Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Fase : V (Lima) / C
Semester / T.A. : Ganjil / 2026/2027
Materi / Topik : Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Cacah Sampai 100.000 (Teknik Bersusun Panjang dan Pendek)
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 Pertemuan)

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Kesiapan Belajar

Peserta didik telah mengenal konsep bilangan cacah dasar hingga 10.000. Namun, sebagian besar peserta didik belum memahami secara mendalam nilai tempat pada bilangan puluhan ribu (hingga 100.000) serta sering mengalami kekeliruan dalam proses menyimpan (penjumlahan) dan meminjam (pengurangan) menggunakan teknik bersusun.

Gaya Belajar dan Karakteristik Peserta Didik

Peserta didik Kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom didominasi oleh gaya belajar visual aktif. Mereka menyukai instruksi bersimbol warna, tayangan grafis bergerak, serta manipulasi objek konkret/grafis interaktif di media layar digital. Namun, tingkat pemahaman abstrak terhadap konsep matematika aritmatika sosial masih tergolong rendah.

Tantangan Utama

Menghubungkan angka abstrak puluhan ribu (sampai dengan 100.000) dengan aplikasi nyata sehari-hari, khususnya kontekstualisasi perhitungan harga makanan tradisional lokal agar pembelajaran menjadi relevan dan bermakna.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Memecahkan masalah aritmatika sosial sehari-hari yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan puluhan ribu.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Tujuan Pembelajaran Harian

  1. Melalui pengamatan tayangan visual interaktif di Smart TV, peserta didik dapat menganalisis teknik penjumlahan dan pengurangan bersusun panjang dan pendek bilangan cacah sampai 100.000 dengan presisi dan tepat.
  2. Melalui metode Project Based Learning (PjBL), peserta didik dapat memecahkan masalah aritmatika sosial kontekstual (transaksi jual beli kuliner lokal) yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan hingga 100.000 dengan benar.
  3. Melalui kegiatan perancangan proyek kelompok, peserta didik dapat menyajikan laporan penyelesaian masalah transaksi jual beli dalam bentuk produk pilihan berbasis minat (poster visual, buku kasir mini, atau infografis digital).

PEMAHAMAN BERMAKNA

Operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah hingga 100.000 merupakan fondasi utama dalam mengelola keputusan finansial sehari-hari. Pemahaman tepat terhadap nilai tempat mencegah kesalahan fatal dalam perhitungan transaksi ekonomi formal maupun informal, serta menumbuhkan kesadaran apresiasi terhadap ekonomi kreatif kuliner lokal.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apabila kalian membawa uang sebesar Rp100.000 ke festival kuliner lokal, lalu membeli 1 porsi Ayam Taliwang seharga Rp35.000 dan 2 porsi Plecing Kangkung seharga Rp20.000, bagaimana langkah paling sistematis untuk menghitung sisa kembalian uang kalian?
  2. Mengapa meletakkan posisi nilai tempat (satuan, puluhan, ratusan, ribuan, puluh ribuan) secara sejajar sangat menentukan kebenaran hasil penjumlahan dan pengurangan bersusun?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  1. Bernalar Kritis: Memproses informasi numerik, mengidentifikasi kesalahan nilai tempat, dan memecahkan soal cerita berbasis masalah nyata.
  2. Gotong Royong: Berkolaborasi aktif dalam kelompok untuk menyelesaikan proyek simulasi transaksi keuangan.
  3. Kreatif: Menyusun dan mendesain produk penyelesaian tugas aritmatika sosial sesuai dengan bakat dan minat visual kelompok.

Kompetensi Deep Learning

  1. Mindful Learning: Peserta didik menyadari penuh alur perpindahan nilai tempat (menyimpan dan meminjam) secara terstruktur tanpa terburu-buru.
  2. Meaningful Learning: Peserta didik mengaitkan konsep matematika murni dengan realitas ekonomi lokal (harga Ayam Taliwang, Plecing Kangkung, Sate Bulayak).
  3. Joyful Learning: Peserta didik mengoperasikan proyek kasir berbasis visual yang menarik, interaktif, dan terintegrasi teknologi Smart TV.

MATERI PEMBELAJARAN

Nilai Tempat Bilangan Cacah Sampai 100.000

Menentukan nilai tempat suatu angka: Puluh Ribuan, Ribuan, Ratusan, Puluhan, Satuan.

Contoh: 85.750 = 8 Puluh Ribuan + 5 Ribuan + 7 Ratusan + 5 Puluhan + 0 Satuan.

Penjumlahan dan Pengurangan Teknik Bersusun Panjang

Menguraikan setiap bilangan berdasarkan nilai tempatnya sebelum dioperasikan.

Contoh Penjumlahan:

35.000 = 30.000 + 5.000 + 0 + 0 + 0

15.000 = 10.000 + 5.000 + 0 + 0 + 0

Total = 40.000 + 10.000 + 0 + 0 + 0 = 50.000

Penjumlahan dan Pengurangan Teknik Bersusun Pendek

Menjajarkan nilai tempat yang sesuai tegak lurus dari kanan (satuan) ke kiri (puluh ribuan) dengan memperhatikan teknik menyimpan (penjumlahan) dan meminjam (pengurangan).

Aritmatika Sosial Kuliner Lokal

Pengaplikasian penghitungan total belanjaan dan penghitungan kembalian dari pembayaran dengan pecahan nominal hingga Rp100.000 pada daftar menu makanan khas:

  • Ayam Taliwang: Rp35.000
  • Plecing Kangkung: Rp12.000
  • Sate Bulayak: Rp25.000
  • Es Kelapa Muda: Rp8.000

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

  • Model Pembelajaran: Project Based Learning (PjBL)
  • Pendekatan Pembelajaran: Deep Learning (Mindful Learning, Meaningful Learning, Joyful Learning)
  • Strategi Pembelajaran: Pembelajaran Berdiferensiasi (Diferensiasi Produk)

ASESMEN

Asesmen Formatif (Dalam Proses)

  • Observasi unjuk kerja saat diskusi kelompok dan pembuatan proyek.
  • Tanya jawab interaktif saat demonstrasi di layar Smart TV.

Asesmen Sumatif (Hasil Akhir)

  • Penilaian Produk Proyek Solusi Aritmatika Sosial Kuliner.
  • Tes Tertulis Individual (Soal Cerita Aritmatika Sosial).

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Produk Proyek Kelompok

Kriteria / SkorSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Pemahaman Konsep MatematikaMampu menerapkan teknik bersusun panjang dan pendek hingga bilangan 100.000 tanpa kesalahan sama sekali.Mampu menerapkan teknik bersusun dengan 1-2 kesalahan kecil perhitungan.Mampu menerapkan teknik bersusun namun masih salah pada konsep menyimpan/meminjam.Tidak memahami alur penjumlahan dan pengurangan bersusun.
Keakuratan Solusi Aritmatika SosialPerhitungan total belanja dan sisa uang kembalian 100% akurat sesuai konteks kuliner lokal.Perhitungan total belanja akurat, namun terjadi sedikit kekeliruan pada sisa kembalian.Perhitungan total belanja dan kembalian banyak mengalami kekeliruan angka.Tidak mampu melakukan kalkulasi aritmatika sosial dengan benar.
Visual dan Kreativitas ProdukTampilan sangat rapi, warna harmonis, struktur informasi amat jelas dan menarik secara visual.Tampilan rapi, visual cukup menarik, struktur informasi jelas.Tampilan kurang rapi, informasi ada yang membingungkan.Tampilan tidak rapi dan tidak selesai tepat waktu.
Kerjasama KelompokSeluruh anggota kelompok berpartisipasi aktif dan memiliki peran kerja yang terbagi seimbang.Mayoritas anggota kelompok berpartisipasi aktif dalam pengerjaan proyek.Hanya sebagian kecil anggota yang bekerja secara aktif.Hanya satu orang yang mengerjakan proyek secara individu.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

  1. Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa siswa, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (Mindful Learning).
  2. Salah satu peserta didik memimpin doa bersama.
  3. Guru mengecek kehadiran peserta didik.
  4. Apersepsi: Guru mengoneksikan Smart TV ke Internet/Laptop, lalu menampilkan slide foto warna-warni beresolusi tinggi berisi aneka kuliner lokal (Ayam Taliwang, Plecing Kangkung, Sate Bulayak) beserta daftar harganya dalam skala puluhan ribu rupiah (Meaningful Learning).
  5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, alur kegiatan proyek PjBL, dan aspek penilaian yang akan diambil.

Kegiatan Inti (50 Menit)

Fase 1: Pertanyaan Mendasar (10 Menit)

  1. Guru menampilkan permasalahan kontekstual di Smart TV: "Ibu memiliki uang Rp100.000. Ibu ingin membeli 2 porsi Ayam Taliwang (Rp70.000) dan 2 es kelapa (Rp16.000) untuk acara keluarga. Berapa sisa uang kembalian Ibu?"
  2. Peserta didik diajak mengamati visual pergerakan nilai tempat di Smart TV. Guru memodelkan perhitungan bersusun panjang dan pendek secara interaktif di layar.
  3. Peserta didik secara kritis menanggapi bagaimana cara menyusun angka puluhan ribu secara sejajar agar tidak keliru (Mindful Learning).

Fase 2: Mendesain Perencanaan Proyek (10 Menit)

  1. Peserta didik dibagi menjadi 4 kelompok heterogen berdasarkan tingkat minat visualnya.
  2. Tiap kelompok menerima lembar kerja proyek "Sentra Kuliner Lokal SD Negeri 1 Wringin Anom".
  3. Kelompok berdiskusi merencanakan pembuatan media solusi aritmatika sosial. Guru memfasilitasi diferensiasi produk:
  • Kelompok 1: Membuat poster daftar kasir bergambar manual yang rapi dan berwarna.
  • Kelompok 2: Membuat simulasi buku transaksi kasir menggunakan template visual bergambar.
  • Kelompok 3: Menyusun infografis laporan keuangan digital sederhana menggunakan aplikasi visual di laptop yang tersambung ke layar Smart TV.
  • Kelompok 4: Membuat lembar belanjaan pop-up visual 3D mini.

Fase 3: Menyusun Jadwal Pembuatan Proyek (5 Menit)

  1. Guru dan peserta didik menyepakati batas waktu pengerjaan proyek selama 20 menit.
  2. Guru memaparkan tahapan kerja: membaca soal cerita, memetakan harga, menghitung bersusun panjang dan pendek, serta merias visual produk.

Fase 4: Memonitor Peserta Didik dan Kemajuan Proyek (15 Menit)

  1. Peserta didik bekerja dalam kelompok menyelesaikan kalkulasi aritmatika sosial puluhan ribu hingga Rp100.000 (Meaningful & Joyful Learning).
  2. Guru berkeliling memberikan bimbingan khusus (scaffolding) bagi kelompok yang masih kesulitan dalam operasi meminjam dan menyimpan pada teknik bersusun.
  3. Guru memastikan seluruh anggota kelompok berbagi peran secara adil.

Fase 5: Menguji Hasil (10 Menit)

  1. Setiap kelompok menayangkan/menampilkan produk hasil karyanya di depan kelas.
  2. Kelompok yang menggunakan format digital mengoneksikan laptopnya ke Smart TV.
  3. Kelompok lain memberikan masukan konstruktif atas ketepatan hitungan bersusun dan tampilan visual produk kelompok tampil.

Fase 6: Evaluasi Pengalaman Belajar (5 Menit)

  1. Guru memberikan umpan balik apresiatif atas hasil proyek seluruh kelompok.
  2. Peserta didik bersama guru melakukan verifikasi akhir terhadap rumus penjumlahan dan pengurangan bersusun yang telah dikerjakan.

Kegiatan Penutup (10 Menit)

  1. Peserta didik menyimpulkan poin-poin penting materi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 100.000 bersama guru.
  2. Peserta didik mengerjakan tes evaluasi mandiri berupa soal singkat aritmatika sosial.
  3. Guru dan peserta didik melakukan refleksi singkat tentang proses pembelajaran.
  4. Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam penutup.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning

Peserta didik secara sadar berlatih memfokuskan perhatian pada detail urutan nilai tempat (satuan hingga puluh ribuan). Mereka diajak untuk mengecek ulang setiap langkah penyusunan angka bersusun guna mencegah kekeliruan perhitungan tanpa terburu-buru.

Meaningful Learning

Matematika tidak diajarkan secara abstrak belaka, tetapi dihubungkan secara nyata dengan nilai ekonomi lokal masyarakat sekitar (transaksi makanan khas daerah Wringin Anom/Lombok). Siswa menyadari bahwa materi ini berguna langsung saat mereka berbelanja dalam kehidupan nyata.

Joyful Learning

Pembelajaran berlangsung menyenangkan melalui integrasi teknologi visual Smart TV, kebebasan memilih media produk proyek kreatif (diferensiasi produk), serta kolaborasi kelompok yang komunikatif dan tidak menegangkan.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten

Menyediakan materi visual angka bersusun yang dilengkapi dengan kode warna berbeda untuk tiap nilai tempat (misal: Merah = Puluh Ribuan, Biru = Ribuan, Hijau = Ratusan, Kuning = Puluhan, Hitam = Satuan) bagi peserta didik yang masih berjuang memahami konsep dasar.

Diferensiasi Proses

Memberikan pendampingan intensif (bimbingan langsung per langkah) bagi kelompok yang belum menguasai teknik meminjam/menyimpan, sementara kelompok yang sudah mahir diberikan tantangan transaksi multi-barang yang lebih kompleks.

Diferensiasi Produk

Peserta didik diberikan kebebasan mengekspresikan hasil perhitungan transaksi aritmatika sosial dalam berbagai format karya visual sesuai minat kelompok (Poster Bergambar, Buku Kasir Pop-up, atau Infografis Slide TV Digital).

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Laptop Guru: Digunakan sebagai media pengolah materi, penyusun lembar kerja interaktif, dan pengontrol tampilan visual.
  2. Smart TV: Digunakan untuk menayangkan video animasi konsep nilai tempat, menampilkan ilustrasi warna-warni kuliner lokal, serta memproyeksikan karya infografis kelompok peserta didik di depan kelas.
  3. Koneksi Internet: Digunakan untuk mengakses platform sumber belajar visual interaktif dan pencarian referensi gambar kuliner daerah secara real-time.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media Pembelajaran

  1. Video Animasi Operasi Bersusun Bilangan Cacah.
  2. Slide Ilustrasi Visual Menu Kuliner Khas (Ayam Taliwang, Plecing Kangkung, Sate Bulayak, Bebaluk) beserta harganya.
  3. Kartu Angka Warna-warni (Nilai Tempat).
  4. Laptop dan Smart TV Interaktif.

Sumber Belajar

  1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Buku Panduan Guru & Buku Siswa Matematika Kelas V SD. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  2. Modul Lokal Aritmatika Sosial dan Bahan Ajar Digital Guru SD Negeri 1 Wringin Anom.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Kelompok.....................................................
Anggota Kelompok1. .................................................
2. .................................................
3. .................................................
4. .................................................
Kelas / FaseV (Lima) / C
Tanggal.....................................................

Judul Proyek: Kasir Cerdas Festival Kuliner Lokal

Petunjuk Kerja:

  1. Bacalah daftar harga kuliner lokal berikut dengan cermat:
  • 1 Porsi Ayam Taliwang = Rp35.000
  • 1 Porsi Plecing Kangkung = Rp15.000
  • 1 Porsi Sate Bulayak = Rp25.000
  • 1 Gelas Es Kelapa Muda = Rp10.000
  1. Selesaikan Kasus Studi di bawah ini bersama kelompokmu!
  2. Gunakan teknik bersusun panjang dan bersusun pendek secara teliti pada kotak kerja yang disediakan!
  3. Tuangkan hasil jawabanmu ke dalam bentuk produk visual kreatif kelompok (Poster/Buku Kasir/Infografis Digital)!

Studi Kasus:

Siti dan keluarganya mengunjungi Festival Kuliner. Siti membeli 2 porsi Ayam Taliwang, 1 porsi Plecing Kangkung, dan 2 gelas Es Kelapa Muda.

a. Berapakah total biaya belanjaan kuliner Siti?

b. Jika Siti membayar menggunakan 1 lembar uang Rp100.000, berapakah uang kembalian yang harus diterima Siti?

Lembar Kerja Perhitungan:

Perhitungan Total Belanjaan (Penjumlahan Bersusun Panjang):

Ayam Taliwang (2 Porsi) = Rp70.000 -> ....... + ....... + ....... + ....... + .......

Plecing Kangkung (1 Porsi) = Rp15.000 -> ....... + ....... + ....... + ....... + .......

Es Kelapa Muda (2 Gelas) = Rp20.000 -> ....... + ....... + ....... + ....... + .......

-----------------------------------------------------------------------------------+

Total Belanja = Rp........... -> ....... + ....... + ....... + ....... + .......

Perhitungan Kembalian Uang (Pengurangan Bersusun Pendek):

Uang Pembayaran = 100.000

Total Belanja = ........

-------------------------- -

Sisa Uang Kembalian = Rp...................

Desain Visual Produk Kelompok:

(Gambarkan rancangan poster / tata letak infografis kasir kalian di kotak ini sebelum dipindahkan ke media akhir)

REMEDIAL

Sasaran

Peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (nilai tes evaluasi di bawah kriteria ketuntasan).

Bentuk Kegiatan

  1. Bimbingan Perorangan (One-on-One): Guru membimbing peserta didik menggunakan kartu nilai tempat fisik berseri warna untuk melatih peletakan sejajar angka satuan hingga puluh ribuan.
  2. Latihan Terbimbing: Peserta didik diberikan 3 soal latihan sederhana mengenai penjumlahan dan pengurangan bersusun pendek tanpa teknik meminjam/menyimpan terlebih dahulu, kemudian secara bertahap ditingkatkan ke teknik menyimpan/meminjam.

PENGAYAAN

Sasaran

Peserta didik yang telah melampaui Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran dengan nilai sangat baik.

Bentuk Kegiatan

Pemberian Soal Pemecahan Masalah Kompleks (HOTS):

Peserta didik diminta untuk merancang sebuah skenario simulasi anggaran wisata kuliner dengan batas modal tepat Rp100.000. Peserta didik harus memilih kombinasi 4 jenis makanan/minuman yang berbeda dari daftar menu lokal sehingga uang Rp100.000 tersebut habis atau tersisa kurang dari Rp5.000, lengkap dengan pembuktian hitungan bersusun panjang dan pendeknya.

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan RefleksiHasil Evaluasi Guru
1Apakah media visual kuliner lokal di Smart TV berhasil meningkatkan antusiasme dan pemahaman awal peserta didik?Ya, tayangan visual berwarna di Smart TV terbukti efektif menarik perhatian gaya belajar visual siswa dan memicu keterlibatan aktif saat apersepsi.
2Berapa persentase peserta didik yang mampu menguasai teknik bersusun panjang dan pendek secara tepat?Sekitar 82% peserta didik telah mampu menguasai teknik bersusun dengan tepat, sementara 18% masih membutuhkan bantuan pada alur meminjam.
3Apakah pembagian peran dalam pembuatan produk diferensiasi berjalan dengan efektif di tiap kelompok?Pembagian peran berjalan cukup baik, namun pada kelompok infografis digital masih ada siswa yang cenderung pasif melihat rekannya mengoperasikan laptop.
4Langkah korektif apa yang perlu dilakukan untuk perbaikan pembelajaran pada pertemuan berikutnya?Guru harus memberikan batasan waktu yang lebih ketat pada tahapan diskusi desain dan memberikan giliran memegang perangkat digital secara bergantian.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

NoPertanyaan RefleksiTanggapan Peserta Didik
1Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling kamu sukai?Bagian saat melihat gambar makanan di Smart TV dan membuat produk poster kasir bersama kelompok.
2Apakah kamu merasa kesulitan saat menghitung penjumlahan atau pengurangan bersusun bilangan 100.000?Agak sulit saat harus meminjam angka pada pengurangan bilangan 100.000, tetapi menjadi mudah setelah disusun sejajar.
3Apakah kamu sudah bisa menghitung uang kembalian belanjaanmu sendiri jika berbelanja kuliner di luar?Ya, sekarang saya sudah paham cara menghitung sisa uang belanjaan dengan menghitung pengurangan secara bersusun.

BAHAN BACAAN

Konsep Operasi Bilangan Cacah Hingga 100.000

  1. Nilai Tempat Bilangan

Nilai tempat adalah nilai dari suatu angka yang menunjukkan posisinya dalam suatu bilangan. Dalam bilangan cacah hingga 100.000, urutan nilai tempat dari kanan ke kiri adalah:

  • Satuan (1)
  • Puluhan (10)
  • Ratusan (100)
  • Ribuan (1.000)
  • Puluh Ribuan (10.000)

Contoh: Pada angka 75.425

  • Angka 7 menduduki nilai tempat Puluh Ribuan (70.000)
  • Angka 5 menduduki nilai tempat Ribuan (5.000)
  • Angka 4 menduduki nilai tempat Ratusan (400)
  • Angka 2 menduduki nilai tempat Puluhan (20)
  • Angka 5 menduduki nilai tempat Satuan (5)
  1. Penjumlahan Bersusun

Penjumlahan bersusun dilakukan dengan sejajarkan angka-angka yang memiliki nilai tempat sama. Jika hasil penjumlahan pada suatu nilai tempat sama dengan atau lebih dari 10, maka angka puluhan dari hasil tersebut disimpan ke nilai tempat di sebelah kirinya (nilai tempat yang lebih tinggi).

  1. Pengurangan Bersusun

Pengurangan bersusun dilakukan dengan mengurangkan angka pada nilai tempat yang sama dari kanan ke kiri. Jika angka yang dikurangi lebih kecil dari angka pengurang, maka harus meminjam 1 unit dari nilai tempat di sebelah kirinya (yang bernilai 10 kali lipat dari nilai tempat tersebut).

GLOSARIUM

  1. Aritmatika Sosial: Cabang ilmu matematika yang mempelajari operasi hitung dasar dalam kehidupan sehari-hari, seperti transaksi jual beli, untung, rugi, dan pengolahan keuangan sederhana.
  2. Bilangan Cacah: Himpunan bilangan bulat non-negatif yang dimulai dari angka 0, 1, 2, 3, 4, dan seterusnya.
  3. Teknik Bersusun Panjang: Metode perhitungan matematika dengan cara menguraikan bilangan menjadi bentuk panjang berdasarkan nilai tempat masing-masing sebelum dilakukan operasi hitung.
  4. Teknik Bersusun Pendek: Metode perhitungan matematika langsung dengan cara menyusun bilangan secara vertikal sesuai lurus nilai tempatnya.
  5. Nilai Tempat: Nilai suatu digit angka berdasarkan posisinya dalam suatu penulisan bilangan.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Hobri, dkk. (2022). Matematika untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  2. Subarinah, S. (2021). Inovasi Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar Berbasis Kearifan Lokal. Mataram: Sanabil.
  3. Tim Pengembangan Pembelajaran. (2023). Panduan Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam Kurikulum Merdeka. Jakarta: Direktorat Sekolah Dasar.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Sikap dan Kinerja Peserta Didik

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor)Skor
1Bernalar Kritis (Analisis Matematika)Skor 4: Sangat cermat menganalisis soal cerita dan tepat meletakkan nilai tempat tanpa kekeliruan.
Skor 3: Cermat menganalisis soal cerita dan meletakkan nilai tempat dengan 1-2 kesalahan kecil.
Skor 2: Kurang cermat menganalisis soal cerita dan sering keliru meletakkan posisi nilai tempat.
Skor 1: Tidak mampu menganalisis soal cerita dan tidak paham posisi nilai tempat.
[ ]
2Gotong Royong (Kolaborasi Kelompok)Skor 4: Sangat aktif bekerja sama, membantu teman sekelompok, dan bertanggung jawab penuh pada tugas.
Skor 3: Aktif bekerja sama dan menyelesaikan tugas kelompok yang diberikan.
Skor 2: Kurang aktif dalam kelompok dan hanya bekerja jika diminta oleh teman.
Skor 1: Tidak mau bekerja sama dan mengganggu jalannya kerja kelompok.
[ ]
3Kreativitas Produk VisualSkor 4: Produk disajikan amat rapi, estetis, menarik secara visual, serta memuat informasi matematika secara sangat jelas.
Skor 3: Produk disajikan rapi, visual menarik, dan informasi matematika jelas.
Skor 2: Produk disajikan kurang rapi dan informasi matematika sulit dibaca.
Skor 1: Produk tidak selesai dan tidak memenuhi standar estetika visual.
[ ]
4Ketepatan Perhitungan BersusunSkor 4: Seluruh perhitungan bersusun panjang dan pendek (menyimpan/meminjam) 100% benar.
Skor 3: Sebagian besar perhitungan bersusun benar (terdapat 1 kesalahan hitung).
Skor 2: Banyak kesalahan pada perhitungan bersusun panjang maupun pendek.
Skor 1: Seluruh perhitungan bersusun salah total.
[ ]
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130