IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Bahasa Indonesia |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / T.A. | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Materi / Topik | : | Menuangkan Pengalaman Pribadi, Hobi, atau Kebiasaan ke dalam Tulisan Naratif Kreatif |
| Alokasi Waktu | : | 6 x 35 menit (2 Pertemuan) |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Karakteristik Peserta Didik
Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki gaya belajar yang dominan visual. Mereka menyukai penyajian materi yang dilengkapi dengan gambar, warna, bagan visual, dan tayangan media interaktif. Hasil pemetaan awal menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik belum memahami konsep dasar struktur tulisan naratif (orientasi, komplikasi, resolusi) serta masih mengalami kesulitan dalam menerapkan ejaan yang tepat (penggunaan huruf kapital dan tanda baca).
Latar Belakang Kearifan Lokal
Peserta didik tumbuh dalam lingkungan masyarakat Wringin Anom yang kaya akan tradisi kekeluargaan, kegiatan bertani, kerajinan lokal, serta kebiasaan membantu orang tua di rumah. Pengalaman sehari-hari ini menjadi sumber ide utama yang relevan dan dekat dengan kehidupan nyata peserta didik untuk diangkat menjadi bahan tulisan naratif kreatif.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik mampu menyusun paragraf naratif tentang keunikan pribadi menggunakan ejaan yang tepat. Peserta didik dapat menyampaikan perasaan, gagasan, dan pengalaman pribadi secara terstruktur, runtut, dan kreatif melalui media tulisan bermakna.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1
- Melalui pengamatan tayangan peta konsep visual dan contoh cerita di Smart TV, peserta didik dapat menganalisis struktur teks naratif (orientasi, komplikasi, resolusi) dengan tepat.
- Melalui kegiatan pemetaan pikiran (mind mapping) bergambar, peserta didik dapat menggali ide cerita berdasarkan pengalaman pribadi, hobi, atau kebiasaan keluarga secara terstruktur.
Pertemuan 2
- Melalui diskusi kelompok dan bimbingan terarah, peserta didik dapat menyusun draft cerita naratif kreatif tentang keunikan pribadi dengan memperhatikan aturan ejaan (huruf kapital dan tanda baca) secara akurat.
- Melalui proyek pameran karya (Gallery Walk), peserta didik dapat menyajikan tulisan naratif kreatif yang dilengkapi ilustrasi visual dan mempresentasikannya dengan percaya diri.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Setiap manusia memiliki pengalaman pribadi, hobi, dan kebiasaan keluarga yang unik dan berharga. Mengembangkan kemampuan menulis naratif membantu kita mengenali identitas diri, menghargai keberagaman latar belakang orang lain, serta menyampaikan kisah hidup dengan jelas dan berkesan kepada orang lain.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Pengalaman atau kebiasaan menarik apa yang pernah kamu lakukan bersama keluargamu di Wringin Anom?
- Mengapa sebuah cerita terasa seru dan menarik saat dibaca? Apa saja bagian cerita yang membuat kita penasaran?
- Bagaimana cara membuat cerita pengalaman pribadi kita mudah dipahami dan dinikmati oleh teman-teman?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Bernalar Kritis: Menganalisis alur cerita dan mengoreksi ketepatan ejaan pada tulisan.
- Kreatif: Mengembangkan ide cerita pribadi dan menyajikannya dalam bentuk tulisan yang dilengkapi ilustrasi visual.
- Mandiri: Mengelola ide dan menyelesaikan tugas penulisan narasi sesuai dengan target waktu yang disepakati.
Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
- Mindful Learning: Mengajak peserta didik secara sadar dan penuh perhatian mengingat kembali momen atau pengalaman berkesan dalam hidupnya.
- Meaningful Learning: Menghubungkan materi penulisan naratif dengan konteks budaya lokal serta kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga Wringin Anom.
- Joyful Learning: Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui eksplorasi media visual, pembuatan pameran karya, dan umpan balik antar sesama teman.
MATERI PEMBELAJARAN
Pengertian Paragraf Naratif Kreatif
Paragraf naratif adalah serangkaian kalimat yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian berdasarkan urutan waktu (kronologis). Narasi kreatif mengolah kisah nyata dari pengalaman pribadi, hobi, atau kebiasaan sehari-hari agar menjadi bacaan yang menarik bagi pembaca.
Struktur Teks Narasi
- Orientasi: Bagian pengenalan tokoh, latar tempat, dan latar waktu peristiwa.
- Komplikasi: Bagian yang menceritakan peristiwa penting, tantangan, atau kejadian menarik yang dialami tokoh.
- Resolusi: Bagian penutup cerita yang berisi penyelesaian masalah atau kesan akhir tokoh terhadap peristiwa tersebut.
Penggunaan Ejaan yang Tepat
- Huruf Kapital: Ditempatkan pada awal kalimat, nama orang, nama tempat/geografis, serta hari atau bulan.
- Tanda Baca Titik (.): Digunakan pada akhir kalimat berita atau deklaratif.
- Tanda Baca Koma (,): Digunakan untuk memisahkan unsur-unsur dalam rincian atau sebelum kata hubung tertentu.
Penggalian Ide Berbasis Kearifan Lokal
Mengangkat topik kebiasaan unik keluarga di Wringin Anom, seperti membantu memanen hasil kebun, membuat makanan tradisional bersama nenek, belajar membuat kerajinan, atau kegiatan hobi di lingkungan sekitar rumah.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran
Project Based Learning (PjBL) dengan sintaks:
- Pertanyaan mendasar.
- Desain perencanaan proyek.
- Menyusun jadwal pembuatan.
- Memonitor keaktifan dan perkembangan proyek.
- Menguji hasil.
- Evaluasi pengalaman belajar.
Pendekatan Pembelajaran
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis Kesadaran Penuh (Mindful Learning), Kebermaknaan (Meaningful Learning), dan Kesenangan Belajar (Joyful Learning).
ASESMEN
Asesmen Awal (Diagnostik)
Teknik: Kuis visual interaktif melalui Smart TV dan pemetaan awal pemahaman ejaan serta struktur cerita narasi.
Asesmen Formatif (Proses)
Teknik: Lembar observasi diskusi kelompok, lembar perancangan kerangka cerita (mind map), serta catatan anekdot saat guru melakukan bimbingan individu.
Asesmen Sumatif (Produk)
Teknik: Penilaian lembar karya proyek "Buku Cerita Narasi Pengalaman Unikku" menggunakan rubrik penilaian tulisan naratif.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Produk Tulisan Naratif Kreatif
| Kriteria Penilaian | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Struktur Teks Narasi | Mengandung orientasi, komplikasi, dan resolusi yang sangat jelas dan runtut. | Mengandung tiga struktur narasi, namun ada bagian yang kurang runtut. | Hanya memuat dua bagian struktur teks narasi secara jelas. | Struktur cerita tidak teratur dan belum memuat bagian narasi. |
| Pengolahan Ide / Kearifan Lokal | Cerita mendetail, unik, dan mengangkat hobi/kebiasaan keluarga secara bermakna. | Cerita cukup detail mengisahkan hobi atau kebiasaan pribadi. | Cerita masih singkat dan pengolahan ide belum mendetail. | Cerita sangat terbatas dan belum menunjukkan ide yang jelas. |
| Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca | Seluruh kalimat menggunakan huruf kapital dan tanda baca secara tepat tanpa kesalahan. | Terdapat 1-3 kesalahan penggunaan huruf kapital atau tanda baca. | Terdapat 4-6 kesalahan penggunaan huruf kapital atau tanda baca. | Lebih dari 6 kesalahan ejaan dan tanda baca di dalam tulisan. |
| Tampilan Visual / Estetika Karya | Sajian tulisan dilengkapi ilustrasi warna yang sangat rapi, bersih, dan menarik. | Sajian tulisan dilengkapi gambar dan cukup rapi. | Sajian tulisan kurang rapi namun dilengkapi ilustrasi sederhana. | Tulisan tidak rapi dan tidak dilengkapi ilustrasi visual. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pertemuan 1 (3 x 35 Menit) - Pengenalan Konsep dan Perancangan Proyek
Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)
- Guru membuka pembelajaran dengan salam hangat, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran peserta didik.
- Guru mengajak peserta didik melakukan latihan bernapas sejenak (Mindful Breathing) untuk mengondisikan kesiapan belajar dan fokus mental.
- Guru menayangkan gambar visual tentang berbagai kegiatan hobi dan suasana keluarga di Wringin Anom pada Smart TV.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu peserta didik.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan gambaran proyek pembuatan "Buku Cerita Narasi Pengalaman Unikku".
Kegiatan Inti (80 Menit)
Sintaks 1: Pertanyaan Mendasar
- Peserta didik menyimak tanyangan cerita naratif visual interaktif pada Smart TV yang menampilkan perjalanan seorang anak membantu orang tuanya.
- Guru dan peserta didik mendiskusikan bagian-bagian cerita tersebut: awal mula (orientasi), masalah atau kejadian seru (komplikasi), dan akhir cerita (resolusi).
- Guru menekankan pentingnya ejaan yang benar agar pembaca tidak salah memahami maksud cerita.
Sintaks 2: Desain Perencanaan Proyek
- Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok kecil berdasarkan hasil asesmen awal, dengan tetap memastikan heterogenitas kemampuan.
- Guru membagikan LKPD 1 yang berisi kerangka peta pikiran visual (Mind Map).
- Peserta didik diajak melakukan refleksi mandiri (Mindful Learning): mengingat momen paling berkesan saat menjalankan hobi atau kebiasaan bersama keluarga di rumah.
- Peserta didik mendesain lembaran cerita yang akan dibuat, menentukan judul, tokoh, latar tempat, serta ilustrasi gambar pendukung.
Sintaks 3: Menyusun Jadwal Pembuatan
- Guru dan peserta didik menyepakati batas waktu pengerjaan proyek dari tahap pembuatan kerangka, penulisan draft, penyuntingan ejaan, hingga tahap finalisasi visual.
- Guru memastikan setiap peserta didik memahami tahapan yang harus diselesaikan pada Pertemuan 1 dan Pertemuan 2.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
- Peserta didik bersama guru melakukan rekapitulasi poin penting mengenai struktur teks narasi.
- Peserta didik menuliskan satu kata atau kalimat perasaan mereka setelah merencanakan proyek pada lembar jurnal refleksi pendek.
- Guru memberikan penguatan dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam.
Pertemuan 2 (3 x 35 Menit) - Penulisan, Penyuntingan, dan Pameran Karya
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
- Guru membuka pembelajaran dengan salam, berdoa, dan memeriksa kesiapan sarana belajar.
- Guru memberikan stimulasi visual berupa kilas balik kerangka cerita yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya.
- Guru menyampaikan alur kegiatan utama pada pertemuan kedua yaitu penyusunan draft cerita, penyuntingan ejaan, serta pelaksanaan pameran karya (Gallery Walk).
Kegiatan Inti (85 Menit)
Sintaks 4: Memonitor Keaktifan dan Perkembangan Proyek
- Peserta didik melanjutkan pekerjaan mengembangkan kerangka peta pikiran menjadi paragraf naratif yang utuh pada lembar proyek.
- Guru berkeliling memberikan bimbingan terspesifikasi (diferensiasi proses) berdasarkan kebutuhan belajar peserta didik.
- Guru membimbing peserta didik memeriksa ketepatan huruf kapital dan tanda baca titik atau koma pada tulisan mereka.
- Peserta didik mewarnai dan menghias bagian ilustrasi visual pada karya narasi mereka (Joyful Learning).
Sintaks 5: Menguji Hasil
- Karya tulisan naratif kreatif yang telah selesai ditempelkan pada papan atau dinding kelas yang telah disiapkan.
- Peserta didik melaksanakan kegiatan Gallery Walk: bergerak mengelilingi ruang kelas untuk membaca karya teman-teman secara tertib.
- Peserta didik menempelkan kertas umpan balik positif (Sticky Notes) di dekat karya teman yang mereka baca.
Sintaks 6: Evaluasi Pengalaman Belajar
- Beberapa perwakilan peserta didik membacakan tulisan naratifnya di depan kelas dengan percaya diri.
- Guru memberikan apresiasi verbal dan konkrit terhadap seluruh hasil karya proyek peserta didik.
- Peserta didik dan guru melakukan refleksi bersama terkait kendala yang dihadapi selama proses menulis dan cara mengatasinya.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
- Guru memfasilitasi penarikan kesimpulan akhir tentang pentingnya pemahaman ejaan dan struktur narasi dalam menulis.
- Peserta didik mengisi lembar refleksi diri akhir pembelajaran.
- Pembelajaran diakhiri dengan apresiasi kelas, doa bersama, dan salam penutup.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning (Pembelajaran Bermakna dan Kesadaran Penuh)
Peserta didik diajak untuk menghentikan sejenak ketegangan fisik melalui olah napas sederhana sebelum menulis. Mereka diminta mengheningkan cipta untuk memanggil kembali ingatan visual tentang kenangan indah, hobi, atau suasana hangat di rumah bersama keluarga di Wringin Anom. Kesadaran penuh ini membantu peserta didik menuangkan emosi yang jujur dan otentik ke dalam tulisan naratif.
Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)
Materi tidak dipelajari secara abstrak, melainkan dihubungkan langsung dengan realitas kehidupan peserta didik. Pengalaman nyata seperti berkebun, memasak bersama ibu, atau bermain permainan tradisional di lingkungan Wringin Anom dijadikan bahan utama cerita. Hal ini membuat peserta didik memahami bahwa menulis adalah sarana mengabadikan momen berharga dalam kehidupan mereka.
Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)
Pembelajaran dirancang penuh aktivitas kreatif berbasis gambar visual, penggunaan warna dalam mind mapping, dekorasi ilustrasi cerita, serta kegiatan Gallery Walk interaktif. Peserta didik merasakan kegembiraan saat karya tulis mereka dipajang dan mendapat pujian positif dari rekan sebaya.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Konten
- Peserta didik yang masih di tingkat dasar diberikan bantuan berupa template kerangka cerita dengan kata kunci petunjuk visual dan panduan daftar kalimat sederhana.
- Peserta didik yang berada di tingkat mahir diberikan kebebasan mengeksplorasi pilihan kata (kosakata baru) dan menyusun paragraf naratif kompleks yang terdiri dari lebih banyak alur kejadian.
Diferensiasi Proses
- Kelompok yang membutuhkan bimbingan ekstra menerima intervensi langsung dari guru (scaffolding) pada aspek ejaan dan penggunaan huruf kapital.
- Kelompok yang sudah mandiri bekerja secara kolaboratif bersama kawan sebaya melalui metode penyuntingan silang (peer editing).
Diferensiasi Produk
- Peserta didik diberi kebebasan memilih bentuk penyajian visual produk karya: dapat berupa lembaran antologi bergambar manual, pop-up card cerita sederhan, atau slide presentasi visual digital dengan memanfaatkan Smart TV jika memungkinkan.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
- Laptop: Digunakan oleh guru untuk menyusun bahan ajar, mengelola media presentasi interaktif, dan merekap data asesmen.
- Smart TV: Digunakan untuk menayangkan video contoh narasi kreatif, menampilkan peta konsep visual, serta menampilkan petunjuk kerja proyek agar mudah diamati oleh peserta didik berkarakteristik visual.
- Internet: Digunakan untuk mengakses referensi gambar visual kearifan lokal Wringin Anom dan bahan bacaan pendukung bagi guru dan peserta didik.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media Pembelajaran
- Video naskah cerita naratif visual interaktif.
- Template Peta Pikiran (Mind Mapping) bergambar.
- Kertas karton warna-warni, alat mewarnai, dan kertas Sticky Notes untuk umpan balik.
- Display papan pameran karya kelas.
Sumber Belajar
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas V Kurikulum Merdeka.
- Lingkungan sekitar dan latar belakang kegiatan keluarga di Wringin Anom.
- Teks bacaan narasi kreatif digital dari pustaka online.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Lembar Kerja Peserta Didik 1: Perancangan Kerangka Cerita Naratif
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Peserta Didik | .................................................................... |
| Kelas / No. Absen | V (Lima) / ........................................................ |
| Tanggal | .................................................................... |
Petunjuk Kerja
- Ingatlah satu pengalaman paling menarik saat kamu melakukan hobimu atau kegiatan bersama keluargamu di Wringin Anom.
- Lengkapilah peta pikiran visual di bawah ini sebelum kamu mulai menulis cerita utuh!
Kerangka Peta Pikiran (Mind Map) Cerita
- Judul Cerita yang Menarik:
...................................................................................................................
- Orientasi (Pengenalan):
- Siapa saja tokoh dalam ceritamu? ...................................................................
- Di mana kejadian itu berlangsung? ...................................................................
- Kapan kejadian itu terjadi? ...................................................................
- Komplikasi (Peristiwa Seru / Masalah):
- Kejadian menarik atau masalah apa yang terjadi?
...................................................................................................................
...................................................................................................................
- Resolusi (Penutup):
- Bagaimana akhir dari kejadian tersebut?
...................................................................................................................
- Bagaimana perasaanmu setelah mengalami kejadian itu?
...................................................................................................................
Lembar Kerja Peserta Didik 2: Lembar Penulisan Cerita Naratif Kreatif
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Peserta Didik | .................................................................... |
| Kelas / No. Absen | V (Lima) / ........................................................ |
| Tanggal | .................................................................... |
Petunjuk Kerja
Kembangkanlah peta pikiran yang telah kamu buat menjadi sebuah cerita naratif yang utuh. Perhatikan penggunaan huruf kapital dan tanda baca titik (.) serta koma (,) yang tepat! Buatlah ilustrasi gambar menarik di kotak yang tersedia.
Judul Cerita: ....................................................................
Gambar Ilustrasi Ceritamu:
(Gambarlah suasana peristiwa ceritamu di kotak ini)
Teks Cerita Narasi:
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
REMEDIAL
Program remedial ditujukan bagi peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), khususnya pada pemahaman ejaan dan struktur penulisan narasi.
- Bimbingan Perorangan: Guru memberikan bimbingan khusus kembali mengenai aturan penggunaan huruf kapital pada nama orang/tempat dan penggunaan tanda titik.
- Tugas Terstruktur: Peserta didik diberikan teks narasi pendek yang sengaja dihilangkan huruf kapital dan tanda bacanya, kemudian diminta mengoreksi kembali dengan bantuan petunjuk gambar visual.
PENGAYAAN
Program pengayaan ditujukan bagi peserta didik yang telah melampaui capaian pembelajaran dengan kriteria Sangat Baik.
- Peserta didik diminta mengembangkan cerita naratifnya menjadi bentuk buku cerita mini 3 dimensi (Pop-Up Book) atau komik strip pendek.
- Peserta didik berperan sebagai "Tutor Sebaya" untuk membantu mengoreksi ketepatan ejaan pada draft karya kawan kelompoknya dalam sesi penyuntingan bersama.
REFLEKSI GURU
| No | Pernyataan Refleksi | Hasil Evaluasi Guru | Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|
| 1 | Apakah seluruh peserta didik dapat memahami struktur teks naratif melalui media visual Smart TV? | Sebagian besar peserta didik mampu memahami struktur cerita dengan baik setelah melihat diagram visual. | Mempertahankan media visual dan menambah variasi warna pada materi berikutnya. |
| 2 | Apakah penerapan pembelajaran mendalam (Mindful, Meaningful, Joyful) berjalan efektif? | Pembelajaran terasa lebih menyenangkan dan peserta didik lebih terbuka menceritakan pengalamannya. | Meneruskan pendekatan kesadaran penuh pada awal kegiatan menulis. |
| 3 | Apakah kendala utama peserta didik dalam menerapkan ejaan yang tepat (huruf kapital dan tanda baca)? | Peserta didik masih sering lupa menempatkan huruf kapital pada kata pertama setelah tanda titik. | Memberikan latihan pemanasan ejaan 5 menit sebelum kegiatan menulis dimulai. |
| 4 | Apakah pembagian waktu pengerjaan proyek dari perancangan hingga Gallery Walk sudah proporsional? | Alokasi waktu secara keseluruhan sudah cukup, namun sesi Gallery Walk membutuhkan penataan ruang yang lebih luas. | Memperluas area pameran karya hingga teras depan kelas pada proyek berikutnya. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
Jawablah pertanyaan refleksi di bawah ini dengan membubuhkan tanda centang pada kolom yang sesuai!
| No | Pertanyaan Refleksi | Ya | Cukup | Belum |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Saya sudah paham bagian-bagian dalam cerita narasi (awal, masalah, penutup). | Ya | Cukup | Belum |
| 2 | Saya dapat menceritakan pengalaman pribadi atau hobiku dengan jelas. | Ya | Cukup | Belum |
| 3 | Saya sudah menggunakan huruf kapital dan tanda titik secara benar pada tulisan saya. | Ya | Cukup | Belum |
| 4 | Saya merasa senang dan gembira saat membuat proyek tulisan bergambar ini. | Ya | Cukup | Belum |
Sebutkan bagian kegiatan mana yang paling kamu sukai hari ini dan berikan alasannya:
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Guru
- Teks Narasi dan Pengembangannya: Pengertian, Unsur Intrinsik, dan Jenis-Jenis Paragraf Narasi dalam Bahasa Indonesia.
- Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) / Ejaan yang Disempurnakan (EYD) Edisi Terbaru mengenai Aturan Penggunaan Huruf Kapital dan Tanda Baca.
- Panduan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning): Menerapkan Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning pada Pembelajaran Literasi SD.
Bahan Bacaan Peserta Didik
- Contoh Teks Narasi Pendek: "Pengalaman Unikku Membantu Kakek Menanam Padi di Wringin Anom".
- Panduan Visual Penggunaan Huruf Kapital dan Tanda Baca yang Dilengkapi Gambar Kartun Lucu.
GLOSARIUM
- Narasi: Karangan tulisan yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian berdasarkan urutan waktu.
- Orientasi: Bagian penentu dalam cerita yang berisi pengenalan tokoh, waktu, dan tempat kejadian.
- Komplikasi: Bagian dalam cerita yang menggambarkan timbulnya masalah atau puncak kejadian seru.
- Resolusi: Bagian akhir cerita yang menunjukkan pemecahan masalah atau penutup kisah.
- Ejaan: Kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi (kata, kalimat) dalam bentuk tulisan serta penggunaan tanda baca.
- Peta Pikiran (Mind Map): Diagram visual yang digunakan untuk merepresentasikan kata, ide, atau tugas yang dihubungkan secara teratur di sekitar ide utama.
- Gallery Walk: Metode pameran karya di mana peserta didik berjalan mengelilingi ruang kelas untuk melihat, membaca, dan memberikan umpan balik pada hasil karya teman.
DAFTAR PUSTAKA
- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2021). Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka. Jakarta: Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan.
- Mulyati, Y. (2021). Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek.
- Restian, A. (2020). Pendidikan Literasi Menulis Kreatif Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah Dasar. Malang: UMM Press.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)
| No | Aspek yang Dinilai | Skor 1 | Skor 2 | Skor 3 | Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Bernalar Kritis | Belum menunjukkan kemampuan menganalisis ejaan dan struktur cerita. | Mampu menganalisis ejaan cerita hanya bila dibimbing penuh oleh guru. | Mampu menganalisis ejaan dan struktur cerita secara mandiri dengan sedikit kesalahan. | Sangat mahir menganalisis ejaan dan struktur cerita secara kritis dan akurat. | 4 |
| 2 | Kreatif | Belum mampu menyusun ide cerita dan tidak membuat ilustrasi visual. | Menuliskan ide cerita sederhana namun ilustrasi visual masih meniru contoh secara kaku. | Mengembangkan ide cerita pribadi yang unik dan membuat ilustrasi visual yang menarik. | Mengembangkan ide cerita yang sangat orisinal serta membuat dekorasi visual yang sangat estetis. | 4 |
| 3 | Mandiri | Selalu bergantung pada bimbingan kawan atau guru dalam merasionalkan tugas. | Mampu menyelesaikan tugas penulisan cerita bila terus diingatkan oleh guru. | Mampu mengelola waktu pengerjaan proyek cerita secara mandiri hingga selesai tepat waktu. | Sangat mandiri dalam mengelola waktu pengerjaan dan aktif membantu kerapian ruang belajar. | 4 |
Lembar Observasi Penilaian Keterampilan Menulis Narasi
| No | Aspek yang Dinilai | Skor 1 | Skor 2 | Skor 3 | Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Keutuhan Struktur Narasi | Hanya menuliskan satu bagian cerita tanpa alur kronologis yang jelas. | Menyusun dua bagian struktur teks narasi secara memadai namun belum runtut. | Menyusun cerita memuat orientasi, komplikasi, dan resolusi secara lengkap. | Menyusun cerita narasi dengan struktur sangat runtut, padu, dan mengalir secara alami. | 4 |
| 2 | Ketepatan Penggunaan Huruf Kapital | Lebih dari 6 kesalahan pada penggunaan huruf kapital di dalam teks. | Terdapat 4-6 kesalahan pada penggunaan huruf kapital di dalam teks. | Terdapat 1-3 kesalahan pada penggunaan huruf kapital di dalam teks. | Menggunakan huruf kapital dengan tepat pada seluruh awal kalimat dan nama diri. | 4 |
| 3 | Ketepatan Penggunaan Tanda Baca | Lebih dari 6 kesalahan penggunaan tanda titik dan koma pada tulisan. | Terdapat 4-6 kesalahan penggunaan tanda titik dan koma pada tulisan. | Terdapat 1-3 kesalahan penggunaan tanda titik dan koma pada tulisan. | Seluruh kalimat menggunakan tanda titik dan koma secara sangat akurat dan presisi. | 4 |
| 4 | Keterlibatan Kegiatan Gallery Walk | Pasif dan tidak mengamati karya teman saat kegiatan pameran Gallery Walk. | Mengamati karya teman namun tidak memberikan tanggapan umpan balik. | Mengamati karya teman secara tertib dan memberikan umpan balik pada Sticky Notes. | Sangat aktif, tertib, dan memberikan umpan balik yang apresiatif serta membangun bagi teman. | 4 |