IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Bahasa Indonesia |
| Fase / Kelas | : | C / V (Lima) |
| Semester / T.A. | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Materi / Topik | : | Membaca kisah perjuangan Heo saat letusan Gunung Tambora tahun 1815 |
| Alokasi Waktu | : | 6 x 35 menit (2 Pertemuan) |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Karakteristik Peserta Didik
Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki modalitas belajar dominan visual. Mereka lebih mudah menyerap informasi yang disajikan melalui gambar, komik, ilustrasi, dan media berbasis layar. Namun, hasil pemetaan awal menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik belum memahami konsep dasar analisis karakter tokoh dan belum memiliki keterampilan membaca kritis untuk menilai sifat tokoh dari teks narasi sejarah.
Kebutuhan Belajar
Peserta didik membutuhkan perancah (scaffolding) membaca bertahap dengan bantuan media visual interaktif. Pembelajaran memerlukan diferensiasi konten teks bacaan agar peserta didik yang belum memahami konsep dasar dapat mengakses teks berilustrasi dengan tingkat keterbacaan yang disesuaikan, sementara peserta didik yang sudah siap dapat menganalisis teks narasi sejarah secara lebih kompleks.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu menilai keteguhan sifat tokoh Heo menghadapi bencana letusan Gunung Tambora.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1
- Melalui pengamatan tayangan visual interaktif pada Smart TV, peserta didik dapat mengidentifikasi alur peristiwa penting letusan Gunung Tambora tahun 1815 dengan benar.
- Melalui membaca teks narasi sejarah berdiferensiasi visual, peserta didik dapat menemukan setidaknya 3 bukti tindakan tokoh Heo saat menghadapi bencana dengan tepat.
Pertemuan 2
- Melalui diskusi kelompok berbasis Problem Based Learning (PBL), peserta didik dapat menganalisis alasan di balik keteguhan sifat tokoh Heo dalam menghadapi situasi darurat dengan kritis.
- Melalui kegiatan presentasi hasil analisis, peserta didik dapat menilai dan mempertahankan argumen mengenai keteguhan sifat tokoh Heo secara runtut dan percaya diri.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Keteguhan hati, keberanian, dan daya tahan (resiliensi) adalah nilai-nilai karakter mendasar yang menentukan keselamatan dan keberhasilan seseorang dalam melewati masa-masa sulit atau bencana. Melalui pemahaman terhadap sejarah letusan Gunung Tambora 1815, peserta didik menyadari pentingnya memiliki sifat pantang menyerah serta kepedulian terhadap sesama saat menghadapi tantangan hidup.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Menurut pendapatmu, apa yang akan kamu lakukan jika berada di tengah situasi bencana alam yang sangat dahsyat?
- Bagaimana kita bisa mengetahui bahwa seorang tokoh dalam cerita memiliki sifat yang teguh dan pantang menyerah?
- Mengapa Heo tetap berjuang dan membantu orang lain meskipun Gunung Tambora meletus dengan sangat dahsyat pada tahun 1815?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Bernalar Kritis: Memproses informasi, menganalisis bukti teks, dan menilai sifat tokoh secara rasional.
- Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok untuk memecahkan masalah dan menyelesaikan lembar kerja.
- Mandiri: Mengelola pemahaman membaca dan menyusun argumen penilaian secara individu.
Kompetensi Bahasa Indonesia
- Membaca Memirsa: Memahami isi bacaan narasi sejarah dan tayangan visual.
- Analisis Tokoh: Mengidentifikasi karakter, watak, dan keteguhan sifat tokoh dalam cerita.
- Berbicara dan Mempresentasikan: Menyampaikan hasil penilaian karakter tokoh secara lisan di depan kelas.
MATERI PEMBELAJARAN
Teks Narasi Sejarah
Kisah Perjuangan Heo saat Letusan Gunung Tambora 1815. Teks ini menceritakan seorang anak lokal bernama Heo di kaki Gunung Tambora (Nusa Tenggara Barat) yang menunjukkan keberanian, keteguhan, dan daya juang tinggi saat letusan dahsyat terjadi pada April 1815.
Konsep Penokohan dan Sifat Tokoh
- Pengertian Keteguhan Sifat: Sikap tidak mudah menyerah, bertahan dalam kesulitan, dan tetap berpegang teguh pada prinsip kebaikan.
- Bukti Petunjuk Sifat Tokoh: Dapat ditemukan melalui dialog tokoh, tindakan/perbuatan tokoh, pemikiran tokoh, dan deskripsi penulis.
Kearifan Lokal dan Sejarah Kebencanaan
Latar belakang sejarah letusan dahsyat Gunung Tambora tahun 1815 di kawasan NTB dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat lokal.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran
Problem Based Learning (PBL) dengan 5 langkah utama:
- Orientasi peserta didik pada masalah.
- Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar.
- Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok.
- Mengembangkan dan menyajikan hasil karya.
- Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.
Pendekatan Pembelajaran
Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) yang mencakup:
- Mindful Learning: Kesadaran penuh peserta didik dalam menyimak tayangan dan membaca teks.
- Meaningful Learning: Menghubungkan kisah Heo dengan nilai resiliensi dalam kehidupan sehari-hari.
- Joyful Learning: Pembelajaran berbasis visual dan interaksi digital yang menyenangkan melalui Smart TV.
ASESMEN
Asesmen Awal (Diagnostik)
Menggunakan tes pemetaan visual interaktif sederhana (mengidentifikasi sifat tokoh dari gambar ilustrasi dan pertanyaan singkat) untuk memetakan tingkat pemahaman dasar peserta didik.
Asesmen Formatif
- Observasi unjuk kerja dan keterlibatan peserta didik selama diskusi kelompok.
- Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) kelompok mengenai bukti keteguhan tokoh Heo.
Asesmen Sumatif
Tes tertulis individu berupa esai pendek berisi penilaian peserta didik terhadap keteguhan sifat tokoh Heo disertai bukti pendukung dari teks.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Asesmen Sumatif (Menilai Keteguhan Sifat Tokoh Heo)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Pemahaman Sifat Tokoh Heo | Skor 4: Peserta didik mampu menyebutkan sifat keteguhan tokoh Heo secara sangat tepat dan mendalam. Skor 3: Peserta didik mampu menyebutkan sifat keteguhan tokoh Heo dengan tepat. Skor 2: Peserta didik menyebutkan sifat tokoh Heo tetapi kurang tepat atau terlalu umum. Skor 1: Peserta didik salah atau tidak mampu menyebutkan sifat tokoh Heo. | |
| 2 | Penggunaan Bukti Teks/Gambar | Skor 4: Menyertakan minimal 3 bukti spesifik dari teks/gambar yang mendukung penilaian sifat Heo secara sangat logis. Skor 3: Menyertakan 2 bukti spesifik dari teks/gambar yang mendukung penilaian. Skor 2: Menyertakan 1 bukti tetapi kurang relevan dengan sifat Heo. Skor 1: Tidak menyertakan bukti dari teks atau gambar. | |
| 3 | Kelogisan Argumen Penilaian | Skor 4: Argumen penilaian disusun dengan sangat runtut, logis, dan menunjukkan pemikiran kritis mendalam. Skor 3: Argumen penilaian cukup runtut dan logis. Skor 2: Argumen penilaian kurang logis dan membingungkan. Skor 1: Tidak memberikan argumen atau alasan penilaian. | |
| 4 | Penggunaan Bahasa Indonesia | Skor 4: Menggunakan tata bahasa Indonesia baku, ejaan benar, dan kalimat efektif. Skor 3: Menggunakan bahasa Indonesia yang dipahami dengan sedikit kesalahan ejaan. Skor 4: Terdapat banyak kesalahan tata bahasa dan ejaan yang mengganggu makna. Skor 1: Bahasa sulit dipahami dan tidak terstruktur. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pertemuan 1 (3 x 35 menit) - Pengenalan Masalah & Pemahaman Teks Visual
Kegiatan Awal (15 menit)
- Guru membuka pembelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran peserta didik.
- Guru menciptakan suasana belajar kondusif dan melakukan apersepsi visual dengan menampilkan gambar abu vulkanik dan Gunung Tambora di layar Smart TV.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Apa yang kalian bayangkan jika berada di dekat gunung meletus ratusan tahun lalu?"
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan aktivitas yang akan dilakukan.
Kegiatan Inti (75 menit)
- Sintaks 1 PBL: Orientasi Peserta Didik pada Masalah
- Guru menayangkan video animasi pendek tentang dahsyatnya bencana meletusnya Gunung Tambora pada tahun 1815.
- Guru mengenalkan masalah utama: "Bagaimana seorang anak bernama Heo dapat bertahan hidup dan menunjukkan keteguhan hati yang luar biasa di tengah bencana dahsyat tersebut?"
- Sintaks 2 PBL: Mengorganisasikan Peserta Didik untuk Belajar
- Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok heterogen berdasarkan hasil asesmen awal.
- Guru membagikan teks bacaan berdiferensiasi konten: kelompok dasar mendapatkan Teks Komik Visual Heo, sedangkan kelompok mahir mendapatkan Teks Narasi Sejarah Kompleks.
- Sintaks 3 PBL: Membimbing Penyelidikan Individu dan Kelompok
- Peserta didik secara mandiri membaca teks masing-masing dan mencatat peristiwa penting yang dialami Heo.
- Guru berkeliling memberikan perancah (scaffolding) khusus bagi peserta didik yang belum memahami konsep dasar dengan mengajukan pertanyaan penuntun berbasis gambar pada komik.
- Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk mengumpulkan bukti-bukti tindakan Heo yang menunjukkan sifat pantang menyerah.
Kegiatan Penutup (15 menit)
- Peserta didik bersama guru melakukan refleksi singkat mengenai kegiatan membaca hari ini.
- Guru memberikan penguatan tentang pentingnya mencermati rincian cerita.
- Guru menginformasikan kegiatan pertemuan berikutnya, yaitu menyusun dan mempresentasikan analisis penilaian sifat tokoh Heo.
- Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.
Pertemuan 2 (3 x 35 menit) - Penyajian Hasil & Evaluasi Mendalam
Kegiatan Awal (15 menit)
- Guru membuka pembelajaran dengan salam, berdoa, dan pengkondisian kelas.
- Guru mengulas kembali ingatan peserta didik tentang kisah Heo dan letusan Gunung Tambora 1815 melalui kuis visual singkat di Smart TV.
- Guru menyampaikan alur kegiatan utama yaitu diskusi pemecahan masalah dan presentasi hasil.
Kegiatan Inti (75 menit)
- Sintaks 4 PBL: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya
- Setiap kelompok melanjutkan diskusi untuk mengisi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berupa Peta Pikiran Keteguhan Heo.
- Peserta didik merumuskan kalimat penilaian kritis terhadap sifat keteguhan tokoh Heo beserta argumen penjelasnya.
- Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil analisisnya di depan kelas menggunakan Smart TV sebagai media peraga visual LKPD.
- Kelompok lain menyimak dan memberikan tanggapan atau pertanyaan konstruktif.
- Sintaks 5 PBL: Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah
- Guru memfasilitasi diskusi pleno untuk membandingkan temuan dari setiap kelompok.
- Guru memberikan klarifikasi mendalam mengenai konsep keteguhan sifat tokoh berdasarkan fakta teks sejarah.
- Peserta didik mengerjakan asesmen sumatif mandiri berupa lembar penilaian keteguhan Heo.
Kegiatan Penutup (15 menit)
- Peserta didik bersama guru menyimpulkan nilai-nilai keteguhan tokoh Heo dan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari (Mindful & Meaningful Learning).
- Peserta didik mengisi lembar refleksi pembelajaran.
- Guru menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik.
- Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan doa bersama dan salam penutup.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning
Peserta didik diajak untuk menghentikan sejenak aktivitas dan membayangkan secara emosional situasi ketakutan serta kepanikan saat Gunung Tambora meletus tahun 1815. Hal ini membantu peserta didik menghayati secara mendalam keputusan-keputusan sulit yang diambil tokoh Heo dengan penuh kesadaran.
Meaningful Learning
Peserta didik tidak hanya menghafal cerita, tetapi menghubungkan nilai keteguhan sifat Heo dengan kemampuan resiliensi mereka sendiri dalam menghadapi kesulitan belajar atau tantangan sehari-hari di rumah dan sekolah.
Joyful Learning
Penggunaan Smart TV dengan animasi sejarah interaktif, komik berwarna, serta aktivitas presentasi kelompok berbasis media visual menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, menantang, dan bebas dari tekanan.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Konten
- Kelompok Belum Memahami Konsep (Perlu Perancah): Diberikan teks bacaan berupa "Komik Cerita Bergambar Heo" yang menyajikan kalimat-kalimat lebih pendek, penekanan visual gambar, serta kata kunci yang diarsir untuk membantu pemahaman alur cerita.
- Kelompok Sudah Memahami Konsep (Mahir): Diberikan teks "Narasi Sejarah Lengkap Heo dan Letusan Tambora 1815" tanpa bantuan visual berlebih, dengan kosa kata yang lebih kaya dan pertanyaan analisis kritis tingkat tinggi.
Diferensiasi Proses
Guru memberikan pendampingan intensif (direct guidance) kepada kelompok visual dasar, sementara kelompok mahir diberikan kebebasan untuk melakukan eksplorasi mandiri dengan arahan minimal.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
- Laptop Guru: Digunakan untuk mengolah bahan ajar, mengelola media presentasi interaktif, dan merekam hasil asesmen peserta didik.
- Smart TV: Digunakan untuk menayangkan video animasi sejarah letusan Gunung Tambora 1815, menampilkan komik digital interaktif, dan memfasilitasi presentasi kelompok.
- Internet: Digunakan untuk mengakses sumber belajar digital, gambar arsip sejarah Tambora, dan media audio-visual yang relevan.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media Pembelajaran
- Video Animasi "Dahsyatnya Letusan Gunung Tambora 1815".
- Teks Komik Berwarna "Perjuangan Heo Menembus Hujan Abu".
- Slide Presentasi Interaktif Penokohan Cerita.
- Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Grafik Komik.
Sumber Belajar
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Arsip Sejarah Kebencanaan Gunung Tambora, Museum Geologi / Pusat Vulkanologi.
- Modul Bacaan Lokal Cerita Rakyat dan Sejarah NTB.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Identitas Peserta Didik
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Peserta Didik / Kelompok | |
| Kelas / Fase | V (Lima) / Fase C |
| Nomor Absen | |
| Tanggal Pelaksanaan |
Judul Kegiatan
Menganalisis Keteguhan Sifat Tokoh Heo saat Bencana Letusan Gunung Tambora 1815.
Petunjuk Kerja
- Amatilah tayangan video dan bacalah teks cerita Heo yang telah dibagikan oleh gurumu!
- Bekerja samalah dengan anggota kelompokmu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
- Gunakan bukti berupa gambar atau kalimat dalam teks untuk mendukung jawabanmu!
Pertanyaan Diskusi Kelompok
- Peristiwa dahsyat apa yang terjadi di tempat tinggal Heo pada tahun 1815? Jelaskan situasi lingkungan berdasarkan bacaan!
Jawaban:
- Catatlah 3 tindakan penting yang dilakukan tokoh Heo saat bencana letusan Gunung Tambora terjadi!
a. Tindakan 1:
b. Tindakan 2:
c. Tindakan 3:
- Menurut kelompokmu, apakah tokoh Heo memiliki sifat yang teguh dan pantang menyerah? Tuliskan alasan dan bukti pendukungnya!
Penilaian Sifat Heo:
Bukti dari Teks/Gambar:
- Nilai kebaikan apa dari tokoh Heo yang dapat kamu contoh dalam kehidupan sehari-hari?
Jawaban:
REMEDIAL
Sasaran
Peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan tujuan pembelajaran (belum mampu mengidentifikasi dan menilai sifat tokoh Heo).
Bentuk Kegiatan
- Bimbingan Perorangan: Guru mendampingi peserta didik secara individual dengan membacakan kembali komik bergambar Heo secara perlahan.
- Pemanfaatan Kartu Gambar (Flashcard): Peserta didik diminta mencocokkan gambar kegiatan Heo dengan pilihan kata sifat (Teguh, Berani, Penolong) yang sesuai.
- Tugas Sederhana: Peserta didik menjawab 2 pertanyaan terpandu tentang tindakan Heo dalam cerita.
PENGAYAAN
Sasaran
Peserta didik yang telah melampaui kriteria ketuntasan tujuan pembelajaran dengan capaian analisis sangat baik.
Bentuk Kegiatan
- Mengubah Sudut Pandang Cerita: Peserta didik diminta menuliskan kembali kisah perjuangan Heo dalam bentuk diari/catatan harian pribadi tokoh Heo sebanyak 2 paragraf.
- Analisis Lanjutan: Menghubungkan keteguhan Heo dengan cara penanggulangan bencana alam modern yang dapat dilakukan oleh anak-anak usia sekolah.
REFLEKSI GURU
| No | Elemen Refleksi | Pertanyaan Refleksi | Hasil Refleksi / Evaluasi Diri |
|---|---|---|---|
| 1 | Ketercapaian Tujuan Pembelajaran | Apakah seluruh peserta didik mampu menilai keteguhan sifat tokoh Heo sesuai tujuan pembelajaran? | Sebagian besar peserta didik (85%) telah mampu menilai sifat tokoh dengan bukti teks, sementara 15% masih memerlukan perancah visual tambahan. |
| 2 | Efektivitas Model PBL | Apakah sintaks Problem Based Learning membantu peserta didik berpikir kritis? | Model PBL sangat membantu memicu diskusi aktif, terutama saat tahap analisis bukti-bukti tindakan Heo. |
| 3 | Penggunaan Media Smart TV | Apakah media visual pada Smart TV meningkatkan motivasi belajar siswa visual? | Penggunaan video animasi dan komik digital pada Smart TV sangat efektif meningkatkan fokus dan minat belajar siswa. |
| 4 | Pelaksanaan Diferensiasi | Apakah diferensiasi konten teks berhasil membantu siswa yang belum memahami konsep dasar? | Pembagian teks komik visual sangat membantu siswa yang lambat membaca untuk tetap memahami alur cerita sejarah secara utuh. |
| 5 | Rencana Perbaikan Pembelajaran | Apa hal utama yang perlu diperbaiki untuk pertemuan atau materi selanjutnya? | Perlu penambahan alokasi waktu pada tahap presentasi kelompok agar setiap kelompok mendapatkan umpan balik yang lebih mendalam. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
| No | Pertanyaan Refleksi | Tanggapan Peserta Didik |
|---|---|---|
| 1 | Bagian mana dari kisah Heo yang paling kamu sukai dan paling membuatmu tersentuh? | Saat Heo tetap berusaha menyelamatkan adiknya dan hewan peliharaannya di tengah hujan abu Gunung Tambora. |
| 2 | Apakah media gambar/komik di Smart TV membantumu memahami cerita letusan Gunung Tambora tahun 1815? | Sangat membantu karena gambarnya jelas dan membuat situasi bencana terasa sangat nyata. |
| 3 | Sifat keteguhan Heo mana yang ingin kamu tiru saat kamu menghadapi kesulitan di sekolah atau di rumah? | Sifat tidak mudah menangis dan pantang menyerah saat menghadapi masalah yang sulit. |
| 4 | Apakah kamu merasa nyaman bekerja sama dalam kelompokmu hari ini? Jelaskan alasannya! | Ya, saya senang karena teman kelompok saling membantu membaca dan menjawab pertanyaan LKPD. |
BAHAN BACAAN
Ringkasan Sejarah Letusan Gunung Tambora 1815
Pada bulan April 1815, Gunung Tambora yang terletak di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, mengalami letusan terhebat dalam sejarah modern. Letusan ini melontarkan miliaran ton abu vulkanik ke atmosfer, hingga menyelimuti bumi dan menyebabkan "tahun tanpa musim panas" di berbagai belahan dunia. Bagi masyarakat lokal di sekitar kaki gunung, peristiwa tersebut merupakan ujian kelangsungan hidup yang sangat berat akibat hujan abu pekat, gelombang tsunami kecil, dan kegelapan total selama beberapa hari.
Kisah Perjuangan Heo (Cuplikan Teks Narasi)
Di sebuah desa kecil di kaki Gunung Tambora, hiduplah seorang anak laki-laki bernama Heo. Pada pagi hari tanggal 10 April 1815, langit tiba-tiba berubah menjadi hitam pekat. Gemuruh dahsyat menggetarkan tanah, diikuti hujan batu kecil dan abu tebal yang menyengat napas. Rumah-rumah mulai tertutup abu.
Ketika orang-orang berlarian panik tanpa arah, Heo tidak membiarkan rasa takut menguasai dirinya. Ia ingat pesan orang tuanya untuk tetap tenang dalam bahaya. Dengan sigap, Heo mengikat kain basah di wajah adiknya untuk melindungi dari debu berbahaya. Meski kakinya terantuk bebatuan dan pandangannya terhalang asap pekat, Heo terus memimpin adiknya dan menuntun beberapa tetangga tua menuju pinggiran sungai yang lebih aman. Ketika bekal makanan jatuh, Heo tidak menyerah; ia terus berjalan menembus kegelapan abu selama belasan jam. Keteguhan hati Heo dan keberaniannya menjadi penyelamat bagi orang-orang di sekitarnya di tengah bencana terdahsyat abad itu.
GLOSARIUM
- Keteguhan: Daya tahan mental dan kesetiaan pada prinsip untuk tidak menyerah dalam menghadapi cobaan atau kesulitan.
- Bencana Alam: Peristiwa alam yang mengakibatkan dampak besar bagi populasi manusia, seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, dan banjir.
- Abu Vulkanik: Bahan material jatuhan gunung api yang disemburkan ke udara saat terjadi letusan, terdiri dari batuan hancur dan kaca murni.
- Resiliensi: Kemampuan seseorang untuk bangkit kembali dan bertahan setelah mengalami peristiwa traumatis atau masa-masa sulit.
- Perancah (Scaffolding): Bantuan bertahap yang diberikan guru kepada peserta didik sesuai tingkat kemampuannya hingga peserta didik mampu belajar secara mandiri.
- Penokohan: Cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan karakter atau watak tokoh dalam suatu cerita narasi.
DAFTAR PUSTAKA
- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2018). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) V. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Samping! Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Stothers, R. B. (1984). The Great Tambora Eruption of 1815 and Its Climatic Aftermath. Science, 224(4654), 1191-1198.
- Sutawidjaja, I. S. (2006). Letusan Gunung Api Tambora 1815. Jurnal Geologi Indonesia, 1(3), 125-138.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Sikap Profil Pelajar Pancasila
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Bernalar Kritis (Mengalisis Teks) | Skor 4: Peserta didik secara aktif dan mandiri menganalisis bukti keteguhan tokoh Heo dengan sangat logis. Skor 3: Peserta didik menganalisis bukti keteguhan tokoh Heo dengan sedikit arahan guru. Skor 2: Peserta didik memerlukan bantuan penuh guru untuk menemukan bukti dalam teks. Skor 1: Peserta didik tidak menunjukkan usaha menganalisis teks cerita. | |
| 2 | Gotong Royong (Diskusi Kelompok) | Skor 4: Aktif membagi tugas, mendengarkan pendapat teman, dan membantu anggota kelompok secara konsisten. Skor 3: Bekerja sama dengan baik dalam kelompok dan menyelesaikan tugas kelompok. Skor 2: Pasif dalam kelompok dan hanya bekerja jika diperintah teman. Skor 1: Mengganggu kerja kelompok atau tidak mau berpartisipasi. | |
| 3 | Mandiri (Penyelesaian Tugas) | Skor 4: Menyelesaikan lembar kerja mandiri tepat waktu dengan konsentrasi penuh tanpa bergantung pada orang lain. Skor 3: Menyelesaikan lembar kerja mandiri tepat waktu dengan sedikit dorongan. Skor 2: Menyelesaikan tugas dengan bantuan intensif dari guru atau teman. Skor 1: Tidak menyelesaikan tugas mandiri yang diberikan. |
Lembar Observasi Keterampilan Membaca dan Mempresentasikan
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Keterampilan Membaca dan Memirsa Visual | Skor 4: Mampu menemukan seluruh informasi tersurat dan tersirat dari teks komik/narasi dengan sangat cepat dan akurat. Skor 3: Mampu menemukan informasi tersurat dan sebagian tersirat dari teks/gambar. Skor 2: Hanya mampu menemukan informasi tersurat yang sangat jelas pada gambar. Skor 1: Belum mampu menemukan informasi mendasar dari teks bacaan. | |
| 2 | Keterampilan Menyampaikan Argumen Penilaian | Skor 4: Menyampaikan argumen penilaian keteguhan Heo secara sistematis, jelas, dan percaya diri di depan kelas. Skor 3: Menyampaikan argumen penilaian dengan jelas namun masih sedikit ragu-ragu. Skor 2: Menyampaikan penilaian dengan membaca teks secara utuh tanpa kontak mata. Skor 1: Tidak berani mempresentasikan hasil analisis di depan kelas. |