IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Matematika |
| Kelas / Fase | : | V (Lima) / C |
| Semester / Tahun Ajaran | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Topik / Materi | : | Komposisi dan Dekomposisi Bilangan Cacah Berdasarkan Nilai Tempat Nominal Uang |
| Alokasi Waktu | : | 3 x 35 menit (1 Pertemuan) |
| Target Peserta Didik | : | Peserta Didik Reguler (Visual Active, Belum Memahami Konsep Dekomposisi) |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki gaya belajar yang cenderung dominan visual dan aktif bergerak (kinestetik-visual). Berdasarkan hasil asesmen diagnostik non-kognitif dan kognitif awal, peserta didik sangat antusias ketika disajikan tayangan visual dan aktivitas fisik interaktif, namun sebagian besar belum memahami konsep abstrak nilai tempat (puluhan ribu, ribuan, ratusan, puluhan, satuan) serta bagaimana menguraikan (dekomposisi) atau menyusun (komposisi) bilangan cacah secara fleksibel. Untuk menjembatani hambatan pemahaman ini, pembelajaran dirancang menggunakan bantuan media konkrit simulasi nominal pecahan uang Rupiah serta dikaitkan dengan konteks kearifan lokal transaksi jual beli di Pasar Tradisional Wringin Anom melalui pendekatan Contextual Teaching & Learning (CTL) dan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik dapat menganalisis susunan nilai nominal uang pecahan dan menguraikannya secara fleksibel, serta menyusun (komposisi) gabungan nilai tempat menjadi bilangan utuh dan menguraikan (dekomposisi) bilangan menjadi bentuk panjangnya dalam berbagai konteks pemecahan masalah.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan Pembelajaran Domain Kognitif
Melalui pengamatan tayangan visual interaktif di Smart TV dan kegiatan eksplorasi, peserta didik mampu menganalisis susunan pecahan nominal uang serta menentukan bentuk komposisi bilangan cacah berdasarkan nilai tempatnya dengan benar.
Tujuan Pembelajaran Domain Psikomotorik
Melalui aktivitas simulasi pasar tradisional (Contextual Teaching & Learning), peserta didik mampu melakukan dekomposisi bilangan cacah (harga barang) menjadi bentuk penjumlahan nilai tempat dan kombinasi lembar pecahan uang secara tepat dan fleksibel.
Tujuan Pembelajaran Domain Afektif
Melalui kegiatan diskusi kelompok dan simulasi transaksi, peserta didik menunjukkan sikap bernalar kritis, gotong royong, dan mandiri selama proses pembelajaran berlangsung.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Memahami bahwa sebuah nilai bilangan atau harga nominal dapat dibentuk dari gabungan berbagai nilai tempat (komposisi) dan dapat diuraikan kembali menjadi rincian pecahan yang lebih kecil (dekomposisi). Konsep ini sangat penting dalam kehidupan nyata untuk bertransaksi keuangan secara hemat, memeriksa kembalian dengan akurat, dan mengelola penggunaan uang dalam kehidupan sehari-hari.
PERTANYAAN PEMANTIK
Pertanyaan Pemantik 1
Jika kalian membeli jajanan tradisional khas Wringin Anom seharga Rp23.500, lembar uang pecahan berapa saja yang dapat kalian gunakan untuk membayar tepat tanpa kembalian?
Pertanyaan Pemantik 2
Mengapa uang satu lembar Rp50.000 nilainya lebih besar daripada lima lembar uang Rp2.000, padahal jumlah lembar uang Rp2.000 lebih banyak?
Pertanyaan Pemantik 3
Jika Pak Didik memiliki 3 lembar uang sepuluh ribuan, 4 lembar uang seribuan, dan 5 keping uang seratusan, berapa jumlah total nilai uang yang dimiliki Pak Didik dan bagaimana bentuk panjang penulisannya?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Bernalar Kritis: Menganalisis dan mengurai susunan nilai tempat bilangan dan nominal pecahan uang.
- Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan simulasi pasar dan tugas pemecahan masalah.
- Mandiri: Mengelola peran masing-masing saat simulasi transaksi jual beli berlangsung.
Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
- Mindful Learning: Peserta didik secara sadar dan fokus mengamati perbedaan nilai tempat melalui warna dan angka pecahan uang.
- Meaningful Learning: Peserta didik mengaitkan konsep matematika dekomposisi-komposisi dengan pengalaman nyata jual beli makanan tradisional di lingkungan sekitar.
- Joyful Learning: Pembelajaran dikemas menyenangkan melalui permainan peran (role play) "Pasar Tradisional Wringin Anom".
MATERI PEMBELAJARAN
Konsep Komposisi Bilangan
Komposisi bilangan adalah proses menggabungkan nilai-nilai tempat (puluhan ribu, ribuan, ratusan, puluhan, dan satuan) menjadi satu kesatuan bilangan utuh.
Contoh: 2 puluhan ribu + 4 ribuan + 5 ratusan + 0 puluhan + 0 satuan = 20.000 + 4.000 + 500 + 0 + 0 = 24.500.
Konsep Dekomposisi Bilangan
Dekomposisi bilangan adalah proses menguraikan suatu bilangan utuh menjadi bentuk panjang berdasarkan nilai tempat penyusunnya atau kombinasi nominal pecahan uangnya.
Contoh Dekomposisi Nilai Tempat: 37.850 = 30.000 + 7.000 + 800 + 50 + 0.
Contoh Dekomposisi Fleksibel Pecahan Uang: Rp37.850 dapat diurai menjadi (1 lembar Rp20.000 + 1 lembar Rp10.000) + (1 lembar Rp5.000 + 1 lembar Rp2.000) + (1 keping Rp500) + (1 keping Rp200 + 1 keping Rp150 - disesuaikan pecahan berlaku).
Konteks Kearifan Lokal Wringin Anom
Penerapan dekomposisi dan komposisi dalam harga jajanan khas daerah, seperti Nasi Karak Wringin Anom (Rp8.500), Tape Manis (Rp12.000), dan Kue Lupis (Rp5.500).
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
| Komponen | Deskripsi |
|---|---|
| Model Pembelajaran | Contextual Teaching & Learning (CTL) |
| Pendekatan Pembelajaran | Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) & Pendekatan Visual-Kinestetik |
| Metode Pembelajaran | Visual Observation, Questioning, Role Playing (Simulasi Pasar), Small Group Discussion, Authentic Assessment |
ASESMEN
Asesmen Diagnostik
- Teknik: Tes Lisan Visual Singkat (Menunjukkan gambar pecahan uang di Smart TV dan meminta siswa menyebutkan nilainya).
- Waktu: Pada awal kegiatan pendahuluan.
Asesmen Formatif
- Teknik: Observasi Kinerja Simulasi (Role Play Transaksi) dan Penilaian Diskusi Kelompok.
- Instrumen: Lembar Observasi Kinerja dan Rubrik Perilaku Pembelajaran.
Asesmen Sumatif
- Teknik: Tes Tertulis Individual (LKPD Bagian Mandiri).
- Instrumen: Soal Isian Singkat dan Pemecahan Masalah Komposisi-Dekomposisi.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)
| Aspek Sikap | Skor 1 (Perlu Bimbingan) | Skor 2 (Cukup) | Skor 3 (Baik) | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor |
|---|---|---|---|---|---|
| Bernalar Kritis | Belum mampu mengidentifikasi nilai tempat bilangan meskipun dibantu guru. | Mampu mengidentifikasi nilai tempat bilangan dengan bantuan bimbingan guru. | Mampu mengidentifikasi dan mengurai nilai tempat bilangan secara mandiri. | Mampu menganalisis dan menguraikan nilai tempat serta nominal uang secara kritis dan akurat. | |
| Gotong Royong | Pasif dan tidak mau bekerja sama dalam kegiatan kelompok simulasi. | Terlibat dalam kelompok tetapi hanya jika diminta oleh teman atau guru. | Bekerja sama dengan baik dalam kelompok simulasi transaksi pasar. | Sangat aktif membagi tugas, membantu teman, dan bekerja sama secara harmonis. | |
| Mandiri | Selalu bergantung pada bantuan orang lain dalam menyelesaikan tugas. | Menyelesaikan tugas dengan sesekali meminta bantuan guru atau teman. | Mampu menyelesaikan tugas individual sesuai instruksi tanpa dorongan ekstra. | Sangat mandiri, percaya diri, dan mampu mengelola waktu tugas dengan efektif. |
Rubrik Penilaian Kinerja Simulasi Transaksi (CTL)
| Aspek Kinerja | Skor 1 (Perlu Bimbingan) | Skor 2 (Cukup) | Skor 3 (Baik) | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor |
|---|---|---|---|---|---|
| Kemampuan Komposisi Uang | Salah menyusun pecahan uang untuk memenuhi nominal harga barang. | Menyusun pecahan uang dengan benar setelah mencoba lebih dari 2 kali. | Menyusun pecahan uang dengan benar pada percobaan pertama. | Menyusun pecahan uang dengan cepat, tepat, dan dapat memberikan variasi pecahan lain. | |
| Kemampuan Dekomposisi Bilangan | Tidak dapat menguraikan harga barang ke dalam nilai tempat ratusan ribu hingga satuan. | Menguraikan harga barang menjadi nilai tempat tetapi masih ada 2 kesalahan. | Menguraikan harga barang menjadi bentuk penjumlahan nilai tempat dengan benar. | Menguraikan harga barang ke dalam bentuk panjang nilai tempat dan nominal uang secara sempurna. | |
| Kelancaran Transaksi | Bingung menentukan peran dan tidak dapat menghitung nilai uang transaksi. | Melakukan transaksi secara lambat dan memerlukan bimbingan penyesuaian nominal. | Melakukan transaksi jual beli sederhana dengan lancar dan sesuai skenario. | Melakukan transaksi dengan sangat lancar, akurat dalam kembalian, serta komunikatif. |
Rubrik Penilaian Hasil LKPD (Kognitif)
| Aspek Akademik | Skor 1 (Perlu Bimbingan) | Skor 2 (Cukup) | Skor 3 (Baik) | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor |
|---|---|---|---|---|---|
| Ketepatan Komposisi | Jawaban tepat kurang dari 40% dari total soal komposisi. | Jawaban tepat 40% - 69% dari total soal komposisi. | Jawaban tepat 70% - 89% dari total soal komposisi. | Jawaban tepat 90% - 100% dari total soal komposisi. | |
| Ketepatan Dekomposisi | Jawaban tepat kurang dari 40% dari total soal dekomposisi. | Jawaban tepat 40% - 69% dari total soal dekomposisi. | Jawaban tepat 70% - 89% dari total soal dekomposisi. | Jawaban tepat 90% - 100% dari total soal dekomposisi. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
- Orientasi dan Pengondisian: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kerapian dan kesiapan belajar, lalu memimpin doa bersama.
- Apersepsi Kontekstual: Guru menampilkan gambar "Pasar Tradisional Wringin Anom" di Smart TV. Guru menanyakan pengalaman siswa saat ikut orang tua berbelanja bahan makanan atau jajanan lokal.
- Asesmen Diagnostik Singkat: Guru menayangkan gambar lembaran uang Rp20.000, Rp5.000, dan Rp500, kemudian meminta siswa menebak jumlah totalnya secara lisan.
- Pemotivasian dan Penyampaian Tujuan: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang cara menyusun dan menguraikan nilai tempat uang belanjaan secara menyenangkan melalui simulasi jual beli.
Kegiatan Inti (50 Menit)
Sintaks 1 CTL: Constructivism (Konstruktivisme) & Mindful Learning
- Guru menayangkan video animasi visual interaktif melalui Smart TV tentang perjalanan sebuah angka nominal harga makanan (misal: Tape Wringin Anom seharga Rp14.500).
- Peserta didik mengamati bagaimana angka 14.500 dibentuk dari 10.000 + 4.000 + 500.
- Guru membagikan media konkrit berupa uang mainan pecahan Rupiah kepada setiap kelompok visual-kinestetik.
Sintaks 2 CTL: Inquiry (Menemukan) & Meaningful Learning
- Peserta didik dalam kelompok diminta mengeksplorasi media uang mainan. Mereka diminta mencari 3 kombinasi lembaran uang yang berbeda namun menghasilkan total nilai yang sama (Rp15.000).
- Peserta didik mencatat hasil penemuan kombinasi pecahan tersebut di lembar pengamatan awal.
Sintaks 3 CTL: Questioning (Bertanya)
- Guru memancing nalar kritis siswa: "Jika pedagang tidak memiliki uang kembalian Rp1.000 saat kalian membayar harga Rp9.000 dengan uang Rp10.000, pecahan uang berapa saja yang bisa kalian serahkan agar pas?"
- Peserta didik mendiskusikan berbagai kemungkinan dekomposisi nominal.
Sintaks 4 CTL: Learning Community (Masyarakat Belajar) & Joyful Learning
- Guru mengubah ruang kelas menjadi simulasi "Pasar Tradisional Wringin Anom".
- Peserta didik dibagi menjadi 4 kelompok. Setiap kelompok mendapatkan peran sebagai Pedagang Makanan Tradisional (Menjual Nasi Karak, Lupis, Wedang Cor, Tape) dan Pembeli.
- Kelompok Pembeli diberikan skenario belanja bahan/makanan tradisional dengan daftar nominal harga tertentu.
- Pembeli harus membayar dengan susunan pecahan uang (komposisi) yang tepat, sedangkan Pedagang harus menguraikan (dekomposisi) nominal harga pada nota belanja berdasarkan nilai tempatnya (puluhan ribu, ribuan, ratusan).
Sintaks 5 CTL: Modeling (Pemodelan)
- Guru memberikan contoh pemodelan penulisan dekomposisi nilai tempat di papan tulis interaktif (Smart TV):
Harga Nasi Karak = Rp13.500
Bentuk Panjang Nilai Tempat = 1 Puluhan Ribu + 3 Ribuan + 5 Ratusan + 0 Puluhan + 0 Satuan
Penjumlahan = 10.000 + 3.000 + 500 + 0 + 0.
Sintaks 6 CTL: Reflection (Refleksi Langsung)
- Setelah simulasi transaksi selesai, setiap kelompok mempresentasikan 1 hasil transaksi unik yang mereka lakukan.
- Kelompok lain menanggapi dan memeriksa kebenaran susunan nilai tempat dan pecahan uangnya.
Sintaks 7 CTL: Authentic Assessment (Penilaian Nyata)
- Peserta didik secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi soal-soal berbasis masalah rekonstruksi nilai tempat harga barang.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
- Rangkuman Pembelajaran: Guru bersama peserta didik merangkum kesimpulan materi komposisi (menyusun) dan dekomposisi (menguraikan) bilangan berbasis nilai tempat nominal uang.
- Refleksi Pembelajaran: Guru mengajukan pertanyaan reflektif tentang perasaan siswa selama simulasi transaksi.
- Tindak Lanjut dan Apresiasi: Guru memberikan apresiasi atas kerja sama seluruh kelompok, menyampaikan rencana materi pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning (Keterlibatan Penuh)
Peserta didik secara aktif dan sadar melatih ketelitian mata dan tangan saat memilah-milah lembaran uang mainan sesuai nilai nominalnya, serta mengamati perbedaan nilai digit angka berdasarkan posisinya (ratusan ribu, puluhan ribu, ribuan, ratusan, puluhan, satuan).
Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)
Matematika tidak lagi dipersepsikan sebagai deretan angka abstrak tanpa makna, melainkan alat bantu nyata yang langsung dirasakan fungsinya saat bertransaksi di lingkungan kearifan lokal seperti Pasar Wringin Anom.
Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)
Proses pemahaman konsep dekomposisi dan komposisi dicapai melalui metode bermain peran (role play) simulasi pasar yang interaktif, penuh dengan dinamika visual dan gerakan kinestetik yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Proses (Berdasarkan Gaya Belajar & Pemahaman)
- Peserta Didik Perlu Bimbingan Khusus: Didampingi guru secara langsung (scaffolding) menggunakan media visual uang mainan ukuran besar dan kartu nilai tempat warna-warni untuk melakukan transaksi sederhana (hingga 10.000).
- Peserta Didik Reguler: Melakukan simulasi transaksi standar makanan tradisional dengan nominal hingga 50.000 dan menguraikan dalam 2 variasi susunan pecahan.
- Peserta Didik Cepat Memahami: Diberikan tantangan transaksi tingkat lanjut dengan nominal belanjaan bertingkat (hingga 100.000), serta menghitung kembalian fleksibel dengan dekomposisi tercepat.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
| Jenis Teknologi | Integrasi dalam Pembelajaran |
|---|---|
| Laptop & Internet | Mengakses media pembelajaran digital, aplikasi kasir simulasi visual, dan penyusunan bahan presentasi interaktif. |
| Smart TV | Menampilkan tayangan animasi nilai tempat, video singkat kearifan lokal Pasar Wringin Anom, serta papan tulis digital interaktif untuk pemodelan materi. |
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media Pembelajaran
- Smart TV dan Laptop.
- Media konkrit Uang Mainan Pecahan Rupiah (Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000, Rp2.000, Rp1.000, Rp500).
- Miniatur Stand / Lapak Pasar Tradisional Wringin Anom.
- Kartu Nilai Tempat Warna-Warni (Puluhan Ribu, Ribuan, Ratusan, Puluhan, Satuan).
Sumber Belajar
- Buku Siswa Matematika SD Kelas V, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
- Lingkungan sosial Pasar Tradisional Wringin Anom.
- Modul Digital Matematika Dasar Nilai Tempat dan Transaksi Keuangan.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Peserta Didik | |
| Kelas / No. Absen | V (Lima) / |
| Tanggal Kegiatan |
Tujuan Aktivitas
Menguraikan (dekomposisi) dan menyusun (komposisi) bilangan cacah berdasarkan nilai tempatnya melalui permasalahan harga makanan tradisional Wringin Anom.
Petunjuk Kerjanya
- Bacalah setiap cerita permasalahan transaksi dengan cermat.
- Gunakan media uang mainan jika diperlukan untuk membantumu menemukan jawaban.
- Tuliskan bentuk panjang penjumlahan nilai tempatnya secara lengkap.
Bagian 1: Komposisi Bilangan (Menyusun Bilangan Utuh)
- Ibu membeli 2 bungkus Tape Wringin Anom. Pembayaran dilakukan dengan 1 lembar Rp10.000, 2 lembar Rp2.000, dan 1 keping Rp500.
- Bentuk Penjumlahan: 10.000 + 4.000 + 500
- Total Harga (Bilangan Utuh): Rp....................
- Ani memiliki uang tabungan yang terdiri dari 3 lembar puluhan ribu, 5 lembar ribuan, 8 lembar ratusan, dan 2 keping puluhan.
- Bentuk Penjumlahan Nilai Tempat: ......... + ......... + ......... + .........
- Total Nilai Utuh Uang Ani: Rp....................
Bagian 2: Dekomposisi Bilangan (Menguraikan Bilangan)
- Sebuah porsi Nasi Karak Khas Wringin Anom dijual dengan harga Rp18.750. Uraikan harga tersebut berdasarkan nilai tempatnya!
- 18.750 = ........ Puluhan Ribu + ........ Ribuan + ........ Ratusan + ........ Puluhan + ........ Satuan
- Bentuk Panjang Penjumlahan: ........ + ........ + ........ + ........ + ........
- Pak Didik membeli Wedang Cor dan Lupis dengan total belanja Rp34.200. Uraikan nominal Rp34.200 menjadi 2 alternatif susunan pecahan uang mainan yang berbeda!
- Alternatif 1: .........................................................................................................
- Alternatif 2: .........................................................................................................
Bagian 3: Pemecahan Masalah Kontekstual
Budi membeli jajanan tradisional seharga Rp26.500. Ia menyerahkan 1 lembar uang Rp50.000 kepada pedagang.
- Uraikan bentuk nilai tempat dari uang kembalian yang harus diterima Budi!
Hitungan Kembalian = 50.000 - 26.500 = Rp23.500.
- Dekomposisi Uang Kembalian (Bentuk Panjang):
23.500 = .................... + .................... + ....................
REMEDIAL
Program Bimbingan Remedial
Diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (skor LKPD < 70).
Langkah Kegiatan Remedial
- Guru memberikan pendampingan ulang secara individu atau kelompok kecil (2-3 anak).
- Menggunakan media kartu nilai tempat berwarna dan uang mainan pecahan kecil (Rp1.000, Rp5.000, Rp10.000).
- Peserta didik dilatih kembali menyusun angka dari tingkat paling sederhana (ratusan hingga ribuan) sebelum masuk ke puluhan ribu.
- Mengerjakan soal latihan remedial yang disederhanakan.
PENGAYAAN
Program Pengayaan
Diberikan kepada peserta didik yang telah melampaui kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (skor LKPD >= 90).
Langkah Kegiatan Pengayaan
- Peserta didik diberikan peran sebagai "Manajer Keuangan Pasar Tradisional Wringin Anom".
- Tugas Pengayaan: Memecahkan masalah kompleks transaksi gabungan 5 jenis barang belanjaan dengan total harga di atas Rp100.000.
- Peserta didik diminta membuat skema dekomposisi pecahan uang paling efektif dengan jumlah lembaran lembar uang paling sedikit.
REFLEKSI GURU
| Aspek Refleksi | Pengamatan dan Evaluasi Diri Guru |
|---|---|
| Ketercapaian Tujuan | Keseluruhan tujuan pembelajaran telah tercapai sebesar 85%. Sebagian besar siswa visual-kinestetik sangat terbantu dengan media uang mainan. |
| Kendala Pembelajaran | Pengondisian kelas saat transisi dari pengamatan Smart TV ke meja simulasi pasar membutuhkan waktu sedikit lebih lama dari rencana. |
| Kebiasaan Belajar Siswa | Siswa terlihat sangat antusias dan aktif (joyful learning) saat berperan sebagai penjual dan pembeli makanan tradisional. |
| Perbaikan Pembelajaran Mendatang | Memperjelas tata tertib alur simulasi pasar dan menyiapkan pembagian kelompok perangkat uang mainan lebih awal sebelum kelas dimulai. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
| Pertanyaan Refleksi | Tanggapan Peserta Didik |
|---|---|
| Bagian mana dari kegiatan belajar hari ini yang paling kamu sukai? | Saat bermain peran menjadi pembeli dan penjual makanan tradisional menggunakan uang mainan. |
| Apakah kamu sudah memahami cara menguraikan harga barang berdasarkan nilai tempatnya? | Ya, saya sudah paham bahwa Rp15.000 berasal dari 10.000 ditambah 5.000. |
| Kesulitan apa yang masih kamu rasakan saat mengerjakan tugas tadi? | Kadang masih bingung membedakan tempat puluhan ribu dengan ribuan jika ada angka nol di tengahnya. |
| Sikap apa yang kamu pelajari saat bekerja sama dalam kelompok simulasi? | Harus sabar menghitung kembalian uang dan mau berbagi tugas dengan teman kelompok. |
BAHAN BACAAN
Konsep Dasar Nilai Tempat Bilangan Cacah
Nilai tempat adalah nilai dari suatu angka yang menunjukkan letaknya dalam suatu bilangan. Mulai dari sebelah kanan:
- Satuan (nilai 1 - 9)
- Puluhan (nilai 10 - 90)
- Ratusan (nilai 100 - 900)
- Ribuan (nilai 1.000 - 9.000)
- Puluhan Ribu (nilai 10.000 - 90.000)
- Ratusan Ribu (nilai 100.000 - 900.000)
Komposisi dan Dekomposisi Uang
Dalam kehidupan sehari-hari, transaksi keuangan menggunakan prinsip komposisi dan dekomposisi. Komposisi adalah saat kita menjumlahkan pecahan-pecahan uang menjadi total belanja. Dekomposisi adalah saat kita menguraikan total belanjaan menjadi pecahan-pecahan uang yang setara atau menguraikannya menjadi nilai tempat matematika resmi untuk pencatatan pembukuan kasir.
GLOSARIUM
| Istilah | Pengertian / Definisi |
|---|---|
| Komposisi Bilangan | Proses menggabungkan nilai-nilai tempat atau bagian-bagian angka menjadi satu bilangan utuh. |
| Dekomposisi Bilangan | Proses menguraikan atau memecah sebuah bilangan utuh menjadi bentuk panjang penjumlahan nilai tempatnya. |
| Nilai Tempat | Nilai yang dimiliki oleh suatu digit angka berdasarkan posisinya dalam suatu bilangan (satuan, puluhan, ratusan, dst). |
| Contextual Teaching & Learning (CTL) | Konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa. |
| Deep Learning | Pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman mendalam melalui prinsip mindful, meaningful, dan joyful learning. |
DAFTAR PUSTAKA
- Hobri, dkk. (2022). Matematika untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kemendikbudristek.
- Suprijono, Agus. (2015). Model-Model Pembelajaran Kontekstual. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Kinerja Simulasi dan Penilaian Keterampilan
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Kemampuan Komposisi Pecahan Uang | Skor 4: Sangat tepat menyusun 3 alternatif pecahan uang tanpa bantuan. Skor 3: Tepat menyusun 2 alternatif pecahan uang secara mandiri. Skor 2: Tepat menyusun 1 alternatif pecahan uang dengan sedikit arahan. Skor 1: Belum mampu menyusun pecahan uang dengan benar. | |
| 2 | Kemampuan Dekomposisi Nilai Tempat | Skor 4: Menguraikan 5 digit bilangan nilai tempat secara sempurna tanpa salah. Skor 3: Menguraikan 5 digit bilangan nilai tempat dengan 1 kesalahan kecil. Skor 2: Menguraikan 5 digit bilangan nilai tempat dengan 2-3 kesalahan. Skor 1: Tidak mampu menguraikan nilai tempat bilangan. | |
| 3 | Keaktifan dalam Simulasi Transaksi (CTL) | Skor 4: Sangat aktif, memimpin transaksi, dan membantu anggota kelompok. Skor 3: Aktif menjalankan peran transaksi sesuai pembagian tugas. Skor 2: Cukup aktif tetapi sering pasif jika tidak diingatkan teman. Skor 1: Pasif dan tidak ikut serta dalam aktivitas simulasi pasar. | |
| 4 | Ketepatan Penghitungan Kembalian Transaksi | Skor 4: Menghitung kembalian uang tepat 100% dan sangat cepat. Skor 3: Menghitung kembalian uang tepat setelah melakukan koreksi ulang. Skor 2: Menghitung kembalian uang kurang tepat pada 1 kali transaksi. Skor 1: Terdapat banyak kesalahan dalam menghitung kembalian transaksi. |
Lembar Observasi Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Bernalar Kritis | Skor 4: Mampu menganalisis masalah dekomposisi uang secara mendalam dan memberikan argumen logis. Skor 3: Mampu menganalisis masalah dekomposisi uang dengan benar. Skor 2: Mampu menganalisis masalah dekomposisi uang jika dibantu pertanyaan pemancing. Skor 1: Belum menunjukkan kemampuan menganalisis masalah secara kritis. | |
| 2 | Gotong Royong | Skor 4: Selalu bekerja sama, menghargai pendapat teman, dan membantu anggota kelompok secara aktif. Skor 3: Mau bekerja sama dan menyelesaikan tugas kelompok dengan baik. Skor 2: Terlibat dalam kerja kelompok tetapi sesekali mengganggu jalannya diskusi. Skor 1: Tidak mau bekerja sama dan acuh tak acuh terhadap tugas kelompok. | |
| 3 | Mandiri | Skor 4: Mengerjakan tugas mandiri penuh percaya diri, rapi, dan selesai tepat waktu. Skor 3: Mengerjakan tugas mandiri dengan tertib dan selesai tepat waktu. Skor 2: Mengerjakan tugas mandiri dengan sering bertanya konfirmasi pada guru. Skor 1: Tidak dapat menyelesaikan tugas mandiri tanpa didampingi secara penuh. |