lokal Budaya Jawa Timur.
ASESMEN
Asesmen Awal (Diagnostik)
Mengoperasikan tes lisan berupa pertanyaan cepat perkalian 1-5 untuk memetakan kesiapan peserta didik.
Asesmen Formatif (Proses)
- Observasi unjuk kerja peserta didik saat permainan "Tepuk Kelipatan Suweng".
- Penilaian kinerja kelompok dalam menyelesaikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
Asesmen Sumatif (Akhir)
Tes tertulis berupa soal isian singkat untuk mengukur pemahaman individu terhadap penentuan kelipatan bilangan.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Kinerja Kelompok (LKPD)
| Kriteria Penilaian | Perlu Bimbingan (Skor 1) | Cukup (Skor 2) | Baik (Skor 3) | Sangat Baik (Skor 4) |
|---|---|---|---|---|
| Ketepatan Menentukan Kelipatan | Menentukan kelipatan bilangan kurang dari 50% yang benar. | Menentukan kelipatan bilangan antara 50% - 69% yang benar. | Menentukan kelipatan bilangan antara 70% - 89% yang benar. | Menentukan seluruh kelipatan bilangan (100%) dengan benar. |
| Analisis Pola Perkalian | Belum mampu mengaitkan kelipatan dengan pola perkalian. | Mampu mengaitkan kelipatan dengan pola perkalian dengan bantuan guru. | Mampu mengaitkan kelipatan dengan pola perkalian secara mandiri tetapi ada sedikit kekeliruan. | Mampu menganalisis dan mengaitkan pola perkalian secara mendalam dan tepat. |
| Kerjasama Kelompok | Anggota kelompok pasif dan tidak berpartisipasi. | Hanya sebagian kecil anggota yang aktif berpartisipasi. | Sebagian besar anggota aktif berpartisipasi dalam tugas. | Seluruh anggota kelompok aktif, saling membantu, dan terorganisir. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
- Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran peserta didik.
- Guru menciptakan kondisi siap belajar melalui kegiatan "Mindful Breathing" (menarik napas dalam-dalam selama 1 menit) untuk mengarahkan fokus peserta didik.
- Guru memberikan apersepsi visual dengan menampilkan animasi gerak lompatan katak di papan Smart TV yang menapaki batu berkode angka.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik berkaitan dengan tayangan Smart TV untuk menghubungkan pengetahuan awal peserta didik.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan gambaran aktivitas permainan yang akan dilakukan.
Kegiatan Inti (50 Menit)
Tahap 1: Orientasi Konsep melalui Media Digital (10 Menit)
- Guru menampilkan papan kelipatan interaktif berbasis materi visual di Smart TV.
- Peserta didik secara visual mengamati pola perubahan warna pada angka-angka kelipatan 2, 3, dan 5.
- Guru memfasilitasi pemahaman makna (Meaningful Learning) dengan menunjukkan bahwa angka terpilih merupakan hasil dari perkalian berulang ($1 \times n$, $2 \times n$, $3 \times n$).
Tahap 2: Pembentukan Kelompok dan Orientasi Permainan (10 Menit)
- Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok heterogen (setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa).
- Guru menjelaskan aturan permainan kearifan lokal yang dimodifikasi yaitu "Tepuk Kelipatan Suweng" (menggunakan irama lagu daerah Cublak-Cublak Suweng).
- Aturan Permainan:
- Peserta didik duduk melingkar sambil menyanyikan irama lagu daerah.
- Peserta didik berhitung secara bergantian berurutan dari angka 1.
- Apabila tiba pada angka yang merupakan kelipatan dari bilangan yang ditentukan (misal kelipatan 3), peserta didik tidak boleh menyebutkan angkanya, melainkan harus melakukan tepuk tangan sambil menyebut kata "JOS!".
Tahap 3: Pelaksanaan Permainan Edukatif / Game Based Learning (15 Menit)
- Setiap kelompok melakukan permainan "Tepuk Kelipatan Suweng" secara bergantian.
- Guru memvariasikan tingkat kesulitan permainan (mulai dari kelipatan 2, kelipatan 3, hingga kelipatan 4).
- Bagi peserta didik dengan gaya belajar kinestetik dan auditori, aktivitas melantunkan irama dan melakukan gerakan tepukan memperkuat ingatan otot serta konsentrasi terhadap pola angka.
- Guru melakukan pengamatan formatif dan memberikan umpan balik langsung selama permainan berlangsung.
Tahap 4: Deep Learning melalui Kerja Kelompok LKPD (15 Menit)
- Setiap kelompok menerima Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
- Peserta didik secara bergotong royong menganalisis deret kelipatan bilangan dan mengaitkannya dengan tabel perkalian berulang.
- Peserta didik mendiskusikan temuan pola perkalian dan menyimpulkan aturan penentuan kelipatan secara bersama-sama.
- Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerja di depan kelas, sementara kelompok lain memberikan tanggapan.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
- Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran tentang konsep kelipatan bilangan cacah.
- Peserta didik mengerjakan tes evaluasi mandiri singkat (asesmen sumatif) pada lembar kertas.
- Guru memfasilitasi kegiatan refleksi belajar peserta didik.
- Pembelajaran ditutup dengan pesan moral terkait pentingnya keteraturan (pola) dalam kehidupan sehari-hari serta doa bersama.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning
Peserta didik dilatih untuk fokus dan sadar penuh pada saat hitungan angka berjalan dalam permainan. Kesadaran ini mencegah peserta didik hanya sekadar menghafal tanpa memikirkan apakah angka tersebut masuk ke dalam kategori kelipatan atau bukan.
Meaningful Learning
Peserta didik mengaitkan pengetahuan abstrak matematika (perkalian) dengan pola nyata melalui animasi Smart TV dan media gerakan tepukan tubuh, sehingga peserta didik memahami keberadaan pola bilangan dalam struktur matematis.
Joyful Learning
Integrasi lagu daerah Jawa Timur "Cublak-Cublak Suweng" dalam permaianan berbasis tepukan menciptakan suasana belajar yang bebas dari ketakutan, menyenangkan, serta meningkatkan keterlibatan emosional peserta didik.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Proses
- Peserta Didik Visual: Diberikan akses pengamatan langsung pada papan pola angka berwarna di Smart TV.
- Peserta Didik Kinestetik & Auditori: Mempelajari kelipatan melalui aktivitas permainan fisik tepuk tangan berirama lagu daerah.
- Peserta Didik dengan Pemahaman Lambat: Mendapat bimbingan langsung (scaffolding) dari guru menggunakan kartu angka konkret di dalam kelompok kecil.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
- Laptop: Digunakan guru untuk mengoperasikan perangkat lunak presentasi dan mengelola media pembelajaran.
- Smart TV: Digunakan untuk menayangkan video animasi pola lompatan angka, papan interaktif 1-100, dan visualisasi kelipatan bilangan.
- Akses Internet: Digunakan untuk mengakses media pembelajaran digital interaktif secara langsung.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media Pembelajaran
- Aplikasi papan angka digital 1–100 pada Smart TV.
- Video animasi pola kelipatan bilangan.
- Kartu angka permainan kelipatan.
Sumber Belajar
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru dan Buku Siswa Matematika Kelas V SD.
- Lingkungan lokal dan lagu daerah Jawa Timur.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Kelompok | ............................................................................ |
| Anggota Kelompok | 1. ......................................................................... 2. ......................................................................... 3. ......................................................................... 4. ......................................................................... |
| Kelas / Semester | V (Lima) / Ganjil |
| Tanggal Pelaksanaan | ............................................................................ |
Judul Aktivitas: Menemukan Pola Kelipatan Bilangan
Petunjuk Kerja:
- Bacalah setiap petunjuk dengan teliti bersama kelompokmu.
- Gunakan hasil pengamatan dari permainan "Tepuk Kelipatan Suweng" untuk menjawab pertanyaan.
- Isilah tabel dan pertanyaan di bawah ini dengan benar!
Aktivitas 1: Pola Perkalian Berulang Kelipatan 3
Lengkapilah perkalian di bawah ini dan tuliskan deret kelipatannya!
- $1 \times 3 = 3$
- $2 \times 3 = 6$
- $3 \times 3 = ......$
- $4 \times 3 = ......$
- $5 \times 3 = ......$
- $6 \times 3 = ......$
- $7 \times 3 = ......$
Berdasarkan hasil perkalian di atas, deret bilangan kelipatan 3 adalah:
3, 6, ......, ......, ......, ......, ......
Aktivitas 2: Analisis Kelipatan Bilangan
Lingkarilah angka-angka di bawah ini yang merupakan kelipatan dari 5!
12 , 15 , 18 , 20 , 22 , 25 , 30 , 33 , 35 , 40 , 42 , 45 , 50
Jelaskan alasan kelompokmu mengapa angka 20 merupakan kelipatan dari 5!
Jawaban: ...................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
Aktivitas 3: Soal Cerita Kontekstual
Budi menepuk tangan setiap kelipatan 4. Sisi menepuk tangan setiap kelipatan 6.
Tuliskan 4 angka pertama tempat Budi menepuk tangan!
Jawaban: ......, ......, ......, ......
Tuliskan 4 angka pertama tempat Sisi menepuk tangan!
Jawaban: ......, ......, ......, ......
REMEDIAL
Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran (belum mampu menentukan deret kelipatan bilangan):
- Guru memberikan bimbingan individual menggunakan papan media konkret berpaku dan karet gelang.
- Peserta didik diajak melakukan pembentukan kelompok loncatan angka sederhana (kelipatan 2 dan 5) dengan bimbingan perlahan sampai memahami konsep penjumlahan/perkalian berulang.
PENGAYAAN
Bagi peserta didik yang telah melampaui tujuan pembelajaran:
- Guru memberikan tantangan soal tingkat tinggi (HOTS) terkait Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) sederhada dalam kehidupan sehari-hari.
- Contoh tantangan: "Lampu A menyala setiap 4 detik sekali. Lampu B menyala setiap 6 detik sekali. Pada detik ke berapa kedua lampu akan menyala bersama-sama untuk pertama kalinya?"
REFLEKSI GURU
| No | Pertanyaan Refleksi | Hasil Evaluasi Guru |
|---|---|---|
| 1 | Apakah seluruh peserta didik dapat memahami konsep kelipatan melalui permainan tepukan? | Sebagian besar peserta didik (sekitar 85%) sangat cepat memahami konsep kelipatan karena terbantu gerakan fisik dan lagu. |
| 2 | Kendala apa yang dihadapi selama proses permainan berbasis kearifan lokal berlangsung? | Suasana kelas menjadi sangat ramah dan meriah sehingga memerlukan pengelolaan kelas yang tegas agar keteraturan tetap terjaga. |
| 3 | Apakah pemanfaatan Smart TV membantu peserta didik visual dalam memahami materi? | Sangat membantu. Animasi angka berwarna mempermudah peserta didik melihat pola perpindahan kelipatan bilangan. |
| 4 | Langkah perbaikan apa yang perlu dilakukan untuk pertemuan selanjutnya? | Menyiapkan variasi permainan kelipatan yang lebih beragam dengan pembagian peran yang lebih jelas di setiap kelompok. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
- Bagian mana dari kegiatan pembelajaran hari ini yang paling kamu sukai?
- Apakah kamu merasa terbantu memahami matematika dengan cara bermain tepukan lagu daerah?
- Apa yang akan kamu lakukan jika diminta menentukan kelipatan dari suatu bilangan yang lebih besar?
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Guru
Kelipatan suatu bilangan dapat didefinisikan secara formal melalui teori bilangan. Jika $a$ dan $b$ adalah bilangan bulat, $b$ dikatakan kelipatan dari $a$ jika terdapat bilangan bulat $k$ sedemikian rupa sehingga $b = k \times a$. Dalam pembelajaran Sekolah Dasar, pemahaman kelipatan dibangun secara bertahap mulai dari intuisi penjumlahan berulang, representasi garis bilangan, hingga formalisasi melalui tabel perkalian. Penggunaan permainan kearifan lokal seperti permainan tepuk berirama membantu mengkonstrak memori implisit peserta didik terhadap keteraturan barisan aritmatika dasar.
Bahan Bacaan Peserta Didik
Kelipatan bilangan adalah angka-angka hasil perkalian suatu bilangan dengan angka 1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya.
Contoh:
Ingin mencari kelipatan 3?
Caranya, kalikan angka 3 dengan urutan angka:
- $3 \times 1 = 3$
- $3 \times 2 = 6$
- $3 \times 3 = 9$
- $3 \times 4 = 12$
Jadi, teman-teman kelipatan 3 adalah 3, 6, 9, 12, dan seterusnya.
Kamu juga bisa menambah-nambahkan angka 3 secara terus menerus!
GLOSARIUM
- Bilangan Cacah: Himpunan bilangan bulat yang tidak negatif, yaitu {0, 1, 2, 3, 4, ...}.
- Deret: Urutan susunan angka yang dibentuk berdasarkan aturan atau pola tertentu.
- Kelipatan: Hasil kali dari suatu bilangan dengan bilangan asli secara berurutan.
- Game-Based Learning: Model pembelajaran yang menggunakan media atau konsep permainan untuk menyampaikan materi pelajaran.
- Mindful Learning: Pembelajaran yang dilakukan dengan kesadaran penuh terhadap proses berpikir dan menyerap informasi.
DAFTAR PUSTAKA
- Hobri, dika. (2022). Matematika untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek.
- van de Walle, J. A., Karp, K. S., & Bay-Williams, J. M. (2013). Elementary and Middle School Mathematics: Teaching Developmentally. Boston: Pearson.
- Suwito, A. (2020). Etnomatematika dan Permainan Tradisional Jawa dalam Pembelajaran Matematika. Jember: University Press.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Penilaian Sikap dan Keterampilan
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 (Perlu Bimbingan) | Kriteria Skor 2 (Cukup) | Kriteria Skor 3 (Baik) | Kriteria Skor 4 (Sangat Baik) | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Bernalar Kritis (Mengidentifikasi Pola) | Tidak mampu mengidentifikasi pola kelipatan meskipun telah dibimbing. | Mampu mengidentifikasi pola kelipatan dengan bimbingan intensif dari guru. | Mampu mengidentifikasi pola kelipatan secara mandiri dengan sedikit kekeliruan. | Sangat mahir mengidentifikasi dan menjelaskan pola kelipatan secara tepat dan kritis. | 4 |
| 2 | Gotong Royong (Kerjasama Kelompok) | Acuh tak acuh dan tidak mau bekerja sama dalam aktivitas kelompok. | Kurang aktif berpartisipasi dan hanya ikut-ikutan teman dalam kelompok. | Aktif berpartisipasi dan mampu berkolaborasi dengan cukup baik. | Sangat aktif, memimpin kolaborasi, dan membantu teman sejawat dalam kelompok. | 4 |
| 3 | Keterampilan Permainan (Tepuk Kelipatan) | Selalu salah menentukan momen tepukan pada kelipatan bilangan. | Sering keliru menentukan momen tepukan kelipatan bilangan (lebih dari 3 kali salah). | Kadang-kadang keliru menentukan momen tepukan (1-2 kali salah). | Tepat dan lancar melakukan tepukan sesuai deret kelipatan tanpa kesalahan. | 4 |
| 4 | Pemahaman Konsep (Kelipatan Bilangan) | Belum paham konsep kelipatan sebagai perkalian berulang. | Paham konsep kelipatan tetapi masih bingung mengaitkannya dengan perkalian. | Paham konsep kelipatan dan perkalian berulang dengan baik. | Memahami konsep secara mendalam serta mampu menyimpulkan pola dengan sempurna. | 4 |