IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Bahasa Indonesia |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / Tahun Ajaran | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Materi / Topik | : | Membaca kisah Taha, anak suku Bajo di Sulawesi Tengah, dan kehidupan nelayan |
| Alokasi Waktu | : | 6 x 35 menit (2 Pertemuan @ 3 x 35 menit) |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Karakteristik Peserta Didik
Peserta didik Kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom secara umum memiliki gaya belajar dominan visual. Mereka menyukai sajian gambar berwarna, tayangan video, dan peta konsep grafis. Berdasarkan hasil pemetaan awal, sebagian besar peserta didik belum memahami konsep dasar unsur penokohan (karakter tokoh beserta bukti pendukung dalam teks) serta belum mengenal konteks geografis dan budaya Suku Bajo sebagai pengembara laut di Sulawesi Tengah.
Kebutuhan Belajar
- Kebutuhan Visual: Memerlukan media pembelajaran berbasis tayangan Smart TV (video dokumenter singkat dan slide infografis) untuk membangun gambaran konkret tentang kehidupan Suku Bajo.
- Kebutuhan Scaffolding Konseptual: Memerlukan bimbingan bertahap dari pemahaman dasar membaca teks, menemukan kata kunci sifat tokoh, hingga mengaitkannya dengan bukti kalimat dalam teks.
- Kebutuhan Kolaboratif: Memerlukan pembagian peran yang terstruktur dalam kerja kelompok (Cooperative Learning) agar semua peserta didik terlibat aktif sesuai tanggung jawab masing-masing.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu mengidentifikasi sifat tokoh Taha dan ciri khas kehidupan suku pengembara laut (Suku Bajo di Sulawesi Tengah) melalui teks bacaan kontekstual dan tayangan media visual secara tepat dan kritis.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1
- Melalui pengamatan video dokumenter di Smart TV, peserta didik dapat menguraikan minimal 3 ciri khas kehidupan Suku Bajo sebagai pengembara laut di Sulawesi Tengah dengan benar.
- Melalui kegiatan membaca nyaring bertahap, peserta didik dapat menemukan informasi tersurat dan tersirat mengenai aktivitas tokoh Taha dalam cerita dengan akurat.
Pertemuan 2
- Melalui diskusi kelompok berbasis Cooperative Learning, peserta didik dapat mengidentifikasi 3 sifat tokoh Taha beserta bukti kalimat pendukung dalam teks bacaan dengan tepat.
- Melalui pembuatan Peta Pikiran Visual, peserta didik dapat menyajikan hasil analisis sifat tokoh dan kearifan lokal Suku Bajo secara kolaboratif dan percaya diri.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Peserta didik memahami bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, salah satunya Suku Bajo yang hidup harmonis dengan laut. Melalui membaca kisah Taha, peserta didik belajar ketangguhan, keberanian, dan kearifan menjaga lingkungan perairan yang dapat diteladani dalam kehidupan sehari-hari.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Pernahkah kalian membayangkan tinggal di atas rumah panggung di tengah laut dan perahu sebagai kendaraan utama?
- Bagaimana cara Taha, seorang anak Suku Bajo, membantu ayahnya dan menjaga keindahan laut tempat tinggalnya?
- Kata-kata apa saja dalam cerita yang menunjukkan bahwa Taha adalah anak yang berani dan penyayang lingkungan?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Dimensi Profil Pelajar Pancasila
- Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia: Ditunjukkan melalui rasa syukur atas keanekaragaman budaya Indonesia dan kesadaran menjaga alam/laut.
- Gotong Royong: Ditunjukkan melalui kerja sama terstruktur dalam kelompok Cooperative Learning dengan pembagian peran yang jelas.
- Bernalar Kritis: Ditunjukkan melalui kemampuan menganalisis sifat tokoh dan menemukan bukti pendukung dalam teks bacaan.
Kompetensi Utama
- Kemampuan literasi membaca dan memahami teks narasi kontekstual.
- Kemampuan analisis karakterisasi (sifat tokoh dan latar cerita).
- Kemampuan komunikasi lisan dan penyajian informasi secara visual.
MATERI PEMBELAJARAN
Kehidupan Suku Bajo di Sulawesi Tengah
Suku Bajo dikenal sebagai pengembara laut (sea gypsies). Mereka memiliki pemukiman di atas perairan laut dangkal dengan rumah panggung kayu. Kehidupan mereka sangat bergantung pada hasil laut dengan tetap menjaga kelestarian terumbu karang dan ekosistem perairan melalui tradisi lokal.
Teks Narasi "Taha, Penjaga Laut dari Suku Bajo"
Kisah mengenai Taha, seorang anak berusia 11 tahun yang tinggal di Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah. Taha memiliki keahlian menyelam tanpa alat bantu, membantu orang tuanya mencari ikan dengan ramah lingkungan, dan menyelamatkan anak penyu yang tersangkut jaring.
Unsur Penokohan dalam Cerita Narasi
- Sifat/Karakter Tokoh: Ciri kepribadian tokoh (misalnya: pemberani, peduli lingkungan, patuh pada orang tua, pantang menyerah).
- Bukti Teks: Kalimat atau paragraf dalam cerita yang membuktikan sifat tokoh tersebut.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran
Cooperative Learning (Tipe Numbered Heads Together / Pembagian Peran Terstruktur)
Pendekatan Pembelajaran
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang mencakup:
- Mindful Learning (Pembelajaran Bermakna dan Kesadaran Utuh): Peserta didik memusatkan perhatian penuh pada makna teks bacaan dan fenomena budaya Suku Bajo.
- Meaningful Learning (Pembelajaran Relevan): Mengaitkan nilai kehidupan Taha dengan pengalaman hidup peserta didik sehari-hari.
- Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan): Penggunaan media visual interaktif, dinamika kelompok interaktif, dan apresiasi positif.
Pendekatan Kebudayaan
Culturally Sustaining Pedagogy (Mengangkat kearifan lokal Suku Bajo Sulawesi Tengah).
ASESMEN
Asesmen Diagnostik (Awal Pembelajaran)
- Teknik: TANYA JAWAB LISAN DAN APLIKASI VISUAL.
- Instrumen: Pertanyaan pemantik dan penunjukan gambar pemukiman Suku Bajo di Smart TV untuk mengukur pengetahuan awal peserta didik.
Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)
- Teknik: OBSERVASI UNJUK KERJA DAN DISKUSI KELOMPOK.
- Instrumen: Lembar observasi keterlibatan kelompok, lembar penilaian pembagian peran, dan catatan anekdot perkembangan membaca.
Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)
- Teknik: TES TERTULIS DAN PENILAIAN PRODUK (Peta Pikiran).
- Instrumen: Soal pilihan ganda/uraian singkat analisis tokoh serta rubrik penilaian Peta Pikiran Karakter Taha.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)
| Indikator | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Gotong Royong | Aktif menjalankan peran kelompok dan membantu teman tanpa diminta. | Menjalankan peran kelompok dengan baik dan mau membantu teman. | Menjalankan peran kelompok jika diingatkan oleh teman/guru. | Pasif dan tidak menjalankan peran dalam kelompok. |
| Bernalar Kritis | Mampu menemukan sifat tokoh beserta bukti teks secara mandiri dan akurat. | Mampu menemukan sifat tokoh dan bukti teks dengan sedikit bimbingan. | Menemukan sifat tokoh tetapi bukti teks belum tepat. | Belum mampu menemukan sifat tokoh maupun bukti teks. |
Rubrik Penilaian Produk (Peta Pikiran Analisis Tokoh)
| Indikator | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Identifikasi Sifat Tokoh | Menyebutkan 3 sifat Taha dengan sangat tepat. | Menyebutkan 2 sifat Taha dengan tepat. | Menyebutkan 1 sifat Taha dengan tepat. | Belum dapat menyebutkan sifat tokoh dengan tepat. |
| Bukti Kalimat Pendukung | Menuliskan bukti kalimat dari teks untuk seluruh sifat secara tepat. | Menuliskan bukti kalimat dari teks untuk sebagian besar sifat. | Menuliskan bukti kalimat tetapi kurang sesuai dengan sifat tokoh. | Tidak menyertakan bukti kalimat pendukung dari teks. |
| Ciri Khas Suku Bajo | Menjelaskan 3 atau lebih ciri khas Suku Bajo secara runtut. | Menjelaskan 2 ciri khas Suku Bajo secara runtut. | Menjelaskan 1 ciri khas Suku Bajo. | Belum menyebutkan ciri khas Suku Bajo. |
| Kerapian dan Visualisasi | Peta pikiran sangat rapi, berwarna, menarik, dan mudah dibaca. | Peta pikiran rapi, memuat warna, dan cukup mudah dibaca. | Peta pikiran kurang rapi namun masih dapat dibaca. | Peta pikiran tidak terstruktur dan sulit dibaca. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
PERTEMUAN 1 (3 x 35 menit)
Kegiatan Awal (15 menit)
- Guru membuka pembelajaran dengan salam hangat, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran peserta didik.
- Guru mengajak peserta didik melakukan latihan kesadaran penuh (Mindful Breathing) selama 2 menit untuk menyiapkan mental belajar.
- Apersepsi Visual: Guru menayangkan video singkat berdurasi 3 menit tentang kehidupan Suku Bajo di Kepulauan Togean Sulawesi Tengah melalui Smart TV.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik awal untuk menggali pemahaman awal peserta didik.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan aktivitas yang akan dilakukan.
Kegiatan Inti (75 menit)
- Pembacaan Teks Kontekstual (Mindful Reading): Guru membagikan lembar teks "Taha, Penjaga Laut dari Suku Bajo". Guru membacakan paragraf pertama dengan intonasi menarik, dilanjutkan pembacaan bergantian oleh peserta didik secara bergantian.
- Eksplorasi Visual dan Istilah: Guru menampilkan gambar-gambar pendukung di Smart TV mengenai kata-kata asing seperti perahu lepa, rumah panggung, alat selam tradisional, dan sampan.
- Penguatan Konsep Dasar: Guru memberikan penjelasan terbimbing tentang cara menentukan sifat tokoh melalui tindakan, ucapan, dan pikiran tokoh dalam cerita.
- Pembentukan Kelompok Cooperative Learning: Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok heterogen (masing-masing 4-5 siswa). Setiap anggota kelompok diberi nomor dada (1 sampai 5) dan peran khusus (Ketua, Pencatat, Pembaca Teks, Penggambar/Desainer Visual, Juru Bicara).
- Diskusi Awal Kelompok: Kelompok berdiskusi menjawab pertanyaan tingkat dasar mengenai ciri-ciri kehidupan Suku Bajo berdasarkan video dan paragraf awal cerita.
Kegiatan Penutup (15 menit)
- Guru dan peserta didik menyimpulkan ciri-ciri khas kehidupan Suku Bajo sebagai pengembara laut.
- Guru memberikan konfirmasi dan umpan balik atas jalannya diskusi awal.
- Peserta didik melakukan refleksi singkat mengenai hal baru yang dipelajari hari ini.
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama.
PERTEMUAN 2 (3 x 35 menit)
Kegiatan Awal (15 menit)
- Guru menyapa peserta didik, berdoa, dan memastikan kerapian kelas.
- Guru melakukan kuis visual singkat melalui Smart TV untuk mereviu materi ciri khas Suku Bajo yang dipelajari pada Pertemuan 1.
- Guru menyampaikan alur kegiatan Pertemuan 2, yaitu analisis sifat tokoh Taha dan pembuatan Peta Pikiran Visual kelompok.
Kegiatan Inti (75 menit)
- Pengorganisasian Kelompok Cooperative Learning: Peserta didik berkumpul kembali dengan kelompoknya masing-masing. Guru memastikan setiap siswa memahami peran diskusinya.
- Analisis Karakterisasi Terbimbing (Deep Learning - Meaningful):
- Juru BACA membacakan ulang bagian teks yang menunjukkan tindakan Taha.
- Anggota kelompok berdiskusi mendeteksi sifat Taha (misal: pemberani, peduli lingkungan, sayang keluarga).
- Pencatat menuliskan sifat beserta bukti kalimat dari teks pada lembar draft.
- Pembuatan Peta Pikiran Visual (Joyful Learning):
- Kelompok merancang Peta Pikiran pada kertas karton manila yang disediakan.
- Penggambar/Desainer Visual memimpin pembuatan bagan visual yang menarik dengan ornamen tema laut dan rumah panggung Bajo.
- Guru berkeliling memberikan scaffolding bagi kelompok yang membutuhkan bimbingan tambahan dalam menemukan bukti kalimat dalam teks.
- Presentasi Kelompok (Numbered Heads Together):
- Guru memanggil satu nomor secara acak (misalnya Nomor 3).
- Peserta didik dengan Nomor 3 dari setiap kelompok bertindak sebagai juru bicara untuk mempresentasikan Peta Pikiran kelompoknya di depan kelas.
- Kelompok lain memberikan tanggapan dan apresiasi.
Kegiatan Penutup (15 menit)
- Guru memberikan penguatan dan umpan balik konstruktif terhadap hasil analisis seluruh kelompok.
- Peserta didik mengerjakan tes evaluasi individu singkat (Asesmen Sumatif).
- Guru dan peserta didik melakukan refleksi kegiatan pembelajaran hari ini.
- Pembelajaran diakhiri dengan apresiasi bersama dan doa penutup.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning
Peserta didik secara sadar dan fokus mencermati setiap detail bacaan teks narasi, mendengarkan dengan penuh perhatian saat teman membaca, serta menyadari betapa pentingnya menjaga kelestarian laut sebagaimana dilakukan oleh masyarakat Suku Bajo.
Meaningful Learning
Peserta didik mengubungkan nilai-nilai karakter Taha (seperti keberanian, kepedulian pada alam, dan rasa hormat pada orang tua) dengan tindakan nyata yang dapat mereka lakukan di lingkungan sekolah dan rumah tempat tinggal mereka di Wringin Anom.
Joyful Learning
Peserta didik merasakan kegembiraan dalam belajar melalui media visual menarik pada Smart TV, pembuatan peta pikiran berwarna-warni sesuai kreativitas kelompok, serta interaksi kolaboratif yang saling mendukung tanpa tekanan.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Konten
Menyediakan teks cerita dengan bantuan gambar visual dan glosarium istilah sulit bagi peserta didik yang belum memahami konsep dasar, serta menyediakan teks pengayaan tanpa gambar bagi peserta didik yang mahir.
Diferensiasi Proses (Diferensiasi Peran)
Dalam kelompok Cooperative Learning, setiap peserta didik mendapatkan peran yang disesuaikan dengan minat dan kemampuan individual:
- Peserta didik berdaya baca tinggi: Peran Pembaca Teks / Penganalisis Kalimat.
- Peserta didik dominan visual-spasial: Peran Desainer Visual / Penggambar Peta Pikiran.
- Peserta didik yang aktif secara interpersonal: Peran Ketua Kelompok / Juru Bicara.
Diferensiasi Produk
Peserta didik diberi kebebasan memilih format penyajian Peta Pikiran pada karton, baik dalam bentuk pohon konsep tema bahari, bagan alur gambar, atau poster infografis sederhana.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
- Laptop: Digunakan guru untuk menyusun dan mengoperasikan bahan ajar interaktif, slide presentasi, dan instrumen penilaian.
- Smart TV: Digunakan untuk menayangkan video dokumenter Suku Bajo Sulawesi Tengah, menampilkan gambar-gambar visual perahu lepa dan rumah panggung, serta menampilkan pemutar waktu saat diskusi kelompok.
- Internet: Digunakan untuk mengakses sumber belajar video dokumenter tepercaya mengenai kebudayaan Suku Bajo dan pencarian gambar pendukung visual yang relevan.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media Pembelajaran
- Video Dokumenter "Kehidupan Anak Suku Bajo di Kepulauan Togean".
- Slide Presentasi Visual (Infografis Suku Bajo dan Unsur Penokohan).
- Kertas Karton Manila, Spidol Warna, dan Alat Tulis.
- Kartu Peran Kelompok (Ketua, Pencatat, Pembaca, Desainer Visual, Juru Bicara).
Sumber Belajar
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas V Kurikulum Merdeka.
- Teks Narasi "Taha, Penjaga Laut dari Suku Bajo" karya Tim Penyusun Ajar.
- Artikel Kebudayaan Kearifan Lokal Suku Bajo Sulawesi Tengah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Peserta Didik | ..................................................... |
| Kelas / No. Absen | V (Lima) / ......................................... |
| Tanggal | ..................................................... |
| Judul Kegiatan | Analisis Sifat Tokoh Taha dan Ciri Kehidupan Suku Bajo |
Petunjuk Kerja
- Bacalah kembali teks "Taha, Penjaga Laut dari Suku Bajo" bersama teman kelompokmu!
- Diskusikan dan temukan 3 sifat tokoh Taha beserta bukti kalimat dalam teks yang mendukungnya!
- Tuliskan minimal 3 ciri khas kehidupan Suku Bajo berdasarkan bacaan dan tayangan video!
- Tuangkan hasil diskusimu ke dalam Peta Pikiran Visual di lembar karton yang telah disediakan!
Teks Bacaan
Taha, Penjaga Laut dari Suku Bajo
Di sebuah desa terapung di Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah, hiduplah seorang anak bernama Taha. Taha adalah anak Suku Bajo. Sejak kecil, Taha sudah terbiasa hidup di atas laut. Rumahnya berdiri di atas tiang-tiang kayu panggung di atas air laut yang jernih.
Setiap pagi, sebelum berangkat sekolah, Taha membantu ayahnya memeriksa perahu lepa yang digunakan untuk melaut. Taha sangat mahir berenang dan menyelam tanpa alat bantu. Namun, Taha tidak pernah merusak terumbu karang. Ia selalu mengambil sampah plastik yang mengapung di lautan.
Suatu hari, saat melaut bersama ayahnya, Taha melihat seekor anak penyu tersangkut jaring bekas. Tanpa ragu, Taha langsung melompat ke dalam air dan melepaskan anak penyu itu dengan hati-hati. "Laut adalah rumah kita, kita harus menjaganya," kata Taha kepada ayahnya sambil tersenyum. Ayahnya bangga melihat keberanian dan kepedulian Taha.
Tabel Lembar Kerja Analisis
| No | Karakter/Sifat Tokoh Taha | Bukti Kalimat Pendukung dalam Teks |
|---|---|---|
| 1 | ..................................................... | .................................................................................................... |
| 2 | ..................................................... | .................................................................................................... |
| 3 | ..................................................... | .................................................................................................... |
| No | Ciri Khas Kehidupan Suku Bajo pada Cerita |
|---|---|
| 1 | ................................................................................................................................. |
| 2 | ................................................................................................................................. |
| 3 | ................................................................................................................................. |
REMEDIAL
Program Remedial (Peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran)
- Sasaran: Peserta didik yang belum mampu mengidentifikasi sifat tokoh dan bukti kalimat pendukungnya.
- Bentuk Kegiatan: Bimbingan individual/kelompok kecil (Scaffolding langsung oleh guru).
- Langkah Pelaksanaan:
- Guru mendampingi siswa membaca ulang paragraf pendek dari teks Taha.
- Guru memberikan pertanyaan penuntun langsung: "Apa yang dilakukan Taha saat melihat penyu tersangkut?"
- Siswa diajak menandai kata kunci tindakan tokoh dengan stabilo berwarna pada teks.
- Siswa mengisi ulang tabel sifat tokoh sederhana yang telah disederhanakan.
PENGAYAAN
Program Pengayaan (Peserta didik yang melampaui capaian pembelajaran)
- Sasaran: Peserta didik yang telah mampu mengidentifikasi sifat tokoh dan ciri Suku Bajo dengan cepat dan tepat.
- Bentuk Kegiatan: Penugasan berbasis proyek literasi kritis.
- Langkah Pelaksanaan:
- Peserta didik diminta mencari informasi tambahan melalui internet/buku perpustakaan tentang cara Suku Bajo menavigasi laut menggunakan bintang.
- Peserta didik menuliskan paragraf narasi singkat memuat cerita rekaan tentang petualangan Taha menjaga terumbu karang dengan menambahkan 2 tokoh baru.
REFLEKSI GURU
| No | Pertanyaan Refleksi Guru | Jawaban / Hasil Refleksi |
|---|---|---|
| 1 | Apakah penggunaan media visual di Smart TV berhasil meningkatkan pemahaman awal siswa tentang Suku Bajo? | Penggunaan video dan gambar visual sangat efektif membangkitkan antusiasme siswa visual dan mempermudah pemahaman awal mereka. |
| 2 | Apakah pembagian peran dalam Cooperative Learning berjalan efektif dan adil? | Sebagian besar kelompok menjalankan peran dengan baik, namun 2 kelompok masih perlu pendampingan ketat pada peran pencatat. |
| 3 | Apakah peserta didik yang belum memahami konsep dasar terfasilitasi dengan baik? | Bimbingan bertahap dan penggunaan stabilo kata kunci membantu siswa berkesulitan memahami konsep sifat tokoh. |
| 4 | Berapa persentase peserta didik yang mencapai tujuan pembelajaran hari ini? | Sekitar 85% peserta didik berhasil mencapai kriteria tujuan pembelajaran dengan predikat Baik dan Sangat Baik. |
| 5 | Apa langkah perbaikan yang perlu dilakukan untuk pembelajaran berikutnya? | Memberikan alokasi waktu lebih panjang saat pembuatan Peta Pikiran agar penuangan ide visual lebih maksimal. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
| No | Pertanyaan Refleksi Peserta Didik | Tanggapan Peserta Didik |
|---|---|---|
| 1 | Bagian mana dari kisah Taha dan Suku Bajo yang paling menarik bagimu? | Saat melihat video rumah di atas laut dan cerita Taha menolong anak penyu yang tersangkut jaring. |
| 2 | Sifat Taha mana yang ingin kamu tiru dalam kehidupan sehari-hari? Mengapa? | Sifat peduli lingkungan dan berani, karena kita harus menjaga alam seperti Taha menjaga lautnya. |
| 3 | Apakah kamu menyukai kegiatan membuat Peta Pikiran bersama kelompokmu? | Sangat suka karena bisa menggambar, mewarnai, dan bekerjasama menentukan sifat tokoh bersama teman. |
| 4 | Apa kesulitan yang kamu alami saat menemukan bukti kalimat dalam teks? | Kadang bingung memilih kalimat yang tepat untuk membuktikan sifat Taha. |
| 5 | Bantuan apa yang kamu harapkan dari guru untuk pembelajaran selanjutnya? | Guru menjelaskan contoh kalimat bukti sifat tokoh dengan lebih rinci di papan tulis. |
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Guru
Suku Bajo atau Suku Sama/Bajau merupakan kelompok etnis pengembara laut yang tersebar di wilayah perairan Asia Tenggara, termasuk Indonesia (Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara, dan Kalimantan). Kearifan lokal Suku Bajo mencakup konsep Papang (kepercayaan melestarikan laut) dan penggunaan alat tangkap ramah lingkungan. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V, materi ini dimanfaatkan untuk mengembangkan keterampilan membaca kritis, pemahaman teks narasi kontekstual, penokohan, serta wawasan kebhinekaan global dan pelestarian lingkungan.
Bahan Bacaan Peserta Didik
Suku Bajo adalah suku bangsa di Indonesia yang tinggal di pesisir atau di atas laut. Rumah mereka berbentuk rumah panggung kayu di atas air. Anak-anak Suku Bajo sejak kecil sudah belajar berenang dan melaut. Mereka sangat menyayangi laut karena laut memberikan mereka ikan dan makanan. Tokoh Taha dalam cerita kita adalah contoh anak Suku Bajo yang rajin, berani, dan penyayang hewan laut.
GLOSARIUM
- Pengembara Laut: Kelompok masyarakat yang berpindah-pindah dan menggantungkan seluruh jalurnya di wilayah perairan/laut.
- Suku Bajo: Etnis asli Indonesia yang memiliki keahlian alami dalam navigasi laut, menyelam, dan bermukim di atas laut.
- Penokohan: Cara pengarang menggambarkan watak, karakter, atau sifat-sifat tokoh dalam sebuah cerita.
- Perahu Lepa: Perahu tradisional khas Suku Bajo yang digunakan sebagai tempat tinggal dan alat transportasi utama di laut.
- Rumah Panggung: Rumah bertiang tinggi yang dibangun di atas air atau tanah untuk menghindari pasang air laut.
- Bukti Teks: Kalimat atau kutipan langsung dari bacaan yang mendukung suatu pernyataan atau analisis karakter.
DAFTAR PUSTAKA
- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2021). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) V. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Siswa Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Nababan, A. (2019). Kearifan Lokal Masyarakat Pesisir Suku Bajo dalam Pelestarian Laut. Jurnal Kebudayaan dan Maritim Indonesia, 12(2), 45-58.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Penilaian Sikap dan Keterampilan
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor) | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Kerjasama Kelompok (Gotong Royong) | Skor 4: Sangat aktif, memimpin/membantu teman secara sukarela, menjalankan peran dengan sempurna. Skor 3: Aktif berdiskusi, menjalankan peran dengan baik, mau membantu teman. Skor 2: Kurang aktif, menjalankan peran hanya jika diperintah teman/guru. Skor 1: Tidak acuh, tidak menjalankan peran dalam kelompok. | 4 |
| 2 | Kemampuan Analisis Sifat Tokoh (Bernalar Kritis) | Skor 4: Mengidentifikasi 3 sifat tokoh dan bukti kalimat pendukung dengan tepat tanpa kesalahan. Skor 3: Mengidentifikasi 2-3 sifat tokoh dengan bukti kalimat yang sebagian besar tepat. Skor 2: Mengidentifikasi sifat tokoh tetapi bukti kalimat kurang tepat. Skor 1: Tidak mampu mengidentifikasi sifat tokoh maupun bukti kalimat. | 3 |
| 3 | Pemahaman Ciri Khas Suku Bajo | Skor 4: Mampu menguraikan 3 atau lebih ciri khas Suku Bajo secara mendetail dan tepat. Skor 3: Mampu menguraikan 2 ciri khas Suku Bajo dengan jelas. Skor 2: Mampu menyebutkan 1 ciri khas Suku Bajo secara sederhana. Skor 1: Belum mampu menyebutkan ciri khas Suku Bajo. | 4 |
| 4 | Kualitas Produk Peta Pikiran Visual | Skor 4: Sangat rapi, kaya warna, bagan visual terstruktur, memuat seluruh informasi analisis dengan lengkap. Skor 3: Rapi, berwarna, bagan cukup terstruktur, memuat sebagian besar informasi analisis. Skor 2: Kurang rapi, warna terbatas, informasi analisis belum lengkap. Skor 1: Tidak rapi, tidak terstruktur, dan informasi sangat minim. | 4 |
| 5 | Keberanian Presentasi (Komunikasi) | Skor 4: Menyampaikan hasil diskusi dengan suara lantang, percaya diri, kontak mata baik, dan runtut. Skor 3: Menyampaikan hasil diskusi dengan jelas dan cukup percaya diri. Skor 2: Menyampaikan hasil diskusi dengan suara pelan dan ragu-ragu. Skor 1: Tidak berani berbicara saat presentasi di depan kelas. | 3 |