Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas / Fase : V (Lima) / C
Semester / T.A. : Ganjil / 2026/2027
Topik / Materi : Memahami ciri fisik, kembar identik, sifat, hobi, dan cita-cita melalui teks cerita pendek
Alokasi Waktu : 6 x 35 menit (2 Pertemuan @ 3 x 35 menit)

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Profil Peserta Didik

Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom berjumlah 28 anak dengan dominasi gaya belajar visual. Berdasarkan asesmen diagnostik awal, terdapat tiga kelompok kesiapan belajar peserta didik:

  1. Kelompok Mahir (30%): Mampu membaca cepat, memahami gagasan utama, serta membedakan rupa, sifat, dan hobi tokoh dengan cepat secara mandiri.
  2. Kelompok Berkembang (50%): Mampu membaca dengan kecepatan sedang, memahami latar belakang cerita, namun masih membutuhkan bantuan untuk mengelompokkan perbedaan sifat implisit antar tokoh.
  3. Kelompok Perlu Bimbingan (20%): Membutuhkan waktu membaca lebih lama (kelancaran membaca terbatas) serta memerlukan panduan visual konkret dan pembacaan terbimbing untuk menemukan rupa, sifat, dan hobi tokoh.

Konteks Kearifan Lokal

Pembelajaran mengintegrasikan nilai kearifan lokal tradisi keluarga Nusantara, yaitu tradisi "Bancaan / Syukuran Kelahiran dan Ulang Tahun" yang lazim dilaksanakan oleh masyarakat lokal untuk menghormati perbedaan serta keunikan garis keturunan dan takdir individu dalam keluarga.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik mampu mengidentifikasi perbedaan rupa, sifat, dan hobi tokoh kembar identik dalam teks cerita pendek yang dibaca atau dipirsa, serta menyimpulkan bahwa setiap manusia memiliki keunikan tersendiri meskipun terlahir secara kembar identik.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

  1. Melalui kegiatan memirsa tayangan teks bergambar di Smart TV, peserta didik dapat menemukan setidaknya 3 perbedaan ciri fisik dan rupa antara tokoh kembar identik dalam teks cerita pendek dengan tepat.
  2. Melalui diskusi terbimbing (Discovery Learning - Data Processing), peserta didik mampu mengelompokkan kata sifat yang menggambarkan masing-masing tokoh cerita secara teliti.

Pertemuan 2

  1. Melalui analisis teks cerita pendek, peserta didik dapat membandingkan hobi dan cita-cita tokoh kembar identik beserta alasannya secara kritis.
  2. Melalui pemaknaan mendalam (Deep Learning), peserta didik mampu menyajikan hasil perbandingan keunikan tokoh dalam bentuk peta pikiran atau tabel banding secara sistematis dan percaya diri.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Manusia diciptakan unik dan istimewa. Walaupun dua anak terlahir sebagai kembar identik dengan rupa yang sangat mirip, keduanya tetap memiliki perbedaan fisik yang tersembunyi, sifat, hobi, dan cita-cita yang berbeda. Menghargai keunikan diri dan orang lain merupakan wujud syukur kepada Tuhan dan penguatan keharmonisan dalam keluarga serta masyarakat.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian bertemu dengan saudara kembar yang wajahnya sangat mirip? Bagaimana cara kalian membedakan mereka?
  2. Jika dua orang memiliki wajah yang hampir persis sama, apakah sifat dan cita-cita mereka pasti sama pula? Mengapa demikian?
  3. Bagaimana tradisi keluarga di rumah kalian dalam merayakan keunikan atau ulang tahun saudara kembar?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia: Menghargai ciptaan Tuhan atas keberagaman fisik dan karakter manusia.
  2. Bernalar Kritis: Menganalisis perbedaan rupa, sifat, dan aspirasi tokoh dari teks tertulis.
  3. Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok untuk menemukan dan mengolah informasi dari teks.
  4. Mandiri: Mengelola tanggung jawab membaca sesuai tingkat kecepatan dan kemampuan diri.

Dimensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

  1. Mindful Learning: Kesadaran penuh saat membaca dan mengamati detail perbedaan tokoh tanpa tergesa-gesa.
  2. Meaningful Learning: Mengaitkan cerita tokoh kembar dengan keunikan diri sendiri dan tradisi keluarga Nusantara.
  3. Joyful Learning: Pembelajaran yang menyenangkan melalui pengamatan visual interaktif Smart TV dan permainan detektif kata.

MATERI PEMBELAJARAN

Materi Utama

  1. Teks Cerita Pendek: "Rana dan Rani: Kembar Identik dari Desa Wringin"
  2. Konsep Kembar Identik: Pembentukan fisik yang serupa namun tetap memiliki perbedaan kecil (misal: tahi lalat, bentuk tatanan rambut, ekspresi wajah).
  3. Kosakata Sifat dan Karakter: Penakut, pemberani, ramah, pemalu, teliti, cerdas, dermawan, hemat.
  4. Perbedaan Hobi dan Cita-cita: Keterkaitan minat individu dengan cita-cita masa depan.
  5. Kearifan Lokal: Tradisi keluarga Nusantara dalam memperlakukan anak kembar (tradisi penyelarasan nama dan tradisi syukuran keluarga/bancaan).

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

  1. Model Pembelajaran: Discovery Learning (Pemberian Rangsangan, Pernyataan/Identifikasi Masalah, Pengumpulan Data, Pengolahan Data, Pembuktian, Menarik Kesimpulan).
  2. Pendekatan Pembelajaran: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning) terintegrasi Pembelajaran Berdiferensiasi.

ASESMEN

Asesmen Diagnostik (Awal)

  1. Asesmen Kognitif Awal: Tes membaca singkat (3 paragraf) untuk mengukur kecepatan baca dan pemahaman awal tentang kata sifat.
  2. Asesmen Non-Kognitif: Kuesioner gaya belajar dan minat peserta didik.

Asesmen Formatif (Proses)

  1. Lembar observasi partisipasi diskusi kelompok.
  2. Unjuk kerja pengisian tabel diferensiasi proses membaca.
  3. Pertanyaan reflektif singkat di tengah pembelajaran.

Asesmen Sumatif (Akhir)

  1. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) analisis tokoh cerita pendek.
  2. Tes tertulis pilihan ganda dan uraian terbatas pada akhir Pertemuan 2.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)

IndikatorSkor 1 (Perlu Bimbingan)Skor 2 (Cukup)Skor 3 (Baik)Skor 4 (Sangat Baik)
Bernalar KritisBelum mampu mengidentifikasi informasi perbedaan tokoh dari teks.Mampu mengidentifikasi 1-2 perbedaan tokoh dengan bantuan penuh guru.Mampu mengidentifikasi sebagian besar perbedaan tokoh secara mandiri.Mampu menganalisis seluruh perbedaan rupa, sifat, hobi, dan cita-cita secara akurat dan kritis.
Gotong RoyongPasif dan tidak berkontribusi dalam kelompok.Berkontribusi jika diminta oleh teman atau guru.Aktif bekerja sama dan membantu teman dalam kelompok.Sangat aktif, memimpin diskusi, dan memfasilitasi pembagian tugas kelompok.
MandiriMudah menyerah saat menemui kesulitan membaca teks.Menyelesaikan tugas dengan dorongan berulang dari guru.Menyelesaikan tugas membaca dan analisis secara mandiri tepat waktu.Sangat mandiri, tekun, serta mampu mengelola waktu belajar dengan sangat baik.

Rubrik Penilaian Keterampilan (Analisis Teks dan Peta Pikiran)

KriteriaSkor 1 (Perlu Bimbingan)Skor 2 (Cukup)Skor 3 (Baik)Skor 4 (Sangat Baik)
Identifikasi Rupa dan Ciri FisikMenemukan kurang dari 2 ciri fisik dengan bantuan.Menemukan 2 ciri fisik tokoh secara tepat.Menemukan 3 ciri fisik tokoh dengan tepat.Menemukan seluruh ciri fisik mendetail (termasuk kembar identik) dengan sangat tepat.
Klasifikasi Sifat dan HobiBanyak kesalahan dalam mengelompokkan kata sifat tokoh.Mengelompokkan sifat dan hobi dengan 2-3 kesalahan.Mengelompokkan sifat dan hobi dengan 1 kesalahan.Mengelompokkan sifat, hobi, dan cita-cita tokoh dengan sempurna tanpa kesalahan.
Penyajian Hasil (Peta Pikiran/Tabel)Tidak rapi, informasi tidak lengkap, dan sulit dibaca.Informasi cukup lengkap tetapi penyajian kurang rapi.Informasi lengkap, rapi, dan mudah dibaca.Informasi sangat lengkap, disajikan secara kreatif, sangat rapi, dan sistematis.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 (3 x 35 Menit) - Topik: Mengidentifikasi Rupa dan Sifat Tokoh

Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)

  1. Guru membuka pembelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran peserta didik (Mindful Learning).
  2. Guru menampilkan foto dua wajah anak kembar identik pada Smart TV.
  3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik awal untuk memicu rasa ingin tahu (Joyful Learning).
  4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat memelajari keunikan individu dalam kehidupan sehari-hari serta dalam konteks tradisi keluarga Nusantara.

Kegiatan Inti (80 Menit)

  1. Stimulation (Pemberian Rangsangan):
  • Guru menayangkan Teks Cerita Pendek "Rana dan Rani: Kembar Identik dari Desa Wringin" melalui Smart TV lengkap dengan ilustrasi visual berwarna.
  • Peserta didik mengamati tayangan gambar dan mendengarkan pembacaan teks awal oleh guru.
  1. Problem Statement (Pernyataan/Identifikasi Masalah):
  • Guru mengajukan pertanyaan: "Mengapa warga Desa Wringin sering tertukar memanggil Rana dan Rani? Apa rahasia ciri fisik dan sifat yang membedakan mereka?"
  • Peserta didik diminta merumuskan hipotesis awal mengenai perbedaan Rana dan Rani.
  1. Data Collection (Pengumpulan Data - Diferensiasi Proses):
  • Peserta didik dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan tingkat kecepatan membaca.
  • Kelompok Mahir: Membaca teks cerita pendek penuh secara mandiri dan mencatat detail implisit.
  • Kelompok Berkembang: Membaca teks cerita secara berpasangan (paired reading) dengan bimbingan sesekali dari guru.
  • Kelompok Perlu Bimbingan: Membaca teks cerita melalui metode membaca terbimbing (guided reading) bersama guru di depan Smart TV menggunakan media kartu kata penanda.
  1. Data Processing (Pengolahan Data):
  • Masing-masing kelompok mengelompokkan data rupa fisik dan kata sifat yang ditemukan dari tokoh Rana dan Rani pada draf tabel kerja.
  • Guru mengarahkan peserta didik untuk melakukan perbandingan secara teliti (Meaningful Learning).

Kegiatan Penutup (10 Menit)

  1. Peserta didik bersama guru melakukan refleksi singkat tentang kegiatan membaca hari ini.
  2. Guru memberikan penguatan mengenai keunikan fisik dan karakter setiap manusia.
  3. Pembelajaran diakhiri dengan doa dan salam penutup.

Pertemuan 2 (3 x 35 Menit) - Topik: Menganalisis Hobi, Cita-cita, dan Menyajikan Keunikan Tokoh

Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)

  1. Guru menyapa peserta didik, berdoa, dan melakukan pengkondisian kelas secara tenang (Mindful Learning).
  2. Guru mengulas kembali ingatan peserta didik tentang cerita "Rana dan Rani" melalui permainan tebak kata sifat singkat di Smart TV (Joyful Learning).
  3. Guru menyampaikan alur kegiatan pembelajaran hari ini yaitu menganalisis hobi, cita-cita, serta menyusun peta pikiran keunikan tokoh.

Kegiatan Inti (80 Menit)

  1. Verification (Pembuktian):
  • Peserta didik kembali berdiskusi dalam kelompok untuk memverifikasi temuan hobi dan cita-cita tokoh Rana dan Rani.
  • Kelompok menghubungkan antara sifat tokoh dengan hobi dan cita-cita yang mereka pilih dalam cerita.
  • Peserta didik mengaitkannya dengan pengalaman diri dan kearifan lokal tradisi keluarga Nusantara (misalnya: tradisi Bancaan yang merayakan keberagaman karakter anak dalam keluarga agar saling melengkapi).
  1. Generalization (Menarik Kesimpulan):
  • Peserta didik menyusun hasil analisis ke dalam LKPD berupa Peta Pikiran Keunikan Tokoh Kembar.
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas di bawah sorotan Smart TV.
  • Kelompok lain berdiskusi dan memberikan tanggapan secara santun.

Kegiatan Penutup (10 Menit)

  1. Peserta didik menyimpulkan bahwa kembar identik tidak berarti memiliki segala hal yang sama.
  2. Guru memberikan apresiasi terhadap seluruh penampilan dan hasil kerja peserta didik.
  3. Guru menyampaikan instruksi refleksi dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning (Belajar Sadar Diri)

Peserta didik dilatih untuk fokus dan tenang saat mengamati gambar serta membaca detail teks cerita pendek. Guru mengajak peserta didik melakukan hening sejenak (1 menit) sebelum membaca untuk memusatkan perhatian pada perbedaan rupa dan sifat tokoh tanpa tergesa-gesa.

Meaningful Learning (Belajar Bermakna)

Peserta didik tidak sekadar menghafal isi cerita, melainkan menghubungkan konsep kembar identik dan keberagaman karakter dengan kehidupan nyata mereka. Peserta didik mendiskusikan bagaimana tradisi keluarga di rumah menghargai perbedaan kakak-beradik, sehingga memunculkan rasa empati dan saling menghormati.

Joyful Learning (Belajar Menyenangkan)

Pembelajaran dirancang interaktif menggunakan teknologi Smart TV, kuis tebak kata visual, serta kerja kelompok yang kolaboratif sehingga menciptakan suasana belajar yang bebas dari tekanan, riang, dan penuh semangat petualangan literasi.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Proses (Berdasarkan Kecepatan Membaca)

  1. Kelompok Membaca Cepat (Mahir): Diberikan teks cerita pendek tanpa bantuan visual tambahan. Mereka ditugaskan untuk langsung menganalisis alasan di balik perbedaan hobi dan cita-cita tokoh serta menuliskan pendapat kritis.
  2. Kelompok Membaca Sedang (Berkembang): Diberikan teks cerita pendek yang dilengkapi peta konsep panduan sederhana. Membaca secara berpasangan dengan strategi saling melempar pertanyaan.
  3. Kelompok Membaca Lambat (Perlu Bimbingan): Diberikan teks cerita pendek yang dilengkapi cetak tebal (bold) pada kata kunci rupa, sifat, hobi, dan cita-cita. Guru mendampingi secara intensif melalui bimbingan membaca langsung di papan Smart TV.

Integrasi Kearifan Lokal

Penekanan pada nilai tradisi keluarga Nusantara dalam memelihara kerukunan antar saudara kandung maupun saudara kembar melalui dialog cerita pendek yang menggambarkan kegiatan syukuran tradisi lokal.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Laptop: Digunakan guru untuk mengolah media pembelajaran, membuat slide presentasi interaktif, serta merekap data asesmen.
  2. Smart TV: Digunakan untuk menayangkan teks cerita pendek bergambar, video animasi singkat tentang kembar identik, serta menampilkan LKPD digital interaktif saat presentasi.
  3. Internet: Digunakan untuk mengakses sumber belajar tambahan mengenai keunikan kembar identik dan referensi cerita anak Nusantara.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

  1. Media Pembelajaran:
  • Slide Teks Cerita Pendek "Rana dan Rani: Kembar Identik dari Desa Wringin" pada Smart TV.
  • Kartu Kata Sifat dan Karakter (Word Cards).
  • Lembar Peta Pikiran Visual.
  1. Sumber Belajar:
  • Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas V Kurikulum Merdeka.
  • Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas V Kurikulum Merdeka.
  • Artikel Edukasi Kesehatan dan Psikologi Anak tentang Kembar Identik dari Internet.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Peserta Didik.....................................................
Kelas / No. AbsenV (Lima) / .........
Tanggal.....................................................

Judul Teks Cerita Pendek

Rana dan Rani: Kembar Identik dari Desa Wringin

Teks Bacaan

Di sebuah rumah asri di Desa Wringin, hiduplah dua anak kembar bernama Rana dan Rani. Wajah mereka sangat mirip, seperti dua tetes air. Bentuk mata, hidung, dan senyum mereka hampir mustahil dibedakan oleh orang asing. Bahkan, tetangga sering tertukar memanggil mereka. Namun, jika diperhatikan secara teliti, Rana memiliki tahi lalat kecil di pipi kirinya, sedangkan Rani memiliki lesung pipit di pipi kanannya.

Tidak hanya rupa fisiknya yang memiliki perbedaan kecil, sifat mereka pun sangat bertolak belakang. Rana adalah anak yang pemberani, riang, dan sangat suka berpetualang di luar rumah. Hobi Rana adalah bermain sepak bola dan memanjat pohon. Rana bercita-cita menjadi seorang atlet nasional yang mengharumkan nama bangsa.

Sebaliknya, Rani adalah seorang anak yang pemalu, tenang, dan sangat teliti. Rani lebih suka menghabiskan waktunya di dalam kamar sambil membaca buku cerita atau menganyam kerajinan bambu bersama neneknya. Hobi Rani adalah melukis dan membuat kerajinan tangan. Rani bercita-cita menjadi seorang arsitek hebat yang merancang bangunan ramah lingkungan.

Saat acara syukuran keluarga (Bancaan) di rumah mereka, Ayah dan Ibu selalu mengingatkan bahwa meskipun Rana dan Rani kembar identik, keduanya adalah individu unik yang bebas mengejar mimpi mereka masing-masing.

Tugas Analisis

  1. Isilah tabel perbandingan tokoh di bawah ini berdasarkan teks cerita pendek di atas!
Aspek PerbandinganTokoh RanaTokoh Rani
Ciri Fisik Khusus
Sifat / Karakter
Hobi / Kegemaran
Cita-cita
  1. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas!

a. Mengapa orang lain sering tertukar saat memanggil Rana dan Rani?

b. Apa tradisi/kegiatan keluarga yang disebutkan dalam cerita saat merayakan keunikan mereka?

c. Menurut pendapatmu, apakah boleh jika anak kembar memiliki cita-cita yang berbeda? Jelaskan alasanmu!

REMEDIAL

Kegiatan remedial diperuntukkan bagi peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP).

  1. Strategi: Bimbingan perorangan (one-on-one) menggunakan media kartu bergambar dan teks cerita pendek yang diperingkas (150 kata).
  2. Tugas Khusus: Peserta didik membaca teks sangat pendek tentang anak kembar, lalu mewarnai kata-kata yang menunjukkan sifat tokoh dengan spidol warna-warni.

PENGAYAAN

Kegiatan pengayaan diperuntukkan bagi peserta didik yang telah melampaui KKTP dengan cepat.

  1. Strategi: Penugasan mandiri bernalar kritis tinggi.
  2. Tugas Khusus: Peserta didik diminta mewawancarai salah satu teman di kelas (atau mencari informasi tentang tokoh kembar terkenal), kemudian menyusun sebuah teks cerita pendek 3 paragraf yang memuat perbandingan rupa, sifat, hobi, dan cita-cita secara kreatif.

REFLEKSI GURU

Aspek RefleksiPertanyaan EvaluasiHasil Evaluasi dan Catatan Guru
Ketercapaian TujuanApakah seluruh peserta didik dapat mengidentifikasi perbedaan rupa, sifat, dan hobi tokoh kembar identik?Sebagian besar peserta didik (85%) telah mampu mengidentifikasi perbedaan dengan tepat. Sebanyak 15% masih membutuhkan bantuan membaca terbimbing.
Efektivitas ModelApakah model Discovery Learning dan Smart TV meningkatkan keterlibatan peserta didik?Tayangan visual interaktif pada Smart TV sangat efektif menarik perhatian peserta didik bertipe visual dan mempermudah pemahaman.
Pengelolaan WaktuApakah alokasi waktu 6 x 35 menit mencukupi seluruh tahapan pembelajaran?Alokasi waktu cukup, namun pada tahap presentasi kelompok di Pertemuan 2 membutuhkan kedisiplinan pembatasan waktu penanggap.
Kendala PembelajaranApa hambatan terbesar yang dihadapi selama proses pembelajaran berlangsung?Peserta didik dengan kecepatan membaca rendah membutuhkan pendampingan ekstra sehingga guru harus membagi fokus secara seimbang.
Rencana PerbaikanApa langkah perbaikan yang akan diterapkan pada pembelajaran berikutnya?Memanfaatkan tutor sebaya (peserta didik kelompok mahir mendampingi kelompok perlu bimbingan) saat sesi pengolahan data.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

Pertanyaan RefleksiJawaban dan Perasaan Saya
Apa hal paling menarik yang kamu pelajari hari ini tentang anak kembar identik?Saya baru tahu kalau anak kembar identik tetap punya perbedaan fisik kecil dan sifat yang bisa berbeda jauh.
Bagian mana dari kegiatan membaca yang paling kamu sukai? Mengapa?Saya suka saat mengamati gambar di Smart TV dan mencari kata sifat rahasia bersama teman kelompok.
Apakah kamu menemukan kesulitan saat membaca cerita Rana dan Rani? Bagaimana caramu melewatinya?Agak sulit membedakan sifat implisit, tetapi saya bisa paham setelah membaca ulang bersama bantuan guru.
Bagaimana kamu menghargai perbedaan sifat dan hobi teman-temanmu di kelas?Saya tidak boleh mengejek hobi teman yang berbeda dari saya karena setiap orang diciptakan unik.

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

Kembar identik (monozigot) terjadi ketika satu sel telur yang dibuahi membelah menjadi dua embrio terpisah. Secara genetik, kembar identik memiliki DNA yang hampir sama persis. Namun, faktor lingkungan, pola asuh, minat, dan pengalaman hidup membentuk kepribadian, sifat, hobi, serta cita-cita yang berbeda secara signifikan. Dalam literasi bahasa Indonesia kelas V, pengenalan tokoh kembar identik bertujuan untuk melatih ketelitian membaca detail (scanning dan skimming) serta memperkaya perbendaharaan kata sifat dan karakter manusia.

Bahan Bacaan Peserta Didik

Setiap manusia diciptakan unik oleh Tuhan Yang Maha Esa. Ada orang yang memiliki wajah sangat mirip, seperti anak kembar identik. Namun, jika kita mengamatinya dengan saksama, pasti ada ciri khusus yang membedakan mereka. Selain rupa fisik, sifat dan hobi setiap orang juga bisa berbeda. Ada anak yang pemberani, pemalu, rajin, atau suka berpetualang. Hobi dan cita-cita juga bebas dipilih oleh setiap anak sesuai dengan minatnya masing-masing. Memahami perbedaan ini membuat kita menjadi anak yang toleran dan menyayangi sesama.

GLOSARIUM

  1. Kembar Identik: Dua anak yang lahir dari satu kandungan yang sama dengan rupa dan wajah yang sangat mirip karena berasal dari satu sel telur.
  2. Ciri Fisik: Tanda-tanda khas yang tampak pada tubuh seseorang, seperti tinggi badan, bentuk rambut, warna kulit, dan tanda lahir.
  3. Kata Sifat: Kata yang menjelaskan mengubah atau memberi keterangan spesifik pada kata benda atau kata ganti (contoh: pemalu, pemberani, rajin).
  4. Hobi: Kegemaran atau aktivitas rekreasi yang dilakukan pada waktu luang untuk menenangkan pikiran dan menyenangkan hati.
  5. Cita-cita: Keinginan, harapan, atau tujuan hidup yang ingin dicapai di masa depan.
  6. Bancaan: Tradisi kearifan lokal Nusantara berupa selamatan atau syukuran keluarga dengan membagikan makanan sebagai wujud rasa syukur atas keberkahan dan kesehatan.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2018). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Aplikasi Resmi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  2. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  3. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Siswa Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  4. Suharso, & Sutarso. (2020). Pengembangan Literasi Teks Cerita Anak Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah Dasar. Yogyakarta: Deepublish.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Sikap Peserta Didik

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Bernalar KritisBelum mampu menemukan informasi spesifik perbedaan tokoh dalam teks cerita pendek.Mampu menemukan 1 perbedaan tokoh dengan bantuan bimbingan penuh dari guru.Mampu menemukan sebagian besar perbedaan tokoh secara mandiri tanpa bimbingan.Mampu menganalisis seluruh perbedaan rupa, sifat, hobi, dan cita-cita secara sangat akurat dan kritis.
2Gotong RoyongPasif, enggan terlibat, dan tidak berkontribusi dalam kerja kelompok.Hanya berpartisipasi jika terus-menerus didorong oleh guru atau teman kelompok.Aktif bekerja sama, menyelesaikan tugas bagiannya, dan membantu teman.Sangat aktif, memimpin jalannya diskusi kelompok, dan memfasilitasi pembagian tugas secara adil.
3MandiriMudah putus asa saat menemukan kosakata sulit dan tidak mau membaca ulang.Menyelesaikan tugas membaca hanya jika diawasi dan didorong secara intensif.Menyelesaikan seluruh tugas membaca dan analisis teks tepat waktu secara mandiri.Sangat mandiri, tekun, percaya diri, serta mampu mengelola waktu belajar dengan sangat efisien.

Lembar Observasi Unjuk Kerja Keterampilan

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Identifikasi Ciri FisikHanya mampu menyebutkan kurang dari 2 ciri fisik tokoh secara tepat dengan bantuan.Mampu menyebutkan 2 ciri fisik tokoh kembar secara tepat namun belum mendetail.Mampu menyebutkan 3 ciri fisik tokoh kembar secara tepat dan runtut.Mampu menemukan seluruh ciri fisik mendetail (termasuk penanda khusus kembar identik) secara tepat.
2Klasifikasi Sifat dan HobiMengelompokkan kata sifat dan hobi tokoh dengan lebih dari 3 kesalahan konsep.Mengelompokkan kata sifat dan hobi tokoh dengan 2-3 kesalahan kecil.Mengelompokkan kata sifat dan hobi tokoh dengan tepat (maksimal 1 kesalahan).Mengelompokkan seluruh kata sifat, hobi, dan cita-cita tokoh secara sempurna tanpa kesalahan.
3Penyajian Peta PikiranPeta pikiran tidak rapi, tulisan sulit dibaca, dan informasi tidak lengkap.Peta pikiran cukup rapi, informasi memuat sebagian kecil aspek perbandingan tokoh.Peta pikiran rapi, mudah dibaca, dan informasi perbandingan tokoh disajikan lengkap.Peta pikiran disajikan sangat kreatif, rapi, estetik, sistematis, dan informasi sangat komprehensif.
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130